Anda di halaman 1dari 17

I.

GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN

1.1 Profil Keluarga Dampingan

Umur
No Nama Status Pendidikan
(Tahun)
Kepala
1 I Made Suardana 45 tahun SMA
Keluarga
Ni Wayan
2 Istri 42 tahun SMA
Candrawati
3 Ni Ketut Cabak Ibu 70 tahun Tidak ada
Ni Luh Dian Asista Anak
4 19 tahun Mahasiswi
Putri Pertama
Ni Kadek Linda Anak
5 15 tahun SMA
Amanda Putri Kedua
I Komang Angga Anak
6 8 tahun SD
Arnawa Putra Ketiga

Program Pendampingan Keluarga (PPK) merupakan program unggulan yang


dikembangkan sebagai muatan lokal dalam pelaksanaan program KKN-PPM di
Universitas Udayana. PPK merupakan program wajib yang harus dilaksanakan
oleh setiap mahasiswa yang menjadi peserta KKN-PPM. Setiap mahasiswa harus
mendampingi 1 keluarga yang termasuk ke dalam daftar keluarga Rumah Tangga
Miskin. Jumlah jam kerja efektif masing-masing mahasiswa untuk kegiatan
Pendamping KK ini adalah 17 kali kunjungan atau setara dengan 60 jam.
Keluarga Bapak I Made Suardana merupakan keluarga yang saya dampingi
selama 2 bulan lamanya di Desa Sibang Kaja. Beliau bertempat tinggal di
lingkungan Banjar Lateng Desa Sibang Kaja. I Made Suardana memiliki seorang
istri bernama Ni Wayan Candrawati yang sehari-harinya bekerja mencari bunga

1
pacah. I Made Suardana dan istrinya tinggal bersama dengan putra-putrinya, yang
mana anak Pertama saat ini menjadi salah satu mahasiswi di perguruan tinggi
swasta dengan jurusan keperawatan, anak kedua masih duduk di kelas X salah satu
SMA Swasta di Denpasar dan anak terakhir masih duduk di kelas 3 SD. Dalam
rumah tersebut, memiliki 3 kamar dan satu dapur. I Made Suardana saat ini
menghidupi keluarganya dengan bekerja menjadi seorang pande besi. Dalam
kesehariannya I Made Suardana menunggu orderan atau pesanan dari
pelanggannya yang kebanyakan berprofesi sebagai petani yang tidak hanya berasal
dari Desa Sibang Kaja ada juga beberapa pelanggan dari Sangeh dan Mambal dan
Desa Seputaran Sibang Kaja yang memesan alat-alat perkakas maupun pisau atau
golok. Ketika ada yang memesan barulah I Made Suardana mendapatkan
penghasilan. Sedangkan, istrinya yaitu Ni Wayan Candrawati yang dalam
kesehariannya menjadi seorang petani bunga pacah dan hasil bunga tersebut
kemudian dijual di pengepul yang kebanyakan berasal dari Desa Sangeh dengan
harga Rp. 40.000,- per karungnya, penghasilannya tidak terlalu menentu, bila cuaca
buruk Ni Wayan Candrawati dapat mengalami kerugian dari berkebunnya.

1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan


1.1.1 Pendapatan Keluarga
Kondisi perekonomian dari keluarga I Made Suardana seperti keluarga
pada umumnya. Sebagai keluarga pada umumnya seorang kepala keluarga
mencari nafkah dan istri dari Bapak Suardana juga ikut mencari penghasilan
tambahan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari keluarga mereka.
Penghasilan yang di dapat Bapak Suardana terbilang lumayan untuk memenuhi
kebutuhan keluarganya akan tetapi penghasilan dari pande besi tersebut tidak
menentu, pekerjaan Bapak Suardana harus menunggu orderan atau pesaan baru
mendapatkan uang. Karena penghasilan yang tidak datang tiap hari, istri dari
Bapak Suardana juga ikut membantu mencari tambahan pekerjaan dengan
berkebun bunga pacah.

