Anda di halaman 1dari 46

LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL


UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
PENGUKURAN KADAR AIR PADA CONTOH TANAH SNI 1965:2008

No. Contoh : Dikerjakan oleh :


No. Percobaan : No . Mhs :
Tgl. Percobaan : Plug/Regu :
:

PENGUKURAN SIFAT FISIK TANAH (BASIC PROPERTIES); Sample Disturb

Volume wadah (V) :V : .................. cm


Berat wadah : W1 : .................. gram
Berat wadah + tanah basah : W2 : .................. gram
Berat wadah + tanah kering : W3 : .................. gram
Berat air (Ww) : W2-W3 : .................. gram
Berat tanah kering (Ws) : W3-W1 : .................. gram
Berat tanah basah (W) : W2-W1 : .................. gram

a. Berat isi tanah (y) : : .................. N/cm3

b. Berat isi tanah (yd) : : .................. N/cm 3

c. Kadar air : x 100% : .................. N/cm

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

1
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
PENGUKURAN KADAR AIR PADA CONTOH TANAH SNI 1965:2008

No. Contoh : Dikerjakan oleh :


No. Percobaan : No . Mhs :
Tgl. Percobaan : Plug/Regu :
:

PENGUKURAN SIFAT FISIK TANAH (BASIC PROPERTIES); Sample Undisturb

Volume wadah (V) :V : .................. cm


Berat wadah : W1 : .................. gram
Berat wadah + tanah basah : W2 : .................. gram
Berat wadah + tanah kering : W3 : .................. gram
Berat air (Ww) : W2-W3 : .................. gram
Berat tanah kering (Ws) : W3-W1 : .................. gram
Berat tanah basah (W) : W2-W1 : .................. gram

a. Berat isi tanah (y) : : .................. N/cm 3

b. Berat isi tanah (yd) : : .................. N/cm 3

c. Kadar air : x 100% : .................. N/cm

%
Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik


2
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIK TANAH
PENGUKURAN BERAT JENIS SNI 1964:2004 (SPECIFIC GRAVITY TEST)

Lokasi : Dikerjakan oleh :


No. Percobaan : No . Mhs :
Tgl. Percobaan : Plug/Regu :
:

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

3
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
PENGUJIAN BATAS PLASTIS DAN INDEKS PLASTISITAS TANAH SNI 1966:2008 (Atterberg Limit)

Lokasi = Dikerjakan oleh =


No. Contoh = Tanggal =
Kedalaman =

0 - 10 11 - 20 21 - 30 31 - 40 BATAS PLASTIS
No. Krus / Cawan 1 2 3 4 A B
Jumlah Pukulan
Berat cawan + Tanah Basah gr
Berat cawan + Tanah Kering gr
Berat air gr
Berat Krus / Cawan gr
Berat Tanah Kering gr
Kadar air %

Rata –rata kadar air %

Batas Cair
(Liquid Limit) (LL) …………… (%)
Batas Plastis
(Plastis Limit) (PL) …………… (%)
Indeks Plastisitas
(Plasticity index) (IL) …………… (%)

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

4
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

Skema alat pengujian Batas Cair

5
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

6
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

Kesimpulan:

7
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
UJI PEMADATAN AASHTO T 180 – 74 (Compaction test)

Lokasi = Volume mold =


No. Contoh = Berat penumbuk =
Dikerjakan oleh = Tinggi jatuh penumbuk =
Dihitung oleh = Jumlah pukulan perlapis =
Tanggal = Jumlah lapisan =

Penambahan air 0 ml 15 ml 30 ml 45 ml 60 ml 75 ml
Berat Mold + Tanah Basah gr
Berat Mold gr
Berat Tanah basah gr
Volume mold m3
Kepadatan gr/ cm3
Kepadatan kering gr/ cm3

Berat Cawan + Tanah Basah gr


Berat Cawan + Tanah Kering gr
Berat Air gr
Berat Cawan gr
Berat TanahKering gr
Kadar Air %
3
Kepadatan kering gr/cm

