Anda di halaman 1dari 32

PANDUAN SOFTWARE

ANALISA STABILITAS LERENG


sebagai tugas tambahan mata kuliah Geologi Teknik Off B-B

DOSEN PENGAMPU
EKO SETYAWAN, S.T., M.T.

dengan menggunakan aplikasi

ROCSCIENCE PLAXIS

Disusun Oleh :
Nafiatussa’idah / 170523627157

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS NEGERI MALANG
DAFTAR ISI

ROCSCIENCE SLIDE............................................................................ 2

A. Pengertian...................................................................................... 3
B. Keunggulan ................................................................................... 3
C. Penerapan ...................................................................................... 4
D. Modul Lereng Tanpa Beban ......................................................... 5
E. Modul Lereng dengan Beban Distribusi ....................................... 12

PLAXIS ................................................................................................... 20

A. Pengertian...................................................................................... 21
B. Keunggulan ................................................................................... 21
C. Hal yang perlu diperhatikan .......................................................... 21
D. Modul Stabilitas Lereng menggunakan Plaxis ............................. 22

1
SOFTWARE
ROCSCIENCE SLIDE

2
ROCSCIENCE SLIDE

A. Pengertian
Rocsience Slide adalah salah satu software geoteknik yang mempunyai spesialisasi
sebagai software perhitungan kestabilan lereng. Pada dasarnya Rocscience Slide adalah
salah satu program di dalam paket perhitungan geoteknik Rocscience yang terdiri dari
Swedge, Roclab, Phase2, RocPlane, Unwedge, dan RocData.
Secara umum langkah analisis kestabilan lereng dengan Rocscience Slide adalah
pemodelan, identifikasi metode dan parameter perhitungan, identifikasi material, penetuan
bidang gelincir, running/kalkulasi, dan interpretasi nilai FoS dengan software komplemen
Slide bernama Slide Interpret.
Analisis kestabilan lereng mempunyai tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan
mempunyai banyak variabel. Selain itu akurasi kestabilan lereng juga sangat dipengaruhi
oleh akurasi parameter yang dimasukkan terkait kondisi sebenarnya. Perhitungan detail dan
unsur ketdakpastiannya cukup besar (diwakili oleh parameter probaility) sehingga jika
perhitungan dilakukan manual akan memakan waktu yang cukup lama dan akurasinya pun
tidak maksimal. Oleh karena itu analisis kestabilan lereng semakin banyak digunakan di
dunia industri maupun pendidikan. Tetapi yang menjadi syarat utama seseorang sebelum
menggunakan software adalah pemahaman terhadap konsep perhitungan tersebut

B. Keunggulan
1. Satu-satunya software yang memiliki analisa kestabilan lereng paling lengkap
2. Satu-satunya software yang memiliki analisa rembesan air
3. Melakukan analisis dengan metode irisan dan elemen hingga
4. Satu-satunya software yang digunakan untuk menghitung elemen hingga untuk
kondisi steady state atau transient
5. Memberikan analisis sensitivitas dan probabilitas terhadap faktor keamanan
kemiringan/ SF
6. Cocok digunakan untuk berbagai analisis geoteknik.
7. Rocscience slide memiliki kemampuan analisis probabilistik yang luas - Anda dapat
menetapkan distribusi statistik ke hampir semua parameter masukan, termasuk properti
material, properti pendukung, beban, dan lokasi meja air. Probabilitas indeks kegagalan
/ reliabilitas dihitung, dan memberikan ukuran objektif dari risiko kegagalan yang

3
terkait dengan desain kemiringan. Analisis sensitivitas memungkinkan Anda untuk
menentukan pengaruh variabel individu terhadap faktor keamanan kemiringan.

