Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GIZI

DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI


TK MALAEKAT PELINDUNG
MANADO

Wellem Elseus Pormes


Sefti Rompas
Amatus Yudi Ismanto

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi


Email : wellempormes@gmail.com

Abstrack : Stunting is the state of the body is very short to go beyond deficit -2 SD (standard
deviation) below the median length or height of population that became an international
reference. One of the factors that affect stunting is parental knowledge about nutrition. The
purpose of the study: is to determine parental knowledge about nutrition with stunting in
children age 4-5 in TK Malaekat Pelindung Manado. This study includes a quantitative study.
Design research: study design was cross sectional. Sampling in this study was using
purposive sampling technique. Results of the research: used statistical analysis chi square
test with a significance limit of α ≤ 0.05, statistical test results obtained p-value = 0.000 < α ≤
0.05, which means that Ho is rejected. Conclusion: there is a correlation between parental
knowledge about nutrition with stunting in children age 4-5 in TK Malaekat Pelindung
Manado.
Keywords : Knowledge of Nutrition, stunting, children

Abstrak : Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit -2 SD
(Standar Deviasi) dibawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi
internasional. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah pengetahuan orang tua
tentang gizi. Tujuan Penelitain : ialah untuk mengetahui hubungan Pengetahuan orang tua
tentang gizi dengan stunting pada anak usia 4-5 tahun di TK Malaekat Pelindung Manado.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Desain Penelitian : desain penelitian
yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan
teknik purposive sampling. Hasil Penelitian : Menggunakan analisis uji statistik chi square
dengan batas kemaknaan α ≤ 0,05, hasil uji statistik didapat nilai p = 0,000< α ≤ 0,05, yang
berarti Ho ditolak. Simpulan penelitian : ada hubungan antara pengetahuan orang tua tentang
gizi dengan stunting pada anak usia 4-5 tahun di TK Malaekat Pelindung Manado.
Kata kunci : Pengetahuan Gizi, stunting, Anak
PENDAHULUAN Indonesia ( Badan Pengembangan &
Anak merupakan kelompok yang Penelitian Kesehatan, 2013).
menunjukan pertumbuhan yang sangat TK (taman kanak-kanak) Malaekat
pesat sehingga memerlukan zat gizi yang Pelindung Manado merupakan salah satu
tinggi setiap kilogram berat badannya. taman tanak-kanak di Manado, Sulawesi
Peran orang tua sangat penting dalam utara, yang berdiri dibawah asuhan
pemenuhan gizi karean dalam saat seperti Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan
ini anak sangat membutuhkan perhatian Manado.
dan dukungan orang tua dalam Setelah dilakukan studi pendahuluan
menghadapi pertumbuhan dan di TK Malaekat Pelindung Manado maka
perkembangan yang sangat pesat. Untuk diadapat data semua siswa di TK tersebut
mendapatkan gizi gizi yang baik berjumlah 60 siswa yang diataranya
diperlukan pengetahuan gizi yang baik dari berumur 4-5 tahun. Berdasarkan
orang tua agar dapat menyediakan menu pengukuran yang dilakukan pada beberapa
pilihan yang seimbang (Devi, 2012). siswa menggunakan alat ukur tinggi badan
Stunting (tubuh pendek)adalah dan dihitung menggunakan rumus z-skor
keadaan dimana tubuh yang sangat pendek indeks antopometri TB/U, terdapat 7 dari
hingga melampaui defisi -2 standar deviasi 20 siswa memliki ukuran dibawah -2
(SD) dibawah median panjang atau tinggi standar deviasi (SD). Sesuai dengan
yang menjadi referensi internasional. Ada wawancara langsung dengan pimpinan TK
beberapa faktor yang mempengaruhi Malaekat Pelindung Manado, maka
stunting pada anak yakni faktor langsung didapat informasi bahwa belum pernah
yaitu asupan makanan dan penyakit infeksi dilakukan penelitian yang sama
serta faktor tidak langsung yakni sebelumnya. Oleh karena itu peneliti
pengetahuan gizi yakni pengetahuan tertarik untuk melakukan penelitian di TK
tentang gizi, pendidiakan orang tua, Malaekat Pelindung Manado.