Kadar air %
Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik


8
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

9
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

10
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

11
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

12
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

13
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

14
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

Tabel Klasifikasi Tanah (USCS)

SIMBOL KRITERIA KLASIFIKASI LABORATORIUM

GW D60
Tentukan prosentase kerikil dan pasir dari kurva pembagian butir. Berdasarkan

Cu = ------ lebih besar dari 4


pada prosentase bahan halus (fraksi lebih halus dari mess No. 200). Tanah

D10

(D30)2
Cc = ---------- antara 1 dan 3
D10 x D60
GP Tidak ditemukan semua persyaratan gradasi untuk GW
GM Batas Atterberg di bawah garis A Di atas garis A dengan PI
atau PI kurang dari 4 antara 4 dan 7 terdapat
GW, GP, SW, SP
GM, GC, SM, SC

GC Batas Atterberg di atas garis A pada garis batas dan


berbutir kasar diklasifikasikan sebagai berikut :

menggunakan symbol
Pada grs bts

atau PI lebih besar dari 7


ganda
SW D60
Cu = ------ lebih besar dari 6
D10

(D30)2
a. Kurang dari 5 %
b. Lebih dari 12 %

Cc = ---------- antara 1 dan 5


c. 5 % - 12 %

D10 x D60
SP Tidak ditemukan semua persyaratan gradasi untuk SW
SM Batas Atterberg di atas garis A Batas Atterberg yang
SC atau PI lebih besar dari 7 masuk pada daerah arsir
dengan PI antara 4 dan 7
disebut kasus garis batas
dengan menggunakan
symbol ganda

ML

CL

OL

MH

CH

OH

15
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
ANALISA SARINGAN ASTM D 422 – 63 (Sieve Analysis)

Lokasi = Dikerjakan oleh =


No. Contoh = No. Mahasiswa =
Kedalaman = Tanggal =

SARINGAN BERAT DI ATAS JUMLAH BERAT DI ATAS PERSEN


NO. (Gram) (gram) DI ATAS MELALUI
4
6
8
10
16
20
40
50
100
200
PAN
JUMLAH
Catatan:

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

16
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
Lengkung Gradasi AASHTO 422 – 83 - ASTM D 1140 – 84 (Gradation Curves)

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

17
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

18
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

19
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
PENGUJUAN GESER LANGSUNG SNI 2813:2008 (Direct Shear Test)

Lokasi = Dikerjakan oleh = t. Ring =


No. Contoh = Tanggal = d. Ring =
Kedalaman = A. Ring =

Waktu Beban Normal 3,3 Kg Beban Normal 6,6 Kg Beban Normal 9,9 Kg
Detik M K W M K W M K W
15
30
45
60
75
90
105
120
nilai
maksimal
N/m2 N/m2 N/m2
Tn Tn Tn
KN/m2 KN/m2 KN/m2
N/m2 N/m2 N/m2
Tg Tg Tg
KN/m2 KN/m2 KN/m2

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

20
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

MEKANIKA TANAH
PEMERIKSAAN KUAT TEKAN BEBAS ASTM D 2166 - 66 (Unconfined Compressive Strenght Test)
Lokasi = Dikerjakan oleh =
No. Contoh = Tanggal =
Kedalaman =

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

21
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

Tabel 17. Beberapa sifat batuan penting yang mudah diamati di lapangan
BATUAN
SIFAT TANAH
BATU
KOHESI TIDAK BERKOHESI
Kebundaran X
Keterpilahan X
Warna X X X
Kelapukan X
Diskontinuitas X
Kerapatan X
Kehalusan X
Lebar bukaan X
Isian X
Kepadatan ralatif X
Konsistensi X
Kekuatan X X X
Permeabilitas X X X

Tabel 18. Klasifikasi tanah berdasarkan harga kuat tekan bebas


(Unconfined Compression Test)
NILAI Cu (kg/cm2) SIFAT
0,25 Sangat lembek
0,25 – 0,50 Lembek
0,50 – 1,00 Teguh
1,00 – 2,00 Kenyal
2,00 – 4,00 Sangat kenyal
4,00 Keras

