Anda di halaman 1dari 9

PENGKAJIAN KELUARGA MODEL FRIEDMANN

A. Identifikasi keluarga
1. Nama : Bpk. Dg. B
2. Alamat : Lingkungan Mannongkoki I, RT 3
3. Tipe Keluarga : Keluarga Inti
4. Komposisi keluarga :
No. Nama Jenis Hubungan Umur pekerjaan Pendidikan
kelamin dgn KK (tahun)
1 Dg B Laki-laki KK 39 Wiraswasta Tidak
sekolah
2 S Dg T perempuan Istri 33 IRT Tamat SD

Genogram

72 71 64 62

36 33 30 29 39 35

Riw. Eklamsia Perokok Aktif

Keterangan :
: Laki-laki : Garis hubungan

: Garis keturunan
: Perempuan : Tinggal serumah

: Meninggal

5. Latar Belakang Budaya


Keluarga Bapak Dg B berlatar belakang budaya Makassar, sehari-hari klien dan
keluarga menggunakan bahasa makassar, untuk berkomunikasi satu sama lain,
tipe rumah klien rumah semi permanen. Keluarga memanfaatkan pelayanan dan
praktek kesehatan dengan menggunakan pelayanan kesehatan yang ada di
Lingkungan tempat tinggalnya.
6. Identifikasi agama
Keluarga bapak Dg B beraga Islam, kegiatan sholat 5 waktu dilakukan klien dan
anggota keluarga tidak dilakukan secara rutin (5 waktu), karena menurut
informasi dari bapak Dg B, kebanyakan waktunya dihabiskan ditempat kerja pada
siang hari sehingga waktu sholat ashar terkadang tidak dilaksanakan klien. Istri
klien rajin melaksanakan sholat 5 waktu karena kegiatan sehari-hari klien di
rumah sebagai ibu rumah tangg. Klien mengatakan nilai ajaran islam digunakan
sebagai pedoman hidup dalam keluarganya.
7. Status Kelas Sosial
Klien merupakan pencari nafkah di keluarganya dengan bekerja sebagai
wiraswasta.
Menurut klien dalam sebulan klien dapat menerima upah sekitar Rp. 300.000,
dan pengeluaran bulanan klien sekitar 500.000, untuk memenuhi kekurangan
tersebut terkadang dibantu oleh istrinya dengan berjualan di rumahnya. Istri klien
membuka warung kecil di rumahnya.
8. Rekreasi keluarga
Menurut informasi dari klien keluarganya tidak pernah melakukan kegiatan
rekreasi dengan bepergian ke tempat wisata karena kebanyakan aktivitas mereka
dihabiskan di tempat kerja dan dirumah. Akan tetapi mereka lebih sering
berkumpul dengan semua anggota keluarga dengan makan malam bersama, dan
dan berbincang-bincang, kegiatan ini dilakukan setiap hari. Klien mengatakan
sangat senang berkumpul dengan anggota keluarganya meskipun belum
dikaruniai anak.
9. Tahap perkembangan keluarga dan sejarah keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini : keluarga dalam tahap perkembangan
dewasa muda, yang memiliki tugas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
dal keluarga tersebut.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Saat ini keluarga Tn. S sudah sesuai dengan tahapan perkembangan keluarga
dengan dewasa muda.
c. Riwayat keluarga inti
Ny. S mengatakan bahwa suami adalah pilhan sendiri bukan dijodohkan
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat orang tua dan pihak suami/istri tidak ada ada kebiasaan kawin cerai.
Kedua orang tua dari keluarga inti tidak ada yang memiliki riwayat penyakit
menahun dan keduanya masih hidup sampai sekarang.
A. LINGKUNGAN
1. Karakterisitik rumah
Rumah yang ditempati keluarga Tn. S adalah rumah pribadi. Rumah terdiri dari
1 lantai, lantai keramik dalam kondisi kurang bersih. Memiliki 1 kamar tidur,
pencahayaan kurang baik dan ventilasi kurang. Tidak ada kamar mandi di dalam
rumah Bapak S karena masih menumpang di kamar mandi yang di buat oleh
orang tuanya, nampak kurang bersih. Sampah yang berserakan di kumpulkan
lalu di bakar.
2. Karakterisitik tetangga dan komunitas RW
RT 03 Kelurahan Manongkoki merupakan daerah pedesaan dengan penduduk
yang tidak terlalu padat. Terdapat selokan di sepanjang rumah warga dengan
kondisi kotor. Di sekitar tempat tinggal keluarga Tn. S rata-rata penduduknya
bekerja sebagai buruh. Kehidupan antar tetangga terjalin akrab. Sarana
kesehatan terdekat adalah Pustu Manongkoki yang berjarak ± 350 m. Sebagian
warga jika berpergian menggunakan kendaraan pribadi dan sebagian lagi
menggunakan angkot. Di daerah Manongkoki jarang terjadi perselisihan antar
warga.
3. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn. S menempati daerah Manongkoki selama ±5 tahun dan tidak
pernah berpindah tempat.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Tn. S tidak aktif dalam kegiatan diwilayahnya karena bekerja. Ny. S mengetahui
ada posyandu balita dan kelas ibu hamil di sekitar tempat tinggalnya. Saat hamil
Ny. S aktif mengikuti kelas ibu hamil setiap bulan. Ny. R merasa terbantu
dengan adanya pelayanan kesehatan yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
5. Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn. S tinggal berdekatan dengan orang tuanya. Mereka merasakan
dibantu apabila membutuhkan sesuatu.

