Anda di halaman 1dari 8

EKONOMI MANAJERIAL

UJIAN AKHIR SEMESTER


“Take Home Exam”

KOMANG TRISKA ARIWIDANTA


1680611005

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
1. Apa yang anda ketahui tentang strategi dominan, dan keseimbangan nash. Jelaskan
secara singkat dan hubungkan dengan kondisi ekonomi sekarang ini.
Jawaban:
Membahas tentang strategi dominan serta keseimbangan nash maka kita akan
membicarakan tentang perilaku strategi dan game theory. Perilaku strategi merupakan
tindakan maksimalisasi strategi rencana kerja setelah mempertimbangkan semua reaksi
yang mungkin dilakukan oleh para pesaing dalam rangka memperoleh laba dan
keuntungan lainnya. Sedangkan game theory, memperlihatkan bagaimana perusahaan
oligopolistik membuat keputusan strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif
atas pesaingnya. Teori permainan (game theory) dipelopori oleh ahli matematika John
Von Neumann dan ekonom Oskar Morgenstern pada tahun 1944 dan tidak lama
kemudian teeori ini diakui sebagai terobosan baru dalam penelitian tentang oligopoly.
Setiap model teori permainan terdiri atas pemain, strategis, dan ganjaran.
Pemain (player) adalah para pembuat keputusan yaitu, para manajer perusahaan
oligopolies yang perlakuannya akan berusahan kita jelaskan dan ramalkan. Strategi
adalah pilihan untuk mengubah harga, mengembangkan produk baru, melakukan
kampanye iklan, membangun kapasitas baru dan tindakan serupa yang mempengaruhi
penjualan dan tingkat laba perusahaan serta pesaingnya. Strategi yang diterapkan oleh
sebuah perusahaan, biasanya terdapat strategi-strategi (reaksi) yang bisa dilakukan
oleh pesaing. Ganjaran adalah hasil atau konsekuensi dari setiap kombinasi strategi
yang dilakukan kedua perusahaan. Ganjaran biasanya dinyatakan dalam bentuk laba
atau rugi dari perusahaan yang kita kaji, akibat strategi perusahaan itu atau reaksi
pesaingnya.
Strategi dominan adalah pilihan terbaik atau optimum untuk pemain tanpa
mempersoalkan apa yang dilakukan lawannya. Untuk melihat bagaimana para pemain
memilih strategi yang memaksimumkan ganjaran mereka, marilah kita mulai dengan
permainan paling sederhana dalam suatu industri yang terdiri atas dua perusahaan
(duopoli), perusahaan sepeda Wimcycle dan Sepeda Polygon. Keseimbangan nash
(nash equilibrium) adalah sebuah situasi ketika setiap pemain memilih strategi
optimumnya, untuk menghadapi strategi yang telah dilakukan oleh pemain lainnya.
Strategi pemasangan iklan yang gencar untuk perusahaan Wimcycle dan perusahaan
Polygon adalah keseimbangan nash.
Masing-masing perusahaan mempunyai dua pilihan strategi, yaitu memasang
iklan atau tidak. Perusahaan Wimcycle tentu saja mengharapkan laba yang lebih tinggi
jika dia memasang iklan dibanding jika tidak memasang iklan. Tetapi tingkat laba
perusahaan Wimcycle sebenarnya juga tergantung dari apakah perusahaan Polygon
memasang iklan atau tidak. Dengan begitu, setiap strategi yang dilakukan oleh
perusahaan Wimcycle yaitu memasang iklan atau tidak bisa dihubungkan dengan
setiap strategi perusahaan Polygon yang juga memasang iklan atau tidak. Berikut
matriks ganjaran dari strategi dominan:
Perusahaan Polygon

