Anda di halaman 1dari 42

Chapter 5 GENERAL VECTOR SPACE

5.5. Row Space, Column Space, Nullspace

5.6. Rank & Nullity

5.5. Row Space, Column Space, Nullspace

Vektor-Vektor Baris & Kolom

Vektor baris A (dalam R n )

Vektor-Vektor Baris & Kolom Vektor baris A (dalam R n ) Vektor kolom A (dalam R
Vektor-Vektor Baris & Kolom Vektor baris A (dalam R n ) Vektor kolom A (dalam R

Vektor kolom A (dalam R m )

Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Definisi:

Jika A adalah suatu matriks m x n, maka:

Sub ruang dari R n yang terentang oleh vektor-vektor baris dari A disebut Ruang Baris dari A.

Sub ruang dari R m yang terentang oleh vektor-vektor kolom disebut Ruang Kolom dari A.

Ruang penyelesaian dari sistem persamaan homogen Ax= 0, yang merupakan suatu sub ruang dari R n disebut Ruang Null dari A

Ruang Baris

homogen Ax= 0, yang merupakan suatu sub ruang dari R n disebut Ruang Null dari A

Ruang Kolom

Ruang Null

Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null Maka vektor-vektor baris A adalah: Dan vektor-vektor kolom A adalah:

Maka vektor-vektor baris A adalah:

Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null Maka vektor-vektor baris A adalah: Dan vektor-vektor kolom A adalah:

Dan vektor-vektor kolom A adalah:

Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null Maka vektor-vektor baris A adalah: Dan vektor-vektor kolom A adalah:

Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Theorema 1.

Suatu sistem persamaan linier Ax = b konsisten jika

dan hanya jika b berada dalam ruang kolom A.

Contoh :

jika dan hanya jika b berada dalam ruang kolom A. Contoh : Dengan eliminasi Gaussian didapat

Dengan eliminasi Gaussian didapat :

x 1 = 2;

A. Contoh : Dengan eliminasi Gaussian didapat : x 1 = 2; x 2 = -1;
A. Contoh : Dengan eliminasi Gaussian didapat : x 1 = 2; x 2 = -1;
A. Contoh : Dengan eliminasi Gaussian didapat : x 1 = 2; x 2 = -1;

x 2 = -1;

x 3 = 3

Karena sistem punya

solusi/konsisten, maka b berada dalam

ruang kolom A

Ax = b

dan

Ax = 0

Teorema 2.

Jika x 0 menyatakan sembarang penyelesaian tunggal dari suatu sistem linier tak homogen yang konsisten Ax = b ,

v 1 , v 2 , …, v k merupakan vektor-vektor baris untuk ruang null A & merupakan ruang penyelesaian dari sistem homogen Ax = 0,

Setiap penyelesaian dari Ax = b bisa dinyatakan dalam bentuk:

x = x 0 + c 1 v 1 + c 2 v 2 + … + c k v k

Dan sebaliknya, untuk semua pilihan sklalar, c 1 , c 2 , …, c k vektor x dalam rumus ini merupakan penyelesaian dari Ax = b

x =

c 1 v 1 + c 2 v 2 + … + c k v

c 1 v 1 + c 2 v 2 + … + c k v k

c 1 v 1 + c 2 v 2 + … + c k v k

Penyelesaian umum Ax = 0

x 0 +

Penyelesaian

khusus Ax = b

+ … + c k v k Penyelesaian umum Ax = 0 x 0 + Penyelesaian

Penyelesaian umum Ax = b

Ax = b

dan

Ax = 0

Tentukan penyelesaian khusus dan penyelesaian umum dari Sistem

Persamaan Linier berikut :

Ax = b dan Ax = 0 Tentukan penyelesaian khusus dan penyelesaian umum dari Sistem Persamaan
H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H
H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H

H 34 ;

H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H 2
H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H 2

H 21 (-2)

H 3 (1/6) ,

H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H 2
H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H 2

H 23 (-3)

H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H 2

H 2 (-1)