B. STRUKTUR KELUARGA
6. Pola komunikasi keluarga
Dalam keluarga saling terbuka satu sama lain. Apabila Tn. S ada masalah selalu
didikusikan bersama Ny. S.
7. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga Tn. S saling menghargai satu sama lain. Dalam keluarga semua
anggota keluarag bebas menyatakan pendapat tetapi yang mengambil keputusan
adalah Tn. S sebagai kepala keluarga.
8. Struktur peran
Tn. S adalah kepala keluarga dan bekerja sebagai buruh di pabrik meubel.
Bekerja dari pagi sampai sore untuk mencari nafkah.
Ny. S adalah seorang ibu rumah tangga. Ny. S sehari-hari mengurus rumah dan
berjualan di teras rumah dengan membuka warung kecil.
9. Nilai atau norma budaya
Keluarga Tn. S menerapkan aturan-aturan sesuai kepercayaan yang dianut.
C. FUNGSI KELUARGA
10. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga Tn. S saling menyayangi satu sama lain. Tempat
tinggal orang tua saling berdekatan. Apabila ada yang sakit mereka saling
membantu satu sama lain.
11. Fungsi sosialisasi
Keluarga Tn. S menekankan perlunya berhubungan dengan orang lain. Mereka
membiasakan untuk selalu bersosialisasi dengan tetangga.
12. Fungsi perawatan kesehatan
Ny. S mengatakan bahwa dirinya pernah mengalami riwayat eklamsia saat hamil
dan setiap kali Ny S mengalami pusing atau nyeri tengkuk maka Ny S selalu
memeriksakan kesehatan ke tempat praktek kesehatan (perawat).
Ny. S mengatakan bahwa suaminya, Tn. S jarang sakit, paling hanya sesekali
merasa sakit kepala. Jika Tn. S sakit kepala, Tn. S tidak memeriksakan ke pusat
kesehatan, Tn. S hanya membeli obat di warung. Tn. S memiliki kebiasaan
merokok didalam maupun diluar rumah.
Ny. S juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini Ny. S merasa pusing dan tegang
pada leher.
D. STRESS DAN KOPING KELUARGA
13. Stressor jangka panjang dan jangka pendek
Ny. S mengatakan bahwa sangat ingin punya anak namun saat hamil tekanan
darahnya selalu naik.
14. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Jika ada masalah dalam keluarga biasanya didiskusikan bersama suami
15. Strategi koping
Ny. S mengatakan jika ada masalah selalu mendiskusikan dalam keluarga
sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah
16. Strategi adaptasi disfungsional
Dari hasil pengkajian tidak didapatkan adanya cara-cara keluarga mengatasi
masalah secara maladaptif
E. HARAPAN KELUARGA
Keluarga mengatakan sangat senang dengan kehadiran perawat dan berharap sangat
membantu mencegah penyakit pada keluarga.
F. DATA TAMBAHAN
1. Nutrisi
Keluarga mengkonsumsi makanan 3 kali sehari, menu makanan nasi, sayuran
dan ikan. Ny. S tidak mengetahui cara mengolah makanan yang tidak dapat
meningkatkan tekanan darah.
2. Eliminasi
Dalam keluarga tidak ada keluhan dalam istirahat tidur
3. Istirahat tidur
Dalam keluarga tidak ada keluhan istirahat tidur
4. Aktivitas sehari-hari
Sehari-hari, Tn. S bekerja dari pagi sampai sore sebagai buruh di pabrik
meubel, Ny. S mengurus rumah tangga.
5. Merokok
Di dalam keluarga yang merokok hanya Tn. S.
G. PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN Ny. S Tn. K
Kepala Rambut tebal,
berwarna hitam
Bersih dan tidak ada
benjolan
TTV TD = 130/90 mmHg
N = 86 x/mnt
P = 20 x/mnt
S = 37 oC
BB / TB BB = 47 kg
TB = 154 cm
Mata Tidak anemis, tidak
ada sekret
Hidung Tidak ada sekret
Mulut Mukosa lembab,
tidak ada stomatitis
Leher Tidak Terdapat
bercak dan bintik
kemerahan
Dada Bunyi jantung dan
paru normal
Abdomen Tidak ada massa
Tangan Pergerakan baik
Kaki Pergerakan baik
KU Baik
Pemeriksaan Suami

