Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

BAB VI LIMBAH ............................................................ 1

LATIHAN AKHIR BAB VI .......................................... 9

BAB VII POLUSI ...................................................... 11

LATIHAN AKHIR BAB VII ......................................... 18

BAB VIII AMDAL ..................................................... 20

LATIHAN AKHIR BAB VIII ........................................ 27

BAB IX KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA ...... 30

LATIHAN AKHIR BAB IX .......................................... 37

Selamat Belajar

1
BAB VI
LIMBAH

Kompetensi Dasar
3.6 Menganalisis limbah di lingkungan 4.6 Melakukan penanganan limbah di
sekitar lingkungan sekitar

A. Pengertian Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga) yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak
memiliki nilai ekonomis. Pada proses produksi limbah yang dihasilkan berupa limbah cair,
limbah gas, limbah padat dan kebisingan. Proses produksi menghasilkah limbah yang
mengandung bahan bahan yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada lingkungan.

B. Sifat-Sifat Limbah
Limbah mempunyai sifat-sifat seperti di bawah ini, yaitu:
1. Sifat Fisik
Sifat fisik suatu limbah ditentukan berdasarkan:
a. Jumlah padatan terlarut.
b. Kekeruhan
c. Warna
d. Salinitas, yaitu tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air.
e. Daya hantar listrik
f. Bau
g. Temperatur
2. Sifat Kimia
Karakteristik kimia air limbah ditentukan oleh:
a. BOD dan COD. BOD (Biological Oxygen Demand) merupakan parameter pengukuran
jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik
yang terlarut dalam air buangan. COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah
oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam
limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen.
b. Kandungan Metan
c. Keasaman air
d. Alkalinitas
e. Kandungan Lemak/ minyak
f. Oksigen terlarut

2
C. Jenis-Jenis Limbah
1. Berdasarkan Karakteristik
Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 5 macam, yaitu limbah cair,
limbah padat, limbah gas dan partikel, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan
limbah suara.
a. Limbah Padat
Limbah Limbah padat merupakan salah satu limbah yang paling banyak terdapat
dilingkungan. Biasanya limbah padat disebut sampah. Limbah padat di klasifikasikan menjadi 6
kelompok :
1) Sampah organik mudah busuk (garbage), yaitu limbah padat semi basah, berupa bahan-
bahan organik yang mudah membusuk atau terurai mikroorganisme.
Contoh : sisa dapur, sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah-buahan.
2) Sampah anorganik dn organik tak membusuk (Rubbish), yaitu limbah padat anorganik atau
organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme, sehingga sulit membusuk.
Contoh: Selulosa, kertas, plastik, kaca, logam.
3) Sampah Abu (ashes), yaitu limbah padat yang berupa abu, biasanya hasil pembakaran.
Sampah ini mudah terbawa angin karena ringan dan tidak mudah membusuk.
4) Sampah bangkai binatang (dead animal), yaitu semua limbah yang berupa bangkai
binatang, seperti tikus, ikan dan binatang ternak yang mati.
5) Sampah sapuan (street sweeping), yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi
berbagai sampah yang tersebar di jalanan, sperti dedaunan, kertas dan plastik.
6) Sampah Industri (Industrial waste), yaitu semua limbah padat yang bersal daribuangan
industri. Komposisi sampah ini tergantung dari jenis industrinya.

b. Limbah Berwujud Cair


Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cairan, berupa air beserta bahan-
bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air. Limbah cair dapat
diklasifikasikan dalam 4 kelompok, yaitu:
1) Limbah cair domestik (domestic wastewater), yaitu limbah cair hasil buangan darri
perumahan (rumah tangga), bangunan, perdagangan, perkantoran, dan sarana jenis.
Contoh : Air detergen sisa cucian, air sabun, dan air tinja.
2) Limbah cair industri (Industrial wastewater), yaitu limbah cair hasil buangan industri.
Contoh: air sisa cucian daging, buah, atau sayur dari industri pengolahan makanan dan
dari sisa pewarnaan kain/bahan dari industri tekstil.
3) Rembesan dan luapan (infiltration and inflow), yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai
sumber yang memasukisaluran pembuangan limbah cair melalui rembesan kedalam
tanah atau melalui luapan dari permukan. Contoh: halaman, Air buangan dri talng atap,
pendingin ruangan (AC), halaman, bangunan perdagangan industri, serta pertanian atau
perkebunan.
4) Air Hujan (storm water), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan diatas
permukaan tanah. Aliran air hujan dipermukaan tanah dapat melewati dan membawa
partikel-partikel buangan padat atau cair sehingga dapat disebut limbah cair.

