Anda di halaman 1dari 30

PANDUAN

PELAYANAN PASIEN GERIATRI


RS KURNIA CILEGON
  ii Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
SK DIREKTUR TENTANG PEMBERLAKUAN BUKU PANDUAN
PELAYANAN GERIATRI...................................................................................... ii
KATA PENGANTAR............................................................................................ iv
DAFTAR ISI........................................................................................................ v
BAB I. PENDAHULUAN...............................................................................1
A. LATAR BELAKANG....................................................................................1
B. TUJUAN.....................................................................................................1
C. PENGERTIAN............................................................................................2
BAB II. RUANG LINGKUP............................................................................4
BAB III. TATALAKSANA................................................................................. 5
A. PELAYANAN GERIATRI............................................................................4
1. Batasan Pelayanan............................................................................4
2. Alur Pelayanan Geriatri......................................................................5
3. Pelayanan Geriatri di RS Kurnia Cilegon
4. Jenis Pelayanan Geriatri....................................................................6
5. Assesment Geriatri.............................................................................9
6. Yang perlu Mendapatkan Pelayanan Geriatri....................................9
7. Prinsip-Prinsip Pelayanan Geriatri...................................................10
8. Kriteria Pelayanan Lansia................................................................10
9. Tata Laksana Assesment Lansia.....................................................10
10. Tujuan Assesment Usia Lanjut.........................................................10
11. Proses Assesment Usia Lanjut.........................................................11
B. GERIATRIC GIANTS...............................................................................21
1. Sindroma Serebral...........................................................................21
2. Konfusio dan Dimentia.....................................................................22
3. Gangguan Otonom...........................................................................23
4. Inkontinensia....................................................................................23
5. Jatuh (The True Geriatric Giant)......................................................23

iii
6. Kelainan pada Tulang Belakang......................................................26
7. Dekubitus.........................................................................................26
BAB IV. DOKUMENTASI.............................................................................. 30
DAFTAR PUSTAKA

  ivPanduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia menempatkan para lanjut usia (lansia) pada posisi yang dihormati, bukan
saja karena nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat, tetapi juga
karena lansia tergolongdalamkelompokyang rentan. Penghormatan tersebut dapat
berupa pemberian fasilitas dan pelayanan khusus dalamrangka perlindungan dan
pemenuhan hak-hak mereka sebagaimana diatur dalamPasal8 UU Nomor 39 Tahun
1999.Salah satu wujudnyaadalah tersedianya fasilitas danpelayanan khusus di rumah
sakitberupa kursi roda, lift khusus, toilet, jalan/akses bagi lansia yang bertongkat,
tangga, fasilitas lain, dan layanan khusus berupa “Pelayanan Geriatri”.
Data menunjukkan, jumlah lansia di Indonesia, baik itu di pedesaan maupun di
perkotaanterus meningkat.Berdasarkan jenis kelaminnya, jumlah lansiaperempuan ±
9,5 juta lebih banyak dibanding lansia laki-laki ± 8,2 juta.Penyebabnya adalah angka
harapan hidup perempuan lebih tinggi jika dibanding dengan angka harapan hidup
laki-laki.
Keberhasilan pembangunan di bidang kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan
program-program terkait, berdampakpadamenurunnyaangkakelahiran dan
meningkatnya usia harapan hidup. Peningkatan usia lanjut sering disertaidengan
meningkatnya berbagai penyakit dan ketidakmampuan ( disability), sehingga
diperlukan perawatan dan pengobatan dengan waktu yang cukup lama, sedangkan
fasilitasdanpelayanankesehatanbagilansia di rumah sakit masih sangat kurang.
B. TUJUAN
Panduan Pelayanan Geriatri disusun agar adastandar pelayanan kesehatan bagi
lansia yang populasinya sudah semakin meningkat, yaitu :
1. Mempertahankan derajat kesehatan para lansiapada taraf yang setinggi-tingginya,
sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan kesehatan;
2. Memelihara kesehatan melalui aktivitas fisik dan mental;
3. Merangsang para petugas kesehatan (dokter, perawat) untuk dapat mengenal dan
menegakkan diagnosa yang tepat dan dini, bila dijumpai suatu kelainan;

13 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


4. Mencari upaya semaksimal mungkin, agar para lansia yang menderita penyakit
atau gangguan kesehatan, dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal
tanpa perlu suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal);
5. Bila para lansia sudah sampai stadium terminal/penyakit atau gangguan
kesehatan sudah tidak dapat disembuhkan, ilmu ini mengajarkan untuk tetap
memberikan bantuan yang simpatik dan perawatan dengan penuh pengertian,
(dalam akhir hidupnya memberikan bantuan moril dan perhatian yang maksimal,
sehingga kematiannya berlangsung dengan tenang);
6. Memberdayakan kemandirian penderita dalam waktu lama dan mencegah
disabilitas-handicap diwaktu mendatang. Sifat dari asesmen ini tidak sekedar
multi-disiplin tetapi juga interdisiplin dengan koordinasi serasi antar disiplin dan
lintas pelayanan kesehatan.
C. PENGERTIAN
1. Gerontologi:cabang ilmu yang membahas/menangani tentang proses
penuaan/masalah yang timbul pada orang yang berusia lanjut.
2. Pasien Geriatri:orang tua berusia diatas 60 tahun yang memiliki penyakit lebih
dari 2 (dua)/majemuk/multipatologi akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani,
dan atau kondisi sosial yang bermasalah.
3. Konsep/pengertian secara bertingkat dari mundurnya kemandirian lansia yaitu :
a. Hambatan (impairment) adalah setiap kehilangan atau kelainan,baik
psikologik,fisiologik,maupun struktur atau fungsi anatomik;
b. Disabilitas adalah semua restriksi atau kekurangan dalam kemampuan untuk
melakukan kegiatan yang dianggap dapat dilakukan oleh orang normal.
c. Handicap adalah ketidakmampuan seseorang sebagai akibat
impairment/disabilitas sehingga membatasinya untuk melaksanakan peranan
hidup secara normal (berhubungan erat dengan usia,jenis kelamin, dan
faktor-faktor sosial budaya);
4. Asesmen Geriatri adalah suatu proses pendekatan multidisiplin untuk menilai
aspek medik, fungsional, psikososial, dan ekonomi penderita usia lanjut dalam
rangka menyusun program pengobatan dan pemeliharaan kesehatan yang
rasional.
5. Tim Geriatri adalah suatu tim multidisipliner yang bekerja secara multidisipliner,
interdisiplin untuk menangani masalah kesehatan usia lanjut.Tim ini minimal
terdiri atas dokter geriatris atau internis/dokter umum yang dilatih juga dokter

  2 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


spesialis psikologis,perawat yang telah mendapatkan pelatihan geriatri,
fisioterapi,nutrisionis dan farmasi.