2
Penghasilan dari menjadi petani bunga pacah pun tidak menentu
terkadang mendapat 500 ribu - 1 juta apabila panen berjalan dengan baik.
Pendapatan dari bertani bunga pacah pun terbilang lumayan akan tetapi bila
cuaca buruk bunga terkadang menjadi tidak bagus kualitasnya. Istri Bapak
Suardana pun bisa mengalami gagal panen untuk bunganya akibat dari cuaca
buruk dimana hujan yang terus menerus yang membuat kualitas bunga menjadi
tidak baik. Sehingga penghasilan dari keluarga tidak menentu.

1.1.2 Pengeluaran Keluarga


Kebutuhan sehari – hari
Kebutuhan keluarga I Made Suardana tidak menentu tiap bulannya
karena penghasilannya yang datang tidak setiap hari hanya saat mendapat
orderan atau pesanan saja dari bekerja menjadi pande besi. I Made Suardana
menyekolahkan anak-anaknya hingga dapat keperguruan tinggi sehingga
kebutuhan keluarganya lebih banyak digunakan untuk menyekolahkan anak-
anaknya. I Made Suardana memiliki tiga orang anak yang masih bersekolah.
Bapak Made Suardana dan istrinya bekerja untuk saling melengkapi kebutuhan
rumah dan anak-anaknya yang ketiga anaknya masih bersekolah.
Kesehatan
Kesehatan dari keluarga I Made Suardana semua tidak ada penyakit
yang terlalu serius. Keluarga I Made Suardana semua sehat saja tidak ada yang
mengalami sakit serius. Akan tetapi, terkadang karena jarang mengenakan
pakaian ketika bekerja tubuh Bapak Suardana sering terkena percikan api
bahkan terkadang terkena mata ketika menggunakan gerinda tanpa
menggunakan kacamata sehingga mengakibatkan luka- luka bekas terbakar di
sekitaran tubuh, selain itu ibu dari Bapak Suardana memiliki masalah di
pengelihatannya dikarenakan usianya yang sudah mencapai 70 tahun sehingga
tidak terlalu produktif seperti yang lainnya. Bapak Suardana mengurusi ibunya
bersama istrinya, dengan penghasilan keluarga yang tidak menentu Bapak

3
Suardana tetap ingat mengurusi kesehatan ibunya yang sudah tua dan sulit
melakukan aktivitas. Anak-anak dari Bapak Suardana semua sehat tidak ada
yang mengalami sakit yang serius. Kesehatan di keluarga Bapak Suardana
terbilang baik hanya saja ibu dari Bapak Suardana yang sudah semakin tua
sehingga sulit untuk beraktivitas seperti anggota keluarga yang lainnya.
Sosial
Kehidupan sosial dari keluarga I Made Suardana bagus. Bapak
Suardana beserta Istrinya selalu aktif mengikuti acara yang ada di lingkungan
banjar dan di desanya, itu dilakukan sebagai bentuk kesadaran terhadap
kehidupan bermasyarakat . Sebagai makluk sosial Bapak Suardana selalu
mengikuti acara yang diadakan dan berpatisipasi baik di banjar dan di desanya.

II. IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH


2.1 Identifikasi Permasalahan
Permasalahan yang dapat saya simpulkan dari kunjungan ke rumah
Bapak Suardana yaitu masalah ekonomi. Melihat dari kondisi Bapak Suardana
dan Istrinya yang tidak selalu bisa bekerja karena pekerjaan yang menunggu
orderan dan pekerjaan istri juga tergantung dari musim agar panennya lancar.
Karena pekerjaanya yang menjadi pande besi Bapak Suardana tidak selalu
mendapat orderan tiap harinya sehingga istrinya membantu dengan menanam
bunga pacah di Tanah yang diwariskan oleh Almarhum Ayah dari Bapak Made
Suardana. Namun, berkebun bunga pacah terbilang susah susah gampang.
Apabila, cuaca buruk panen bunga yang didapat tidaklah bagus kualitas yang
di hasilkan terbilang buruk. Bapak Suardana sempat mengalami sulit
perekonomian karena orderan yang kurang dan cuaca buruk sehingga sulit
membayar SPP sekolah ketiga anaknya yang masih bersekolah terutama yang
melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

