Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA

LAPORAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI


PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI) SESI I DAN II

OLEH:
KELOMPOK IV
TINGKAT 3.1 REGULER

IDA AYU PUTU YUNI ASTARI P07120013020


ANAK AGUNG GDE BISMAYUDA P07120013021
NI MADE AYU SUKMA WIDYANDARI P07120013022
NI PUTU LIANA INDAH SAVITRI P07120013023
KOMANG YUNI ANTARI P07120013024
NI MADE TRI ARDIYANI P07120013025
I PUTU YEHUDA WIDANA P07120013026

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN DIII KEPERAWATAN
TAHUN 2015
PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI: HALUSINASI SESI 1
(MENGENAL HALUSINASI)

A. Topik
Mengenal Halusinasi
B. Tujuan Umum dan Khusus
1. Tujuan umum
Klien dapat mengenal halusinasi.
2. Tujuan khusus
a. Klien mengenal isi halusinasi
b. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi
c. Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi
d. Klien mengenal perasaannya saat terjadi halusinasi
C. Latar Belakang
Terapi Aktivitas Kelompol (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya memfasilitasi
kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. Salah satu
gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah gangguan persepsi sensori:
Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien
gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien
mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu berupa suara,
penglihatan, pengecapan, perabaan atau penciuman. Pasien merasakan stimulus yang
sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang diderita klien diantaranya dapat
menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan fikirannya sendiri. Salah
satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan
untuk mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya.
Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Provinsi Bali khususnya
Ruang Sri Krisna sebagian besar pasien menderita halusinasi. Oleh karena itu, perlu
diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.

D. Seleksi Pasien Dan Keluarga


1. Kriteria Klien
Klien yang mengalami perubahan sensori persepsi: halusinasi.
2. Proses Seleksi
a) Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
b) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan
tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam
kelompok
E. Jadwal Kegiatan
a. Tempat
Ruang Sri Krisna RSJ Provinsi Bali.
b. Lama
± 30 menit
c. Waktu
Senin, 21 Desember 2015 jam : 09.00 - 10.00 pagi
F. Metode Pelaksanaan
a. Diskusi dan tanya jawab
b. Bermain peran/simulasi
G. Media dan Alat
a. Papan nama karton
b. Spidol
c. Tikar
d. Bola
e. Musik (Laptop/Handphone)
H. Pengorganisasian
SESI I
1. Pelaksanaan
a. Hari/Tanggal : Senin, 21 Desember 2015
Waktu : Senin, 21 Desember 2015 jam : 09.00 - 10.00 pagi (sesi I)
b. Alokasi waktu :
 Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
 Terapi kelompok (20 menit)
 Penutup (5 menit)
c. Tempat: Ruang Sri Krisna
d. Jumlah klien : ..... orang
2. Tim Terapi
a. Leader Sesi I: ...................................
Uraian tugas:
1) Menyusun rencana pembuatan proposal
2) Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok
3) Merencanakan dan mengontrol terapi aktivitas kelompok
4) Membuka terapi aktivitas kelompok
5) Memimpin diskusi dan terapi aktivitas kelompok
6) Memperkenalkan diri dan mempersilahkan anggota diskusi lainnya untuk
memperkenalkan diri
7) Membacakan tujuan terapi aktivitas kelompok
8) Membaca tata tertib terapi aktivitas kelompok
9) Menjadi motivator anggota kelompok
10) Membantu anggota kelompok untuk menyadari
11) Menutup terapi aktivitas kelompok
b. Co-leader Sesi I: …………………………….
Uraian tugas:
1) Mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya
2) Memotivasi kesatuan kelompok
3) Membantu kelompok untuk berkembang dan bergerak secara dinamis.
4) Membantu leader mengorganisasi anggota
5) Apabila terapi aktivitas pasif di ambil alih oleh Co-Leader
6) Membacakan aturan main
c. Observer Sesi I: ..........................
Uraian tugas:
1) Mengobservasi jalannya terapi aktivitas kelompok mulai dari persiapan,
proses dan penutup
2) Mencatat serta mengamati respon pasien, jalannya aktivitas terapi, peserta
yang aktif dan pasif dalam kelompok serta drop out ( tidak dapat
mengikuti kegiatan sampai selesai ).
3) Melakukan evaluasi pada terapi aktivitas kelompok
4) Membuat laporan jelannya aktivitas kelompok
d. Fasilitator Sesi I:
 .....................................
Uraian tugas:
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
I. Setting Tempat
Gambar Setting Tempat

O L CL

P P

F F
P P

F P P P F

Keterangan:

L O
: Leader : Observer

CL
: Co-Leader

P
: Pasien

F
: Fasilitator
J. Antisipasi
a. Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas
b. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin
c. Klien yang tidak mau mengikuti jalannya TAK sampai selesai