33 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang Linkup Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit Kurnia Cilegon meliputi :


1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
2. Dokter Spesialis Penyakit Bedah
3. Dokter Spesialis penyakit Mata
4. Dokter Spesialis Penyakit Syaraf
5. Dokter Spesialis Penyakit THT
6. Dokter Spesialis Penyakit Mata
7. Dokter Spesialis Penyakit Kulit
8. Dokter Spesialis Obsgyn
9. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.
10. Ruang Rawat Inap
11. Instalasi Rawat Jalan
12. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
13. Unit Pendaftaran/Admisi
14. Instalasi Bedah Sentral (IBS)
15. Fisioterapi

4 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


BAB III
TATALAKSANA

A. PELAYANAN GERIATRI
1. Batasan Pelayanan
Pelayanan Geriatri adalah pelayanan kesehatan usia lanjut dengan pendekatan
interdisiplin yang mencakup aspek medik promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif serta aspek sosial dan psikologik pada pasien usia lanjut.
a. Pelayanan Geriatri Sederhana adalah suatu bentuk pelayanan geriatri
yang mempunyai kegiatan hanya berupa pelayanan poliklinik. Pelayanan
tersebut diberikan oleh Tim Geriatri yang minimal terdiri dari :
- Dokter Umum yang telah mendapat pelatihan geriatri;
- Perawat yang telah mendapat pelatihan geriatri;
- Tim Rehabilitasi Medik, minimal fisioterapis.
b. Pelayanan Geriatri Sedang adalah suatu bentuk pelayanan geriatri yang
mempunyai kegiatan poliklinik, day hospital sesuai dengan kemampuan
rumah sakit. Pelayanan tersebut diberikan oleh Tim Geriatri yang minimal
terdiri dari :
- Dokter Spsesialis Penyakit Dalam yang telah mendapat pelatihan geriatri;
- Tim Rehabilitasi Medik yang ada.
c. Pelayanan Geriatri Lengkap adalah suatu bentuk pelayanan geriatri yang
mempunyai kegiatan pelayanan poliklinik, day hospital, ruang geriatri akut
dan pelatihan-pelatihan. Pelayanan tersebut diberikan oleh :
- Konsultan geriatri/dokter spesialis kesehatan usia lanjut;
- Tim Rehabilitasi Medik, yaitu dokter spesialis rehabilitasi medik/dokter
umum yang dilatih rehabilitasi medik, fisoterapis, okupasi terapis,
ortotisprostetis, terapi wicara, psikologi dan pekerja sosial;
- Perawat yang telah mendapat pelatihan geriatri;
- Nutrisionis;
- Asisten farmasi;
- Disyaratkan pula harus memiliki akses ke Instalasi Rehabilitasi Medik
yang lengkap di rumah sakit yang sama;
d. Pelayanan Geriatri Sangat Lengkap atau Paripurna adalah suatu bentuk
pelayanan geriatri yang memberikan pelayanan poliklinik, day hospital, ruang
geriatri akut dan kronis, pendidikan, serta penelitian dan pengembangan;

4 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


5
Tenaga Tim Geriatri Paripurna sama dengan Tim Geriatri Lengkap, akan
tetapi ditambah tenaga untuk penelitan, pengembangan, dan konsultasi
hukum.
Seperti pada Pelayanan Geriatri Lengkap, pada Pelayanan Geriatri Paripurna
disyaratkan pula untuk mempunyai akses ke Instalasi Rehabilitasi Medik yang
lengkap.
Yang diwajibkan untuk melakukan penelitian adalah tingkat pelayanan sangat
lengkap saja, sedangkan tujuan penelitian adalah untuik pengembangan ilmu
geriatri. Tingkat pelayanan dibawahnya boleh dilaksanakan penelitian yang
lebih sederhana.
2. Alur Pelayanan Geriatri
a. Bagan Alur Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit Kelas B;

IGD POLIKLINIK DOKTER PRAKTEK

IRJ POLI GERIATRI PUSKESMAS

POPULASI USILA PANTI

b. Bagan Alur Pelayanan Geriatri di RS Kurnia Cilegon

DOKTER
IGD PRAKTEK
POLIKLINIK UMUM

PSIKIATRI / POLIKLINIK REHABILITASI


PSIKOLOG PENYAKIT DALAM MEDIK

3. Pelayanan Pasien Geriatri di RS Kurnia Cilegon


a. Apabila pasien masuk dengan usia ≥ 60 tahun dan saat masuk pasien hanya
DINAS SOSIAL / PUSKESMAS
didapatkan 1 (satu) diagnosa, makaJOMPO
PANTI pasien tersebut dirawat sesuai dengan
DPJP nya.