4
2.2 Prioritas Pemilihan Permasalahan
Cara mengetahui masalah utama dalam keluarga Bapak I Made
Suardana perlu adanya identifikasi masalah dengan mencari informasi yang
berkaitan masalah yang dihadapi beliau. Setelah mengumpulkan semua
informasi yang diperoleh dapat disimpulkan masalah prioritas yang dihadapi
beliau. Adapun prioritas masalah yang dapat diidentifikasi dari keluarga I Made
Suardana adalah masalah ekonomi.
2.2.1 Masalah Ekonomi
Keluarga Bapak Suardana terkadang mengalami kesulitan ekonomi
dimana saat tidak adanya orderan dan cuaca buruk sehingga penghasilan dari
keluarga menjadi menurun tidak stabil. Karena Bapak Suardana masih
menyekolahkan ketiga anak-anaknya yang masih bersekolah atau menuntut
ilmu. Istri Bapak Suardana sudah lumayan membantu perekonomian keluarga
nya akan tetapi , hal tersebut tergantung dari musim juga. Bila cuaca buruk
pendapatan dari hasil menanam bunga pacah tidaklah bagus hasil yang didapat
tidak akan seperti biasanya karena kualitas bunganya tidak bagus dan terkadang
tidak awet mudah busuk sehingga tidak bisa untuk di jual ke pasar. 2.2.2
Masalah Kebersihan Lingkungan
Kondisi dari kediaman I Made Suardana dapat dikatakan layak huni.
Rumah dari Bapak Suardana terbilang cukup untuk kebersihannya seperti
pekarangan rumah, kamar, dan dapur. Untuk kamar mandi juga sudah cukup
layak digunakan oleh seluruh penghuni rumah secara bergantian. Dapur beliau
harus lebih sering dibersihkan dan perabotnya sudah semestinya diganti dengan
yang baru. Kebersihan rumah dan lingkungan sangat penting untuk
diperhatikan karena lingkungan yang bersih merupakan jaminan dari
terwujudnya hidup yang sehat dan jauh dari penyakit.

5
III. USULAN PENSOLUSIAN MASALAH
3.1 Program
Adanya pengidentifikasian dan memprioritaskan masalah maka
munculah usaha pemecahan-pemecahan untuk masalah tersebut. Usaha
tersebut merupakan program- program yang akan diberikan kepada keluarga
untuk memecahkan masalah di dalam keluarga tersebut terutama masalah yang
akan diprioritaskan. Program - program tersebut berupa alternatif -alternatif
yang dapat berupa saran-saran maupun motivasi bagi keluarga dampingan.
No Nama Program
1 Memberi motivasi untuk menambah penghasilan keluarga dengan
memproduksi alat-alat perkakas tanpa menunggu pesanan.
2 Memberi penyuluhan mengenai menjadi pendamping lansia.
3 Memberi informasi tentang pola hidup sehat.

3.1.1 Permasalahan Ekonomi


Adanya masalah ekonomi yang dihadapi oleh Bapak I Made Suardana
dapat diberikan solusi dengan memanfaatkan waktu luang bila tidak
mendapatkan orderan atau pesanan dapat membuat alat-alat perkakas dan
mendistribusikannya ke pasar dengan bantuan istrinya.

3.1.2 Permasalahan Kesehatan

Melihat dari kondisi kesehatan keluarga Bapak Suardana sudah baik


akan tetapi perlu ditanamkan kesadaran K3 (Kesehatan, Keselamatan Kerja)
pada Bapak Suardana, selain itu Ibu dari Bapak Suardana mengalami kesehatan
yang kurang baik yang diakibatkan usianya yang sudah menginjak 70 tahun
sehingga semua kesehatannya tidak seperti dulu, sulit melalukan aktivitas.

