Anda di halaman 1dari 4

PERAWATAN BAYI PREMATUR

PERWATAN BAYI PREMATUR DI RUMAH SAKIT

1. Bantuan pernapasan
 Segera setelah lahir jalan napas orofaring dan nasofaring dibersihkan dengan
isapan yang lembut.
 Bila pengisapan menggunakan alat, lama setiap pengisapan tidak boleh lebih dari
10 detik.
 Ketika memasukkan kateter jangan memaksa karena dapat menyebabkan trauma
pada mukosa.
 Pemberian terapi oksigen harus hati-hati dan diikuti dengan pemantauan terus-
menerus tekanan oksigen darah arteri. Hal ini dilakukan karena pemberian terapi
oksigen dapat menimbulkan hiperoksigenisasi yang dapat menyebabkan
fibroplasia retrolental dan fibroplasia paru.
 Sebaiknya terapi oksigen tidak melebihi konsentrasi 30%, kecuali dokter
merekomendasikan mememakai tudung kepala dengan alat continous positive
airway pessure (CPAP) atau pipa endotrakea. Hal ini dilakukan untuk
mempertahankan konsentrasi oksigen yang dihirup tetap stabil dan aman, yaitu
tekanan oksigen arteri antara 80-100 mmHg.

2. Pengupayaan suhu lingkungan yang netral


 Inkubator berfungsi menjaga suhu bayi supaya tetap stabil.
 Akibat sistem pengaturan suhu dalam tubuh bayi prematur belum sempurna,
maka suhunya bisa naik atau turun secara drastis. Ini tentu bisa mambahayakan
kondisi kesehatannya.
 Selain itu, otot-ototnya pun relatif lebih lemah. Sementara cadangan lemaknya
juga lebih sedikit dibanding bayi yang lahir cukup bulan.
 Oleh karena itu bayi prematur harus dirawat dalam inkubator, sehingga panas
badannya mendekati suhu dalam rahim.
 Kedaan ini dapat dicapai bila suhu inti bayi (suhu tubuh tanpa berpakaian) dapat
dipertahankan 36,6 – 37,5 derajat celcius.
 Namun bila tidak ada inkubator, lingkungan bayi dapat dihangatkan dengan cara
meletakkan botol berisi air panas di bagian samping kanan dan kiri bayi.

3. Pencegahan infeksi
 Tindakan pencegahan infeksi sangat penting karena infeksi akan memperburuk
kedaan bayi yang sudah bermasalah.
 Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah infeksi : petugas dan
orangtua yang mengunjungi bayi harus cuci tangan sebelum dan sesudah
memegang bayi, petugas yang berpenyakit infeksi tidak boleh memasuki unit
perawatan bayi sampai mereka dinyatakan sembuh, setiap orang yang memasuki
unit perawatan bayi harus memakai pakaian bersih dan pakaian penutup khusus
yang disediakan, setiap bayi menggunakan alat perawatan individual.
 Peralatan yang digunakan dibersihlan secara teratur sesuai ketentuan yang
berlaku. Setiap bayi yang masuk kembali dari rumah atau bayi dengan proses
kelahiran yang tidak steril harus diisolasi secara fisik dari bayi prematur

4. Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi


 Disesuaikan dengan tingkat kematangan anatomi dan fisiologi.
 Pemberian cairan yang cukup sangat penting untuk bayi prematur, karena kadar
air ekstra sel pada bayi prematur > daripada bayi normal.
 Kehilangan cairan yang meningkat  dehidrasi
 Sebaliknya, jumlah cairan yang berlebihan  edema, gagal jantung dan ductus
arteriosus paten.
 Pemberian cairan intrevena pada bayi dapat diberikan melalui vena
 Prinsip utama pemberian makan bayi prematur adalah sedikit demi sedikit secara
perlahan dan hati-hati. Saat pemberian minum harus dicegah terjadinya
kelelahan, regurgitasi dan aspirasi.
 Minuman atau makanan terbaik yang diberikan pasa bayi adalah ASI, bila ASI
tidak ada karena ibu sakit, meninggal, produksi ASI tidak ada atau hal lain,
diberikan susu formula khusus bayi prematur atau sesuai anjuran.
 Cara pemberian minum yaitu menyusu, minum melalui botol, dan minum melalui
selang

5. Penghematan energi
 Bayi prematur ditangani seminimal mungkin.
 Bayi yang dirawat dalam inkubator tidak membutuhkan pakaian, tetapi hanya
dibaringkan diatas popok atau alas.
 Selain itu, observasi juga dapat dilakukan tanpa harus membuka pakaian.
 Alat monitor yang dilekatkan ke kulit memberi data yang berkelanjutan tentang
fungsi vital sehingga mengurangi penanganan secara langsung untuk pengkajian
secara periodik.