  6 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


b. Setelah dirawat dan didapatkan diagnosa lebih dari 2 (dua), maka pasien
dikonsultasikan/diraberkan kepada Tim Geriatri sesuai dengan permasalahan
(diagnosanya) dan dilakukan pengisian asesmen geriatri oleh salah satu dari
Tim Geriatri sesuai dengan jadwal atau sesuai yang ditunjuk oleh DPJP
Utama.
4. Jenis Pelayanan Geriatri
a. Poliklinik Geriatri;
Tempat ini memberikan jasa pengadaan asesmen, tindakan kuratif sederhana
dan konsultasi bagi penderita rawat jalan, baik dari masyarakat, puskesmas,
maupunantar poliklinik. Tenaga minimal yang dibutuhkan adalah dokter
umum/ internis yang telah mendapat kursus geriatri atau dokter spesialis
geriatri/ geriatrism, seorang perawat, dan seorang petugas sosial medik.
b. Bangsal Geriatri Akut;
Bangsal Geriatri merawat pasien usia lanjut yang menderita penyakit akut
atau semi akut, antara lain : stroke akut, pneumonia, asidosis, penyakit
jantung kongestif, dan lain-lain. Pasien lansia dilakukan asesment, tindakan
kuratif dan rehabilitasi oleh Tim Geriatri.
Ketenagaan di bangsal ini tergantung dari jumlah tempat tidur dan
kompleknya pelayanan yang diberikan, minimal ada tenaga geriatris atau
internis yang mendapat kursus geristri,perawat1 (satu) TT minimal 1 (satu)
perawat, tenaga rehabilitasi (FT, OT, TW, PSM). Bisa ditambahkan ke dalam
tim tersebut psikolog, nutrision, tenaga farmasi, dan tenaga lain sesuai
kebutuhan rumah sakit.
Tenaga di bangsal akut ini melayani konsultasi dari bangsal lain yang
membutuhkan.
c. Rehabilitasi Medik;
Rehabilitasi medik adalah pelayanan terpadu dengan pendekatan medik,
psikososial, edukasional, dan vokasional untuk mencapai kemampun
fungsional semaksimal mungkin.
Penyakit pada usia lanjut mempunyai kecenderungan terjadi kecacatan,
sehingga oleh WHO selalu diharapkan penegakan diagnosis pasien usia
lanjut dalam aspek impairment, disabilitas dan handikap, sehingga rehabilitasi
medik merupakan aspek penting dalam pelayanan lansia dan harus

73 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


dilaksanakan secepat mugkin sejakpasien masuk sampai pulang sesuai
kebutuhannya.
Untuk memulai program rehabilitasi medik pada lansia, tenaga profesional
harus mengetahui kondisi lansia saat itu juga, baik penyakit yang menyertai
maupun kemampuan fungsional yang mampu dilakukan. Banyak instrument
untuk menilai kemampuan seorang lansia, salah satu diantaranya adalah
Index Katz yang cukup sederhana dan mudah diterapkan untuk menilai
kemampuan fungsional AKS (Aktivitas Kehidupan Sehari-hari) dan juga untuk
meramalkan prognosis dari berbagai macam penyakit pada golongan lansia.
Adapun aktivitas yang dinilai adalah :
1) Bathing
- Mandiri : memerlukan bantuan hanya pada satu bagian tubuh atau
dapat melakukan sendiri secara menyeluruh.
- Tergantung : memerlukan bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh
atau tidak dapat mandi sendiri.
2) Dressing
- Mandiri : menaruh, mengambil, memakai dan menanggalkan pakaian
sendiri serta menalikan sepatu sendiri.
- Tergantung : tidak dapat berpakaian sebagian.
3) Toiletting
- Mandiri : pergi ke toilet, duduk sendiri di kloset, memakai pakaian
dalam, membersihkan kotoran.
- Tergantung : mendapat bantuan orang lain.
4) Transfering
- Mandiri : berpindah dari dan ke tempat tidur, dari dan ke tempat
duduk (memakai/ tidak memakai alat bantu).
- Tergantung : tidak dapat melakukan sendiri/ dengan bantuan.
5) Continence
- Mandiri : dapat mengontrol buang air besar dan kecil.
- Tergantung : tidak dapat mengontrol sebagian atau seluruhnya
dengan bantuan manual atau kateter.
6) Feeding
- Mandiri : mengambil makanan dari piring atau yang lainnya dan
memasukkan ke dalam mulut (tidak termasuk kemampuan
memotong daging daging dan menyiapkan makanan seperti
mengoleskan mentega pada roti).

  8 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


- Tergantung : memerlukan bantuan untuk makan atau tidak dapat
makan sendiri secara parenteral.
Dari kemampuan melaksanakan 6 (enam) aktivitas dasar tersebut di
atas,kemudian diklasifikasikan menjadi 7 (tujuh) tahapan yangdisebut sesuai
dengan aktivitas yang dikerjakan sendiri,atau disebut juga Index Katzyang
secara berurutan adalah sebagai berikut :
1) Index Katz A: mandiri untuk 6 (enam) aktivitas;
2) Index Katz B: mandiri untuk 5 (lima) aktivitas;
3) Index Katz C: mandiri, kecuali “bathing” dan 1 (satu) fungsi lain;
4) Index Katz D : mandiri, kecuali “ bathing, dressing” dan 1 (satu) fungsi
lain;
5) Index Katz E : mandiri, kecuali “ bathing, dressing, toileting” dan 1 (satu)
fungsi lain;
6) Index Katz F : mandiri, kecuali “ bathing, dressing, toileting, transfering ”,
dan 1 (satu) fungsi lain;
7) Index Katz G : tergantung pada orang lain untuk 6 (enam) aktivitas.
d. Bangsal Geriatri Kronis;
Bangsal ini diperlukan untuk merawat pasien usia lanjut dengan
penyakitkronis yang memerlukan rawat inap dalam jangka waktu lama dan
memerlukan biaya sangat tinggi mengingat turn over ratenya yang sangat
rendah (sementara ini rumah sakit memfasilitasi di bangsal internis).
e. Pendidikan dan Riset.
Hal ini merupakan suatu bagian inplisit dari suatu pemberian pelayanan
geriatri, antara lain : dilaksanakan untuk pendidikan tenaga paramedis,
medis, terapis rehabilitasi, dan berbagai riset yang diperlukan untuk
meningkatkan pelayanan dan pengembangan ilmu geriatri.
5. Assesment Geriatri;
Assesment Geriatri adalah suatu proses pendekatan multidisiplin untuk menilai
aspek medik, fungsional, psikososial dan ekonomi penderita usia lanjut dalam
rangka menyusun program pengobatan dan pemeliharaan kesehatan yang
rasional. Asesmen ini bersifat tidak sekedar multi-disiplin tetapi juga interdisiplin
dengan koordinasi serasi antar disiplin dan lintas pelayanan kesehatan.
6. Yang perlu Mendapatkan Pelayanan Geriatri :
- Menderita lebih dari satu penyakit kronis atau degeneratif dengan atau
tanpadisertai penyakit akut;