Pasang Iklan Tidak Pasang


Iklan
Perusahaan Pasang Iklan (4,5) (5,1)
Wimcycle Tidak Pasang (2,5) (3,2)
Iklan
Perusahaan Wimcycle tidak memiliki strategi dominan
 Memasang iklan laba 4 atau 5
 Tidak memasang iklan laba 2 atau 6
Perusahaan Polygon memiliki strategi dominan
 Memasang iklan laba 3 atau 5
 Tidak memasang iklan laba 1 atau 2
Anggaplah bahwa perusahaan Polygon memilih beriklan sebagai strategi
dominanya, strategi optimum untuk perusahaan Wimcycle adalah juga memasang iklan.
Perhatikan bahwa ketika kedua perusahaan memiliki strategi dominan, masing-masing
perusahaan dapat memilih startegi optimum tanpa peduli strategi apa yang dipilih oleh
pesaingnya. Disini, hanya perusahaan Polygon yang memiliki strategi dominan.
Sebagai akibatnya perusahaan Wimcycle tidak bisa memilih strategi optimumnya tanpa
terlepas dari perusahaan Polygon. hanya ketika setiap pemain telah memilih strategi
optimumnya berdasarkan strategi yang telah dipilih oleh pemain lainnya, maka kita akan
berada dalam keseimbangan Nash. Tetapi keseimbangan Nash tidak memerlukan
keseimbangan strategi dominan.
Bila dikaitkan dengan keadaan ekonomi dan kemajuan teknologi saat ini,
kedua perusahaan sepeda tersebut merupakan market leader yang telah menguasai
pasar. Ketika salah satu perusahaan melakukan strategi dominan yaitu memasang iklan
secara tidak langsung strategi tersebut membantu menaikkan laba perusahaan.
Dengan adanya iklan, produk yang dikeluarkan oleh perusahaan dikenal oleh
masyarakat sehingga terjadi peningkatan penjualan. Walaupun Wimcycle merupakan
market leader akan tetapi dalam persaingan penjualan polygon lebih memimpin karena
menerapkan strategi dominan dalam memasang iklan. Mengingat gaya hidup
masyarakat Indonesia yang mulai menerapkan gaya hidup sehat, maka penting sebagai
perusahaan menerapkan iklan guna meningkatkan penjualan. iklan sebagai brand
awareness agar konsumen kembali membeli produk yang dijual.

