Anda di halaman 1dari 7

makalah koperasi simpan pinjam

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah
dan karunia-Nya kepada kita semua, dan atas izin-Nyalah sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah koperasi dengan judul “ Koperasi Simpan Pinjam Di
Indonesia “ Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah
Ekonomi Koperasi (Softskil).
Terima kasih disampaikan kepada Ibu Sulastri selaku dosen mata kuliah Ekonomi
Koperasi yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi lancarnya
tugas makalah ini. dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman materi
pembangunan koperasi serta sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam melakukan
pembelajaran penulis memohon maaf apabila sekiranya dalam penulisan makalah
masih banyak terjadi kesalahan dan ketidak sempurnaan.

Jakarta, 18 Januari 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. 1


Daftar Isi .......................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................. 3
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 4
C. Tujuan ......................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Koperasi Simpan Pinjam ............................................................ 5
B. Teori Singkat Tentang Koperasi Simpan Pinjam .......................................... 6
C. Masalah–Masalah yang di hadapi koperasi simpan pinjam ......................... 7
D. Solusi untuk mengatasi Permasalahan yang dihadapi Koperasi saat ini ...... 9
BAB III PENUTUPAN
A. Kesimpulan ................................................................................................... 11
B. Saran ............................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Dilihat dari dasar hukum yang tertuang dalamUndang-Undang 1945, Koperasi
memperoleh hak untuk hidup dan perkembangan diIndonesia. Koperasi yang
sudah dibangun selama ini juga jumlahnya sudah cukup besar. Jumlah ini
merupakan aset yang harus dipelihara dan diberdayakan agar dapat berkembang
membantu pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan menyediakan lapangan
kerja. Jika sekarang masih banyak koperasi yang tumbuh belum mampu mencapai
tujuan bersama anggotanya,mereka harus diberdayakan melalui pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk meningkatkan kemampuan memahami jati
diri dan menerapkannya.
Saat ini kehidupan koperasi timbul dan tenggelam ditengah–tengah masyarakat.
Ada yang masih melestarikan kehidupan koperasi ditengan masyarakat ada pula
yang sudah hilang. Padahal koperasi dapat mempermudah masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diperlukan seperti kegiatan koperasi
yang sudah sering kita ketahui menyediakan barang sembako, simpan pinjam
uang dan lain sebagainya. Koperasi diciptakan untuk menyejahterakan kehidupan
anggota didalamnya maupun bukan anggota operasi. Koperasi diciptakan karena
adanya tujuan dan kepentingan bersama diantara anggota dan bukan anggota,
untuk menyejahterakann dan membantu masyarakat yang memerlukan bantuan
dana, oleh sebab itu penulis ingin membahas lebih mendalam mengenai koperasi
simpan pinjam sebagai lembaga yang menghimpun dana dari para anggotanya
yang kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan untuk
meringankan beban kebutuhan orang tersebut.
Sumber dana koperasi simpan pinjam diperoleh dari iuran para anggotanya yang
menyetorkanya sebagai iuran wajib dan iuran pokok kemudian dana yang ada
dipinjamkan kembali kepada anggota ataupun masyarakat luas yang
membutuhkan pinjaman dana.

B. RUMUSAN MASALAH
• Apakah Pengertian Koperasi Simpan Pinjam ?
• Sebutkan Beberapa Teori Singkat Tentang Koperasi Simpan Pinjam ?
• Apakah Masalah–Masalah yang di hadapi koperasi simpan pinjam ?
• Apakah Solusi untuk mengatasi Permasalahan yang dihadapi Koperasi saat ini ?

C. TUJUAN
• Untuk mengetahui Pengertian Koperasi Simpan Pinjam.
• Untuk mengetahui Teori Singkat Tentang Koperasi Simpan Pinjam.
• Untuk mengetahui Masalah–Masalah yang di hadapi koperasi simpan pinjam.
• Untuk mengetahui Solusi untuk mengatasi Permasalahan yang dihadapi
Koperasi saat ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM
Koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan atas asa kekeluargaan yang
anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk
mensejahterakananggotanya. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama
oleh seluruh anggotanya,dimana setiap anggota memiliki hak suara yang sama
dalam setiap keputusan yang diambil koperasi.
Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank
yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat, berupa pinjaman dan tempat
penyimpanan uang bagi masyarakat.
Sumber dana koperasi simpan pinjam, di peroleh dari simpanan sukarela
anggotanya dan berbagai lembaga pemerintah, maupun lembaga swasta yang
mengalami kelebihan dana. Secara umum, sumber dana koperasi berasal dari :
anggota sendiri berupa simpanan pokok,simpanan wajib dan simpanan sukarela.
Usaha koperasi yang dikelolah oleh para anggota dengan membentuk pengurus
koperasi melalui Rapat Anggota, dilaksanankan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi.
Diantaranya :
1. keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2. pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3. pembagian laba (sisa hasil usaha) dilakukan secara adil dan sebanding dengan
besar jasa para anggota.
4. Kemandirian.
5. Pendidikan perkoperasian
6. Kerjasama antar koperasi.
Peranan koperasi simpan pinjam yaitu ikut mengembangkan perekonomian
masyarakatterutama bagi para anggotanya antara lain :
1. Membantu keperluan kredit para anggota dengan syarat-syarat yang ringan.
2. Mendidik para anggotanya supaya giat menabung secara teratur sehingga
membentukmodal sendiri.
3. Menambah pengetahuan tentang perkoperasian.
4. Menjauhkan anggotanya dari cengkeraman rentenir.
Manfaat koperasi simpan pinjam bagi anggota :
1. Anggota dapat memperoleh pinjaman dengan mudah dan tidak berbelit-belit
2. Proses bunganya adil kaaena disepakati dalam rapat anggota
3. Tidak ada ayarat meminjam memakai jaminan

