Anda di halaman 1dari 7

JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 1

UNTAI AC (RANGKAIAN RLC)


(PERCOBAAN-6)
Elsa Zakiati, Aprilia Dwi Anggraeni, Fitriani Setiasih,Lily Herlinawati, Nor Hasanah , Norisa Afrida Rianti,
Wahyu Aji Pratama dan Andy Azhari
Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Lambung mangkurat (UNLAM)
Jl. Brigjen H. Hasan Basri, Banjarmasin 70123
e-mail: info@unlam.ac.id

hubungan seri dan paralel, serta menentukan besar


Abstrak— Abstrak.
impedanzi (z) dari ketiga sirkuit.
Percobaan bertujuan mengetahui karakteristik, sifat
komponen sirkuit AC, membedakan sirkuit dengan RC, RL, II. KAJIAN TEORI
RCL dalam hubungan seri dan paralel, menentukan
impedansi(Z) ketiga sirkuit RC, RL, RLC metodenya Tegangan output (V) dari suatu sumber
mengubah rangkaian dan membaca tegangan yang terbaca tegangan AC, biasanya bervariasi dengan
pada multimeter menggunakan persamaan-persamaan
prosedural diperoleh nilainya sehingga diketahui
oerubahan waktu (t) sesuai dengan persamaan :
perbandingan nilai impedansi pada rangkaian RC untuk R 1
dan R2 berturut-turut 93,23716745%; 103,9932388%, RL
𝑉 = 𝑉0 sin(2𝜋𝑓𝑡) (3)
92,43409791%; 96,50924025% RCL 92,26267669%;
95,76159809% hasil ini sudah sesuai saat resitansi
diperbesar maka nilai impedansi juga sebanding. Dimana V0 adalah tegangan maksimum dan f adalah
frekuensi. Ini berarti bahwa polaritas dari sumber berubah
dua kali setiap pulsa, dan arah aliran arus akan berubah
Kata Kunci— Impedansi, Arus, Tegangan, Sirkuit, dalam setiap pulsa tersebut.
Kapasitansi Voltmeter dan amperemeter AC mengukur harga rata-rata
kuadrat (Root Mean Square) RMS dari tegangan dan arus.
Nilai RMS ini menghubungkan nilai tegangan maksimum,
I. PENDAHULUAN Vm oleh persamaan :

𝑉𝑚

R angkaian listrik AC senantiasa mengalir arus bolak-


𝑉𝑒 =
√2
(4)

balik dimana arusnya yang berbalik arah secara teratur. Dan untuk eksperimen ini kita akan selalu menggunakan
Rangkaian AC juga disebut rangkaian resesif murni, sirkuit nilai RMS, yang juga biasa disebut sebagai nilai efektif.
AC biasanya berisi dua atau lebih dari ketiga kuantiatas Hukum Ohm untuk resistor dalam sirkuit AC adalah:
yakni resistansi, kapasitansi, dan induktansi. Resistansi total
yang mengkombinasikan ketiga elemen tersebut disebut 𝑉 = 𝐼𝑅 (5)
impedanzi (Z). Pada resistor murnia yang dialiri arus AC Kapasitor dan induktor adalah elemen-elemen penting
diperoleh beda tegangan antara ujung-ujung resistor murni. dalam sirkuit AC. Elemen-elemen tersebut bergantung pada
Dari latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah karakteristik-karakteristik fisis dan frekuensi dari teganagn
yaitu "Bagaimana karakteristik dan sifat-sifat dari yang di aplikasikan untuk menghasilkan arus adalah suatu
komponen-komponen sirkuit AC (alternatif current)?", konstanta yang disebut reaktansi. Reaktansi kapasittif dan
bagaimana perbedaan antara sirkuit dengan resistansi (R), reaktansi Induktif yang masing-masing disimbolkan dengan
dan kapasitansi (C) dalam hubungan seri dan paralel, sirkuit Xc dan XL, dan satuan keduanya adalah Ohm (Ω). Untuk
dengan resistansi dan induktansi (L) dalam hubungan seri mendefinisikan kedua reaktansi tersebut dapat dilihat dalam
dan paralel, serta sirkuit RLC dalam hubungan seri dan hubungan:
paralel, bagaimana menentukan besar impedanzi (z) dari
𝑉𝑐 1
ketiga sirkuit"? = 𝑋𝑐 = (6)
𝐼 2𝜋𝑓𝐶
𝑉𝐿
Adapun tujuan percobaan adalah mengetahui karakteristik = 𝑋𝐿 = 2𝜋𝑓𝐿 (7)
𝐼
dan sifat-sifat dari komponen-komponen sirkuit AC
(alternatif current), dapat membedakan antara sirkuit Diaman f adalah frekuensi dalam hertz (Hz). C adalah
dengan resistansi (R), dan kapasitansi (C) dalam hubungan kapasitansi daloam farad (F), dan L adalah induktansi dalam
seri dan paralel, sirkuit dengan resistansi dan induktansi (L) henry (H).
dalam hubungan seri dan paralel, serta sirkuit RLC dalam
JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 2

