Anda di halaman 1dari 1

ASASI (ABON SALAK SIDEMPUAN) SEBAGAI INOVASI PANGAN

PEMBUATAN ABON NABATI DARI BUAH SALAK DENGAN


MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL KOTA SIDEMPUAN SUMATERA
UTARA

Bangkit Kali Syahputra Sipahutar, Apria Ningsih Siregar, Erni Misran, S.T., M.T.,
Ph.D
Universitas Sumatera Utara

Salak merupakan buah tropis khas Indonesia dengan produksi yang meningkat setiap
tahunnya. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Republik
Indonesia tahun 2012, produksi salak di Indonesia mencapai 1.035.407 ton. Hal ini
tentunya menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk
olahan pangan. Salah satu inovasi yang penulis lakukan yaitu dengan membuat abon
nabati berbahan dasar buah salak sidempuan (Salacca sumatrana) dengan
memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan kearifan lokal kota Padang Sidempuan
Sumatera Utara. Pada umumnya pembuatan abon dilakukan dengan menggunakan
daging atau ikan sebagai bahan utama yang digunakan dalam pembuatannya.
Penampilannya biasanya berwarna coklat terang hingga kehitaman. Metode yang
dilakukan dalam penelitian ini dibagi atas beberapa tahap seperti tahap pengupasan
dan pemarutan secara tipis buah salak, tahap pembuatan bumbu, tahap pencampuran,
tahap penggorengan dan tahap pengemasan. Produk yang dihasilkan memiliki
keunggulan diantaranya jenis produk yang dihasilkan merupakan produk pangan yang
sehat karena tidak mengandung bahan pengawet dan tentunya produk yang dihasilkan
berbeda dengan produk abon yang telah ada sebelumnya. Produk ini juga dapat
menjadi salah satu ikon panganan khas Sumatera Utara khususnya kota Sidempuan.
Melalui inovasi ini diharapkan potensi lokal daerah Padang Sidempuan berupa buah
salak dapat diolah secara optimal dalam rangka pengoptimalisasian produk lokal
dengan inovasi tepat guna bernilai ekonomis dan dapat menjadi daya tarik daerah
tersendiri untuk mengundang perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara demi
menuju Indonesia sejahtera.

Kata Kunci : abon, pangan, salak, sidempuan