Anda di halaman 1dari 18

Workshop Pembelajaran Matematika

“Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)”

Oleh

Gisti Helviyana : 06081181621005

Dosen Pembimbing : Nyimas Aisyah, M.Pd., Ph.D.


Meryansumayeka, S.Pd., M.Sc.

Pendidikan Matematika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijijaya
2018

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Indralaya


Mata Pelajaran : Matematika-Wajib
Kelas/Semester : X/I
Materi Pokok : Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel
(Linear-Kuadrat dan Kuadrat-kuadrat)
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan (2 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli

(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif


dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Pertemuan 1 :
No. Kompetensi Dasar Indikator
1. 3.4 Menjelaskan dan menentukan 3.4.1 Menyajikan konsep sistem
penyelesaian sistem pertidaksamaan dua
pertidaksamaan dua variabel variabel (linier-kuadrat).
3.4.2 Menyatakan permasalahan
(linear-kuadrat dan kuadrat-
grafik dalam bentuk sistem
kuadrat).
pertidaksamaan dua
variabel (linear-kuadrat).
3.4.3 Menentukan penyelesaian
sistem pertidaksamaan dua
variabel (linear-kuadrat).
3.4.4 Memiliki sikap
bekerjasama dalam diskusi

kelompok.
3.4.5 Menunjukkan sikap
bertanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas-tugas
yang telah diberikan.

Pertemuan 2 :
No. Kompetensi Dasar Indikator
1. 3.4 Menjelaskan dan menentukan 3.4.1 Menyajikan konsep sistem
penyelesaian sistem pertidaksamaan dua variabel
pertidaksamaan dua variabel (kuadrat-kuadrat).
3.4.2 Menyatakan permasalahan grafik
(linear-kuadrat dan kuadrat-
dalam bentuk sistem
kuadrat).
pertidaksamaan dua variabel
(kuadrat-kuadrat).
3.4.3 Menentukan penyelesaian
sistem pertidaksamaan dua
variabel (kuadrat-kuadrat).
3.4.4 Memiliki sikap
bekerjasama dalamdiskusi
kelompok.
3.4.5 Menunjukkan sikap bertanggung
jawab dalam menyelesaikan
tugas-tugas yang telah diberikan.

Pertemuan 3 :
No. Kompetensi Dasar Indikator
1. 4.4 Menyajikan dan menyelesaikan 4.4.1 Mengidentifikasi soal
masalah yang berkaitan dengan permasalahan dalam
sistem pertidaksamaan dua kehidupan nyata ke bentuk
variabel (linear-kuadrat dan sistem pertidaksamaan dua
kuadrat-kuadrat). variabel.
4.4.2 Menyelesaikan sistem
pertidaksamaan dua variabel
dengan pemodelan
matematika menggunakan
tabel dan grafik.

C. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1 :
No. Indikator Tujuan Pembelajaran
3.4.1 Melalui pemaparan guru, siswa dapat
menjelaskan kembali SPtDV (linear-kuadrat).
3.4.2 Melalui penemuan terbimbing, siswa dapat
menyatakan permasalahan dalam bentuk SPtDV
(linear-kuadrat).
3.4.3 Melalui pemaparan guru, siswa dapat
menentukan penyelesaian SPtDV (linear-
kuadrat) dengan benar.
3.4.4 Melalui diskusi kelompok, siswa diharapkan
saling bekerjasama dalam menyelesaikan soal.
3.4.5 Melalui diskusi kelompok, siswa diharapkan
memilki rasa bertanggungjawab dalam
menyelesaikan tugas-tugas.

Pertemuan 2 :
No. Indikator Tujuan Pembelajaran
3.4.1 Melalui pemaparan guru, siswa dapat
menjelaskan kembali SPtDV (kuadrat-kuadrat).
3.4.2 Melalui penemuan terbimbing, siswa dapat
menyatakan permasalahan dalam bentuk SPtDV
(kuadrat-kuadrat).
3.4.3 Melalui pemaparan guru, siswa dapat
menentukan penyelesaian SPtDV (kuadrat-
kuadrat) dengan benar.
3.4.4 Melalui diskusi kelompok, siswa diharapkan
saling bekerjasama dalam menyelesaikan soal.
3.4.5 Melalui diskusi kelompok, siswa diharapkan
memilki rasa bertanggungjawab dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
Pertemuan 3 :
No. Indikator Tujuan Pembelajaran
4.4.1 Melalui pemaparan guru, siswa dapat
mengindentifikasi soal permasahan dalam
kehidupan nyata ke bentuk SPtDV.
4.4.2 Melalui pemaparan guru, siswa dapat
menyelesaikan SPtDV dengan pemodelan
matematika menggunakan tabel dan grafik.