C. Penerapan
Software ini banyak digunakan di bidang pertambangan karena perhitungannya lebih
kompleks. Beberapa pekerjaan yang memerlukan analisis rocscience slide antara lain :
1. Slope stability
2. Tanggul / Embankment
3. Terowongan
4. Jalan, dll

4
MODUL STABILITAS LERENG TANPA BEBAN

MENGGUNAKAN ROCSCIENCE SLIDE

1. Sediakan data lereng yang meliputi data koordinat lereng dan data tanah.
Contoh :
Data tanah : kohesi ( c ) =5
Berat jenis ( γ ) = 19 9.810 kN/m3
Sudut gesek dalam ( ⱷ ) = 300
Data koordinat lereng :
x y
0 0
130 0
130 50
80 50
50 30
0 30

2. Buka aplikasi Rocscience Slide yang telah di install pada computer

3. Sebelum memulai, atur terlebih dahulu tipe analisis apa yang akan digunakan.
Klik Analysis pada menu bar – klik Project Setting, lalu akan muncul kotak dialog
seperti di bawah ini

5
4. Isi masing-masing menu pada Project Setting tersebut
a. General
- Unit of Measurement
Stress Unit : Metric
Time Unit : Day
Permeability : meter/second
- Failure Direction
Pilih antara Right to Left atau Left to Right
Right to Left : sistem akan menganalisis lereng dari kanan ke kiri
Left to Right : sistem akan menganalisis lereng dari kiri ke kanan
- Data Output : Standart
- Material : 20
- Support : 20

b. Method
Menu ini disediakan untuk memilih metode analisis apa yang akan digunakan
untuk menentukan angka keamanan lereng.

6
Contoh :
- Method : Bishop simplified dan Janbu simplified
- Number of Slide : 25 ( jumlah irisan )
- Tolerance : 0.005
- Max. Iteration : 50

c. Groundwater
Pilih jenis air tanah yang akan diaplikasikan
Contoh : Water Surface dengan γ = 9,810 kN/m3

7
d. Untuk menu Transient, Statistics, Random Numbers, Design Standard,
Advanced dan Project Summary tidak perlu diubah lagi.
e. Klik OK

5. Membuat dimensi lereng dengan cara Klik Boundaries – Add Externaly Boundarie

6. Masukkan koordinat untuk pendimensian lereng dengan klik icon pada pojok
kanan bawah lalu akan muncul tabel seperti pada gambar di bawah.

7. Masukkan data koordinat lereng seperti yang telah ditentukan dengan cara copy data
dari tabel word/excel lalu copy pada aplikasi Rocscience nya

maka tampilan lereng akan menjadi seperti di gambar berikut

8
8. Kemudian atur material yang diinginkan dengan klik Properti – Define Materials

9. Lalu akan muncul kotak dialog seperti gambar berikut

Isikan data berikut lalu klik OK.

9
- Name : soil 1
- Unit weight : 19 kN/m3
- Cohesion : 5 kPa
- Phi : 30 derajad

10. Atur muka air tanah dengan klik Surface – Auto Grid

11. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini, lalu klik OK

12. Lakukan analisis pada lereng dengan cara klik Analysis – Compute – lakukan
penyimpanan file – lalu program akan melakukan komputasi secara otomatis.

13. Untuk melihat hasilnya klik Analysis – Interpret – maka akan muncul angka keamanan
masing-masing metode yang telah dipilih di awal.

10
Angka keamanan yang dihasilkan adalah
- Fillenius = 1,103
- Bishop simplified = 1,141
- Janbu simplified = 1,099

11
MODUL STABILITAS LERENG DENGAN BEBAN MERATA

MENGGUNAKAN ROCSCIENCE SLIDE

1. Buka software Rocscience Slide pada komputer


2. Jika tampilan sudah siap maka klik View – Limits – isi koordinat sesuai contoh - OK

3. Lakukan pengaturan analisis yang akan digunakan


Klik Analysis – Project Setting – lalu isikan masing-masing menu sesuai dengan
contoh berikut
a. General

12
b. Method

c. Groundwater, lalu klik OK

4. Lakukan penggambaran dimensi lereng sesuai dengan contoh soal berikut

13
5. Klik Boundaries – Add Material Boundary – masukkan koordinat pada pojok kanan
bawah, atau bisa juga dimasukkan dalam bentuk tabel
x y
5 0
100 0
100 34
100 36
100 40
67 40
43 28
5 28
5 18
5 16
5 0

6. Karena menggunakan 2 jenis tanah maka harus ditambah jenis tanah lainnya
Klik Boudaries – Add material Boundary – hubungkan 2 titik yang merupakan batas
dari 2 jenis tanah, sehingga tampilannya akan seperti gambar di bawah ini.

7. Tambahkan muka air tanah pada lereng yang dibuat klik Boundaries – Add Water Table
– letakkan garis muka air tanah sesuai dengan koordinat seperti pada tabel dibawah.
Dan hasil gambarnya bisa dilihat.

14
x y
5 28
43 30
49 34
60 36
66 38
74 38,5
80 38,5
100 38,5

8. Menambahkan beban pada lereng. Beban yang digunakan adalah beban merata.
Klik Loading – Add Distributed Load – lalu akan muncul kotak dialog.

9. Letakkan beban pada koordinat (70,40) dan (80,40) sehingga model lereng akan
menjadi seperti gambar di bawah ini

15
10. Klik Surface – Auto Grid – maka akan muncul rectangle dengan grid di setiap sisinya.
11. Klik Properties – Define Material – maka akan muncul kotak dialog seperti berikut

Isikan masing-masing data jenis tanah seperti contoh di atas – klik OK.

12. Terapkan material propertis yang sudah dibuat dengan klik Properties – Assign
Materials – lalu klik and drag pada gambar lereng sesuai jenis tanahnya – klik kanan
done.
13. Melakukan analisis pada lereng klik Analysis – Compute – maka program akan
melakukan komputasi secara otomatis.
14. Untuk menampilkan hasil komputasi klik Analysis – Interpret, maka hasilnya seperti
gambar berikut :

16
a. Metode Bishop simplified , FS = 0,797

b. Metode Janbu simplified , FS = 0,766

14. Untuk menampilkan data lanjutan


a. Klik Data – Minimum Surfaces

17
b. Klik Data – All Surfaces

c. Untuk menampilkan potongan pada longsoran lereng


Klik kanan pada salah satu jari-jari lingkaran – klik Show Slice

18
d. Untuk menampilkan data masing-masing slide klik kanan pada jari-jari
lingkaran lalu pilih Query Slice Data- klik pada irisan yang akan ditinjau.

19
SOFTWARE
PLAXIS

20
PLAXIS

A. Pengertian
Plaxis merupakan piranti lunak (software) berbasis metode elemen hingga untuk analisis
deformasi dan stabilitas dalam permasalahan geoteknik. Plaxis dikembangkan oleh delft
university, belanda pada tahun 1987.
Seperti telah kita ketahui, tanah merupakan elemen yang memiliki sifat yang rumit seperti
non linear, time dependent, anisotropic, dsb. Selain itu perilaku tanah terhadap tegangan juga
memberikan karakteristik yang spesifik. Untuk itu, analisis permasalahan geoteknik
memerlukan model konstitutif mutakhir yang mampu mensimulasikan kondisi-kondisi tersebut
di atas, salah satunya adalah metode elemen hingga .

B. Kegunaan Plaxis
Semua permasalahan geoteknik dapat dimodelkan dan dianalisis dengan menggunakan
plaxis seperti :
a. Slope stability
b. Seepage
c. Konsolidasi, dsb
d. Dapat memodelkan dan menganalisis struktur geoteknik dan interaksi tanah dengan
struktur seperti pondasi dangkal, pondasi dalam, dinding penahan tanah, angkur, dsb.

C. Hal Yang Harus Diperhatikan


Pengguna harus menguasai teori dan konsep mengenai mekanika tanah dan rekayasa
pondasi. Hal ini sangat penting karena plaxis akan tetap melakukan kalkulasi dan
memberikan hasil (output) meskipun input data kita tidak benar.
Contoh analisis kasus geoteknik dengan plaxis :
1. Penurunan akibat beban
2. Konstruksi galian di atas muka air
3. Konstuksi tanggul sungai
4. Galian kering dengan angkur
5. Konstruksi timbunan untuk jalan
6. Konstruksi terowongan dll.