93 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


- Menghadapi kesulitan untuk berjalan ( instability), mengalami jatuh (falls), atau
imobilisasi (bedridden);
- Menghadapi masalah untuk merawat diri sendiri ( self care). seperti kesulitan
makan atau berpakaian;
- Mengalami penurunan daya ingat ( memory) dini atau gangguan tingkah laku
(behavior) dini;
- Masalah kesehatan lain seperti osteoporosis, penyakit parkinson, arthritis,
gangguan berkemih (inkontinensia urine), atau gangguan buang air besar.
7. Prinsip-Prinsip Pelayanan Geriatri adalah sebagai berikut :
- Pendekatan menyeluruh (biopsikososialspiritual);
- Orientasi terhadap kebutuhan klien;
- Diagnosis secara terpadu;
- Team work (koordinasi);
- Melibatkan keluarga dalam pelaksanaannya.
8. Kriteria Pelayanan Lansia;
- Komprehensif: adanya dukungan finansial yang adekuat, perawatan sehari-
hari, pelayanan kesehatan yang memadai, pendidikan kesehatan, perawatan
keluarga, kebutuhan rekreasi dan aktifitas fisik dan pelayanan transportasi;
- Adanya kerjasama/ terkoordinasi lintas program/ sektoral;
- Mudah dijangkau;
- Memperhatikan kualitas pelayanan.
9. Tata Laksana Assesment Lansia;
Assesment Lansia adalah suatu rangkaian kegiatan proses keperawatan yang:
- Ditujukan kepada usia lanjut;
- Meliputi kegiatan pengkajian, dengan memperhatikan kebutuhan fisik,
psikologis, sosial dan spiritual;
- Menganalisis masalah dan merumuskan diagnosis keperawatan;
- Membuat perencanaan;
- Melaksanakan implementasi dan melakukan evaluasi.
10. Tujuan Assesment Usia Lanjut;
a. Menegakkan :
- Diagnosis kelainan fisik/ psikis yang bersifat fisiologik;
- Diagnosis kelainan fisik/ psikis yang bersifat patologik;
- Dan melakukan terapi atas kelainan tersebut.
b. Menegakkan adanya gangguan organ/ sistem ( impairment), ketidakmampuan
(disabilitas) dan ketidakmampuan sosial ( handicap) untuk dapat dilakukan
terapi dan/ atau rehabilitasi.

  10Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


c. Untuk mengetahui sumber daya sosial ekonomi dan lingkungan yang dapat
digunakan untuk penatalaksanaan penderita tersebut.
11. Proses Assesment Usia Lanjut;
a. Pengkajian
Nama :
Alamat :
Jenis kelamin :
Umur : th
Status : (1) Menikah (2) Tidak menikah (3) Janda
(4) Duda
Agama : (1) Islam (2) Protentas (3) Hindu (4) Katolik
(5) Budha
Suku : (1)Jawa (2) Madura (3) lain-lain, sebutkan....
Tingkat pendidikan : (1) Tidak tamat SD (2) Tamat SD (3) SMP
(4) SMU (5) PT (6) Buta huruf
Sumber pendapatan : (1) PNS (2) Wiraswasta (3) Lain-lain.............
Keluarga yang dapat dihubungi :
Jumlah Anak Pekerjaan Tempat Tinggal
1.
2.

Kondisi Lingkungan/Rumah :
 Lantai licin/ tidak;
 Penerangan cukup/ tidak;
 Jarak kamar mandi dengan kamar pasien.
Riwayat Pekerjaan : ……………………………………………
b. Riwayat Kesehatan
Keluhan yang dirasakan saat ini :
(1) Nyeri dada (2) Pusing (3) Batuk (4) Panas (5) Sesak (6) Gatal (7) Diare
(8) Jantung berdebar (9) Nyeri sendi (10) Penglihatan kabur (11) Lain-
lain....................................................
Apa keluhan yang anda rasakan tiga bulan terakhir :
(1) Nyeri dada (2) Pusin (3) Batuk (4) Panas (5) Sesak (6) Gatal (7) Diare
(8) Jantung berdebar (9) Nyeri sendi (10) Penglihatan kabur
Penyakit saat ini :
(1) Sesak nafas/ PPOM (2) Nyeri Sendi/ Rematik (3) Diare
(4) Penyakit kulit (5) Jantung (6) Mata (7) DM (8) Hipertensi
(9) Lain-lain......................................
Kejadian Penyakit 3 bulan terakhir :
(1) Sesak nafas/ PPOM (2) Nyeri Sendi/ Rematik (3) Diare

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


11
(4) Penyakit kulit (5) Jantung (6) Mata (7) DM (8) Hipertensi
(9) Lain-lain ..................................
Status Gizi :
- Sehari makan berapa kali.....
- Habis berapa porsi.....
- Makan sendiri/ dengan bantuan.....

