Anda di halaman 1dari 2

RITUAL MISTIK PENGUNJUNG CANDI AGUNG

Jika Agan-Agan berkunjung ke Candi Agung, di Kelurahan Sungai Malang, Amuntai,


Kalimantan Selatan, di sana Agan-Agan akan melihat berbagai ritual mistik yang
dilakukan pengunjung di tempat cagar budaya tersebut.

Ya, di areal areal seluas 36.208 m2 yang dikelilingi pagar beton, besi dan kawat
berduri itu, sebagian pengunjung melakukan beberapa ritual, sesuai dengan
kepercayaannya masing-masing. Apa saja ritualnya, cekidot Gan!

1. Meletakkan bilah bambu di Pertapaan Pangeran Suryanata

Sebelum sampai ke situs Candi, Agan akan melihat sebuah Pendopo tanpa dinding
berukur 3x3 meter dengan tulisan “Pertapaan Pangeran Suryanata”. Di dalamnya
terdapat tumpukan batu dan kembang, dan seorang penjaga yang menjual bilah
bambu. Pengunjung membeli bilah tersebut, memotongnya sepanjang jengkal, lalu
diletakkan di atas batu itu. Sekitar 15 menit kemudian, bilah itu diambil dan diukur
lagi lagi oleh pemiliknya. Konon katanya, jika bilah itu bertambah panjang, itu
sebagai jawaban “Ya” atas apa yang ditanyakan dalam hati waktu meletakkan bilah
itu.

2. Menulis nama di pohon Bambu Kuning


Dari pintu masuk berbelok ke arah kiri, di sana ada serumpun Bambu Kuning yang
dianggap keramat. Banyak pengunjung yang menuliskan nama mereka dan
pasangannya di ruas bambu itu, baik dengan Tip-X atau paku. Misalnya “Adi dan
Ely”. Konon katanya, selama tulisan itu dapat menyatukan hati kedua pasangan
untuk selamanya.

3. Mandi Bungas dan Buang Nahas


Di bagian belakang sebelah kanan situs candi, terdapat sebuah kolam. Di atas
kolam itu ada sebuah tempat mandi yang berdinding kain kuning. Banyak
pengunjung yang mandi sana, yang diyakini dapat menimbulkan inner beauty
sehingga terlihat bungas (cantik/tampan). Selain itu, ada pula pengunjung yang
memandikan mobil atau motornya yang dianggap mempunyai komponen yang
nahas yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Dengan memandikannya,
maka nahas tersebut diyakini akan hilang.

Sebelum mandi, biasanya pengunjung membeli beberapa kembang (bunga rampai)


sebagai pelengkap ritual mandi tersebut.

4. Selamatan
Di sebelah kanan situs candi, terdapat sebuah pendopo terbuka yang dijaga oleh
penunggu candi. Di tempat ini biasanya pengunjung membawa makanan berupa kue
dan sejenisnya, yang diserahkan kepada penunggu tersebut untuk dibacakan doa
selamat. Selanjutnya kue-kue tesebut dimakan bersama-sama.

Setelah melakukan ritual tersebut, baru pengunjung jalan-jalan berkeliling melihat-


lihat situs-situs yang ada di areal candi tersebut, seperti Situs Candi Agung, Telaga
Berdarah, Tempat Pemandian Putri Junjung Buih, dan Museum yang menyimpan
berbagai peninggalan dari Kerajaan Banjar, dan artefak-artefak yang ditemukan di
sekitar candi tersebut.
************

Sumber:
Pengalaman pribadi.
Foto-foto: Dokumentasi pribadi.