Anda di halaman 1dari 1

PERAN STRATEGIS MAHASISWA MENJADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK

Oleh : Rezza Rahmanda Pahlevi (Mahasiswa UNESA Jurusan P.B. dan Sastra Jepang)
Dewasa ini mahasiswa yang disebut sebut sebagai agent of change secara umum telah mengalami
pergeseran fungsi diri sebagai mahasiswa itu sendiri. Bahkan dapat dikatakan bahwa beberapa mahasiswa
benar-benar sudah kehilangan jati dirinya sebagai mahasiswa. Mereka hanya berangkat kuliah dengan
seadanya , tidak ikut keorganisasian apapun dan juga menghabiskan banyak waktu untuk nongkrong atau
sekedar bersantai di kos atau kontrakan. Parahnya lagi hal ini terus menerus dilanjutkan secara turun
menurun oleh mahasiswa baru.
Untuk itu tentu perlu adanya suatu pembenahan atau perbaikan yang dilakukan secara massive
kepada kaum mahasiswa. Karena sebagai seorang intelektual sudah sewajarnya jika mahasiswa adalah
seseorang yang menemukan masalah,mengkritik dan menawarkan solusinya, bukan hanya mengkritik di
belakang kemudian diam dan pergi begitu saja.
Perbaikan ini idealnya dilakukan oleh pihak swasta atau bisa dibilang sekolah-sekolah nonformal.
Alasan kuat yang mendorong agar dilakukan perbaikan melalui pihak swasta adalah karena pemerintah
selama ini telah gagal dalam melaksanakan tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan nasional
kita adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.Namun kenyataannya di pendidikan Indonesia masih menyisakan lubang yang besar, mulai dari
suap-menyuap dalam dunia pendidikan sampai pada tidak layaknya sarana prasarana pendidikan.
Karena itu salah satu peran strategis yang bisa dilakukan mahasiswa untuk agar Indonesia bisa lebih
baik lagi adalah dengan ikut serta mengawal sistem politik pemerintahan yang ada,bukan lagi hanya dari
sektor pendidikan, karena jika ditelisik lebih lanjut sektor pendidikan maupun segala sektor yang ada
kebijakannya berasal dari sektor politik. Bahkan jika perlu kaum mahasiswa juga ikut serta dalam merubah
sistem yang ada ke arah yang lebih baik. Karena jika dilihat dari sejarah yang ada titik tolak gerakan
reformasi sebenarnya berpusat pada mahasiswa.
Dilihat dari sumber dayanya mahasiswa mempunyai jumlah massa yang sangat besar, jika
dibandingkan dengan kaum buruh pun kekuatan mahasiswa bisa dibilang hampir sama. Perlu diketahui
bahwa sejauh ini kaum buruh adalah kelompok masyarakat yang mempunyai mobilisasi yang besar, namun
masih menjadi penonton dari pertarungan politik di tingkat elit. Karena itu jika ada kekuatan kelompok
masyarakat yang memiliki jumlah SDM yang besar dan mereka juga menjadi bagian dari kaum intelektual,
bukan tidak mungkin mereka lah yang akan memegang atau paling tidak sebagai penentu dari sistem yang
berlaku di masyarakat.
Alhasil, bila reformasi yang terjadi setelah era orde baru ini tidak dapat membuat negara Indonesia
ini menjadi negara yang benar-benar merdeka dalam semua segi kehidupan, maka yang perlu dilakukan
mahasiswa hanya satu hal, yaitu sekali lagi mengumpulkan kekuatan dan bersatu memperbaiki sistem yang
ada sekarang ini dengan revolusi sistem pemerintahan, karena reformasi telah gagal.