c. Status Fisiologis
Postur Tulang Belakang Lansia :
(1) Tegap (2) Membungkuk (3) Kifosis (4) Skoliosis (5) Lordosis
Tanda-tanda vital
(1) Suhu (2) Tekanan darah (3) Nadi (4) Respirasi (5) Berat badan
(6) Tinggi badan (7) IMT
Status Gizi :
- Sehari makan berapa kali.....
- Habis berapa porsi.....
- Makan sendiri/dengan bantuan.....
d. Pengkajian Head To Toe
1) Kepala
Kebersihan : kotor/ bersih
Kerontokan rambut : ya/ tidak
Keluhan : ya/ tidak
Jika ya, jelaskan : ……………………………………..
2) Mata
Konjungtiva : anemis/ tidak
Sklera : ikterik/ tidak
Strabismus : ya/ tidak
Penglihatan : Kabur/t idak
Peradangan : Ya/ tidak
Riwayat katarak : ya/ tidak
Keluhan : ya/ tidak
Jika ya, jelaskan : ………………………………………
Penggunaan kacamata : ya/ tidak
3) Hidung
Bentuk : simetris/ tidak
Peradangan : ya/ tidak
Penciuman : terganggu/ tidak
Jika ya, jelaskan : ……………………………………….
4) Mulut dan Tenggorokan
Kebersihan : baik/ tidak

  12Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


Mukosa : kering/ lembab
Peradangan/stomatitis : ya/ tidak
Gigi geligi : karies/ tidak, ompong/ tidak
Radang gusi : ya/ tidak
Kesulitan mengunyah : ya/ tidak
Kesulitan menelan : ya/ tidak
5) Telinga
Kebersihan : bersih/ tidak
Peradangan : ya/ tidak
Pendengaran : terganggu/ tidak
Jika terganggu, jelaskan : ……………………………………..
Keluhan lain : ya/ tidak
Jika ya, jelaskan : ……………………………………….
6) Leher
Pembesaran kelenjar thyroid : ya/ tidak
JVD : ya/ tidak
Kaku kuduk : ya/ tidak
7) Dada
Bentuk dada : normal chest/ barrel chest/ pigeon
chest/ lainnya
Retraksi : ya/ tidak
Wheezing : ya/ tidak
Ronchi : ya/ tidak
Suara jantung tambahan : ada/ tidak
Ictus cordis : …………………
8) Abdomen
Bentuk : distend/ flat/ lainnya
Nyeri tekan : ya/ tidak
Kembung : ya/ tidak
Supel : ya/ tidak
Bising usus : ada/ tidak, frekwensi : ….. kali/ menit
Massa : ya/ tidak, regio
9) Genetalia
Kebersihan : baik/ tidak
Haemoroid : ya/ tidak
Hernia : ya/ tidak
10) Ekstremitas
Kekuatan otot : (skala 1 – 5 )
0 : lumpuh

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


13
1 : ada kontraksi
2 : Melawan grafitasi dengan sokongan
3 : Melawan grafitasi tapi tidak ada tahanan
4 : Melawan grafitasi dengan tahanan sedikit
5 : Melawan grafitasi dengan kekuatan penuh
Rentang gerak : maksimal/ terbatas
Deformitas : ya/ tidak, jelaskan …………………………......
Tremor : ya/ tidak
Edema kaki : ya/ tidak, pitting edema/ tidak
Alat bantu : ya/ tidak,jenis : ………………………………

No. Aspek Penilaian Keterangan Nilai


1. Berdiri dengan postur normal
2. Berdiri dengan postur normal
(mata tertutup)
3. Berdiri dengan saru kaki Kanan :
Kiri :
4. Berdiri, fleksi trunk, dan berdiri
ke posisi netral
5. Berdiri, lateral dan fleksi trunk
6. Berjalan, tempatkan salah satu
tumit didepanjari kaki yang lain
7. Berjalan sepanjang garis lurus
8. Berjalan mengikuti tanda
gambar pada lantai
9. Berjalan mundur
10. Berjalan mengikuti lingkaran
11. Berjalan dengan tumit
12. Berjalan dengan ujung kaki
Jumlah
Keterangan :
Refleks + : normal
Refleks - : menurun/ meningkat
11) Integumen
Kebersihan : baik/ tidak
Warna : pucat/ tidak
Kelembaban : Kering/ lembab
Gangguan pada kulit : ya/ tidak, jelaskan ……………………….
12) Test Koordinasi / Keseimbangan
Intepretasi : ……………
Kriteria Penilaian : Keterangan :
4 : Melakukan aktifitas dengan 42-54 : Melakukan aktifitas
lengkap dengan lengkap

  14Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


Kriteria Penilaian : Keterangan :
3 : Sedikit bantuan (untuk 28-41 : Sedikit bantuan (untuk
keseimbangan) keseimbangan)
2 : Dengan bantuan sedang 14-27 : Dengan bantuan sedang
s/d maksimal s/d maksimal
1 : Tidak mampu melakukan < 14 : Tidak mampu melakukan
aktifitas aktifitas

13) Frekwensi Kunjungan Keluarga :


1 kali/ bulan; 2 kali/ bulan; Tidak pernah
14) Pengkajian Masalah Emosional
Pertanyaan Tahap I : - Apakah klien mengalami susah tidur ?
- Ada masalah atau banyak pikiran ?
- Apakah klien murung atau menangis sendiri ?
- Apakah klien sering was-was ?
Lanjutkan Pertanyaan Tahap II jika jawaban “ya” 1 atau lebih;
Pertanyaan Tahap II : - Keluhan lebih dari 3 bulan ?
- Lebih dari 1 bulan ?
- 1 kali dalam satu bulan ?
- Ada masalah atau banyak pikiran ?
- Ada gangguan/masalah dengan orang lain?
- Menggunakan obat tidur atau penenang atas
anjuran dokter ?
- Cenderung mengurung diri ?
Jika jawaban ”ya” lebih dari 1 atau sama dengan 1, maka masalah
emosional ada atau ada gangguan emosional.
Kesimpulan :
……………………………………………………....
15) Identifikasi Aspek Kognitif
Dengan menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam)
Interpretasi hasil :
24-30 : tidak ada gangguan kognitif
18-23 : gangguan kognitif sedang
0-17 : gangguan kognitif berat
Kesimpulan : ……………………………………………………....
16) Pengkajian Perilaku Terhadap Kesehatan
Kebiasaan Merokok : >3 batang sehari
< 3 batang sehari
Tidak merokok
Kebiasaan Minum Alkohol : (1) Tidak pernah (2) Sering

