Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA DINI

TUGAS INDIVIDUAL

diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Kegiatan Pengembangan


AUD yang diampu oleh Dosen Bujuna Alhadad, S.Ag, M.Ag dan
Umiklasum Alfa, S.Pd, M.Sd

oleh
Siti Salwa Do Idris
03331621122

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS KERGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KHIRUN

TERNATE

2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi bagi perkembangan
kualitas sumber daya manusia selanjutnya. Karena itu peningkatan
penyelenggaraan PAUD sangat memegang peranan yang penting untuk
kemajuan pendidikan di masa mendatang. Arti penting mendidik anak sejak
usia dini dilandasai dengan kesadaran bahwa masa kanak-kanak adalah masa
keemasan (the Golden Age), karena dalam rentang usia dari 0 sampai 5 tahun,
perkembangan fisik, motorik dan berbahasa atau linguistik seorang anak akan
tumbuh dengan pesat. Selain itu anak pada usia 2 sampai 6 tahun dipenuhi
dengan senang bermain. Konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil
bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada
pengembangan kemampuan yang lebih beragam, sehingga di kemudian hari
anak bisa berdiri kokoh dan menjadi sosok manusia yang berkualitas.
Perkembangan anak usia dini adalah masa-masa kritis yang menjadi
fondasi bagi anak untuk menjalani kehidupannya di masa yang akan datang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari potensi kecerdasan
manusia berkembang dengan pesat pada usia dini
Perkembangan anak pada masa-masa tersebut memberikan dampak
terhadap kemampuan intelektual, karakter personal dan kemampuannya
bersosialisasi dengan lingkungan. Kesalahan penanganan pada masa
perkembangan anak usia dini akan menghambat perkembangan anak yang
seharusnya optimal dari segi fisik maupun psikologi.
Perkembangan anak lebih merujuk pada parameter kualitatif. Sedangkan
pertumbuhan anak, kebih bersifat kuantitatif. Dengan demikian, yang
dimaksud dengan perkembangan anak usia dini adalah kemajuan kualitas
fungsi fisik, psikologi maupun sinergi dari keduanya.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu pendidikan anak usia dini?
2. Apa itu perkembangan fisik motorik anak usia dini?
3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik motorik
anak usia dini?
4. Apa fungsi program pengembangan fisik motorik pada anak usia dini?
C. Tujuan
1. Mendeskripsikan pendidikan anak usia dini
2. Mendeskripsikan mengenai perkembangan fisik motorik anak usia dini
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik
motorik anak usia dini
4. Untuk mengetahui fungsi program pengembangan fisik motoric anak usia
dini

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendidikan Anak Usia Dini


Sebelum dibicarakan tentang pendidikan terlebih dahulu akan dibahas
tentang anak usia dini. Adapun yang dimaksud dengan anak usia dini adalah
sekelompok manusia yang berusia 0-6 tahun. (Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003). Adapun berdasarkan para pakar
pendidikan anak, anak usia dini ialah sekelompok manusia yang berusia 0-8
tahun. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola
pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar),
intelegensi (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan
spiritual), sosial emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan
komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan
perkembangan anak. Berdasarkan keunikan dalam pertumbuhan dan
perkembangannya, anak usia dini terbagi dalam tiga tahapan, yaitu (a) masa
bayi lahir sampai 12 bulan, (b) masa toddler (batita) usia 1-3 tahun, (c) masa
prasekolah usia 3-6 tahun, (d) masa kelas awal SD 6-8 tahun. Pertumbuhan
dan perkembangan anak usia dini perlu diarahkan pada peletakan dasar-dasar
yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia seutuhnya, yaitu
pertumbuhan dan perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosial
emosional, bahasa dan komunikasi yang seimbang sebagai dasar
pembentukan pribadi yang utuh.
Pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk
menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran
yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak. Pendidikan bagi
anak usia dini merupakan sebuah pendidikan yang dilakukan pada anak yang
baru lahir sampai dengan delapan tahun. Pendidikan pada tahap ini
memfokuskan pada physical, intelligence, emotiona dan social education.