H 32 (-5)

H 42 (-4)

H 3 4 ; H 21 (-2) H 3 (1/6) , H 23 (-3) H 2
Ditulis dalam bentuk vektor sebagai berikut: Penyelesaian umum dari SPL Solusi khusus Ax = b

Ditulis dalam bentuk vektor sebagai berikut:

Penyelesaian umum dari SPL

Ditulis dalam bentuk vektor sebagai berikut: Penyelesaian umum dari SPL Solusi khusus Ax = b Solusi
Ditulis dalam bentuk vektor sebagai berikut: Penyelesaian umum dari SPL Solusi khusus Ax = b Solusi
Ditulis dalam bentuk vektor sebagai berikut: Penyelesaian umum dari SPL Solusi khusus Ax = b Solusi
Ditulis dalam bentuk vektor sebagai berikut: Penyelesaian umum dari SPL Solusi khusus Ax = b Solusi

Solusi khusus Ax = b

Solusi umum Ax = 0

Bukti solusi umum Ax = 0

Bukti solusi umum Ax = 0 x 1 = -3r -4s – 2t; x 2 =
Bukti solusi umum Ax = 0 x 1 = -3r -4s – 2t; x 2 =

x 1 = -3r -4s 2t;

x 2 = r;

x 3 = -2s;

x 4 = s;

x 5 = t;

umum Ax = 0 x 1 = -3r -4s – 2t; x 2 = r; x
umum Ax = 0 x 1 = -3r -4s – 2t; x 2 = r; x

x 6 = 0

Terbukti!!

Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Operasi baris dasar pada matriks A tidak mengubah himpunan penyelesaian dari sistem linier yang berpadanan Ax = 0

Theorema 3.

Operasi baris dasar tidak mengubah ruang Null suatu matriks

Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Contoh :

Cari basis untuk ruang null dari :

Ruang Null Contoh : Cari basis untuk ruang null dari : Basis ruang null didapat melalui

Basis ruang null didapat melalui himpunan penyelesaian SPL Homogen Ax = 0

didapat melalui himpunan penyelesaian SPL Homogen Ax = 0 x 1 = -s-t x 2 =

x 1 = -s-t

x 2 = s

himpunan penyelesaian SPL Homogen Ax = 0 x 1 = -s-t x 2 = s O

OBE

OBE

himpunan penyelesaian SPL Homogen Ax = 0 x 1 = -s-t x 2 = s O

x 3 = -t

x 4 = 0

himpunan penyelesaian SPL Homogen Ax = 0 x 1 = -s-t x 2 = s O

x 5 = t

Dengan solusi umum yang diperoleh adalah;

x 1 = -s-t

x 2 = s

x 3 = -t

x 4 = 0

x 5 = t

Vektor penyelesaiannya dapat ditulis sbb:

= 0 x 5 = t Vektor penyelesaiannya dapat ditulis sbb: Didapat vektor-vektor v 1 dan

Didapat vektor-vektor v 1 dan v 2 merentang dan membentuk suatu basis untuk ruang ini, atau basis ruang null adalah v 1 dan v 2

ruang ini, atau basis ruang null adalah v 1 dan v 2 S= {v 1 ,
S= {v 1 , } adalah himpunan v 2 vektor-vektor dalam R 2 dan bebas
S=
{v 1 ,
}
adalah
himpunan
v 2
vektor-vektor
dalam
R
2
dan
bebas linier (karena 2 vektor
dalam R 2 )
Maka {v 1 , v 2 } adalah suatu basis,
dan ruang penyelesaiannya adalah
berdimensi dua.

Ingat!!!!

Suatu ruang vektor tak nol V disebut berdimensi terhingga jika V berisi suatu himpunan vektor terhingga {v 1 , v 2 , , v n } yang membentuk suatu basis.

