Anda di halaman 1dari 8

PERTEMUAN II

TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISI BISNIS

A. Penertian Analisis Laporan Keuangan


Menurut John. Wild, K.R. Subrayaman dan Robert F. Halsey dalam Analisis Laporan
Keuangan (2005) mendefinisikan Analisi Laporan Keuangan sebagai berikut :
“ Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) adalah aplikasi dari alat
dan teknik analisis untuk laporann keuangan bertujuan umum dan data-data yang
berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis
bisnis” (hlm3)
Menurut Bernstein (1983:3), mengatakan bahwa :
“ Analisis laporan keuangan mencakup penerapan metode dan teknik analisis
untuk laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran-ukuran
dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam pengambilan keputusan”
Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa ada teknik tertentu dan alat yang
digunakan untuk menganalisis laporan keuangan menjadi informasi yang lebih berguna,
mendalam dan lebih tajam sebagai dasar pengambilan keputusan.

B. Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Menurut Bernstein (1983:3) adalah sebagai berikut :
1. Penyaringan (Screening)
Analisis dilakukan dengan melihat secara analistis untuk laporan keuangan
dengan tujuan beberaprnatif analisis bisnis seperti investasi, merger, dan lain-
lain. Dalam hal Screening setelah membaca dan memahami analisis keuangan
diharapkan dapat menyaring aktifitas bisnis yang menggairahkan dimasa
depan

2. Peramalan (Forecasting)
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimasa
sekarang dan yang akan dating.

3. Diagnosa (Diagnosis)
Analisis dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah
dalam manajemen khususnya dibidang operasi dan keuangan
4. Penilaian (Evaluation)
Analisis digunakan untuk menilai prestasi manajemen, operasi, keuangan, dan
lain-lain.

C. Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari
analisis bisnis. Sasaran analisis bisnis adalah untuk meningkatkan pengambilan keputusan
bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan
perusahaan, manajemennya, rencana, dan strateginya serta lingkungan bisnis.
Analisis atas prospek perusahaan di masa depan merupakan salah satu terpenting
analisis bisnis. Tujuan analisis lingkungan bisnis adalah mengidentifikasi dan melihat
kekuatan dan kelemahan kompetitif perusahaan serta peluang dan ancaman.

D. Laporan Keuangan sebagai Dasar Analisis Aktivitas Bisnis


Sebuah perusahaan menjalnkan berbagai aktivitas untuk meyediakan produk atau
jasa yang dapat dijual dengan tujuan menghasilkan pengembalian investasi (Return on
investment-ROI) yang memuaskan.
Laporan Keuangan (Financial Statement) dapat mengungkapkan dan
menginformasikan empat aktivitas perusahaan (Business) perencanaan, pendanaan,
investasi, dan operasi. Masing-masing aktivitas utama perusahaan ini sangat penting
untuk dipahami sebelum kita dapat menganalisis laporan keuangan perusahaan secara
efektif.
1. Aktivitas Perencanaan (Planning Activities)
Sasaran dan tujuan perusahaan terdapat dalam rencana bisnis (Business
Plan) yang mendeskripsikan maksud perusahaan, strategi, dan teknik
untuk aktivitasnya. Dengan kata lain rencana bisnis membantu para
manajer untuk memusatkan usaha mereka dan mengidentifikasi
kesempatan yang diharapkan sekaligus rintangannya. Laporan keuangan
dapat memberikan informasi tentang kinerja manajemen, proyeksi
keuangan, strategi penjualan, dan analisi kompetitif.

2. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)


Aktivitas pendanaan mengacu kepada bagaimana perusahaan
mendapatkan uang untuk membiayai aktivitas yaitu operasi perusahaan.
Ada dua sumber utama pendanaan external- investor ekuitas (disebut
sebagai pemilik atau pemegang saham) dan kreditor (disebut pemberi
pinjaman).
Perusahaan harus memepertimbangkan beberapa hal dalam aktivitas
pendanaan, seperti jumlah dana yang diperlukan, sumber pendanaan
(pemilik atau investor), waktu pembayaran kembali dan struktur
perjanjian pendanaan. Hal ini sangat penting mengingat adanya
oengembalian (return) atas laba yang diperoleh perusahaan kepada
pemegang saham yaitu deviden, sedangkan kepada kreditor adanya bunga
pinjaman.