D. Materi Pembelajaran

No. Struktur Isi Yang ada dalam Pembelajaran


1. Fakta Simbol sistem pertidaksamaan dua variabel.
2. Konsep Pengertian koefisien, pengertian variabel,
pengertian konstanta, pengertian sistem,
pengertian sistem pertidaksamaan dua variabel,
dan bentuk umum pertidaksamaan.
3. Prinsip/Aturan Sifat-sifat sistem pertidaksamaan.
4. Prosedur Langkah-langkah menyelesaikan SPtLDV,
langkah-langkah menentukan daerah himpunan
penyelesaian (daerah arsiran) dari
pertidaksamaan linear.
(Terlampir).

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik.
2. Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL).
3. Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya-jawab.dan Diskusi
(cooperative learning).

4. Sumber Belajar
a. Buku Siswa : Bornok Sinaga, dkk.(2013). Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas
X. Jakarta:Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
b. Buku Siswa : Bornok Sinaga, dkk.(2014). Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas
X Semester 1. Edisi Revisi Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
c. Buku Siswa : Geri Achmadi, dkk.(2007). Mahir Matematika SMA/MA Kelas XII.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
d. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). (Terlampir).

5. Media Pembelajaran
1. Tayangan Power Point. Terlampir.
2. Lembar Penilaian. Terlampir.

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 :

Langkah- Alokasi
Deskripsi Kegiatan
langkah Waktu
Tahap 1. Guru memasuki ruangan, mengucapkan salam, dan 10 Menit
Awal menanyakan kabar kepada siswa-siswanya.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum
memulai kegiatan pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran siswa (Absensi).
4. Guru meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan untuk proses pembelajaran
nantinya.
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai, yakni siswa dapat menjelaskan kembali SPtDV
(linear-kuadrat), siswa dapat menyatakan permasalahan
grafik dalam bentuk SPtDV (linear-kuadrat), siswa dapat
menentukan penyelesaian SPtDV (linear-kuadrat) dengan
benar, siswa diharapkan saling bekerjasama dalam
menyelesaikan soal, dan siswa diharapkan memilki rasa
bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas-tugas.
6. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami
SPtDV (linear-kuadrat) agar siswa mempunyai semangat
belajar dan menarik simpati maupun minat belajar siswa
untuk memperhatikan Guru dalam menjelaskan materi yang
akan disampaikan. (motivasi).
7. Guru mengingatkan kembali materi tentang sistem
persamaan dua variabel yang pernah dipelajari pada
pertemuan sebelumnya. (Apersepsi).
8. Guru memberikan informasi tentang manfaat mempelajari
sistem pertidaksamaan dua variabel untuk menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Guru menampilkan materi di ppt tentang konsep sistem
pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat).
Tahap Inti Langkah-langkah menggunakan pembelajaran Problem 65 Menit
Based Learning :

a. Mengorientasikan peserta didik terhadap masalah


1. Guru akan memberikan soal pemecahan masalah
melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang akan
didiskusikan. (mengamati).

Soal :

Tentukan daerah himpunan penyelesaian dari:


�<�−1
� ≥ �2 – 4

Sketsalah grafik dari sistem pertidaksamaan kuadrat-


linear dari :

b. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar


2. Guru membentuk beberapa kelompok dengan tiap
kelompok terdiri dari 3-4 siswa, untuk mendiskusikan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
3. Guru mengarahkan siswa mengidentifikasi setiap soal
pada LKPD untuk menentukan penyelesaian nilai sistem
pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat) dari soal
yang telah disajikan.
4. Guru meminta kepada siswa untuk mencoba
menyelesaikan persoalan tersebut untuk mencari
himpunan penyelesaian yang disajikan pada LKPD
tersebut.
c. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
5. Jika siswa maupun setiap kelompok mengalami
kesulitan dalam menentukan kalimat matematika dari
soal sistem pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat)
yang terdapat dalam LKPD tersebut, Guru berperan
sebagai fasilitator dengan cara mengeksplorasi data
yang ada dan mengarahkannya sampai siswa-siswa
tersebut mengerti dan paham dengan materi tersebut.
6. Dengan berdiskusi kelompok peserta didik berusaha
memecahkan masalah pada LKPD yang telah diberikan
oleh Guru.
7. Siswa mencari informasi/referensi dari berbagai sumber.
Sumbernya bisa dari buku, internet, maupun sumber
lainnya tentang sistem pertidaksamaan dua variabel
(linear-kuadrat).