B. TEORI SINGKAT MENGENAI KOPERASI SIMPAN PINJAM


1. Pengertian Simpan Pinjam
Menurut Melayu SP Hasibuan (1996) :
“Simpan Pinjam merupakan suatu transaksi yang memungut dana dalam bentuk
pinjaman
dan menyalurkan kembali dalam bentuk pinjaman kepada anggota yang
membutuhkan, hal
ini dilakukan dalam rangka mengurangi gerakan rentenir yang merugikan
masyarakat”.
Menurut Ninik Widiyanti (2003) :
“Simpan Pinjam merupakan suatu usaha yang melakukan pembentukan modal
melalui
tabungan para anggota secara teratur dan terus menerus kemudian dipinjamkan
kembali kepada para anggota dengan cara yang mudah, murah, cepat, tepat untuk
tujuan produktif dan
kesejahteraan”.

C. MASALAH- MASALAH YANG DI HADAPI KOPERASI SIMPAN


PINJAM
Masalah kelemahan manajemen = disebabkan oleh tingkat pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki masyarakat masih terbatas. Kelangkaan modal =
disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat kita umumnya masihlemah
 Permasalahan yang dihadapi koperasi dalam terakhir ini sebagai berikut:
a. Kelembagaan Koperasi
Sejumlah masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan
di masamendatang meliputi hal-hal :
1. Kelembagaan koperasi belum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan
usaha.
Hal ini disebabkan adanya kekuatan, struktur dan pendekatan pengembangan
kelembagaan yangkurang memadai bagi pengembangan usaha. Mekanismenya
belum dapat dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung meluas dan
mendalamnya kegiatan usaha koperasi. Aspek kelembagaan yang banyak
dipermasalahahkan antara lain adalah daerah kerja, model kelembagaan koperasi
produksi, koperasi konsumsi dan koperasi jasa, serta pemusatan koperasi.
2. Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan
baik.Hal ini antara lain disebabkan oleh:
 Pengurus dan Badan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta
pelaksana usaha pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan
yang memadai, sehingga kurang mampu untuk melaksanakan pengelolaan
organisasi, manajemen dan usaha dengan baik, serta kurang tepat dalam
menanggapi perkembangan nngkungan.
 Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa
danPelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling
mengisi.
 Penyelenggaraan RAT koperasi masih belum dapat dilakukan secara tepat
waktu dandirasakan masih belum sepenuhnya menampung kesamaan kebutuhan,
keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.

b. Usaha Koperasi
Adapun masalah yang berkaitan dengan pengembangan usaha adalah :
Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu
mengembangkankegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum
memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia.
Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tataniaga yang efektif dan efisien,
baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan
kebutuhan pokok paraanggotanya.
Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan
persyaratan lunakuntuk mengembangkan usaha, terutama yang menyangkut
kegiatan usaha yang sesuai dengankebutuhan anggota, di luar kegiatan program
pemerintah. Selain itu koperasi masih belum mampu melaksanakan pemupukan
modlal sendiri yang mengakibatkan sangat tergantung pada kredit dari bank
walaupun biayanya lebih mahal.
Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi, dan
kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah
dimiliki.
Belum terciptanya pola dan bentuk-bentuk kerjasama yang serasi, baik antar
koperasisecara horizontal dan vertikal maupun kerjasama antara koperasi dengan
BUMN dan Swasta.
c. Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan yang terdiri dari kondisi ekonomi, politik, sosial dan budaya,
tidak dapatdilepaskan dari proses pengembangan koperasi. Di satu pihak kondisi
tersebut dapatmemberikan kesempatan, di pihak lain dapat menimbulkan
hambatan bagi perkembangankoperasi. Adapun kondisi lingkungan yang dapat
diidentifikasikan, sebagai berikut :
1) Kemauan politik yang kuat dari amanat GBHN 1999-2004 dalam upaya
pengembangan koperasi, kurang diikuti dengan tindakan-tindakan yang konsisten
dan konsekuen dari seluruhlapisan struktur birokrasi pemerintah.
2) Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan
koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain, sehingga program
pengembangan sub-sektorkoperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan
dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.
3) Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat
usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong.
4) Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan
menghayati pentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan.
5) Sikap sebagian besar masyarakat di lingkungan masyarakat yang miskin
dirasakan masih sulit untuk diajak berusaha bersama, sehingga di lingkungan
semacam itu kehidupan berkoperasi masih sukar dikembangkan.
6) Sebagai organisasi yang membawa unsur pembaruan, koperasi sering
membawa nilai-nilai baru yang kadang-kadang kurang sesuai dengan nilai yang
dianut oleh masyarakat yang lemah dan miskin terutama yang berada di pedesaan.

D. SOLUSI UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN YANG DIHADAPI


KOPERASI SAAT INI
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan
reposisi peran koperasi yang secara mandiri dilakukan oleh koperasi dan
pengusaha kecil.Keikutsertaan pemerintah dalam program ini dibatasi hanya
sebagai fasilitator dan regulator,melalui suatu mekanisme yang menempatkan
koperasi dan usaha kecil sejajar dengan perusahaan-perusahaan milik swasta dan
perusahaan milik pemerintah. Strategi tersebut merupakan langkah yang perlu
ditempuh berdasarkan pemikiran bahwa dengan program ini memungkinkan
permasalahan yang dihadapi koperasi dapat ditangani sekaligus. Dalam halini,
selain koperasi memiliki kesempatan untuk eksis dalam usaha-usaha yang selama
ini
seakan “diharamkan” untuk koperasi, seperti dalam pengelolaan hutan dan
ekspor/impor.
Program ini juga sekaligus juga dapat membuktikan bahwa koperasi dan usaha
kecil mampu berperan sebagai kelembagaan yang menopang pemberdayaan
ekonomi rakyat dalam system ekonomi kerakyatan.

Pola Reposisi Peran Koperasi


Keberhasilan koperasi dalam melaksanakan peranannya antara lain sangat
ditentukan faktor-faktor sebagai berikut:
1. Kemampuan menciptakan posisi pasar dan pengawasan harga yang layak.
2. Kemampuan koperasi untuk menghimpun dan menanamkan kembali
modal,dengan cara penumpukan modal anggota.
3. Penggunaan sarana dan prasarana yang tersedia secara optimal untuk
mempertinggi efisiensi.
4. Terciptanya keterampilan teknis di bidang produksi, pengolahan dan
pemasaran yang tidak mungkin dapat dicapai oleh anggota secara sendiri-sendiri.
5. Pembebanan resiko dari anggota kepada koperasi sebagai satu unit usaha, yang
selanjutnya kembali ditanggung secara bersama oleh anggotanya.
6. Pengaruh dari koperasi terhadap anggota yang berkaitan dengan perubahan
sikapdan perilaku yang lebih sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan,
diantaranya perubahan teknologi, pasar dan dinamika masyarakat.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Koperasi Simpan Pinjam didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada
anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga ringan.
Koperasi simpan pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar
tidak terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan
sejumlah uang, dengan jalanmenggiatkan tabungan dan mengatur pemberian
pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam
menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali
dana tersebut kepada para anggotanya.
B. SARAN
Sebaiknya kopersai perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan banyak
pelatihan yang diberikan utamanya kepada pengurus koperasi sehingga dapat
membuat kinerja dan dan pelayanan yang diberikan lebih baik dengan demikian
akan semakin banyak msyarakat yang tertarik untuk berkoperasi, tentunya hal ini
diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah khusunya instansi yang terkait.
Kepada anggota koperasi untuk lebih aktif berpartisipasi dalam koperasi sebagai
usaha yang dikerjakan secara barsama-sama dan untuk kepentingan bersama pula.

DAFTAR PUSTAKA

 http://lisafitri2008.blogspot.com/2008/11/bab-ii-landasan-teori.html
 http://dkbuisness.blogspot.com/2013/11/masalah-koperasi-simpan pinjam.html
 Kasmir, bank dan lembaga keuangan lainnya, edisi revisi 12, Jakarta :rajawali
pers 2013

http://www.academia.edu/10030551/MAKALAH_PEMBANGUNAN_KOPERA
SI_Perkembangan_Koperasi_Simpan_Pinjam_Di_Indonesia_

http://fikriabdulkholik09.blogspot.co.id/2016/01/kata-pengantar-puji-syukur-
kehadirat.html