Sirkuit AC biasanya berisi dua atau lebih dari ketiga


kuantitas: resistansi, akapasitansi, dan induktansi, dimana
masing-masing disimbolakn dengan R,C, dan L. Resistansi
total yang mengkombinasi ketiga elemen tersebut disebut
Gambar 3. Pembagaian arah vektor dari reaktansi dalam
impedansi (Z). Impedasnsi merupakan perbandinagn antara sirkuit.
teganagn yang dioperasikan dengan arus yang mengalir
dalam rangkaian adau dalam hukum ohm untuk sirkuit AC: Dengan jalan yang sama, tegangan total yang melintasi
ketiga elemen dapat ditentukan dengan :
𝑉 = 𝐼𝑍 (8)
𝑉 2 = 𝑉𝑅 2 + (𝑉𝐿 2 − 𝑉𝐶 2 ) (10)
Ketika reaktansi “murni” membawa arus AC, maka
Catatan bahwa dalam persamaan 7 dan 8 adalah mungkin
perbedaan potensial yang melintasi resistor adalah sefase
beberapa faktor menjadi nol ketika sirkuit kekuranagn satu
dengan arus. Ini berartibahwa tegangan nol, maka arus juga atau lebih dari ketiga elemen tersebut.
nol, ketika tegangan mencapai maksimum, maka arus juga Dari dagram 2 kita lihat bahwa sudut fase φ antara
mencapai nilai maksimum. Ini tidaklah berlaku sepenuhnya teganagn dan arus diberikan oleh:
untuk induktor dan kapasitor. Tegangan yang melintasi
𝑥
suatu kapasitor adalah nol ketika arus bernilai maksimum, tan 𝜑 = (11)
𝑅
dan ketika maksimum, arus justru menjadi nol. Kita katakan
bahwa tegangan mendahului arus denagn fase sebesar 900. Dimana x adalah reaktansi total dan R adalah resistansi
Hal yang sama juga terjadi pada induktor kecuali bahwa total.[5]
tegangan didahului oleh arus denan fase sebesar 900.
III. METODE PERCOBAAN
Karena fase-fase tersebut berhubungan, tegangan dari
elemen RLC harus digambarkan dalam bentuk diagram A. Alat dan Bahan.
vktor hubungan untuk tegangan yang melintasi ketiga Pada percobaan ini alat dan bahan yang dibutuhkan
elemen tersebut ketika dihubungkan seri pada suatu sumber adalah power supply sebanyak 1 buah, multimeter digital
AC. sebanyak 4 buah, basicmter 2 buah, resistor sebanyak 2
buah, kapasitor sebanyak 1 buah, induktor sebanyak 1 buah,
dan kabel penghubung sebanyak 12 buah.
B. Rumusan Hipotesis.
Untuk ketiga percobaan, jika semakin tinggi nilai resistor
yang digunakan maka tegangan serta nilai impedansi juga
akan tinggi nilainya.
GG C. Identiikasi dan Definisi Operasional Variabel (DOV)
Gambar 2. Vektor Hubungan Reaktansi Dalam Identifikasi variabel.Percobaan 1 (sirkuit RC
hubungan seri). Untuk variabel manipulasi yaitu rersistansi
Hal yang sama pada gambar 2 menunjukkan vektor resistor. Sedangkan untuk variabel respon adalah tegangan
hubungan untuk resistansi dan reakstansi dari ketiga elemen pada resistor, teganagn pada kapasitor, dan tegangan total.
ketika dihubungkan secara seri. Sebagai contoh bahwa, V L Dan untuk variabel kontrol adalah kapasitansi kapasitor,
tidak mengindikasi bahwa tegabfab melintasi induktor tetapi tegangan sumber, dan frekuensi PLN.
teganagn yang bersifat induktansi. Percobaan 2 (sirkuit RL hubungan seri). Untuk
Tegangan, resistansi dan reaktansi yang ditunjukkan sebagai variabel manipulasi yaitu reistansi resistor. Sedangkan untuk
3 vektor memiliki panjang yang proporsional pada besar variabel respon adalah tegangan pada resistor, tegangan
dari kuantitas dan memiliki arah seperti yang pada induktor, dan tegangan total. Dan untuk variabel
ditunjukkan pada gambar 1. Gambar 2 menunjukkan vektor kontrol adalah jumlah lilitan pada induktor, tegangan
pelengkap dari ketiga vektor yang ditunjukkan pada gambar sumber, dan frekuensi PLN.
2. Dari diagram disamping, kita lihat bahwa impedansi dari Percobaan 3 (sirkuit RLC hubungan seri). Untuk
sirkuit diberikan oleh: variabel manipulasi yaitu resistansi resistor. Sedangkan
𝑍 2 = 𝑅2 + 𝑋 2 = 𝑅2 + (𝑋𝐿 − 𝑋𝐶 )2 (9) untuk variabel respon adalah tegangan pada resistor,
tegangan pada kapasitor, tegangan pada induktor dan
tegangan total. Dan untuk variabel kontrol adalah
kapasitansi kapasitor, jumlah lilitan pada induktor, tegangan
sumber, dan frekuensi.
Definisi operasional variabel. Percobaan 1 (sirkuit
RC hubungan seri). Untuk DOV Manipulasi, resistansi
JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 3