K. Langkah Kegiatan Pendidikan Kesehatan


a. Persiapan
1) Memilih pasien sesuai dengan indikasi, yaitu pasien dengan perubahan sensori
persepsi: halusinasi
2) Membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
1) Salam
 Salam dari terapis kepada klien
 Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama)
 Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)
2) Penjelasan Tujuan TAK
Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu mengenal
suara-suara yang didengar.
3) Penjelasan aturan main
Terapis menjelaskan aturan main berikut:
 Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin
kepada terapis
 Lama kegiatan 30 menit
 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
4) Kontrak waktu
Lama kegiatan ±30 menit.
c. Kerja: penyampaian materi sesuai topik
a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal suara-
suara yang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi
terjadinya, dan perasaan klien saat terjadi.
b. Terapis meminta klien menceritakan isi halusinasi, kapan terjadinya, situasi
yang membuat terjadi, dan perasaan klien saat terjadi halusinasi. Mulai dari
klien yang sebelah kanan, secara berurutan sampai semua klien mendapat
giliran. Hasilnya tulis di karton.
c. Beri pujian pada klien yang melakukn dengan baik.
d. Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi terjadi, dan perasaan klien dai suara yang
biasa didengar.

d. Terminasi
1) Evaluasi subjektif
Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Evaluasi objektif
Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
3) Rencana Tindak Lanjut
Terapis meminta klien untuk melaporkan isi, waktu, situasi, dan perasaannya jika
terjadi halusinasi
4) Kontrak yang akan datang
a. Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu cara mengontrol halusinasi
b. Menyepakati waktu dan tempat

L. Evaluasi
a. Evaluasi proses
1) Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
2) Leader mampu memimpin acara.
3) Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
4) Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
5) Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab
dalam antisipasi masalah.
6) Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok
yang berfungsi sebagai evaluator kelompok
7) Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir

b. Evaluasi hasil
Dari kegiatan Terapi Aktifitas Kelompok, semua pasien mampu memperkenalkan
nama, nama panggilan, alamat, dan hobi. Semua pasien sudah mampu menyebutkan isi
dari halusinasi, waktu terjadinya halusinasi, situasi dan perasaan terjadinya halusinasi,
dan semua pasien mengikuti kegiatan sampai selesai.
Lembar Evaluasi Kemampuan Pasien

SESI 1: TAK
Stimulasi Persepsi: Halusinasi
Mengenal Halusinasi

Evaluasi hasil klien selama melaksanakan TAK


No Nama Klien Menyebut Menyebut Menyebut Menyebut Mengikuti
isi waktu situasi perasaan kegiatan
halusinasi terjadi terjadi saat sampai
halusinasi halusinasi halusinasi selesai
1 Tn.
2 Tn.
3 Tn.
4 Tn.
5 Tn.
6 Tn.
7 Tn.
8 Tn.
9 Tn.

Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk setiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengenal halusinasi: isi, waktu,
situasi, dan perasaan. Beri tanda (V) jika klien mampu dan beri tanda (X) jika klien tidak
mampu.

M. Penutup
Demikian proposal ini kami buat, atas perhatian dan dukungan serta
partisipasinya dalam kegiatan ini kami ucapkan terima kasih.
PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI: HALUSINASI SESI 2
(MENGONTROL HALUSINASI DENGAN MENGHARDIK)

A. Topik
Mengontrol Halusinasi
B. Tujuan Umum dan Khusus
1. Tujuan umum
Klien dapat mengontrol halusinasi
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi
halusinasi
b. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
c. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi
C. Latar Belakang
Terapi Aktivitas Kelompol (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya memfasilitasi
kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. Salah satu
gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah gangguan persepsi sensori:
Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien
gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien
mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu berupa suara,
penglihatan, pengecapan perabaan atau penciuman. Pasien merasakan stimulus yang
sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang diderita klien diantaranya dapat
menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan fikirannya sendiri. Salah
satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan
untuk mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya.
Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Provinsi Bali khususnya
Ruang Sri Krisna sebagian besar pasien menderita halusinasi. Oleh karena itu, perlu
diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.

D. Seleksi Pasien Dan Keluarga


1. Kriteria Klien
Klien yang mengalami perubahan sensori persepsi: halusinasi.
2. Proses Seleksi
a) Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
b) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan
tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam
kelompok
E. Jadwal Kegiatan
a. Tempat
Ruang Sri Krisna RSJ Provinsi Bali.
b. Lama
± 30 menit
c. Waktu
Senin, 21 Desember 2015 jam : 09.00 - 10.00 pagi
F. Metode Pelaksanaan
a. Diskusi dan tanya jawab
b. Bermain peran/simulasi
G. Media dan Alat
a. Papan nama karton
b. Spidol
c. Tikar
d. Bola
e. Musik (Laptop/Handphone)

H. Pengorganisasian
SESI 2
3. Pelaksanaan
a. Hari/Tanggal : Senin, 21 Desember 2015
Waktu : Senin, 21 Desember 2015 jam : 09.00 - 10.00 pagi (sesi II)
b. Alokasi waktu :
 Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
 Terapi kelompok (20 menit)
 Penutup (5 menit)
c. Tempat: Ruang Sri Krisna
d. Jumlah klien : ….. orang
4. Tim Terapi
a. Leader Sesi 2: ................
Uraian tugas:
1) Menyusun rencana pembuatan proposal
2) Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok
3) Merencanakan dan mengontrol terapi aktivitas kelompok
4) Membuka terapi aktivitas kelompok
5) Memimpin diskusi dan terapi aktivitas kelompok
6) Memperkenalkan diri dan mempersilahkan anggota diskusi lainnya untuk
memperkenalkan diri
7) Membacakan tujuan terapi aktivitas kelompok
8) Membaca tata tertib terapi aktivitas kelompok
9) Menjadi motivator anggota kelompok
10) Membantu anggota kelompok untuk menyadari
11) Menutup terapi aktivitas kelompok

b. Co-leader Sesi 2: ……………………..