3. Aktivitas Investasi (Investing Activities)


Aktivitas investasi mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi
dengan tujuan menjual produk atau menyediakan jasa , dan untuk tujuan
menginvestasikan kelebihan kas. Seperti investasi dalam tanah, bangunan,
peralatan, aktiva tidak berwujud. System informasi beserta modal manusia
(manajer karywan) untuk menjalankan operasi perusahan disebut aktiva
operasi (Operating Assets). Seringkali secara temporer/ sementara atau
permanen menginvestasikan kelebihan kasnya dalam bentuk sekuritas/
efek seperti saham perusahan lain, obligasi perusahaan lain, dan obligasi
pemerintah disebut aktiva keuangan (financial assets). Hasil dari aktiva
keungan efek/ saham adalah pendapatan deviden, untuk efek obligasi
adalah pendapatan bunga obligasi.

4. Aktivitas Operasi (Operating Activities)


Aktivitas operasi mencerminkan pelaksanaan/ implementasi rencana
bisnis yang terdapat dalam aktivitas investasi dan pendanaan. Aktivitas
operasi perusahan merupakan sumber utama laba perusahaan artinya
angka laba mencerminkan kesuksesan dalam membeli dari pasar input dan
menjual dalam pasar output. Atau dengan kata lain angka laba
mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam menjalankan aktivitas
bisnisnya secara efektif dan efisien. Paling tidak ada 5 (lima) komponen
dilibatkan dalam aktivitas operasi yaitu : 1) pemeliharaan, 2)
pengembangan, 3) pembelian, 4) produksi, dan 5) pemasaran dan
administrasi.
1) Pemeliharaan
Yang dimaksud dengan pemeliharaan adalah tugas manajemen untuk
memelihara asset seluruh perusahaan agar tidak terjadi kebocoran
ataupun kehilangan catatan akuntansu seluruh asset perusahaan.
2) Pengembangan
Pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aktivitas operasi
yang lebih bermanfaat/ berfaedah untuk kelangsungan hidup
perusahaan dimasa yang akan daaing, misalnya, diverifikasi produk,
ekspansi, dan lain-lain.
3) Pembelian
Pembelian bertujuan untuk efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk
kebutuhan operas sehari-hari, misalnya memilih kreditor yang
profesiional agar pesanan/ pembelian yang dilakukan dengan harga
yang murah, tepat waktu barang yang dibeli serta kualitas barang
tersebut.
4) Produksi
Yang dimaksud denga produksi adalah cara perusahaan untuk
memproses bahan baku sampai dengan barang jadi. Dalam hal proses
produksi yang mengeluarkan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya sangat besar dan rutin
harus dikontrol dengan baik dan benar agar tidak terjadi pemborosan-
pemborosan.
5) Pemasaran dan Administrasi
Pada akhirnya bahwa tahap terakhir pada proses bisnis adalah
memasrkan produk barang maupun jasa sampai tiba ditangan
konsumen. Dalam hal pemasaran harus didukung oleh administrasi
perusahaan secara terorgansur dengan bagian pemasaran yang
bertujuan mencapai target penjualan yang diharapkan.

E. Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis


Peran laporan keuangan sebagai objek analisis adalah untuk melaporkan aktivitas
pendanaan dan investasi pada saat tertentu dan meringkas aktivitas operasi selama
periode tertentu. Laporan keuangan pada umunya Laporan Neraca, Rugi-Laba, Perubahan
Ekuitas Pemilik/ Laba Ditahan, dan Arus Kas.
1. Laporan Neraca (Balance- Sheet statement)
Laporan neraca adalah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal
tertentu yang menunjukkan total aktiva dengan total kewajiban ditambah
total ekuitas pemilik (disebut total pasiva)
Total aktiva tersiri dari aktiva lancer, investasi jangka panjang serta aktiva
tetap berwujud dan tidak berwujud.
Total pasiva terdiri dari utang lancer, utang tidak lancar serta ekuitas pemilik
(modal saham dan laba ditahan).
Penyusunan neraca didasarkan kepada bentuk yang telah distandardisasi,
terutama untuk tujuan pihak luar perusahaan. Dalam prakteknya terdapat dua
bentuk yaitu skontro (account form) dan bentuk laporan (report form).
a. Bentuk Skontro (account form) atau disebut juga bentuk horizontal.
Dalam bentuk ini neraca dibagi dalam dua posisi, yaitu sebeah kiri
berisi aktiva (Assets) dan di sebelah kanan utang/ kewajiban
(Liabilities) dan modal (ekuitas).
b. Bentul laporan (report form) atau disebut juga bentuk vertical. Dalam
bentuk ini neraca disusun secara vertical dari atas terus kebawah
dimulai dengan komponen aktiva lancer, investasi jangka panjang dan
aktiva berwujud dan tidak berujud disusul dengan komponen utang
lancer, utang tidak lancer dan komponen modal/ ekuitas