3
Tujuan PAUD yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan
pengetahuan dan pemahaman orang tua dan guru serta pihak-pihak yang
terkait dengan pendidikan dan perkembangan anak usia dini. secara khusus
tujuan yang ingin dicapai, adalah:
1. Dapat mengidentifikasi perkembangan fisiologis anak usia dini dan
mengaplikasikan hasil identifikasi tersebut dalam pengembangan
fisiologis yang bersangkutan.
2. Dapat memahami perkembangan kreatifitas anak usia dini dan usaha-
usaha yang terkait dengan pengembangannya.
3. Dapat memahami kecerdasan jamak dan kaitannya dengan
perkembangan anak usia dini.
4. Dapat memahami arti bermain bagi perkembangan anak usia dini.
5. Dapat memahami pendekatan pembelajaran dan aplikasinya bagi
pengembangan anak usia kanak-kanak.
B. Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini
Menurut Hurlock (1998) - perkembangan motorik adalah perkembangan
pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan
otot yang terkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan refleksi dan
kegiatan massa yang ada pada waktu lahir. Perkembangan keterampilan
motorik merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan
kepribadian anak secara keseluruhan. Perkembangan fisik motorik diartikan
sebagai perkembangan dari unsur kematangan pengendalian gerak tubuh.
Karena motorik halus membutuhkan kemampuan yang lebih sulit misalnya
konsentrasi, kontrol, kehati-hatian, dan koordinasi otot tubuh yang satu
dengan yang lain.
Perkembangan fisik adalah pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada
tubuh atau badan jasmani seseorang. Perkembangan fisik merupakan hal yang
bersifat tampaak dan dapat mudah dilihat dengan kasat mata. Perkembangan
fisik meliputi bertambahnya berat badan, tinggi badan, tumbuhnya gigi pada
anak, dan lain-lain. Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang
kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini
4
berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak.Sehingga, setiap
gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang
kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh
otak. Perkembangan kemampuan motorik merupakan perkembangan
pengendalian gerakan jasmani yang terkoordinasi antar pusat syaraf, urat
syaraf dan otot. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan motorik
halus.
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar
atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh
kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang,
berlari, naik-turun tangga dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah
gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh
tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih.
Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret,
menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan
tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
Perkembanga fisik motorik anak usia dini menurut Hurlock
Perkembangan fisik merupakan perkembangan yang signifikan bagi anak.
Menurut Hurlock perkembangan fisik anak usia dini mencakup empat aspek
yaitu: 1)System syaraf, yang sangat berkaitan erat dengan perkembangan
kecerdasan dan emosi, 2)Otot-otot yang mempengaruhi perkembangan
kekuatan dan kemampuan motorik, 3)Kelenjar endokrin yang menyebabkan
munculnya pola-pola tingkah laku baru 4) Struktur tubuh yang meliputi
tinggi, berat, dan proporsi tubuh. Setiap anak perkembangan fisiknya
berbeda-beda. Ada beberapa anak yang pertumbuhannya cepat dan ada
beberapa anak yang pertumbuhannya lambat. Biasanya ditemukan anak usia
dini yang tinggi badannya dan anak yang lain lebih pendek. Pada masa usia
dini, pertumbuhan tinggi badan dan berat badan relatif seimbang tetapi secara
bertahap tubuh anak akan mengalami perubahan. Bilamana di masa bayi anak
memiliki penampilan yang gemuk maka secara perlahan-lahan tubuhnya
berubah menjadi lebih langsing, sedangkan kaki dan tangannya mulai
5
memanjang. Seiring dengan perkembangan fisik yang beranjak matang,
perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap
gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Masa ini ditandai
dengan kelebihan gerak atau aktivitas. Anak cenderung menunjukkan
gerakan-gerakan motorik yang cukup gesit dan lincah. Oleh karena itu, usia
ini merupakan masa yang ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan
dengan motorkc, seperti menulis, menggambar, melukis, berenang, main
bola, dan atletik. Anak-anak usia dini biasanya senang sekali bermain.
Mereka tidak pernak kenal lelah dalam bermain. Hal itu dapat melatih
kemampuan fisiknya. Perkembangan fisik pada anak dapat diklasifikasikan
menjadi dua aspek yaitu dapat ditinjau dari perkembangan motoric kasar dan