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


8. Dengan informasi/referensi yang telah dicari, siswa
dituntut untuk mengembangkan informasi tersebut
sehingga dapat mencari nilai sistem pertidaksamaan dua
variabel (linear-kuadrat).
9. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok
secara bergilir untuk mengemukakan hasil diskusi
kelompoknya.
10. Kelompok lain dapat memberikan tanggapan maupun
sanggahan dan pertanyaan kepada kelompok yang telah
mengemukakan hasil diskusinya.
11. Kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya
menjawab pertanyaan dan sanggahan yang telah
diajukan oleh kelompok lain.
12. Guru memberikan apresiasi dan penilaian atas hasil
kerja kelompok dan kemampuan peserta didik
berkomunikasi lisan.

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah
13. Guru meminta siswa untuk menyimpulkan tentang cara
penyelesaian sistem pertidaksamaan dua variabel
(linear-kuadrat).
14. Siswa dapat menganalisis dan mengevaluasi hasil
diskusi kelompoknya jika ada kritik dan saran dari
kelompok lain dan tanggapan dari Guru.
15. Setiap kelompok dapat memperbaiki tugas
kelompoknya dengan hasil yang sempurna.
16. Guru meminta untuk setiap kelompok mengumpulkan
hasil LKPD yang telah didiskusikan tadi.
1. Guru memberikan penguatan penjelesan berupa kesimpulan
dari keseluruhan materi yang SPtDV (linear-kuadrat).
2. Guru memberikan tugas individu tentang materi sistem
pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat) yang dikumpul
pada pertemuan selanjutnya.
Tahap 3. Guru memberikan informasi tentang materi yang akan
15 Menit
Penutup dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu materi tentang
sistem pertidaksamaan dua variabel (kuadrat-kuadrat).
4. Guru memberikan pesan untuk giat belajar, jangan pernah
malas serta tetap semangat.
5. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucap salam dan
meninggalkan ruangan.
Pertemuan 2 :
Langkah- Alokasi
Deskripsi Kegiatan
langkah Waktu
1. Guru memasuki ruangan, mengucapkan salam, dan
menanyakan kabar kepada siswa-siswanya
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum
memulai kegiatan pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran siswa (Absensi).
4. Guru meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan untuk proses pembelajaran
nantinya.
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai, yakni siswa dapat menjelaskan kembali SPtDV
(kuadrat-kuadrat), siswa dapat menyatakan permasalahan
grafik dalam bentuk SPtDV (kuadrat-kuadrat), siswa dapat
menentukan penyelesaian SPtDV (kuadrat-kuadrat) dengan

Tahap benar, siswa diharapkan saling bekerjasama dalam


10 Menit
Awal menyelesaikan soal, dan siswa diharapkan memilki rasa
bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas-tugas.
6. Guru memberikan motivasi agar siswa mempunyai
semangat belajar dan menarik simpati maupun minat
belajar siswa untuk memperhatikan Guru dalam
menjelaskan materi yang akan disampaikan.
7. Guru mengingatkan kembali materi tentang SPtDV (linear-
kuadrat) yang pernah dipelajari pada pertemuan
sebelumnya.
8. Guru memberikan informasi tentang manfaat mempelajari
sistem pertidaksamaan dua variabel untuk menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Guru menampilkan materi di ppt tentang konsep sistem
pertidaksamaan dua variabel (kuadrat-kuadrat).
Langkah-langkah menggunakan pembelajaran Problem
Based Learning :
a. Mengorientasikan peserta didik terhadap masalah
1. Guru akan memberikan soal pemecahan masalah
melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang
akan didiskusikan. (mengamati).

Soal :

1). Tentukan daerah penyelesaian dari:


� ≥ �2 + 2
� ≤ −�2 + 2� + 6
65 Menit

2). Suatu kolam renang yang berbentuk persegi


panjang akan dibuat dengan keliling 24 m. Jika
luas kolam paling sedikit 32 m2 , maka interval
panjang kolam renang dalam meter yang
Tahap Inti memenuhi syarat tersebut adalah? Selesaikan
dengan metode grafik dan uji titik!

b. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar


2. Guru membentuk beberapa kelompok dengan tiap
kelompok terdiri dari 3-4 siswa, untuk mendiskusikan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
3. Guru mengarahkan siswa mengidentifikasi setiap soal
pada LKPD untuk menentukan penyelesaian nilai
sistem pertidaksamaan dua variabel (kuadrat-kuadrat)
dari soal yang telah disajikan.
4. Guru meminta kepada siswa untuk mencoba
menyelesaikan persoalan tersebut untuk mencari
himpunan penyelesaian yang disajikan pada LKPD
tersebut.