Uraian tugas:
1) Mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya
2) Memotivasi kesatuan kelompok
3) Membantu kelompok untuk berkembang dan bergerak secara dinamis.
4) Membantu leader mengorganisasi anggota
5) Apabila terapi aktivitas pasif di ambil alih oleh Co-Leader
6) Membacakan aturan main
c. Observer Sesi 2: .......................
Uraian tugas:
1) Mengobservasi jalannya terapi aktivitas kelompok mulai dari persiapan,
proses dan penutup
2) Mencatat serta mengamati respon pasien, jalannya aktivitas terapi, peserta
yang aktif dan pasif dalam kelompok serta drop out ( tidak dapat
mengikuti kegiatan sampai selesai ).
3) Melakukan evaluasi pada terapi aktivitas kelompok
4) Membuat laporan jelannya aktivitas kelompok
d. Fasilitator Sesi 2:

Uraian tugas:
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
I. Setting Tempat

Gambar Setting Tempat

O L CL

P P

F F

P P

F P P P F

Keterangan:

L O
: Leader : Observer

CL F
: Co-Leader : Fasilitator

P
: Pasien

J. Antisipasi
a. Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas
b. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin
c. Klien yang tidak mau mengikuti jalannya TAK sampai selesai

K. Langkah Kegiatan Pendidikan Kesehatan


a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi 1
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
1) Salam
 Salam dari terapis kepada klien
 Klien dan terapis pakai papan nama
2) Penjelasan Tujuan TAK
Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu dengan latihan
satu cara mengontrol halusinasi.
3) Penjelasan aturan main
Terapis menjelaskan aturan main berikut:
 Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin
kepada terapis
 Lama kegiatan 30 menit
 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
4) Kontrak waktu
Lama kegiatan ±30 menit.
c. Kerja: penyampaian materi sesuai topik
a. Terapis meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami
halusinasi, dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua klien mendapat
giliran.
b. Beri pujian setiap klien selesai bercerita
c. Terapis menjelaskan cara mengatai halusinasi dengan menghardik halusinasi
saat halusinasi muncul.
d. Terapis memperagakan cara menghardik halusinasi, yaitu: “Pergi jangan
ganggu saya”, “Saya mau bercakap-cakap dengan…..”
e. Terapis meminta masing-masing klien memperagakan cara menghardik
halusinasi dimulai dari klien di sebelah kiri terapis berurutan searah jarum jam
sampai semua peserta mendapatkan giliran.
f. Terapis memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan saat
setiap klien selesai memperagakan menghardik halusinasi.

d. Terminasi
1) Evaluasi subjektif
Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Evaluasi objektif
Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
3) Rencana Tindak Lanjut
Terapis menganjurkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika
halusinasi muncul
4) Kontrak yang akan datang
a. Menyepakati TAK yang akan datang, baik oleh perawat ruangan maupun
kelompok lain
b. Menyepakati waktu dan tempat

L. Evaluasi
c. Evaluasi proses
1) Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
2) Leader mampu memimpin acara.
3) Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
4) Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
5) Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab
dalam antisipasi masalah.
6) Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok
yang berfungsi sebagai evaluator kelompok
7) Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir

d. Evaluasi hasil
Dari kegiatan Terapi Aktifitas Kelompok, semua pasien mampu menyebutkan
jenis halusinasi, mampu menyebutkan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik dan
pasien mampu memperagakan cara menghardik halusinasi.
Lembar Evaluasi Kemampuan Pasien

SESI 2: TAK
Stimulasi Persepsi: Halusinasi
Mengontrol Halusinasi

Evaluasi hasil klien selama melaksanakan TAK


No Nama Klien Menyebut jenis Menyebutkan cara Memperagakan cara
halusinasi mengatasi halusinasi menghardik halusinasi
dengan menghardik
1 Tn.
2 Tn.
3 Tn.
4 Tn.
5 Tn.
6 Tn.
7 Tn.
8 Tn.
9 Tn.

Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk setiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengotrol halusinasi dengan
menghardik. Beri tanda (V) jika klien mampu dan beri tanda (X) jika klien tidak mampu.

M. Penutup
Demikian proposal ini kami buat, atas perhatian dan dukungan serta
partisipasinya dalam kegiatan ini kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, B.A. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Jakarta: EKG

Mansjoer, A. 2009. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius


Maramis, W.F. 2005. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Erlangga University Press.

Stuart, G.W.,Sundeen, S.J. 2014. Pakku Saku Keperawatan Jiwa, Jakarta : EGC.

Suliswati dkk,. 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC