Anda di halaman 1dari 4

NAMA : PUTRI YULIA PRATIWI

NIM : 4153141044
KELAS : BIOLOGI DIK-D 2015
M. KULIAH : PROFESI KEPENDIDIKAN

TUGAS RUTIN I

MATERI : HAKIKAT PROFESI KEPENDIDIKAN


1. Peta Konsep

HAKIKAT PROFESI KEPENDIDIKAN

Konsep dasar profesi


Pekerja Kasar kependidikan
Petani/Buruh

Profesional di Bidang
Golongan Pekerjaan Profesional Keguruan

Pekerja Jasa Guru/ Tenaga Pendidik


Manajer
Memiliki keahlian, kecakapan, keterampilan, di
bidang pendidikan dan pelatihan untuk memebrikan
pelayan profesional terhadap peserta belajar

Kriteria Guru Profesional Konpetensi Guru


Profesional

Menurut Sahertian, 1994 Menurut UU No.14 Tahun 2005

Ahli, bertanggung Kompetensi Pedagogik,


jawab(intelektual maupun Kompetensi Kepribadian,
moral), memiliki rasa Kompetensi Profesional,
kesejawatan Kompetensi Sosial.
Menurut UU No.14 Tahun 2005

Memiliki kualifikasi
pendidikan minimal sarjana
pendidikan, Memiliki
Kompetensi, Memiliki
sertifikasi Pendidik, Sehat
jasmani dan rohani,
Memiliki kemampuan untuk
mencapai tujuan Nasional
Sumber: Wau, 2018
2. Ringkasan Materi
a. Pengertian Profesional
Secara etiomologis istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yakni “Impression” yang
bermula dari bahasa Latin “Profeus” yang artinya “mengakui” atau “menyatalan mampu
atau ahli dalam satu bentuk pekerjaan”(Wau, 2018).
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan serta
menuntut keahlian(expertise), menggunakan tehnik- tehnik ilmiah, serta dedikasi yang
tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus di peruntukkan dalam
bidang tersebut dengan kurikulum yang dapat di pertanggung jawabkan. Jadi suatu profesi
harus memiliki tiga pilar pokok, yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan
akademik(Hendrawanto,....).
Suatu pekerjaan dikatakan profesional apabila pekerjaan tersebut hanya dapat
dikerjakan oleh orang yang memenuhi persyaratan atau kriteria tertentu. Kriteria tersebut
antara lain harus melalui pendidikan tinggi, melibatkan kegiatan mental, menuntut keahlian,
dan diikat oleh kode etik tertentu(Wau, 2018).
b. Ciri- ciri Profesi
Adapun syarat suatu pekerjaan atau jabatan dapat dikatakan suatu profesi adalah :1)
adanya bidang ilmu yang mendasari tehnik, bidang ilmu, prosedur kerja dan lain- lain yang
di peroleh dari pendidikan dan latihan khusus yang dipersiapkan untuk itu; 2) adanya kode
etik jabatan/ kode etik profesi yang disepakati bersama untuk mengatur tingkah laku, sikap
dan cara kerja pemangku profesi; 3) adanya layanan unik yang memperoleh pengakuan
masyarakat dan pemerintah; serta 4) adanya organisasi profesi(Suriansyah, dkk, 2015).
c. Guru sebagai Jabatan Profesional
Menurut Hendrawanto, guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur
pendidikan formal. Guru atau tenaga pendidik menurut Undang- Undang Nomor 20 Tahun
2003 Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 Ayat 2 tentang Tenaga Kependidikan dinyatakan
bahwa “ pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan
melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil belajar, melakukan bimbingan dan
pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat(Suriansyah, dkk,
2015).
Berdasarkan kebijakan nasional, pemerintah Republik Indonesia telah merumuskan
empat jenid kompetensi guru yang profesional. Keempat kompetensi guru tersebut telah
dicantumkan dalam Peraturan Peemerintah No.19 Tahun 2005 tentang standar Pendidikan
Nasional, dan Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yakni:
1. Kompetensi Pedagogik ; merupakan kemampuan pemahaman terhadap peserta didik,
perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan
peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
2. Kompetensi Kepribadian ; merupakan kemampuan personal yang mencerminkan
kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa menjadi teladan peserta
didik, dan berakhlak mulia.
3. Kompetensi Profesional ; merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan
mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum, materi pelajaran di sekolah
dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur
dan metodologi keilmuwannya.
4. Kompetensi Sosial ; merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul
secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/ wali peserta didik,
dan masyarakat sekitar(Wau, 2018).
d. Ciri- Ciri Profesional Guru
Dengan berpedoman pada gejala- gejala perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan
sosial, maka dikemukakan suatu pendapat bahwa ciri keprofesionalan guru terletak pada
kemampuan yakni : 1) mengusai subyek (kandungan kurikulum); 2) memiliki kemahiran
dan keterampilan pedagogik(mengajar dan membelajarkan); 3)memahami
perkembangan dan menyayangi peserta didik; 4) memahami konseling pembelajaran ;
serta 5) mampu menggunakan teknologi terkini(Wau, 2018).
e. Kriteria Guru Profesional
Berdasarkan surat Keputusan Mendikbud Tanggal 22 Juni 1983 Nomor 0319/U/ 1983
mengatur tentang profesi guru di Indonesia. Dalam hal ini ditegaskan bahwa profesi guru
bukan sekedar pekerjaan khusus, tetapi pekerjaan yang memiliki ciri- ciri sebagai berikut :
1. Expertise (Keahlian) ; dalam melaksanakan tugasnya, guru sebagai suatu profesi harus
dilandasi oleh filosofis akademik dan prosedur kerja ilmiah, jujur, kritis, kreatif, terbuka,
dan sesderhana.
2. Responsibility (Tanggung Jawab) ; bertanggung jawab dalam mempersiapkan generasi
muda yang mampu membangun dirinya dan bangsanya dimasa depan.
3. Corporation (Kesejawatan) ; selalu berkomunikasi dan berkerjasama untuk saling
mengisi dan tukar informasi guna menyempurnakan tugas profesinya(Suriansyah, dkk,
2015).
DAFTAR REFERENSI
Hendrawanto. Buku Ajar Profesi Kependidikan. Lampung: STKIP Muhammadiyah Pringsewu
Lampung
Suriansyah, Ahmad., dkk. 2015. Profesi Kependidikan “Prespektif Guru Profesional” Edisi 1.
Jakarta: PT RajaGrasindo Persada.
Wau, Yasaratodo., dkk. 2018. Profesi Kependidikan Edisi Revisi. Medan : Unimed Press.