Anda di halaman 1dari 8

KONTES TERNAK SAPI LOKAL MADURA

DISUSUN OLEH :
Mhd. Dicky Aldian Ht (1510612049)
Ferdian Sunan Dito (1510612043)
Wafi Amirah (1510612055)
Afrinaldi Putra (1510612070)
Arnol (1510612075)
Dodi Adya Sanjaya (1510612078)
Bintang Satria J. (1510612079)

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG, 2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan
berkah, hidayah serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah (KTI) yang berjudul “KONTES TERNAK SAPI LOKAL MADURA”.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,
membimbing dan mengarahkan sehingga karya tulis ini dapat selesai tepat waktu
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih memiliki kekurangan serta masih
jauh dari kata sempurna. Sehingga, kritik dan saran yang membangun tetap penulis
harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhir kata, kirannya karya
tulis ini dapat memberikan manfaat kepada penulis maupun pembaca.

Padang, 5 Februari 2018

ii
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang ............................................................................... 1
1.2. Tujuan ........................................................................................... 1
BAB II. ISI ....................................................................................................... 2
BAB III.PENUTUP
3.1. Kesimpulan.................................................................................... 4
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 5

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sapi Madura sebagai salah satu sumber plasma nutfah sapi potong Indonesia
yang harus dilestarikan dan dikembangkan keunggulannya, yaitu memiliki
kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis panas dan lembab serta mampu
berproduksi dengan kualitas pakan yang relatif rendah.
Sapi Madura merupakan hasil persilangan antara sapi Bali (Bos sondaicus)
dengan sapi Jawa (Bos indicus), terdapat di Pulau Madura dan pulau sekitarnya,
tersebar di Jawa Timur terutama sepanjang pesisir utara Jawa Timur;
sebagian terdapat di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
Manfaat sapi Madura sangat terkait dengan usaha pertanian dan sosial
budaya masyarakat di pulau Madura yaitu, sapi Madura jantan sebagai sapi
karapan, sapi betina umumnya sebagai tenaga kerja pengolahan lahan pertanian,
sebagian digunakan sebagai sapi “Sonok” (dipelihara untuk
keindahan/kecantikan).
Kegiatan perlombaan sapi Madura dalam ajang sapi karapan dan sapi sonok
menjadi salah satu sarana untuk melestarikan dan meningkatkan produktivitas
sapi Madura di pulau Madura.
Kontes ternak merupakan suatu ajang perlombaan terhadap perestasi yang
telah dihasilkan oleh peternak terhadap hasil pemeliharaan yang ditunjukan
dengan kemampuan produkvitasnya. Dengan diadakannya kontes ternak sapi
lokal, diharapkan mampu mengenalkan kepada masyarakat mengenai ternak
lokal yang memiliki sifat unggul dan untuk melestarikan plasma nutfah
Indonesia.
1.2 Tujuan
Adapun tujan dalam penulisan makalah ini yaitu :
1. Syarat tugas mata kuliah Ilmu Tilik dan Tingkah Laku Ternak
2. Melaporkan kegiatan kontes ternak sapi Madura yang dilakukan untuk
mengenalkan kepada masyarakat mengenai ternak lokal dan melestarikan
plasma nutfah Indonesia.

1
BAB II
ISI

Kontes ternak merupakan suatu ajang perlombaan terhadap perestasi yang


telah dihasilkan oleh peternak terhadap hasil pemeliharaan yang ditunjukan dengan
kemampuan produkvitasnya. Kontes ternak dilakukan untuk mendapatkan sapi-sapi
yang memenuhi persyaratan kualitatif dan kuantitatif sesuai SNI/PTM. Kontes
ternak ini juga menjamin sapi yang dijual merupakan mutu terbaik sehingga dapat
meningkatkan harga jual sapi dan memotivasi petani ternak memelihara ternaknya
dengan baik (Direktorat Perbibitan Ternak, 2015).
Salah satu kegiatan kontes ternak yang telah dilakukan ialah kontes ternak
sapi lokal Madura yang diadakan di Kabupaten Sumenep dilakukan tanggal 17 – 18
Juli 2012 di Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, dikuti sebanyak 114 peserta
yang berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Sapi Madura merupakan salah satu plasma nutfah sapi potong indigenus dan
suseptable pada lingkungan agroekosistem kering dan berkembang baik di pulau
Madura. Sebagaimana sapi potong lain menunjukkan terjadinya penurunan
produktivitasnya yang dapat diakibatkan oleh seleksi negatif yaitu pemotongan sapi
produktif/tampilan yang baik, faktor inbreeding akibat pulau Madura merupakan
wilayah tertutup untuk sapi potong lain (Wijono dan Setiadi, 2004)
Populasi sapi Madura di pulau Madura dari tahun ketahun relatif statis
dengan kisaran 600.000–700.000 ekor dan populasi tertinggi terjadi pada tahun
1932 sebanyak 735.922 ekor. Populasi sapi Madura di Indonesia hingga tahun 1991
dilaporkan sebanyak 1.279.000 ekor atau sekitar 12% dari populasi sapi potong di
Indonesia, sebanyak 691.092 ekor (54%) terdapat di Pulau Madura dengan tingkat
pertumbuhan mencapai 1,7% pertahun (Soehadji, 1992).
Sesuai dengan laporan Loka Penelitian Sapi Potong (2012), Kontes ternak
sapi Madura yang dilakukan di Kabupaten Sumenep pada tanggal 17 – 18 Juli 2012
bertujuan untuk, antara lain :
1. Menjadi pesta rakyat dan infomasi bagi peternak terhadap
perkembangan sapi Madura.

