Anda di halaman 1dari 48

Aljabar Linier

Sistem koordinat, dimensi ruang vektor dan rank

khozin mu’tamar

9 Oktober 2014
PERTEMUAN-4 : SISTEM KOORDINAT, DIMEN-
SI RUANG VEKTOR DAN RANK

1. Sistem koordinat

(a) Ketunggalan scalar basis

(b) Sistem koordinat (definisi)

(c) matrik perubahan koordinat


1
(d) pemetaan koordinat

2. Dimensi ruang vektor

(a) ketidak bebasan himpunan diluar basis

(b) dimensi (definisi)

(c) dimensi subruang vektor

(d) dimensi ruang null dan ruang kolom


3. Rank

(a) Ruang kolom

(b) rank (definisi)

(c) dimensi ruang null dan rank

(d) Aplikasi pada SPL


SISTEM KOORDINAT

1. Ketunggalan penulisan basis

2. Sistem koordinat (definisi)

3. matrik perubahan koordinat

4. pemetaan koordinat

2
KETUNGGALAN PENULISAN BASIS

teorema 1. Misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} adalah basis


bagi ruang vektor V . Untuk setiap x ∈ V terdapat skalar
tunggal a1, a2, · · · , an ∈ R yang memenuhi
n
x= aibi
X

i=1

definisi 2. Misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} adalah basis


bagi ruang vektor V dan x ∈ V . Koordinat relatif x ter-
hadap basis B atau koordinat-B dari x adalah nilai-nilai

3
c1, c2, · · · , cn sedemikian sehingga

x = c1b1 + c2b2 + · · · + cnbn

yang dapat dituliskan sebagai


 
c1 

[x]B = .. 


 



 
cn 

contoh. Misalkan basis dari R2, yaitu e1 = [1 0]T dan e2 =


[1 2]T . Misalkan diketahui sistem koordinat [x]B = [−2 3]T .
Tentukan x.
solusi. Dengan definisi, diketahui bahwa [x]B = [c1 c2] yang
memenuhi

x = c1 e1 + c2 e2

sehingga
   
1 1
x = −2  + 3  




0 2
 
1
=  
6
MATRIKS PERUBAHAN KOORDINAT

Misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} adalah basis bagi ruang


vektor V dan x ∈ V . Untuk setiap x dapat ditentukan
skalar sehingga

x = c1b1 + c2b2 + · · · + cnbn

dengan menjabarkan persamaan di atas, misalkan


 
a11



a21
 

b1 = . 



. 



ar1
 

4
maka akan diperoleh
 
c1a11 + c2a12 · · · +cna1n

.. + .. .. 

x=




...
 

c1ar1 + c2ar2 · · · +cnarn


 

yang dapat dibentuk pada SPL x = A · b


  
a11 a12 · · · a1n  c1 

x = .. .. . . . ..   .. 







  

ar1 ar2 · · · arn cn


  
 

Selanjutnya,
 
 a11 a12 · · · a1n
.. .. . . . .. 





 

ar1 ar2 · · · arn


 

disebut matriks perubahan koordinat, disimbolkan sebagai
PB

teorema 3. Misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} adalah basis


bagi ruang vektor V . Pemetaan T : x → [x]B adalah
pemetaan linier yang satu-satu dan pada (isomorfis).

Bukti. 1. Misalkan y,z ∈ V sehingga

y+z = (c1b1 + · · · + cnbn) + (k1b1 + · · · + knbn)


= (c1 + k1)b1 + · · · + (cn + kn)bn
sehingga diperoleh
     
c1 + k1   c1   k1 

..  =  ..  +  ..  = [y] + [z]




[y+z]B =

B B


     
     
cn + kn
  
cn  
kn 

2. Misalkan k ∈ R. Kita dapatkan

ky = kc1b1 + · · · + kcnbn
= (kc1)b1 + · · · + (kcn)bn
sehingga
   
kc1 
 c 
 1
.  . 

  
[ky]B = .  = k  .  = k[y]B
 
  


   
kcn
  
cn

3. Misalkan y,z ∈ V dan α, β ∈ [x]B . Akan didapatkan

α = β → c1b1 + · · · + cnbn = k1b1 + · · · + knbn


→ y=z

4. Misalkan α ∈ [x]B . Untuk setiap α ∈ [x]B akan selalu


ditemukan y ∈ V sedemikian sehingga

−1y
α = PB
DIMENSI RUANG VEKTOR

1. ketidak bebasan himpunan diluar basis

2. Ketunggalan basis dalam ruang vektor

3. dimensi (definisi)

4. dimensi subruang vektor

5. dimensi ruang null dan ruang kolom


5
teorema 4. Jika ruang vektor V memiliki basis B = {b1, b2, · · · , bn}
maka setiap himpunan yang memiliki lebih dari n-vektor ber-
sifat tidak bebas linier.

