Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY.

S DENGAN
REUMATIK PADA KELUARGA NY. S DI RT 05/RW 01
KELURAHAN BUNGKUTOKO TIMUR

Disusun Oleh:

DEWA AYU N. TRISNAWATI


NIM. S.0016.P2.056

STIKES KARYA KESEHATAN KENDARI


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
2018
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK NY. S DENGAN REUMATIK
PADA KELUARGA NY. S DI RT 05/RW 01 KELURAHAN
BUNGKUTOKO TIMUR

A. Pengertian
Reumatik adalah suatu penyakit degeneratif yang menyebabkan kerusakan

tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang didekatnya, disertai proliferasi dari tulang dan

jaringan lunak di dalam dan sekitar daerah yang terkena (Bangun A.P., 2008).
Reumatik adalah berbagai kelompok penyakit dan sindrom yang semuanya

merupakan penyakit pada jaringan ikat sehingga biasanya ditemukan keluhan nyeri,

kaku, atau pembengkakan pada otot serta sendi (Cristine B, 2001 dalam Nango, 2012)
Pengertian reumatik yaitu cukup luas mencakup gejalanya seperti nyeri,

pembengkakan, kemerahan, gangguan fungsi sendi dan jaringan sekitarnya. Semua

gangguan pada daerah tulang, sendi, dan otot disebut rematik yang sebagian besar

masyarakat juga menyebutnya pegal linu (Irwan, 2012).


B. Etiologi
Faktor genetik seperti kompleks histokompatibilitas utama kelas II (HLA-DR),

dari beberapa data penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengemban HLA-DR4

memiliki resiko relatif 4:1 untuk menderita penyakit ini. Rematik/pegal linu pada pasien

kembar lebih sering dijumpai pada kembar monozygotic dibandingkan kembar

dizygotic (Brunner dkk, 2002).


Faktor infeksi sebagai penyebab rematik/pegal linu timbul karena umumnya

onset penyakit ini terjadi secara mendadak dan timbul dengan disertai oleh gambaran

inflamasi yang mencolok. Dengan demikian timbul dugaan kuat bahwa penyakit ini

sangat mungkin disebabkan oleh tercetusnya suatu proses autoimun oleh suatu antigen

tunggal atau beberapa antigen tertentu saja. Agen infeksius yang diduga sebagai

penyebabnya adalah bakteri, mycoplasma, atau virus (Brunner dkk, 2002).


C. Patofisiologi
Pemahaman mengenai anatomi normal dan fisiologi persendian diartrodial atau

sinovial merupakan kunci untuk memahami patofisiologi penyakit reumatik. Fungsi


persendian sinovial adalah gerakan. Setiap sendi sinovial memiliki kisaran gerak

tertentu kendati masing-masing orang tidak mempunyai kisaran gerak yang sama pada

sendi-sendi yang dapat digerakkan. Pada sendi sinovial yang normal, kartilago artikuler

membungkus ujung tulang pada sendi dan menghasilkan permukaan yang licin serta

ulet untuk gerakan. Membran Sinovial melapisi dinding dalam kapsula fibrosa dan

mensekresikan cairan ke dalam ruangan antar-tulang. Cairan Sinovial ini berfungsi

sebagai peredam kejut (shock absorbber) dan pelumas yang memungkinkan sendi untuk

bergerak secara bebas dalam arah yang tepat (Brunner dkk, 2002).
Sendi merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena inflamasi dan

generasi yang terlihat pada penyakit reumatik. Meskipun memiliki keanekaragaman

mulai dari kelainan yang terbatas pada satu sendi hingga kalainan multisistem yang

sistemik, semua penyakit reumatik meliputi inflamasi dan degenerasi dalam derajat

tertentu yang bisa terjadi sekaligus. Inflamasi akan terlihat pada persendian sebagai

sinovitis. Pada penyakit reumatik inflamatori, inflamasi merupakan proses primer dan

degenerasi yang terjadi merupakan proses sekunder yang timbul akibat pembentukkan

pannus (proliferasi jaringan sinovial ). Inflamasi merupakan akibat dari respons imun.

Sebaliknya, pada penyakit reumatik degeneratif dapat terjadi proses inflamasi yang

sekunder. Sinovitis ini biasanya lebih ringan serta menggambarkan suatu proses reaktif,

dan lebih besar kemungkinannya untuk terlihat pada penyakit yang lanjut. Sinovitis

dapat berhubungan dengan pelepasan proteoglikan tulang rawan yang bebas dari

kartilago artikuler yang mengalami degenerasi kendati faktor-faktor imunologi dapat

pula terlihat (Brunner dkk, 2002).