2. Struktur pasar dibentuk oleh 4 faktor penting, yaitu jumlah penjual dan jumlah pembeli,
karakteristik produk, mobilitas sumber daya dan kesempurnaan informasi.
Jawaban:
Strukur pasar menjabarkan lingkungan persaingan dalam pasar untuk setiap
barang dan jasa. Sebuah pasar terdiri dari semua perusahaan dan individual yang rela
dan mampu membeli atau menjual satu produk tertentu. Pasar persaingan sempurna
yang biasa disebut dengan Perfect Competition merupakan suatu industri dimana
didalamnya terdapat banyak sekali para penjual dan pembeli, dan setiap penjual
maupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar misalnya harga. Karena,
peran produsen dan pembeli adalah sebagai price taker (penerima harga). Semua
produk yang dijual di pasar ini terlihat identik karena pembeli tidak dapat
membedakannya. Harga yang terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi
antara primintaan dan penawaran sehingga penjual dan pembeli dipasar ini tidak dapat
mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai price taker.
Pasar monopoli merupakan suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu
penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual
atau sering disebut sebagai "monopolis". Monopoli adalah suatu keadaan dimana
didalam pasar hanya ada satu penjual sehingga tidak ada pihak lain yang
menyainginya. Ini adalah kasus monopoli murni pure monopoly. Didalam kenyataan
sulit untuk mendapatkan suatu perusahaan yang memberi contoh monopoli murni.
Dimana tidak ada unsur persaingan dari perusahaan yang lain. Karena seandainya pun
hanya ada satu penjual dipasar, sehingga tidak ada persaingan langsung dari
perusahaan lain, kemungkinan masih ada perusahaan yang tidak langsung, misalnya
dari produk dan barang-barang dari perusahaan lain yang biasa sebagian subtitusi
(meski subtitusi tidak langsung) untuk barang-barang yang dihasilkan perusahaan
monopoli.
Pasar persaingan monopolistik mempunyai banyak persamaan dengan pasar
persaingan sempurna, tetapi juga mempunyai cukup banyak perbedaan yang
menyebabkan perusahaan di pasar tersebut mempunyai unsur kekuatan monopoli.
Persaingan bukan harga-yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara
menurunkan harga tetapi dengan cara promosi yang lain, sangat penting peranannya
dalam pasar monopolistik. Bentuk utama persaingan bukan harga melainkan
pengiklanan, pembedaan penampilan barang, dan “after sales service”. Pengiklanan
memberikan beberapa sumbangan penting kepada masyarakat, yaitu dapat
menurunkan biaya produksi, membantu konsumen memilih barang yang sesuai,
menggalakan perkembangan mutu, mengembangkam industry komunikasi dan
menambah kesempatan kerja.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai
bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka
dapatkan tergantung dari tindakan yang dilakukan pesaing. Sehingga semua usaha
promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan
dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing. Praktik oligopoli umumnya
dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial
untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli
sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum
dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di
antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar
oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang
tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Kesimpulannya dari semua pasar memiliki perbedaan tersendiri, dimulai dari
pasar persaingan sempurna yang memiliki struktur pasar yang mencakup jumlah
penjual dan jumlah pembeli, karakteristik produk, serta kesempurnaan informasi.
Sedangkan pasar monopoli hanya memiliki struktur penjual yang sedikit dan pembeli
yang banyak. Pasar monopolistik hampir memiliki ciri yang sama dengan pasar
persaingan sempurna akan tetapi pada pasar monopolistik lebih menekankan
pengiklanan dalam menjual produk. Pada pasar oligopoli memiliki cirri pangsa pasar
yang besar akan tetapi jumlah pesaing terbatas sehingga untuk masuk ikut bersaing
menjadi sesuatu yang sulit. Maka dapat disimpulkan bahwa pasar persaingan
sempurna merupakan pasar yang memiliki sturuktur pasar paling baik dari struktur
pasar yang lain.

3. Apa yang anda ketahui tentang persaingan harga? dan dilemma tahanan dalam
ekonomi managerial. Serta biasanya dilakukan oleh siapa? apakah ini sangat bijak
apabila dilakukan dalam situasi saat ini ?
Jawaban:
Persaingan harga yaitu menggunakan harga sebagai faktor utama dalam
persaingan. Agar bisa bersaing, maka perusahaan harus mampu memproduksi pada
tingkat harga terendah. Perusahaan sering kali harus mau dan dapat merubah
harga,oleh karena itu dibutuhkan respon yang cepat dan agresif. Tetapi pada saat yang
sama, pesaing juga dapat bertindak cepat, sebagai reaksi atas perubahan harga yang
terjadi.Konsumen bisa switching ke produk lain, yang dapat memberikan harga paling
murah. Persaingan harga digunakan perusahaan untuk menjaga produknya dari
pesaing lainnya agar tetap berkembang dan berada di tengah tengah konsumen.
Dilema tahanan merupakan pengembangan dari game theory yang memiliki
konsep dilemma tahanan dapat digunakan untuk menganalisis persaingan harga dan
non harga dalam pasar oligopolistik. Dalam hal ini situasi dimana setiap perusahaan
melaksanakan strategi dominannya, tetapi masing masing dapat bertindak lebih baik
memperoleh laba yg lebih besar bila bekerjasama. Selain itu dalam hal kecenderungan
untuk berbuat curang yaitu, untuk secara diam-diam mengurangi harga atau menjual
lebih banyak dari kuota di dalam sebuah kartel. Persaingan harga oligopolistik yang
terjadi bersamaan dengan situasi dilemma tahanan, dapat dikaji dengan menggunakan
matriks ganjaran dalam table berikut:
Perusahaan Dunhill