Bukti. Misalkan S = {s1, s2, · · · , sp} adalah sebuah him-


punan di ruang vektor V yang memiliki jumlah vektor lebih
dari n. Koordinat dari S dapat dituliskan

s1 = c11b1 + c12b2 + · · · + c1nbn


..

sp = cp1b1 + cp2b2 + · · · + cpnbn


6
Untuk menunjukkan bahwa S bebas linier atau tidak maka
akan ditentukan solusi skalar bagi persamaan

k1s1 + · · · + kpsp = 0

sehingga diperoleh

k1(c11b1 + c12b2 + · · · + c1nbn) + · · · +


kp(cp1b1 + cp2b2 + · · · + cpnbn) = 0

dengan mengumpulkan koefisien bagi bi, i = 1, · · · , n akan


diperoleh

(k1c11 + k2c21 + · · · + kpcp1)b1 + · · · +


(k1c1n + k2c2n + · · · + kpcpn)bn = 0

Untuk mendapatkan bebas linier maka

k1c11 + k2c21 + · · · + kpcp1 = 0


....

k1c1n + k2c2n + · · · + kpcpn = 0


Kita akan menentukan kj , j = 1, · · · , p. Oleh karena p > n
maka SPL di atas memiliki jumlah variabel yang tidak dike-
tahui lebih banyak dibandingkan jumlah persamaan sehingga
solusi SPL homogen tersebut tak trivial. Artinya, terdapat
kl ∈ R sedemikian sehingga memenuhi persamaan

k1s1 + · · · + kpsp = 0

yang berarti bahwa S = {s1, s2, · · · , sp} tergantung linier.


teorema 5. Misalkan ruang vektor V dengan basis yang
memiliki n vektor maka setiap basis dari ruang vektor V
memiliki n jumlah vektor

Bukti. Misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} dan S = {s1, s2, · · · , sm}


adalah basis bagi ruang vektor V .

1. Oleh karena B basis bagi V maka B bebas linier. Oleh


karena S basis bagi V maka S merentang V . Kesim-
pulan diperoleh n ≤ m
7
2. Oleh karena S basis bagi V maka S bebas linier. Oleh
karena B basis bagi V maka B merentang V . Kesim-
pulan diperoleh m ≤ n

Bukti. Misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} dan S = {s1, s2, · · · , sm}


adalah basis bagi ruang vektor V . Oleh karena B adalah ba-
sis dan S bebas linier, maka m ≤ n. Oleh karena S adalah
basis dan B bebas linier, maka n ≤ m. Oleh karena m ≤ n
dan n ≤ m maka disimpulkan m = n.
Definisi : Dimensi

Misalkan V adalah ruang vektor dengan basis B = {b1, b2, · · · , bn}.


Banyaknya vektor dalam basis B disebut dengan dimensi
(V ), yang dituliskan dengan dim(V ).

1. Jika himpunan B adalah himpunan hingga, maka di-


mensi V disebut dimensi-hingga

2. Jika himpunan B tidak tersusun oleh himpunan B yang


hingga, maka dimensi V disebut dimensi-tak hingga.
8
teorema 6. Misalkan H adalah subruang vektor dari V
yang berdimensi berhingga. Setiap himpunan di H yang
bebas linier dapat diperbesar, bila perlu menjadi basis ba-
gi H. H adalah ruang vektor berdimensi berhingga yang
memenuhi

dim H ≤ dim V

Bukti. 1. Jika H = {0} maka jelas dim H ≤ dim V .

2. Misalkan S = {s1, s2, · · · , sl } ⊆ H yang bebas linier.


9
(a) Jika S merentang H maka S adalah basis bagi H
dan karena S ⊆ H diperoleh dim S ≤ dim V .

(b) Misalkan terdapat B = {sl+1, · · · , sn} yang tidak


dapat direntang oleh S. Jelas bahwa U = B ∪ S ⊆
H adalah himpunan bebas linier karena setiap vektor
di B tidak dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier
dari S (ingat: S tidak merentang B). Proses dapat
berulang hingga B ∪ S membesar sampai merentang
H dan dimensi-B ∪ S selalu lebih kecil dari V karena
seluruh vektor di-H bebas linier.
teorema 7. Misalkan V adalah ruang vektor berdimensi-n.
Jika S = {s1, s2, · · · , sn} ⊆ V bebas linier maka S adalah
basis bagi V . Jika S = {s1, s2, · · · , sn} ⊆ V merentang
V maka S adalah basis bagi V .