2. Laporan Rugi-Laba (Income Statement)


Laporan rugi- laba adalah ringkasan pendapatan dan beban/ biaya perusahaan
dalam periode tertentu diakhiri dengan laba atau rugi pada periode tersebut.
Dalam prakteknya, laporan rugi-laba disusun dalam dua bentuk, yaitu:
a. Bentuk Tunggal (Single Step)
Dengan bentuk ini seluruh penghasilan operasional dan non operasional
disatukan dikurangi dengan seluruh beban operasional dan non
operasional. Dengan kata lain penghasilan dan beban operasional tidak
dipisahkan/ diklasifikasikan.
b. Bentuk Majemuk (Multiple Step)
Dengan bentuk ini, penghasilan operasional dipisahkan dengan
penghasilan non operasional, demikian juga beban operasional dipisahkan
dengan beban non operasiona;. Dengan kata lain penghasilan operasional
dikurangi beban operasional lebih dahulu, kemudian ditabahkan atau
dikurangi terhadap selisih antara penghasilan non operasional dengan
beban non operasional.

3. Laporan Ekuitas Pemegang Sahan (Statement of Shares’ holder equitas)


Laporan ekuitas pemegang saham menyajikan perubaha-perubahan pada pos-
pos ekuitas. Pada umumnya rincian pos-pos ekuitas, yaitu modal saham (biasa
dan preferen). Tambahan modal disetor, laba ditahan, saham perbendaharaan
(treasary stock).

4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)


Laporan arus kas adalah menunjukkan kas masuk (cash in) dank as keluar (cash
out) bagi aktivitas operasi, investasi dan keuangan secara terpisah selama satu
periode tertentu.
 Aktivitas operasi (operating Activities)
Aktivitas operasi menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang dalam
laporan rugi-laba dan penurunan merupakkan kenaikan sector modal
kerja (aktiva lancer dan kewajiban lancar)
 Aktivitas Investasi (Investing Activities)
Aktivitas investasi menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang
berhubungan aktiva tetap dan investasi jangka panjang.
 Aktivitas Keuangan/ pendanaan (Financing Aktivities)
Aktivitas keuangan menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang
berhubungan dengan ekuitas pemilik, kewajiban jangka pam=njang
dan deviden.

Untuk menyajikan laporan arus kas ada dua metode yang digunakan, yaitu :
a) Metode langsung (Direct Method)
Dengan metode ini, aktivitas operasi (operating activities) menunjukkan
arus kas masuk dan keluar dari kegiatan operasi atau laporan rugi-laba
serta penurunan dan kenaikan modal kerja (aktiva lancar dan utang
lancar). Setelah aktivitas operasi berikutnya adalah aktivitas investasi dan
keuangan
b) Metode Tidak Langsung (Indirect Method)
Dengan metode ini, aktivitas operasi tidak menunjukkan arus kas masuk
dan keluar, tetapi dimulai dengan laba-rugi bersih yang terdapat dalam
laporan rugi-laba. Setelah itu disesuaikan dengan penurunan dan kenaikan
sector aktiva lancar dan utang lancar, depresiasi atau amortisasi, laba-rugi
penjualan aktiva tetap dan investasi jangka panjang. Setelah aktivitas
operasi diatas diikuti dengan aktivitas investasi keuangan. Perlu diketahui
perbedaan kedua metode ini terletak pada penyajian aktivitas operasi saja.
Sedangkan penyajian aktivitas investasi dan pendanaan/ keuangan, kedua
metode adalah sama.