pendapatan orangtua, distribusi makanan,
besar keluarga (Supariasa, Bakri, & Fajar, METODE PENELITIAN
2002). Jenis penelitian yang digunakan
Oleh karena itu masalah anak dalam penelitian ini adalah pendekatan
pendek merupakan cerminan dari keadaan cross sectional. Populasi dalam penelitian
sosial ekonomi masyarakat. Karena ini berjumlah 60 anak yaitu semua anak
masalah gizi pendek diakibatkan oleh yang ada di TK Malaekat Pelindung
keadaan yang berlangsung lama, maka ciri Manado. dan sampel yang diambil
masalah gizi yang ditunjukan oleh anak menggunakan teknik purposive sampling,
pendek adalah masalah gizi yang sifatnya yaitu 30 anak. dimana dilihat berdasarkan
kronis (Gibney dkk, 2009). dari kriteria inklusi dan eksklusi serta
Dari data Riset Kesehatan Dasar umur anak yaitu 4-5 tahun. Kriteria sampel
(Riskesdas) pada tahun 2013 diketahui terdiri dari kriteria inklusi yakni anak yang
bahwa prevalensi kejadian stunting secara berusia 4-5 tahun dan Orang tua/wali
nasional adalah 37,2 %, dimana terdiri dari bersedia anaknya menjadi responden
18,0 % sangat pendek dan 19,2 % pendek, dengan menandatangani lembar
yang berarti telah terjadi peningkatan persetujuan, dan kriteria eksklusi yakni
sebanyak 1,6 % pada tahun 2010 (35,6 %) anak yang sedang sakit dan orang tua
dan tahun 2007 (36,8 %). Prevalensi yang memiliki anak diatas usia 5 tahun.
stunting (TB/U) lebih tinggi dibandingkan Penelitain ini telah dilaksanakan di
dengan prevalensi kejadian underweight TK Malaekat Pelindung Manado pada
atau gizi buruk (BB/U) (19,6 %) dan bulan Juni tahun 2014. Pada pangumpulan
prevalensi kejadian wasting atau kurus
data peneliti menggunakan meggunakan
(BB/TB) (5,3 %). Pada anak balita di
alat instrumen berupa kuesioner dan alat HASIL DAN PEMBAHASAN
ukur tinggi badan. Kuesioner yang Data univariat
digunakan adalah kuesioner pengetahuan Tabel 1 distribusi responden berdasarkan
jenis kelamin dan usia pada anak usia 4-5
tentang gizi yang telah digunakan oleh
tahun di TK Malaekat Pelindung Manado
Asti Rizkia Prajasasmita di Cimahi utara, Jenis Kelamin dan usia n %
dimana telah dimodifikasi pertanyaannya. anak
terdiri dari 10 pertanyaan dengan memilih a) Jenis Kelamin
L 14 46.7
jawaban pilihan a,b,c, yang dianggap P 16 53.3
paling tepat. Kemudian alat ukur tinggi Total 30 100
badan yang digunakan adalah Stature b) Usia anak
4 tahun 10 33.3
Meter SH - 2° dengan ketelitian 0,1. Dan 5 tahun 20 66.7
untuk menentukan stunting dengan Total 30 100
Sumber : data primer, 2014
menggunakan z-score (simpang baku/
satandar deviasi) dengan menggunakan Tabel 2 Distribusi responden berdasarkan
nilai standar NCHS. pendidikan orang tua dari di TK Malaekat
Pada pengumpulan data peneliti Pelindung Manado
mendatangi responden di TK Malaekat Pendidikan orang tua n %
a) Pendidikan Ayah
Pelindung Manado namun sebelum 1) SMA/SMK 15 50
pengambilan data peneliti 2) Perguruan Tinggi 15 50
memperkenalkan diri dan menjelaskan Total 30 100
b) Pendidikan Ibu
maksud dan tujuan peneliti kepada calon 1) SMA/SMK 18 60