c. Membimbing penyelidikan individual maupun


kelompok
5. Jika siswa maupun setiap kelompok mengalami
kesulitan dalam menentukan kalimat matematika dari
soal sistem pertidaksamaan dua variabel (kuadrat-
kuadrat) yang terdapat dalam LKPD tersebut, Guru
berperan sebagai fasilitator dengan cara
mengeksplorasi data yang ada dan mengarahkannya
sampai siswa-siswa tersebut mengerti dan paham
dengan materi tersebut.
6. Dengan berdiskusi kelompok peserta didik berusaha
memecahkan masalah pada LKPD yang telah
diberikan oleh Guru.
7. Siswa mencari informasi/referensi dari berbagai
sumber. Sumbernya bisa dari buku, internet, maupun
sumber lainnya tentang sistem pertidaksamaan dua
variabel (kuadrat-kuadrat).

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


8. Dengan informasi/referensi yang telah dicari, siswa
dituntut untuk mengembangkan informasi tersebut
sehingga dapat mencari nilai sistem pertidaksamaan
dua variabel (kuadrat-kuadrat).
9. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok
secara bergilir untuk mengemukakan hasil diskusi
kelompoknya.
10. Kelompok lain dapat memberikan tanggapan maupun
sanggahan dan pertanyaan kepada kelompok yang
telah mengemukakan hasil diskusinya.
11. Kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya
menjawab pertanyaan dan sanggahan yang telah
diajukan oleh kelompok lain.
12. Guru memberikan apresiasi dan penilaian atas hasil
kerja kelompok dan kemampuan peserta didik
berkomunikasi lisan.

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah
13. Guru meminta siswa untuk menyimpulkan tentang cara
penyelesaian sistem pertidaksamaan dua variabel
(kuadrat-kuadrat).
14. Siswa dapat menganalisis dan mengevaluasi hasil
diskusi kelompoknya jika ada kritik dan saran dari
kelompok lain dan tanggapan dari Guru.
15. Setiap kelompok dapat memperbaiki tugas
kelompoknya dengan hasil yang sempurna.
16. Guru meminta untuk setiap kelompok mengumpulkan
hasil LKPD yang telah didiskusikan tadi.
1. Guru memberikan penguatan penjelesan berupa
kesimpulan dari keseluruhan materi SPtDV (kuadrat-
kuadrat).
2. Guru memberikan tugas individu tentang materi sistem
pertidaksamaan dua variabel (kuadrat-kuadrat) yang
dikumpul pada pertemuan selanjutnya.
3. Guru memberikan informasi tentang materi yang akan
Tahap dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu materi tentang
Penutup 15 Menit
SPtDV dengan pemodelan matematika dan Ulangan
Harian materi SPtDV (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat)
serta SPtDV dengan pemodelan matematika.
4. Guru memberikan pesan untuk giat belajar, jangan pernah
malas serta tetap semangat.
5. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucap salam dan
meninggalkan ruangan.

Pertemuan 3 :

Langkah- Alokasi
Deskripsi Kegiatan
langkah Waktu
Tahap 1. Guru memasuki ruangan, mengucapkan salam, dan 10 Menit
Awal menanyakan kabar kepada siswa-siswanya.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum
memulai kegiatan pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran siswa (Absensi).
4. Guru meminta siswa untuk menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan untuk proses pembelajaran
nantinya.
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai, yakni siswa dapat mengindentifikasi soal
permasahan dalam kehidupan nyata ke bentuk SPtDV, siswa
dapat menentukan penyelesaian SPtDV dengan pemodelan
matematika menggunakan tabel dan grafik, siswa
diharapkan saling bekerjasama dalam menyelesaikan soal,
dan siswa diharapkan memilki rasa bertanggungjawab
dalam menyelesaikan tugas-tugas.
6. Guru memberikan motivasi agar siswa mempunyai
semangat belajar dan menarik simpati maupun minat belajar
siswa untuk memperhatikan Guru dalam menjelaskan materi
yang akan disampaikan.
7. Guru mengingatkan kembali materi tentang SPtDV
(kuadrat-kuadrat) yang pernah dipelajari pada pertemuan
sebelumnya.
8. Guru memberikan informasi tentang manfaat mempelajari
sistem pertidaksamaan dua variabel untuk menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Guru menampilkan materi di ppt tentang konsep pemodelan
matematika SPtDV menggunakan tabel dan grafik.
Tahap Inti Langkah-langkah menggunakan pembelajaran Problem 40 Menit
Based Learning :

a. Mengorientasikan peserta didik terhadap masalah


1. Guru akan memberikan soal pemecahan masalah
melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang akan
didiskusikan. (mengamati).

Soal :

Pesawat penumpang sebuah perusahaan domestik


mempunyai tempat duduk 48 kursi. Kelas eksekutif
boleh membawa bagasi seberat 60 kg. Sedangkan
kelas ekonomi boleh membawa bagasi seberat 20 kg.
Pesawat hanya mampu membawa bagasi seberat
1440 kg. Bila harga tiket eksekutif Rp 600.000; dan
kelas ekonomi Rp 400.000; serta semua tiket habis
terjual. Tentukan :
a. Model matematika (menggunakan tabel)?
b. Pertidaksamaan?
c. Grafik himpunan penyelesaian?
d. Pendapatan maksimum?
b. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar
2. Guru membentuk beberapa kelompok dengan tiap
kelompok terdiri dari 3-4 siswa, untuk mendiskusikan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
3. Guru mengarahkan siswa mengidentifikasi setiap soal
pada LKPD untuk menentukan penyelesaian nilai sistem
pertidaksamaan dua variabel dari soal cerita yang telah
disajikan.
4. Guru meminta kepada siswa untuk mencoba
menyelesaikan persoalan tersebut untuk mencari
himpunan penyelesaian dengan pemodelan matematika
yang disajikan pada LKPD tersebut.
c. Membimbing penyelidikan individual maupun
kelompok
5. Jika siswa maupun setiap kelompok mengalami
kesulitan dalam menentukan kalimat matematika dari
soal sistem pertidaksamaan dua variabel dengan
pemodelan matematika yang terdapat dalam LKPD
tersebut, Guru berperan sebagai fasilitator dengan cara
mengeksplorasi data yang ada dan mengarahkannya
sampai siswa-siswa tersebut mengerti dan paham
dengan materi tersebut.
6. Dengan berdiskusi kelompok peserta didik berusaha
memecahkan masalah pada LKPD yang telah diberikan
oleh Guru.
7. Siswa mencari informasi/referensi dari berbagai sumber.
Sumbernya bisa dari buku, internet, maupun sumber
lainnya tentang sistem pertidaksamaan dua variabel
dengan pemodelan.

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


8. Dengan informasi/referensi yang telah dicari, siswa
dituntut untuk mengembangkan informasi tersebut
sehingga dapat mencari nilai sistem pertidaksamaan dua
variabel dengan pemodelan matematika.
9. Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok
secara bergilir untuk mengemukakan hasil diskusi
kelompoknya.
10. Kelompok lain dapat memberikan tanggapan maupun
sanggahan dan pertanyaan kepada kelompok yang telah
mengemukakan hasil diskusinya.
11. Kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya
menjawab pertanyaan dan sanggahan yang telah
diajukan oleh kelompok lain.
12. Guru memberikan apresiasi dan penilaian atas hasil
kerja kelompok dan kemampuan peserta didik
berkomunikasi lisan.

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah
13. Guru meminta siswa untuk menyimpulkan tentang cara
penyelesaian sistem pertidaksamaan dua variabel
dengan pemodelan matematika
14. Siswa dapat menganalisis dan mengevaluasi hasil
diskusi kelompoknya jika ada kritik dan saran dari
kelompok lain dan tanggapan dari Guru.
15. Setiap kelompok dapat memperbaiki tugas
kelompoknya dengan hasil yang sempurna.
16. Guru meminta untuk setiap kelompok mengumpulkan
hasil LKPD yang telah didiskusikan tadi.
Tahap 1. Guru memberikan penguatan penjelesan berupa kesimpulan 40 Menit
Penutup dari keseluruhan materi SPtDV dengan pemodelan
matematika menggunakan tabel dan grafik.
2. Guru mengevaluasi belajar siswa dengan Ulangan Harian
yang diberi waktu selama 35 menit.
3. Guru meminta kepada semua siswa untuk mengumpulkan
jawabannya ketika waktu telah selesai.
4. Guru memberikan informasi tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu materi tentang
Fungsi.
5. Guru memberikan pesan untuk giat belajar, jangan pernah
malas serta tetap semangat.
6. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucap salam dan
meninggalkan ruangan.

I. Penilaian
a. Kognif
Teknik : Tes.
Instrumen : Terlampir.
b. Afektif
Teknik : Observasi.
Instrumen : Terlampir.
c. Psikomotorik
Teknik : Tes.
Instrumen : Terlampir.