F. Pihak-pihak yang memerlukan Laporan Keuangan


Pembuatan dan penyusun laporan keuangan ditunjukan untuk memenuhi
kepentingan berbagai pihak, baik pihak internal maupun external perusahaan sebagai
dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan tersebut, yaitu :


1. Pemilik atau pemegang saham (Stock holder)
Mereka ini sangat berkepentingan untuk melihat kondisi perusahaan saat ini,
sekaligus melihat kinerja manajemen atas target yang telah ditetapkan
sebelumnya. Artinya berkaitan erat dengan sukses tidaknya perusahaan dalam
menghasilkan laba/keuntungan untuk meningkatkan kemakmuran pemilik/
pemegang saham.
2. Manajemen (Management)
Secara garis besarya sebagai cermin kinerja mereka dalam suatu periode
tertentu. Dengan kata lain jika mencapai atau memperoleh target yang
ditetapkan, berarti ada penghargaan dan jika sebaliknya ada teguran bahkan
pemutusan hubungan kerja.
3. Kreditor (Creditor)
Apakah dana yang dipinjam perusahaan serta konsekuensinya (bunga) dapat
dibayar dan pokok pinjaman yang harus dikembalikan.
4. Pemerintah (Government)
Apakah perusahaan jujur melaporkan laporan keuangan sesungguhnya, sudah
barang tentu berkaitan dengan kewajiban pajak yang dibayar kepada
pemerintah/ Negara secara adil dan jujur.

G. Laporan Akuntan Publik Independen


Laporan keuangan disajikan oleh manajemen perusahaan, untuk itu perlu dinilai oleh
pihak lain yang independen (disebut akuntan publik) untuk memberikan pendapat (opini)
terhadap kewajaran laporan keuangan.

Terdapat empat jenis pendapat akuntan public, yaitu :


1. Pendapat wajar (Unqulified opinion)
2. Pendapat wajar dengan qualifikasi (Qulified opinion)
3. Pendapat tidak wajar (Adversed opinion)
4. Tidak ada pendapat (Disclaimer opinion)

H. Keterbatasan Laporan Keuangan


Ada beberapa keterbatasan laporan keuangan, yaitu :
1. Bersifat khusus
Artinya laporan atas kejadian masa lalu atau yang telah lewat, sehingga tidak dapat
dianggap sebagai laporan saat ini.
2. Bersifat umum
Informasi disajikan kepada semua pihak atau bukan pihak tertentu, padahal masing-
masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
3. Unsur taksiran
Proses penyusunan laporan keuangan tidak terlepas dari unsure taksiran dan
pertimbangan-pertimbangan tertentu, sebagai akibatnya terjadi perbedaan angka
dalam laporan nerca maupun rugi-laba.
4. Bersifat konservatif
Jika ada penilaian pos tertentu yang tidak pasti maka dipilihlah alternative yang paling
kecil untuk aktiva dan pendapatan. Bahkan pendapatan yang belum pasti, tidak
diakui, tetapi kerugian yang mungkin terjadi diakui atau dicatat.
5. Menggunakan istilah-istilah teknis
Pemakai laporan keuangan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat
dari informasi yang dilaporkan.
6. Menggunakan informasi kuantitatif
Informasi yang bersifat kualitatif walaupun dapat dikuantifikasikan pada umumnya
diabaikan.
7. Mengabaikan nilai waktu dari uang
Jumlah yang sama besarnya pada saat ini pasti lebih besar nilainya (daya beli)
dibandingkan dengan waktu yang akan dating. Hal ini secara logis dapat diterima akal,
karena uang yang ada saat ini bias diinvestasikan atau disimpan di bank untuk
memperoleh bunga uang (pendapatan bunga).

I. Kualitas Laporan Keuangan


FASB (Financial Accounting Standard Board), melalui Statement of Financial Accounting
(SFAC) No. 2 mengemukakan kualitas laporan keuangan antara lain :
1. Pembuatan informasi harus mempertimbangkan “Cost and Benefit” artinya manfaat
harus lebih besar dari biayanya.
2. Informasi harus dapat dipahami dengan jelas
3. Informasi dapat digunakan sebagai proses pengambilan keputusan
4. Relevansi informasi harus jelas
5. Dapat diyakini kebenarannya
6. Dapat digunakan untuk tujuan prediksi
7. Dapat memberikan umpan balik (feed back)
8. Penyajian yang jujur dan benar
9. Tepat waktu
10. Konsisten dan dapat diperbandingkan
11. Netral di atas berbagai kepentingan dan berbagai pemakai laporan
12. Hanya material saja yang dimuat/ disajikan