resistor didefinisikan sebagai kemampuan resistor untuk yang ditetapkan sebesar 12 V. Dan frekuensi PLN adalah
menghambat arus listrik yang diubah-ubah sebanyak 2 kali besarnya frekuensi arus bolak-balik yang diperoleh dari
yaitu sebesar 27 Ω dan 47Ω. Sedangkan untuk DOV PLN yang ditetapkan sebesar 50 Hz.
Respon, tegangan pada resistor didefinisikan sebagai
D. Langkah Percobaan
besarnya beda potensial pada ujung-ujung resistor yang
a. Percobaan 1 (sirkuit RC hubungan seri).
terbaca oleh voltmeter dalam satuan volt. tegangan pada
Langkah perama adalah menghubungkan sirkuit
kapasitor adalah besarnya beda potensial antara ujung-ujung
pada gambar 4a pada rancangan percobaan.
kapasitor yang terbaca oleh voltmeter dalam satuan volt, dan
Dengan menggunakan voltmeter AC untuk
tegangan total adalah teganagn gabungan antara tegangan
mengukur tegangan pada kapasitor (titik A dan
pada kapasitor dan resistor yang juga terbaca oleh voltmeter
B), dilanjutkan pada resistor (titik B dan G), dan
dalam satuan volt. Dan untuk DOV Kontrol adalah
kemudian pada kedua elemen (titik A dan G).
kapasitansi kapasitor yang didefinisikan sebagai
Selanjutnya mengulangi kegiatan tersebut untuk
kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik yang
nilai resistor yang bervariasi hingga 2 kali. Lalu
ditetapkan sebesar 2,2 10-3F, tegangan sumber adalah
dengan menggunakan hukum ohm untuk
besarnya tegangan yang tertulis pada power supply yang
menentukan arus yang mengalir pada resitor yang
ditetapkan sebesar 12 V. Dan frekuensi PLN adalah
merupakan arus dari keseluruhan elemen dari
besarnya frekuensi arus bolak-balik yang diperoleh dari
sirkuit sei. Lalu mencatat hasil pengukuran pada
PLN yang ditetapkan sebesar 50 Hz.
tabel pengamatan. Selanjutnya dari data yang
Percobaan 2 (sirkuit RL hubungan seri). Untuk DOV 𝑉𝑐
Manipulasi, resistansi resistor didefinisikan sebagai diperoleh dengan menggunakan persamaan Xc=
𝐼
kemampuan resstor untuk menghambat arus listrik yang hitung nilai Xcdan bandingkan hasilnya dengan
diubah-ubah sebanyak 2 kali yaitu sebesar 27 Ω dan 47Ω. melibatkan frekuensi standart (50Hz). Lalu
Sedangkan untuk DOV Respon, tegangan pada resistor melanjutkan dengan menghitung nilai impedansi
didefinisikan sebagai besarnya beda potensial pada ujung- sirkuit dengan dengan menggunakan persamaan
ujung resistor yang terbaca oleh voltmeter dalam satuan 𝑍 = √𝑅2 + (𝑋𝐿 − 𝑋𝐶 )2 dengan Xc yang telah
volt. tegangan pada induktor adalah besarnya beda potensial diperoleh, dan dengan nilai ini, hitung besar
antara ujung-ujung induktor yang terbaca oleh voltmeter tegangan pada sirkuit dengan menggunakan
dalam satuan volt, dan tegangan total adalah teganagn persamaan 𝑉 = 𝐼𝑍. Hitunglah persen perbedaan