perkembangan motorik halus.
a. Perkembangan Motorik Kasar Menurut Beaty kemampuan motorik kasar
seyogianya dimiliki oleh seorang anak usia dini yang berada ada rentang
usia 4-6 tahun, kompetensi tersebut terbagi menjadi 4 aspek yaitu, (1)
berjalan dengan indicator berjalan turun/naik tangga dengan
menggunakan kedua kaki, berjalan pada garis lurus dan berdiri dengan
satu kaki (2) berlari, dengan indicator menunjukkan kekuatan dan
kecepatan berlari, berbelok ke kanan/kiri tanpa kesulitan dan mampu
berhenti dengan mudah (3) melompat, dengan indikator mampu melompat
ke depan, ke belakang dan ke samping dan (4) memanjat, memanjat
naik/turun tangga dan memanjat pohon.
b. Perkembangan Motorik Halus Perkembangan motorik halus pada anak
mencakup kemampuan anak dalam menunjukkan dan menguasai gerakan-
gerakan otot indah dalam bentuk koordinasi, ketangkasan dan kecekatan
dalam menggunakan tangan dan jari jemari. Guru dapat membantu anak
mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan memanfaatkan
beragam media. Pada sisi lain, kemampuan motorik halus juga menjadi
jembatan bagi anak untuk mengembangkan aspek kecerdasan jamak
terkait dengan kecerdasan kinestetik tubuh yang mencakup kemampuan
anak dalam kepekaan dan keterampilan dalam mengontrol dan
6
mengordinasi gerakan-gerakan tubuh serta terampil dalam menggunakan
peralatan-peralatan tertentu yang dimanfaatkan anak dalam aktivitas
bermainnya. Dan secara aspek sosial tentunya kematangan kemampuan
motorik halus anak membantu mereka menanamkan citra diri yang positif
dalam bentuk kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain dan
lingkungannya.
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik Anak Usia
Dini
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak, yang
meliputi 6 persayaratan: perkembangan usia, tercapainya kematangan organ-
organ fisik, kontrol kepala, kontrol tangan, kontrol kaki dan lokomosi.
Adapun penjelasan tentang persayaratan yang mempengaruhi perkembangan
motorik adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan Usia usia mempengaruhi individu untuk melakukan suatu
aktivitas. Karena dengan pertambahan usia, berarti menunjukkan tercapai
kematangan organ-organ fisik. Kemudian ditopang pula oleh berfungsinya
sistem syaraf pusat yang mengkoordinasikan organ-organ tubuh, sehingga
seseorang dapat melakukan aktivitas motorik kasar dan motorik halus.
2. Tercapainya Kematangan Organ-organ Fisiologis. Kematangan organ fisik
ditandai dengan tercapainya jaringan otot yang makin komplek, kuat dan
bekerja secara teratur. Pada masa pertumbuhan bayi maupun anak,
kematangan fisiologis ini dipengaruhi oleh faktor usia, nutrisi dan
kesehatan individu. Makin tinggi usia seseorang, makin matang organ-
organ fisiologisnya. Namun kematangan ini, tak lepas dari faktor nutrisi
yang dikonsumsi setiap harinya. Nutrisi yang baik yaitu makan-makanan
yang mengandung gizi, vitamin, protein akan menjamin kesehatan
seseorang. Bayi maupun anak yang memiliki kondisi sehat cenderung
memiliki kematangan fisiologisnya, dibandingkan dengan bayi atau anak
yang sering terkena penyakit.
3. Kontrol Kepala Pada usia 1-5 bulan, bayi masih sering tertidur dengan
posisi kepala terbaring di atas tempat tidur. Ia belum mampu untuk
7
mengkurap, karena kontrol untuk mengangkat kepala belum dapat
dilakukan dengan baik. Hal ini terjadi karena otot-otot bagian leher belum
berkembang dengan baik, sehingga belum mampu untuk menopang
kepalanya. Sejalan dengan perkembangan usianya, bayi akan mampu
untuk tengkurap dan menopang kepalanya. Awal mulanya, bayi belajar
untuk memindahkan posisi dari posisi terlentang menjadi posisi tengkurap.
Keberhasilan untuk mencapai posisi tengkurap ini, akan diikuti dengan
kemampuan untuk mengangkat dan menopang kepalanya. Kemampuan
mengontrol kepala (head control skill) merupakan dasar untuk
perkembangan gerakan-gerakan kepala yang bermanfaat bagi seorang anak
yang akan melakukan aktivitas olahraga, misalnya gerakan memutar atau
menggeleng kepala.
4. Kontrol Tangan Sejak lahir bayi akan menggenggam benda-benda yang
datang dan menyentuh telapak tangannya. Awal mulanya bayi tidak
mampu untuk memegang dan menggenggam suatu benda dengan baik,
tetapi dengan pengaruh perkembangan usia dan kematangan otot-otot,
maka bayi akan mampu dengan sendirinya untuk melakukan tugas
menggeggam/mengepal suatu benda secara kuat. Reflek ini merupakan
dasar timbulnya gerakan-gerakan motorik halus seperti menggengam,
menulis, menggambar atau menggunting. Kemampuan melakukan
koordinasi otot-otot tangan yang bermanfaat untuk keterampilan tangan
dinamakan kemampuan control tangan (hand control ability).