Harga Tinggi Harga Rendah


Perusahaan Harga Tinggi (2,2) (5,1)
Marlboro Harga Rendah (1,5) (3,3)

Matriks ganjaran dalam table tersebut menunjukkan bahwa jika perusahaan


Dunhill dan Marlboro sama-sama menaikkan harga maka laba yang diperoleh hamper
sama. Begitu sebaliknya jika salah satu perusahaan menurunkan harga maka laba yang
diperoleh akan drastic naik. Hal ini dikarenakan perusahaan menjual produk homogen
dan ketika harga dipermaikan maka konsumen akan beralih ke produk lain. Jadi,
perusahaan Marlboro harus melaksanakan strategi dominannya untuk menentukan
harga rendah. Meskipun begitu, kedua perusahaan bisa melakukan hal yang lebih baik
artinya, memperoleh laba yang tinggi sebesar 2 jika mereka bekerja sama dan
keduanya menentukan harga tinggi. Apabila dilihat dari sisi perusahaan dan situasi
Indonesia saat ini tindakan dilema tahanan bijak dilakukan karena regulasi pemerintah
akan cukai rokok yang semakin tinggi. menaikkan harga merupakan salah satu strategi
untuk tetap mendapatkan laba yang tinggi dikarenakan produk yang dijual kedua
perusahaan sama atau homogeny. Selain itu rokok juga merupakan sebuah kebutuhan
untuk beberapa masyarakat Indonesia sehingga berapapun harga yang ditentukan
masyarakat akan tetap membeli produk rokok yang dikeluarkan kedua perusahaan.