gabungan antara tegangan pada induktor dan resistor yang antara nilai tegangan ini dengan nilai teganagn
juga terbaca oleh voltmeter dalam satuan volt. Dan untuk yang diukur.
DOV Kontrol adalah jumlah lilitan yang didefinisikan b. Percobaan 2 (sirkuit RL hubungan seri).
sebagai lilitan pada induktor yang ditetapkan sebesar 150, Langkah pertama adalah dengan
tegangan sumber adalah besarnya tegangan yang tertulis menghubungkan sirkuit pada gambar 4b. Lalu
pada power supply yang ditetapkan sebesar 12 V. Dan menggunakan voltmeter AC untuk mengukur
frekuensi PLN adalah besarnya frekuensi arus bolak-balik tegangan pada induktor (titik A dan B),
yang diperoleh dari PLN yang ditetapkan sebesar 50 Hz. dilanjutkan pada resistor (titik B dan G), dan
Percobaan 3 (sirkuit RLC hubungan seri). Untuk kemudian pada kedua elemen (titik A dan G).
DOV Manipulasi, resistansi resistor didefinisikan sebagai Selanjutnya mengulangi kegiatan tersebut untuk
kemampuan resistor untuk menghambat arus listrik yang nilai resistor yang bervariasi hingga 2 kali. Lalu
diubah-ubah sebanyak 2 kali yaitu sebesar 27 Ω dan 47Ω. dengan menggunakan hukum ohm untuk
Sedangkan untuk DOV Respon, tegangan pada resistor menentukan arus yang mengalir pada resitor yang
didefinisikan sebagai besarnya beda potensial pada ujung- merupakan arus dari keseluruhan elemen dari
ujung resistor yang terbaca oleh voltmeter dalam satuan sirkuit sei. Lalu mencatat hasil pengukuran pada
volt. tegangan pada induktor adalah besarnya beda potensial tabel pengamatan. Selanjutnya dari data yang
antara ujung-ujung induktor yang terbaca oleh voltmeter diperoleh dengan menggunakan persamaan X L=
dalam satuan volt, tegangan pada kapasitor adalah besarnya 𝑉
X c= 𝐿 , induktor yang (persamaan 2𝜋𝑓𝐿).
beda potensial antara ujung-ujung kapasitor yang terbaca 𝐼
Kemudian menghitung nilai impedansi (Z) sirkuit
oleh voltmeter dalam satuan volt dan tegangan total adalah
dengan menggunakan persamaan
tegangan gabungan antara tegangan pada induktor, kapasitor
dan resistor yang juga terbaca oleh voltmeter dalam satuan 𝑍 = √𝑅2 + (𝑋𝐿 − 𝑋𝐶 )2 dengan XL yang telah
volt. Dan untuk DOV Kontrol adalah jumlah lilitan yang diperoleh, dan dengan nilai ini, hitung besar
didefinisikan sebagai lilitan pada induktor yang ditetapkan tegangan pada sirkuit dengan menggunakan
sebesar 150, kapasitansi kapasitor yang didefinisikan persamaan 𝑉 = 𝐼𝑍. Hitunglah persen perbedaan
sebagai kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan antara nilai teganagn ini dengan nilai teganagn
listrik yang ditetapkan sebesar 2,2 10-3F,tegangan sumber yang diukur.
adalah besarnya tegangan yang tertulis pada power supply c. Percobaan 3 (sirkuit RLC hubungan seri).
JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 4

