Anda di halaman 1dari 2

Fungsi Organizing dalam Pembelajaran :`

Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam
perencanaan yang didesain dalam sebuah struktur pembelajaran yang tepat dan tangguh, sistem
dan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan memastikan bahwa semua pihak dalam proses
pembelajaran dapat bekerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan pembelajaran.

Kegiatan Orginizing dalam pembelajaran


Menyangkut suatu aktivitas pengaturan dalam sumber daya manusia dan sumber daya fisik
untuk mencapai tujuan utama pembelajaran. Kegiatan pengorganisasian meliputi :
1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk menunjang kegiatan pembelajaran, seperti
membantu pembentukan kelompok , membantu individu agar dapat bekerja sama dalam
kelompok dan membantu prosedur kerja.
2. Struktur Organisasi
Robbins dan Fattah (2006) menyatakan suatu struktur organisasi menetapkan bagaimana
tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasi secara formal. Pada struktur organisasi
tergambar posisi kerja, pembagian kerja, jenis kerja yang harus dilakukan, hubungan atasan dan
bawahan, kelompok, komponen atau bagian, tingkat manajemen dan saluran komunikasi.
Dengan demikian, struktur organisasi pembelajaran akan menggambarkan pengelompokkan
satuan kerja pembelajaran. Struktur organisasi pembelajaran juga membagi kerja dalam kegiatan
pembelajaran termasuk pengaturan pelimpahan.
Wewenang dan Tanggung Jawab ``
Wewenang (otoritas) mengacu pada hak-hak yang inheren (tertanam) dalam posisi manajerial
untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah itu dipatuhi. Lebih lanjut Robbins dan
Fattah (2006) juga menyatakan bahwa tanggung jawab merupakan kewajiban seseorang dalam
melakukan fungsinya. Dengan demikian, pengorganisasian dapat dimaknai sebagai suatu proses
menentukan sistem dan prosedur kerja sesuai tugas masing-masing. Pembagian wewenang untuk
melaksanakan suatu pekerjaan dapat dipahami sebagai bagian dari strategi menggerakkan
sumber daya organisasi untuk dapat berperan meningkatkan kapasitas pelayanan pendidikan bagi
masyarakat. Proses mengorganisir sumber daya pendidikan dimaksudkan untuk mendorong
peningkatan kemampuan masing-masing individu dan penyelenggaraan pendidikan, agar dapat
bekerja secara profesional dan bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan.
3. Kegiatan Penempatan SDM pada Posisi yang Paling Tepat
Kegiatan Penempatan Guru pada Posisi yang Paling Tepat dalam Pembelajaran
Penerapan fungsi pengorganisasian dalam manajemen pembelajaran yakni kepala sekolah
sebagai pemimpin bertugas untuk menjadikan kegiatan-kegiatan sekolah yang menjadi tujuan
sekolah dapat berjalan dengan lancar. Kepala sekolah perlu mengadakan pembagian kerja yang
jelas bagi guru-guru yang menjadi anak buahnya. Dengan pembagian kerja yang baik,
pelimpahan wewenang dan tanggung jawab yang tepat, serta mengingat prinsip-prinsip
pengorganisasian, kiranya kegiatan sekolah akan berjalan dan tujuan dapat tercapai.

4. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan SDM/tenaga kerja:


Setelah lembaga pendidikan memiliki gambaran jelas dari hasil analisis pekerjaan dan
perencanaan pegawai tentang kebutuhan akan pegawai yang sesuai, maka tugas departemen
SDM adalah mengisi jabatan dengan SDM yang cocok dan berkualitas untuk pekerjaan untuk
pengisian jabatan-jabatan mempunyai pengetahuan dan keahlian serta sikap mental yang sesuai
dengan persyaratan. Rekrutmen merupakan kegiatan yang akan menjaring pelamar yang
kemudian akan melalui proses seleksi. Pelamar yang terseleksi ini adalah karyawan yang akan
menempati posisi kosong yang diharapkan terisi, atau menduduki lowongan pekerjaan yang
memang diperlukan.
Seleksi tenaga kerja dalam bidang pendidikan : mengikuti tes yang diadakan oleh pemerintah
pusat atau daerah
Pelatihan dan pengembangan tenaga kerja bidang pendidikan : misal guru biasanya diharuskan
mengikuti kegiatan PLPG.