c. Limbah Gas dan Partikel


Limbah gas biasanya dibuang keudara. Di udar,terkandung unsur-unsur kimia seperti
O2,N2,NO2,CO2,H2, dan lain-lain. Penambahan gas keudara yang melampaui kandungan udara
alami akan menurunkan kualitas udara.
Tabel 1.3 Beberapa macam limbah gas yang umumnya ada diudara
No. Jenis Keterangan
1. Karbon monoksida(CO) Gas tidak berwarna, tidak berbau
2. Karbon dioksida (CO2) Gas tidak berwarna, tidak berbau
3. Nitrogen Oksida (NOx) Gas berwarna dan berbau
4. Sulfur Oksida (SOx) Gas tidak berwarna dan berbau tajam

3
5. Asam klorida (HCl) Berupa uap
6. Amonia (NH3) Gas tidak berwarna, berbau
7. Metan (CH4) Gas berbau
8. Hidrogen fluor ida (HF) Gas tidak berwarna
9. Nitrogen Sulida (NS) Gas berbau
10. Klorin (Cl2) Gas berbau

Limbah gas yang dibuang keudara biasanya mengandung partikel-partikel bahan padatan
atau cairan yang berukuran sangat kecil dan ringan sehingga tersuspensi dengan gas-gas
tersebut. Bahan padatan dan cairan tersebut disebut sebagai materi partikulat.
Limbah Partikel
Partikel merupakan zat dispersi terdapat dalam atmosfer, berbagai larutan, mempunyai
slfat fisis dan kimia. Partikel dalam udara terdiri atas:
a) Asap, merupakan hasil dari suatu pembakaran.
b) Debu, partikel kecil dengan diameter 1 mikron.
c) Kabut, partikel cairan dengan garis tengah tertentu.
d) Aerosol, merupakan inti dari kondensasi uap.
e) Fume, merupakan hasil penguapan.

d. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)


Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau
beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun lingkungan hidup atau
membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku
yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan,
sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-
bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah
meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan
lain-lain, yang apabila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
1) Klasifikasi limbah B3
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
a) Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awai
dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap.
b) Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koaguiasi dan flokulasi.
c) Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengan
lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil
proses tersebut.
d) Digested sludge, yaitu limbah yang berasaJ dari pengolahan biologi dengan digested
aerobic maupun anaerobic di mana padatan/ lumpur yang dihasilkan cukup, stabil dan
banyak mengandung padatan organik
2) Sifat limbah B3
a) Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan
gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
b) Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api,
gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah
menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
c) Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau
menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
d) Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia
dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam
tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
e) Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit
atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang
diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.

4
f) Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau
mengkorosi-kan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang
bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

e. Limbah Suara
Limbah suara yaitu, Limbah yang berupa gelombang bunyi yang merambat diudara. Limbah
suara dapat dihasilkan dari mesin kendaraan, mesin-mesin pabrik, peralatan elektronikdan
sumber-sumber yang lainnya.

2. Pengelompokan Senyawa Penyusun


a. Limbah Organik
Limbah organik merupakan limbah yang memiliki unsur hidrokarbon (hidrogen dan karbon)
yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme.
Contoh: Jasad Makhluk hidup, sisa makanan, kertas, kotoran hewan.
Limbah organik yang mudah membusuk dapat dimanfaatkan kembali dengan cara dijadikan
kompos. Kompos dapat dimanfatkan sebagai pupuk/penyubur tanaman. Pembuatan kompos
dari limbah organik dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani limbah organik.
b. Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak memiliki unsur hidrokarbon (hidrogen dan
karbon) dan sulit diuraikan oleh mikroorganisme.
Contoh: plastik, karet, besi, kaleng bekas, pecahan kaca.
Limbah anorganik tidak dapat dibiarkan begitu saja karena sulit diuraikan secara alami oleh
mikroorganisme, untuk itu limbah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk-produk yang
dapat digunakan kembali oleh manusia, seperti kaleng almunium didaur ulang menjadi kaleng
almunium kembali atau kertas bekas didaur ulang menjadi kertas siap pakai lagi. Salah satu cara
agar pemanfaatan limbah dapat dilakukan dengan efektif dan efisien adalah dengan memilah
limbah tersebut saat dibuang.

