Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

Asuhan Keperawatan Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) dengan Nutrisi

( tanggal 12.sd Februari 2018)

OLEH:

KHAIRUL MUTMAINNAH

NIM.1511011033

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2018
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Definisi
Nutrisi adalah proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang
bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh (Alimul, A. A,
2006). Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan
atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat
dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi,
reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit (Tarwoto &
Wartonah, 2006).
B. Etiologi
Etiologi malnutrisi berifat primer maupun sekunder adapun malnutrisi bersifat primer,
maupun sekunder atau malnutrisi protein energy primer, kekurangan kalori umumnya
dikaitkan dengan keadaan keadaan perang,kekacauan , social, ketidaktahuan, kemiskinan,
penyakit infeksi, dan ketidak seimbangan ditribusi makanan. Dengan demikian gangguan
social ekonomi dapat dianggap sebagai penyebab paling global kelaparan pada anak di
serai efeknya yang buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
Malnutrisi bersifat sekunder, yaitu akibat adanya penyakit yang dapat
menyebabkan asupan subtimal, gangguan penyerapan atau pemakaian nutrient, dan atau
peningkatan kebutuhan karena terjadi kehilangan nutrient atau keadaan stress.
Malnutrisi bersifat sekunder , yaitu akibat adanya penyakit yang dapat
menyebabkan asupan suboptimal, gangguan penyerapan atau pemakaian nutrien, dan atau
peningkatan kebutuhan karena terjadi kehilangan nutrient atau keadan stress. Malnutrisi
protein energy merupakan enyakit gizi terpenting di negara
Tanda dan Gejala

1. Gigi tidak lengkap dan ompong


2. Nafsu makan menurun
3. Lesu
4. BB kurang / lebih dari normal
5. Perut kembung
6. Sukar menelan
7. Mual muntah
8. Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis,
asin, asam, dan pahit.
9. Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.
10. Asam lambung menurun.
11. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi.
C. Patofisiologi
Produksi saliva menurun: mempengaruhi proses perubahan kompleks karbohidrat
menjadi disakarida. Fungsi ludah menurun sehingga menyebabkan terjadinya sukar
menelan. Fungsi kelenjtar pencernaan : perut terasa tidak enak / kembung dengan proses
menua terjadi gangguan mobilitas otot polos dengan proses menua terjadi gangguan
mobilitas otot polos esophagus dari proses perubahan pada proses penuaan pada lansia
menyebabkan intake makanan pada lansia berkurang yang nantinya akan mempengaruhi
status gizi pada lansia.
D. Pemeriksaan

Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum
a. Kesadaran
b. Vital Sign
c. Nadi
d. Suhu
e. RR
2. Head to Toe
a. Kepala
b. Inspeksi : Rambut agak kasar dan rontok
c. Mata
d. Inspeksi : Penglihatan normal dan konjungtiva pucat.
e. Telinga
f. Inspeksi : Bentuk simetris, pendengaran normal.
g. Mulut
h. Inspeksi : Bibir terlihat kering dan pecah-pecah.
i. Abdomen
j. Inspeksi : Kembung
k. Palpasi : Nyeri dan kram pada perut
l. Auskultasi : Bising usus hiperaktif

E. Penatalaksanaan
1. Pemberian nutrisi melalui oral
Tindakan keperawatan yand dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi
kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makanan melalui
oral(mulut), bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera
makan pada pasien.
2. Pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung(NGT)
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi
kabutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberikan
makan melalui pipa lambung atau pipa penduga(selang NGT). Tujuannya untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
3. Pemberian nutrisi melalui parental
Merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infus yang dimasukkan kedalam tubuh
melalui darah vena, baik secara sentral(untuk nutrisi parental total) menggunakan cairan
dalam bentuk dextrose dan cairan asam amino atau vena perifer(untuk nutrisi parental
parsial) menggunakan cairan yang mengandung karbohidrat, asam amino dan lemak.
Pemberian nutrisi ini dilakukan pada pasien yang tidak bisa makan melalui mulut ataupun
bantuan pipa dengan tujuan menunjang nutrisi enteral yang hanya memenuhi sebagian
kebutuhan nutrisi harian.
F. Diagnosis keperawatan
1. Ketidak efektifan Pola makan bayi
2. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Ketidak seimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan
G. Intervensi
1. Ketidak efektifan pola makan bayi
Gangguan kemampuan bayi untuk mengisap atau mengoordininasii respons
menghisap/menelan yang mengakibatkan ketidakadekuatan nutrisi oral untuk kebutuhan
metabolic.
NOC :
Status menelan
a. Mempertahankan makanan dimulut
b. Menangani sekresi mulut
c. Produksi ludah
d. Kemampuan mengunyah

NIC :

Terapi menelan

a. Sediakan/gunakan alat bantu, sesuai kebutuhan


b. Monitor pergerakan lidah selama pasien selama selama makan
c. Periksa mulut apakah ada sisa makanan yang berkumpul di satu tempat setalah makan
2. Ketidak seimbangangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolic.
NOC:
Status Nutrisi : Asupan makanan
a. Asupan kalori
b. Asupan protein
c. Asupan lemak
d. Asupan karbohidrat
3. Ketidak seimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan
NOC :
Status Nutrisi
a. Asupan Gizi
b. Asupan makanan
c. Asupan cairan

NIC :

a. Timbang berat badan pasien


b. Monitor pertumbuhan dan perkembangan
c. Tentukan banyaknya penambahan berat badan selama periode.
d. Monitor adanya mual dan muntah
DAFTAR PUSTAKA

Tarwoto dan Wartonah. 2006. KDM dan Proses keperawatan. Jakarta : salemba Medika

Atoilah ,Elang Muhammad & engkus kusnadi (2013) Askep pada klien dengan gangguan
Kebutuhan Dasar Manusia. Garut inmedia.

Herdman T. Heather, kamitsuru shigemi. Nanda. 2016. Diagnosis keperawatan definisi &
klasifikasi 2015 2017 edisi 10 Jakarta : EGC.

Bulechek, Goria M, et al 2016. Nursing Interventins classification (NIC). Edisi ke 6 Elsevier


Global Right

Moorchead, sue, et 2016. Nursing Outcoome Clasification (NIC). Edisi ke 5. Elsevier Global
Rights.