Langkah yang pertama dilakukan adalah


menghubungkan sirkuit seperti gambar 4c. Lalu
dengan menggunakan voltmeter AC, mengukur Gambar 4c. Rancangan percobaan sirkuit RL
tegangan yang ada pada setiap komponen dan
tegangan total yang ada pada sirkuit (titik A dan E. Tabel Pengamatan
G). Kemudian dengan menggunakan hukum Ohm 1. Tabel 1. Hasil Percobaan Sirkuit RC
untuk menentukan arus yang melalui resistor, Resistansi
yang merupakan arus total sirkuit. Lalu mencatat NO Resistor (Vc±0,01)V (VR±0,01)V (VT±0,01)V
data yang diperoleh pada tabel pengamatan. (Ω)
1
Kemudian menggunakan tegangan total dan arus
total yang terukur untuk menghitung impedansi 2
(Z) dari sirkuit dengan menggunakan persamaan
𝑉 = 𝐼𝑍 di atas. Lalu menggunakan nilai-nilai 2. Tabel 2. Hasil Percobaan sirkuit RL
reakstansi XL, XC, dan RL yang diperoleh dari Resistansi
kegiatan sebelumnya untuk menghitug impedansi NO Resistor (VL±0,01)V (VR±0,01)V (VT±0,01)V
(Z) dan menggunakan persamaan 𝑍 = (Ω)
1
√𝑅2 + (𝑋𝐿 − 𝑋𝐶 )2 . Kemudian menentukan
presentase antara kedua nilai Z tersebut. 2

Rancangan Percobaan.

3. Tabel 3. Hasil Percobaan Sirkuit RLC

Resistansi
Resistor
NO (Ω) (VR±0,01)V (VL±0,01)V (VC±0,01)V (VT±0,01)V

Gambar 4a. Rancangan percobaan sirkuit RC. 4. Perbandingan Nilai Resistor

NO R teori (Rpercobaan±0,01)Ω

F. Teknik Analisis

Gambar 4b. Rancangan percobaan sirkuit RL Rangkaian RC Seri


 Arus yang mengalir
𝑉𝑅
𝐼=
. 𝑅
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝐼 ± ∆𝐼)𝐴

 Reaktansi Kapasitif
𝑉𝐶
𝑋𝑐 =
𝐼
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑋𝑐 ± ∆𝑋𝑐 )Ω

 Reaktansi Kapasitif Teori


1
𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝑐

 Impedansi Secara Percobaan


JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 5

𝑉𝐶
𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐶 2 𝑋𝑐 =
𝐼
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑍 ± ∆𝑍)Ω 𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑋𝑐 ± ∆𝑋𝑐 )Ω

 Impedansi Secara Teori  Reaktansi Kapasitif Teori


1
𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐶 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 2 𝑋𝑐 =
2𝜋𝑓𝑐
 Tegangan Total
 Impedansi Secara Percobaan
𝑉 = √𝑉𝑅 2 + 𝑉𝐶 2
𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐶 2
 Perbandingan Impedansi 𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑍 ± ∆𝑍)Ω
𝑍𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖
× 100%  Impedansi Secara Teoritis
𝑍𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
Rangkaian RL Seri 𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐶 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 2
 Arus yang mengalir
𝑉𝑅  Tegangan Total teoritis
𝐼=
𝑅 𝑉 = √𝑉𝑅 2 + 𝑉𝐶 2
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝐼 ± ∆𝐼)𝐴

 Reaktansi Induktif  Perbandingan Impedansi


𝑉𝐿 𝑍𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖
𝑋𝐿 = × 100%
𝐼 𝑍𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑋𝐿 ± ∆𝑋𝐿 )Ω
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
 Reaktansi Induktif Teori
𝑋𝑙 = 2𝜋𝑓𝐿 A. Hasil
𝐿 = 𝜋𝑁 2 𝐴 Komponen yang digunakan
R1 = 27 Ω
 Impedansi Secara Percobaan R2 = 47Ω
C = 2,2 x 10-3 F
𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐿 2 N = 150 lilitan
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑍 ± ∆𝑍)Ω VS = 12 Volt

 Impedansi Secara TeoriTIS a. Tabel 1. Hasil Percobaan Sirkuit RC


Resistansi
𝑍 = √𝑅2 + 𝑋𝐿 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 2 NO Resistor (Vc±0,01)V (VR±0,01)V (VT±0,01)V
(Ω)
 Tegangan Total
1 27 1,20 10,40 11,30
2 2
𝑉 = √𝑉𝑅 + 𝑉𝐿 2 47 0,90 10,75 11,26

 Perbandingan Impedansi
𝑍𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 b. Tabel 2. Hasil Percobaan sirkuit RL
× 100% Resistansi
𝑍𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
NO Resistor (VL±0,01)V (VR±0,01)V (VT±0,01)V
Rangkaian RLC Seri (Ω)
 Arus yang mengalir 1 27 0,27 11,30 10,90
𝑉𝑅
𝐼= 2 47 0,20 11,38 10,86
𝑅
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝐼 ± ∆𝐼)𝐴
 Reaktansi Induktif
𝑉𝐿
𝑋𝐿 = c. Tabel 3. Hasil Percobaan Sirkuit RLC
𝐼
𝑃𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑠𝑖𝑘𝑎 = (𝑋𝐿 ± ∆𝑋𝐿 )Ω
Resistansi
Resistor
 Reaktansi Induktif Teori NO (Ω) (VR±0,01)V (VL±0,01)V (VC±0,01)V (VT±0,01)V
𝑋𝑙 = 2𝜋𝑓𝐿
𝐿 = 𝜋𝑁 2 𝐴 1 27 9,50 9,60 1,40 11,04

