Anda di halaman 1dari 125

PANDUAN PRAKTIKUM

STUDI KASUS
FARMASI RUMAH SAKIT DAN KLINIK
SEMESTER I

KELAS C

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
2017

i
TIM PENYUSUN

Ketua : Dr. Gunawan Pamudji W., MSi., Apt. (GPW)

Sekretaris : Dr. Rina Herowati, M.Si., Apt., (RH)

Anggota :Jason Merari, M.Si., MM., Apt., Dr. (JM)

Lucia Vita Inandha D. S.Si., M.Sc., Apt. (LV)

Dwi Ningsih, M.Farm.,Apt. (DN)

Dr. Wiwin Herdwiani, M.Sc.,Apt. (WH)

Opstaria Saptarini, M.Si.,Apt. (OS)

Dr. Ika Purwidyaningrum, MSc, Apt. (IP)

Samuel Budi Harsono., M.Si., Apt (SBH)

Yane Dila Keswara, M.Sc., Apt (YAN)

Sunarti, M.Sc., Apt. (SUN)

Galih Adi Pramana, M.Farm., Apt (GLH)

ii
TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Ketentuan Umum:
a. Kegiatan Praktikum adalah sebagai berikut:
7.00 – 7.30 : Pendahuluan, Pre test
7.30 – 12.00 : Diskusi (presentasi & tanya jawab). Dosen memberikan resume.
12.00 – 13.00 : Post test&Koreksi
b. Setiap kelas teori (A, B dan C) akan dibagi menjadi 4 kelompok @ 12-13 mahasiswa
(kelompok A1, A2, A3, A4, B1, B2, B3, B4, C1, C2). Setiap kelompok akan dibagi lagi
menjadi 5 kelompok kecil (@ 2-3 mahasiswa).
c. Setiap pertemuan membahas 5 kasus. Setiap kasus dikerjakan oleh 1 kelompok kecil.
Pada sesi diskusi masing-masing kelompok kecil mempresentasikan kasusnya,
kelompok lain bertugas menyanggah, memberi masukan, dan bertanya. Keaktifan
mahasiswa dalam diskusi merupakan bagian dari penilaian.
d. Pada awal Praktikum dilakukan pre test, dan di akhir Praktikum dilakukan post test
dengan materi seluruh kasus yang dibahas pada hari itu.
e. Mahasiswa dalam tiap kelompok duduk melingkar, dipandu oleh 1 orang dosen.
f. Hanya ada 1 laptop untuk setiap kelompok besar. Semua referensi yang dibutuhkan
sudah dicetak dan dibawa saat studi kasus.
g. Mahasiswa yang mendapat tugas presentasi harus membagi makalah kepada semua
peserta dalam bentuk hardcopy sebelum pelaksanaan studi kasus.
2. Ketentuan Ijin:
Apabila mahasiswa tidak hadir pada satu pertemuan praktikum tidak disediakan
pertemuan pengganti, sehingga mahasiswa tidak mendapatkan nilai harian untuk materi
tersebut.Toleransi keterlambatan 15 menit.
3. Ketentuan Penilaian:
Nilai akhir terdiri dari: Ujian akhir 40%
Pre test 15%
Post test 15%
Diskusi/keaktifan 20%
Makalah 10%

iii
Nilai batas lulus adalah 70 atau B (3,0). Apabila mahasiswa tidak lulus diberikan kesempatan
ujian perbaikan (remidi) maksimal hingga mencapai nilai 70.

iv
PENDAHULUAN

1. Standar Kompetensi
Standar Kompetensi yang diharapkan tercapai dari mata kuliah Studi Kasus Farmasi
Rumah Sakit dan Klinis ini secara umum adalah:
1. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat untuk
mengoptimalkan terapi.
2. Mampu memberikan pelayanan sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai kebutuhan
pasien.
3. Mampu menerapkan ilmu dan teknologi kefarmasian dalam produksi dan distribusi
sediaan farmasi
4. Mampu menyediakan informasi yang akurat dan terkini serta memberikan pelayanan
informasi dan edukasi terkait obat dan pengobatan.
5. Mampu berkomunikasi dan membangun hubungan interprofesional dalam tim
kesehatan
6. Mampu melakukan praktik kefarmasian secara profesional, legal, dan etik.

2. Capaian Pembelajaran:
1. Mampu melakukan pelayanan farmasi klinik:
a. Mampu menjelaskan patofisiologi
b. Mampu menjelaskan faktor resiko
c. Mampu menjelaskan tanda, gejala serta diagnosis
d. Mampu menjelaskan tujuan terapi
e. Mampu menjelaskan terapi farmakologi (termasuk mekanisme kerja obat) dan
terapi nonfarmakologi
f. Mampu mengidentifikasi dan mengusulkan pengatasan problem medik
g. Mampu menjelaskan Pemantauan Terapi Obat
2.Mampu melakukan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medik habis
pakai (SF, AK, BMHP):
a. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP
b. Mampu melakukan perencanaan kebutuhan SF, AK, BMHP ;
c. Mampu melakukan pengadaan SF, AK, BMHP ;
d. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP penerimaan;
e. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP penyimpanan;
f. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP pendistribusian;
g. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP pemusnahan dan penarikan;
h. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP pengendalian; dan
i. Mampu melakukan pemilihan SF, AK, BMHP administrasi.

1
3. Materi
No. Dosen Kelompok Item Farmakoterapi
Farmakoterapi
1 IP Gangguan o Hipertensi esensial
Kardiovaskular o Ischemic Heart Disease -angina
o Acute Coronary Syndrome
o Stroke Ischemik-
o Transient Ischemic Attack
o Hiperlipidemia
2 OS Gangguan Pernapasan o Asthma
o Chronic Obstructive Pulmonary Disease
Gawat Darurat oPoisoning
oMengenali kegawatdaruratan dantata
laksana
Gangguan Nutrisi o Assesment of nutrition status and
nutrition requirements
3 DN Gangguan Saluran o Gastroesophageal Reflux Disease
Cerna o Diare
o Konstipasi
o Nausea/vomiting (Non Post Operative
o Nausea Vomiting, Non Cancer)
o Peptic Ulcer
Gangguan Kulit o Dermatologic Drug Reaction and
o self-treatable Skin Disorders
o (dermatitis, cutaneous drug
o reaction, hyper pigmentation)
o Acne Vulgaris
4 GPW Gangguan Psikiatri- o Anxiety
Gangguan o Epilepsy
Syaraf o Pain Mangement
o Headache
Gangguan Endokrin o Diabetes Mellitus
o Thyroid disorder
6 WH Gangguan Saluran o Benign Prostate Hyperthropy (BPH)
Kemih Gangguan o Contraceptive
Ginekologi o Menstruation-Related disorders
Gangguan Onkologi Cancer treatment and chemotherapy
7 JM Gangguan Mata, o Glaucoma
Hidung, o Allergic Rhinitis
Telinga dan o Conjunctivitis
Tenggorokan o Otitis Media
o Pharingitis
Gangguan Darah o Anemia
Gangguan Imunologi o Coagulation disorders
o Allergic and Pseudoallergic Drug
8 RH Gangguan Tulang dan o Osteoporosis
Sendi o Rheumatoid Arthritis
o Osteoarthritis

2
o Gout
Gangguan Ginjal o Acute Renal Failure
o Drug Induced Renal Disease
9 SUN Gangguan Infeksi o Upper respiratory Tract Infections
YAN o Lower Respiratory Trat Infection
o Influenza
o Infeksi saluran kemih bawah
o Parasitic Diseases
o Superficial fungal infection

LV Gangguan Infeksi o Sexually Tranmission Disease


o HIV-AIDS
o TBC
o Gastro Intestinal infection
o Demam tifoid
o Diarrhea
o Viral Hepatitis (A,B)
11 SBH Pengelolaan Perbekalan o pemilihan;
12 GLH Farmasi o perencanaan kebutuhan;
o pengadaan;
o penerimaan;
o penyimpanan;
o pendistribusian;
o pemusnahan dan penarikan;
o pengendalian; dan
o administrasi.

3
2. Pendahuluan SOAP
Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas
hidup pasien. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu dibutuhkan kerjasama yang baik antar
petugas kesehatan di Rumah Sakit, yaitu apoteker, dokter, perawat, laboran, petugas gizi,
radiologi, keluarga pasien, dan yang utama adalah dengan pasien sendiri, sebab paradigma
pelayanan kefarmasian saat ini mengutamakan hak dan menghormati pilihan pasien.

Apoteker klinis hadir di Rumah Sakit bukan untuk menggantikan profesi dokter
ataupun profesi yang lain, melainkan bekerja dalam satu tim. Sudut pandang yang benar
harus ditegakkan bersama-sama demi kepentingan pasien. Untuk itu seorang apoteker yang
bekerja di Rumah Sakit terutama ward pharmacist ( di Indonesia dikenal dengan sebutan
farmasi klinis) sangat diperlukan untuk membuatasuhan kefarmasian. Hasil asuhan
kefarmasian tersebut selanjutnya disampaikan kepada dokter dan perawat untuk
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat permasalahan pengobatan (Drug
Therapy Problem) dan atau Medication Error. Tahapan terpenting dalam melakukan asuhan
kefarmasian adalah penyusunan Rencana Pelayanan Kefarmasian (RPK) yang diawali dengan
kegiatan rekonsiliasi (penyelidikan riwayat pengobatan pasien) ketika pasien masuk ke
Rumah Sakit.

Data base merupakan hal pertama yang harus dikerjakan dalam menyusun RPK,
database dapat ditelusuri dari Rekam Medis Pasien, wawancara dengan pasien, dokter,
perawat, dan keluarga pasien. Data yang dikumpulkan tersebut disebut Data Subyektif dan
Data Obyektif. Jenis informasi yang ditelusuri adalah data demografi pasien, riwayat
penyakit, riwayat alergi obat, riwayat sosial, dan gambaran ekonomi pasien, tujauan
database adalah menilai kondisi pasien. Adapun komponen database adalah :

- Riwayat penyakit pasien


- Riwayat sosial
- Riwayat keluarga
- Physical finding relevant to drug therapy
- Riwayat obat
- Terapi obat saat ini

Patient Care Process


Patient Care merupakan suatu bentuk pelayanan kefarmasian tertuju pada pasien
yang bertujuan untuk ikut bertanggung jawab terhadap kebutuhan terapi obat demi
peningkatan kualitas hidup pasien. Dalam pelayanannya menggunakan prinsip
pharmaceutical care.
Pharmacists’ Patient Care Process :
1. Collect
Pengumpulan data pasien yang dianggap penting, baik subyektif maupun obyektif
yang dilakukan oleh apoteker klinis di lapangan/RS/Puskesmas untuk mendapatkan data

4
yang masih relevan terhadap pengobatan saat ini, riwayat pengobatan (medical history),
maupun status / kondisi klinis pasien.
Data yang dikumpulkan :
a. Current Medication List ( Daftar Obat Saat ini)
b. Medication history list ( Daftar pengobatan yang digunakan selama ini atau masa lalu)
== resep/non resep, sintetis maupun obat herbal
c. Relevan Health Data ( data laboratorium, pemeriksaan fisik)
d. Patient lifestyle habits, sosial ekonomi, demografi, dll
2. Assessment ( menganalisis)
Farmasis melakukan analisis atas data yang sudah dikumpulkan, dikaitkan dengan
terapi yang didapatkan oleh pasien, meliputi :
a. Semua pengobatan : effectiveness, safety, patient adherence
b. Status kesehatan : faktor risiko, data kesehatan, faktor lingkungan, health literacy
c. Status imunisasi, kebutuhan untuk mendapat preventive care, dll
3. Plan (merencanakan)
Berdasar hasil assessment, apoteker membuat dan mengembangkan perencanaan berdasar
evidence base dan pertimbanagan efektifitas biaya, dengan berpusat pada pasien serta
bekerjasama bersama tim kesehatan/ profesi yang lain.
1. Mengatasi masalah terkait obat dan mengoptimalkan terapi obat
2. Menetapkan sasaran terapi untuk mendapat outcome klinis yang baik dan
menyeluruh
3. Melibatkan pasien dalam proses edukasi dan managemen diri
4. Mendukung kelangsungan patient care, termasuk adanya tindak lanjut care plan.
4. Implementasi
Penerapan care plan untuk mengatasi masalah terkait obat yang melibatkan pasien
melalui pendidikan, pemberdayaan, dan pengelolaan diri Mendukung perawatan, termasuk
tindak lanjut implementasinya.
• Mengatasi masalah terkait pengobatan, terlibat dalam strategi pencegahan penyakit,
termasuk pemberian vaksin
• Memulai, memodifikasi, atau mehentikan terapi
• Memberi edukasi kepada pasien atau tim pelayanan kesehatan
• Berperan serta bersama tim kesehatan yang merawat pasien, termasuk apabila
pasien dirujuk
• Membuat skedul patient care lanjutan sesuai kebutuhan untuk mencapai tujuan
terapi
5. Monitoring & Evaluate
The pharmacist monitors and evaluates the effectiveness of the care plan and
modifies the plan in collaboration with other health care professionals and the patient or
caregiver as needed.
• Medication appropriateness, effectiveness, and safety and patient adherence
through available health data, biometric test results and patient feedback

5
• Clinical endpoints that contribute to the patient’s overall health
• Outcomes of care, including progress toward or the achievement of goals of therapy
Untuk mendukung database diperlukan data Subyektif dan Obyektif

Data Subyektif

Data subyektif adalah data yang bersumber dari pasien atau keluarganya, atau orang lain
tanpa dapat dikonfirmasi secara independen, data ini sangat bersifat subyektif antar
individu, misalnya pasien menyatakan badan terasa demam, nyeri, sesak nafas, pusing.

Data Obyektif

Data obyektif adalah data yang didapat dari hasil pengukuran (hasil observasi) yang
dilakukan oleh dokter atau perawat. Contoh, hasil diagnosa, suhu badan pasien yang diukur
dengan termometer, tekanan darah, hasil pemeriksaan USG, hasil pemeriksaan
Laboratorium, hasil kultur bakteri, dan lain-lain.

Assessment

Assessmen merupakan langkah identifikasi untuk mendekatkan antara informasi data


pasien dengan terapi yang didapatkan. Ada 2 macam cara yaitu :

a. Evaluasi database-farmakoterapi
Data subyektif dan obyektif dicocokkan dengan farmakoterapi, guideline, atau EBM,
kemudian dicatat DRP yang didapat
b. Pendekatan problem list
Pendekatan ini dengan mengelompokkan data obyektif dan subyektif, misalnya :
Obyektif, subyektif : suhu, tekanan darah, diagnosa, gejala, disfungsi organ, cacat
medik, morbiditas, dan lain-lain kemudian dipasangkan dengan terapi yang ada
untuk selanjutnya dianalisis sesuai farmakoterapi

Contoh kasus dengan dengan pendekatan problem list

Seorang Bapak berusia 50 tahun, dirawat di RS karena mengalami pembengkaan pada sendi-
sendi kaki dan merasa nyeri hebat karena Gout, demam suhu 39 C,dan mengeluh pusing.
Pasien mendapat pengobatan Allopurinol 300 mg 1x1, selain itu pasien juga mendapatkan
CTM 2 mg 3x1 untuk mengatasi ruam kulit yang timbul 1 hari setelah perawatan. Bapak
tersebut juga mengalami mual muntah hebat, dan setelah pemeriksaan didapat kadar
serum kreatinin sebesar 3,5 mg/dL (N = 0,7-1,1 mg/dL pada pria), diagnosa adalah CRF , obat
lain yang didapat adalah primperan 3x1 amp, dan antasida 3x1 am.

Problem Medik Subyektif Obyektif Terapi DRP


Gout Nyeri hebat Allopurinol 300 ADR potensial :
sendi, bengkak mg 1x1 ruam kulit
CRF, alergi Ruam/gatal Ureum darah 40 CTM

6
alopurinol mg/Dl
mual muntah et Mual muntah Primperan 3x1 ADR potensial :
causa CRF amp EPS

Antasida 3x1 Potensial


toksisitas
alumunium

Improper drug
selection of
antacida
CRF SrCr 3,5 mg/dL
Demam Suhu badan 39 C Untreated
indication

Untuk menganalisa kasus di atas kita memerlukan beberapa guideline atau EBM terkait
dengan problem medik yang ada, yaitu CRF dan GOUT. Setelah DRP didapat tahap
selanjutnya adalah menyususun Care Plan.

PLAN (Care Plan)

1. Ruam pada kulit dapat terjadi karena pasien alergi terhadap penggunaan allopurinol,
diskusikan dengan dokter untuk mencari alternatif pengganti allopurinol, misalnya
kita sarankan penggunaan NSID, namun dapat juga gatal gatal disebabkan karena
peningkatan kadar BUN sehingga perlu dipastikan apakah penyebab ruam adalah
alergi atau karena progresifitas penyakit, apabila terbukti karena alergi alopurinol,
maka sebaiknya dicari obat lain, sehingga penggunaan CTM tidak diperlukan lagi.
2. Mual dan muntah disebabkan karena peninggian BUN dan kreatinin, dalam hal ini
tingkat keparahan penyakit akan menentukan tindakan medis dari dokter, terapi
farmakologis hemodialisa mungkin akan disarankan oleh dokter, dengan
menurunnya BUN dan kreatinin mual muntah akan hilang dengan sendirinya. Pada
saat pasien menggunakan primperan maka perlu direncanakan pemantauan efek
samping Exstra Pyramidal Syndrome (EPS).
3. Penggunaan antasida dapat menyebabkan toksisitas di ginjal, karena kadar Al
meningkat, maka disarankan untuk menghentikan penggunaan antasida, selain itu
tidak dijumpai adanya problem medik yang mengarah pada perlunya penggunaan
antasida.

Pasien mengalami demam tinggi, perlu disarankan penggunaan antipiretik seperti


parasetamol 500 mg prn.

7
3. Form Data Base PasienUntuk Analisis Penggunaan Obat
FORM DATA BASE PASIEN
UNTUK ANALISIS PENGGUNAAN OBAT

IDENTITAS PASIEN
Nama : No Rek Medik :
Tempt/tgl lahir : Dokter yg merawat :
Alamat :
Ras :
Pekerjaan :
Sosial :

Riwayat masuk RS
Riwayat penyakit terdahulu
Riwayat Sosial

Kegiatan
Pola makan/diet
- Vegetarian Ya / tidak
Ya / tidak ................batang/hari
Merokok Ya/ tidak
Ya/ tidak
Meminum Alkohol

Meminum Obat herbal

Riwayat Alergi :

Keluhan / Tanda Umum

Tanggal Subyektif Obyektif

RIWAYAT PENYAKIT DAN PENGOBATAN

NAMA PENYAKIT TANGGAL/TAHUN NAMA OBAT

8
OBAT YANG DIGUNAKAN SAAT INI
Rute
No. Nama obat Indikasi Dosis Interaksi ESO Outcome terapi
pemberian

TUGAS :

1. BUATLAH LATAR BELAKANG SINGKAT, TENTANG PATOFISOLOGI DAN FARMAKOTERAPINYA


2. MASUKKAN DATA BASE PASIEN KE DALAM FORMAT DATABASE
3. BUATLAH ASSESSMENT
4. SUSUN DRP POTENSIAL
5. BUATLAH CARE PLAN DAN MONITORINGNYA

9
KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tugas untuk masing-masing kasus Farmakoterapi:

1. BUATLAH LATAR BELAKANG SINGKAT, TENTANG PATOFISOLOGI DAN


FARMAKOTERAPINYA
2. MASUKKAN DATA BASE PASIEN KE DALAM FORMAT DATABASE
(TERMASUK DATA SUBYEKTIF DAN OBYEKTIF)
3. BUATLAH ASSESSMENT
4. Identifikasi dan usulkan pengatasan problem medik
5. Lakukan Pemantauan Terapi Obat

1
FARMAKOTERAPI GANGGUAN KARDIOVASKULER

Penanggung Jawab: Dr. Ika Purwidyaningrum, M.Sc., Apt.

KASUS 1 : CHF
Pertanyaan
Kelompok 1 : Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode
SOAP, FARM, Atau PAM
Kelomok 2 : Keluarga pasien bertanya kepada anda mengenai penyakit yang
dialami dan obat-obatan yang digunakan. Berikan Pelayanan Informasi Obat
kepada pasien tersebut.

IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : Ny. M
Ruang : 2E Pav. Jantung
Umur : 65 tahun
Tanggal MRS : 19 April 2013
Tanggal KRS : 1 Mei 2013
Diagnosa : Pneumonia, CHF, ALO

Nyonya M datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Nyeri menjalar sampai ke
punggung dan jari kelima, terasa seperti tertindih. Pasien juga mengeluhkan sesak
nafas, batuk yang berdahak, dahak berwarna putih. Pasien mengeluhkan pilek dan
pusing, tetapi tidak mengalami mual muntah. Obat yang dikonsumsi adalah
digoksin, furosemid dan ISDN. Nyonya M adalah pensiunan pegawai bank swasta
dan saat ini tinggal bersama anak dan cucunya sedangkan suami beliau telah
meninggal dunia 15 tahun yang lalu. Riwayat penyakit terdahulu adalah CHF dan
tidak ditemukan alergi terhadap obat tertentu.
Berikut nerupakan tanda vital Ny. M saat masuk di rumah sakit:

2
Hasil pemeriksaan laboratorium Ny. M adalah sebagai berikut:

Berikut merupakan terapi yang diterima pasien selama di rumah sakit:

3
KASUS 2 : HIPERTENSI

Pertanyaan
Kelompok 1 : Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode
SOAP, FARM, Atau PAM
Kelomok 2 : Keluarga pasien bertanya kepada anda mengenai penyakit yang
dialami dan obat-obatan yang digunakan. Berikan Pelayanan Informasi Obat
kepada pasien tersebut.

4
Berikut merupakan identitas pasien
Nama Pasien : Ny. M
Ruang : Pav. Jantung
Umur : 69 tahun
Tanggal MRS : 08 Mei 2013
Tanggal KRS : -
Diagnosa : Hipertensi, Hiperkalemia, Hiperglikemia, Obs. Cardiac Chirrosis
Ny. M datang ke IGD dengan keluhan perut sebelah atas sakit kurang lebih
selama 2 hari. Pasien juga merasa perutnya membesar 2 hari belakangan. Kaki
kanan dan kiri pasien bengkak dan pasien merasa ngos-ngosan kalau ke kamar
mandi. Pasien juga merasakan mual. Riwayat penyakit terdahulu hipertensi dan
mengkonsumsi valsartan, biscor, ironolacton. Ny.M adalah seorang istri petani
sukses yang memiliki sawah luas penghasil padi. Keseharian saat muda Ny.M
membantu suaminya sebagai petani. Saat ini Ny. M sangat menikmati hari tuanya
dengan melihat perkembangan cucu dan cicitnya. Tidak ditemukan alergi obat
pada data klinis Ny. M
Berikut adalah tanda vital Ny.M saat diperiksa di IGD:

5
Berikut merupakan hasil pemeriksaan laboratorium Ny. M :

Berikut merupakan terapiyang diterima Ny. M selama dirawat di rumah sakit:

KASUS 3 :ANGINA STABIL KRONIS


Pertanyaan
1. Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP,
FARM, Atau PAM
2. Keluarga pasien bertanya kepada anda mengenai penyakit yang dialami
dan obat-obatan yang digunakan. Berikan Pelayanan Informasi Obat
kepada pasien tersebut.
3. Apakah definisi Angina stabil kronis? dan sebutkan klasifikasi angina
yang lain, jelaskan!

6
4. Bagaimanakan alogaritma terapi angina beserta komplikasi yang
menyertainya!
5. Apakah yang di masksud dengan operasi CABG dan pada kondisi
bagaimana pasien mendapatkan tindakan tersebut? jelaskan beserta kondisi
klinis pasien!
6. Berapakah dosis ranolazin untuk Ny. BB?
7. Masalah terkait obat apa saja yang ada pada pasien ini dan apakah masalah
tersebut timbul/ diperparah akibat terapi yang diperoleh?

Ny AA memiliki hobi berkebun dan memiliki kebun menanjak yang cukup luas di
lereng gunung Lawu. Setiap pagi Ny BB melakukan hobinya dengan
membersihkan dan menanami kebun dengan berjalan kaki. Ny BB usia 76 tahun
telah menjalani operasi CABG pada tahun 1988 dan 1997 (setelah kejadian acute
anterior wall MI). Ny BB tidak memiliki riwayat alergi dan sejarah keluarga tidak
memiliki riwayat CAD (Coronary Artery Disease). Ny BB memiliki riwayat
dislipidemia dan sering mengalami depresi serta sering mengalami nyeri
punggung bawah kronis. Saat datang ke rumah saki Ny BB mengeluhkan nyeri
dada terutama setelah melakukan aktivitas seperti jalan menanjak di kebun dan
perlahan hilang apabila Ny BB menurunkan aktivitasnya. Ny BB kadang batuk
saat cuaca dingin. Rasa tidak enak terasa di pusat dada dan tingkat nyerinya 3/10-
4/10. Terkadang pusing, kepala terasa ringan dengan denyut nadi sekitar 50 dan
tekanan darah sistolik mendekati 100 mmHg. Satu bulan yang lalu hasil
angiogram buruk di RCA tempat yang sudah dioperasi
TERAPI Ny BB :

Nama Obat Tanggal


20-2-16 21-2-16 22-2-16 23-2-16 24-2-16 25-2-16 26-2-16
ISDN 120 mg v V
(1 x 1)
0,4 mg v V
Nitrogliserin

7
SL
Lisinopril 5 mg v v v v v
po (1x1)
Carvedilol 6,25 v v v v v
mg po (2x1)
Aspirin 325 v v v v v
mg po (1x1)
Diltiazem v v v
extended
release 240 mg
po (1x1)
Celecoxib 200 v v v v V
mg po (1x1)
Simvastatin 40 v v v v V
mg po (1x1)
Ranolazine v v

Berikut merupakan tanda vital pasien setelah diperiksa di rumah sakit :

Tanda Vital Kondisi Pasien

Tekanan Darah 105/68

Denyut Nadi 50

Kecepatan Napas 22

Suhu 36.4°C

BMI 31.07

8
Hasil analisis Lababoratorium adalah sebagai berikut

Data Lab Kondisi Pasien

Na 137 mEq/L

K 4.8 mEq/L

Cl 103 mEq/L

CO2 21 mEq/L

BUN 24 mg/dL

Data Lab Kondisi Pasien

SCr 1.2 mg/dL

Glukosa 98 mg/dL

Hgb 11.8 g/dL

Hct 35.1%

Plt 187 × 103/mm3

WBC 7.9 × 103/mm3

Kolesterol 202 mg/dL

LDL 121 mg/dL

HDL 38 mg/dL

Trig 215 mg/dL

REFFERENCE :
Nigam, A. and Tardif, J., 2008, The Place of Exercise in The Patient with Chronic
Stable Angina, Heart Metab, 38, 34-37.

9
http://circ.ahajournals.org/content/99/21/2829.full
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000198.htm
http://circ.ahajournals.org/ downloaded on March 23, 2015
http://www.drugs.com/celecoxib.html
K Alledredge, B., A. Jacobson, P., and co., 2013,
Applied Theurapeutic: the Clinical Use of Drugs,10th ed.
AHFS

KASUS 4: STROKE INFARK

IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien :
Tn. Kz
Bangsal/kamar : C2/D2
Umur : 46 tahun
Tanggal MRS : 23-4-2013 pk. 17.00
Tanggal KRS : -
Diagnosa : HM, DM, stroke infark

II. SUBYEKTIF (Saat MRS)


2.1. Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan mual muntah, pusing nggliyeng. Sebelumnya dari
RS. A kemudian dirujuk ke RS. B.
2.2. Keluhan Tambahan : -
2.3. Riwayat Penyakit Dahulu : DM, Hipertensi
2.4. Riwayat Pengobatan : Glibenclamid 1x1 pagi, Amlodipin 1-0-1
2.5. Riwayat Penyakit Keluarga : -
2.6. Alergi Obat : -

III. OBYEKTIF (Saat MRS)


Pada saat di Rs. A (tgl 23 April 2013) GDA : 522 ; T: 150/90 mmHg; setelah dirujuk
di RS. B (24 April 2013) t: 360C ; N : 99x/menit; T : 161/96 mmHg; RR: 20x/menit.

TANDA VITAL :

10
HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM :

Hasil CT Scan pada tanggal 29 April menunjukkan bahwa adanya sub acute infark
di bagian cerebral
MONITORING TERAPI

11
TERAPI YANG DI BERIKAN PADA PASIEN

12
DAFTAR PERTANYAAN :
1. Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP,
FARM, Atau PAM
2. Keluarga pasien bertanya kepada anda mengenai penyakit yang dialami
dan obat-obatan yang digunakan. Berikan Pelayanan Informasi Obat
kepada pasien tersebut.
3. Buatlah glosarium daftar singkatan medik yang ada pada kasus

13
4. Jelaskan patofisioligi stroke infark dengan penyakit penyerta DM dan
Hipertensi
5. Bagaimana mekanisme simfastatin menurunkan kadar kolesterol?

REFFERENCE
Alldredge, B. K, Corelli, R.L , Koda-Kimble & young's , 2013, Applied Therapeutics:
The Clinical Use of Drugs, 10 th Edition, Vancouver: Applied Therapeutics Inc.
Anonim, 2011, MIMS Indonesia, Edisi 119, Jakarta: PT Mediadata Indonesia.
Bradoo, R.A., Nerurkar, N.K., Indian Journal of Otolaryngology and Head and
Neck
Dipiro, J. T., R. L. Talbert, G. C. Yee, G. R. Matzke, B. G. Wells, L. M. Posey, 2008,
Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Sixth edition. New York :
McGraw-Hill.
Gofir, A., 2009, Manajemen Stroke, Yogyakarta : Pustaka Cendekia Press.
Lacy F, Armstrong LL, Ingrim NB, Lance LL, 2011 , Drug Information Handbook,
20th edition, USA: American Pharmaceutical Association.
Mira, E., Guidetti, G., Eur Arch Otorhinolaryngol (2003) 260: 73-77: Betahistine
Dihydrochloride in The Treatment of Peripheral Vestibular Vertigo, 2002.
Pepa, C.D., Guidetti, G., Acta Otorhinolaryngol Ital 26, 208-215, 2006: Betahistine
in The Treatment of Vertiginous Syndromes: A Meta Analysis, 2006.
Ricci, S.,2012, Cochrane Summaries: Piracetam for Acute Ischaemic Stroke.
Rigg, C., Anderson, R.,2010, InnovAiT The RCGP Journal , 2010 3: 638: Vertigo.
Soto, E., Vega, R., Current Neuropharmacology, 2010, 8, 26-40:
Neuropharmacology of Vestibular System Disorders, 2010.
Texas Diabetes Council, 2013, Treatment algorithms, Protocol, Guidelines, and
Recomendations.

KASUS 5 : IMA Anterior

I. IDENTITAS PASIEN

Nama Pasien : Tn. M Ali Irfan

Ruang : Paviliun Jantung

Umur : 40 tahun

Tanggal MRS : 4 Mei 2016

Tanggal KRS :-

14
Diagnosa : IMA Anterior hari ke-2 dengan hemodinamik stabil

No. RM :-

II. SUBYEKTIF (Saat MRS)


 Keluhan Utama : nyeri dada dan sesak mendadak dari jam 11.00 siang
setelah berolah raga
 Keluhan Tambahan : -
 Riwayat penyakit dahulu :-
 Riwayat pengobatan : -
 Riwayat penyakit keluarga :-
 Alergi obat : -
III. OBYEKTIF (Saat MRS)
 Tanda vital

 Hasil pemeriksaan laboratorium

15
 Terapi yang diberikan kepada pasien :

16
17
FARMAKOTERAPI GANGGUAN PERNAFASAN, NUTRISI &
GAWAT DARURAT
Penanggung Jawab: Opstaria Saptarini, M.Si., Apt.

KASUS 1 : KEGAWATDARURATAN ( KERACUNAN PESTISIDA)

Deskripsi :

Sebuah Keluarga baru yang terkena dampak terdiri dari 2 orang anggota, seorang
wanita berusia 32 tahun dan seorang pria berusia 35 tahun, merupakan pasangan
pengantin baru. Mereka baru akan pindah ke apartemen yang baru ketika
apartemen mereka menjalani penyemprotan pestisida komersial untuk
pemusnahan Kutu. Apartemen tersebut telah disemprot dengan pestisida dua kali
beberapa minggu sebelumnya tanpa hasil yang diinginkan. Sang pria melaporkan
bahwa seorang aplikator pestisida profesional menyemprotkan suatu pestisida
yang tidak diketahui dengan menggunakan peralatan tangki dan selang; Dia
kemudian menggunakan delapan tabung bertekanan dari formulasi pestisida
tertentu. Tabung ini diisi dengan produk komersial yang mengandung dua bahan
aktif pestisida: pestisida organofosfat, dichlorvos (2,2 diklorovinil dimetil fosfat),
dan pestisida karbamat, propoksur (2 - (1-methylethoxy) phenol
methylcarbamate). Setiap wadah direkomendasikan untuk digunakan untuk 6000
kaki kubik; Apartemen itu diperkirakan memiliki volume 5000 kaki kubik.

18
Tiga jam setelah penerapan pestisida ini, sang pria memasuki apartemen dan
melihat "awan uap masih tersisa di udara". Dia menutupi wajahnya dengan kain,
membuka jendela apartemen dan pergi pergi. Dia kembali dengan istrinya 2 jam
kemudian dan melihat bahwa kabut pestisida yang telah diamati sebelumnya telah
dibersihkan; Namun, apartemen itu menyimpan sisa bau pestisida. Keluarga
tersebut tidur di apartemen malam itu.

Sejarah Klinik

Kedua anggota keluarga tersebut melaporkan mengalami gejala berikut pada


keesokan paginya: terbakar tenggorokan, dada terasa berat, mengi, sesak napas,
sakit kepala, letih dan mual. Istrinya juga merasakan sakit kepala ringan, kram
perut dan diare. Semua anggota keluarga mengunjungi dokter pribadi mereka
keesokan hari setelah aplikasi pestisida, mengeluhkan gejala yang disebutkan di
atas, yang sedikit berkurang selama hari-hari berikutnya. Hasil kolinesterase
serum dan eritrosit menunjukkan peningkatan yang tinggi.

Pertanyaan :

1. Pestisida kategori apakah yang meracuni mereka?


2. Bagaimana mekanisme keracunan pestisida diatas?
3. Pada soal diatas, penanganan apa saja yang dapat dilakukan secara
umum?
4. tingkat kolinesterase serum dan darah yang tinggi, yang mengindikasikan
terjadi keracunan. Apa yang harus dilakukan untuk penanganannya?
5. Antidotum apa yang dapat diberikan?
6. Monitoring apa saja yang dilakukan selama pengobatan?
7. Jelaskan mekanisme kerja antidotum dan penatalaksanaan pengobatannya.

KASUS 2 : ASMA PADA ANAK


Deskripsi penyakit
Alexandria adalah anak berusia 5 tahun (22 kg) yang dating ke unit kegawat
daruratan rumah sakit dengan gejala asma yang memburuk. Ibunya dan ayahnya

19
mengatakan bahwa ia menderita gangguan infeksi saluran pernafasan bagian atas
(URI) selama dua hari terakhir( tonsilnya mengalami peradangan akibat infeksi),
sehingga inhaler albuterolnya lebih sering digunakan. Saat ini, ia telah mendapat
perawatan setiap 3 jam, namun tetap mengeluh sesak napas dan sering batuk. Obat
pengontrol asmanya adalah Flovent® 110 mcg 1 puff BID.

Anamnesa
Alex duduk di tepi ranjang dengan mencondongkan tubuh ke depan. Ia masih
sangat sadar dan tetap bermain dengan bonekanya. Hasil pemeriksaan fisik
menyatakan ia memiliki retraksi intercostal moderat. Ketika di meminta untuk
memberi tahu namanya dan aktivitas favoritnya di sekolah bermainnya, dia harus
berhenti dan menarik napas setelah 4 kata. Dan berusaha menarik napas sekuatnya
ia kadang menangis ketika tidak dapat berbicara dan bernapas dengan lancar
Detak jantung : 142 x/menit
Tingkat pernapasan (HR) : 44 x/mnt
SpO2 : 92% pada FiO2 0,21
Tekanan darah : 92/63 mmHg
Suhu : 38,2°C
Suara napasnya : Berkurang dengan embusan ekspirasi yang sangat
samar di seluruh semua bidang paru-paru pada auskultasi
Pertanyaan :
Berikan rekomendasi pengobatan dan monitoring untuk Alexandria….

KASUS 3 ASMA DENGAN DIABETES


I. IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. SA
Umur : 58 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Petani
Status : Sudah menikah

20
BB : 57 kg
TB : 155 cm

II. ANAMNESA
Autoanamnesa:
KELUHAN UTAMA : sesak nafas, napas pendek
KELUHAN TAMBAHAN : batuk berdahak, dahak encer

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak ± 3 hari SMRS karena
kehujanan. Sebelumnya pasien sering sesak nafas dan napas pendek jika suasana
dingin atau kelelahan bekerja. Pasien menyangkal sering sesak napas sejak kecil.
Pasien mengatakan mulai sering sesak napas ± pada usia 40 tahun. Awalnya sesak
napas hanya timbul satu bulan sekali tapi lama-lama frekuensi sesak semakin
sering terutama dua tahun terakhir ini. Dan sejak tiga bulan terakhir, sesak napas
datang setiap hari. Sesak napas dirasakan memberat pada malam hari atau saat
suasana dingin atau jika pasien kelelahan. Dan hampir setiap malam sesak napas
datang. Pasien juga mengeluh batuk berdahak bersamaan dengan sesaknya.
Selama tiga bulan terakhir ini pasien rutin meminum obat dari hasil kontrol ke
Poliklinik Penyakit Dalam. Pasien mendapat 4 jenis obat, namun pasien tidak tahu
nama obatnya.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pasien pernah di rawat sebanyak 3 kali dalam setahun ini karena asma. Riwayat
sakit darah tinggi dan kencing manis disangkal pasien.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Di keluarga pasien ada yang punya penyakit asma (kakek). Pasien mengatakan
tidak ada keluarga sedarah yang menderita hipertensi, kencing manis, maupun
sakit yang lainnya.

21
III. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik pada awal masuk rumah sakit :
 Keadaan umum : Tampak sesak, berkeringat
 Kesadaran : Compos mentis
 Tekanan darah : 120/80 mmhg
 Nadi : 120 x/mnt
 Frekuensi nafas : 38 x/mnt
 Suhu : 36,8 ºC
 Berat Badan : 57 kg
 Tinggi badan : 155 cm
1. Auskultasi : Bronkhial, wheezing inspirasi dan ekspirasi +/+,
ronkhi -/-

POSTERIOR
 Inspeksi : Pergerakan nafas hemitorak kanan dan kiri sama
 Palpasi : Fremitus taktil dan vokal hemitorak kiri dan
kanan sama
 Perkusi : Sonor pada hemitorak kanan dan kiri
 Auskultasi : Bronkhial, wheezing inspirasi dan ekspirasi +/+,
ronkhi -/-

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


DARAH RUTIN (24-1-2011)
 Hb : 14,5 gr%
 Leukosit : 16.300/uL
 Ht : 41,5%
 Trombosit : 193.000/uL
 Diff.count : 7,8/ 1,9/ 90,3 %
 LED : 45 mm/jam
 GDS : 275

22
 GDP : 255
 FeV1 : 70%
 SaO2 : 80%
Pengobatan di RS:
obat Masuk RS Hari 1 Hari 2
O2 2L/ menit ˅ ˅
Infuse RL ˅ ˅
Aminofilin inj 1 ampl melalui ˅
infus
Inj amoksisilinIV ˅ ˅
insulin ˅ ˅
Metil Prednisolon 5 ˅ ˅
mg/kgBB/hari tiap 6 jam
Metformin 500 mg 1x1 ˅ ˅
Bisolvon tab 2 x1 ˅ ˅
Obh Syrup 3 x 1 cth ˅ ˅

Pertanyaan :
Berikan rekomendasi pengobatan dan monitoring untuk untuk pasien……

KASUS 4 : COPD

Deskripsi Penyakit
Andrew kirk berusia 70 tahun, istrinya (Elizabeth) meninggal sepuluh tahun yang
lalu. Sejak kematian Elizabeth, dia merasa sangat kesepiankarena tidak memiliki
anak. Dia tinggal sendirian di sebuah flat 1 kamar di komplek perumahan.
Andrew didiagnosis menderita penyakit paru obstruktif kronik saat berusia 55
tahun. Dia adalah perokok berat selama masa mudanya, lalu dia berhenti untuk
sementara waktu ketika dia berumur 60 tahun tapi dimulai lagi setelah kematian
Elizabeth. Terlepas dari upaya perawatan lansia, Andrew masih merokok. Kadang
ia minum alcohol jika ada perayaan tertentu seperti natal, perayaan hari

23
kemerdekaan atau thanksgiving. Hal ini meningkatkan sesak napasnya dan
mengakibatkan masuk rumah sakit akibat infeksi dada yang berulang.
Riwayat penyakit
Andrew 2 hari yang lalu berada di UGD rumah sakit karena infeksi dada, yang
kedua dalam empat bulan terakhir. Setiap infeksi, derajat dyspnea jadi
meningkat. Dia dijadwalkan menghadiri pertemuan konsultasi pasien COPD
setiap minggunya dengan tujuan mencegah eksaserbasi copd.