3. Berdasar Sumber Limbah


Berdasarkan sumbernya, limbah dapat dikelompokkan menjadi:
a. Limbah Domestik
Adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk (rumah tangga) dan
kegiatan usaha seperti pasar, restoran, dan gedung perkantoran.
Contoh : sisa makanan, kertas, kaleng, plastik, air sabun, detergen, tinja.
b. Limbah Industri
Adalah limbah buangan hasil industri,jenis limbah yang di haasilkan tergantung pada jenis
industri.
Contoh: Limbah organik cair atau padat akan banyak dihasilkan oleh industri pengolahan
makanan, sedangkan limbah anorganik seperti logam berat dihasilkan oleh industri tekstil,
Industri yang melakukan proses pembakaran menghasilkan limbah gas.
c. Limbah Pertanian
Adalah limbah yang beraasal dari limbah pertanian, limbah ini biasanya berupa senyawa-
senyawa anorganik dari bahan kimia yang digunakan untuk kegiatan pertanian.
Contoh: Pupuk, pestisida, sisa-sisa tumbuhan.
d. Limbah Pertambangan
Adalah limbah yang berasal dari kegi kegiatan pertambangan. Kandungan limbah ini terutama
berupa material tambang.
Contoh: Logam atau batuan.
e. Limbah industri Makanan dan Minuman
Limbah industri makanan dan minuman berbeda dengan limbah industri yang lain, karena
di sini lebih banyak menghasilkan limbah yang kaya akan bahan organik. Industri yang
dimaksud, misalnya industri pengalengan buah-buahan, pengalengan ikan, produksi minyak
goreng, pabrik gula, dan lain-lain.

5
4. Berdasar Pemanfaatan Limbah
Jenis-jenis limbah yang dapat dimanfaatkan, yaitu:
a. Limbah Tanpa Daur Ulang
Limbah-limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang adalah limbah yang dapat
dimanfaatkan tanpa menggunakan alat-alat rumit tanpa melakukan proses-proses yang rumit.
Contohnya sisa sayuran, kufit buah, kotoran temak, kertas bekas, dan jerami.
b. Limbah Daur Ulang
Contohnya limbah batubara, limbah bekas penambangan, plastik, kertas. Daur ulang yaitu
pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai, misal serat, kertas, dan air untuk
mendapatkan produk baru. Sampah dapat didaur ulang dengan dijadikan kompos.
Selain proses daur ulang (recycle), juga ada pemanfaatan ulang (reuse) yaitu penggunaan
bahan-bahan bekas untuk keperluan tertentu serta source reduction, yaitu meminimalisasi
barang yang kita pakai diharapkan limbah yang dihasilkan E akan berkurang jumlahnya. Bahan-
bahan bekasI seperti kertas, karton, plastik, kain perca, kaleng, kawat, logam, kulit kayu, gelas
minuman minerall dan botoi dapat dimanfaatkan untuk dibuat menjadi tempat pensil, lukisan,
pigura, tempat surat, map buku, bunga buatan, dan taplak meja. Pemanfaatan ulang
mempunyai keuntungan sebagai berikut.
1) Mengurangi sampah agar tidak semakin mengotori lingkungan.
2) Menghemat sumber daya alam.
3) Menghemat pengeluaran.
4) Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan.

D. Limbah di Alam dan Industri


1. Limbah di Alam
Secara alami tumbuh-tumbuhan mengatur sendiri kesuburan tanah di bawah tempat
tumbuhnya. Dedaunan tua yang jatuh lama-kelamaan akan membusuk dan terurai. Setelah
mineralnya bebas dan bercampur tanah, mineral ini akan diserap kembali oleh akar
tumbuhan. Dengan cara serupa, senyawa karbon dari zat organik akan dilepas ke udara
dalam bentuk C02. Selanjutnya, daun tumbuhan akan menyerap kembali proses
fotosintesis. Siklus alami ini adalah suatu proses yang berlangsungnya terus menerus.
Sampah/limbah hasil metabolisme dari hewan dan tumbuhan juga akan mengalami siklus
yang serupa.
2. Produksi di industri dan Limbah
Di alam semua zat organik dapat didaur ulang, dimana beberapa spesies tertentu
mengkonsumsi limbah yang dihasilkan oleh organisme lain. Contohnya, Hyena memakan
bangkai binatang, jamur menguraikan dedaunan, dan lain-lain. Sebaliknya, proses di
industri sangat tidak efektif. Orang membuat produk yang secara tidak langsung dapat
menghasilkan sejumlah limbah pada setiap tahapan proses selain produk itu sendiri.
3. Peredaran Produk dari industri ke Konsumen
Produk pabrik telah melalui beberapa tahap produksi. dari proses awal hingga pengerjaan
akhir. meliputi kontrol mutu dan pengemasan,yang selanjutnya diangkut untuk
diperdagangkan, dan terakhir sampai ke konsumen. Pada setiap tahap yang dilalui oleh
produk ini dapat timbul sampah, Proses industri ini juga memberikan dampak lain terhadap
lingkungan, baik itu mengenai energi, air, maupun udara.
4. Bentuk Pengemasan
Kemasan menduduki postsi dominan dalam menentukan nilai jual suatu produk. Walaupun
fungsi utama dari kemasan adalah untuk melindungi produk dari kerusakan, tetapi
transportasi secara modem dan penyimpanan barang membuat kemasan menjadi lebih
penting. Ditambah lagi dengan sikap konsumen yang lebih suka dengan kemasan yang
menarik dan berwarna-warni.