Semua

untuk

mempunyai jumlah vektor yang sama

basis

suatu

ruang

vektor

berdimensi

terhingga

basis suatu ruang vektor berdimensi terhingga Konsep DIMENSI Basis standar untuk R n mempunyai n

Konsep DIMENSI

Basis standar untuk R n mempunyai n vektor Basis standar untuk R 3 mempunyai 3 vektor (R 3 berdimensi ruang). Basis standar untuj R2 mempunyai 2 vektor (R 2 berdimensi bidang). Basis standar untuk R 1 mempunyai 1 vektor (R 1 berdimensi garis).

Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Teorema 4.

Operasi baris dasar tidak mengubah ruang baris dari suatu

matriks, namun bisa mengubah ruang kolom matriks tersebut.

Misal vektor baris matriks A adalah r 1 , r 2 , … , r n dan B diperoleh dari A melalui OBE, maka;

Jika OBE adalah pertukaran baris, maka A dan B tetap memiliki vektor baris yang sama, namun vektor kolom beda.

memiliki vektor baris yang sama, namun vektor kolom beda. Jika OBE adalah perkalian suata baris dengan

Jika OBE adalah perkalian suata baris dengan skalar tidak nol atau penambahan perkalian skalar suatu baris ke baris lainnya, maka ruang

baris pada matriks B merupakan kombinasi linear ruang baris matriks A

dan juga terletak pada ruang baris A, namun mengubah ruang kolom A.

B merupakan kombinasi linear ruang baris matriks A dan juga terletak pada ruang baris A, namun

Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Jika diketahui Ax = 0 dan Bx = 0, dimana matriks B mxn dihasilkan melalui OBE pada matriks A mxn , maka A dan B memiliki himpunan penyelesaian yang sama.

Sistem pertama mempunyai penyelesaian tak trivial jika dan hanya

jika sistem kedua mempunyai penyelesaian tak trivial. Atau vektor-

vektor kolom dari A bebas secara linier jika dan hanya jika vektor-

vektor kolom dari B juga bebas secara linier.

Jika vektor-vektor kolom dari A dan B masing-masing adalah:

c 1 , c 2 , …, c n

dan c’ 1 , c’ 2 , …, c’ n

Maka kedua sistem tersebut bisa ditulis ulang :

x 1 c 1 + x 2 c 2 + + x n c n = 0

atau

x 1 c’ 1 + x 2 c’ 2 + + x n c’ n = 0

Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Teorema 5.

Jika A dan B adalah matriks matriks yang ekuivalen baris,maka:

Suatu himpunan vektor kolom dari A bebas linier jika dan hanya

jika vektor-vektor kolom B yang bersepadanan juga bebas linier.

Suatu himpunan vektor kolom dari A yang membentuk suatu

basis untuk ruang kolom dari A jika dan hanya jika vektor-vektor kolom yang bersepadanan dari B membentuk suatu baris untuk

ruang kolom dari B.

Matriks Eselon untuk mencari Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Teorema 6.

Jika suatu matriks R berada dalam bentuk baris-eselon, maka

vektor-vektor baris dengan utama 1 (yaitu vektor-vektor baris

tak-nol) membentuk suatu basis untuk ruang baris dari R, dan vektor-vektor kolom dengan utama 1 dari vektor-vektor baris membentuk suatu basis untuk ruang kolom dari R.

Contoh : Matriks dengan eselon tereduksi memiliki 3 vektor yang membentuk

suatu basis untuk ruang baris dan 3 vektor yang membentuk suatu basis

untuk ruang kolom

r 1 r 2 r 3
r
1
r 2
r
3
suatu basis untuk ruang baris dan 3 vektor yang membentuk suatu basis untuk ruang kolom r
suatu basis untuk ruang baris dan 3 vektor yang membentuk suatu basis untuk ruang kolom r
suatu basis untuk ruang baris dan 3 vektor yang membentuk suatu basis untuk ruang kolom r
suatu basis untuk ruang baris dan 3 vektor yang membentuk suatu basis untuk ruang kolom r
suatu basis untuk ruang baris dan 3 vektor yang membentuk suatu basis untuk ruang kolom r

c 1

c

2

c 4

Matriks Eselon untuk mencari Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Cari basis-basis untuk ruang baris dan kolom berikut:

Null Cari basis-basis untuk ruang baris dan kolom berikut: OBE tidak merubah ruang baris dari suatu
Null Cari basis-basis untuk ruang baris dan kolom berikut: OBE tidak merubah ruang baris dari suatu

OBE tidak merubah ruang baris dari suatu matriks, sehingga basis untuk

ruang baris A dicari dengan suatu basis untuk ruang baris eselon A.