D. Klasifikasi Reumatik
Reumatik dapat dikelompokan dalam beberapa golongan (Bangun, A.P., 2008),

yaitu:
1. Arthritis Rematoid ( AR )
Penyakit ini terjadi karena sistem imun menyerang lapisan atau membran sinovial

sendi. Proses ini pada umumnya melibatkan seluruh tubuh, sehingga adapat
menyebabkan kelelahan, kehilangan berat badan, dan kurang darah atau anemia.

Serta menyerang organ paru, jantung, dan mata. Lebih serius lagi, AR dapat

mnyebabkan kecacatan tubuh. Arthritis reumatoid dapat ditegakkan melalui

pemeriksaan serum.
2. Gout
Biasanya penyakit ini timbulnya secara mendadak dan biasanya di jempol kaki atau

pada sendi lainnya. Gout disebabkan oleh gangguan metabolisme protein purin

yang menyebabkan asam urat darah meningkat dan kristal asam urat terbentuk

dalam sendi atau tempat lainnya. Biasanya penyakit menyerang pada umur 40-50

tahun. Gout dapat ditegakkan melalui pemeriksaan kadar asam urat.


3. Osteoarthritis ( OA )
Penyakit ini disebabkan oleh patahnya bantalan tulang rawan (kartilago) yang

menjadi bantal tulang. Penyakit ini sering juga disebut arthritis degeneratif.

Biasanya menyerang sendi kaki, lutut, pangkal paha, dan jari tangan. Penderita OA

ini umumnya berusia sekitar 45 tahun ke atas.


4. Arthritis Psoriatik
Arthritis ini selain menyerang tulang dan jaringan sendi, juga dapat menyerang

bagian tubuh lainnya. Bila menyerang kulit disebut arthritis psoriasis, yang bersifat

menahun atau kronis, yaitu sekitar 5 %. Arthritis jenis ini lebih sering menyerang

jari-jari tangan dan tulang belakang. Kebanyakan gejalanya ringan, tetapi dapat

menjadi sangat berat.


5. Arthritis Rheumatoid Juvenile
Penyakit ini menyerang anak-anak. Sifat arthritis ini berbeda dengan orang dewasa,

baik diagnosa dan perawatannya. Pada beberapa anak, penyakit ini dapat sembuh

total atau tetap ada sepanjang hidup mereka.


6. Ankilosing Spondilitis
Penyakit ini biasanya pada pria berumur 16-35 tahun dan kebanyakan menyerang

pada tulang belakang secraa kronis. Tulang belakang yang terkena dapat menjadi

rapuh atau menyatu secara perlahan dari atas ke bawah, sehingga gerakan penderita

seperti robot. Penderita tidak bisa membungkuk maupun menoleh. Dalam keadaan
yang sangat ekstrim, bentuk tubuh penderita menjadi melengkung seperti “ tanda

tanya”. Khusus pada wanita, umumnya ringan dan sulit didiagnosa. Penyakit ini

bertendensi genetik.
E. Manifestasi Klinis
Adapun manifestasi klinis dari penyakit reumatik adalah :

1. Nyeri sendi, terutama pada saat bergerak

2. Pada umumnya terjadi pada sendi penopang beban tubuh, seperti panggul, tulang

belakang, dan lutut.

3. Terjadi kemerahan, inflamasi, nyeri, dan dapat terjadi deformitas (perubahan

bentuk)

4. Yang tidak progresif dapat menyebabkan perubahan cara berjalan

5. Rasa sakit bertambah hebat terutama pada sendi pinggul, lutut, dan jari-jari

6. Saat perpindahan posisi pada persendian bisa terdengar suara (cracking).

7. Gerakan terbatas

8. Kekakuan, kelemahan dan perasaan mudah lelah (Irwan, 2012).

F. Diagnosis

Diagnosis yang dapat ditegakkan pada penderita reumatik adalah sebagai

berikut :

1. Nyeri berhubungan dengan inflamasi dan peningkatan aktivitas penyakit, keadaan

mudah lelah serta keterbatasan mobilitas.

2. Keletihan berhubungan dengan peningkatan aktivitas penyakit, rasa nyeri, tidur/

istirahat yang tidak memadai, nutrisi yang tidak memadai, stress emosional/

depresi.

3. Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan rentang gerak,

kelemahan otot, nyeri pada gerakan, keterbatasan ketahanan fisik.


4. Kurang perawatan diri yang berhubungan dengan kontraktur, keletihan atau

gangguan gerak.

5. Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan perubahan dan ketergantungan

fisik serta psikologis yang disebabkan oleh penyakit atau terapi.

6. Koping tidak efektif yang berhubungan dengan gaya hidup atau perubahan peranan

yang aktual atau dirasakan (Armawati, 2014).