E. Manajemen Limbah
1. Sampah
a. Pengertian Sampah
Sampah adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menyatakan limbah padat.
Sampah adalah sisa-sisa bahan yang mengalami perlakuan, baik karena sudah diambil bagian

6
utamanya, atau karena pengolahan, atau karena sudah tidak ada manfaatnya yang ditinjau dari
segi sosial ekonomis tidak ada harganya dan dari segi lingkungan dapat menyebabkan
pencemaran atau gangguan terhadap lingkungan hidup (Hadiwiyoto, 1983).
Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu hasil aktivitas manusia
ataupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

b. Jenis-Jenis sampah
Sampah yang dihasilkan bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Secara garis besar sampah
dapat dikelompokkan menjadi tigaa, yaitu:
1) Sampah kering atau sampah anorganik
Sampah jenis ini tidak dapat mengalami proses pembusukan secara alami. Yang termasuki
sampah kering antara lain: logam, kertas, kaleng, plastik, karet, botol, dan lain sebagainya.
2) Sampah basah atau sampah organik
Merupakan jenis sampah yang dapat mengalami proses pembusukan secara alami.
Termasuk sampah organik antara lain: sampah dapur, sisa sayuran, sisa buah, sampah
restoran, dan lain sebagainya.
3) Sampah berbahaya
Sampah berbahaya merupakan sampah yang tidak tergolong sampah organik dan
anorganik, misalnya batu baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas, dan lain
sebagainya. ,

c. Tujuan dan Manfaat Pengelolaan Sampah


- Tujuan Pengelolaan Sampah:
1) Mengubah sampah dari material yang tidak berguna menjadi material yang memiliki nilai
ekonomis.
2) Mengolah sampah menjadi material yang tidak membahayakan lingkungan hidup.
- Manfaat Pengelolaan Sampah:
1) menghemat sumber daya alam
2) menghemat energi
3) menghemat lahan tempat pembuangan akhir
4) lingkungan menjadi bersih, asri, sehat, dan nyaman

d. Cara Pengelolaan Sampah


1) Penumpukan/Landfill
Cara ini paling mudah murah untuk dilakukan. Yang dilakukan adalah penimbunan sampah
pada suatu lokasi sampai sampah mengalami proses pembusukan menjadi bahan organik.
2) Pengomposan
Cara ini merupakan langkah pengelolaan sampah menjadi pupuk organik yang memiliki
nilai ekonomis. Penjelasan lebih lanjut tentang pengkomposan akan Anda pelajari pada
kegiatan belajar selanjutnya.
3) Pembakaran/lncineration
Insinerasi adalah pembakaran sampah/limbah padat menggunakan suatu alat yang disebut
insinerator. Salah satu upaya untuk mengurangi; jumlah sampah adalah dengan
membakarnya. Cara ini dirasa lebih mudah, tetapi jika dilakukan secara asal-asalan akan
sangat berbahaya bagi kesehatan.
4) Sanitary Landfill
Cara ini mirip dengan landfill, hanya bedanya sampah ditutup terlebih dahulu kemudian
diuruk dengan tanah. Metode ini dapat menghilangkan pencemaran udara. Peralatan yang
dipergunakan untuk melakukan proses sanitary landfill berupa alat-alat berat yang mahal
harganya.