6. Perawatan kulit
 Kulit bayi prematur belum matang dibanding kulit bayi normal. Sabun alkali
tidak dapat digunakan karena dapat merusak mantel asam kulit. Obat desinfektan
alkohol dan betadin atau yodium povidon digunakan secara hati-hati. Setelah
digunakan jika perlu dibilas dengan air steril karena bahan tersebut bisa
menimbulkan iritasi dan luka.
 Plester  waktu dilepas dapat membuat kulit terkelupas terbawa oleh plester atau
selotip sehingga kulit terpisah dari struktur di bawahnya.
 Bagian tubuh yang sering tertekan terutama tumit, bokong, bahu, siku dan bagian
belakang kepala harus selalu dibersihkan, kemudian diberi bedak bayi dan begitu
juga daerah lipatan kulit. Posisi tidur harus diubah setiap 1-2 jam, secara
bergantian miring ke kiri atau ke kanan, untuk mencegah iskemia dan nekrosis
pada bagian yang tertekan.

7. Pemberian obat
 Mekanisme detoksifikasi bayi prematur belum matang, sehingga tidak atau
kurang memiliki kemapuan untuk menunjukkan gejala keracunan. Kondisi ini
menghasuskan perawat untuk waspada terhadap tanda reaksi yang berlawanan.
 Pemberian obat-obatan, salep, cairan intravena dan oksigen membutuhkan
perhatian dan penangan yang teliti. Dosis obat dan pengencerannya harus
dihitung dengan cermat, cara dan waktu pemberian harus tepat, etiket dibaca
dengan teliti.

8. Pemantauan data fisiologis


 Bayi yang memerlukan pemantauan intensif ditempatkan dalam lingkungan
dengan suhu yang terkontrol dan dipantau aktifitas pernapasan, frekuensi denyut
jantung, dan suhu tubuh.
 Peralatan mekanis dan monitor  sistem alarm yang dapat memberi tanda bila
terjadi penyimpangan tanda-tanda vital dari batas nilai normal.
 Perawat harus teliti dan waspada mengamati adanya perubahan yang samar dalam
perilaku minum, warna kulit atau tanda vital karena dapat merupakan gejala
adanya masalah pada bayi. Mengontrol denyut jantung dan membandingkan
dengan data yang ada pada alat monitor, merupakan suatu tindakan yang penting
dilakukan.

PERWATAN LANJUTAN BAYI PREMATUR DI RUMAH

1. Asupan gizi
 Bayi prematur membutuhkan susu berprotein tinggi. Namun dengan
sendirinya ibu akan memperoleh ASI yang proteinnya lebih tinggi dibanding
dengan ibu yang melahirkan bayi yang cukup bulan. Ada masalah ASI  susu
khusus. Pemberian susu jangan terlalu banyak.
 Agar kebutuhannya tercukupi, tingkatkan frekuensi pemberiannya. Jika bayi
tidak dapat menyusu dengan cukup baik  memberikan perasan ASI dengan
menggunakan metode pemberian makan alternatif.

2. Jaga suhu tubuhnya


 Salah satu masalah yang dihadapi bayi prematur adalah suhu tubuh yang
belum stabil  mengusahakan agar lingkungan sekitarnya tidak memicu
kenaikan atau penurunan suhu tubuh bayi.
 Menempati kamar yang tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin, sehingga
dapt mempengaruhi suhu tubuhnya.

3. Pastikan semuanya bersih


 Orang tua harus berhati-hati menjaga keadaan bayi tatap bersih sekaligus
memanimalisasi kemungkinan terserang infeksi.
 Imbauan bagi siapa saja yang akan memegang bayi supaya mencuci tangan
terlebih dahulu.

4. Metode kanguru Kangaroo Mother Care (KMC) atau perawatan bayi lekat
(PBL)
 Adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan
dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif.
 Tujuannya agar bayi kecil tetap hangat. Dapat dimulai segara bayi lahir atau
setelah bayi stabil.
 KMC dapat dilakukan di rumah sakit di rumah setelah bayi pulang. Bayi tetap
bisa di rawat dengan KMC meskipun belum bisa menyusu.
 Berikan ASI peras menggunakan salah satu alternatif cara pemberian umum.
 Metode kanguru merupakan salah satu metode perawatan bayi berat lahir
rendah untuk mencegah hipotermi pada bayi baru lahir, metode kanguru
merupakan perawatan bayi baru lahir dalam keadaan telanjang, bayi hanya
memakai popok dan topi, dan bayi diletakkan secara vertikal/tegak di dada
antara ke dua payudara ibu, di mana ibu dalam keadaan telanjang dada,
kemudian diselimuti.

5. Pemijatan bayi
 Ternyata, dari kebanyakan penelitian melaporkan bayi prematur yang biasanya
lahir dengan berat badan lahir rendah mengalami kenaikan berat badan yang
lebih besar dan berkembang lebih baik setelah dilakukan pemijatan secara
teratur.
 Pemijatan bayi dengan berat badan lahir rendah bisa dilakukan setelah bayi
dalam keadaan stabil, telah melampaui masa kritis dan dapat dilakukan tiga
kali dalam sehari.
 Waktu memijat bayi yang terbaik apabila orang tua dan bayi telah siap
memulai, pagi hari sebelum mandi atau sebelum makan, siang hari sebelum
minum, dan sore hari sebelum minum atau sebelum tidur.
 Alat-alat yang perlu dipersiapkan sebelum memijat bayi yaitu, lotion atau
minyak minyak yang lembut, selimut/popok/kain bedong, handuk, dan
pakaian ganti bayi.