22
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

ANALISA HIDROMETER UNTUK BAGIAN YANG LEWAT SARINGAN NO. 10

Tipe Hidrometer 151 H/ 152 H Berat total tanah yang diwakili pada
Koreksi meniscus hydrometer m= pemeriksaan pengendapan Wi = gram
Berat jenis tanah G= Untuk Hidrometer 151 H : K1 = ( 100000 x G )
Koreksi hidrometer 152 H ( daftar I ) a= Wi G.I
Reagen H2O2/Na2SiO3/NaPO3 Untuk Hidrometer 152 H : K2 = _a_ x 100
Banyak reagen = ml/gram Wi

Pembacaan Pembacaan Pembacaan Diameter Pembacaan Persen Berat


Waktu Hydrometer Hydrometer Temperetur Hydrometer Butir
Kedalaman Konstan Hidrometer Lebih Kecil
Tanggal Jam T Dalam Dalam t Terkoreksi D = K2  L
LX) KXX) Terkoreksi PXXX)
(menit) Sespensi Cairan OC Meniskus T
(mm) R = R1 – R2 (%)
R1 R2 R4 = R1 + m
2
5
30
60
250
1440

X) Dibaca dari daftar 2 berdasarkan R1 XXX) Dihitung berdasarkan rumus


XX) Dibaca dari daftar 3 berdasarkan I dan G Untuk hydrometer 151 H : P = K1 (R1 -1 )
Untuk hydrometer 152 H : P = K2 . R

23
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

Daftar I. Faktor koreksi a, untuk Hidrometer 152 H


terhadap berat jenis butir tanah

Beratjenis, G Faktorkoreksi, a
2,95 0,94
2,90 0,95
2,85 0,96
2,80 0,97
2,75 0,98
2,70 0,99
2,65 1,00
2,60 1,01
2,55 1,02
2,50 1,03
2,45 1,05

24
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, Yogyakarta, 55283

Daftar 3 : Harga K untuk menghitung diameter butir dengan Hidrometer

Temperatur Berat jenis butir tanah


0C
2,450 2,500 2,550 2,600 2,650 2,700 2,750 2,800 2,850

16 0,01510 0,01505 0,01481 0,01457 0,01435 0,01414 0,01394 0,01374 0,01356


17 0,01511 0,01486 0,01462 0,01439 0,01417 0,01395 0,01376 0,01356 0,01338
18 0,01492 0,01467 0,01443 0,01421 0,01399 0,01378 0,01359 0,01339 0,01321
19 0,01474 0,01449 0,01425 0,01403 0,01382 0,01361 0,01342 0,01323 0,01305
20 0,01456 0,01431 0,01408 0,01386 0,01365 0,01344 0,01325 0,01307 0,01289

21 0,01438 0,01414 0,01391 0,01369 0,01348 0,01328 0,01309 0,01291 0,01273


22 0,01421 0,01397 0,01374 0,01353 0,01332 0,01312 0,01294 0,01276 0,01258
23 0,01404 0,01381 0,01358 0,01337 0,01317 0,01297 0,01279 0,01261 0,01243
24 0,01388 0,01365 0,01342 0,01321 0,01301 0,01282 0,01264 0,01246 0,01229
25 0,01372 0,01349 0,01327 0,01305 0,01286 0,01267 0,01249 0,01232 0,01215

26 0,01357 0,01334 0,01312 0,01291 0,01272 0,01253 0,01235 0,01218 0,01201


27 0,01342 0,01319 0,01297 0,01277 0,01258 0,01239 0,01221 0,01204 0,01188
28 0,01327 0,01304 0,01283 0,01264 0,01244 0,01225 0,01208 0,01191 0,01175
29 0,01312 0,01290 0,01269 0,01249 0,01230 0,01212 0,01195 0,01178 0,01162
30 0,01298 0,01276 0,01256 0,01236 0,01217 0,01199 0,01182 0,01165 0,01149