4. Pada Google Drive Kelas, terdapat video dengan judul “Konsep Waralaba Cocok
dengan Ekonomi di Indonesia”. Bahaslah implikasi manajerial yang anda dapat pelajari
dengan menghubungkan konsep waralaba tersebut dengan teori yang ada sekarang ini.
Jawaban:
Teori pertukaran yang dikonsepkan oleh Homans (1958) yang menyatakan
bahwa interaksi adalah sebuah bentuk pertukaran yang melibatkan minimal dua individu
yang saling bertukar kegiatan berwujud (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible).
Teori pertukaran dibagi menjadi teori pertukaran sosial (social exchange) dan teori
pertukaran ekonomi (economic exchange). Teori Pertukaran Sosial adalah tindakan
sukarela individu yang dimotivasi untuk mendapatkan imbalan yang diharapkan oleh
pihak lain. Berbeda dengan pertukaran ekonomi yang diikat dengan kontrak yang jelas,
maka pada pertukaran sosial terdapat kewajiban yang tidak tertulis atas dasar
kepercayaan kepada pihak lain. Menurut teori ini satu pihak melakukan pertukaran
sosial karena keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, sehingga membutuhkan bantuan
pihak lain. Melalui pertukaran sosial para pihak bertukar sumberdaya yang sulit untuk
didapat melalui pertukaran ekonomi. Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis
teori pertukaran sosial adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan
tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan.
Terdapat dua konsep penting dalam proses pertukaran sosial yaitu kepercayaan dan
ketergantungan kekuasaan. Kepercayaan yang berkenaan dengan ekspektasi positif
terhadap keinginan orang lain dalam situasi yang dapat berisiko merupakan kunci
utama pertukaran sosial dan menyangkut kelangsungan ikatan emosional antara pihak
yang berinteraksi. Kepercayaan merupakan hal penting yang harus dimiliki dalam
perilaku terwaralaba untuk dapat membina hubungan yang baik dengan pewaralaba,
dan merupakan salah satu dimensi dari kualitas hubungan relasional.
Dibandingkan dengan kesepakatan arm’s length contract (yang merupakan
kesepakatan transaksi melalui mekanisme pasar), kerjasama dalam waralaba
mempunyai perspektif waktu yang lebih lama, yang merupakan ciri dari pertukaran
sosial. Kemudian, tindakan kooperatif dalam aliansi seringkali bersifat timbal balik
(reciprocal) dan tergantung kepada perilaku positif pihak lain, dimana bentuk timbal
balik ini merupakan elemen penting dalam pertukaran sosial. Selain itu, hubungan dan
kepercayaan merupakan elemen kritikal dalam sistem waralaba, juga merupakan
elemen kritikal pertukaran sosial. Meskipun kepercayaan dan hubungan sulit untuk
diukur dalam bentuk nilai ekonomi, tapi keduanya merupakan kunci kesuksesan
waralaba. Teori pertukaran sosial telah banyak diaplikasikan dalam konteks individu,
organisasi, antar organisasi termasuk landasan strategi waralaba.
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer,
pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin
jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali
memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh
pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun,
menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan
sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry pada tahun 1898.
Waralaba, yang dalam bahasa Inggris disebut franchising dan dalam bahasa
Perancis disebut franchise yang artinya hak atau kebebasan, merupakan hak-hak
menjual suatu produk, jasa, atau layanan. Sementara itu, menurut pemerintah
Indonesia waralaba merupakan perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk
menggunakan atau memanfaatkan ciri khas dari sebuah usaha milik pihak lain dengan
membayar imbalan kepada pihak yang menjadi pemberi hak. Imbalan sendiri ditentukan
dengan memenuhi persyaratan dan persyaratan yang harus dipenuhi sendiri ditetapkan
oleh pemberi hak. Sebagai contoh, jik ingin mendapatkan hak untuk menjual produk
dari McDonalds, tentu harus membayar imbalan kepada pihak McDonalds berdasarkan
persyaratan yang mereka tentukan. Jika ingin memulai bisnis waralaba, tentu harus
tahu bisnis-bisnis waralaba apa saja yang sukses di Indonesia.
Konsep franchise atau waralaba sebenarnya sangat cocok untuk negara
Indonesia. Masyarakat Indonesia sejak lama sudah terbiasa dengan usaha sendiri,
buka warung, membuka toko, membuka restaurant. Usaha waralaba dan usaha mikro
kecil serta menengah juga dapat menyerap tenaga kerja sebesar 70% hingga 80%.
Suatu waralaba juga dapat meningkatkan kualitas usaha warga dengan menerapkan
standarisasi baik untuk perlengkapan, fasilitas gerai maupun kualitas produk.
Berdasarkan hal tersebut, bisnis waralaba merupakan peluang yang sangat
menjanjikan bagi pengusaha yang mempunyai keterbatasan, baik modal maupun
manajemen pengelolaan, untuk mengembangkan usahanya. Walaupun bisnis waralaba
sangat menjanjikan, akan tetapi setiap usaha bisnis selalu mempunyai potensi resiko.
Oleh karena itu pengelolaan bisnis secara profesional merupakan tuntutan persyaratan
untuk keberhasilan. Untuk itu diperlukan pemikiran yang cermat untuk mengambil
keputusan untuk terjun dalam bisnis waralaba. Untuk memilih bentuk dan jenis
waralaba yang akan dibeli, harus memperhatikan manajemen, prosedur, etika dan
filosofi dari waralaba yang ingin dipilih.