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


15
Minum Kopi : (1) Tidak (2) Ya : 1 gelas/ hari
2 gelas/ hari
lebih 3 gelas/ hari
17) Pengetahuan Tentang Kesehatan Usia Lanjut
Apakah anda sudah mengerti tentang makanan yang sehat :
- Sudah tahu dan jelas
- Sudah tahu tapi kurang jelas
- Belum tahu
Anda sudah mengerti tentang penyakit yang anda derita :
- Sudah tahu dan jelas
- Tahu tapi kurang jelas
- Belum tahu
Apakah anda sudah mengerti tentang pencegahan penyakit-penyakit
pada usia lanjut :
- Sudah tahu dan jelas
- Sudah tahu tapi kurang jelas
- Belum tahu
Apakah anda sudah mengerti tentang latihan-latihan fisik untuk usia lanjut:
- Sudah tahu dan jelas
- Sudah tahu tapi kurang jelas
- Tidak tahu
18) Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-Hari :
Pola Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
Frekwensi makan : 1 kali sehari
2 kali sehari
3 kali sehari
Tidak teratur
Jumlah makanan yang dihabiskan : 1 porsi dihabiskan
½ porsi yang dihabiskan
< ½ porsi yang dihabiskan
Makanan tambahan : - Dihabiskan
- Tidak dihabiskan
- Kadang-kadang dihabiskan
Pola Pemenuhan Cairan
Frekwensi minum : < 3 gelas sehari
> 3 gelang sehari
Jika jawaban < 3 gelas sehari, alasan :
- Takut kencing malang hari
- Tidak haus
- Persediaan air minum terbatas
- Kebiasaan minum sedikit
Jenis Minuman : - Air putih
- Teh

  16Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


- Kopi
- Susu
- Lainnya, ……………..
Pola Kebiasaan Tidur
Jumlah Waktu Tidur : < 4 jam
4-6 jam
> 6 jam
Gangguan Tidur berupa : - Insomnia
- Sering terbangun
- Sulit mengawali
- Tidak ada gangguan
Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur :
- Santai
- Diam Saja
- Ketrampilan
- Kegiatan Keagamaan
Pola Eliminasi BAB
Frekwensi BAB : 1 kali sehari
2 kali sehari
Lainnya, ………………….
Konsisitensi : - Encer
- Keras
- Lembek
Gangguan BAB : - Inkontinensia alvi
- Konstipasi
- Diare
- Tidak ada
Pola BAK
Frekwensi BAK : 1-3 kali sehari
4-6 kali sehari
> 6 kali sehari
Warna Urine : - Kuning
- Jernih
- Putih Jernih
- Kuning Keruh
Gangguan BAK : - Inkontinensia Urine
- Retensi Urine
Pola Aktifitas
Kegiatan Produktif Lansia yang sering dilakukan :
- Membantu kegiatan dapur
- Berkebun
- Pekerjaan rumah tangga
- Ketrampilan tangan
Pola Pemenuhan Kebersihan Diri
Mandi : 1 kali sehari
2 kali sehari

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


17
3 kali sehari
< 1 kali sehari
Memakai Sabun: (1) ya (2) tidak
Sikat Gigi : 1 kali sehari
2 kali sehari
Tidak pernah, alasan …………………………
Menggunakan pasta gigi: (1) ya (2) tidak
Kebiasaan berganti pakaian bersih : 1 kali sehari
> 1 kali sehari
Tidak ganti
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)
Dengan Skor yang
No. Kriteria Mandiri Keterangan
Bantuan Didapat
1. Makan 5 10 Frekuensi
Jumlah
Jenis
2. Minum 5 10 Frekuensi
Jumlah
Jenis
3. Berpindah dari kursi roda ke tempat 5-10 15
tidur, atau sebaliknya
4. Personal toilet (cuci muka, menyisir 0 5 Frekuensi
rambut, gosok gigi)
5. Keluar masuk toilet (mencuci 5 10
pakaian, menyeka tubuh, menyiram)
6. Mandi 5 15 Frekuensi
7. Jalan di permukaan datar 0 5
8. Naik turun tangga 5 10
9. Mengenakan pakaian 5 10
10. Kontrol bowel (BAB) 5 10 Frekuensi:
Konsistensi:
11. Kontrol Bladder (BAK) 5 10 Frekuensi :
Warna :
12. Olah raga/latihan 5 10 Jenis :
Frekuensi :
13. Rekreasi/pemanfaatan waktu luang 5 10 Jenis :
Frekuensi :
Jumlah :
Interpretasi : Ketergantungan Total
65-125 : Ketergantungan Sebagian
130 : Mandiri
Kesimpulan : ……………………………………………………
B. GERIATRIC GIANTS
Penampilan suatu penyakit pada usia lanjut sering berbeda dengan usia muda. Harus
dapat dibedakan, apakah kelainan yang terjadi berkenaan dengan bertambahnya usia
atau memang ada suatu proses patologi sebagai penyebabnya. Beberapa problema
klinik dari penyakit pada lansia yang sering dijumpai disebut “GERIATRIC GIANTS”,
yang terdiri dari :
1. Sindroma Serebral;

