Anda di halaman 1dari 1

Multipel Sklerosis

MS merupakan penyakit inflamasi demielinisasi sistem saraf pusat yang kronik, secara
patologi memiliki ciri berupa area inflamasi, demielinisasi, hilangnya akson dan gliosis yang
tersebar pada SSP. Predileksi MS yaitu nervus optikus, batang otak, saraf tulang belakang,
cerebellum, dan periventrikular white matter.

MS merupakan kelainan neurologis nomer 2 yang menyebabkan disabilitas pada negara2


Barat. MS pada umumnya terjadi di eropa, AS, Kanada, New Zealand, sebagian Australia,
tetapi jarang di Asia dan di wilayah tropis maupun subtropis. MS dua kali lebih sering terjadi
pada wanita dibanding pria. Insidensi MS jarang pada anak2, meningkat secara drastis
setelah usia 18 tahun, mencapai puncak antara 25-35 tahun, selanjutnya menurun, menjadi
jarang pada usia 50 tahun atau lebih.

Etiologi MS masih tidak diketahui.

Manifestasi klinis MS dapat terjadi dengan pola yang berbeda, tetapi biasanya
dikarakteristikan sebagai episode akut yang buruk, penurunan fungsi neurologis yang
progresif gradual, atau kombinasi keduanya (relapsing MS). Pada sebagian kecil pasien,
penyakit ini memberi gejala yang progesif sejak dari onset, tanpa relaps yang akut (MS
primer progresif)

MS relaps merupakan 85% dari seluruh MS. Secara klinis gejalanya merupakan monofokal
atau multifokal lesi demielinisasi SSP. Lesi tersebut biasanya terdapat di nervus optikus
(neuritis optik), saraf tulang belakang (mielitis transversal akut), batang otak (ataksia
internuklear).