Anda di halaman 1dari 17

www.themegallery.

com LOGO

BIOBRIKET DAN BIOPELLET


www.themegallery.com
LOGO

Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan


melalui proses fotosintesis, baik berupa produk
maupun limbah
Pada umumnya, biomassa yang digunakan
sebagai bahan bakar adalah jenis yang memiliki
nilai ekonomis rendah atau merupakan limbah
hasil ekstraksi produk primernya

www.themegallery.com
LOGO

Briket dan biopelet : bahan bakar yang berwujud


padat yang berasal dari sisa-sisa bahan organik
seperti tempurung kelapa, serbuk gergaji dan
bungkil sisa pengepresan
Bilbriket dan biopellet dapat dipergunakan
sebagai alternatif bahan bakar pengganti kayu
bakar dan minyak tanah

www.themegallery.com
BIOBRIKET BUNGKIL JARAK

 Produksi biodiesel dari biji jarak menghasilkan


limbah biomassa bungkil 70 %
 Biobriket dan biopellet dapat dipergunakan
dalam pengolahan pangan, penggeringan,
pembakaran dan pemanasan
 Briket bungkil jarak dibuat dengan
mencampurkan bungkil jarak dengan bahan
tambahan berupa arang sekam.
 Di Indonesia terdapat 1,36 juta ton limbah
sekam setiap tahunnya.
 Sekam dapat menghasilkan energi panas
dengan suhu mencapai 400oC.

Company Logo
www.themegallery.com
Dalam pembuatan briket ini diperlukan
bahan untuk merekatkan dan
membentuk struktur briket yang kompak
Briket bungkil jarak yang baik memiliki
struktur yang padat, mudah menyala,
memiliki nilai kalor yang tinggi dan tidak
menghasilkan asap yang banyak.
Briket bungkil jarak menghasilkan nilai
kalor sebesar 5572 kal/g.

Company Logo
www.themegallery.com
Kualitas briket yang dihasilkan
tergantung dari perbandingan bungkil
dan arang sekam, konsentrasi pati yang
digunakan, kekuatan pengepressan dan
tingkat kekeringan briket.

Company Logo
www.themegallery.com
Diagram alir proses pembuatan biobriket
bungkil jarak
Sekam/serbuk gergaji Bungkil biji jarak kering Larutan pati 1%

Karbonisasi Penghalusan Pemanasan

Penghalusan Pengayakan

Pengayakan

Pencampuran

Pencetakan

Pengeringan

www.themegallery.com Arang briket Company Logo


BIOPELLET BUNGKIL JARAK

Pellet merupakan salah satu bentuk


energi biomassa, diproduksi pertama kali
di swedia pada tahun 80-an
Pellets dibuat dari hasil samping
terutama serbuk kayu. Pellet memiliki
kadar air rendah (10 %) sehingga dapat
meningkatkan efektivitas pembakaran

Company Logo
www.themegallery.com
Pellet merupakan hasil pengempaan
biomassa yang memiliki tekanan lebih
besar dibandingkan briket (60 kg/m3
Kadar abu 1 % dan kadar air kurang dari
10 %) (El Bassam dan Maegaard 2004).
 Bahan bakar pellet memiliki diameter
antara 3 – 12 mm dan panjang
bervariasi antara 6 – 25 mm.
Di Swedia, pellet memiliki diameter 6 –
12 mm dan panjang 10 – 20 mm
Company Logo
www.themegallery.com
Untuk meningkatkan nilai kalori maupun
sebagai perekat, pada biopellet juga
ditambahkan bahan lain seperti tapioka
maupun gliserol hasil samping
pengolahan biodiesel
pellet memiliki konsistensi dan efisiensi
bakar yang dapat menghasilkan emisi
lebih rendah dari kayu.
Bahan bakar pellet menghasilkan emisi
bahan partikulat paling rendah
dibandingkan jenis lainnya.
Company Logo
www.themegallery.com
Diagram alir pembuatan biopellet
bungkil jarak

Company Logo
www.themegallery.com
Jenis-jenis Pellet

Bahan bakar pellet dibedakan menjadi dua


berdasarkan kadar abunya.
 kualitas premium : memiliki kadar abu tidak lebih
dari 1 %.
 kualitas standar : memiliki kadar abu maksimal 3 %
 Pellet jenis premium dibuat dari serbuk kayu
keras dan kayu lunak yang tidak mengandung
kulit kayu
 Pellet jenis standar dibuat dari bahan yang
menghasilkan residu abu, seperti kulit kayu dan
limbah pertanian

Company Logo
www.themegallery.com
Ukuran partikel sangat penting
berpengaruh terhadap tingkat reaksi.
Ukuran partikel yang homogen (baik
diatas ataupun dibawah standar) lebih
efisien daripada ukuran partikel yang
heterogen
Mutu yang baik adalah dimensi pellet
semakin kecil dengan ukuran partikel
semakin kasar.

Company Logo
www.themegallery.com
Perbandingan standar biopellets
DIN plus
ÖNorm M DIN 51731 ITEBE (c)
Kualitas (Pellet Pellet Fuel
unit 7135 (Jerman) (2001 –
Biopellets Association Institute (b)
(Austria)(a) (a) 2007)
Germany) (a)
Diameter mm 4 – 10 4 – 10 - 6,35 – 7,94 6 – 16

Panjang mm 5 x D(1) < 50 5 x D(1) < 38,1 10 – 50

kg/dm > 0,64 > 1,15


Densitas > 1,12 1,0 – 1,4 > 1,12
³
- ≤ 15
Kadar Air % < 10 < 12 < 10

< 3 (standar)
Kadar Abu % < 0,50 < 1,50 < 0,50 < 1 (premium) ≤6

Nilai Kalor MJ/kg > 18 17,5 – 19,5 > 18 > 19,08 > 16,9

Sulfur % < 0,04 < 0,08 < 0,04 - < 0,10

Nitrogen % < 0,3 < 0,3 < 0,3 - ≤ 0,5

Klorin % < 0,02 < 0,03 < 0,02 < 0,03 < 0,07

Abrasi % < 2,3 - < 2,3 - -

Bahan tambahan % <2 - (2) <2 - ≤2


Company Logo
www.themegallery.com
Company Logo
www.themegallery.com
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembakaran
biobriket/biopellet

 Ukuran partikel
 ukuran lebih kecil lebih mudah terbakar
 Kecepatan aliran udara
 Laju pembakaran bioberiket akan naik dengan semakin
meningkatnya kecepatan aliran udara
 Jenis bahan
 Jenis bahan akan menentukan karakteristik bahan bakar
terutama berkaitan dengan kandungan volatile matter dan
kadar air
 Temperatur udara pembakaran
 Kenaikan temperatur pembakaran akan memperpendek waktu
pembakaran

Company Logo
www.themegallery.com
Permasalahan pembakaran
bioberiket/biopellet

 Kadungan air
 Kandungan air tinggi mengurangi temperatur
bembakaran dan menyulitkan pembakaran
 Nilai panas
 Semakin tinggi nilai kalor/panas semakin lambat
kecepatan pembakaran
 Kadar abu
 Kadar abu yang tinggi mempersulit penyalaan
 Volatile matter
 Semakin tinggi volatile mater semakin mudah dan
cepat biobriket terbakar atau menyala

Company Logo
www.themegallery.com