Anda di halaman 1dari 3

Formasi Pescaprae

Formasi ini terdapat pada tumpukan-tumpukan pasir yang mengalami proses peninggian di
sepanjang pantai, dan hampir terdapat di selumh pantai Indonesia. Komposisi spesies
tumbuhan pada formasi pescaprae di mana saja hampir sama karena spesies tumbuhannya
didominasi oleh Ipomoea pescaprae (katang-katang) salah satu spesies tumbuhan menjalar,
herba rendah yang akamya mampu mengikat pasir. Sebetulnya nama fomlasipescaprae diambil
dari nama spesies tumbuhan yang dominan itu. Akan tetapi, ada spesies-spesies tumbuhan
lainnya yang umumnya terdapat pada formasi pescaprae antara lainCyperus penduculatus,
Cyperus stoloniferus, Thuarea linvoluta, Spinifex littoralis, Vitex trifolia, Ishaemum muticum,
Euphorbia atoto, Launaca sarmontasa, Fimbristylis sericea, Canavalia abtusiofolia,
Triumfetta repens, Uigna marina, Ipomea carnosa, Ipomoea denticulata, dan Ipomoea
littoralis.

Gambar 2. Ipomea Pescaprae (Irwanto, 2008)


Formasi ini terdapat di atas formasi pescaprae, yaitu pada daerah pantai persis di belakang
formasi pescaprae yang telah memungkinkan untuk ditumbuhi berbagai spesies pohon khas
hutan pantai.
Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan)
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea pes-caprae (L) Sweet

Tapak Kuda (Ipomoea pes-caprae (L.) Sweet)

Tapak Kuda tumbuh liar di daerah pantai atau di tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu dan
mengandung pasir. Tumbuhan berbatang basah, licin, merambat atau merayap di tanah, warna batang
hijau kecoklatan. Daun tunggal, bulat, tebal, licin mengkilat tidak berambut, berbagi di kedua ujung
daun, warna hijau, letak tersebar panjang dan lebar daun + 3 cm, tangkai daun panjang sekitar 2 - 3
cm, bila dipatahkan keluar getah warna putih. Bunga warna ungu, bentuk seperti corong/terompet.

Tidak banyak literatur yang menjelaskan dengan rinci mengenai tanaman ini. Tapak kuda yang
merupakan famili Convolvulaceae ini sebenarnya digunakan sebagai tanaman obat sejak zaman dulu
kala. Di beberapa negara, tapak kuda atau disebut juga beach morning glory, digunakan untuk
mengatasi peradangan dan mengatasi rasa sakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tapak kuda mengandung glochidone, asam betulinic, alfa
dan beta amyrin asetat, serta isoquercitrin. Pada tanaman tersebut juga terdapat antinociceptive,
yang berguna mengatasi rasa sakit berlebihan.

Antinociceptive akan beraksi seperti hidroalkoholik, yang mampu mengurangi rasa sakit. Dengan
kandungan tersebut, tapak kuda kerap digunakan untuk meredakan nyeri persendian atau pegal
otot. Selain itu, tanaman ini juga digunakan sebagai pereda sakit gigi dan pembengkakan gusi.

Nama Daerah :
Katang-katang, tang katang, daun katang, alere, leleri, ; dalere, batata pantai, tapak kuda, andah
arana, daredei; watata-ruruan, dolodoi, tilalade, mari-mari, wedor, tati raui,; ngemir ngamir, loloro,
bulalingo, Ialere, wedule.

Nama Asing :
Ma an teng (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :


Reumatik, Sakit otot/pegal-pegal (myalgia), Wasir, Sakit gigi; Pembengkakan gusi;

Bagian Tumbuhan Yang Dipakai :


Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

Kegunaan Tumbuhan Tapak Kuda :


1. Rheumatik/nyeri persendian, myalgia (sakit otot/pegal-pegal).
2. Perdarahan pada wasir (haemorrhoid), pembengkakan gusi, sakit gigi.

Pemakaian Luar :
Lumatkan daun tapak kuda segar untuk pemakaian di tempat yang sakit, atau daun segar direbus
untuk cuci, atau perasan airnya dari daun segar untuk dioleskan ke tempat yang sakit atau akar
dikeringkan, giling menjadi bubuk/serbuk, tempelkan ke tempat yang sakit. Dipakai untuk bisul,
koreng, eczema.