Hasil reduksi A menjadi baris eselon dalam matriks R sbb:

A. Hasil reduksi A menjadi baris eselon dalam matriks R sbb: Vektor-vektor baris tak-nol dari R

Vektor-vektor baris tak-nol dari R

membentuk basis untuk ruang baris

R, sehingga membentuk suatu basis

untuk ruang baris dari A, sbb:

tak-nol dari R membentuk basis untuk ruang baris R, sehingga membentuk suatu basis untuk ruang baris
tak-nol dari R membentuk basis untuk ruang baris R, sehingga membentuk suatu basis untuk ruang baris
tak-nol dari R membentuk basis untuk ruang baris R, sehingga membentuk suatu basis untuk ruang baris
tak-nol dari R membentuk basis untuk ruang baris R, sehingga membentuk suatu basis untuk ruang baris
OBE Tereduksi • A dan R memiliki ruang kolom yg berbeda • Basis untuk ruang

OBE

Tereduksi

OBE Tereduksi • A dan R memiliki ruang kolom yg berbeda • Basis untuk ruang kolom
OBE Tereduksi • A dan R memiliki ruang kolom yg berbeda • Basis untuk ruang kolom

A dan R memiliki ruang kolom yg berbeda

Basis untuk ruang kolom A tidak bisa langsung didapat dari OBE Tereduksi R.

Namun vektor kolom R yang bersepadanan dengan A akan membentuk basis untuk ruang kolom A.

Kolom pertama, ketiga dan kelima mengandung utama 1 dari vektor-vektor tsb dan membentuk suatu basis untuk ruang kolom dari R, jadi vektor-vektor

kolom yang bersepadanan dari A yaitu:

R, jadi vektor-vektor kolom yang bersepadanan dari A yaitu: Kolom 1, 3, 5 dari R mengandung
R, jadi vektor-vektor kolom yang bersepadanan dari A yaitu: Kolom 1, 3, 5 dari R mengandung
R, jadi vektor-vektor kolom yang bersepadanan dari A yaitu: Kolom 1, 3, 5 dari R mengandung
R, jadi vektor-vektor kolom yang bersepadanan dari A yaitu: Kolom 1, 3, 5 dari R mengandung
R, jadi vektor-vektor kolom yang bersepadanan dari A yaitu: Kolom 1, 3, 5 dari R mengandung

Kolom 1, 3, 5 dari R mengandung utama

1 dari vektor-vektor kolom

Vektor-vektor kolom yang

bersepadanan dari A dan membentuk

suatu basis untuk ruang kolom A

Matriks Transpose untuk mencari

Basis Ruang Kolom

Carilah basis untuk ruang kolom dari :

Basis Ruang Kolom Carilah basis untuk ruang kolom dari : Supaya bisa di OBE, maka ditranspose

Supaya bisa di OBE, maka ditranspose dulu:

kolom dari : Supaya bisa di OBE, maka ditranspose dulu: OBE w 1 = (1,3,0) dan

OBE

kolom dari : Supaya bisa di OBE, maka ditranspose dulu: OBE w 1 = (1,3,0) dan
kolom dari : Supaya bisa di OBE, maka ditranspose dulu: OBE w 1 = (1,3,0) dan

w 1 = (1,3,0) dan w 2 = (0,1,2) membentuk basis untuk ruang baris A T

Tranpose kembali:

(1,3,0) dan w 2 = (0,1,2) membentuk basis untuk ruang baris A T Tranpose kembali: Membentuk

Membentuk basis untuk ruang kolom A

Basis & Kombinasi Linier

Operasi baris dasar tidak mengubah hubungan kebebasan dan

ketidakbebasan linier antar vektor kolom.

