Anda di halaman 1dari 40

1

(1)
LOGIKA MATEMATIKA
DAN PENGGUNAANNYA
MATEMATIKA DASAR
TAHUN PERTAMA BERSAMA
2016
2
Standar Kompetensi

 Menggunakan logika matematika dalam pemecahan masalah yang


berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan kuantifikasi.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


3
Kompetensi Dasar

 Memahami pernyataan dalam matematika dan nilai kebenaran


pernyataan majemuk.

 Memahami pernyataan kuantifikasi dan pernyataan majemuk yang


setara dengan pernyataan kuantifikasi.

 Menggunakan prinsip logika matematika dalam penarikan kesimpulan


dan pemecahan masalah.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


4
Indikator

 Menjelaskan pengertian pernyataan/proposisi tunggal dan majemuk.

 Menjelaskan pengertian negasi, konjungsi, dan disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.

 Membuat tabel kebenaran pernyataan majemuk yang memuat negasi, konjungsi, disjungsi, implikasi.

 Menjelaskan negasi dari pernyataan majemuk.

 Menjelaskan pengertian kuantor universal dan kuantor eksistensial.

 Menjelaskan pernyataan majemuk yang setara dengan pernyataan berkuantor.

 Menjelaskan negasi dari pernyataan berkuantor.

 Menyatakan kesimpulan dengan menggunakan prinsip modus ponens/ langsung.

 Menyatakan kesimpulan dengan menggunakan prinsip modus tolens/tidak langsung.


(1) Matematika Dasar - TPB 2016
5
Pengertian dan Macam-macam Proposisi Majemuk

Proposisi adalah pernyataan yang bernilai benar saja atau salah

saja.

Kebenaran suatu proposisi dapat bersifat faktual maupun situasional.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


6

Contoh

1. Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. [proposisi bernilai benar]

2. 2 + 3 = 6. [proposisi bernilai salah]

3. Ali naik kelas. [proposisi bisa bernilai benar atau salah, sesuai situasinya]

4. “Tolong, tutup pintu itu !” [bukan proposisi]

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


7

 Proposisi majemuk terdiri dari gabungan beberapa proposisi yang


dihubungkan dengan perangkai logika, misalnya : ”dan” , “atau”, dan
sebagainya.

 Tabel kebenaran adalah tabel yang memuat semua kasus benar atau
salah yang mungkin.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


8

(1) Negasi/ Ingkaran

Negasi p adalah suatu proposisi “tidak benar bahwa p”, dinotasikan – p.

Lawan dari hitam biasanya dikatakan putih, tetapi negasi dari hitam adalah tidak hitam.

Tabel Kebenaran : p -p
B S
S B

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


9

Contoh

1. p : Kuda itu berwarna hitam.

- p : Kuda itu warnanya tidak hitam.

2. p :5+3=8

- p : 5 + 3  8.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


10

(2) Konjungsi

Untuk sebarang proposisi p dan q, proposisi “ p dan q” disebut konjungsi.

Tabel Kebenaran : p q pq


B B B
B S S
S B S
S S S
Kesimpulan : Konjungsi bernilai benar
(1) Matematika Dasar - TPB 2016
hanya jika kedua proposisi bernilai benar.
11

Contoh

p : Andi diminta tinggal di rumah.

q : Budi diminta tinggal di rumah.

pq : Andi dan Budi diminta tinggal di rumah.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


12

(3) Disjungsi

Proposisi “ p atau q “ disebut disjungsi, yang dinotasikan : p  q.

Tabel Kebenaran : p q pq


B B B
B S B
S B B
S S S

Kesimpulan : Disjungsi bernilai salah


(1) Matematika Dasar - TPB 2016 hanya jika kedua proposisi bernilai salah.
13

Contoh

p : Andi diminta tinggal di rumah.

q : Budi diminta tinggal di rumah.

pq : Andi atau Budi diminta tinggal di rumah.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


14

(4) Implikasi (Kondisional)

Proposisi yang berbentuk “ Jika p maka q “ disebut implikasi (kondisional).

Notasi : p  q.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


15

Tabel Kebenaran

p q pq
B B B
B S S
S B B
S S B

Kesimpulan : Implikasi p  q bernilai salah


hanya jika proposisi p bernilai benar
(1) Matematika Dasar - TPB 2016
dan proposisi q bernilai salah.
16

Contoh

p : hari tidak hujan

q : saya akan datang

pq : Jika hari tidak hujan, maka saya akan datang.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


17

Istilah – istilah

 Konvers

Konvers dari implikasi p  q adalah q  p

 Invers

Invers dari implikasi p  q adalah - p  - q

 Kontraposisi (Kontrapositip)

Kontraposisi dari implikasi p  q adalah - q  - p


(1) Matematika Dasar - TPB 2016
18

Tabel Kebenaran

p q pq qp -p -q -p  -q -q  -p
B B B B S S B B

B S S B S B B S

S B B S B S S B

S S B B B B B B

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


19

(5) Biimplikasi (Kondisional)

Biimplikasi dari p dan q adalah proposisi “p  q dan q  p”,

atau dapat disingkat “p jika dan hanya jika q “.

Notasi : p  q.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


20

Tabel Kebenaran

p q pq qp pq


B B B B B

B S S B S

S B B S S

S S B B B

Kesimpulan : Biimplikasi bernilai benar


jika kedua proposisi mempunyai
(1) Matematika Dasar - TPB 2016 nilai kebenaran yang sama.
21

Biimplikasi dapat dikaitkan dengan istilah ekuivalen.