responden dengan memberikan informed 2) Perguruan Tinggi 12 40
concent dan dan surat persetujuan menjadi Total 30 100
Sumber : data primer, 2014
responden pada orang tua yang menjadi
responden kemudian diberikan kuesioner, Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan
selama pengisian kuesioner peneliti pekerjaan orang tua di TK Malaekat
mendampingi responden. Untuk Pelindung Manado
mengetahui stunting pada anak, terlebih Pekerjaan Orang tua n %
a) Pekerjaan Ayah
dahulu diukur tinggi badan menggunakan a. Pedagang/wiraswasta 8 26.7
alat ukur tinggi badan mandapatkan data b. Pegawai swasta 4 13.3
usia anak dari orang tua yang kemudian c. PNS 15 50
d. Pelaut 2 6.7
dihitung menggunakan z-skor. Pengolahan e. Tidak ada 1 3.3
data berupa editing, coding, tabulating, Total 30 100
cleaning. Teknik analisa data yakni analisa b) Pekerjaan Ibu
a. Ibu rumah tangga 15 50
univariat dan bivariat. Etika dalam b. Pedagang/wiraswasta 3 10
penelitian ini adalah untuk menjaga c. Pegawai swasta 2 6.7
d. PNS 10 33.3
kerahasiaan dari responden yakni terdiri Total 30 100
dari infomend consent (surat pernyataan), Sumber : data primer, 2014
anonymity (tanpa nama), confidentialy
(kerahasiaan).
Tabel 4 distribusi frekuensi berdasarkan orang tua tentang gizi yang baik, ada 1
pengetahuan orang tua tentang gizi di TK anak yang memiliki tinggi badan normal
Malaekat Pelindung Manado (TB/U) tetapi memliki pengetahuan orang
Pengetahuan tentang gizi n % tua tentang gizi yang tidak baik (4%),
Baik 25 83.3 sedangkan 5 anak dengan stunting
Tidak baik 5 16.7
memiliki orang tua dengan pengetahuan
Total 30 100
Sumber : data primer, 2014 tentang gizi yang tidak baik (100%).
Untuk kejadian stunting pada anak dimana
Tabel 5 distribusi frekuensi stunting pada dari 30 sampel penelitian di dapatkan
anak usia 4-5 tahun di TK Malaekat kejadian stunting sebanyak 6 orang. Hal
Pelindung Manado ini terjadi mengingat pertumbuhan tinggi
Stunting (TB/U) n % badan lebih lambat dan tidak mungkin
Normal 24 80 dapat turun, maka stunting yang didapat
Stunting 6 20 menggunakan indeks antopometri (TB/U)
Total 30 100 lebih menggambarkan status gizi masa
Sumber : data primer, 2014 lampau. Selain itu indeks (TB/U) juga
memiliki kelebihan dan kekurangan.
Data bivariat Faktor yang mempengaruhi stunting
Tabel 6 Analisis hubungan pengetahuan terbagi menjadi 2 yaitu faktor langsung
orang tua tentang gizi dengan stunting dan tidak langsung. Faktor langsung yakni
pada anak usia 4-5 tahun di TK Malaekat asupan makanan dan infksi sedangkan
Pelindung Manado faktor tidak langsung yakni pengetahuan
Stunting Pengetahuan tentang Total P
(TB/U) gizi tentang gizi, pendidiakan orang tua,
Tidak Baik pendapatan orangtua, distribusi makanan,
baik besar keluarga (Supariasa, Bakri, & Fajar,
n % n % n % 2002).
Dalam penelitian ini pengetahuan
Stunting 5 100 1 4.0 6 20.0 0,000
orang tua juga secara keseluruhan baik
Normal 0 0 24 96.0 24 80.0 yang berjumlah 25 orang (83.3%), dan 5
orang tua lainnya memiliki pengetahuan
Total 5 100 25 100 30 100 yang tidak baik (16.7%).