Riwayat sosial
Kompleks perumahan tempat Andrew tinggal memiliki pengawas yang akan
memonitoring setiap orang yang tinggal di flat tersebut. Kurangnya seorang
penjaga yang tinggal di flat membuat Andrewkhawatir. Karena dia sangat
mengandalkan penjaga tersebut jika sewaktu2 dia membutuhkannya. Saat ini
Andrew tidak memiliki bantuan dari luar; Dia mampu mengelola kebersihan
pribadinya dan menjaga kebersihan rumahnya tetap bersih. Dia bisa berjalan ke
toko kelontong setempat, meski karena COPD dan infeksi dada yang berulang ini
ia memerlukan waktu untuk berjalan dan dia juga harus berhenti untuk
beristirahat. Ia juga sering mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk
sahabatnya yang masih koma.

Pemeriksaaan Penunjang

Tanda Vital :
N : 90 x / menit, isi dan tegangan cukup
TD : 155/110 mmHg
RR : 35x / menit, reguler
T(Suhu) : 37,7°C
FEV1 : 60 %
Hb : 10,4 g/dl
Leukosit : 18.300 /mmk

24
Ht : 31,7%
GDS : 189
Trombosit : 406.000/mmk
Kultur bakteri : + (Pseudomonas aeruginosa)

Pengobatan Di rumah sakit,:


Obat Hari ke Hari ke Hari ke 3
1 2
IVFD RL 20
˅ ˅
tts/menit
O2 3 L/m kanul ˅ ˅
Infus asering 16 tpm ˅ ˅
Injeksi Cefotaksim 2 ˅ ˅
x 1 gram iv
Primperan 10 mg ˅ ˅
1x1
Tiotropium 18mcg 1 ˅ ˅
inhalation daily
Ambroxol 3 x 1 tab ˅ ˅

Captopril 3 x 12,5 ˅ ˅
mg
propanolol 40 mg ˅ ˅
1x1
parasetamol 250 mg ˅ ˅
1x1

Pertanyaan
1. Sebagai Farmasisnya Sudah tepatkah terapi yang diterima oleh bapak
selama di rumah sakit?

25
2. Berikat pengobatan menurut anda yang sesuai pada hari ke tiga?
3. Obat apakah yang dapat dibawa pulang oleh bapak Andrew tersebut?

KASUS 5 : NUTRISI PARENTERAL


Studi Kasus nutrisi parenteral

Pada suatu rumah sakit seorang wanita bernama junita lopez ini berusia 70 tahun.
Berat diawal masuk rumah sakit 80 kg, tapi sekarang beratnya tinggal 55 kg
dengan tinggi badan 165 cm . Anda akan menentukan kebutuhan gizi nya,
diperkirakan ia akan membutuhkan 1.800 Kcal dan 85 g PRO. TPN dimulai
akibat tidak berfungsinya saluran pencernaan karena Kanker usus. Hal ini
dilakukan karena dia akan menerima kemoterapi dan selama waktu kemo ini ia
akan membutuhkan TPN untuk dukungan nutrisi. Dia juga mengalami
malabsorpsi selama pengobatan. Tapi ia tidak memiliki Diabetes. Resep di tulis :
larutan utama 500 ml 8,5% Asam Amino dicampur dengan 500 ml 30% Dextrose.
500 ml 10% emulsi lemak akan mendukung dengan campuran utama.

Pertanyaan :

Berapa banyak kalori Jumlah hal ini memberikan? (Petunjuk: acara perhitungan
untuk kalori dari protein, kalori dari CHO dan kalori dari lemak dan kemudian
menambahkan bersama-sama untuk total kalori)

26
FARMAKOTERAPI GANGGUAN SALURAN CERNA, GANGGUAN
KULIT
Penanggung Jawab: Dwi Ningsih, M.Farm., Apt.

Kasus. Anemia ec Pendarahan lambung + Pansitopenia


1.1 Identifikasi Pasien

Nama : Tn. MM

RM : 000676889

Umur : 58 thn

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tinggi Badan : 156 cm

Berat Badan : 54 kg

Tgl. Masuk : 07 November 2017

Status Pembayaran : BPJS non PBI

Ruang Perawatan : Seruni

Kelas :I

Diagnosa : Anemia ec Pendarahan + Pansitopenia (menurunnya sel darah


merah, sel darah putih, dan trombosit)

Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan utama lemas (+), BAB hitam sejak ± 3
hari, nyeri perut, riwayat anemia aplastik, riwayat transfusi (+).

Riwayat Penyakit Sekarang Lemas, BAB


hitam, mual

Riwayat Penyakit Terdahulu Anemia


aplastik

27
Riwayat Penyakit Keluarga Anemia
aplastik

Riwayat Penggunaan Obat Sandimmun


Data Pemeriksaan Klinis, Laboratorium dan Uji Lain

a. Pemeriksaan Fisik
Kondisi umum : CM (Compus
Mentis)

Nadi : 95 x/ menit

Pernafasan : 20 x/ menit

TD : 130/ 70 mmHg

Suhu : 36,5˚C

BB : 54 kg

b. Pemeriksaan Laboratorium
Hasil
Pemeriksaan Nilai Normal

16/1 20/1
07/11 08/11 10/11 11/11 12/11 13/11 17/11 18/11
1 1
Hematologi

Lk : 13,2-17,3 g/dL Pr : 11,7- 11,9 10,2


Hemoglobin 3,4* 5,8* 9,6* 10,8* 10,1* 9,4* 11,8* 11,1*
15,5 g/dL * *

Lk : 3,8-10,6 103/ μl Pr : 3,6- 0,4* 1,1*


Leukosit 11 103/ μl 2,3* 0,4* 0,4* 0,5* 0,5* 0,7* 1,1* 0,8*
(duplo)

Lk : 40-52 % Pr : 35- 34*


Hematokrit 10* 17* 27* 33* 30* 27* 34* 33* 31*
47 %

Trombosit 150-440 103/ μl 5* 60* 20* 25* 11* 2* 8* 29* 30* 15*

(duplo) (duplo)

Kimia (Fungsi Hati)

SGPT 26

(du
plo)
Lk: 0-50 U/L Pr: 0-35
U/L
SGOT 70*

(du
plo)

28
Basophil 0-1 % 0

Eosinophil 2-4 % 0*

Batang 3-5 % 0*

Segmen 50-70 % 20*

Limfosit 25-40 % 69*

Monosid 2-8 % 11*

Kimia (Karbohidrat)

Gula darah Sewaktu


0 < 180 Mg/ dl 229*

Kimia (FungsiGinjal)

Ureum 10-50 Mg/ dl 47

Lk : 0 < 1,3 Mg/ dl Pr : 0 < 1,1


Creatinine 0,8
Mg/ dl

Kimia (Elektrolit)

Natrium 135-147 mEq/ dl 141

Kalium 3,5-5 mEq/ dl 3,8

Chlorida 95-105 mEq/ dl 97

Rutin (Feses)

Makroskopi

Warna Coklat

Konsistensi Lembek

Lendir 0<0 Negatif*

Darah Negatif*

Cacing Negatif*

Mikroskopi

Leukosit Negatif*
0<0
Eritrosit Negatif*

29
Amoeba Negatif*

Telur cacing Negatif*

Pengobatan sekarang :
- NaCl 18 jam
- Transfusi PRC 500
- Tranfusi TC 15 unit
- Omeprazol drip 8 mg/ jam jika tidak ada shriye pump OMZ 2 x 40 mg IV
- Inpepsa 4 x 1 C

Tugas:

1. Buatlah latar belakang singkat, tentang patofisologi penyakit dan


farmakoterapinya
2. Masukkan data base pasien ke dalam format database (termasuk data
subyektif dan obyektif)
3. Buatlah assessment
4. Identifikasi dan usulkan pengatasan problem medik
5. Lakukan Pemantauan Terapi Obat
6. Apa yang bisa direkomendasikan bila target terapi belum tercapai?
KASUS: SJS

Seorang laki-laki, usia 48 tahun, datang ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah
Sanggau tanggal 29 Maret 2014 dengan keluhan demam dan timbul bercak-
bercak merah seluruh badan satu hari sebelum masuk rumah sakit.
Pada anamnesis, didapatkan dua hari sebelum masuk rumah sakit pasien minum
antibiotik siprofl oksasin. Setelah minum dua tablet sipro fl oksasin, timbul
bercak merah disertai gatal di paha dan punggung bagian belakang. Bercak
merah kemudian menjadi gelembung berisi cairan berdinding kendur dan
beberapa sudah mengelupas. Bibir dan alat kelamin tertutup bekas cairan yang
sudah mengering berwarna kehitaman. Pasien mengeluh mata terasa kering dan
pedih, sakit kepala, dan badan pegalpegal. Pada pemeriksaan fi sik, didapatkan
tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan dalam batas normal
namun terdapat demam (suhu 38o C), vesikel dan bula berdinding kendur pada
regio femur dan regio lumbal yang sudah mengalami erosi dan ekskoriasi, krusta

30
kehitaman pada regio labialis dan genital serta dry eye. SCORTEN pada kasus ini
adalah 1 dan luas daerah yang terlibat 6%. Hasil pemeriksaan laboratorium
menunjukkan hemoglobin 14,7 g/dL, hematokrit 47,0%, leukositosis sejumlah
7.380/mm3 ; eritrosit 5.014.000/mm3 ; trombosit 172.000/mm3 ; hitung jenis
0/1/2/72/19/5. Hasil pemeriksaan laboratorium lainnya dalam batas normal.
Pasien dirawat oleh Bagian Penyakit Dalam (di rumah sakit ini tidak ada spesialis
Kulit dan Kelamin).
Obat yang diterima pasien saat ini :
NaCl 0,9% dan dekstrosa 5% (1:1) intravena 30 tetes/menit. injeksi sefotaksim 1
g/12 jam dan setirizin oral 1 x 10 mg/hari.

Tugas:

1. Buatlah latar belakang singkat, tentang patofisologi penyakit dan


farmakoterapinya
2. Masukkan data base pasien ke dalam format database (termasuk data
subyektif dan obyektif)
3. Buatlah assessment
4. Identifikasi dan usulkan pengatasan problem medik
5. Lakukan Pemantauan Terapi Obat
6. Apa yang bisa direkomendasikan bila target terapi belum tercapai?

KASUS : ULKUS AKIBAT INDUKSI OBAT

Ibu JD (66 tahun) seorang polisi datang ke dokter pribadinya dengan keluhan
feses berwarna hitam Dia menyatakan bahwa dia mulai meminum bismuth
subsalisilat untuk sakit perutnya dan memberikan efek lega parsial tetapi gejala
bertahan .
Ibu TD sebelumnya didiagnosa perdarahan ulkus lambung 4 bulan yang lalu dan
juga terinfeksi bakteri, tetapi tidak dilakukan kultur untuk memastikan. Dia ingat
diberi klaritromisin , tapi dia merasakan sesuatu yang aneh di mulutnya dan tidak
menyelesaikan pengobatan antibiotik tersebut. Selain klaritromicin ibu JD juga
mendapatkan resep omeprazole 2 minggu. Dia juga mengatakan bahwa

31
acetaminophen sudah tidak memberikan efek analgetik untuk gejala dari
osteoarthritis yang dideritanya, sehingga dia saat ini menggunakan berbagai
produk NSAID OTC .
Riwayat penyakit :
Osteopenia 5 tahun yang lalu
PUD dengan eradikasi helicobacter pilory
GERD
Osteoarthritis
Hipertensi
DM tipe 2
Operasi usus buntu pada tahun 1970 an
MI 6 tahun yang lalu.
Terapi
ASA 81 mg po once daily
Lisinopril 20 mg po once daily
Alendronate 10 mg po once daily
Gemfibrozil 600 mg po twice daily
Glyburide 5 mg, ½ tablet po twice daily
OTC naproxen (Aleve) 200 mg 1–2 tablets po 1–3 times daily untuk osteoartritis
OTC bismuth subsalicylate 262 mg, 1 tablet 2–3 times daily untuk nyeri
epigastrum
Tanda vital :
BP 130/60, P 80, RR 12, T 36.3°C; Wt 74.8 kg, Ht 5'8''

Hasil Laboratorium :
Na 141 mEq/L Hgb 7.2 g/dL Fasting Lipid Profile:
K 4.6 mEq/L Hct 21% T. Chol 195 mg/dL
Cl 107 mEq/L Plt 390 × 10
Tes serologi Helicobacter pylori postitif, tetapi tes biopsy gastric negative.
LDL-C 125 mg/dL
CO2 27 mEq/L WBC 7.0 × 103/mm3
HDL-C 39 mg/dL
BUN 21 mEq/L Retic 1.8% TG 195 mg/dL
SCr 1.1 mg/dL A1C 6.9% TSH 2.93 µIU/mL
Glu 119 mg/dL

a. Identifikasi apa penyebab ulkus peptik pada pasien


b. Lakukan analisa terhadap raisolitas dan ketepatan terapi yang didapatkan
pasien dan jika tidak rasional bagaimana saran anda agar pasien mendapat kan
terapi yang tepat?

32
c. Monitoring dan evaluasi apa saja yang harus dilakukan terkait gejala klinis
dan efek samping dari obat yang digunakan

KASUS: DERMATITIS ATOPIK


RR adalah seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang baru saja mulai
dititipkan penitipan anak sekitar 1.5 bulan yang lalu. Tetapi dia tidak ingin tinggal
di penitipan dan tidak mau ditinggalkan ketika ibunya mencoba untuk
meninggalkannya di TPA. Ibunya mengatakan bahwa dermatitis atopik RR telah
muncul lagi setelah dititipkan. RR telah memiliki dermatitis atopik sejak ia
berusia sekitar 6 bulan. Tetapi dapat dikendalikan dengan baik dengan
kortikosteroid topikal dan menggunakan pelembab.
Timbulnya kembali dermatitisnya dimulai sekitar 2-3 minggu yang lalu. Selama
dia belum tidur lelap, selalu mencoba untuk menggaruk kulitnya di malam hari.
Ibunya telah menggunakan seprei katun untuk tidur sejak dia masih bayi. Baju
tidurnya juga dibuatkan oleh ibunya dengan bahan 100% katun untuk mencegah
RR dari goresan, karena goresan dapat menyebabkan luka, yang kemudian
terinfeksi. Pada siang hari, RR terus ingin menggaruk kulitnya tetapi telah
diberitahu untuk hanya "menepuk" daerah yang gatal. Pengasuh di pusat
penitipan anak mengawasi perilaku menggaruknya juga tapi tidak selalu mampu
mencegah dia dari menggaruk dirinya. Mereka juga menginformasikan ibunya
bahwa RR suka makan makanan bersama oleh anak-anak lain.
RR diberi ASI sejak lahir selama 7 minggu, sampai saat ibunya memutuskan
untuk kembali bekerja. RR kemudian dirawat di rumah oleh babysitter dan
diberikan susu formula, dengan diperkenalkan oatmeal sereal sebagai makanan
padat pertama. Dia makan beberapa lemon meringue pie (dibuat dengan putih
telur) sekali, dan kemuadian gatal-gatal, sehingga dikatakan bahwa RR memiliki
alergi telur. Hal ini dikonfirmasi oleh pengujian alergi pada kulit. Dermatitis
Atopik RR terlihat pada umur 6 bulan. Orang tuanya baru-baru ini menjadi sadar
bahwa babysitter meninggalkan RR sendiri banyak (duduk di lantai / karpet dan
bermain sendiri). Itulah alasan utama untuk menitipkan RR ke pusat penitipan
anak. Tetapi sejauh ini yang telah terbukti menjadi masalah lain bagi RR. Dia

33
tidak bermain dengan baik dengan anak-anak lain. RR telah dilatih buang air
ditoilet, tetapi sekarang tidak dilatih lagi toilet dan menggunakan popok lagi.
Dari riawayat keluarga, terdapat sejarah keluarga yang kuat atopi. Ayah RR
memiliki alergi parah terhadap kerang, dan ibunya memiliki sejarah demam. Adik
ayahnya memiliki beberapa alergi makanan. Nenek dari pihak ibu menderita
asma. Ayah sepupunya memiliki eksim infantil. Ibu sepupunya memiliki alergi
kacang parah (gatal-gatal umum).
Pengobatan :
Hidrokortison 1% krim dioleskan pada daerah yang terkena dermatitis 2-4
kali sehari, sekarang krim dioleskan 3 kali sehari.
Vaselin dan Diphenhydramine 1/2 sendok teh 3-4 kali sehari dan sebelum tidur
juga diberikan jika diperlukan (saat kulit sangat gatal, agar RR tidur).
Alergi :
Alergi terhadap beberapa makanan: telur, strawberi,dan tomat.
Tanda vital :
BP 98/50, HR 96, RR 18, T 37°C; Wt 12.2 kg (10th percentile), Ht 98 cm (38.6'';
50th percentile), head circumference 49.5 cm (19.5''; 50th percentile)
Kulit
Secara umum kering. Lesi eczimatic kulit di daerah lentur (belakang telinga, sendi
pergelangan tangan, siku, lutut). Papula pruritus di daerah lentur. Luka dari
goresan. Beberapa perdarahan dilihat tetapi tidak muncul terinfeksi. Beberapa lesi
kulit retak terlihat di belakang telinga dan lutut. Tidak ada lesi pada bagian
ekstensor tubuhnya, tidak ada lesi di atas hidungnya, dan tidak ada lesi di daerah
popok. Sisa dari pemeriksaan fisik normal.

Hasil Laboratorium
Na 135 mEq/L Hgb 12.0 g/dL WBC differential AST 20 IU/L
K 4.0 mEq/L Hct 35% Neutros 50% ALT 7 IU/L
Cl 102 mEq/L Plt 230x103/mm3 Bands 3% IgE 300
IU/mL

34
CO2 26 mEq/L WBC 5.0x103/mm3 Eosinophils 18% D-dimer—90
ng/mL
BUN 8 mg/dL Lymphs 27% RAST
elevated
SCr 0.2 mg/dL Basophils 1% INR 1.1
Monos 1% aPTT 30 sec

Identifikasi masalah :
Identifikasi Masalah
1. a. Buat daftar masalah terapi obat untuk pasien ini.
b. Apa tanda dan gejala dermatitis atopik tidak pasien ini menunjukkan?
c. Apa faktor risiko yang mungkin berkontribusi memberatkan dermatitis atopik
pasien?
d. Mungkinkah tanda dan gejala yang dialami pasien disebabkan oleh
penggunaan obat ?

Hasil yang diinginkan


2. Apa tujuan pengobatan untuk pasien ini?

Alternatif terapi
3. Sebutkan alternatif terapi nonfarmakologis dan farmakologis yang
memungkinkan untuk mengelola pasien pruritus dan dermatitis atopik?

Rencana optimal
4. Apa rejimen pengobatan paling cocok untuk pasien ini?

Evaluasi hasil
5. Khasiat dan efek samping apa yang harus dilakukan pemantauan atas strategi
manajemen Anda dianjurkan?

Pendidikan pasien

35
6. Bagaimana Anda akan menginformasikan kepada pengasuh pasien tentang
rejimen pengobatan untuk meningkatkan kepatuhan dan memastikan terapi
sukses?