G. Penatalaksanaan

1. Konsep pengobatan

Konsep pengobatan ditujukan untuk :

a. Menghilangkan gejala inflamasi aktif baik lokal maupun sistemik

b. Mencegah terjadinya destruksi jaringan

c. Mencegah terjadinya deformitas dan memelihara fungsi persendian agar tetap

dalam keadaan baik

d. Mengembalikan keadaan fungsi organ dan persendian yang terlibat agar

sedapat mungkin menjadi normal kembali (Soni P., 2010).

2. Terapi non-farmakologi

Terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan agar terapi pada

rematik/pegal linu efektif, yaitu;

a. Menganjurkan pasien untuk mengurangi berat badan jika kegemukan.

b. Istirahat yang cukup dan menghindari trauma pada sendi yang berulang.

c. Penggunaan alat bantu sendi dan alat bantu berjalan.

d. Fisioterapi dan olah raga yang tepat (peregangan dan penguatan) untuk

membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak

sendi, dan kekuatan otot.


e. Kompres panas/dingin dan latihan untuk memelihara sendi, mengurangi nyeri,

dan kekakuan.

f. Pemberian suplemen makanan yang mengandung glukosamin, kondrotin yang

berdasarkan uji klinik dapat mengurangi gangguan sendi (Soni P., 2010).

PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY. S DENGAN REMATIK


DI RT 05/RW 01 LINGKUNGAN PADANG PASIR KELURAHAN BUNGKUTOKO
TIMUR

I. PENGKAJIAN TAHAP I
Hari/Tanggal Pengkajian : Jumat/2 Februari 2018
Puskesmas : Nambo
Nama KK : Ny. S
Alamat : RT 05/RW 02 Kelurahan Bungkutoko Timur Ling. Padang

Pasir

Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
A. Struktur Keluarga
Nama Anggota

Imunisasi
No.

Umur (th)

KesehatanKeadaan

KB
L/P
Hub. Keluarga

Agama
Pendidikan

Pekerjaan
Keluarga
1. - - - - - - - - - -
2. - - - - - - - - - -
3. - - - - - - - - - -

B. Jarak Untuk Mencapai Pelayanan Kesehatan Terdekat


1. Puskesmas : 5 km 1. Jalan kaki : 60 mnt
2. Puskesmas Pembantu : 800 m 2. Sepeda : 45 jam
3. Posyandu : 500 m 3. Motor roda 2 : 30 menit
4. Lain-lain (bidan praktek) : 1 km 4. Motor roda 4 : 30 menit
5. Perahu :-

C. Genogram (3 generasi)

Generasi I

Generasi II

61 Generasi III

Keterangan :
: Laki-Laki
: Perempuan
: Meninggal dunia
: Hubungan pernikahan
: Hubungan saudara
: Pasien
: Tinggal serumah

D. Tipe Keluarga

Dirumah terdiri dari ibu dan anaknya yang sudah menikah sehingga ibu

termasuk keluarga single parents.

E. Sosial Budaya Keluarga

Keluarga Ny. S bersuku Bugis dan beragama Islam. Lingkungan tempat tinggal

keluarga secara etnis juga sama. Kegiatan yang sering dilakukan keluarga disore hari

biasanya duduk-duduk didepan rumah tetangganya. Bahasa yang digunakan sehari-hari

yaitu bahasa bugis dan bahasa Indonesia. Kebiasaan berpakaian responden biasanya

memakai pakaian yang tertutup dan berjilbab dan tidak terdapat tanda-tanda pengaruh

etnis tertentu yang berkaitan dengan budaya keluarga. Keluarga memiliki budaya yang

sama dalam lingkungannya. Keluarga tidak pernah melakukan pengobatan tradisional

mereka hanya langsung ke pustu atau pelayanan kesehatan lainnya.

F. Status sosial ekonomi keluarga

Ny. S merupakan istri pensiunan pegawai negeri sipil, suaminya Tn. B telah

meninggal kurang lebih 8 tahun yang lalu karena sakit. Penghasilan keluarga yang

diperoleh dari gaji pensiun suami tiap bulannya sebesar Rp. 1.500.000. Ny. S

mengganggap penghasilan ini sudah cukup untuk mencukupi kebutuhannya di

kehidupan sehari-hari. Lagipula anak-anaknya semua sudah berkeluarga. Bahkan anak-

anaknya juga membantu dalam kehidupan sehari.

G. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Jadwal rekreasi keluarga tidak pasti tergantung permintaan anggota keluarga.

Biasanya pada waktu libur. Keluarga Ibu S biasanya hanya menonton TV di rumah

bersama cucu-cucunya dan Rekreasi ke pantai atau permandian atau mengunjungi

kerabat.
H. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

Pada tahap perkembangan saat ini, keluarga Ny. S sudah berada pada tahap

perkembangan dengan lansia. Dimana Ny. S sudah memasuki usia lansia dan anak-

anaknya sudah menikah dan memiliki anak. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi

pada keluarga Ny. S adalah penataan kembali peran orang tua dan kegiatan di rumah.