Kepala: Simetris, tidak ada sikatriks dan luka penyebaran rambut merata

Simetris, klien mengatakan penglihatan tampak berawan, pada kanan dan kiri mata.

Hidung simetris kanan dan kiri, tidak ada sekresi,

Mata Simetris kanan dan kiri, tampak serumen yang mengering di kedua MAE, membran
timpani utuh. Tidak ada tanda-tanda radang di kedua MAE

Semua gigi telah tanggal, tak tampak iritasi pada mukosa mulut, bibir berwarna kehitaman

Hidung

Telinga

Gigi-mulut

Leher, Tonsil, Tidak ada pembengkakan, nyeri


Kelenjar
Tonsil, Tidak kemerahan, dan tidak bengkak, kelenjar nodul limfe tidak teraba
disekitarleher dan rahang bawah
Dada : Dada simetris, tidak da massa, nafas reguler, bunyi jantung reguler, s1 dan s2, bentuk
dada normochest, gerakan simetris
Jantung

Paru

Bentuk dada

Gerakan

Perut : Perut simetris, tidak ada massa, hepar teraba, bising usus terdengar aktif di kuadran kanan
atas
Bising usus

Nyeri tekan

Kulit : Kulit keriput, kering, tidak ada infeksi kulit, turgor kulit baik

Turgor

Ekstremitas : Kekuatan otot ektremitas atas dan bawah 5/5/5/5, tidak ada nyeri rom aktif, tidak tampak
kelainan
Gerakan

Kelainan

Lain-lain :

Tekanan darah 110/80 mmhg

Nadi 88x/menit
Pernapasan 20x/menit

Suhu 360C

Berat badan 48kg

Lain-lain Klien terkadang batuk selama dilakukan pemeriksaan fisik, dgn encer berwarna keputihan

Kesimpulan Klien terkadang batuk-batuk selama wawancara dengan sputum encer berwarna
keputiham,
secara umum.

(Tuliskan ulang
secara singkat
data-data yg
dianggap perlu
menjadi focus)