6
3.1.3 Permasalahan Kebersihan Lingkungan

Rumah Bapak Suardana terlihat sudah bersih, dimana hanya perlu untuk
membagi tugas antar anggota keluarga di rumah tersebut untuk membagi tugas
dalam melakukan proses pembersihan rumah. Utamanya adalah bagian kamar
mandi, yang walaupun sudah bersih, harus seringkali dibersihkan karena
terkadang ada air yang tergenang yang apabila dibiarkan tetap demikian
menyebabkan bertumbuhnya jentik-jentik nyamuk serta penyakit demam
berdarah.

3.2 Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan dengan KK Dampingan

No Tanggal Waktu Pelaksanaan JKEM


1 19 juli 2017 Survey ke KK Dampingan 1 x 1 jam =
09.00-10.00 dimana rumah KK 1 jam
Dampingan
2 29 Juli 2017 11.00– Perkenalan dengan KK 1 x 3 jam =
14.00 Dampingan 3 jam
3 30 Juli 2017 Berbincang – bincang serta 1 x 3 jam =
08.00–
melihat kondisi rumah seperti 3 jam
11.00
dapur dan kamar mandi
4 31Juli 2017 Berbincang mengenai silsilah 1 x 2 jam =
12.00– keluarga dan pekerjaan serta 2 jam
16.00 penghasilan dari KK
Dampingan
5 5 Agustus 2017 11.00– Berkunjung dan membantu 1 x 4 jam =
14.00 aktivitas KK Dampingan 4 jam

7
yaitu memperbaiki pisau yang
sudah tidak tajam lagi
6 6 Agustus 2017 Berkunjung dan memberikan 1 x 3 Jam =
14.00- pemahaman tentang K3 3 Jam
17.00 (Kesehatan, Keselamatan
Kerja )
7 12 Agustus 2017 Berbincang mengenai 1 x 4 Jam =
15.00–
masalah ekonomi dan 4 Jam
19.00
memberikan solusi
8 13 Agustus 2017 Berbincang mengenai 1 x 3jam = 3
kegiatan sehari – hari KK Jam
16.00–
dampingan dan belajar
19.00
tentang cara proses
pembuatan perkakas.
9 19 Agustus 2017 Berbincang mengenai 1 x 4 jam =
15.00– masalah kesehatan KK 4 jam
19.00 dampingan dan jaminan
kesehatan yang dimiliki
10 20 Agustus 2017 Berbincang mengenai masa 1 x 3 jam =
12.00–
lalu dan latar belakang KK 3 jam
15.00
dampingan
11 26 Agustus 2017 Berbincang mengenai waktu 1 x 3 jam =
senggang KK dampingan dan 3 jam
13.00–
memberi motivasi untuk
16.00
memproduksi perkakas dan
dijual ke pasar.

8
12 27 Agustus 2017 Berbincang – bincang dan 1 x 4 jam =
17.00–
memberikan penyuluhan 4 jam
21.00
mengenai pola hidup sehat
13 3 September Berbincang – bincang 1 x 5 jam =
2017 sembari memantu KK 5 jam
11.00–
dampingan memperbaiki alat-
16.00
alat perkakas berupa cerurit
dan pisau.
14 9 September Berkunjung membantu KK 1 x 4 jam =
12.00–
2017 Dampingan membuat pisau 4 jam
16.00
pesanan pelanggan.
15 10 September Memberikan penyuluhan 1 x 4 jam =
13.00–
2017 mengenai bagaimana 4 jam
17.00
merawat lansia
16 16 September Mengunjungi KK dampingan 1 x 7 jam =
2017 16.00 - dan memberikan sedikit 7 jam
20.00 pengetahuan tentang
keselamatan kerja.
17 17 September Mengunjungi KK dampingan 1 x 5 jam =
2017 dan memberikan bantuan 5 jam
08.00 -
yang dapat dipergunakan
13.00
untuk mempermudah
pekerjaannya sehari-hari
Total 60 jam

9
IV.PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

Program keluarga dampingan ini sudah dilaksanakan hampir dua bulan , yang
dimulai dari peneriaan mahasiswa KKN-PPM secara resmi di Kantor Perbekel Desa
Sibang Kaja pada tanggal 31 Juli 2017. Pembagian keluarga dampingan kepada
mahasiswa disebar di kesepuluh banjar yang ada di Desa Sibang kaja dimana keluarga
dampingan Bapak I Made Suardana bertempat tinggal di lingkungan Banjar Lateng.