2
2. Ajang perlobaan dan silaturrahmi bagi peternak sapi Madura di Kab
Sumenep.
3. Memotivasi dan menumbuhkan keinginan peternak untuk memelihara
sapinya dengan baik.
4. Menjadi salah satu sarana untuk pelestarian plasma nutfah sapi potong
Indonesia.
Kontes ternak ini dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap kondisi
fisik dan produksi ternak. Selain itu, ternak yang dilombakan harus memenuhi
persyaratan utama yaitu memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif sapi Madura.
Penilian yang dilakukan meliputi :
1. Bentuk dan konformasi tubuh
Penilaian bentuk dan konformasi meliputi; keserasian tubuh, karateristik
warna, kesimitrisaan, tidak cacat, bentuk kaki, dan lain-lain.
2. Bobot badan dan ukuran tubuh
Penilaian bobot badan dan ukuran tubuh ternak meliputi; ukuran linier
tubuh, panjang badan, tinggi badan, lingkar dada dan umur ternak
(beradasarkan data recording) dan gigi permanen.
Adapun kriteria ternak sapi Madura yang dilombakan pada kontes ternak
tersebut, yaitu:’
1. Pedet betina (umur 6 – 12 bulan) diikuti sebanyak 28 ekor.
2. Pedet betina hasil IB (hasil persilangan Limousin) diikuti sebanyak 19
ekor.
3. Calon induk (umur 12 – 24 bulan) diikuti sebanyak 26 ekor
4. Induk umur (24- 36 bulan) diikuti sebanyak 25 ekor
5. Calon krereman (umur 24 – 36 bulan) diikuti sebanyak 22 ekor

3
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Kontes ternak merupakan suatu ajang perlombaan terhadap perestasi yang
telah dihasilkan oleh peternak terhadap hasil pemeliharaan yang ditunjukan
dengan kemampuan produkvitasnya.
2. Sapi Madura merupakan salah satu plasma nutfah sapi potong indigenus dan
suseptable pada lingkungan agroekosistem kering dan berkembang baik di
pulau Madura.
3. Kontes ternak ini dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap kondisi
fisik dan produksi ternak. Selain itu, ternak yang dilombakan harus
memenuhi persyaratan utama yaitu memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif
sapi Madura.

4
DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Perbibitan Ternak. 2015. Pedoman Pelakasanaan Penguatan Pembibitan


Sapi Potong Asli/Lokal Di Pulau Terpilih (Pulo Raya, Pulau Sapudi, Pulau
Nusa Penida) dan Penguatan Pembibitan Sapi Potong Dikabupaten Terpilih
(Siak, Pasaman Barat, Lampung Selatan, Kebumen, Barito Kuala, Barru,
Gunung Kidul, Dan Lombok Tengah). Direktorat Jendral Peternakan dan
Kesehatan Hewan. Kementrian Pertanian.
Soehadji. 1993. Kebijakan pengembangan ternak potong di Indonesia tinjauan
khusus sapi Madura. Pros. Pertemuan Ilmiah Hasil Penelitian dan
Pengembangan Sapi Madura. Sumenep. Hal.1-12.
Wijono, D. B dan Bambang Setiadi. 2004. Sapi Madura merupakan Salah Satu
Plasma Nutfah. Lokakarya Nasional Sapi Potong.
Loka Penelitian Sapi Potong. 2012. Kontes Sapi Madura di Kabupaten Sumenep,
Madura. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementrian
Pertanian.(http://lolitsapi.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com
_content&view=article&id=118&Itemid=59 diakses pada tanggal 3 Februari
2018).