  18Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


Dengan adanya kelainan anatomis pembuluh darah arteri pada usia lanjut, dapat
dimengerti bahwa sirkulasi otak pada orang tua sangat rentan terhadap
perubahan-perubahan, baik perubahan posisi tubuh maupun faktor lain, misalnya
yang berkaitan dengan tekanan darah seperti fungsi jantung, bahkan fungsi otak
yang berkaitan dengan pengaturan tekanan darah (sistem otonom).
2. Konfusio dan Dimentia
Konfusio akut adalah suatu akibat gangguan menyeluruh fungsi kognitif yang
ditandai oleh memburuknya secara mendadak derajat kesadaran dan
kewaspadaan dan terganggunya proses berfikir yang berakibat terjadinya
disorientasi.
Gambaran klasik penderita konfusio yaitu :
a. Derajat kesadaran menurun, misalnya sulit untuk tetap bangun saat
diperiksa;
b. Gangguan persepsi, antara lain ilusi, delusi, halusinasi, dan mis intrepretasi;
c. Terganggunya siklus bangun tidur dengan terjadinya insomnia, tetapi siang
hari tertidur;
d. Aktivitas spikomotor meningkat atau menurun;
e. Disorientasi waktu, tempat, dan orang;
f. Gangguan memori.
Dimentia adalah suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual
dan ingatan/ memori sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup
sehari-hari.
Secara garis besar, dementia pada usia lanjut dapat dikategorikan dalam 4
(empat) golongan,yaitu :
a. Dementia degeneratif primer 50-60%;
b. Dementia multi-infark 10-20%;
c. Dementia yang reversibel atau sebagian reversibel 20-30%;
d. Gangguan lain (terutama neurologik) 5-10%.
Pemeriksaan Portabel untuk Status Mental (PPSM=MMSE= Mini Mental
State Examination)
Daftar Pertanyaan Penilaian
1. Tanggal berapakah hari ini ? (bulan, 0–2 kesalahan = baik
tahun); 3–4 kesalahan = gangguan intelek
2. Hari apakah hari ini? ringan
3. Apakah nama tempat ini? 5 – 7 kesalahan = gangguan intelek
4. Berapa nomor telepon Bapak/Ibu? sedang
(bila tidak ada telepon, jalan apakah 8 – 10 kesalahan = gangguan
rumah Bapak/ Ibu?) intelektual berat

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


19
Daftar Pertanyaan Penilaian
5. Berapa umur Bapak/ Ibu?
6. Kapan Bapak/ Ibu lahir? (tanggal,
bulan tahun)
7. Siapakah nama gubernur kita? Bila penderita tidak pernah sekolah,
(walikota/ lurah/ camat) nilai kesalahan diperbolehkan + 1 dari
8. Siapakah nama gubernur sebelum nilai di atas.
ini? (walikota/ lurah/ camat) Bila penderita sekolah lebih dari SMA
9. Siapakah nama gadis Ibu anda? kesalahan yang diperbolehkan -1 dari
10. Hitung mundur 3-3, dimulai dari 20 atas.
Dari : Folstein,1990
3. Gangguan Otonom
Beberapa hal yang dikatakan sebagai penyebab seringnya gangguan syaraf
otonom pada usia lanjut adalah :
- Dengan meningkatnya usia, terdapat beberapa perubahan pada
neurotransmisi pada ganglion otonom, berupa penurunan asetil kolin
terutama disebabkan oleh penurunan enzim utama, yaitu kolin asetilase. Hal
ini cenderung menurunkan fungsi otonom.
4. Inkontinensia
Inkontinensia urine merupakan salah satu keluhan utama pada penderita
lansia.Inkontinensia adalah pengeluaran urine (atau feses) tanpa disadari, dalam
jumlah dan frekwensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan
kesehatan atau sosial.
Inkontinensia dapat disebabkan oleh “DRIP”.
D = Delirium;
R = Retriksi mobilitas, retensi;
I = Infeksi, inflamasi, impaks feses;
P = Pharmasi (obat-obatan), poliuri.
5. Jatuh (The True Geriatric Giant)
Jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang
melihat kejadian seseorang mendadak terbaring/ terduduk di lantai/ tempat yang
lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jatuh pada lansia :
a. Faktor Intrinsik;
- Kondisi fisik dan neuropsikiatrik;
- Penurunan visus dan pendengaran;
- Perubahan neuro muskuler, gaya berjalan, dan reflek postural karena
proses menua.
b. Faktor Ekstrinsik
- Obat-obatan yang diminum;

  20Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


- Alat-alat bantu berjalan;
- Lingkungan yang tidak mendukung (berbahaya).
Penyebab-penyebab jatuh pada lansia :
a. Kecelakaan : merupakan penyebab jatuh yang utama;
b. Nyeri kepala dan atau vertigo;
c. Hipotensi orthostatic;
d. Obat-obatan;
e. Proses penyakit yang spesifik;
f. Idiopatik;
g. Sinkope.
Faktor-faktor lingkungan yang sering dihubungkan dengan kecelakaan pada
lansia :
a. Alat-alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua,tidak stabil, atau
tergeletak di bawah;
b. Tempat tidur atau WC yang rendah/ jongkok;
c. Tempat berpegangan yang tidak kuat/ tidak mudah dipegang;
- Lantai yang tidak datar, baik ada trapnya atau menurun;
- Karpet yang tidak dilem dengan baik, keset yang tebal/ menekuk
pinggirnya, dan benda-benda alas lantai yang licin atau mudah tergeser;
- Lantai yang licin atau basah;
- Penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan);
- Alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun cara
penggunaannya.
Faktor-faktor situasional yang mungkin mempresipitasi jatuh antara lain :
a. Aktivitas;
- Sebagian besar jatuh terjadi pada saat lansia melakukan aktivitas biasa
seperti berjalan, naik atau turun tangga, dan mengganti posisi.
b. Lingkungan;
- Sekitar 70% lansia jatuh di rumah, 10% terjadi di tangga, dengan
kejadian jatuh saat turun tangga lebih banyak dibandingkan saat naik
tangga.
c. Penyakit Akut.
Pencegahan Jatuh :
Ada 3 usaha pokok untuk pencegahan ini, antara lain :
a. Identifikasi Faktor Risiko;
Perlu dilakukan asesmen keadaan sensorik, neurologik, muskuloskeletal dan
penyakit sistemik yang sering mendasari/ menyebabkan jatuh, juga keadaan
lingkungan, obat-obatan dan alat bantu jalan.
b. Penilaian keseimbangan gaya berjalan;