Bapak Suardana merupakan salah satu warga Desa Sibang Kaja yang
bertempat tinggal di lingkungan Banjar Lateng. Beliau tinggal bersama ibunya, istri
dan ketiga anak-anaknya yang masih bersekolah. Suatu keberhasilan tidak akan
tercapai jika tidak ada kesadaran dan partisipasi aktif dari keluarga untuk memecahkan
masalah – masalah yang menjadi hambatan dalam meningkatkan penghasilan keluarga.
Solusi yang dapat membantu dalam permasalahan yang dihadapi Bapak Suardana
yaitu mengenai permasalahan ekonomi. Dimana disarankan terlebih mengisi waktu
luangnya dengan hal – hal yang lebih produktif untuk menambah pendapatan keluarga
seperti memproduksi alat-alat perkakas jika tidak ada pesanan dan meminta bantuan
kepada istrinya untuk mendistribusikan hasil pekerjaannya dijual di pasar.Pada saat ini
Istri Bapak Suardana memiliki pekerjaan berkebun bunga pacah dengan hasil yang
tidak menentu karena masih bergantung pada cuaca dan kondisi adat untuk
memjualnya langsung ke pasar.

Adapun kendala yang dialami dalam pendampingan keluarga Bapak I Made


Suardana adalah dalam melakukan pembuatan pisau atau service perkakas lainnya
sering was was, dikarenakan keterbatasan alat kami sering melakukan kegiatan tanpa
menggunakan APD (Alat Pengaman Diri) dalam melakukan pekerjaan sehingga
pekerjaannya membutuhkan banyak waktu karena masih ragu-ragu.

10
V. PENUTUP
5.1 Simpulan

5.1.1 Masalah utama yang menjadi perhatian adalah masalah ekonomi, karena masalah
ekonomi kemudian masalah ekonomi juga berdampak terhadap timbulnya masalah lain
seperti masalah kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal keluarga
dampingan.

5.1.2 Masalah tersebut timbul salah satunya akibat faktor rendahnya sumber daya
manusia keluarga dampingan, serta kurangnya kesadaran anggota keluarga untuk
memberdayakan sumber daya serta waktu luang yang ada dan untuk hidup bersih dan
sehat.

5.1.3 Diperlukan partisipasi aktif dari keluarga dampingan untuk dapat mencapai
tujuan dari pemberdayaan keluarga dampingan itu sendiri.

5.2 Rekomendasi

5.2.1 Berhasil tidaknya suatu upaya sangat tergantung pada kesadaran dan partisipasi
aktif masing- masing keluarga serta tidak lepas dari bagaimana solusi yang diberikan
dalam menjawab permasalahan – permasalahan yang ditemui demi terwujudnya
kondisi yang diinginkan.

5.2.3 Perlu adanya kesadaran dari seluruh anggota keluarga untuk memanfaatkan
segala potensi dan kesempatan yang ada terutama yang berkaitan dengan masalah
ekonomi.

11
LAMPIRAN

Gambar 1. Melihat Proses Pengerjaan Pisau oleh Bapak Suardana

12
Gambar 2. Mengamati Proses Penghalusan dan finishing

13
Gambar 3. Mendengar langkah-langkah pengerjaan oleh Bapak Suardana

14
Gambar 4. Berbincang mengenai masalah ekonomi dan keluarga

Gambar 5. Membantu membuat pisau pesanan pelanggan

15
Gambar 6. Membantu membuat pisau pesanan pelanggan

16
Gambar 7. Penyerahan Bantuan Kepada Bapak Suardana

17