KASUS : ACNE VULGARIS


ZY seorang mahasiswi berusia 22 tahun dengan riwayat jerawat pada wajah sejak
usia 17 tahun. Satu bulan yang lalu telah menyelesaikan program pengobatan
dengan minocyclin yang dikombinasi dengan differin (adapalen). Jerawatnya
kembali muncul, dan dia kembali pergi ke dokter keluarga untuk melakukan
treatmen.
ZY memiliki siklus mens tidak teratur akibat sindrom ovarium polikistik
didiagnosis 3 tahun yang lalu, yang belum diperlukan perawatan medis. Namun,
mengakibatkan kondisi jerawat yang awalnya cukup ringan danmerespon dengan
baik untuk produk topikal non resep, dalam 2 tahun terakhir jumlah lesi wajah
meningkat meskipun telah memakai produk OTC, dan kemudian melakukan
perawatan obat resep. Awalnya, Benzamycin Gel menguntungkan, tetapi ini harus
dihentikan karena pengeringan yang berlebihan. Selanjutnya digunakan Differin,
yang dapat mengontrol kondisinya selama sekitar 6 bulan, kemudian jerawatnya
memburuk, sehingga ditambahkan antibiotik oral. Setahun yang lalu, ia telah
mendapatkan dua kali program minosiklin 3-bulan. Terdapat beberapa jaringan
parut dan kista dalam beberapa bulan terakhir.
Orang tua ZY masih hidup dan sehat, ayah memiliki jerawat dengan sisa jaringan
parut.
ZY berada dibawah tekanan (stress) karena sebentar lagi ujian kelulusan. Dia
ingin dapat mengerjakan dengan baik sehingga ia dapat lolos ke Perguruan Tinggi
terbaik.
Selain keluhan disebutkan di atas, pasien memiliki periode menstruasi yang tidak
teratur dan hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan) ringan.
Tanda vital : BP 110/70, RR 15, T 37°C; Wt 45 kg, Ht 5'2''

36
Kulit : Komedo di dahi, hidung, dan dagu. Papula dan pustula pada hidung dan
daerah pipi. Beberapa kista di dagu. Bekas luka di daerah pipi. Peningkatan
rambut wajah.
1. Identifikasi Masalah :
a. Buat daftar masalah terapi obat untuk pasien ini.
b. Apa tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan jerawat yang
dimiliki?
c. Bagaimana sindrom ovarium polikistik temuan fisik lainnya
berkontribusi terhadap jerawat pada pasien ini?

2. Hasil yang diinginkan :


Apa tujuan pengobatan untuk pasien ini?

3. Alternatif terapi

alternatif terapi apa yang kemungkinan dapat diberikan untuk manajemen


jerawat dan hiperandrogenisme pada pasien ini?

37
FARMAKOTERAPI GANGGUAN PSIKIATRI-SYARAF, GANGGUAN ENDOKRIN
Penanggung Jawab: Dr. Gunawan Pamudji Widodo, M.Si., Apt.
1. General epileptic absence (GEA)

Seorang pasien anak berusia 3,5 tahun (BB 10 kg) didiagnosa mengalami GEA,
dengan gejala pandangan kosong, seperti orang melamun, kadang terjadi gerakan
otomatis yang berulang, tidak terjadi kehilangan kesadaran. Kadang terjadi mirip
kejang klonik yang ringan dalam waktu singkat. Serangan sudah terjadi beberapa
kali dalam seminggu terakhir.

Hasil pemeriksaan :
Profil EEG abnormal
TD 120/70 mm Hg
N 80 x / menit
R 20 x / menit
Suhu 36,50C

Riwayat Medis terdahulu :


1. Riwayat kejang demam saat usia 9 bln. Durasi kejang < 5 menit, membaik,
waktu itu diterapi dengan Stesolid 5 mg rektal.
2. sebulan yang lalu mengalami trauma kepala akibat jatuh dari tempat tidur.

Data Riwayat Penggunaan Obat di bangsal


1. Stesolid Supp. 5 mg p.r.n. (13/10-14/10)
2. Depakene syrup. 55 mg 2.d.d.1 (14/10-17/10)
3. CTM 2 mg p.r.n. I (15/10-17/10)
4. Etosuksimide dosis awal 250 mg (18/10-21/10)
5. Etosuksimide dosis perawatan 20 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi. (22/10-
24/10)

Obat yang dibawa pulang (25/10):


Etosuksimide dosis 500 mg/hari dalam dosis terbagi

Tugas
1. Berilah kajian terhadap pengobatan yang diberikan kepada pasien tsb,
2. Apakah sudah tepat/sesuai algoritma terapi? Bila belum apa saran anda
untuk memperbaiki terapi tsb?
3. Berikan alasan dan pertimbangan dari obat yang anda sarankan.
2. Kasus Migrain

38
Seorang wanita berusia 28 tahun, saat menjelang menstruasi hampir selalu ia
mengalami serangan migrain, serangan tsb dirasa semakin memburuk dalam
2 bulan terakhir. Sebelumnya ia mengalami rata-rata serangan 2 kali dalam
sebulan saat ini menjadi 3-4 kali dalam sebulan. Sebelum serangan biasanya
terjadi perubahan visual, ada warna dan bentuk aneh yang ia lihat, saat
serangan terjadi, ia merasa mual muntah. Saat awal pemeriksaan teramati
skala nyerinya 5. Sebelumnya untuk mengurangi nyeri kepalanya, ia memakai
Ibuprofen atau obat AINS lain yang dikombinasi kafein namun saat ini
dirasakannya obat-obat tsb tidak lagi dapat menurunkan rasa nyeri tsb.

Data klinis :
TD 130/80 mmHg, RR 22, HR 79, BB 55 kg, tinggi badan 150 cm

Riwayat keluarga:

Ayah tidak punya riwayat gangguan syaraf, ibu mengalami cluster headache,
menderita hipertensi, kakak dan adiknya tidak punya riwayat gangguan syaraf.

Riwayat pengobatan :

Ergotamin 2 mg per oral saat serangan, diulang 4 jam bila terjadi serangan
kembali hingga dosis maks 6 mg/24 jam

Metoclopramide 10 mg per oral saat ada serangan yang disertai mual muntah

Kondisi penyakit lain : tidak ada

1. Apakah terapi sudah sesuai algoritma atau guideline?


2. Bagaimana terapi profilaksis untuk pasien tsb? berikan saran untuk
perbaikan terapi pada pasien.

3. Penyakit Parkinson

Seorang pasien berusia 35 tahun mantan atlet tinju. Sejak usia 30 tahun ia
mundur dari arena tinju karena mulai mengalami tremor. Tremor terjadi diawali
dari kedua tangan. Pasien mengeluh mulai pelupa, lambat berpikir, kesulitan
dalam menelan, sulit tidur (insomnia). Pasien sebelumnya sudah mendapat terapi
Rasagiline 10 mg/hari.

Hasil pemeriksaan :

Tekanan darah 120/80

39
RR 28/menit
BB 65 kg, tinggi : 170 cm

Riwayat penyakit terdahulu : tidak ada


Riwayat pengobatan sebelumnya : tidak ada.

Hasil Diagnosis : Parkinson ringan


Terapi :
Terapi yang diberikan : Rasagiline dosis 10 mg/hari selama 4 minggu. Dosis
dinaikkan menjadi 15 mg/hari pada minggu ke 5.
Gejala Parkinson belum mereda sampai minggu ke 6.

Tugas :

1. Jelaskan problem terapi pada penderita Parkinson tersebut


2. Sesuaikah pilihan antiparkinson yang diberikan ? Bila tidak sesuai, apa
obat yang anda rekomendasikan? Cari dan tunjukkan guidance terapi
epilepsi yang baru
3. Informasi apa yang bisa anda sampaikan kepada pasien, terkait obat
mengingat adanya efek-efek samping, faktor pencetus, pantangan
makanan, yang dapat meningkatkan resiko efek samping?

4. Depresi

Seorang pasien perempuan muda berusia 23 tahun, hamil di luar nikah, dan
ditinggal pacarnya. Beberapa kali mencoba menggugurkan kandungannya namun
tidak berhasil. Kondisi psikisnya semakin memburuk dalam 2 bulan terakhir
ini,sampai ia melahirkan. Kuliahnya ditinggal, ia merasa sudah kehilangan minat
dan semangat untuk menyelesaikan penelitian tugas akhir. Temannya sudah lulus
dan sudah banyak yang bekerja, jadi ia makin merasa stress memikirkan hal itu,
ditambah ada beban harus mengurus bayinya. Pihak keluarga yang merasa kena
aib semakin menjauh darinya, beban ini menjadikan depresinya makin parah.

Hasil diagnosis dokter : pasien dinyatakan mengalami depresi berat, disarankan


menjalankan psikoterapi dan memulai terapi dengan antidepresan amitriptilin 50
mg/1x sehari.

40
Saat awal perjalanan terapi ia merasa moodnya membaik, beberapa kondisi sudah
berubah lebih baik, beberapa efek samping mulai dirasakan mulut terasa kering,
rasa tidak nyaman di saluran cerna. Pasien belum merasa bersemangat kembali,
masih seperti dulu, hidup tanpa ada motivasi.

Hasil pemeriksaan : Tekanan darah 120/80 mmHg


RR 20 x/menit
BB 40 kg/ tinggi 160 cm

Tugas :

1. Sudah sesuaikah pilihan terapi yangdiberikan pada pasien? Bila tidak


sesuai, apa obat yang anda rekomendasikan? Cari dan tunjukkan guidance
terapinya
2. Bagaimana maintenance terapi pada pasien?
3. Bagaimana evaluasi terapi pada pasien tsb?
4. Apa terapi lain yang perlu dilakukan untuk pasien tsb?
5. Informasi apa yang bisa anda sampaikan kepada pasien, terkait obat dan
efek samping?
6. Bilamana pasien dapat melepaskan pengobatannya ?

5. Kasus skizofrenia

Seorang pasien perempuan, T, berusia 27 tahun, baru menikah, namun di saat


awal kebahagiaan hidupnya, suaminya meninggal. Pasien sangat kehilangan
dengan kejadian tsb sehingga sempat terlihat seperti orang depresi. Sudah
beberapa kali pasien dibawa ke RSJ untuk dirawat. Ternyata hasil diagnose
menunjukkan bahwa pasien mengalami gangguan jiwa (skizofrenia) dengan
dominasi gejala symptom negatif. Dalam masa perawatan itu diketahui bahwa
ternyata pasien tengah hamil anak pertamanya, sehingga keluarga pasien
menolak untuk menyuruh minum obat, karena takut dengan kondisi
kehamilannya itu. Kondisi itu memicu kekambuhan penyakitnya.

Pemeriksaan fisik

TD 110/80

RR 22 x/menit

Suhu badan 36.50C

41
Riwayat keluarga

Ibu pasien sudah meninggal, dulu pernah mengalami gangguan jiwa dan sempat
dirawat di RSJ. .

Riwayat pengobatan :

Saat awal pasien mendapat Risperidone 2 mg 2x sehari, saat ini dosis dinaikkan
menjadi 2 mg 3x sehari. Obat tidak diminum secara rutin, sejak tahu hamil
pasien tidak minum obat sama sekali.

Beberapa kali dibawa ke psikiater, untuk menjalani psikoterapi,

Tugas :

1. Sudah sesuaikah pilihan terapi yangdiberikan pada pasien? Bila tidak


sesuai, apa obat yang anda rekomendasikan? Cari dan tunjukkan guidance
terapinya
2. Bagaimana maintenance terapi pada pasien?
3. Bagaimana evaluasi terapi pada pasien tsb?
4. Apa terapi lain selain psikoterapi yang perlu dilakukan untuk pasien tsb?
5. Informasi apa yang bisa anda sampaikan kepada pasien, terkait obat dan
efek samping?

Bagaimana caranya agar pasien dapat lebih patuh terhadap pengobatan?

42
FARMAKOTERAPI GANGGUAN SALURAN KEMIH, GANGGUAN
GINEKOLOGI, GANGGUAN GINEKOLOGI
Penanggung Jawab: Dr. Wiwin Herdwiani, M.Sc., Apt.

KASUS 1 Kanker Kolorektal

Pasien laki-laki YZ berusia 54 tahun, BB/TB (57Kg/169cm) datang ke rumah


sakit mengeluhkan nyeri perut bagian bawah, diare yang berlebihan dan disertai
perdarahan. Pasien juga merasakan demam selama beberapa hari ini, lemas dan
lesu. Keluhan pasien semakin parah saat kemarin terjatuh dan tulangnya patah.
Hasil diagnosa disimpulkan bahwa pasien menderita kanker kolorektal yang sudah
metastase ke tulang. Dokter merekomendasikan pengobatan chemotherapy seperti
dibawah ini.

Pertanyaan

Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP, FARM, Atau


PAM

KASUS data RM

Nama Pasien : Tn YZ BB/TB : 57/169


Umur : 54 thn
Alamat : Jln Dewa 153 Solo
Sex : Laki2
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Status Perkawinan : Menikah

Tgl. MRS : 7-11-2017


Tgl. KRS : 11-11-2017

Progress Note:

Tanggal
Keluhan
6-11-2017 7-11-2017

Nyeri √ √

43
Demam √ √

Diare √ √

lemas √ √

Pemeriksaan:

pemeriksaan satuan tanggal

7/11 8/11 9/11 10/11

TD mmHg 100/80 100/80 120/80 120/80

Nadi x/menit 78 77 78 80

RR x/menit 107 109 107 108

T C 40 40 40 40

Data Laboratorium :

Parameter Nilai Tanggal Pemeriksaan


Normal 7/10 8/10 9/10 10/10 11/10
Leukocytes 3500- 11550 12770
10000
Hb 11.0- 5,7 6,0
16.5 %
Hematocrite 35.0- 30 36,3
50.0 %
Thombocytes 150000- 301000 337.000
390000
Glucose 60-110 104
Random mg/dl
Ureum/BUN 10-50 77,70 76,7 78,3 72,5
mg/dl
Creatinine 0.7-1.5 4,22 4.22 4,22
mg/dl 4,21
SGOT 11-41 98 96 54
U/I
SGPT 10-41 96 94

44
U/I
Albumin 3.5-5.0 1,8 3,35
g/dl
Na 135-145 142
mmol/l
Potassium/K 3.5-5.0 3,64
mmol/l
Chlorida/Cl 98-106 100
mmol/l
p.H 7.35- 7.40
7.45
p.CO2 35-45 32.0
p.O2 80-100 118.4
HCO3 21-28 22.9
O2 saturate >95% 98,9
Base excess (-)3- (-)1
(+)3

Pengobatan:

Tanggal
No Nama Obat Dosis Rute
7/10 8/10 9/10

1 Infus RL i.v √ √ √

2 Ketorolac 500mg oral √ √ √

3 Ranitidin 5 mg √

4 Aminofluid √ √ √

5 Cefotaxim 500 mg oral √ √ √

6 Carboplantin 9 AUC i.v √

7 Paklitaxel 75mg/M2 i.v √

KASUS 2. Menorraghia

45
Seorang remaja putri bernama AB berusia 18 tahun, dua bulan yag lalu
mengalami kecelakaan tunggal dibawa ke rumah sakit dan terdapat luka pada
leher dan kepalanya, semenjak kejadian tersebut saat ini remaja itu sering
mengeluhkan menoraghie gangguan lambung dan pencernaan serta depresi. Saat
ini dirawat di rumah sakit karena keluhan menorgahie dan depresi yang
dideritanya

Pertanyaan

Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP, FARM, Atau


PAM

KASUS data RM

Nama Pasien : Nn AB BB/TB : 47/159


Umur : 18 thn
Alamat : Jln Putra 73 Solo
Sex : Perempuan
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Status Perkawinan : Belum Menikah

Tgl. MRS : 2-1-2017


Tgl. KRS : 5-1-2017

Progress Note:

Tanggal
Keluhan
2-1-2017 3-1-2017

Nyeri √ √

Demam √ √

Lemas √ √

Pemeriksaan:

46
pemeriksaan satuan tanggal

2/1 3/1 4/1 5/1

TD mmHg 110/80 110/80 120/80 120/80

Nadi x/menit 81 87 88 89

RR x/menit 117 119 117 118

T C 40 40 40 40

Data Laboratorium :

Parameter Nilai Tanggal Pemeriksaan


Normal 2/1 3/1 4/1 5/1 6/1
Leukocytes 3500- 11550 12770
10000
Hb 11.0- 4,7 5,0
16.5 %
Hematocrite 35.0- 28 30
50.0 %
Thombocytes 150000- 211000 237000
390000
Glucose 60-110 100
Random mg/dl
Ureum/BUN 10-50 77,70 76,7 78,3 72,5
mg/dl
Creatinine 0.7-1.5 3,21 3,22 3.22 3,22
mg/dl
SGOT 11-41 88 86 84
U/I
SGPT 10-41 86 84
U/I
Albumin 3.5-5.0 2,4 3,0
g/dl
Na 135-145 138
mmol/l
Potassium/K 3.5-5.0 4,8
mmol/l

47
Chlorida/Cl 98-106 100
mmol/l
p.H 7.35- 7.38
7.45
p.CO2 35-45 38.0
p.O2 80-100 100
HCO3 21-28 23.9
O2 saturate >95% 98,9
Base excess (-)3- (-)1
(+)3

Pengobatan:

Tanggal
No Nama Obat Dosis Rute
2/1 3/1 4/1

1 Infus RL i.v √ √ √

2 Asam Mefenamat 500mg oral √ √ √

3 Omeperazol 5 mg √

4 Cefotaxim 500 mg oral √ √ √

5 Estrogen i.v √

KASUS 3. BPH

Pertanyaan 1.

Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP, FARM, Atau PAM

KASUS data RM

Nama Pasien : Tn MN BB/TB : 80/165


Umur : 52 thn
Alamat : Jln Duryudono 83 Solo
Sex : Laki-laki
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Petani
Status Perkawinan : Menikah

48
Cara Masuk RS :
1. Datang sendiri 4. Kasus polisi
2. Diantar keluarga √ 5. Cara lain
3. Diantar tetangga

Riwayat Pasien Masuk Rumah Sakit :

Pasien diantar keluarga masuk IGD pada tanggal 14 Januari 2018, kondisi setengah sadar dan tangan
gemetar badan demam. Pasien diketahui baru saja meninggalkan RS setelah dirawat karena Hipertensi dan
BPH, diijinkan pulang dengan dipasangkan kateter pada pasien. Menurut keluarga sesampainya di rumah
kelurga melepas kateter pasien, sejak kemarin. Dan pagi tadi kondisi pasien langsung drop dan kondisi tidak
sadar. Tindakan pertama yang dilakukan dokter adalah memasukkan kateter Foley, mengosongkan kandung
kemih dan diperoleh volume urine 1700 ml, Kencing berwarna kuning dan terdapat darah.

.
ANAMNESE
TD = 120/80
Pemeriksaan Fisik === terdapat prostat yang luasnya 10 cm, halus dan nontender, tanpa nodul

PEMERIKSAAN FISIK :

a. Keadaan Umum : Gemetar, lemas, demam


b. Kepala – Leher : kaku
c. Extremitas :-
f. Status Neorologis :-

DIAGNOSA :
- BPH

RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU :


BPH, Hipertensi
RIWAYAT ALERGI : -

Berikut adalah data klinis pasien :

Keluhan Pemeriksaan
14/1 15/1 16/1 17/1
Nyeri perut
bagian + + - -
bawah
Gemetar + - - -
Demam + - - -

49
Lemas + - - -

Tanda-tanda vital

Parameter Nilai
Normal 14 15 16 17
Suhu (C) 36-37 40 39,0 37,0 36,0
Nadi 80-100 163 98 89 82
(x/menit)
RR 20 50 32 32 20
(X/menit)
Tek Darah 120/80 160/110 140/100 110/80 110/80
(mm Hg)

Data Laboatorium

Parameter Nilai Normal


14 15 16 17
Leukocytes 3500-10000 15050 5500
Hb 11.0-16.5 % 5,1 11
Hematocrite 35.0-50.0 % 16 35
Thombocytes 150000- 301000 340000
390000
Glucose 60-110 mg/dl 84 90
Random
Ureum/BUN 10-50 mg/dl 40 40
Creatinine 0.7-1.5 mg/dl 4,2 1,4

SGOT 11-41 U/I 118


SGPT 10-41 U/I 116
Albumin 3.5-5.0 g/dl 2,28
Na 135-145 132
mmol/l
Potassium/K 3.5-5.0 3,64
mmol/l
Chlorida/Cl 98-106 106
mmol/l
p.H 7.35-7.45 7.46
p.CO2 35-45 32.0
p.O2 80-100 118.4
HCO3 21-28 22.9
O2 saturate >95% 98,9
Base excess (-)3-(+)3 (-)1

Profil Terapi

Nama Obat Rute Dosis


14 15 16 17
Normal Saline IVFD 15 tpm √ √ √ √

50
0,9%
Ceftriaxone IV 2 x 1 gram √ √ √ √
Asam PO 3 x 500 mg √ √
Mefenamat
Vit B1/B6/B12 PO 3X(50mg/10mg/50 √ √
mcg)
Asam Folat PO 1 x 3 mg √ √
Sangobion PO 3 x 300 mg √ √
Packed Red Cell IVFD 2 labu/hari ad √ √
Hb>10

KASUS 4. Menstruation Disorder


Pertanyaan

Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP, FARM, Atau PAM

KASUS data RM

Nama Pasien : Ny PS BB/TB : 48/155


Umur : 40 thn
Alamat : Jln Bima 90 Solo
Sex : Wanita
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Swasta
Status Perkawinan : Menikah

Cara Masuk RS :
4. Datang sendiri 4. Kasus polisi
5. Diantar keluarga √ 5. Cara lain
6. Diantar tetangga

Riwayat Pasien Masuk Rumah Sakit : Pasien datang dengan riwayat migraine, dan lebih dari 6 bulan ini
mengeluhkan ada peningkatan frekuensi sakit kepala, yang semakin parah dan tidak bisa diobati.. Wanita ini
belum menikah. Wanita ini mengeluhkan sakit kepala akan bertambah saat dia datang bulan. Dan sejak dua
tahun yang lalu dia mengkonsumsi sertraline 50 mg, untuk mengobati gangguan premenstruasinya Semejak
mengkonsumsi obat ini pasien merasa jika sakit kepalanya tambah parah. Dia tidak merokok dan hampir 3
gelas seminggu mengkonsumsi alkohol.

ANAMNESE : Pasien mengaku jika saat deadline pekerjaan dai selalu stress dan merasakan nyeri kepala,
Nyeri saat menstruasi juga dialami oleh Ibu pasien dan dapat diatasi dengan Naproxen. Terlampir adalah data
saat keluhan muncul, dan obat yang digunakan.

PEMERIKSAAN FISIK :

a. Keadaan Umum : letih, pucat, demam, kesadaran menurun dan nyeri


b. Kepala – Leher : Pusing dan nyeri hebat
c. Extremitas :
f. Status Neorologis : 51
RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU :
Migraine
RIWAYAT ALERGI : -

DIAGNOSA : Migraine berkaitan dengan Menstruasi

Nama Penanggung Jawab Tanggal Masuk :


Pembayaran Tanggal :………………………
…………………………………………. Bulan :……………………..
Tahun :……………………..
Jam :…………………….
Tanggal Keluar :
Keluarga Terdekat :………………….. Tanggal :………………………
Bulan :……………………..
Diagnosa Masuk : ……………………………. Lama Dirawat : Hari
Bag/Spes Ruangan
Diagnosa Utama Kelas Tahun :……………………..
:…………………………….
Jam :……………………..
Akhir dan Kode Komplikasi :………………….
Penyebab Luar Cedera dan Keracunan/Morfologi Neoplasma
Nama Operasi - Tindakan Gol. O Jenis Anesti Tanggal :……………
No. Kode :…………..
Infeksi Nosokomial: Penyebab Infeksi :............................

Imunisasi yang pernah didapat :


1. BCG 4. TFI Pengobatan Radioterapi/
2. DPT 5. Campak Kedokteran Nuklir
3. Polio
Imunisasi yang diperoleh :
1. BCG 4. TFI Transfusi Darah : ccselama dirawat
2. DPT 5. Campak
3. Polio

52
Tanda Vital
Parameter 10/6 11/6 12/6 13/6 14/6
TD
140/80 110/80 110/80 110/80 110/80
(mmHg)
Suhu (0 C) 40 35,8 37,6 36,5 36,5
Denyut
nadi 92 84 80 80 82
(/menit)
RR
20 20 20 20 20
(/menit)

Kondisi klinis pasien


Kondisi 10/6 11/6 12/6 13/6 14/6
Klinis
Lemah ++ + + - -
Nyeri
+++ +++ +++ ++ ++
Perut
Mual
+++ - - - -
muntah

Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Parameter Normal 10/6 12/6
Hb 14 – 18 g/dl 5,3 7
Leukosit 4 – 11 x 10³/UL 12,4 4,7
Trombosit 150 – 450 x 10³/UL 182 206
Eritrosit 4,7 – 6,1 x 10⁶/UL 2,92 3,65
HCT 42 – 52 % 24,2 30,8
MCV 80 – 94 fL 82,6 -
MCH 27 – 33 pq 28,3 -
BUN 6 – 20 mg/dl 8 -

53
Cr 0,6 – 1,3 mg/dl 0,16 -
Na 136 – 145 mmol/L 144 -
K 3,5 – 5,1 mmol/L 3,6 -
Cl 98 – 107 mmol/L 107 -
GDS 80 – 120 mg/dL 123 -
Total
6,4 – 8,3 g/dl 6,83 -
protein
Albumin 3,97 – 4,94 g/dl 1,42 -
SGOT ≤ 32 87 -
SGPT < 33 88 -

Terapi di bangsal :
Nama obat Signa 10/6 11/6 12/6 13/6 14/6
Infus NaCl 0,9% 20 tpm V V V V -
Ranitidin 1 x 1 tab V V V V V
Sangobion 3 x 1 tab V V V V V
Asam Folat 3 x 1 tab V V V V V
Paracetamol 3 x 1 tab V V V V V
Estrogen 1 x 1 tab V V V V V

KASUS 5. FIBROID ENDOMETRIOSIS


Pertanyaan

Lakukan Analisa Problem Pengobatan menggunakan metode SOAP, FARM, Atau PAM

KASUS data RM

Nama Pasien : Ny PS BB/TB : 58/165


Umur : 46 thn
Alamat : Jln Bima 90 Solo
Sex : Wanita
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Swasta
Status Perkawinan : Menikah

Cara Masuk RS :
7. Datang sendiri 4. Kasus polisi 54
8. Diantar keluarga √ 5. Cara lain
9. Diantar tetangga
Riwayat Pasien Masuk Rumah Sakit : Wanita ini mengeluhkan ketidakteraturan siklus menstuari, nyeri saat
menstruasi dan telah lamaa menderita endometriosis. Saat masuk RS hasil USG menunjukkan danya kista
dan uterine fibroid. Kondisi ini mnyebabkan pasien merasa sangat nyeri pada rahimbagian bawah.
Doktermeresepkan obat kontrasepsi untuk mengecilkan kista.

ANAMNESE : Nyeri perut hebat

RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU :


Endometriosis
RIWAYAT ALERGI : -

PEMERIKSAAN FISIK :

a. Keadaan Umum : letih, pucat, demam, kesadaran menurun dan nyeri


b. Kepala – Leher : Pusing dan nyeri hebat
c. Extremitas :
f. Status Neorologis :

DIAGNOSA : Nyeri perut hebat, endometriosis dan fibroid.

Nama Penanggung Jawab Tanggal Masuk :


Pembayaran Tanggal :………………………
…………………………………………. Bulan :……………………..
Tahun :……………………..
Diagnosa Masuk : ……………………………. Lama Dirawat : Hari
Jam :…………………….
Diagnosa Utama :…………………………….
Akhir danKeluar
Tanggal Kode :Komplikasi :………………….
Keluarga Terdekat
Penyebab :…………………..
Luar Cedera Tanggal :………………………
dan Keracunan/Morfologi Neoplasma
Bulan :……………………..
Nama Operasi - Tindakan Gol. O Jenis Anesti Tanggal :……………
Bag/Spes
No. Kode Ruangan
:………….. Kelas Tahun :……………………..
Jam :……………………..
Infeksi Nosokomial: Penyebab Infeksi :............................

Imunisasi yang pernah didapat :


1. BCG 4. TFI Pengobatan Radioterapi/
2. DPT 5. Campak Kedokteran Nuklir
3. Polio
Imunisasi yang diperoleh :
1. BCG 4. TFI Transfusi Darah : ccselama dirawat
2. DPT 5. Campak
3. Polio

55
Tanda Vital
Parameter 10/6 11/6 12/6 13/6 14/6
TD
140/100 140/100 110/80 110/80 110/80
(mmHg)
Suhu (0 C) 40 39 37,6 36,5 36,5
Denyut
nadi 92 84 80 80 82
(/menit)
RR
20 20 20 20 20
(/menit)

Kondisi klinis pasien


Kondisi 10/6 11/6 12/6 13/6 14/6
Klinis
Lemah ++ + + - -
Nyeri
++++ +++ +++ ++ ++
Perut
Mual
+++ - - - -
muntah

Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Parameter Normal 10/6 12/6
Hb 14 – 18 g/dl 5,2 7
Leukosit 4 – 11 x 10³/UL 12,4 4,7
Trombosit 150 – 450 x 10³/UL 182 206
Eritrosit 4,7 – 6,1 x 10⁶/UL 2,92 3,65
HCT 42 – 52 % 24,2 30,8
MCV 80 – 94 fL 82,6 -
MCH 27 – 33 pq 28,3 -
BUN 6 – 20 mg/dl 8 -

56
Cr 0,6 – 1,3 mg/dl 0,08 -
Na 136 – 145 mmol/L 144 -
K 3,5 – 5,1 mmol/L 3,6 -
Cl 98 – 107 mmol/L 107 -
GDS 80 – 120 mg/dL 123 -
Total
6,4 – 8,3 g/dl 6,12 -
protein
Albumin 3,97 – 4,94 g/dl 1,00 -
SGOT ≤ 32 187 -
SGPT < 33 188 -

Terapi di bangsal :
Nama obat Signa 10/6 11/6 12/6 13/6 14/6
Infus NaCl 0,9% 20 tpm V V V V -
Ranitidin 1 x 1 tab V V V V V
Sangobion 3 x 1 tab V V V V V
Asam Folat 3 x 1 tab V V V V V
Paracetamol 3 x 1 tab V V V V V
Estrogen 1 x 1 tab V V V V V

57
FARMAKOTERAPI GANGGUAN MATA & THT, GANGGUAN DARAH,
GANGGUAN IMUNOLOGI
Penanggung Jawab:Dr. Jason Merari, M.M., M.Si., Apt.

KASUS 1 : RHINITIS ALERGI

IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. Joko
Jenis Kelamin : Laki-laki.
Usia : 60 tahun.
Pekerjaan : Pegawai Swasta.
Alamat : Jogja
Tanggal Pemeriksaan : 20Maret 2015.
No. Rekam Medik : 678546 RM.

ANAMNESA
Keluhan : Sering bersin bersin dan gatal di hidung dan cairan bening ingus yang banyak.
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan bersin-bersin sejak 5 hari yang lalu sebelum
datang ke RS. Keluhan bersin bersin dirasakan dan terjadi lebih sering pada pagi hari.
Keluhan diatas disertai rasa gatal di hidung dan diikuti dengan keluarnya cairan encer
bening dari hidung yang banyak dan tidak berhenti. Pasien juga mengeluh hidung
tersumbat, sehingga kemampuan membedakan bau menjadi berkurang, namun pasien
masih dapat bernapas. Kadang-kadang nyeri pada daerah sekitar hidung dan pipi terutama
bila menunduk tetapi tidak selalu. Tidak ada keluar cairan dan nyeri pada telinga.Gatal-
gatal pada kulit tidak ada. Tidak mengi, pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan
apapun, tetapi ia memiliki riwayat alergi debu. Pasien sering mengalami keluhan serupa
sejak pasien masih kecil. Namun dirasakan hilang timbul, biasanya keluhan muncul pagi-
pagi. Bersin-bersin yang terlalu sering dirasakan mengganggu pasien bekerja. Ia
mengatakan bahwa dapat mengalami keluhan seperti ini 4-5x dalam sebulan.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat penyakit dengan keluhan serupa diakui, dan memang sering kambuh. Ia juga
memiliki riwayat alergi debu. Riwayat alergi terhadap makanan dan obat tertentu tidak
ada. Riwayat asma sebelumnya tidak pernah. Pasien sering mengalami mabuk perjalanan
(motion sickness).

58
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat keluhan serupa dalam anggota keluarga tidak ada. Tidak ada asma dan alergi
makanan atau obat dalam keluarga. Tetapi ibu memiliki riwayat alergi terhadap laktosa
pada susu sapi. Adik memiliki riwayat alergi terhadap protein telur.

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum

Kesan Sakit : Tampak sakit ringan.

Kesadaran : Compos mentis.

Tanda Vital

Tekanan darah : 140/100 mmHg

Nadi : 80 x/menit.

Respirasi : 20 x/menit.

Suhu : 37,2oC per aksila.

Status Generalis : dalam batas normal

Status THT

 Telinga
Bagian Kelainan Auris
Dextra Sinistra
Preaurikula Kongenital - -
Radang dan tumor - -
Trauma - -
Aurikula Kongenital - -
Radang dan tumor - -
Trauma - -
Retroaurikula Edema - -
Hiperemis - -
59
Nyeri Tekan - -
Sikatriks - -
Fistula - -
Fluktuasi - -
Canalis Acusticus Kongenital - -
Externa Kulit Tenang tenang
Sekret - -
Serumen - -
Edema - -
Jaringan granulasi - -
Membran Timpani Warna putih keabuan putih
Intak intak keabuan intak
Refleks cahaya + +

 Hidung

Pemeriksaan Cavum Nasalis


Bentuk dan Dextra Sinistra
Keadaan Luar
ukuran d.b.n d.b.n
Rhinoskopi Mukosa pucat pucat
Anterior
Sekret + (serosa) + (serosa)

Edema + +

Krusta - -

Septum Deviasi - -
Polip/Tumor
- -
Pasase Udara
+ +
Rhinoskopi Posterior tidak dilakukan tidak dilakukan

 Mulut
Tidak ada kelainan pada mulut.

Maksilofasial : bentuk simetris, nyeri tekan (-), paresis saraf kranial (-).

DIAGNOSIS BANDING

60
Rinitis alergi intermiten sedang-berat. Rinitis infeksi. Rinitis non-alergi dengan sindrom
eosinofilia.

DIAGNOSIS KERJA

Rinitis alergi intermiten sedang-berat.

Motion sickness.

PENATALAKSANAAN

Non-farmakologi:

Menghindari kontak dengan alergen, misalnya dengan cara memakai masker saat akan
berkontak dengan debu. Mengganti seprai dan sarung bantal/guling 1x sebulan. Menjemur
kasur tidur 1x sebulan.

Farmakologi:

Klorfeniramin maleat1 x 1 tab


Trifed 3 x 1 tab
Mucoxol 3 x 1 tab
Nasonex nasal spray 1 fl S 3 d d 1 dext at sint
Dexamethasone 3 x 2 mg
Amoxan 4 x 1 tab
Karena pasien akan pulang dari RS menggunakan mobil dan berdasarkan riwayat motion
sickness, maka dokter memberikan obat untuk diminum sebelum pulang :
Simetidin 200 mg
Metoklorpramid 10 mg

Pertanyaan

Lakukan Analisa Problem Pengobatan dan saran pengatasannya menggunakan metode


SOAP.

61
62
KASUS 2 : COAGULATION DISORDERS

a. Identitas Pasien
Nama : An. B
Umur : 9 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat : Tanah Grogot
No. Rekam Medis : 14 00 63 70
Masuk Rumah Sakit : Sabtu, 11 Januari 2014.

b. Keluhan Utama

Rujukan dari RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot. Pasien dirujuk dengan diagnosa
post evakuasi hematom genu kiri + riw. Hemofilia. Saat ini keluhan bengkak pada lutut kiri
terasa hangat dan nyeri.

c. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien sudah 3 kali jatuh dan mengalami trauma pada lutut kiri, pada trauma yang
pertama dan kedua lutut bengkak namun pasien masih bisa berjalan. Pada trauma yang ketiga
tanggal 5 januari 2014 lutut kiri bertambah bengkak hingga tidak bisa berjalan. Pasien
dibawa berobat oleh orang tuanya dan di RS panglima sebaya dilakukan operasi evakuasi
hematom pada lutut kiri tanggal 8 januari 2014. Pasien memiliki riwayat penyakit hemofilia
sejak 2010. Tanggal 11 Januari pasien dirujuk ke RSUD AWS untuk pemeriksaan dan
penanganan lebih lanjut.

d. Riwayat Penyakit Dahulu

Sejak usia 3 tahun pasien sering mengeluhkan gusi siring berdarah. Terkadang pasien
juga mengeluhkan lebam pada kulit dan mimisan. Pada tahun 2010 pasien MRS diperiksa
darah dan dinyatakan menderita hemofilia. Pasien juga memiliki riwayat sirkumsisi dengan
pemberian koate (antihemofilia faktorVIII).

e. Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada keluarga yang memiliki keluhan serupa.

f. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan di ruang Melati RSUD.A.W.Sjahranie pada hari senin 18 Januari
2014.

Keadaan Umum : tampak sakit sedang

63
Kesadaran : Compos Mentis, E4V5M6
Tanda-tanda Vital : Tekanan Darah : mmHg
Nadi : 82 x/menit, reguler, kuat angkat
Frekuensi Napas : 20 x/menit, teratur
Temperatur : 37.2oC
Status Gizi : Usia 9 tahun
BB = 25 Kg
TB = 130 cm
IMT = 14.79
IMT: Berat badan (kg)
Tinggi badan2 (meter)
25 kg/1,32 m = 25/1.09= 14.79

64
Kesimpulan :Status gizi berdasarkan BB/U adalah baik.

g. Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium tanggal 11 Januari 2014

Hasil Nilai Normal


Darah lengkap
Leukosit 7.200 4000-10.000
Hemoglobin 9.0 11-16
Hematokrit 28.1 37-54
Trombosit 200.000 150.000-450.000
Elektrolit
Natrium 135 135-155
Kalium 4.4 3,6-5,5
Chloride 107 95-108
Kimia darah
Ureum 20.1 10-40
Kreatinin 0.6 0,5-1,5
GDS 98 60-150

Laboratorium tanggal 13 januari 2014

Hasil Nilai Normal


Darah lengkap
Leukosit 4.650 4000-10.000
Hemoglobin 10.2 11-16
Hematokrit 29.5 37-54
Trombosit 167.000 150.000-450.000
Bleeding Time 3’ 1-6
Clotting Time 10’ 1-15
APTT 48.3 detik 28-34 detik
PT 14.1 detik Kontrol 13.5 detik

Hasil laboratorium tanggal 5 Agustus 2010

Hasil Nilai Normal


APTT 76 detik Kontrol 33 detik

Faktor VIII 3 Kontrol 109


Faktor IX 65 Kontrol 73
Kesan Hemofilia A

65
h. Diagnosis
Hemofilia A

i. Penatalaksanaan
IGD
Konsul dr. Sp.A :
 injeksi koate 25 U / kgBB IV selama 2 hari berturut-turut
 transfusi PRC 1x 10 cc/KgBB (250cc)

66
j. Follow Up Pasien

Tanggal Perjalanan Penyakit Perintah Pengobatan/Tindakan yg


diberikan
Hari 4 S: Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri (+),  Koate 25 U/kgbb selama 2 hari
perawatan demam (-), batuk-pilek (-)  Transfusi PRC 1 x 250 cc
11 januari 2014 O : Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  Cek BT, CT, PT, APTT
Akral hangat
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia
Hari 5 S: Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri (+),  Koate 25 U/kgbb selama 2 hari
perawatan demam (-), batuk-pilek (-)  Cek DL post taransfusi
12 januari 2014 O: Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  Inj. Ketorolac 5 mg extra
Akral hangat  PCT 3 x 250 mg
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia
Hari 6 S: Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri (+),  koate 25 U/kgbb selama 2 hari
perawatan demam (-), batuk-pilek (-)  inj. ketorolac 5 mg extra
13 januari 2014 O: Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  pct 3 x 250 mg
T : 36.8oC RR : 20x/I N : 80x/I , Akral hangat  inj. ranitidin 20 mg IV extra
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia Hasil Lab :
Leukosit 4650
Hb 10.2
HCT 29.5
Trombosit 167.000
BT 3 menit
CT 3 menit
APTT 48.3 menit
PT 14.1 menit

67
Hari 7 S: Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri (+),  koate 1250 IUH1
perawatan demam (-), batuk-pilek (-) (3 ampul 500 IU)
14 januari 2014 O : Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  inj. ketorolac 5 mg extra
T : 37.0oC RR : 18x/I N : 78x/I , Akral hangat  pct 3 x 250 mg
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia  Transamin 3 x 250 cc
Hari 8 S: Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri (+),  koate 1250 IUH2
perawatan demam (-), batuk-pilek (-) (3 ampul 500 IU)
15 januari 2014 O : Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  inj. ketorolac 5 mg extra
T : 36.9oC RR : 22x/I N : 84x/I , Akral hangat  pct 3 x 250 mg
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia  Transamin 3 x 250 cc
 co. fisioterapi
Hari 9 S: Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri  koate 1250 IUH3
perawatan (+),BAB (–) 5 hr, demam (-), batuk-pilek (-) (3 ampul 500 IU)
16 januari 2014 O : Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  inj. ketorolac 5 mg extra
T : 37.2oC RR : 20x/I N : 82x/I , Akral hangat  pct 3 x 250 mg
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia  Transamin 3 x 250 cc
Hasil co. fisioterapi :
Hari 10 S : Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri  koate 1250 IUH4
perawatan (+),BAB (–) 5 hr, demam (-), batuk-pilek (-) (3 ampul 500 IU)
17 januari 2014 O : Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  inj antrain 250 mg prn
T : 37.0oC RR : 18x/I N : 80x/I , Akral hangat  pct 3 x 250 mg
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia  Transamin 3 x 250 cc
Hari 11 S : Nyeri pada lutut kiri (+), bengkak pada lutut kiri  koate 1250 IUH5
perawatan (+),BAB (+) 5 hr, demam (-), batuk-pilek (-) (3 ampul 500 IU)
18 januari 2014 O: Anemis (-/-), ikt (-/-), rh (--/--), wh (--/--)  inj. ketorolac 5 mg extra
, Akral hangat  pct 3 x 250 mg
A: Hamarthrosis et causa Hemofilia  Transamin 3 x 250 cc

Prognosis:
Dubia ad bonam

68
Pertanyaan
Lakukan Analisis Problem Pengobatan dan saran pengatasannya menggunakan metode SOAP

69
KASUS 3 : ANEMIA

Identitas Pasien
Nama Pasien : Bp. Ali
Ruang : Cempaka B2
Umur : 60 tahun
Tanggal MRS : 18April 2014
Tanggal KRS :-
Diagnosis : Anemia, Hematochezia, diare
Keluhan Utama : Badan terasa lemas dan nyeri ulu hati kurang lebih selama 2 minggu,
BAB berwarna hitam kurang lebih 1 minggu, mual dan muntah selama 2 hari setelah minum
obat Montalin.
Keluhan Tambahan : -
Riwayat Penyakit Dahulu
Gout
Riwayat Pengobatan
Asam mefenamat, Amoxicillin sering diminum ketika serangan gout dan Allopurinol
hanya kadang-kadang.
Riwayat Keluarga/Sosial :
Bapak: Asma.
Alergi Obat :
Ciprofloxacin (baru diketahui selama dirawat tgl 24 April).

70
Kondisi Klinik
Kondisi klinik 19/4 20/4 21/4 22/4 23/4 24/4 25/4 26/4 29/4 30/4 01/5 02/5 03/5
Mual, + + - - - - - - - - - - -
muntah
BAB hitam √ √ √ - Normal N N N N N N N N

Nyeri ulu hati + + - - - - - - - - - - -

Kondisi Lemah Sedang Sedang Baik Baik Baik Baik Baik Baik Sedang Sedang Sedang Sedang
Umum (KU)

Tanda Vital
Para- Nilai Tanggal
meter normal/tar 19/4 20/4 21/4 22/4 23/4 24/4 25/4 26/4 29/4 30/4 01/5 02/5 03/5
get
TD 130/80 120/8 130/7 120/8 120/8 140/7 120/8 130/8 130/8 120/8 120/8 110/7 110/7 120/6
(mmHg) mmHg 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
36±0,5˚C 36,6 39 38 38,2 38,6 37 38 39,3 38,6 39,6 37,4 36,8 37
Suhu (0 C)
Denyut 60-80/mnt 88 88 88 88 98 118 98 94 90 82 85 85 88
nadi
(/mnt)

71
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Parameter Normal 18/4 22/4 26/4 29/4 02/05
WBC 4,0 - 10,0 x 103/mL 7,8 11,4 8,6 11,1 18,1
RBC 3,5-5,5x103/mL 1,98 3,29 3,38 3,11 3,48
Hb 13,0 - 17,0 g/dL 4,9 8,6 8,5 7,7 9,4
Hct 37-54% 17,7 30,1 29,7 25,4 31,8
MCV 80-100 89,4 91,5 88,1 81,8 91,5
MCH 27-34 24,7 26,1 25,1 24,7 27
MCHC 32-36 27,6 28,5 28,6 30,3 29,5
Platelet 150 - 400 x 103/mL 581 431 500 581 705
PCT 0,1-0,282 0,310 0,412 0,479
Asam Urat <7 mg/dL 12,6 9,9 4,9
Albumin 3,5 – 5 3,3
Cr 0,5-1,5 1,38 1,65
BUN 10-24 16 23,2
Na 135-145 129,5 135,1
K 3,5-5,0 4,38 3,76
Cl 95-105 99,4 104,1

72
Profil Terapi Pasien
Nama obat Regimen Tanggal
19 20 21 22 23 24 25 26 29 30 01 02 03
Infus RL/NS 2:2 √ √ √ √ √ √
Sohobion 1x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Asam Folat 3x1 √ √ √ √ √ √
Inj Transamin 4x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √
Domperidone 3x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Pamol 2x1 √ √ √ √ √
Allopurinol 3x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √
Clinimix/NS √ √
Transfusi PRC √ √ √ √ √ √
Voltaren tab 2x50 mg √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Ketesse 2x25 mg √

Pertanyaan
Lakukan Analisa Problem Pengobatan dan saran pengatasannya menggunakan metode SOAP

73
KASUS 4: THALLASEMIA

AW (12 tahun), dirawat di rumah sakit untuk yang ke 10 kali dengan keluhan lemas, mudah lelah
ketika beraktivitas. Meskipun berusia 12 tahun TB 100 cm dan BB 18 kg. Kulit bersisik
kehitaman pada beberapa tempat dan wajah tampak face colley, adanya pembesaran limfa2 cm
dari normal dan hepar 3 cm dari normal yang mengakibatkan perut terlihat buncit. Klien
biasanya datang 3 minggu sekali ke Poliklinik untuk diberikan tranfusi darah.

Data subyektif :

Mual, muntah, badan lemas, pucat, nyeri ulu hati, sariawan, kemerahan pada tangan dan kaki.

Data obyektif :

Tanggal
No Data Klinik Nilai Normal
22 Juni 16 23 Juni 16 25 Juni 16 26 Juni 16
1. TD (120/80) mmHg 120/90 120/80 100/70 120/80
2. Suhu (37 ± 0,5 °C) 36 36,4 35,8 35,8
3. Nadi (80-100 x/menit) 96 112 84 100

4. RR (18- 24 x/menit) 24 20 18 20

5. Mual + + +
6. Muntah +
7. Sariawan + + +
8. Lemas +
9. Ruam kulit + + + +
10. BAB hitam + + +
11. BAB kuning +
12. BAK merah +
13. Sulit menelan +
14. Perut kaku + + + +
15. Pengerasan + + + +
Limfe

74
Data laboratorium :

No Tanggal
Data lab Nilai normal
21 25
1. Warna urin Kuning Muda /tua Coklat merah
2. Kejernihan Jernih Keruh
3. Bau Khas Khas
4. BJ 1.010-1030 1.020
5. PH 4,6-7,8 7,5
6. Leukosit dlm urin - 500
7. Nitrit - +
8 Protein dlm urin - 300
9 Glukosa Normal Normal
10 Keton - 40
11 Urobilinogen Normal Normal
12 WBC 4,5-10,5 103/mm3 9,2 8,5
13 RBC 4-6 2,1 3,5
14 Hb 11-18 5 5
15 Hct 35 - 60 17 29
16 Trombosit 150.000- 115.000 121.000
450.000/mm3
Ferritin 41-400 ng/ml 964 976

Diagnosis :

Thalasemia beta mayor

75
Pengobatan :

Juni 2016
Nama Obat & Dosis
21 22 23 25 26
Transfusi PRC 2x 250 cc √ √ - - -
interval 24 jam

Transfusi trombosit 2 unit √ - - √ -


Infus D5% √ - - - -
KAEN 3B 80 tpm - √ √ - -
Kandistatin - √ √ √ √
Antasida Doen - √ √ √ √
Prednison √ √ √ √ √
Vitacur - - √ √ √
Infus NaCl - - - √ √
Sangobion kaps 3 x 1 √ √ √ √ √

Pertanyaan :
Lakukan Analisa Problem Pengobatan dan saran pengatasannya menggunakan metode SOAP.

KASUS 5 : GLAUKOMA

Keluhan utama:
“Mata kiri saya seperti berkabut dan buram dan saya merasa sakit kepala”

Riwayat kondisi dahulu :


MA laki-laki umur 42 tahun dengan riwayat “open angle glaucoma” berobat ke optamologist
dengan keluhan pandangan berkabut dan buram pada mata kiri. Dia mengalami sensitivitas yang
tinggi terhadap cahaya dan mengalami sakit kepala. Dia juga mengeluh mengalami periode
distorsi pada mata kiri sejak 3 bulan yang lalu, sering kondisi ini berhubungan dengan buramnya
pandangan di daerah sentral visual.
MA pernah mengalami kecelakaan mobil dan mengalami patah tulang belakang sekitar 9 tahun
yang lalu.

76
Riwayat penyakit dahulu :
Asma semenjak masa kecil yang bisa terkontrol pada masa pubertas.
Depresi akibat open angle glaucoma yang kronik dan perburukan pandangan sesudah menempuh
pendidikan sarjana.
Pernah menjalani tonsilectomi ketika kecil dahulu.

Riwayat keluarga :
Ayah, ibu dan kakak perempuannya mempunyai gangguan glaukoma. Ayahnya menderita
hipertensi.

Riwayat sosial :
Tidak ada riwayat merokok. Pernah mempunyai kebiasaan minum minuman keras 4 gelas per
hari selama tiga tahun pada saat menempuh program PhD dahulu.

Pemeriksaan lab/ radiologi:


Tidak ada gangguan jantung, paru, dan problem kardiovaskuler, serta tidak mempunyai
gangguan stroke atau anemia.

Pemeriksaan fisik :
Vital sign : TD = 120/82, Kecepatan Nadi = 70, RR = 18

Pemeriksaan mata :
Aktivitas visual : OD – hand motion pada jarak 3 cm dengan koreksi spektakles
OS – 20/30.
Tekanan intraokuler : OD – 14 mm Hg , OS – 20 mm Hg
Pemeriksaan vitreous : bersih
Disks : C/D ratio = 1.0 OS C/D ratio = 0.99 dengan sedikit lingkaran (normal C/D ratio = <
0.33).

Pemeriksaan laboratorik :
Na 138 mEq/L
K 3.3 mEq/L
Cl 99 mEq/L
CO2 25 mEq/L
BUN 10 mg/dL
SCr 0.9 mg/dL
Gula darah puasa 126 mg/dL

Diagnosis :
Miopia tinggi dengan kronik juvenil open angle glaukoma yang progresif

77
Tidak ada tanda edema makuler
Tidak ada katarak
Depresi akibat open angle glaukoma yang kronik.
Asma bronkial.

Pengobatan

Cendo Timol 0,25% pada kedua mata BID


Iopidine 0.5% pada mata kiri TID
Trusopt 2% pada mata kiri TID
FML 0.1% pada kedua mata TID
Bion tetes pada kedua mata BID
Nifedipine 10 mg po TID
Trental 400 mg po TID
Tofranil 25 mg po dua kali sehari
Pengobatan terakhir termasuk pilocarpine 4%, Timoptic 0.5%, Propine, Diamox sequels 500 mg,
and Pred-Forte 1%

Pertanyaan
Lakukan Analisa Problem Pengobatan dan saran pengatasannya menggunakan metode SOAP.

78
FARMAKOTERAPI GANGGUAN TULANG DAN PERSENDIAN, GANGGUAN
GINJAL
Penanggung Jawab: Dr. Rina Herowati, M.Si., Apt.

1. Osteoporosis
Ny. BJ berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi, hiperlipidemia, COPD, hipotiroid dan
osteoporosis. Ia datang ke klinik untuk kontrol hipertensi dan osteoporosisnya. Pada saat kontrol
sebelumnya ia mendapatkan suplemen kalsium, dan mengeluh sembelit dan kembung setelah
menkonsumsi suplemen tersebut.

Riwayat penyakit:
Hipertensi, pertama didiagnosa usia 50 tahun.
Infark miokardial 12 tahun yll.
Hiperlipidemia selama 13 tahun, pasien memodifikasi diet dan menggunakan kolestiramin
selama beberapa tahun terakhir.
Hipotiroidisme selama 27 tahun, diterapi dengan levothyroxine.
Osteoporosis didiagnose dengan scan DXA 2 tahun yll.
COPD didiagnosis beberapa tahun yang lalu. Ada riwayat eksaserbasi hingga membutuhkan
prednison, terjadi eksaserbasi terakhir 6 bulan yll. Saat ini stabil dengan inhaler kombinasi.
Kanker payudara dengan masektomi pada payudara kiri dan terapi radiasi pada usia 40 tahun.
Menopaus pada usia 39.
Carotid endarterectomy kanan 2 tahun yang lalu.
GERD.

Riwayat keluarga:
Ada riwayat penyakit jantung koroner dari keluarga pihak ayah. Ayah meninggal pada usia 60
tahun karena masalah jantung. Ada riwayat stroke dan vascular disorders dari keluarga pihak ibu.
Ibu mengalami menopause pada usia 40 tahun.

Riwayat sosial:
Janda, G2P3, merokok 2,5 pak per hari, berhenti merokok setelah mengalami infark miokardial,
tidak minum alkohol.

Review of System:
Sakit kepala ringan dan baru saja mengalami nyeri punggung, diterapi dengan asetaminofen.
Vagina kering. Tinggi badannya turun ± 5 cm sejak ia berusia 35 tahun. Ia tidak mengalami
nafas pendek atau nyeri dada.

79
Riwayat pengobatan:
Ramipril 10 mg po 2.d.d selama 2 tahun
Tiotropium 18 mcg inhalasi 1.d.d. selama 9 bulan
Advair 250/50 1 puff 2.d.d. selama 9 bulan
Albuterol MDI 2 puffs tiap 6 jam PRN
Synthroid 100 mcg po 1.d.d. selama 20 tahun
Atenolol 50 mg po 1.d.d. selama 10 tahun
Aspirin 81 mg po 1.d.d. selama 12 tahun
Omeprazole 20 mg po 1.d.d. selama 1 tahun
Lipitor 10 mg po 1.d.d. selama 3 bulan
Os-Cal 500 po t.i.d. selama 3 bulan

Tidak ada riwayat alergi

Pengujian fisik:
Tanda vital: Tekanan darah 150/94, Pulse 64, Respiratory Rate 17, suhu 37°C; BB 53,5 kg,
tinggi 158 cm.

Uji laboratorium:
Na 141 mEq/L TSH 3.492 mIU/L
K 4.2 mEq/L AST 32 IU/L
Cl 104 mEq/L ALT 27 IU/L
CO 25 mEq/L SCr 1.0 mg/dL
BUN 17 mg/dL Glu 98 mg/dL

Profil lipid puasa sekarang: Profil lipid 3 bulan yll:


T. chol 177 mg/dL T. chol 250 mg/dL
Trig 215 mg/dL Trig 265 mg/dL
HDL 32 mg/dL HDL 30 mg/dL
LDL 102 mg/dL LDL 167 mg/dL
AST 20 IU/L
ALT 17 IU/L
Lainnya:
DXA scan lumbar spine L2–4 saat ini (T score: –3,2);
Panggul kanan (T score: –3,1)

X-ray pada tulang belakang saat ini menunjukkan adanya fraktur baru di L3.

80
2. GOUT DAN HIPERURIKEMIA

Seorang pria 48 tahun dengan riwayat hipertensi, penyakit tukak peptic (tukak lambung satu
tahun yang lalu), dan obesitas datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri hebat di ibu jari
kiri dan kedua pergelangan kakinya. Nyeri ini mirip dengan yang dialaminya 6 bulan yang lalu di
jari dan pergelangan kaki kirinya. Hasil pengujian menunjukkan ibu jari kaki kiri dan kedua
pergelangan kakinya merah, bengkak dan hangat saat disentuh. Ia menyatakan nyerinya sangat
parah. Ia minum alkohol tiap akhir pekan.
BB 150 kg, TB175 cm.
Pengobatan saat ini: HCT 25 mg/hari, pantoprazole 40 mg/hari.
Serum creatinine: 1,0 mg/dL (88,4 μmol/L).

Pasien kembali ke klinik untuk kontrol rutin 6 minggu kemudian. Ia melaporkan tidak ada lagi
nyeri atau bengkak di persendiannya. Dokter menghentikan HCT, sehingga ia hanya minum
pantoprazole.
Pengujian fisik:

• VS: 164/84, P 72, RR 15, T 37.2°C


• Ektremitas: Sedikit edema di kedua pergelangan kaki
Laboratorium:

• Serum uric acid 11,5 mg/dL (684 μmol/L)


• Serum creatinine 0,9 mg/dL (79,6 μmol/L).
• Kristal asam urat ditemukan di arthrocentesis pergelangan kaki 6 minggu yll.

Diagnosis: gout dan hiperurikemia.

81
3. Nyeri Punggung
Ny. N, 42 tahun, bekerja di tempat penitipan anak. Ia mengalami cedera punggung saat
mengangkat seorang anak. Sejak itu ia mengalami nyeri tumpul di punggung tengah bawah,
kadang menjalar ke kiri, namun tidak ada nyeri di kaki. Sebelum cedera ini, ia kadang merasakan
ada seperti tusukan di punggung bawah saat ia mengangkat barang, tapi segera hilang dengan
cepat tanpa perlu pengobatan.
Setelah cedera Ny.N harus berhenti bekerja selama 6 minggu, istirahat dengan sedikit latihan
TBmaksimal.
Ia kembali bekerja namun belum dapat melakukan aktivitas seperti sebelumnya, sementara
atasannya terus menekannya untuk kembali melakukan tugasnya mengasuh anak-anak.
Saat ini ia menggunakan asetaminofen 500 mg jika perlu, rata-rata 4 kali sehari. Selain itu ia juga
pernah minum kodein tablet 30 mg, tapi hanya sedikit berefek dan menyebabkan konstipasi
parah sehingga tidak digunakan lagi.

Secara umum kesehatan Ny. N baik, tapi berat badannya naik 8 kg karena kurang aktivitas sejak
mengalami cedera punggung. Ia tidak memiliki masalah dengan ekstremitas bawah, tidak ada
demam, serta tidak ada masalah dengan kontrol berkemih. Pasien tidak memiliki riwayat trauma
pada punggung. Nyeri punggungnya membaik dengan istirahat dan memburuk bila beraktivitas.
Hasil radiografi sinar-X yang dilakukan 3 bulan sejak cedera menunjukkan tulang belakang yang
normal, hanya ada sedikit degenerasi di L4-5.

Lakukan patient care process untuk Ny. N dan rekomendasikan terapi agar Ny.N bisa
beraktivitas secara normal lagi.

82
4. Acute Kidney Injury
Tn EM, 72 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan lemah parah yang mulai terasa
saat bangun tidur pagi hari. Malam sebelumnya ia baik-baik saja, tapi kemudian merasa sangat
lelah hingga tidur lebih cepat. Saat bangun di pagi hari ia tak punya energi untuk makan dan
melakukan aktivitas sehari-hari, dan kemudian dibawa ke RS oleh istrinya.

Riwayat kesehatan:
Hipertensi (25 tahun), Chronic heart failure (8 tahun), baru saja didiagnosis peptic ulcer disease.

Riwayat keluarga: Ayah meninggal karena infark miokardial akut. Ibu penderita DM.
Riwayat sosial: Pensiunan akuntan. Tinggal di rumah bersama istri. Tidak minum alkohol, tidak
merokok.

Riwayat pengobatan:
Furosemide 40 mg po 1.d.d.
Metoprolol succinate 50 mg po 1.d.d.
Enalapril 20 mg po 1.d.d.
Famotidine 20 mg po 2.d.d.

Review of system:
Pasien mengeluh kedinginan, namun tidak demam. Pandangan mata tidak kabur, namun
mengeluhkan vertigo. Pasien telah 2 hari diare terus menerus dengan feses hitam, namun tidak
ada nyeri perut. Ia melaporkan frekuensi kemihnya jauh berkurang selama lebih dari 24 jam.
Tidak mengalami nyeri ataupun kejang otot skletelat.

Pengujian fisik: Tampak pucat. Tanda vital: BP 96/48, P 105, RR 26, T 37,1°C; BB 78 kg, TB
175 cm. Mulut & lidah kering. Gerakan intestinal hiperaktif. Feses cair berdarah.

Laboratorium:
Na 139 mEq/L Ca 8,6 mg/dL K 5,3 mEq/L
Mg 2,1 mg/dL WBC 11,3 × 103/mm3 BUN 48 mg/dL
Hgb 9,1 g/dL SCr 1,8 mg/dL Hct 27,3%
Glu 113 mg/dL Plt 128 × 103/mm3

Diagnosa: Perdarahan saluran cerna terkait Peptic ulcer, menyebabkan anemia & hipovolemia.
Setelah masuk RS pasien mendapatkan terapi intensif dengan infus NaCl dan transfusi darah.
Hasil endoskopi menunjukkan ada ulkus besar parah di bagian antrum lambung, kemudian
dilakukan operasi.

83
Setelah operasi, urin pasien < 100 ml selama 12 jam. Berdasarkan hasil urinalisis pasien
didiagnosa ATN (Acute Tubular Necrosis). Kemudian diterapi dengan furosemide 80 mg IV tiap
8 jam.

5. Penyakit Ginjal Kronis


Ny. DN (80 tahun) baru-baru ini jatuh dari tempat tidur, setelah 2 bulan sebelumnya juga
mengalami hal yang sama. Ia seorang janda yang tinggal bersama kedua putrinya.

Riwayat kesehatan: CKD Stage 4, DM tipe 2, post MI, hipertensi, hipotiroid, COPD,
osteoarthritis, depresi.
Riwayat keluarga: Ibu penderita Alzheimer, meninggal karena CHF di usia 87. Ayah penderita
HTN & hiperlipidemia, meninggal di usia 98 karena infark miokardial.

Riwayat sosial: tidak mengkonsumsi alkohol, tidak merokok.


Alergi terhadap Erythromycin (ruam), Sulfa (anafilaksis).

Pengobatan:
Albuterol Sulfat nebulasi 0.083 % tiap 4 jam PRN
Fluticasone inhaler 100-25 mcg 1 puff 1 d.d.
Insulin Glargine (Lantus) 100u/mL 50 units SC malam
Levotiroxin (Sintroid) 75 mcg 1 tab PO pagi sebelum makan
Propranolol 80 mg 1 tab PO 1 d.d.
Omeprazole 20mg 1 cap PO 1 d.d.
Acetaminophen 325 mg 1 tab PO tiap 6 jam PRN
Bisacodil Supp 10 mg 1 tiap 3.

Tanda vital: TD 176/68, HR 70 detak/menit, RR 20 detak/menit, cm, BB: 63 kg.


Lab:
NA 132 Hgb 10,5 T. Chol 134
K 4,4 Hct 32,4 TG 105
Cl 105 Plt 252 LDL 89
CO2 33 WBC 15,65 HDL 24
BUN 14 MCV 95,3
SCr 0,76
Glu 219 TSH 2,0
eGFR 71 HgbA1c 8,7

84
FARMAKOTERAPI PENYAKIT INFEKSI (Bagian 1)
Penangung Jawab :Sunarti, M.Sc, Apt., dan Yane Dila Keswara, M.Sc., Apt.
Kasus 1: Urinary Track Infection

Seorang anak umur 2 tahun lebih 2 bulan datang bersamanya Ibunya, Ibunya menceritakan kalau
anaknya sering nangis, nafsu makan berkurang, demam, mual muntah dan anaknya kesakitan
sambal memagang pinggang. Bagian selangkangan tampak berwarna kemerahan, anak tersebut
masih memakai popok, dan kalau kencing sedikit-sedikit dan keluar darah . Dokter mendiagnosa
anak tersebut menderita infeksi saluran kemih.

Riwayat keluarga
-
Riwayat penyakit terdahulu
-
Riwayat penggunaan obat

Data pemeriksaan klinik


Suhu : 38,5o C
Nadi : 96 x
RR : 22x
TD : 100/80 mmHg

Data laboratorium :
Jenis Pemeriksaan Hasil
WBC 17.5 x 103 /ml
Hb 9 g/dL
RBC 17,1 x 106/ L
Ferritin 7 mcg/L
Serum Iron 37 mcmol/L
Trombosit 90 cell/m3

85
Na 131 mEq/L
K 4,2 mEq/L
Urea 15 mg/dL
Creatinin 0,9 mg/dL
Hasil Urinalisis
BJ 1.017
Warna Urine Kuning Keruh
pH 8,5
Pasien telah diberikan Terapi
Infus RL 20 Tpm
Kotrimoxazol 3x1 tab
Ibuprofen tab 3x1 tab
Ketoprofen 2x1 tab
Pertanyaan :
1. Buatalah latar belakang singkat tentang patofisiologi dan farmakoterapi pada kasus
diatas?
2. Analisislah kasus diatas dengan metode SOAP, masukan database pasien ( Subyektif,
Obyektif)?
3. Apakah penggunaan obat-obat diatas sudah sesuai? Buatlah assessment dan identifikasi,
usulkan pengatasan problem medik?
4. Jelaskan terapi non farmakologi apa yang anda sarankan pada kasus diatas?
5. Monitoring apa sajakah yang harus dilakukan ?

Kasus 2: Pneumonia

Identitas Pasien

Nama : Tn. S

No Rek Medik :17-02-0837 Pekerjaan : -

Tempt/tgl lahir : 26 Desember 1947

86
Sosial :-

Riwayat masuk rumah sakit :

- STEMI Anterior dgn oedema pulmo

- Pneumonia

- Tifoid

87
88
Pertanyaan :
Buatalah latar belakang singkat tentang patofisiologi dan farmakoterapi pada kasus
diatas?
Analisislah kasus diatas dengan metode SOAP, masukan database pasien ( Subyektif,
Obyektif)?
Apakah penggunaan obat-obat diatas sudah sesuai? Buatlah assessment dan identifikasi,
usulkan pengatasan problem medik?
Jelaskan terapi non farmakologi apa yang anda sarankan pada kasus diatas?
Monitoring apa sajakah yang harus dilakukan ?

KASUS 3 : MALARIA
 Nama : Ny A
 Umur : 28 tahun
 Pekerjaan : IRT

89
 Alamat : Purworejo
Datang berobat tanggal 19 Desember 2016, pukul 14.05
Keluhan utama : demam tinggi disertai menggigil dan muntah-muntah.
RPS: lebih kurang sejak 2 minggu yang lalu pasien demam, kadang menggigil dan berkeringat,
sakit kepala. Nafsu makan menurun, sejak 4 hari yang lalu pasien tidak dapat makan dan minum
lagi.Perut terasa sakit. Apapun yang dimakan dan yang diminum keluar lagi/dimuntahkan. BAB
1 kali sehari konsistensi lembek, warna dbn. BAK dbn, warna seperti teh.Pasien sudah berobat
ke bidan, diberikan obat (os lupa nama obatnya) tetapi tidak ada perubahan.
RPD: Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya.
Riwayat Sosial : Pasien menikah dan sedang hamil 3 bulan
Pemeriksaan umum :
Pasien sadar,Keadaan Umum lemah.
TD:100/60 mmHg, respirasi 32 kali/menit. Nadi : 98 kali/menit, lemah,teratur. Suhu : 38,5
derajat celsius.

Fisik Diagnostik :
- Konjungtiva pucat
- Splenomegali 2 jari di bawah arcus costa
- Lever tdk ada pembesaran
- Kaku kuduk (-)
- Peristaltik usus dbn
Pemeriksaan Laboratorium :
- Hb: 10,2
- RDT Malaria : positif 2 (Malaria mix)

Diagnosa Kerja : Malaria dengan komplikasi.


Diagnosa Banding :
1. Demam tifoid
2. Demam dengue
3. ISPA

Pengobatan :
1. Infus RL 40 tetes/menit ( selang seling dgn dekstrose 5%)
2. Ranitidin intravena/12 jam
3. Artesunat intravena 2,4 mg/kgBB . Diulangi 12 jam kemudian. Selanjutnya Artesunat dgn
dosis yang sama diberikan per 24 jam, sampai penderita mampu makan/minum. Selanjutnya
kalau sudah makan-minum diberikan regimen artesunat+amodiakuin+primakuin (sesuai dosis).
4. Parasetamol 4 x 500 mg secara oral.
5. B compleks 3x1.
Pertanyaan :
1. Analisislah kasus diatas dengan metode SOAP/PAM/FARM!
2. Bagaimana monitoring dan evaluasinya?

90
KASUS 4 : Upper Respiratory Tractus Infection - Otitis Media

Identitas Pasien
Nama Pasien :Tn. Y
Umur : 50 tahun
Diagnosa : Rhinosinusitis, Hipertensi,

SUBYEKTIF (Saat MRS)


Keluhan Utama : Demam, cairan nasal purulen, sakit wajah, hidung tersumbat, sakit
kepala, dankelelahan. Keluhan sudah sejak 5 hari yang lalu dan sudah semakin memburuk
selama beberapa hari terakhir. Batuk, pusing.
Keluhan Tambahan :Tekanan wajah intens saat ia membungkuk ke depan untuk mengikat
sepatunya atau untuk mengambil sesuatu,dan kadang-kadang pusing, tremor, dan
palpitasiselamaperiodeini
Riwayat Penyakit Sekarang : -
Riwayat Penyakit Dahulu :
Infeksi sinus
Hipertensi terkontrol dengan baik
Hiperkolesterol

RiwayatPengobatan :Ibuprofen, Claritin-D


RiwayatKeluarga/Sosial : -
AlergiObat : -
RiwayatSosial :An J tinggal bersama orang tuanya, Kedua orang tuanya adalah perokok,
memelihara hewan peliharaan.

Tanda – tanda vital


Parameter Rujukan Hasil
90-
N 80/menit
120x/menit
20-60x
RR 18x/menit
/menit
T 36,5-370C 38 C
110/70 100/70
TD
mmHg mmHg

Parameter Rujukan Hasil

Jml 4000-
16.000
leukosit 12000/mm3

91
Hb 11-16 12

Hct 40 35

Jml 217000-
218.000
trombosit 497000/mm3

HDL >55 60

LDL <150 90

TG 150 200

Kolesterol
< 200 180
total

TerapiPasien
- Lisinopril 20 mg po setiap hari
- Hydrochlorothiazide 25 mg po setiap hari
- Simvastatin 20 mg po setiap hari
- Ibuprofen 200 mg po sesuai kebutuhan
- Claritin-D 12 jam (desloratadine 2,5 mg / pseudoephedrine 120 Mg) po Q 12 h

Pertanyaan :
1. Apakah terapi yang diberikan sudah tepat? Buatlahkasusdiatasdenganmetode SOAP
2. Apa parameter yang bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan terapi pada pasien diatas?
apakah parameter tsb sudah muncul pada data di atas?
3. Pasien mendapat beberapa antibiotik, bagaimana pendapat anda?
4. Apakah penggunaan obat-obat diatas sudah sesuai dosisnya dan apa sajakah
monitoring yang harus dilakukan?
Berikan PIO yang tepat kepada pasien

92
KASUS 5 : SUPERFICIAL FUNGAL INFECTION (CANDIDA VAGINITIS)

Nama : Ny. S
Umur : 32 th
Alamat : Karanganyar

Keluhan Utama :
Pasien mengalami keluhan gatal di vagina dengan rasa seperti terbakar dan nyeri dirasakan lebih
parah saat setelah melakukan hubungan intim. Nyeri pada vagina juga dialami saat berkemih.
Pasien menemukan cairan putih, kering dan dadih dari vaginanya. 2 minggu yang lalu pasien
pernah pergi ke dokter dan diberi supositoria

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien 3 minggu yang lalu didiagnosis oleh dokternya infeksi Candida vagina. Pasien diberi
supositoria nistatin 100.000 unit secara intravagina selama 14 malam. Setelah minum obat
selama 1 minggu pasien sudah merasa lebih baik. Namun, 3 hari kemudian Dia mulai merasakan
gatal ringan di vagina. Dia pikir itu karena memakai celana dalam dan kemudian berhenti
memakainya, tapi Rasa gatal memburuk dan menjadi cukup parah dengan sensasi terbakar.
Terdapat cairan putih, kering, seperti dadih yang keluar dari vagina. Cairan tersebut tidak berbau
Ini seperti yang dialami 3 minggu yang lalu.

Riwayat Penyakit Terdahulu :


Pasien menderita Diabetes tipe 1 sejak usia 11 tahun. Glukosa darahnya terkontrol dengan baik.
Sering mengalami Ulkus dan infeksi di kaki dan sering diresepkan antibiotik.

Riwayat Sosial :
Pasien sudah menikah dan sedang hamil 7,5 bulan

Riwayat Pengobatan :
Insulin glargine 15 unit pada pagi hari satu tahun lalu
Insulin lispro 6 unit 15 menit sebelum sarapan pagi, 8 unit 15 menit sebelum makan siang, dan
10 unit 15 menit sebelum makan malam selama 4 bulan terakhir
Materna 1x1 pagi hari

Pemeriksaan Umum
TD 120/78 mmHg; BB 70 kg, tinggi 165 cm
Pemeriksaan Cairan Vagina : viskositas kental, berwarna putih, tidak berbau, pH 4.

93
FARMAKOTERAPI PENYAKIT INFEKSI (Bagian 2)
Penanggung Jawab: Lucia Vita I.D., M.Sc., Apt.

PAKET SOAL KELAS B

1. TBC
2. HIV
3. PENYAKIT SEKSUAL MENULAR
4. HEPATITIS
5. INFEKSI GASTROINTESTINAL

KASUS 1. TBC

Data pasien :

Nama : ibu Mw

Usia : 50 tahun

Alamat : Jln bundar 15

Pekerjaan : swasta

BB/TB : 50 kg/ 160 cm

Tanggal masuk RS : 1 Agustus 2013

RIWAYAT MASUK RS

Pasien dibawa ke IGD oleh keluarga, dengan keluhan : badan demam sudah 3 hari, batuk terus
menerus, sesak nafas dan dada sakit, nyeri pada organ-organ perifer, nyeri sendi, mual dan
muntah, disertai jaundice. RR =30 x/menit, TD 140/90 mmHg, suhu 40 Pada pemeriksaan
ditemukan ronchi dan weezing +, nafas basah, pemeriksaan BTA +. Uji kultur menunjukkan
pasien MDR TB

94
RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU

Pasien pernah menjalani pengobatan tuberculosis dan dinyatakan sembuh namun saat ini
kambuh dan mendapat pengobatan dengan paket Obat Anti Tuberkulosis (OAT) kategori 2

Pasien juga memiliki riwayat epilepsy.

Diagnose :

TB Paru, BTA +, ( default )

DM tipe 2

Suspect neuropaty perifer

Pemeriksaan Lab

HB = 10 mg/dL

SGPT = 80 mg/dL

SGOT = 76 mg/dL

AL = 10.000 sel/mm3

Tanda Vital :

RR =30 x/menit, TD 140/90 mmHg

Pengobatan tanggal 1-3 Agt 2013

1. OAT : 2RHZES/1RHZE/5RHE
2. Hp Pro kapsul 1x1
3. Ranitidine injeksi 2x1 iv
4. Infus RL 20tpm
Perkembangan penyakit :

1 /8/13 batuk terus menerus, sesak nafas dan dada sakit, nyeri pada
organ-organ perifer, nyeri sendi, mual dan muntah, disertai

95
jaundice. RR =30 x/menit, TD 140/90 mmHg, suhu 37.9 C
GDS= 240
2/8/13 batuk terus menerus, sesak nafas dan dada sakit, nyeri pada
organ-organ perifer, nyeri sendi, mual dan muntah, disertai
jaundice. RR =28 x/menit, TD 135/90 mmHg, suhu 38 C
3/8/13 batuk terus menerus, sesak nafas dan dada sakit, nyeri pada
organ-organ perifer, nyeri sendi, jaundice berkurang
pasien mengalami konvulsi.
RR 29x/menit, TD 120/90 mmHg, suhu 37 C

KASUS 2. HIV
Data pasien :

Nama : Tn LH

Usia : 3055Ī44 tahun

Alamat : Jln Merbabu 24 Semarang

Pekerjaan : wiraswasta

BB/TB : 35 kg / 160 cm

Tanggal masuk RS : 1 Oktober 2015

Riwayat Masuk RS (RPS) :

Tn RH pasien ODHA (Orang dengan HIV AIDS) masuk RS setelah 1 bulan ini mengalami diare
persisten berlendir, rata-rata 3-5 x dalam 1 hari, 3 hari ini badan terasa lemas, tidak nafsu
makan, mengalami penurunan berat badan, turgor turun. Terdapat lesi/sariawan cukup banyak
pada mukosa mulut yang diduga karena jamur. Terdapat infeksi ptiriasis versicolor (tinea
versicolor)pada 70% kulit disebabkan jamur. Pasien juga mengalami kesulitan BAK, dan nyeri
punggung. Pasien telah menjalani terapi antiretroviral selama 3 bulan.

Diagnosa : HIV stadium 3

CRD (Cronic Renal Disease)

96
Hasil Pemeriksaan Kultur pemeriksaan feses tgl 2 Oktober 2015

Bakteri e colli

S= Sensitive I= Intermediate R=Resisten

Catatan Perkembangan Pasien

Tanggal Pengobatan Perkembangan penyakit


1 Oktober Loperamid tab Diare berlendir 3x, suhu 38C, ptiriasis +, BAK
Infus RL 20 tpm <<
Sistenol 500 mg 3x1 prn Hasil pemeriksaan lab Hb = 11 g/dL, GDS 150
ARV ( TDF +3TC 150 mg tiap 12 mg/dL, kreatinin serum 7 mg/dL, tidak nafsu
jam+NVP 200mg tiap 12 jam) makan.