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


21
Setiap lansia harus dievaluasi keseimbangan badannya dalam melakukan
gerakan pindah tempat, pindah posisi, juga gaya berjalan dan kekuatan otot
ekremitas bawah lansia.
c. Mengatur/ mengatasi faktor situasional.
Faktor situasional yang bersifat serangan akut dapat dicegah dengan
pemeriksaan rutin kesehatan lansia, bahaya lingkungan dapat dicegah
dengan perbaikan lingkungan. Aktivitas fisik dapat dibatasi sesuai kondisi
kesehatan lansia.
6. Kelainan pada Tulang Belakang
Penyakit tulang dan patah tulang merupakan salah satu dari sindroma geriatrik.
Dengan bertambahnya usia terdapat peningkatan hilang tulang secara linear.
Hilang tulang ini lebih nyata pada wanita dibanding pria.
7. Dekubitus
Dekubitus adalah kerusakan/ kematian kulit sampai jaringan di bawah kulit,
bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada
suatu area secara terus menerus, sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi
darah setempat.
Area yang biasa terjadi dekubitus adalah tempat di atas tonjolan tulang dan tidak
dilindungi cukup dengan lemak subkutan, misalnya : daerah sakrum, daerah
trokanter mayor dan spina ischiadica superior anterior, daerah tumit dan siku.
Karakteristik penampilan klinis dari dekubitus dapat dibagi sebagai berikut:
 Derajat I : Reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis, kemerahan/
eritema indurasi atau lecet;
 Derajat II : Reaksi yang lebih mencapai seluruh dermis hingga lapisan lemak
subkutan. Tampak sebagai ulkus yang dangkal, dengan tepi yang jelas dan
perubahan warna pigmen kulit;
 Derajat III : Ulkus menjadi lebih dalam, meliputi jaringan lemak subkutan dan
menggaung, berbatasan dengan fascia dari oto-otot. Sudah mulai didapat
infeksi dengan jaringan nekrotik yang berbau.
 Derajat IV : Perluasan ulkus menembus otot, sehingga tampak tulang di
daerah ulkus yang dapat mengakibatkan infeksi pada tulang atau sendi.
Faktor-faktor penyebab dekubitus :
a. Faktor Intrinsik (dari tubuh sendiri);
- Status gizi;
- Anemia;
- Hipoalbuminemia;
- Penyakit-penyakit neurologik;

  22Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


- Keadaan hidrasi/ cairan tubuh perlu dinilai dengan cermat.
b. Faktor Ekstrinsik.
- Kebersihan tempat tidur;
- Alat-alat tenun yang kusut dan kotor;
- Peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu
sikap tertentu.
Pengelolaan Dekubitus :
a. Dekubitus Derajat I;
Dengan reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis : kulit yang
kemerahan dibersihkan hati-hati dengan air hangat dan sabun, diberi lotion,
kemudian dimassage 2-3 kali/ hari.
b. Dekubitus Derajat II;
Terjadi ulkus yang dangkal : perawatan luka harus memperhatikan syarat-
syarat aseptik dan antiseptik. Daerah bersangkutan digesek dengan es dan
dihembus dengan udara hangat bergantian untuk merangsang sirkulasi.
Dapat diberikan salep topikal, mungkin juga merangsang tumbuhnya jaringan
muda/ granulasi. Pergantian balut dan salep ini jangan terlalu sering karena
malah dapat merusakkan pertumbuhan jaringan yang diharapkan.
c. Dekubitus Derajat III;
Usahakan luka selalu bersih dan eksudat, diusahakan dapat mengalir keluar.
Balut jangan terlalu tebal dan sebaiknya transparan sehingga permeabel
untuk masuknya udara/ oksigen dan penguapan.
d. Dekubitus Derajat IV.
Semua langkah-langkah di atas tetap dikerjakan dan jaringan nekrotik yang
ada harus dibersihkan, sebab akan menghalangi pertumbuhan jaringan/
epitelisasi. Beberapa preparat enzim coba diberikan untuk usaha ini, dengan
tujuan mengurangi perdarahan. Setelah jaringan nekrotik dibuang dan luka
bersih, penyembuhan luka secara alami dapat diharapkan.
Beberapa usaha mempercepat antara lain dengan memberikan oksigenasi
pada daerah luka, tindakan dengan ultrasono untuk membuka sumbatan-
sumbatan pembuluh darah dan sampai transplantasi kulit setempat.
Skor Norton untuk mengukur resiko dekubitus
Sko Tanggal
Nama Penderita
r
Kondisi Fisik Umum : Aaaaaa Aaaaaa Aaaaaaa
- Baik 4 a a
- Lumayan 3

3 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


23
Sko Tanggal
Nama Penderita
r
- Buruk 2
- Sangat Buruk 1
Kesadaran :
- Komposmentis 4
- Apatis 3
- Konfus/soporus 2
- Stupor/koma 1
Aktivitas :
- Ambulan 4
- Ambulan dengan bantuan 3
- Hanya bisa duduk 2
- Tiduran 1
Mobilitas :
- Bergerak Bebas 4
- Sedikit Terbatas 3
- Sangat Terbatas 2
- Tidak Bis Bergerak 1
Inkontinensia :
- Tidak 4
- Kadang-kadang 3
- Sering Inkontinensia Urine 2
- Inkontinensia Alvi dan Urine 1
Skor Total
Skor Total ≤ 14

  24Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


BAB IV
DOKUMENTASI

1. Asesmen Medis Geriatri


2. SPO Pelayanan Pasien Geriatri

30 Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018


DAFTAR PUSTAKA

Allender, J.A., & Spradley. B.W.(2005). Community health nursing promoting and
protecting the public health. (6 th ed), Philadelphia: Lippincott Williams &
Wilkins
Anderson, E.T., & Mc. Farland, J. (2000). Community as partner teory and practice in
nursing. (3 th ed). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins
Ervin, N.F. (2002). Advance community health nursing practice: population focused
care. New Jersey: Prentice Hall
Stanhoppe, M. & Lancaster. (2005). Community and public health nursing. ( 5rd ed.)
St. Louis: Mosby-Year Book Inc.
Darmojo R.Boedhi dan Martono. (2004).Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut).(edisi
ke 3).Jakarta:Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

  26Panduan Identifikasi Pasien RS Kurnia Cilegon 2018