Operasi baris dasar tidak mengubah rumus-rumus kombinasi linier yang

menghubungkan vektor-vektor kolom yang tidak bebas linier.

Himpunan vektor S= {v1, v 2 ,, v k } dalam R n , prosedur pada contoh berikut menghasilkan suatu himpunan bagian dari vektor-vektor S yang membentuk suatu basis untuk rent(S) dan menyatakan vektor-

vektor dalam S yang tidak berada dalam basis tersebut sebagai

kombinasi linier dari vektor-vektor basis tersebut.

Basis & Kombinasi Linier

a. Cari himpunan bagian dari vektor-vektor kolom yang membentuk

suatu basis untuk ruang yang terentang oleh vektor-vektor

tersebut:

untuk ruang yang terentang oleh vektor-vektor tersebut: b. Nyatakan vektor-vektor yang tidak berada dalam basis

b. Nyatakan vektor-vektor yang tidak berada dalam basis sebagai

kombinasi linier dari vektor-vektor basis

Langkah 1:

Bentuk matriks A dengan v 1 , v 2 , v 3 , v 4 dan v 5 sebagai vektor kolom.

basis Langkah 1: Bentuk matriks A dengan v 1 , v 2 , v 3 ,

Langkah 2:

Reduksi matrik A menjadi bentuk baris eselon tereduksi R, dan anggap w 1 , w 2 , w 3 , w 4 , w 5 adalah vektor-vektor kolom R.

, w 3 , w 4 , w 5 adalah vektor-vektor kolom R. Langkah 3: Kenali

Langkah 3:

Kenali kolom-kolom yang mengandung utama 1 dalam R. Vektor-vektor

kolom yang bersepadanan dari A merupakan vektor-vektor basis untuk

rent(S).

 

{w 1 , w 2 , w 4 } basis untuk ruang kolom R,

sehingga

{v 1 , v 2 , v 4 }

basis untuk ruang kolom A.

Langkah 4:

Nyatakan setiap kolom R yang tidak mengandung utama 1 (yaitu w 3 dan w 5 ) sebagai kombinasi linier dari vektor kolom yang mengandung utama 1 {w 1 , w 2 , w 4 }, sehingga menghasilkan suatu himpunan persamaan ketergantungan yang melibatkan vektor-vektor kolom dari R.

ketergantungan yang melibatkan vektor-vektor kolom dari R. Persamaan yang bersepadanan untuk vektor-vektor kolom A

Persamaan yang bersepadanan untuk vektor-vektor kolom A menyatakan

vektor-vektor yang tidak ada dalam basis tersebut sebagai kombinasi

linear dari vektor-vektor basis.

kolom A menyatakan vektor-vektor yang tidak ada dalam basis tersebut sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor basis.

5.6. Peringkat dan Kekosongan

Empat Ruang Matriks Dasar

Ruang baris dari A Ruang kolom dari A

Ruang kosong dari A

Ruang baris dari A Ruang kolom dari A Ruang kosong dari A Ruang baris dari A
Ruang baris dari A Ruang kolom dari A Ruang kosong dari A Ruang baris dari A

Ruang baris dari A T Ruang kolom dari A T Ruang kosong dari A T

Tetapi mentranspose suatu matriks berarti mengubah vektor baris

menjadi

vektor kolom dan vektor kolom menjadi vektor baris,

sehingga:

ruang baris A T = ruang kolom A

ruang kolom A T = ruang baris A

ruang baris A T = ruang kolom A • ruang kolom A T = ruang baris

ruang matriks dasar

yang dikaitkan dengan A

Ruang Baris , Ruang Kolom dengan Dimensi Sama

Teorema 1.