25
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

Untuk Hidrometer 152 H :

Pembacaan hidrometer Kedalaman efektif Pembacaan hidrometer Kedalaman efektif


( R1 + koreksi meniskus ) L ( cm ) ( R1 + koreksi meniskus ) L ( cm )

0 16,3 31 11,2
1 16,1 32 11,1
2 16,0 33 10,9
3 15,8 34 10,7
4 15,6 35 10,6
5 15,5 36 10,4
6 15,3 37 10,2
7 15,2 38 10,1
8 15,0 39 9,9
9 14,8 40 9,7
10 14,7 41 9,6
11 14,5 42 9,4
12 14,3 43 9,2
13 14,2 44 9,1
14 14,0 45 8,9
15 13,8 46 8,8
16 13,7 47 8,6
17 13,5 48 8,4
18 13,3 49 8,3
19 13,2 50 8,1
20 13,0 51 7,9
21 12,9 52 7,8
22 12,7 53 7,6
23 12,5 54 7,4
24 12,4 55 7,3
25 12,2 56 7,1
26 12,0 57 7,0
27 11,9 58 6,8
28 11,7 59 6,6
29 11,5 60 6,5
30 11,4

26
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

MEKANIKA BATUAN
Pada prinsipnya, batu yang bias di gunakan sebagai bahan konstruksi hasuslah batu yang keras, kuat, tidak mudah
lapuk. Umumnya dipakai adalah batuan beku.
Beberapa sifat fisik/mekanik batuan di tentukan harganya di laboratorium sebagai dasar dalam menyeleksi untuk
pembuatan konstruksi, diantaranya :
- Petrograli
- Kuat tekanan
- Air dried density
- Point load tes
- Ketahanan aus (abrasion resistance)
- Uji geser langsung
- Lest kiuat tekan
- Sifat batuan
- Vane shear test dll

Pada ptaktikum mek – bat yang aikan kita laksanakan. Ujni yang akan kita coba adalah :
- Uji sifat fisik batuan
- Point load test
- Test tekan bebas
- RQD (Rock Quality Designation)

UJI SIFAT BATUAN


Dasar teorinya sama dengan percobaan mek – lan, dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat batuan
seperti : berat isi kering, berat jenis, porositas, derajat kejenuhan dll

Alat-alat yang digunakan :


- Timbangan
- Desikator
- Gelas beker
- Oven
- Sclipper
- Banang
Cara kerja :
- Contoh asli di timbang, di tentukan baratnya (Wn)
- Dipanaskan dalam oven ± 2 jam, kemudian ditimbang berat kering contoh tersebut (Wn)
- Direndam dalam air sampai jenuh, ditimbang berat contoh jenuh (Wo)
- Untuk contoh yang tidak teratur volumenya dihitung dengan menggunakan hokum Archimedes,
dengan cara :
- Contoh batuan ditimbang + bejana + air, kemudian contoh tergantung + air + bejana juga ditimbang,
yang nantinya akan didapatkan berat contoh dalam air
- Berat air + bejana dihitung untuk mendapatkan berat contoh jenuh (Wo)
- Setelah didapat dara di atas baru dihitung sifat-sifat yang dianalisa.

27
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

CARA PENIMBANGAN CONTOH BATUAN

Contoh penimbangan batuan terendam dalam air

Contoh batuan tergantung dalam air

Contoh sampel batuan yang beratuaran

28
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

MEKANIKA BATUAN
PENGUJIAN SIFAT FISIK BATUAN SNI 1969:2008 (Bassic Properties)

No. Contoh : Dikerjakan olah :


No. Percobaan : No . Mhs :
Tgl. Percobaan : Plug/Regu :
:

1. Berat contoh asli/ natural (air dried) weight = Wn = gram

2. Ukuran contoh: t= cm d= cm

L= cm A= Cm2 V= Cm3

3. Berat contoh jenuh + air + bejana = Gram

Berat air + bejana = Gram

4. Berat contoh jenuh (Wo) = Gram

5. Berat contoh tergantung + air + bejana = Gram

Berat air + bejana = Gram

6. Berat air yang dipindahkan (gaya tekan ke atas) = Gram

Volume contoh (V) = Cm3

7. Berat contoh kering/oven (dried weight) = Ws = = Gram

8. Volume pori (Vv) = Berat air dalam contoh jenuh = Wo-Ws

= Gram = Cm3

9. Berat air yang dikandung (wight water) Ww = Vw = Wn – Ws

= Gram = Cm3

10. Volume butir/ Volume sampel tanpa pori (Vs) = V – Vv

= Cm3

11 Natural/air dried density (ρn) = = Gram/cm3

12. Saturated density (ρsat) = = Gram/cm3

13. Dry density (ρd) = = Gram/cm3

29
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

14. Saturated water content/absorbtion = = %

15. Natural/air dried water content = = %

16. Degree of saturation (S) = =

17. Porosity (n) = =

18. Void Ratio (e) = =

19. Apparent specific gravity = =

20. True specific gravity = =

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

30
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

HARD AND SOFT ROCK


VOID RATIO POROSITY TERM
>0.43 >30 Veri High
0.43 – 0.18 30 – 15 High
0.18 – 0.05 15 – 5 Medium
0.05 – 0.01 5–1 Low
<0.01 <1 Very Low

DEGRE OF SATURATION TERM


0.00 – 0.25 Natural Dry
0.25 – 0.50 Wet
0.50 – 0.80 Ve ry Wet
0.80 – 0.95 Higly Saturated
0.95 – 1.00 Saturated

UNIT WEIGHT (gram cm-3)


SOIL ROCK TERM
<1.40 <1.80 Very Low
1.40 – 1.70 1.80 – 2.20 Low
1.70 – 1.90 2.20 – 2.55 Moderate
1.90 – 2.20 2.55 – 2.75 High
> 2.20 >2.75 Very High

(Bull.I.A.E.G. 364 – 371. 1979)

31
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

UJI TITIK BEBAN (POINT LOAD TEST)

Dasar teori:
Kekuatan batuan terhadap beban tergantung pada keadaan beban itu sendiri. Jika beban yang menerpa batuan
berupa bidang, maka semua gaya tekanan dari beban tersebar merata kesemuan permukaan bidang. Bila
disbandingkan maka batuan yang menerima beban berupa titik akan hancur terlebih dahulu.
Tujuan :
Untuk mengetahui klasifikasi kekuatan batuan. Prinsip kerja alat load test adalah menekan contoh bantuan pada
sumbunya dari dua arah dengan penekanan yang berbentuk conical.
Alat-alat yang digunakan :
- Selipper
- Point load test meter
Cara kerja :
- Coptoh batuan diukur panjangnya (L) dan diameternya (D) dengan menggunakan selipper
- Tentukan metode uji beban titik berdasarkan syarat-syarat di bawah ini :
a. Diametral test L = 0.7 D
b. Axial test D/L = 1.1 ± 0,05
c. Irregular lump D/L = 1.0 sampai 1.4
- Tempatkan contoh batuan diantara dua conical, kemudian tekan alat point load secara perlahan
dengan melihat pergerakan jarum manometer
- Tentukan nilai menometer meksimum yaitu manometer pada saat contoh pecah.
Perhitungan :
a. Factor koreksi manometer = K/P
B. Beban effektif = K/P × P
c. Is = P eff / D2
d. Is 50 = Lihat table
Sebelum duimasukkan table harga Is dijadikan satuan
Mpa terlebih dahulu
1 Kg/ cm2 = 10. 13 Mpa
e. Hasil yang diperoleh dicocokan pada table terlampir

32
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

Gambar. Sistem penekanan batuan pada uji Titik Beban

3.3.5. perhitungan
Sebagai contoh dari percobaan laboratorium diperoleh data-data sebagai berikut:
- Tinggi contoh :t
- Diameter :D
- Beban maksimum : P