5. Kontrol Kaki Kemampuan mengontrol kaki (legs control) diatur oleh
sistem syaraf pusat. Namun pada diri seorang bayi, kaki bergerak karena
ada suatu benda yang mungkin menyentuhnya atau digerakkan oleh
ibunya. Hal ini bukan berarti si bayi cenderung pasif dan hanya bergerak,
kalau ada rangsangan dari luar dirinya. Bayi dapat menggerakkan kaki
semdiri sebagai respons atau reflek rasa senang atas kehadiran orang yang
memiliki kedekatan emosional. Jadi kakinya memang belum cukup kuat
untuk berjalan. Sebagaimana halnya, kaki merupakan organ penting untuk
melakukan kegiatan motorik kasar (berjalan, melompat, berlari), namun
8
untuk dapat melakukannya perlu persiapan dan kematangan fisik. Tentu
hal ini sesuai dengan perkembangan usianya. Makin tinggi usianya,
misalnya usia 1,5-2,0 tahun, maka bayi (anak) akan dapat melakukan
kegiatan-kegiatan seperti: merangkak, berjalan, berlari dan sebagainya.
Dengan kemampuan ini, control kaki berfungsi secara sempurna.
6. Lokomosi (locomotion) ialah kemampuan untuk bergerak atau berpindah
dari satu tempat ke tempat yang lain. Kemampuan ini berkembang sejalan
dengan bertambahnya usia dan tercapainya kematangan organ-organ fisik,
serta berfungsinya sistem syaraf pusat.
Dengan demikian kemampuan bergerak/berpindah sangat dipengaruhi oleh
faktor internal yangbersifat fisiologis. Secara implisit, kemampuan lokomosi
sudah ada bersamaan dengan timbulnya gerakan-gerakanreflex, seperti: reflex
penempatan (placing reflek), berjalan, berenang. Namun kemampuan reflekks
itu cenderung tidak terkontrol oleh sistem syaraf, sehingga dapat dikatakan
bahwa reflek merupakan sebagai tanda perkembangan awal dari lokomosi
(pre-locomotion). Hal ini kemudian berkembang secara bertahap, sampai
benar-benar tercapai kemampuan lokomosi. Diantara tahapan itu, misalnya:
sejak bayi mampu mencapai posisi tengkurap, maka muncullah perilaku-
perilaku sebagai tanda-tanda perkembangan kemampuan lokomosi yang
makin baik dan sempurna. Dari posisi tengkurap, berarti bayi akan atau sudah
mampu untuk mengangkat kepala (kontrol kepala), meningkat menjadi
kemampuan untuk mengangkat badan, merangkak, belajar berjalan, berjalan,
berlari dan melompat.
D. Fungsi Pengembangan Program Fisik Motorik pada Anak Usia dini
Fungsi program pengembangan motorik anak usia dini, pengembangannya
adalah sebagai berikut:
Fungsi model program pengembangan keterampilan motorik kasar.
1. Sebagai alat pemacu pertumbuhan dan perkembangan jasmasi, rohani,
dan kesehatan untuk anak usia dini.
2. Sebagai alat untuk membentuk, membangun dan memperkuat tubuh anak
usia dini.
9
3. Sebagai alat melatih keterampilan dan ketangkasan gerak juga daya pikir
anak usia dini.
4. Sebagai alat untuk meningkatkan perkembangan emosional.
5. Sebagai alat untuk meningkatkan perkembangan sosial.
6. Sebagai alat untuk menumbuhkan perasaan senang dan memahami
manfaat kesehatan pribadi.
Fungsi model program pengembangan keterampilan motorik halus.
1. Sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan gerak kedua tangan
2. Sebagai alat untuk mengambangkan koordinasi kecepatan tangan dengan
gerakan mata.
3. Sebagai alat untuk melatih penguasaan emosi.

10
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Perkembangan motorik (motor skills) sangat berkaitan erat dengan
perkembangan fisik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian
gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot,
otak, dan spinal cord. Perkembangan keterampilan motorik meliputi
keterampilan motorik kasar (gross motor skills) dan keterampilan motorik
halus (fine motor skills). Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh
yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan
duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya. Sedangkan
motorik halus adalah gerakan yang menggunakan menggunakan otot-otot
halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan
untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari
tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan
sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting untuk dikembangkan
agar anak-anak bisa berkembang dengan optimal.

B. Saran
1. Sebaiknya orang tua memperhatikan karakteristik anaknya seperti apa dan
dilakukan pendekatan secara lebih. Karena anak membutuhkan tempat
atau sandaran untuk merasakan kenyamanan, keamanan, dan kedamaian.
2. Berilah anak ruang untuk bergerak dan kebebasan untuk bermain,
berfantasi, bereksplorasi, karena hal ini dapat melatih daya motorik dan
kreasi anak dan hindarkan dari benda-benda atau tempat yang berbahaya.

11
DAFTAR PUSTAKA
Santrock, John (2007) Child Development, New York: McGrow
Yusuf, Syamsu LN (2002) Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya

12