Pengetahuan tentang gizi pada orang
Sumber : data primer, 2014 tua dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
diantaranya adalah umur diamana semakin
Berdasarkan data tabel 5.6 diatas, tua umur sesorang maka proses
hasil penelitian menunjukan adanya perkembangan mentalnya menjadi baik,
hubungan antara pengetahuan orang tua intelegensi atau kemampuan untuk belajar
tentang gizi dengan stunting pada anak dan berpikir abstrak guna, menyesuaikan
usia 4-5 tahun (p=0,000) dimana nilai dari diri dalam situasi baru, kemudian
p=0,000 lebih kecil dari α ≤ 0,05 yang lingkungan dimana seseorang dapat
dengan demikian dapat dikatakan ada mempelajari hal-hal baik juga buruk
hubungan dari 2 variabel dalam penelitian tergantung pada sifat kelompoknya,
ini. Hasil yang didapat setelah dilakukan budaya yang memegang peran penting
penggabungan sel dalam bentuk tabel 2x2. dalam pengetahuan, pendidikan
merupakan hal yang mendasar untuk
Pembahasan mengembangkan pengetahuan, dan
Dari data yang diperoleh dari penelitian pengalaman yang merupakan guru terbaik
menunjukan bahwa dari 30 anak, 24 dalam mengasah pengetahuan
diantaranya memiliki tinggi badan (TB/U) (Notoatmodjo, 2010).
normal (96%) disertai dengan pengetahuan
Hasil uji statistik penelitian ini bahan makanan melalui muntah-muntah
menggunakan uji chi-square dan nilai dan diare (Supariasa, Bakri, & Fajar,
yang diperoleh ialah p = 0,000. Hal ini 2002).
berarti nilai p lebih kecil dari α (0.05). Faktor lain juga yang mempengaruhi
karena nilai p<0,05, maka dengan adalah genetik, dimana anak yang
demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa memiliki orang tua dengan tubuh yang
Ho ditolak. Sehingga dapat dikatakan pendek ke mungkinan besar anak memiliki
bahwa ada hubungan yang bermakna anak yang pendek, ini sejalan dengan
antara pengetahuan orang tua tentang gizi penelitian yang dilakukan di Narsikhah
dengan stunting pada anak usia 4-5 tahun (2012) pada penelitian di semarang timur
di TK Malaekat Pelindung Manado (p = tentang faktor resiko kejadian stunting
0,000). Ini sesuai dengan penelitian yang pada balita diketahui bahwa tinggi badan
dilakukan oleh Narsikhah (2012) bahwa orang tua yang pendek menjadi faktor
ada hubungan yang bermakna antara resiko pada kejadian stunting pada balita.
pengetahuan orangtua dengan kejadian Kemudian faktor lainnya adalah
stunting pada anak. Penelitian ini juga prematuritas atau panjang badan lahir
sejalan dengan penelitian yang dilakukan pendek, sangat mempengaruhi tinggi
Hestunigtyas (2013) dimana ada pengaruh badan pada anak ini sejalan dengan
antara pemberian konseling gizi terhadap penelitian yang dilakukan Anugraheni
pengetahuan, sikap, praktik ibu dan asupan (2012) tentang faktor resiko kejadian
zat gizi, dimana hanya pengetahuan yang stunting di kecamatan Pati, Kab. Pati
memiliki hunbungan antara pemberian menunjukan bahwa faktor resiko kejadian
konseling gizi terhadap pengetahuan. stunting adalah prematuritas atau panjang
Selain itu adapula penelitian yang badan lahir pendek (Anugraheni, 2012).
berbanding terbalik yaitu penelitian yaitu Pengetahuan orang tua tentang gizi
penelitian yang dilakukan oleh Candra membantu memperbaiki status gizi pada
(2013) tentang hubungan underlying anak untuk mencapai kematangan
factors dengan kejadian stunting pada anak pertumbuhan. Pada anak dengan stunting
usia 1-2 tahun, bahwa tidak ada hubungan mudah timbul masalah kesehatan baik fisik
bermakna antara faktor pengetahuan maupun psikis. Oleh karena itu, tidak
dengan stunting pada anak. Seperti yang semua anak dapat bertumbuh dan
telah dijelaskan sebelumnya bahwa berkembang sesuai dengan usianya, ada
pengetahuan orang tua tentang gizi sangat anak yang mengalami hambatan dan
berperan penting dalam meningkatkan kelainan (Gibney dkk, 2009).