21
MODUL STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PLAXIS

1. Buka aplikasi Plaxis


2. Klik New Project maka muncul kotak dialog seperti berikut, isi sesuai contoh, klik OK

3. Buat dimensi lereng seperti gambar di bawah ini

4. Gunakan grid pada plaxis untuk mempermudah penggambaran. Jangan lupa lakukan
start penggambaran melalui 0 ( koordinat Cartesian 2D yang ada di pojok kiri ) Sehingga
gambar lereng tampak seperti di bawah ini

22
5. Buat jenis material pada lereng yang telah dibuat. Klik Material – Soil and interface –
lalu akan muncul kotak dialog – klik New – isikan data seperti contoh - OK

23
6. Setelah jadi klik and drag jenis tanah pada setiap lapisan tanah, lalu klik OK

7. Klik Mesh – Global Coarseness… - Element distribution pilih Medium – OK

8. Klik icon Generate Mesh pada toolbar maka tampilan lereng akan seperti
berikut. Lalu klik “update”.

24
9. Klik Initial Condition pada pojok kanan atas toolbar

10. Maka akan muncul kotak dialog “Water weight”, isi γ waterdengan 10 kN/m3 – OK.

11. Gambar muka air tanah pada lereng dengan menggunakan icon pada toolbar.

12. Gambar batasan untuk analisis stabilitas lereng menggunakan icon pada sisi
kanan kiri lereng.

25
13. Setelah itu klik “Water Pressure Generation” pada toolbar – klik Ok
14. Maka akan muncul gambar “View Pore Pressures” seperti gambar di bawah ini.

15. Ulangi untuk “KO procedure” lalu klik maka akan muncul kotak
dialog – Klik OK – akan muncul tampilan seperti berikut – klik “Update”.

16. Selanjutnya muncul tampilan seperti di bawah klik “ Calculate”

26
17. Akan muncul dialog calculate pada plaxis, lalu isikan data berikut
a. Tahap 1
- General
ID name : gd1
Calculate type : consolidation
- Parameters
Time interval : 5 day
Lalu klik “Define” maka akan muncul ke layar kerja plaxis – klik lapisan tanah
bagian atas (1 kali) – klik update

b. Tahap 2
Klik Next untuk membuat general name yang kedua
- General
ID name : gd2
Calculate type : consolidation
- Parameters
Time interval : 60 days
Lalu klik “Next” untuk membuat general name yang ketiga
c. Tahap 3
Lakukan seperti langkah sebelumnya
- General
ID name : gd3
Calculate type : plastic
- Parameters
Time interval : 5 day

27
Maka akan muncul ke layar kerja plaxis lagi, dan klik tanah lapis 1 – Klip Update

d. Tahap 4
Klik next untuk membuat general name yang keempat
-General
ID name : gd4
Calculate type : consolidation
- Parameters
Loading input : minimum pore pressure
Isi angka pori : 0,2 kN/m2
e. Tahap 5
Klik next untuk membuat general name yang kelima
- General
ID name : gd5
Calculate type : phi/c reduction

18. Klik pada gd1 yang sudah diinput datanya – klik “Calculate” – lalu program akan
melakukan komputasi

28
19. Setelah komputasi akan muncul seperti gambar di bawah ini

20. Buatlah 10 titik secara acak yang ditempatkan disekitar area longsor seperti contoh di
bawah ini, lalu klik “Update”

21. Setelah itu klik “Calculate” pada program komputasi plaxis, maka sistem akan
melakukan komputasi secara otomatis pada lereng yang telah dibuat.

29
22. Tunggu hingga sistem selesai melakukan komputasi dan general name yang telah
dibuat ter’checklist’ hijau semua.
23. Setelah selesai komputasi klik “Output” pada toolbar maka tampilan lereng akan
menjadi seperti ini

24. Untuk mengetahui perilaku lereng dengan kemungkinan yang lain dapat dicoba pada
menu bar “Deformation”
a. Total Displacemen

b. Vertical Displacement

30
25. Untuk mengetahui kurva dari lereng dapat klik icon pada tool bar
26. Dapat disesuaikan kurva apa yang ingin ditampilkan

31