PRESSURE GAUGE KOREKSI


4 -2.5
8 -2.5
12 -2
21 -1.25
25 0
29 +1
34 +2.5
29 +5
25 +2.5
20 +1
17 0
15 -3
7 -2
3 -1
(P„) (K)

Carilah harga P” yang paling mendekati, kemudian temukan angka koreksinya, missal (K).
a. Factor koreksi manometer =

33
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI


SEKSI GEOLOGI TEKNIK POINT LOAD TEST
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Dikerjakan oleh : No.percobaan :
No. mahasiswa : Tanggal percobaan :
UKURAN CONTOH BEBAN (P)
No. FAKTOR KOREKSI
Tinggi (t) Diameter (D) D2 Maksimum Efektif Is = P/D2 Is . 50 Remarks
Contoh MANOMETER
cm cm cm2 Mpa Kg/cm2

Kesimpulan :

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

34
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

35
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

Kesimpulan:

Diperiksa oleh:

Asisten Geologi Teknik

36
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

LINGKARAN MOHR UNTUK PERCOBAAN UNCONFINED TEST

Dasar teori:
Mohr adalah seorang insinyur Jerman (1985-1918) yang mengembangkan metode analisa stress dengan gambar
grafis.
Pada tahun 1993 COLOUMB mengajukan hipotesa mengenai kekuatan geser tanah sebgai
berikut:
S = kekuatan geser tanah
C = kohesi tanah
 = sudut egser dalam
Tegangan

 = sudut egser dalam efektif


S = C +  tan 
geser


C
Tegangan normal
Pada tahun 1925 terbagi: m,engubah rumus Coloumd dengan emmasukkan unsur tegangan air
pori (uplift pressure):
C‟ = kohesi tanah efektif
 = tegangan normal efektif
S = C’ + -1 tan 
S Ʊ = tegangan air pori
 = sudut egser dalam efektif
‘ =  -Ʊ

Pada beberapa percobaan kuat tekan bebas dihasilkan pecahan yang mempunyai sudut dengan
biang datar. Sudut tersebut disebut sudut epcah. Pada bidang epah tersebut bekerja gaya-gaya yaitu gaya
normal dan gaya egser, sebagai akibat tegangan utama yang ebkerja yaitu T1. Sedangkan untuk T2 dan t3
= 0. Lihat gambar.

n

 

37
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

Rangkaian pembuatan lingkaran Mohr dapat dilihat pada gam,bar terlampir. Untuk penentuan
tegangan normal dan tegangan egser pada percobaan ada sedikuit penentuan, yaitu:
- karena T2 dan T1=0, maka dalam pembuatan lingkaran Mohr nilai T3=0, berarti lingkaran stress bagian
kiri menempel pada basis/konsonan Y.
- penentuan nilai tegangan normal dan etgangan geser pada bidang egser, dapat dilihat langsung
dengan melihat:
- sumbu Y untuk nilai tegangan geser
- sumbu X untuk nilai tegangan normal
Selain itu, dapat dilijat pula dengan perhitungan:
- untuk tegangan geser = r sin 
- untuk tegangan normal = r cos 2 

Tegangan nromal bekerja sampai konsolidasi selesai, yaitu sampai tidak ada lagi perubahan volume
contoh.
Selanjutnya contoh tanah ini ditutup dan diberi tegangan geser secara tertutup (Undrained).

3. Percobaan terbuka (Drained Test)


Dalam percobaan ini contoh tanah diberikan tegangan normal dan air dibolehkan mengalir sampai
konsolidasi selesai. Kemudian diberikan tegangan geser dengan semula.

Lingkaran Mohr
Untuk mendapatkan harga dan secara grafuis tegangan normal diplotkan ke sumbu x (positif, ke
kanan) dan tegangan geser ke sumbu Y.

1

n

3 3
3

1 1

38
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

39
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

40
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

41
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

TES KUAT TEKAN SNI 2825:2008 (UNCONFINED COMPRESSION TEST)

Dasar teori:
Kuat tekan didefinisikan sebagai harga tekanan yang diteima pada saat batuan/tanah pecah akibat ditekan oleh
suatu gaya tertentu.
Dalam teorinya, prinsip penentian kuat tekan adalah sangat sederhana, tetapi pada akhirnya sangat jauh
dari sederhana, sebab cukup banyak faktor yang mempengaruhi (VUTUKURI et al. 1974), yaitu:
- Faktor-faktor dalam
 Mineralogi
 Ukuran butir
 Porositas
- Faktor luar
 Gaya gesekan antara bidang pelat penekanan (laten) dan permukaan ujung-ujung contoh batuan.
 Geometri contoh, yaitu perbandingan antra panjang dan diameter conoh (L/D) serta ukuran contoh
 Kecepatan penekanan
 Faktor lingkungan : kadar air
jenis cairan
temperatur
Tentang ukuran contoh ada beberapa pendapat:
- ISRM 1972, ukuranm standar diameter disarankan tidak lebih kecil dari contoh inti berbentuk silinder berukuran
54mm, sedangkan perbandingan panjang dan diameter (L/D) adalah 2,5 1 sampai 3 ; 1
- HAWKES dan MELLOR (1970) untuk L/D=2:1 merupakan eprbandingan minimum yang masih bisa diterima
(minimum acceptable rasio)
- VUTUKURI (1974), pengaruh minera;pgi kwarsa adalah merupakan yang paling kuatr diantara batuan sedimen.
- PRICE (1960) makin kecil ukuran butir makin kuat
- BRACE (1961), makin kecil porositas makin kuat
Tentang pengaruh bentuk contoh terhadap kuat tekan ada yang mengatakan bahwa contoh yang berentuk
silindir selalu lebih besar kuat tekanannya dari yang berbentuk kubus. Pengaruh temperatur atas hasil pengujian
kuat tekan, dlah makin tinggi temperatur pengeringan akan makin tinggi kuat tekannya (SIMPSON dan PERRUS,
1988 –op cit VUTUKURI et al. 1974).
Berbagai perilaku pecahnya contoh batuan menurut HAWKES dan MELLOR (1970) ada tiga macam:
1. Pecah cara katalistik merupakan peretakan bagian dalam secara umum oleh pembentukan multirekahan sesuai
dengan penekanan. Apabila contoh tersebut pecah tampak tertinggal fragmen berbentuk kerucut di lubangnya,
bersama-sama dengan potongan batuan yang panjang dari sekitar keliling contoh tersebut.
2. Pecah searah bidang belah sumbu (axial cleavage failure) atau epcah vertikal (vertikal splitting) memperhatikan
terjadinya satu rekahan utam,a atau lebih sepanjang arah penekanan.
3. Pecah searah dengan bidang geser (sharing failure), yaitu pecahnya contoh batuan speanjang bidang miring
tunggal

42
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

Tujuan
Untuk mengetahui kekuatan batuan terhadap:
- Tekanan beban
- Sudut geser dalam
- Kohesi dari batuan

Alat-alat yang digunakan:


- Sclepper
- Alat kuat tekan

Cara kerja
- Contoh batuan diukur panjang dan diameternya dengan sclipper
- Dihitung luas permukaannya (A) dimana:
A =  D2/4
- Tentukan harga eprbandingan L/D dengan menggunakan tabel CONCRETE STRENGTH CORRECTION
FACTOR PERCENT
- letakkan contoh batuan diantara pelat penekan, dimna jarum menometer harus menunjukkan angka nol
- tekan contoh batuan secara perlahan-lahan sampai contoh batuan epcah dan catat harganya. Harga di sini
dalah hrg maksimum
- ukur sudut pecah pada contoh dengan tujuan untuk mendapatkan harga sudut geser.

Perhitungan:
Dari percobaan didapat harga:
- beban maksimum (P) lbs
- diameter (D) cm
- tinggi contoh (t) cm
- sudut pecah () o
Harga P yang dikoreksi terlebih dahulu sebelum dihitung
 K
a. Koreksi manometer : =  x lbs
P1
b. Manometer terkoreksi :  X x P =  Y lbs
c. Manometer efektif : P – (Y) = Q lbs

D2
d. Luas :  = Acm2
4
e. L/D koreksi : R% (lihat tabel)
Q lbs x 0,4536 kg/lbs
f. Beban efektif :
P maksimum
g. Sudut geser dalam :  (2  - 90)

h. Kuat tekan (ultimate) : x L/D koreksi

43
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

i. Prima : ultimetre/2

Setelah perhitungan di atas, dicari nilai tegangan normal dan tegangan geser dengan menggunakan LINGKAR
MOHR

L/D .00 .01 .02 .03 .04 .05 .06 .07 .08 .09
1.0 85.8 86.7 86.6 87.0 87.4 87.7 88.0 88.4 88.7 89.0
1.1 89.3 89.6 89.9 90.2 90.5 90.8 91.1 91.4 91.6 91.0
1.2 92.1 92.4 92.7 93.0 93.3 93.5 93.7 94.0 94.2 94.5
1.3 94.6 94.8 95.0 95.2 95.3 95.5 95.6 95.8 95.9 96.1
1.4 96.2 96.3 96.4 96.5 96.7 96.8 96.8 96.9 97.0 97.0
1.5 97.1 97.2 97.3 97.4 97.4 97.5 97.5 97.7 97.8 97.0
1.6 97.8 97.8 97.9 97.9 98.0 98.0 98.1 98.1 98.2 98.2
1.7 98.3 98.4 98.4 98.5 98.6 98.6 98.7 98.7 98.8 98.2
1.8 98.9 99.5 99.0 99.1 99.1 99.2 99.2 99.3 99.3 99.4
1.9 99.5 100.1 99.6 99.6 99.7 99.8 99.8 99.9 99.9 100.0
2.0 100.0 100.7 100.1 100.2 100.2 100.3 100.4 100.4 100.5 100.3
2.1 100.6 101.3 100.8 100.8 100.8 100.9 101.0 101.0 101.1 101.7
2.2 101.2 101.9 101.4 101.4 101.5 101.5 101.6 101.7 101.7 102.3
2.3 102.4 102.5 102.0 102.0 102.1 102.1 102.2 102.2 102.3 102.9
2.4 103.0 103.1 102.6 102.6 102.7 102.7 102.8 102.8 102.9 103.5
2.5 103.0 103.7 103.1 103.2 103.2 103.3 103.4 103.4 103.5 104.1
2.6 104.2 104.3 103.7 103.8 103.9 103.8 104.0 104.1 104.1 104.7
2.7 104.8 104.9 104.3 104.4 104.5 104.0 104.6 104.7 104.7 105.2
2.8 104.8 105.5 104.9 105.0 105.1 104.6 105.2 105.3 105.2 105.3
2.9 105.4 105.5 105.5 105.5 105.7 105.2 105.8 105.8 105.9 105.9

44
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

TABEL KOREKSI KALIBRASI MANOMETER


Force gauge (P1) Koreksi (K)
2.900 45
7.375 -13
12.575 -59
17.600 -77
20.150 -124
25.225 -193
29.750 -300
25.250 -218
20.200 -174
17.625 -102
12.600 -84
7.400 -38
2.925 -20

45
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur, YOGYAKARTA

LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI


SEKSI GEOLOGI TEKNIK UNCONFINED COMPRESSION TEST
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
Dikerjakan Oleh / No. Mhs :
No. Percobaan :
Tanda Tangan
Tanggal Percobaan :

UKURAN CONTOH BEBAN (P)  (kg/cm2)

Sudut PEcah

Sudut Geser
No. Sampel

l/d Koreksi

Dalam ()
Manomerter

Manometer

Manometer
terkoreksi


Tinggi Diameter erffektif Remarks
Koreksi

Luas A Maksimum Effektif


t d Ultimate Prisma
(cm2) Kg kg
(cm) (cm)

Kesimpulan : Diperiksa oleh

Assisten Geologi Teknik

46