2. Metode Penanganan Limbah Cair


a. Pengolahan Limbah Secara Fisika
Meliputi langkah: Penyaringan (screening), Pengendapan, Flotasi (Air floation), Filtrasi, dan
Osmosis. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk
menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah

7
mengendap dapal disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain
yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap. Proses filtrasi di
dalam pengolahan air buangan, jiasanya dilakukan untuk rnendahului proses adsorbsi atau
proses reverse osmosis-nya, akan iilaksanakan untuk menyisihkan sebanyak nungkin
partikel tersuspensi dari dalam air agar idak mengganggu proses adsorpsi atau, nenyumbat
membran yang dipergunakan dalam proses osmosis.

b. Pengolahan Limbah Secara Kimiawi


Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-
partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan
zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan kimia I tertentu yang diperlukan.
Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat
bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan
(flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung
sebagar hasil reaksi oksidasi.
Pengendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan dengan membubuhkan
elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan dengan muatan koloidnya agar terjadi
netralisasi muatan koloid tersebut, sehingga akhirnya dapat diendapkan. Penyisihan logam
berat dan senyawa fosfor dilakukan dengan membubuhkan larutan al-kali (air kapur
misalnya) sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapan
hidroksiapatit.
Penyisihan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida pada konsentrasi
reridah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan klor (Cl2), kalsium permanganat,
aerasi, ozon, hidrogen peroksida." Pada dasarnya kita dapat memperoleh efisiensi tinggi
dengan pengolahan secara kimia, akan tetapi biaya pengolahan menjadi memerlukan
bahan kimia.

c. Pengelolaan Limbah Secara Biologi


Semua air buangan yang blodegradabel dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan
sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan
efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi
dengan segala modifikasinya.
Pengolahan secara aerobik adalah pengolahan yang memakai jasad renik yang bersifat
aerob untuk mendekomposisi zatg organik sehingga metode ini disebut jugaf metode
oksidasi biologis. Hal ini dapat terjadi karena dalam upaya berkembang biak bakteria
melakukan reaksi enzimatik terhadap zat organik, sehingga bakteria dapat berkembangbiak
dengan efek teroksidasi dekomposisinya zat organik tadi.
Metode lumpur aktif adalah metode untuk menguraikan (dekomposisi) material organik
dengan menggabungkan air limbah, bakteri, dan bak aerasi. Air limbah yang diolah di bak
aerasi kemudian dipisahkan antara cairan dan padatan pada bak sedimentasi. Lumpur yang
berhasil diendapkan dikembalikan ke bak aerasi, sedang lumpur yang berlebih dipisahkan
dari sistem pengolahan air limbah untuk ditarpani lebih ilanjut.

3. Metode Penanganan Limbah Padat


Lumpur yang dihasilkan oleh pengolahan air buangan merupakan sumber utama limbah
padat dalam pabrik pelapisan. Sumber-sumber lain adalah dari sistem perolehan kembali
larutan, sistem perolehan kembali logam dan endapan Saringan. Limbah padat
mengandung semua logam berat beracun yang berasal dari operasi pelapisan dan harus
ditangani secara hati-hati.
Endapan hidroksida logam dapat larut kembali bila kena hujan pada pH 5,5 sampai 6,5.
Lumpur harus dihilangkan airnya dengan menggunakan saringan bertekanan, saringan
sabuk atau pasir pengering.
Lumpur yang telah dihilangkan airnya harus disimpan pada tempat tertutup sampai
dapat ditemukan tempat penimbunan tanah yang aman dan dapat mencegah penyebaran
logam karena kebocoran, Saat ini di Eropa, operator-operator industri pelapisan logam
memperoleh kembali logam-logam dari Lumpur dengan teknologi ekstra ksi asam.

8
4. Metode Penanganan Limbah Gas
Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian {
pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber
pencemar merupakan metode yang lebih efektif, karena hal tersebut dapat mengurangi
keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnyg dibuang ke lingkungan.
Di dalam sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian
yaitu:
a. Penanggulangan emisi debu.
b. Penanggulangan emisi senyawa pencemar.

5. Metode Penanganan Limbah Suara


Untuk mengatasi limbah suara pemerintah dalam hal Ini MenLH perlu menetapkan sUatu
batas 5 tertentu untuk mengendalikan tingkat pencemaran S suara pada suatu lingkungan
kerja. Maka berdasarkan KepMenLH No. 48 Tahun 1996 ditetapkan Baku Mutu Kebisingan
yaitu batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari
usaha atau kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kesehatan manusia
dan kenyamanan lingkungan.