Bukti. 1. Misalkan S = {s1, s2, · · · , sn} ⊆ V bebas lini-


er. Misalkan w ∈ V . Jika w bukan kombinasi linier dari
S maka w bebas linier. Oleh karena V adalah ruang vek-
tor berdimensi-n, misalkan B = {b1, b2, · · · , bn} ada-
lah basis bagi V dan S ∪ {w} dapat direntang oleh B.
Oleh karena S ∪ {w} bebas linier maka akan diperoleh
n + 1 ≤ n. Jelas kondisi ini salah sehigga kita simpulk-
an w dapat dikombinasi linierkan oleh S. Oleh karena
w ∈ V selalu dapat dikombinasi linierkan oleh S maka
S merentang V . Jadi, S basis bagi V .

2. Misalkan S = {s1, s2, · · · , sn} ⊆ V merentang V se-


hingga setiap v ∈ V dapat dinyatakan sebagai kombi-
nasi linier dari S. Telah diketahui bahwa dim V = n
sehingga terdapat B = {b1, b2, · · · , bn} basis bagi V .
Oleh karena S merentang V maka

b1 = a11s1 + · · · + a1nsn
..

bn = an1s1 + · · · + annsn

Oleh karena B adalah basis bagi V maka

0 = c1b1 + · · · + cnbn
yang hanya dipenuhi oleh ci = 0, i = 1, · · · , n. Subti-
tusi persamaan bi, i = 1, · · · , n sehingga diperoleh

0 = c1(a11s1 + · · · + a1nsn) + · · · +
cn(a1n)s1 + · · · + annsn
0 = (c1a11 + · · · + cna1n)s1 + · · · +
(c1a1n+···+cnann )sn

Oleh karena ci = 0, i = 1, · · · , n maka dipastikan


n
ciaj,i = 0, j = 1, · · · , n
X

i=1
sehingga S bebas linier. Oleh karena S merentang dan
bebas linier, S basis bagi V .
RANK

1. Ruang kolom

2. rank (definisi)

3. dimensi ruang null dan rank

4. Aplikasi pada SPL

10
Definisi

Misalkan A adalah matriks dengan ukuran m × n.


 
a11 · · · a1n 

A = .. .. 





...
 

am1 · · · amn
 

1. Ruang kolom adalah himpunan yang dibentuk dari kolom


matriks A.

Col(A) = span{A1···n,1, · · · , A1···n,n}

11
2. Ruang baris adalah himpunan yang dibentuk oleh baris
matriks A.

RowA = span{A1,1···n, · · · , An,1···n}

3. Ruang null adalah himpunan yang memenuhi persamaan


A · x = 0.

N ullA = {x|x ∈ Rn dan A · x = 0}


teorema 8. Jika matriks A dan B memiliki keserupaan ba-
ris maka keduanya memiliki ruang baris yang sama. Jika
matriks B dalam bentuk eselon tereduksi, baris tak nol
dari matriks B adalah basis untuk ruang baris dari
A dan B.

contoh. Misalkan A adalah matriks


 
−2 −5 8 0 −17



1 3 −5 1 5 
 

A=

3 11 −19 7 1 




1 7 −13 5 −3 
 

12
dengan operasi baris elementer akan diperoleh
 
1 


3 −5 1 5 


 
0 1 −2 2 −7
 
 
 
B=
 
 

0 0 −4 20
 
0 







 

0 0 0 0 0
 
 

Pada matriks B, baris ke-1,2 dan 3 bukan merupakan baris


nol. Sesuai dengan teorema, maka diperoleh bahwa baris
ke-1,2 dan 3 adalah basis bagi B dan A. Dinotasikan

Row(A) = {[1, 3, −5, 1, 5], [0, 1, −2, 2, −7], [0, 0, 0, −4, 20]}
Kolom yang entry pertama merupakan pivot, yaitu kolom
ke-1,2 dan 4 sehingga basis bagi ruang kolom A adalah
     
−2 −5 0



















1   3  1

 
   


  

 
Col(A) = , ,
 
 
 
3   11  7




















1 7  5

 
   

 
 



 

Jika matriks B dioperasikan menjadi bentuk tereduksi, akan


diperoleh
 



1 0 1 0 1 


 
0 1 −2 0 3
 
 
 
 
 

0 0 1 −5
 




0 



 