2 47 10,10 0,29 1,66 11,26


 Reaktansi Kapasitif
JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 6

d. Perbandingan Nilai Resistor kedua nilai arus yang mengalir yaitu sebesar
(0,2368±0,0002)A dengan ketidakpastian relatif sebesar
NO R teori (Rpercobaan±0,01)Ω 0,108407% dan derajat kepercayaan sebesar 99,891593%.
Kemudian nilai reaktansi induktif untuk percobaan pertama
1 27 29,20 diperoleh nilai sebesar (0,698±0,027)Ω dengan
ketidakpastian relatif sebesar 3,832904% dengan derajat
2 47 48.70 kepercayaan sebesar 96,1671%, yang kedua nilainya sebesar
(0,844±0,043) Ω dengan ketidakpastian relatif sebesar
5,08446% dan derajat kepercayaan sebesar 94,91554%,
B. Analisis sedangkan nilai reaktansi induktif secara teoritis untuk
Pada percobaan kali ini dilakukan dengan 3 kali nilainya sebesar 3,59 10-4H, lalu nilai impedansi secara
pengmatan yang pertama sirkuit RC, sirkuit RL dan sirkuit percobaan untuk percobaan pertama nilainya (29,1±0,25)Ω
RLC dengan memanipulasi resistor untuk ketiganya, tetapi dengan ketidakpastian relatif sebesar 0,85365% dengan
respon nya masing-masing berberda. Untuk percobaan derajat kepercayaan sebesar 99,1463% lalu kedua nilainya
pertama yaitu sirkuit RC yang direspon adalah tegangan (48,7±1,0)Ω, kemudian ketidakpastian relatifnya sebesar
kapasitor, tegangan pada resistor dan tegangan total, 2,100357112 % dan derajat kepercayaanya sebesar
sedangkan pada rangkaian sirkuit RL variabel yang direspon 97,89964289%. Lalu nilai impedansi secara teoritisnya
adalah tegangan induktor, tegangan pada resistor, dan sebesar untuk untuk nilai impedansi yang pertama adalah 27
tegangan total, lalu pada percobaan sirkuit RLC variabel Ω dan yang kedua 47 Ω. Nilai tegangan total secara teoritis
yang direspon yaitu tegangan pada resistor, tegangan pada untuk nilai yang pertama yaitu sebesar 11,3032252V, nilai
induktor, tegangan pada kapasitor dan tegangan total, lalu kedua yaitu 11,38175733V sedangkan perbandingan nilai
mencari perbandingan nilai resistansi resistor secara teori impedansi nya untuk nilai pertama 92,43409791% yang
maupun percobaan yang nilainya diukur menggunakan kedua 96,50924025%
multimeter.
Ketiga rangkaian RLC seri untuk nilai arus yang mengalir
Pada percobaan pertama yaitu rangkaian sirkuit RC atau dengan resistansi 29,20 Ω, diperoleh nilainya sebesar.
sirukuit resistansi dan kapasitansi dalam hubungan seri. (0,3253±0,0004)A, dengan ketidakpastian relatif sebesar
Pada rangkaian ini diperoleh arus yang mengalir dengan 0,13950658 dan derajat kepercayaan sebesar 99,86045942%
𝑉
persamaan 𝐼 = 𝑅 untuk percobaan pertama dengan resistor sedangkan dengan resistansi 48,70 Ω diperoleh nilai kuat
𝑅 arus yang mengalir sebesar (0,2074±0,0002)A dengan
yang resistansi secara percobaan sebesar (29,20±0,01)Ω
ketidakpastian relatif sebesar 0,119544% dan derajat
sebesar (0,3562±0,0005)A dengan ketidakpastian relatif
kepercayaan sebesar 99,880456%. Lalu nilai reaktansi
sebesar 0,1304% dan derajat kepercayaan sebesar 99,8696%
induktif secara percobaan untuk percobaan pertama yakni
untuk percobaan kedua dengan resistansi percobaan sebesar
nilainya sebesar (1,84±0,03) Ω, dengan ketidakpastian
(10,75±0.01) Ω dengan persamaan yang sama nilai arus
