Anda di halaman 1dari 3

Rhinitis Akut

No. Dokumen :
S
No. Revisi :
O
TanggalTerbit : /6/2017
P
Halaman : ¼
PUSKESMAS dr.Maria I. Husni
ALAK Nip: 19610121 198802 2 001

1. Pengertian Peradangan pada mukosa hidung yang berlangsung akut


(<12 minggu). Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi virus,
bakteri, ataupun iritan.
2. Tujuan Dapat menangani rhinitis akut pada pelayanan primer.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Alak nomor xxxx tentang otitis media
akut
4. Referensi PERMENKES No 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
5. Prosedur 1. Alat :
a. Termometer
b. Otoskop
c. Aplikator kapas
d. Lampu kepala
e. Corong telinga

2. Bahan :
a. H202
6. Langkah 1. Melakukan Anamnesa (subjective)
-
Keluhan
Langkah
1. Keluar ingus dari hidung (rinorea)
2. Hidung tersumbat
3. Dapat disertai rasa panas atau gatal pada hidung
4. Bersin-bersin
5. Dapat disertai batuk

Faktor Risiko
1. Penurunan daya tahan tubuh.
2. Paparan debu, asap, atau gas yang bersifat iritatif.
3. Paparan dengan penderita infeksi saluran napas.
2. Melakukan Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan
Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
1. Suhu dapat meningkat
2. Rinoskopi anterior:
a. Tampak kavum nasi sempit, terdapat sekret serous atau
mukopurulen, mukosa konka udem dan hiperemis.
b. Pada rinitis difteri tampak sekret yang bercampur darah.
Membran keabu-abuan tampak menutup konka inferior dan
kavum nasi bagian bawah, membrannya lengket dan bila
diangkat mudah berdarah.

Pemeriksaan Penunjang: Tidak diperlukan

3. Penegakan Diagnostik(Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding
Rinitis alergi pada serangan akut, Rinitis vasomotor pada
serangan akut

4. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Non medikamentosa
a. Istirahat yang cukup
b. Menjaga asupan yang bergizi dan sehat
2. Medikamentosa
a. Simtomatik: analgetik dan antipiretik, dekongestan
topikal, dekongestan.
b. Antibiotik: bila terdapat komplikasi seperti infeksi
sekunder bakteri, Amoksisilin : Dewasa 500 mg 3 x sehari;
Anak 10 mg/kgBB 3 x sehari, atau Eritromisin : Dewasa 500
mg 4 x sehari; Anak 10 mg/kgBB 4 x sehari.
Rencana Tindak Lanjut
Jika terdapat kasus rinitis difteri dilakukan pelaporan ke
dinas kesehatan setempat.
Konseling dan Edukasi
Memberitahu individu dan keluarga untuk:
1. Menjaga tubuh selalu dalam keadaan sehat.
2. Lebih sering mencuci tangan, terutama sebelum
menyentuh wajah.
3. Memperkecil kontak dengan orang-orang yang telah
terinfeksi.
4. Menutup mulut ketika batuk dan bersin.
5. Mengikuti program imunisasi lengkap, seperti vaksinasi
influenza, vaksinasi MMR untuk mencegah terjadinya rinitis
eksantematosa.
6. Menghindari pajanan alergen bila terdapat faktor alergi
sebagai pemicu.
7. Melakukan bilas hidung secara rutin.

Kriteria Rujukan :
Rhinitis difteri

5. Komplikasi
 Rinosinusitis
 Otitis media akut.
 Otitis media efusi

7. Unit Terkait 1. Poli MTBS

2. Laboratorium