Anda di halaman 1dari 3

Deskripsi Batuan Metamorf

5:33 AM AQWIA SYAIFUDIN TUGAS NO COMMENTS


Serpentinit
Deskripsi Megaskopis :
Warna : Hijau kehitaman
Struktur : Foliasi, Schistositic
Tekstur :
Ketahanan Metamorfosa : Kristaloblastik
Ukuran butir : Fanerik
Bentuk Kristal : Euhedral
Komposisi : Mika, Serpentin, Hornblende

Deskripsi Komposisi :
 Mika berwarna putih dengan bentuk berlembar dan dapat digores dengan kuku tersebar pada
setiap foliasi. Kelimpahannya pada batuan sekitar 5 %.
 Serpentin berwarna hijau tua agak kehitaman dengan bentuk berserabut prismatic dengan kilap
mutiara, dapat digores dengan koin tembaga dan cerat berwarna putih. Kelimpahannya pada
batuan sekitar 70%.
 Hornblende berwarna hitam dengan bentuk prismatic dengan kilap kaca dan ceratnya berwarna
putih, dapat digoren dengan paku baja dan kelimpahannya sekitar 20 %.

Petrogenesa :
Berdasarkan strukturnya yang foliasi dapat diketahui bahwa pengaruh metamorfisme yang
dominan pada saat pembentukan batuan ini adalah tekanan. Tekanan mengakibatkan mineral-
mineral yang pipih mengelompok dan membentuk penjajaran mineral. Berdasarkan komposisi
utama batuan yang berupa serpentin dapat diketahui bahwa batuan ini terbentuk dari batuan beku
basa sampai ultra basa yang mengalami metamorfosa regional. Karena mineral serpentin sendiri
merupakan mineral hasil metamorfosa mineral olivine ataupun piroksen. Mineral ini banyak
terkandung pada batuan beku basa ataupun ultra basa. Batuan ini mengalamai metamorfisme
pada kedalaman kerak bumi pada zona subduksi, karena pengaruh dorongan tektonik batuan ini
terangkat dan tersingkap pada permukaan bumi.

Foto Batuan :
Nama Batuan : Serpentinit (W.T. Huang, 1961)
Eklogit adalah batuan metamorf regional yang terbentuk pada temperatur dan tekanan tinggi
(tekanan > 14 kilobar (> 1,2 Gigapascal), temperatur > 550 C, pada kedalaman > 45 km (lihat
diagram fasies metamorfik terlampir). Eklogit dapat merupakan transformasi dari batuan basa/mafik
seperti lava basal dan tuf basaltik, atau gabro dalam lingkungan mantel setelah memasuki fasies
metamorfik sekis biru atau amfibolit. Tetapi eklogit juga dapat merupakan batuan beku hasil
pembekuan magma di kerak bagian bawah atau mantel bagian atas.
Secara petrografi/mineralogi, eklogit disusun oleh mineral utama: omfasit (piroksen kaya sodium),
garnet, kuarsa; mineral pelengkap: rutil dan pirit; dan kadang-kadang terdapat mineral: hornblende,
kianit, fengit, paragonit, zoisit, glaukofan, dolomit, korundum, juga intan.
Jenis eklogit lain yang sangat jarang tersingkap adalah eklogit yang mengandung lawsonit (silikat
kalsium-alumunium yang mengandung gugus hidroksida) UHP –ultrahigh pressure, tekanan
supertinggi, yang berdasarkan eksperimen dan pemodelan termal terjadi di suatu subduksi normal
kerak samudera pada kedalaman antara 45-300 km.
Bagaimana eklogit yang ada di bawah kerak Bumi itu, pada kedalaman minimal 45 km, bisa
terangkat ke permukaan kemudian tersingkap? Semuanya adalah akibat proses geologi yang luar
biasa yang disebut EKSHUMASI. Ekshumasi adalah proses terangkatnya batuan dari tempat dalam
ke tempat dangkal. Ekshumasi menyebabkan perubahan mineralogi pada eklogit, berlaku proses
yang disebut metamorfisme mundur (retrograde metamorphism), yang ditandai oleh: terbentuknya
amfibol dan plagioklas sekunder yang berasal dari piroksen dan garnet atau terbentuknya titanit
yang berasal dari rutil. Dalam kondisi ekshumasi yang ekstrem, eklogit dapat seluruhnya berubah
menjadi amfibolit atau granulit.
Densitas eklogit lebih tinggi daripada lingkungan astenosfer (mantel atas) sekelilingnya, sehingga
dalam proses subduksi, biasanya eklogit dibawa masuk ke dalam mantel. Tetapi eklogit bisa
terangkat kembali ke tempat dangkal (ekshumasi) antara lain melalui proses pembawaan oleh
material mantel yang naik (plume) yang berasal dari leburan peridotit yang merupakan material
paling banyak di mantel atas. Saat ekshumasi ini, eklogit bisa terdekompresi dan berubah menjadi
piroksenit yang leburannya lalu menjadi basal. Dengan transformasi tersebut sesungguhnya dapat
dipahami mengapa singkapan eklogit langka di permukaan sebab tidak jarang eklogit telah
mengalami transformasi menjadi batuan lain.

Anda mungkin juga menyukai