5. Suasana dalam pengambilan keputusan manajerial sangat beragam bisa dalam


kepastian, bisa penuh ketidakpastian, bisa dalam kondisi berisiko dan juga bisa dalam
suasana konflik.
Jawaban:
Dalam kegiatan ekonomi ada dua masalah pokok yang mendasar yang perlu
diperhatikan yaitu masalah ketidak pastian dan ketidak sempurnaan informasi. Kita
perlu menyadari setelah usaha maksimal untuk mengumpulkan setiap informasi untuk
melaksanakan kegiatan ekonomi maka masih ada situasi yang tidak dapat kita prediksi.
Kita biasanya selalu menganggap bahwa harga, biaya, penerimaan laba dan
sebagainya diketahui dengan pasti. Misalnya dalam pembuatan keputusan produksi,
kita menganggap bahwa suatu produsen atau perusahaan telah mengetahui secara
pasti harga-harga input dan outputnya. Hal ini tentu saja merupakan kasus yang sangat
jarang sekali terjadi. Permintaan dan penawaran input sebagaimana permintaan dan
penawaran output keduanya selalu berfluktuasi atau berubah-ubah sepanjang
waktu.Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara membuat keputusan produksi dan
konsumsi dalam kondisi ketidak pastian? dalam cakupan ekonomi bicara ketidakpastian
cakupannya sangat luas. Resiko Ketidakpastian dan Pengambilan Keputusan. Salah
satu alat analisis ekonomi yang paling penting adalah permintaan dan penawaran
(supply and demand). Setiap ekonom harus mengetahui konsep supply and demand,
untuk menganalisa semua gejala ekonomi dalam setiap transaksi perusahaan. Dua hal
pokok yang bisa didapat dengan menggunakan alat analisis ini adalah harga dan
barang yang terjual di pasar.
Selanjutnya adalah kejelasan atau kepastian dalam pengambilan keputusan
artinya semua informasi yang diperlukan oleh pihak pengambilan keputusan telah
tersedia secara menyeluruh. Manajer mengetahui suatu informasi tentang kondisi
operasional, biaya dan ketidakleluasaan sumber daya dan setiap tindakan dan hasil
yang mungkin didapat. Kemudian terhadap risiko. Risiko artinya adalah bahwa sebuah
keputusan harus memiliki tujuan tujuan yang jelas dan informasi yang baik selalu
tersedia, tetapi hasilnya di masa depan yang berhubungan dengan setiap alternatif
belumlah pasti. Selanjutnya adalah pengambilan keputusan dalam ketidakpastian
artinya adalah bahwa manajer mengetahui tujuan mana yang ingin di capainya, tetapi
informasi tentang alternatif alternatif dan peristiwa peristiwa di masa depan tidaklah
lengkap.
Faktor faktor yang mungkin akan memengaruhi sebuah keputusan, seperti
masalah harga, biaya produksi, volume, dan suku bangsa di masa yang akan datang.
Sedangkan proses pengambilan keputusan Ambiguitas dan Konflik. Ambiguitas
sekitarnya adalah situasi paling sulit dalam pengambilan keputusan. Ambiguitas berarti
bahawa tujuan tujuan yang akan dicapai atau permasalahan permasalahan yang
hendak dipecahkan tidaklah jelas, alternatif alternatif sangatlah sulit ditentukan oleh
informasi mengenai hasilnya nanti tidaklah tersedia.
Model pengambilan keputusan, dapat dilakukan melalui pendekatan-
pendekatan yang digunakan seorang manajer untuk mengambil keputusan biasanya
berupa salah satu dari tiga jenis ini- model klasik, model administratif atau model
politis.Model klasik adalah model pengambilan keputusan didasarkan pada asumsi
ekonomi rasional dan kekayaan menajer tentang seperti apakah seharusnya
pengambilan keputusan yang ideal itu. Model klasik dalam pengambilan keputusan di
anggap sebagau model yang normatif, yang berarti bahwa model ini menentukan
bagaimana seorang pengambil keputusan seharusnya mengambil keputusan.
Pendekatan lain yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang disebut
sebagai model adminidtratif, dianggap bersifat deskriptif, yang artinya model ini
menggambarkan bagaimana manajer benar benar melakukan pengambilan keputusan
dalam situasi yang kompleks dan bukannya mendikte bagaimana manajer seharusnya
mengambil keputusan berdasarkan teori ideal.