Jika A adalah sebarang

kolom dari A mempunyai dimensi yang sama dengan matriks R

matriks, maka ruang baris dan ruang

yang merupakan bentuk baris-eselon tereduksi dari A.

dim (ruang baris dari A) = dim (ruang baris dari R)

dim (ruang kolom dari A) = dim (ruang kolom dari R)

Rank(A) dan Kekosongan(A)

Dimensi bersama dari ruang baris dan kolom dari suatu matriks A disebut peringkat/rank dari A dan dinyatakan dengan Rank (A)

Dimensi dari ruang-ruang null dari A disebut kekosongan

dari A dan dinyatakan dengan kekosongan (A).

Cari Rank(A) dan Kekosongan(A)

Cari peringkat dan kekosongan dari matriks A sbb:

Cari peringkat dan kekosongan dari matriks A sbb: Bentuk baris-eselon tereduksi A: Ada 2 baris tak-nol

Bentuk baris-eselon tereduksi A:

dari matriks A sbb: Bentuk baris-eselon tereduksi A: Ada 2 baris tak-nol atau ada dua utama

Ada 2 baris tak-nol atau ada dua utama 1, maka;

Ruang baris dan ruang kolom berdimensi 2,

sehingga

rank(A) = 2

Untuk mencari kekosongan dari A, cari dimensi ruang penyelesaian

dari sistem liner homogen Ax = 0

Ruang Null
Ruang Null

Empat vektor membentuk suatu basis untuk ruang penyelesaian, sehingga; kekosongan(A) = 4

Rank(A) dan Rank(A T )

Teorema 2.

Jika A adalah sebarang matriks, maka: rank(A) = rank(A T )

Rank(A)=dim(ruang baris dari A)=dim(ruang kolom dari A T )=rank(A T )

Buktikan rank(A) = rank(A T )

Buktikan rank(A) = rank(A T )

Teorema Dimensi

Teorema 3.

Jika A adalah suatu matriks dengan n kolom, maka:

rank(A) + kekosongan(A) = n

Contoh :

Cari peringkat dan kekosongan dari matriks A sbb:

n Contoh : Cari peringkat dan kekosongan dari matriks A sbb: n = jumlah kolom =

n = jumlah kolom = 6

Ruang baris dan ruang kolom berdimensi 2, sehingga rank(A) = 2

Empat vektor membentuk suatu basis untuk ruang penyelesaian, sehingga;

kekosongan(A) = 4

6 = 2 + 4… ok

Rank & Kekosongan

Teorema 4.

Jika A adalah matriks m x n, maka:

rank(A) = jumlah peubah bebas dalam penyelesaian Ax = 0

kekosongan(A) = jumlah parameter dalam penyelesaian Ax = 0

Contoh :

Cari peringkat dan kekosongan dari matriks A sbb:

0 Contoh : Cari peringkat dan kekosongan dari matriks A sbb: Ruang penyelesaian dari sistem liner

Ruang penyelesaian dari sistem liner homogen Ax = 0

A sbb: Ruang penyelesaian dari sistem liner homogen Ax = 0 2 peubah bebas ; rank(A)
2 peubah bebas ; rank(A) = 2 4 parameter ; kekosongan(A) = 4
2 peubah bebas ;
rank(A) = 2
4 parameter ;
kekosongan(A) = 4

Dimensi Matriks A berperingkat r

Jika :

A adalah matriks m x n berperingkat r

A T adalah matriks n x m berperingkat r.

Ruang Dasar

Dimensi

Ruang baris dari A

r

Ruang kolom dari A

r

Ruang Kosong dari A

n-r

Ruang kosong dari A T

m-r

Nilai Maksimum Peringkat

Definisi:

Jika A adalah suatu matriks m x n, maka:

Vektor baris terletak pada R n ruang baris A max dimensi n

Vektor kolom terletak pada R m ruang kolom A max dimensi m

rank(A) ≤ min(m,n)

Dimana min(m,n) menyatakan angka yang lebih kecil antara m dan n

jika m ≠ n atau nilai bersama mereka jika m=n

Contoh:

A 7x 4 peringkat max : 4 A 4 x 7 peringkat max : 4

Teorema Konsistensi:

SPL dengan m Persamaan dalam n Peubah

Teorema 5.