status gizi anak (Supariasa, Bakri, & Fajar, Dengan demikian terdapat hubungan
2002). yang bermakna antara pengetahuan orang
Untuk anak yang stunting tetapi tua tentang gizi dengan stunting pada anak
pengetahuan orangtua tentang gizi yang usia 4-5 tahun di TK Malaekat Pelindung
baik yaitu berjumlah 1 (4%), dipengaruhi Manado.
oleh faktor-faktor seperti besarnya
keluarga dimana jarak kelahiran antar anak SIMPULAN
amat dekat akan menimbulkan lebih Berdasarkan penelitian yang telah
banyak masalah. Apabila pendapatan dilakukan di TK Malaekat Pelindung
keluarga pas-pasan sedangkan jumlah anak Manado mengenai hubungan pengetahuan
pada keluarga tersebut banyak maka, orang tua tentang gizi dengan stunting
pemerataan dan kecukupan makanan pada anak usia 4-5 tahun, maka
dalam keluarga kurang bisa dijamin. kasimpulan dalam penelitian ini sebagai
penyakit infeksi juga menjadi salah satu berikut :
faktor penyebab stunting dimana Infeksi 1. Kejadian stunting pada anak usia 4-5
sendiri mengakibatkan balita kehilangan tahun di TK Malaekat Pelindung
Manado yang diukur berdasarkan s/PROFIL_KESEHATAN_INDO
indeks tinggi badan menurut umur NESIA_2010.pdf .diakses tanggal
(TB/U) pada umumnya tinggi badan 19 April 2014
anak berada pada batas normal. Devi, N. (2012). Gizi Anak Sekolah.
2. Pengetahuan orang tua tentang gizi Jakarta: Buku Kompas.
di TK Malaekat Pelindung Manado Gibney, M., Margets, B., Kearney J., Arab
sebagian besar dalam keadaan baik L . (2009). Ilmu Gizi Kesehatan
3. Ada hubungan pengetahuan orang Masyarakat. Jakarta: EGC.
tua tentang gizi dengan stunting Hestunigtyas, R.T. (2013). Pengaruh
pada anak usia 4-5 tahun di TK konseling gizi terhadap
Malaekat Pelindung Manado (p = pengetahuan, sikap, praktik ibu
0,000). dalam pemberian makanan, dan
asupan zat gizi anak stunting usia
DAFTAR PUSTAKA 1-2 tahun di kecamatan semarang
Anugraheni, S.H. (2012). jurnal faktor timur. Journal UNDIP
resiko kejadian stunting pada anak Narsikhah, R.(2012). Faktor resiko
usia 12-36 bulan di kecamatan kejadian stunting pada balita usia
pati. Semarang. 24-36 bulan di kecamatan
http://eprints.undip.ac.id/38393/1/4 semarang timur. Journal UNDIP.
41_HANA_SOFIA_ANUGRAHE http://eprints.undip.ac.id/38427/1/4
NI_G2C008030.pdf .diakses 64_ROUDHOTUN_NASIKHAH_
tanggal 7 april 2014. G2C008064.pdf diakses tanggal 23
Badan Pengembangan & Penelitian april 2014
Kesehatan.(2013). Riset Kesehatan Notoadmodjo, S.(2010). Metodologi
Dasar tahun 2013. Departemen Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Kesehatan Republik Indonesia. RINEKA
Candra, A. (2013). Hubungan underlying Prajasasmita, R. A.(2014). Hubungan
factors dengan kejadian stunting antara pemberian ASI ekslusif,
pada anak usia 1-2 tahun. Journal MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan
UNDIP kejadian stunting pada bayi usia
http://www.ejournal.undip.ac.id/in 12 – 36 bulan di Kelurahan
dex.php/actanutrica/article/downlo Cibabat, Kecamatan Cimahi
ad/4847/4393 diakses tanggal 5 Utara. Jurnal Politeknik kesehatan
juni 2014 Bandung.
Depkes. (2010). Profil kesehatan Supariasa, D.N., Bakri, B., Fajar
Indonesia 2010. I.(2002).Penilaian Status Gizi.
http://www.depkes.go.id/download Jakarta: EGC