relatif 1,789627% dengan derajat kepercayaan sebesar
yang mengalir yaitu sebesar (0,2207±0,0003)A dengan
98,210373% lalu untuk nilai yang kedua yaitu sebesar
ketidakpastian relatif 0,11355% dan derajat kepercayaan
(1,40±0,05)ohm.., dengan ketidakpastian relatif sebesar
sebesar (0,2207±0,0003)A. Kemudian untuk nilai reaktansi
𝑉 3,544707862% dengan derajat kepercayaan sebesar
kapasitif percobaan diperoleh dengan persamaan 𝑋𝐶 = 𝐶 . 96,45529214%. Kemudian nilai reaktansi induktif (teori)
𝐼
Diperoleh nilai untuk percobaan pertama sebesar diperoleh nilai nya sebesar 0,113 Ω, kemudian nilai untuk
(3,369±0,033)Ω dengan ketidakpastian relatif sebesar reaktansi kapasitif secara percobaan untuk nilai yang
0,9737% derajat kepercayaan 99,0263% lalu percobaan pertama yaitu (4,304±0,0360) Ω, dengan ketidakpastian
kedua nilainya sebesar (4,08±0,05)Ω dengan ketidakpastian relatif sebesar 0,83724% dan derajat kepercayaan sebesar
realtif sebesar 1,24704% dan derajat kepercayaan sebesar 99,16276%. Untuk nilai yang kedua yaitu sebesar
98,75296% lalu reaktansi kapasitif secara teori nilainya (8,00386±0,05593) Ω dengan ketidakpastian relatif sebesar
sebesar 1,4476 Ω, dan impedansi secara percobaan untuk 0,698842% dan derajat kepercayaan 99,301158%.
percobaan pertama nilainya (29±4) Ω, ketidakpastian relatif Kemudian nilai reaktansi kapasitif secara teori nilainya
sebesar 13,09090484% dan derajat kepercayaannya sebesar 1,4476 Ω kemudian nilai untuk impedansi secara percobaan
86,90909516% sedangkan untuk percobaan kedua nilainya untuk percobaan pertama (29,3±0,76) Ω, dengan
sebesar (48,9±1,2)Ω dengan ketidakpastian relatif sebesar ketidakpastian relatif sebesar 2,595939136% dengan derajat
2,405826261% dengan derajat kepercayaan 97,59417374%. kepercayaan sebesar 97,40406086% untuk nilai yang kedua
Lalu impedansi secara teoritis untuk nilai resistansi yang yaitu (49,1±0,9) Ω dengan ketidakpastian relatif sebesar
digunakan secara teoritis pula yaitu 27 Ω, sehingga 1,969898475% dan derajat kepercayaannya sebesar
diperoleh nilai impedansinya sebesar 27,03877856 Ω dan 98,03010153%. Untuk nilai impedansi secara teoritis
untuk nilai kedua resistansi sebesar 47 Ω, diperoleh nilai nilainya untuk yang pertama sebesar 27,03296427 Ω, nilai
47,02228776 Ω. Kemudian nilai untuk tegangan total yang kedua sebesar 47,01894466 Ω, tegangan total secara
keduanya yaitu tegangan total pertama sebesar teoritis untuk tegangan total yang pertama nilainya
10,46900186V, yang kedua sebesar 10,78760863V. 9,533624704V, sedangkan tegangan total yang kedua
Perbandingan impedansi untuk percobaan pertama nilainya 10,19249234V. Kemudian untuk nilai perbandingan
93,23716745% dan kedua sebesar 103,9932388%. impedansi untuk yang pertama nilainya 0,226267669% nilai
yang kedua sebesar 95,76159809%
Rangkaian RL seri untuk nilai arus yang mengalir pada
percobaan pertama nilainya sebesar (0,3870±0,0005)A, Pada percobaan kali ini yang bertujuan mengetahui
dengan ketidakpastian relatif sebesar 0,122742% dan derajat karakteristik dan sifat-sifat dari komponen-komponen sirkuit
kepercayaannya sebesar 99,877258% lalu untuk percobaan AC (Alternating Current), dalam hal ini terdapat resistor
JURNAL PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK 7