Proposisi p dan q dikatakan ekuivalen, jika p mempunyai nilai kebenaran


yang sama dengan q.

Notasi untuk ekuivlen sama dengan notasi biimplikasi, yaitu ““ atau ““.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


22

Dari uraian tentang macam-macam proposisi majemuk di atas, dapat


ditentukan negasi dari proposisi majemuk, sebagai berikut.

Negasi konjungsi : – (p q)  – p  – q.

Negasi disjungsi : – (p  q)  – p  – q.

Negasi implikasi : – (p  q)  p  – q.

Buktikan kebenaran dari negasi proposisi majemuk tersebut dengan


menggunakan tabel kebenaran!

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


23
Pernyataan Kuantifikasi

Pernyataan kuantifikasi adalah proposisi yang memuat kata-kata kuantor, yaitu

kata-kata yang menunjukkan kuantitas, seperti : semua, beberapa, tidak ada.

Contoh :

 Semua siswa naik kelas

 Beberapa mahasisa tidak mengikuti kuliah.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


24
Pernyataan Kuantifikasi

Pernyataan kuantifikasi dapat digambarkan dengan diagram Venn berikut.

semua A adalah B beberapa P adalah Q tidak ada R yang S

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


25

Pernyataan Kuantifikasi

Kuantifikasi Universal

Kuantifikasi Eksistensial

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


26

(1) Kuantifikasi Universal

Kuantifikasi universal adalah proposisi yang menggunakan kata-kata


“semua” , “setiap”.

Kuantifikasi universal dapat dinyatakan sebagai implikasi.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


27

Contoh

“Semua pegawai negeri adalah anggota KORPRI”

dapat dinyatakan sebagai

“Jika pegawai negeri maka anggota negeri”.

Negasi kuantifikasi universal “Semua P adalah Q” adalah “Ada P yang tidak Q”.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


28

(2) Kuantifikasi Eksistensial

Kuantifikasi Eksistensial adalah kuantifikasi yang menggunakan kata-kata


“ada”, “beberapa”.

Negasi kuantifikasi eksistensial “Beberapa P adalah Q” adalah “Semua P tidak Q”.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


29

Contoh

Pernyataan : “Beberapa mahasiswa tidak masuk kuliah”

Negasinya : “Semua mahasiswa masuk kuliah”.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


30
Penarikan Kesimpulan

Berkaitan dengan penggunaan logika dalam hal penarikan kesimpulan, dikenal istilah :

 Premis adalah himpunan proposisi-proposisi yang berlaku.

 Simpulan adalah proposisi yang dihasilkan dari premis.

 Argumen adalah proses untuk menghasilkan simpulan melalui premis.

Suatu argumen dikatakan sahih/ valid apabila kebenaran semua premisnya


mengakibatkan kebenaran konklusi/ simpulan.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


31

Prinsip Penarikan Kesimpulan

Prinsip modus ponens

Prinsip modus tolens

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


32

(1) Prinsip Modus Ponens

Prinsip modus ponens disebut juga prinsip penarikan kesimpulan langsung.

Bentuk umum :

Diketahui: Premis 1 : pq

Premis 2 : p

Simpulan : Berlaku q

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


33

Contoh

Premis 1 : Jika Ali rajin maka pandai

Premis 2 : Ali rajin

Simpulan : Ali pandai.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


34

(2) Prinsip Modus Tolens

Prinsip modus tolens disebut juga prinsip penarikan kesimpulan tidak langsung.

Bentuk umum :

Diketahui: Premis 1: pq

Premis 2: –q

Simpulan: Berlaku – p

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


35

Contoh

Premis 1 : Jika Ali kaya maka ia mampu membeli rumah

Premis 2 : Amir tidak mampu membeli rumah

Simpulan : Ali tidak kaya.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


36

Dari kedua prinsip di atas dapat digabungkan dengan dalil lain, misalnya

dalil rantai.

Diketahui: Premis 1 : pq

Premis 2 : qr

Simpulan : pr

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


37

Contoh

Premis 1 : Jika rajin maka pandai

Premis 2 : Jika pandai maka lekas mendapatkan pekerjaan

Premis 3 : Ali rajin

Simpulan : Ali lekas mendapatkan pekerjaan.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


38
Latihan

1. Buatlah tabel kebenaran untuk menunjukkan bahwa : –(p  q)  p  -q.

2. Tentukan nilai kebenaran (Benar atau salah) dari proposisi : (p -q)  (q  r),
apabila p Benar, q Salah, dan r Salah.

3. Tuliskan negasi dari : “Jika Ali tidak naik kelas, maka ia malu kepada teman-
temannya”.

4. Tuliskan pernyataan yang merupakan negasi dari : “Beberapa penduduk


kekurangan pangan “.

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


39
Latihan

5. Tentukan simpulan berdasarkan premis-premis berikut, sehingga menjadi argumen yang


sahih.

Premis 1 : Semua belah ketupat adalah layang-layang.

Premis 2 : Semua persegi adalah belah ketupat

Simpulan : ………………….

(1) Matematika Dasar - TPB 2016


40

 Next : Himpunan

(1) Matematika Dasar - TPB 2016