Jika Ax = b adalah suatu SPL dengan m persamaan dan n peubah, maka;

a.

Ax = b konsisten

b.

b berada dalam ruang kolom dari A (ingat teorema 1 ruang baris)

c.

A dan [Al b] mempunyai peringkat yang sama

Penjelasan c.

Peringkat matrik A sebagai jumlah baris tak nol dalam bentuk eselon tereduksi A, contoh:

baris tak nol dalam bentuk eselon tereduksi A, contoh: Perhatikan baris : 0 0 0 0
baris tak nol dalam bentuk eselon tereduksi A, contoh: Perhatikan baris : 0 0 0 0
baris tak nol dalam bentuk eselon tereduksi A, contoh: Perhatikan baris : 0 0 0 0

Perhatikan baris : 0 0 0 0 1 menunjukkan sistem tidak konsisten

Teorema konsistensi : sistem linear Ax=b konsisten untuk suatu vektor b

tertentu dengan memenuhi syarat pada teorema 6 berikut.

Teorema Konsistensi:

SPL dengan m Persamaan dalam n Peubah

Teorema 6.

Jika Ax = b adalah suatu SPL dengan m persamaan dan n peubah, maka;

a.

Ax = b konsisten untuk setiap matriks b, m x 1

b.

Vektor-vektor kolom A merentang R m .

c.

rank(A) = m

Matriks Eselon untuk mencari Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Cari suatu basis untuk ruang yang terentang oleh vektor-vektor:

suatu basis untuk ruang yang terentang oleh vektor-vektor: Ruang yang terentang oleh v 1 , v

Ruang yang terentang oleh v 1 , v 2 , v 3 dan v 4 adalah ruang baris dari matriks:

2 , v 3 dan v 4 adalah ruang baris dari matriks: Dengan reduksi matriks didapat

Dengan reduksi matriks didapat bentuk baris- eselon sbb:

w 1 = (1,-2,0,0,3) w 2 = (0,1,3,2,0) w 3 = (0,0,1,1,0)

(1,-2,0,0,3) w 2 = (0,1,3,2,0) w 3 = (0,0,1,1,0 ) • Vektor baris tak-nol w 1
(1,-2,0,0,3) w 2 = (0,1,3,2,0) w 3 = (0,0,1,1,0 ) • Vektor baris tak-nol w 1

Vektor baris tak-nol w 1 , w 2 , w 3 membentuk basis untuk ruang baris.

Dengan demikian w 1 , w 2 , w 3 membentuk basis untuk sub ruang R 5 yang

terentang oleh vektor-vektor

v 1 , v 2 , v 3 dan v 4

Matriks Transpose untuk mencari Basis Ruang Baris, Ruang Kolom, Ruang Null

Cari suatu basis untuk ruang baris dari:

Kolom, Ruang Null Cari suatu basis untuk ruang baris dari: A  A T , maka

A A T , maka ruang baris A menjadi ruang kolom A T Dengan matriks eselon, cari suatu basis ruang kolom A T .

matriks eselon, cari suatu basis ruang kolom A T . OBE Tranpose kembali mengubah vektor kolom

OBE

matriks eselon, cari suatu basis ruang kolom A T . OBE Tranpose kembali mengubah vektor kolom
matriks eselon, cari suatu basis ruang kolom A T . OBE Tranpose kembali mengubah vektor kolom

Tranpose kembali mengubah vektor kolom menjadi vektor baris

Tranpose kembali mengubah vektor kolom menjadi vektor baris Kolom 1,2 dan 4 berisi utama 1, shg
Tranpose kembali mengubah vektor kolom menjadi vektor baris Kolom 1,2 dan 4 berisi utama 1, shg

Kolom 1,2 dan 4 berisi utama 1, shg vektor kolom A T membentuk suatu basis untuk ruang kolom A T

Merupakan vektor-vektor basis

untuk ruang baris A