yang berfungsi sebagai pengatur dalam membatasi jumlah Pada ketiga rangkaian ini bisa disimpulkan nilai resistor
arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya yang semakin besar nilai impedansinya juga sebanding atau
resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai sama-sama membesar.
dengan kebutuhan, sedangkan kapasitor adalah suatu
komponen listrik yang dapat menyimpan muatan listrik di
dalam medan listrik sampai batas waktu tertentu dengan UCAPAN TERIMAKASIH
cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari
muatan arus listrik. Kemudian induktor adalah sebuah Penulis E.Z mengucapkan rasa syukur kepada Allah
SWT karena berkat rahmat-Nya dapat menyelesaikan
komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi
laporan ini dengan lancar dan mengucapkan terimakasih
pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang
kepada Bapa Abdul Salam M , M.Pd selaku dosen
melintasinya disamping itu fungsi induktor juga dapat
menahan arus bolak-balik (AC) serta dapat meneruskan atau pembimbing. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada
meloloskan arus searah DC. Ka Andy Azhari selaku asisten praktikum Untai AC
(Rangkaian RLC) selama pengambilan data dan
Pada percobaan rangkaian RC seri dapat diketahui dari pembahasan perhitungan telah membantu menyelesaikan
data perhitungan yang diperoleh saat resistansi resistor laporan ini, serta penulis ucapkan terimakasih kepada kedua
nilainya diperbesar tegangan pada kapasitor cenderung orang tua dan kedua kakak yang selalu mendukung dan
menurun, tetapi tegangan di resistor sendiri naik karena mendoakan. Terakhir penulis mengucapkan terimakasih
resistansinya juga membesar. Saat nilai resistor yang kepada teman-teman kelompok I, telah bekerja sama selama
digunakan besar maka kuat arus yang melalui rangkaian praktikum berlangsung sehingga membantu banyak hal
akan semakin kecil, begitu pula besar reaktansi kapasitifnya, dalam.
tetapi nilai impedansi nya sebanding dengan besar
resistorny. Jadi bisa disimpulkan saat besar nilai resistansi
diperbesar maka nilainya akan sebanding dengan besar
impedansinya tetapi akan berbanding terbalik terhadap kuat
arus dan reaktansi kapasitifnya. DAFTAR PUSTAKA

Kemudian pada percobaan rangkaian RL ini, bisa [1] Kanginan, Marthen. 2007. Fisika SMA Kelas X. Jakarta:
diketahui semakin besar nilai resistor yang digunakan nilai Erlangga.
tegangan pada induktor mengecil dan kuat arus juga [2] Purwadi, Bambang. 2004. Elektronika 1. Jakarta:
mengecil tetapi nilai impedansi sebanding dengan Depdikbud.
pertambahan besar resistor ini. Sehingga bisa disimpulkan [3] Sutrinso. 1979. Fisika Dasar II. Bandung: ITB
besar nilai resistor berbanding terbalik dengan kuat arus, dan [4] Giancolli. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta:
berbanding lurus dengan reaktansi induktif dan impedansi. Erlangga.
Pada rangkaian RLC ini, jika semakin besar nilai [5] Tim Dosen Alat Ukur Listrik. 2015. Penuntun Praktikum
resistansi resistor yang digunakan maka kuat arusnya Alat Ukur Listrik. Banjarmasin: FKIP UNLAM.
mengecil dan reaktansi kapasitif serta reaktansi induktif juga
mengecil namun nilai impedansinya juga sebanding dengan
besar resistor.
Jadi bisa disimpulkan semakin besar resistor maka nilai
impedansinya juga akan sebanding.

V. SIMPULAN
Pada percobaan kali ini, bertujuan mengetahui
karakteristik dan sifat-sifat dari komponen rangkaian
RC,RL, dan RLC yaitu dapat mengukur dan menghitung
berapa besar impedansi dalam rangkaian tersebut, mulai-
mulai dengan mengukur besar tegangan resistor, kemudian
pada kapasitor lalu induktor.
Besar impedansi pada rangkaian RC seri berturut-turut
dari resistor dengan resistansi 27 Ω dan 47 Ω. Diperoleh
nilai impedansi secara percobaan yakni nilainya (29±4)Ω,
dan (48,9±1,2)Ω, kemudian impedansi secara teoritis
sebesar 27,03877856Ω dan 47,02228776Ω. Dan pada
rangkaian RL seri nilai impedansi secara percobaan
berturut-turut sebesar (29,21±0,05)Ω, dan (48,7±1,0)Ω dan
secara teoritis berturut-turut sebesar 27Ω dan 47Ω. Pada
rangkaian RLC seri nilai impedansi secara percobaan
berturut-turut sebesar (29,3±0,76)Ω dan (49,1±0,9)Ω lalu
secara teori sebesar 27,03296427Ω dan 47,01894466Ω.