2 Oktober Loperamid tab 1x1 Diare berlendir 3x, suhu 37C, ptiriasis +, mual,
Infus RL 20 tpm muntah
Sistenol 500 mg 3x1 prn
ARV ( TDF+3TC+NVP)

cefotaxim I
amoksilin S
kloramfenikol I
siprofloksasin I
ofloksasin S
thiamfenikol R
3 Oktober Loperamid tab 1x1 Diare berlendir 3x, suhu 37C, ptiriasis +, mual,
Infus RL 20 tpm muntah.
Sistenol 500 mg 3x1 prn Hb = 13,5 mg/dL, kreatinin serum 7,5 mg/dL
ARV ( TDF+3TC+NVP) CD4 150
Ketokonazol tablet 400 mg/hari
Asam folat 400 g

97
KASUS 3. PENYAKIT SEKSUAL MENULAR
Data pasien :

Nama : Bpk. W

Usia : 33 tahun

Alamat : Jln bundar 24

Pekerjaan : swasta

BB/TB : 45 kg/ 154 cm

Tanggal masuk RS : 1 Agustus 2013

Riwayat Masuk RS :

Seorang pasien laki-laki mengalami nyeri pelvis, demam 4 hari dengan suhu 38-39 C, mual dan
muntah 5x sehari dan pusing, kesakitan bila BAK, Anuria, keluar lendir dan nanah dari alat
kelamin, pasien juga mengalami lesi-lesi pada mukosa kulit pada alat kelamin. Pada
pemeriksaan serologi assay terdeteksi adanya HSV 1 dan HSV 2

Riwayat Penyakit Terdahulu :

Riwayat Hepatitis B

Riwayat Hipertensi

Suspect CRD ( Chronic Renal Disease)

Diagnosa :

Urethritis

STD (Sexual Transmitted Disease)

Herpes Genitalis

Kultur sekret

Jenis AB Kuman N gonorhe M genitalis

98
Ciprofloxacin S R
Penisilin S R
Amoksilin S S
Cefotaxim S S
Ceftriazon R S
Doksisiklin S S
ofloksasin S S
gatifloksasin R S
azitromisin S R

Riwayat Pengobatan :

Nama obat 1/8/13 2/8/13 3/8/13


Infus RL 20 tpm √ √ √
Sistenol tab 3x1 √ √ √
Acyclovir tablet 200 √ √ √
mg 3x1
Cefotaxim inj 1 gram √ √ √
3x1
Azihtromisin 500 mg √ √ √
1x1
Ranitidine inj 2x1 √ √ √
HP pro kaps √ √ √
Parolit ad lib √ √ √

Perkembangan penyakit

Tanggal Perkembangan penyakit


1/8/13 Suhu : 38 C
Anuria ++
Nanah/lendir ++
Nyeri BAK +++
Nyeri pelvis +++
Mual/muntah 6x sehari
Pusing ++
TD 100/80
2/8/13 Suhu : 39 C
Anuria ++
Nanah/lendir ++
Nyeri BAK +++
Nyeri pelvis +++
Mual/muntah 5x sehari
Pusing ++
TD 110/80

99
3/8/13 Suhu : 38 C
Anuria ++
Nanah/lendir +
Nyeri BAK ++
Nyeri pelvis ++
Mual/muntah 5x sehari
Pusing ++
TD 80/60

KASUS 4. HEPATITIS

Pasien Bp X berumur 65 tahun kondisi kesadaran menurun, dirawat di RS (MRS 4 April 2013)
dengan diagnosa Hepatitis kronis, suspect Hepatik Ensevalopati. Keluarga pasien mengatakan
bahwa pasien mengeluhkan perut membesar ± 1 bulan disertai sakit, mual, kadang-kadang
sesak. Sudah 6 hari tidak bisa BAB, BAK tidak lancar sedikit-sedikit (warna kekuningan), nafsu
makan menurun. Kesdaran kadang menurun disertai gangguan emosional, pasien berteriak-teriak
dan mengamuk.

Riwayat penyakit terdahulu : asma dan hipertensi

Riwayat Pengobatan:
Tensivask (Amlodipin), Noperten (Lisinopril), HCT
Berotec, Meptin inhaler, Aminofilin tab, Atrovent, Inflamid, Ventolin
Diltiazem, Hytrin (Terazosin)
Maintate (Bisoprolol), Nifedipin, HCT
ISDN
Tanda Vital
Parameter Tanggal
4/4 5/4 6/4 7/4 8/4 9/4 10/4 11/4 12/4 13/4 14/4 15/4 16/4 17/4 18/4
TD 130/80 130/90 120/70 100/60 110/70 120/80 110/80 110/70 110/70 110/70 90/60 110/70 120/70 110/60 110/70
(mmHg)
36,9 36,5 36,4 36 37 36,4 36,2 36 36,5 36,6 36,5 36,2 36 36,2 36
Suhu (0 C)
Denyut 78 84 79 80 80 80 82 80 85 80 78 82 82 82 82

100
nadi
(/menit)
RR 23 20 22 20 20 20 20 20 20 22 23 22 22 22 22
(/menit)

Data Monitoring
Parameter Tanggal
10/4 11/4 12/4 13/4 15/4 16/4 17/4 18/4
Udem +++ ++ ++ ++ + + + -
Sesak nafas +++ +++ ++ ++ + - - -
Jaundice +++ +++ ++ ++ + + + -
Vol urine (ml) 650 1350 1200 1100 640 1000 1000

Hasil laboratorium
Parameter Normal 3/4 4/4 9/4 11/4 12/4
Creatinin 0,5 – 1,5mg/dL 0,79 0,95
Platelet 150 - 400 x 103/UL 85 ↓ 80 ↓ 31 ↓
Hb 11,0 - 16,0 g/dL 10 ↓ 9↓ 8↓
SGOT 0 – 37 160 ↑
SGPT 0 – 40 96 ↑
Albumin 3,5 – 5 2,6 ↓ 2,6 ↓ 2,8 ↓
Globulin 2,2 – 3,5 4,5 3,9 4
BUN 7,3 4
Glukosa 76 – 110mg/dL 178 ↑

Terapi pasien
Nama obat Regimen Tanggal
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Comafusin hepar: Futrolit √ √ √ √ √ √ √ √
(1:1)
Dexanta syr 3xC1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Ranitidin tab 2x1 ac √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Spironolacton 100 mg 1x1 pc √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Furosemid tab 1x1 pc √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Methioson tab 3x1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Curcuma tab 1-0-0 pc √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Albumin 100cc 1x1 √

101
KASUS 5 INFEKSI GASTROINTESTINAL

BAPAK C th, 50 kg, Mual, muntah 2x sehari sejak kemaren. Perut mulas sekali setiap akan
BAB. BAB 5x sehari, sedikit mencret, lendir (+), darah (+). Panas sejak 4 hari yang lalu. Mata
cekung, mulut lidah kering, suhu badan 39 C. Mual muntah, lambung terasa sangat sakit,
diagnosa dokter appendicitis sejak 3 bulan yll, sudah diberi obat namun tidak sembuh. PAda
pemeriksaan saat ini telah didapati kemungkinan ileus dan perforasi. Pasien menunggu prosedur
pembedahan

RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU :

Hepatitis

Diabetes Mellitus

TD : 110/70 mmHg

HR : 60x permenit

T : 39 C

Na serum : 130 mEq/L

K serum : 3,0 mEq/L

Leukosit : 21,6 x 106 /mm3

pH :
7

Turgor kulit : Menurun

Extrimitas : Hangat

102
Tindakan bedah cito

Kultur kuman Shigella sp

Antibakteri S I R
meropenem S
Imipenem S
Ampicilin S
Amikasin S
Ampicilin S
Cefepime S
Cefoperazon+sulbactam S
Cefoxitin/ methicilin R
Ceftazidim S
Ceftriazon R
Chlorampenicol I
Ciprofloxacin I
Erytromicyn I
Gentamicyn S
Kanamicyn R
kotrimoksazole S
Pengobatan YANG DIRENCANAKAN :

- Cotrimoxazole 2x 1 tab
- Asam nalidiksilat 4x 500 mg
- Ranitidin tablet 2x1 tab
- Parasetamol 3x1 tab
- Antasida 2x1 tab

103
PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI
Penanggung jawab: Samuel Budi H., M.Si., Apt. & Galih Adi Pramana, M.Farm., Apt.

SOAL 1 :

Bila diketahui data-data sebagai berikut :

NO. NAMA OBAT SATUAN HARGA PEMAKAIAN

KEMASAN PERSATUAN RATA-RATA

KEMASAN PER-BULAN

(Rp)

1. Amoksisilin kaplet 500 mg kotak/ 120 kaplet 19.800 1.782 kaplet

2. Na-Diklofenak tablet 50 mg kotak/ 100 tablet 35.550 1.569 tablet

3. Gentamisin salep kulit kotak/25 tube 28.150 128 tube

4. OBH sirup botol / 60 ml 2.200 156 botol

5. Vitamin B kompleks njeksi kotak / 30 amp 14.130 129 amp

6. Otopain tetes telinga botol / 15 ml 25.500 110 botol

Obat – obat tersebut pada akhir tahun habis seluruhnya.

Obat – obat tersebut pada akhir tahun habis seluruhnya.

TUGAS :

1. Hitunglah kebutuhan masing-masing obat tersebut yang perlu diadakan untuk tahun
yang akan datang! (dalam bentuk satuan kemasan).
2. Berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk pengadaan obat-obat tersebut seluruhnya?

104
Lead time nya adalah 2 bulan sedangkan untuk stok pengamannya diperlukan 3 bulan untuk
mengantisipasi bila terjadi kekosongan obat. Setiap tahun ada kenaikan kunjungan rata-rata
5%

SOAL 2 :

Instalasi Farmasi Rumah Sakit Citra Medika menggunakan Amoksisillin kaplet 500 mg
sebanyak 2.000 box per tahun. Harga perbox nya Rp. 50.000,- Biaya penyimpanan
diperkirakan oleh RS adalah 20% dari harga obat tiap box dan biaya pemesanan adalah
Rp.20.000,- sekali order.

Untuk stok pengaman telah ditetapkan sebesar 10 box. Lama pesanan sampai diterima
RS (Lead Time) selama 1minggu dan kebutuhan Amoksisillin kaplet 500 mg tiap
minggunya 42 box.

Kepala Instalasi Farmasi RS XX ingin mengetahui berapa banyak Amoksisillin kaplet 500
mg yang harus dipesan setiap kali pemesanan dan dalamperiode tersebut berapa kali
terjadi pemesanan?Berapakah persediaan yang harus ada untuk dapat dilakukan
pemesanan?

SOAL 3 :

RS.Medika Husada adalah rumah sakit Umum yang berkembang. Di Rumah sakit sudah
melakukan proses perencanan sampai distribusi dengan cukup baik. Salah satu data berikut
yang akan dilakukan dengan proses perencanaan dengan metode ABC. Dari data kebutuhan
obat yang ada di RS.Medika Husada adalah sbb:

No Nama obat Permintaan Harga per tablet


1 Paracetamol 3100 150
2 Amoxicilin 500 mg 5000 500
3 Asam Mefenamat 500 mg 3200 250
4 Meloxicam 7,5 mg 350 800
5 Omeprazole 500 450
6 Simvastatin 10 mg 2050 525
7 Amlodipin 5 mg 3700 500
8 Cefixim 100 mg 1250 2100
9 Metformin 500 mg 4500 550

105
10 Bisoprolol 300 3400

Pertanyaan:

1. Metode apakah yang paling cocok digunakan untuk menentukan pembelian yang tepat?
Jelaskan!
2. Bagaimanakah cara melakukan prioritas pembelian yang tepat sehingga pengadaan obat
menjadi efektif dan efisien
3. Jelaskankeuntungan dan kelebihan metode yang anda pilih tersebut!

SOAL 4 :

RS. SETIA BUDI adalah rumah sakit umum yang melakukan system penyimpanan berdasarkan
sifat dan kategori dari bahan baku khusunya bahan baku yang system penyimpanan khusus
seperti obat high alert medications dan bahan berbahaya dan beracun. Data obat yang ada di
gudang penyimpanan adalah:

1. Lugol
2. Neostigmin
3. Propofol
4. ReagenEsbach
5. Phenobarbital
6. Benedict
7. Rivanol
8. Gas Nitrogen
9. Metanol
10. Heparin
11. Alprazolam
12. Alkohol 70%
13. Eter
14. Hidrogen
peroxide 50%
15. Fixer
16. Endoxan

106
Pertanyaan

a) Berdasarkan data diatas kelompokkan berdasarkan sifat dan keamanan dalam


penyimpanan!
b) Berikan hasil dari pengelompokkan diatas, berikan alasannya berdasarkan mekanime
kerja danefek negatifnya!
c) Sebagai apoteker, bagaimanakah cara anda akan merencanakan system penyimpanan di
gudang farmasi!

SOAL 5 :

RS. Setia Budi membutuhkan amoxicillin 500 mg sebanyak 6.400 box/tahun ( 1 tahun = 320
hari). I box amoxicillin berisi 100 tablet dengan harga Rp.500 setiap tablet. Dalam rangka
pembelian tersebut dibutuhkan biaya-biaya sbb:

-biaya pengiriman pesanan =Rp.10.000/1 kali pesan

-biaya administrasi = Rp.20.000/1 kali pesan

-biaya penyelesaian pemesanan Rp 20.000 / 1 kali pesan

-biaya penyimpanan di gudang = Rp. 1.000 /unit / tahun

Pertanyaan :

1. tentukan EOQ

2. ROP jika Procuremen Lead Time (PLT) selama 6 hari.

3. Gambarkan grafik EOQ, ROP dan SS jika SS ditentukan 500 box

4. sebagai apoteker apakah evaluasi anda dengan kasus ini

107
Galih Adi Pramana, M.Farm., Apt.

Soal 1
Data Penggunaan Obat di Rumah Sakit
Penggunaan Obat Sisa Harga
Nama Obat Satuan Bulan Ke 1 Bulan Ke 2 Bulan Ke 3 stok satuan
FLIXOTIDE NEBULES VIAL 16 4 0 3 11,484
ALBUMINAR 25% 100 ML FLES 2 1 1 1 2,035,000
ALPRAZOLAM 0,5 MG TAB * TABLET 1,510 1,625 1,657 300 604
ALPRAZOLAM 1 MG TAB * TABLET 212 255 225 100 907
AMINOFLUID 500 INFUS SOFTBAG 66 54 15 17 140,983
AMINOFUSIN HEPAR BOTOL 15 19 2 3 127,783
AMINOSTERIL INFANT 6 % INFUS * BOTOL 18 21 18 4 43,450
ANALSIK CAPL KAPLET 2,874 3,389 2,662 300 1,243
ASABIUM 10 MG TAB * TABLET 0 60 43 12 933
ATIVAN 2 MG TABLET 61 29 0 14 3,687
BAQUINOR INFUS 200 MG SOFTBAG 32 7 2 3 222,270
BENOCETAM INFUS BOTOL 9 15 11 4 158,400
BRAXIDIN TAB TABLET 2,052 2,360 2,274 200 902
CLOBAZAM 10 TAB * TABLET 2,164 2,248 1,944 300 941
CRAVIT 750 MG 150 ML INFUS BOTOL 6 14 10 3 349,800
DEX 1/4 S BOTOL 38 45 41 13 12,469
DEX 10% * COLF 104 50 50 17 9,272
DIAZEPAM 2 MG TABLET 1,229 890 944 100 87
FIMAHES SOFTBAG 27 24 25 8 88,000
FIMAHES INFUS BAG 4 9 6 1 125,602
FLUCONAZOLE INFUS BOTOL 7 39 10 8 86,648
FLUCONAZOLE INFUS BOTOL 24 40 47 12 76,198
FRISIUM 10 MG TAB TABLET 73 122 48 23 3,696
GELAFUSAL INFUS BOTOL 49 54 47 14 181,500
ISOFLURANE 250 ML BOTOL 3 2 1 1 1,787,500
KA EN 3B * COLF 56 52 36 12 10,050
KA EN 4B BOTOL 28 39 32 12 19,800
KABIVEN SOFTBAG 10 20 6 7 308,000
KABIVEN 1500 ML BAG 17 27 4 7 522,500
KIDMIN INFUS * BOTOL 65 81 123 40 49,220
LEVOFLOXACIN 500MG INFUS BOTOL 60 28 27 11 39,600
MANITOL 500ML COLF 23 32 25 11 71,687
MERLOPAM 2 MG TAB TABLET 4 36 44 15 3,594
MILOZ 5 MG INJ * AMPUL 297 183 100 10 13,200

1. Buatlah Analisis ABC dari data penggunaan obat diatas


2. Golongkan obat-obat tersebut dalam vital, esensial dan non esensial
3. Buatlah skala prioritas dalam pengadaan obat-obat diatas

108
Soal 2
Data Penggunaan Obat di Rumah Sakit
Penggunaan Obat Sisa Harga Stuan
Nama Obat Satuan Bulan ke1 Bulan ke 2 Bulan ke 3 stok (Rp)
NACL 1000 CC * COLF 326 56 241 40 16,427
NACL 3% BOTOL 32 31 47 11 21,248
NASACORT AQ NASAL SPRAY FLES 2 6 5 2 215,715
NASONEX NASAL SPRAY 60 FLES 0 1 0 1 50,066
NEURODIAL TAB TABLET 0 7 10 5 843
OCTALBIN 25% 100 ML FLES 5 1 4 1 1,668,485
OCTALBIN 5% 250 ML BOTOL 4 6 1 1 1,375,000
OPIZOLAM 0.5 TABLET TABLET 167 122 68 24 1,951
PHENOBARBITAL 30 MG TAB * TABLET 585 671 529 100 108
PLASBUMIN 20% 50 ML BOTOL 18 16 15 4 412,751
PLASBUMIN 25% 100 ML BOTOL 12 7 1 3 2,192,410
PLASBUMIN 25% 100 ML BOTOL 15 18 34 7 1,499,839
PULMICORT RESP 0,25MG/ML AMPUL 236 213 272 25 15,807
RENXAMIN INFUS * BOTOL 69 53 131 23 45,650
RING-AS INFUS DP * SOFTBAG 37 30 51 12 16,500
SANMAG TAB TABLET 1,302 1,058 744 200 785
SEDACUM INJ 5MG/5ML AMPUL 64 48 39 18 24,200
SERETIDE DISKUS 500 MG FLES 8 13 6 3 127,480
SERETIDE 50 INHALER FLES 3 0 5 2 77,141
SERETIDE DISKUS 250 FLES 2 6 6 3 151,074
SERETIDE DISKUS 500 FLES 0 1 0 1 57,209
SEVODEX 250 ML BOTOL 5 4 4 2 2,860,000

1. Dari data di atas hitung Kebutuhan Obat selama 3 bulan Jika Lead Time 15 hari
2. Hitung EOI dan EOQ Jika asumsi biaya pemesanan 8000 dan rata-rata biaya
peyimpanan 20%
3. Dari data kebutuhan yang didapat bagaimana cara pengadaan obat-obat tersebut.

109
Soal 3
Data Penggunaan Obat di Rumah Sakit
Penggunaan Obat Sisa Harga
Nama Obat Satuan Sto Satuan
Bulan Bulan Bulan
ke 1 ke 2 ke 3 k (Rp)
SIBITAL INJEKSI AMPUL 9 7 11 4 9,900
SOJOURN 250ML BOTOL 4 2 2 2 2,860,000
SPIRIVA 18MCG +HH
DUS 1 1 2 1 161,999
COMBOPACK
STESOLID 10MG INJ * AMPUL 176 89 78 19 6,499
STESOLID RECTAL 5MG* TUBE 13 11 17 5 24,829
STESOLID RECTAL 10MG* TUBE 9 8 5 2 36,115
STESOLID SYRUP BOTOL 6 8 4 2 32,736
SYMBICORT TURB 80/60 FLES 1 0 1 1 125,615
SYMBICORT TURB 160/120 FLES 2 2 4 1 233,215
SOFTBA
TOTILAC INFUS 54 20 27 11 90,000
G
SOFTBA
TOTILAC INFUS 250ML 41 28 11 10 107,525
G
TRICHODAZOLE 500MG
BOTOL 106 36 19 13 91,025
INFUS
SOFTBA
TUTOFUSIN OPS INFUS 32 45 27 11 39,325
G
VALAMIN INFUS BOTOL 90 81 78 30 47,106
VALISANBE 2 MG TAB TABLET 24 23 45 7 180
VALISANBE 5 MG TAB TABLET 200 108 367 50 244
VOLUVEN INFUS BOTOL 21 35 30 12 24,684
VOLUVEN 6% BOTOL 16 11 5 6 168,300
FLABO
WIDAHES 5 5 5 2 154,935
T
ZYPRAS 0,5 MG TAB TABLET 321 404 422 100 2,750
ZYPRAS 1 MG TAB TABLET 798 454 424 50 4,004

1. Dari data penggunaan obat diatas kelompkkan yang termasuk hight allert medication
berikan alasannya
2. Bagaimana penyimpanan dan penataan obat-obat diatas berikan ilustrasi bagaimana
penyimpanan dan penataan obat tersebut

110
Soal 4
Jelaskan mengenai sistem distribusi obat di rumah sakit
Kerjakan contoh resep diwah ini sampai obat diserahkan kepada pasien, termasuk
sistem distribusi yang mana

111
Soal 5

Jika di suatu rumah sakit di temukan seperti pada gambar bagaimana pendapat suadara
sebagai seorang apoteker, serta apa yang seharusnya dilakukan.

112