6. Metode Penanganan Limbah B3


Pengolahan limbah yang terencana menyebabkan mata rantai siklus perjalanan limbah B3
dapat diawasi. Setiap mata rantai perlu diatur, sedangkan perjalanan limbah B3
dikendalikan dengan membuat dokumen limbah B3.

Latihan Akhir BAB VI


A. Pilihlah salah satu jawaban yang 4. Limbah rumah tangga seperti air
paling benar. deterjen dan air tinja merupakan
1. Pernyataan berikut sesuai dengan contoh limbah....
definisi limbah, kecuali.... a. Limbah cair domestik
a. Bahan buangan manusia b. Limbah cair industri
b. Bahan berbahaya yang harus c. Limbah rembesan dan luapan
dimusnahkan. d. Limbah hujan
c. Tidak menimbulkan masalah bila dapat e. Limbah berbahaya.
dikelola dengan baik.
d. Dapat membahayakan lingkungan bila 5. Limbah domestik, limbaha industri,
jumlah nya melebihi baku mutu. dan limbah pertambangan
e. Zat sisa hasil kegiatan manusia. merrupakan pengelompokan limbah
berdasarkan....
2. Limbah yang berasal dari makhluk a. Jenis senyawa
hidup disebut.... b. Wujud
a. Limbah organik c. Sumber
b. Limbah anorganik d. Sifat
c. Limbah cair e. Tingkat berbahaya
d. Limbah padat
e. Limbah gas 6. Limbah berikut yang tidak dapat
didaur ulang adalah....
3. Berikut ini yang merupakan contoh a. Plastik d. Pupuk
limbah anorganik adalah... b. Kertas e. Besi
a. Kotoran hewan c. Karet
b. Minyak bekas pakai
c. Kulit buah 7. Berikut ini yang bukan merupakan gas
d. Kaleng bekas bebahaya bagi manusia adalah...
e. Nasi basi a. NH3 d. NO2
b. CO e. O2
c. CO2

9
8. Contoh limbah berwujud gas yang 12. Suatu zat atau bahan dapat
tidak berwarna tapi berbau tajam dikelompokan menjadi limbah mudah
adalah.... meledak apabila dapat menghasilkan
a. CO2 d. O2 gas atau meledak pada suhu....
b. NO2 e. CO a. 250C d. 1000C
c. SO2 b. 600C e. 500C
c. 1400C
9. Logam berat merupakan contoh 13. Berikut ini adalah sifat limbah mudah
limbah yang banyak dihasilkan oleh terbakar, keuali....
aktivitas.... a. Bersifat oksidatif
a. Rumah tangga b. Mudah terbakar apabila terkena
b. Pertanian gesekan
c. Perkebunan c. Memiliki tekanan yang tinggi
d. Industri d. Dapat menyebabkan kematian apabilan
e. Restoran dikonsumsi
e. Mengandung alkohol
10. Limbah B3 adalah limbah yang
mengandung zat-zat berikut, kecuali.... 14. Salah satu sifat dari limbah B3 yang
a. Mudah meledak termasuk limbah korosif adalah....
b. Pengoksidasi a. pH nya lebih dari 2 atau kurang dari
c. Amat sangat mudah menyala 12,5
d. Sangat mudahmenyala b. Dapat menyebabkan kematian atau
e. Sangat mudah berubah. sakit yang serius
c. Bertekanan tinggi dan mudah terbakar
11. Limbah B3 dapat mengandung zat atau d. Dapat meledak
bahan yang bersifat teratogenik, yang e. Mengiritasi kulit.
artinya....
a. Dapat menyebabkan kanker 15. Berikut ini yang termasuk limbah
b. Dapat menyebabkan infeksi bersifat korosif adalah....
c. Dapat menyebabkan mutasi a. Alkohol
d. Dapat menyebabkan tumor b. Amonia
e. Dapat menyebabkan kecacatan janin. c. Karbon monoksida
d. Karbon dioksida
e. Asam asetat pekat

B. Jawablah dengan singkat dan jelas.


1. Jelaskan pengertian limbah.
2. Jelaskan jenis-jenis limbah.
3. Jelaskan yang dimaksud dengan limbah B3. Berikan lima contoh limbah B3.
4. Jelaskan bagaimanakh terjadinya limbah suara.
5. Apakah yang dimaksud dengan sifat korosif? Berikan contoh limbah yang bersifat korosif.

10