0 0 0 0 0
 
 
yang berarti akan diperoleh sistem persamaan linier

x1 + x3 + x5 = 0
x2 − 2x3 + 3x5 = 0
x4 − 5x5 = 0

dengan x3 dan x5 adalah variabel bebas. Misalkan x3 = t


dan x5 = s maka akan diperoleh

x5 = t
x4 = 5t
x3 = s
x2 = 2s − 3t
x1 = −s − t
atau dalam bentuk kombinasi linier
−1 −1
     


x1    

−3
     




x2 

 2 











x3 = s  1  + t  0 


     
    



x4  0   5 
     
    

    
    

x5  
0  
1
sehingga dapat kita katakan bahwa

N ull(A) = {~v1, ~v2}


dengan
−1 −1
   

  

−3
   




2  






~v1 = 1  , ~v2 =  0 


   
  
  


0   5 
   
  

  
  

0  
1
oleh karena ~v1, ~v2 adalah vektor yang saling bebas linier dan
vektor yang merentang N ull(A) maka kita katakan {~v1, ~v2}
adalah basis bagi N ull(A).
definisi 9. Rank dari matriks A adalah dimensi dari ruang
Kolom dari matriks A.

teorema 10. Misalkan V adalah ruang vektor dan dim V =


n maka dim N ull(T ) + Rank(T ) = n

Bukti. Rank(A) adalah jumlah kolom di A yang tereduksi


dengan element bukan nol. N ull(A) adalah jumlah vari-
abel bebas dalam matriks SPL A atau jumlah kolom yang

13
tereduksi dengan semua elemen nol. Akhirnya diperoleh

jumlah kolom pivot + jumlah kolom non-pivot = jumlah kolom


rank(A) + dim N ull(A) = n
teorema 11. Misalkan A adalah matriks n×n. Pernyataan
berikut adalah ekuivalen dengan pernyataan bahwa matriks
A invertible (dapat diinverskan).

1. Kolom dari matriks A adalah pembentuk basis dari Rn

2. Col(A) = Rn

3. Rank(A) = n

4. N ull(A) = {~0}
14
5. dim Col(A) = n

6. dim N ull(A) = 0
Perubahan Basis

Misalkan V adalah Ruang Vektor dengan basis B = {~b1, · · · , ~bn}

1. Vektor x ∈ V diubah bentuk dalam koordinat dengan


basis B, [x]B

2. Vektor x ∈ V diubah bentuk dalam koordinat dengan


basis C, [x]C

15
3. Bagaimana hubungan antara [x]B dan [x]C dalam ben-
tuk matriks perubahan ?.
teorema 12. Misalkan V adalah ruang vektor dengan ba-
sis B = {~b1, · · · , ~bn} dan C = {~c1, · · · , ~cn}. Terdapat
matriks tunggal n × n yang memenuhi

[~x]c = P [~x]B
B→C

dengan

P = [[~b1]c [~b2]c · · · [~bn]C ]


B→C
Bagaimana menentukan P ?
B→C

Misalkan V ruang vektor, V = {~v1, ~v2, ~v3} dengan basis


B = {~b1, ~b2, ~b3} dan C = {~c1, ~c2, ~c3}. Misalkan ~x ∈ V .

Perhatikan bahwa ~x dapat direntang oleh basis B.

~x = k11~b1 + k12~b2 + k13~b3

Basis B dapat direntang oleh basis C yaitu


~b1 = l11~c1 + l12~c2 + l13~c3
~b2 = l21~c1 + l22~c2 + l23~c3
~b3 = l31~c1 + l32~c2 + l33~c3
16
Dengan subtitusi akan diperoleh

~x = (k11l11~c1 + k11l12~c2 + k11l13~c3)


+ (k12l21~c1 + k12l22~c2 + k12l23~c3)
+ (k13l31~c1 + k13l32~c2 + k13l33~c3)
~x = (k11l11 + k12l21 + k13l31) ~c1
+ (k11l12 + k12l22 + k13l32) ~c2
+ (k12l23 + k11l13 + k13l33) ~c3
Ambil koordinat x ∈ V terhadap basis C akan didapatkan
 



k11l11 + k12l21 + k13l31 
[x]C = k11l12 + k12l22 + k13l32 
 



 


k 12 l23 + k 11 l 13

+ k 13
l33

 l l21 l31   k11 


 11

[x]C =  l12 l22 l32   k12 
  

  

"
l l
13 23 33 l 
k13 #

[x]C = [b1]C [b2]C [b3]C [x]B


[x]C = P [x]B
B→C