Untuk riwayat keluarga inti, Ny. S mengatakan tidak memiliki penyakit yang

berat hanya saja suaminya meninggal karena penyakit kanker yang dideritanya.

Sementara Ny. S sendiri mengatakan bahwa ia memiliki penyakit reumatik. Ny. S

mengatakan sudah 7 tahun memiliki penyakit reumatik ini namun Ny. S mengatakan

jika dilihat dari riwayat keluarga Ny. S tidak memiliki panyakt reumatik

I. Lingkungan Keluarga

1. Karakteristik Rumah

Luas rumah 96m2 L = 6 x 13m. Tipe rumah permanen dengan lantai keramik, terdiri

dari 1 ruangan tamu, 1 ruang makan, 1 dapur, 1 kamar mandi, dan 4 kamar tidur

serta 4 jendela kayu. Tampak sinar matahari memasuki ruang tamu rumah Ny. S,

namun semua kamar memiliki jendela. Jendela setiap harinya selalu dibuka pada

pagi dan siang hari. Sumber air minum berasal dari sumur gali. Warna air jernih,

tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Teras depan cukup asri, dengan

adanya bunga dan pohon mangga yang besar dan membuat cukup sejuk bila siang

hari. Dibawah pohon mangga tersebut terdapat tempat duduk-duduk santai pada

sore hari.
Denah Rumah

U S
T

2. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal yang Lebih Luas

a. Karakteristik fisik dari lingkungan

Sebagian besar di lingkungan keluarga Ny. S bekerja sebagai pegawai

swasta dan buruh serta nelayan namun hanya sebagian kecil. Masyarakat

sekitar termasuk masyarakat yang aktif selalu berkumpul apabila ada kegiatan.

Lingkungan cukup bersih, tempat sampah umum tersedia, namun warga lebih

memilih membuang sampah ditempat pembuangan sampah di rumah mereka

masing-masing, dan bila sudah kering maka dibakar.

b. Karakteristik demografis dari lingkungan komunitas

Disekitar bibir pantai dekat rumah mengalami reklamasi oleh PT.

Pelindo. Didekat rumah Ny. S juga terdapat Pustu setiap hari Rabu masyarakat

juga aktif mengikuti kegiatan yang dilakukan di Pustu. Tidak terdapat

transportasi umum, masyarakat biasanya menggunakan kendaraan pribadi

untuk berpergian. Untuk situasi lingkungan sangat aman dan kondusif.

c. Mobilitas geografis keluarga


Sejak Ny. S menikah sampai sekarang tidak pernah pindah-pindah lagi.

3. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Ny. S sampai saat ini merupakan ketua RT 05 dan saat ini merupakan

periode ketiganya Ny. S menjabat sebagai ketua RT. Interaksi dengan masyarakat

baik terlihat dari keikutsertaan anggota keluarga dalam arisan kampung yang

dilaksanakan sebulan sekali. Dan jika ada anggota masyarakat atau tetangga dekat

punya hajat keluarga ikut datang membantu. Ny. S juga aktif dalam kegiatan

majelis ta’lim.

4. Sistem pendukung keluarga

Yang merupakan sistem pendukung keluarga adalah anak dari Ny. S yaitu

Tn. H, karena dia merupakan anak tertua dan lebih mampu menyelesaikan masalah

yang dihadapi keluarga baik materiil atau moril. Di masyarakat setempat juga ada

kebiasaan yang baik dimana apabila ada anggota masyarakat yang mempunyai

masalah akan dibantu dengan cara musyawarah.

J. Struktur Keluarga

1. Pola dan komunikasi keluarga

Komunikasi yang digunakan adalah secara verbal dengan menggunakan

bahasa Bugis dan kadang bahasa Indonesia. Komunikasi terbuka satu sama lain

sehingga tercipta keharmonisan pada keluarga.

2. Struktur kekuatan keluarga

Dalam keluarga Ny. S yang mengambil keputusan adalah selaku kepala

rumah tangga. Akan tetapi jika ada masalah selalu dimusyawarahkan bersama.

Tidak jarang pula Tn. H diminta pendapat.


3. Struktur Peran (Formal dan Informal)

Pada struktur peran, memiliki dua peran yakni secara informal, Ny. S

menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga mengingat Ny. S adalah single

parent sejak suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu. Sementara peran

formal Ny. S dipercaya oleh warganya untuk menjabat sebagai ketua RT 05 dan ini

merupakan periode ketiganya Ny. S menjabat sebagai ketua RT 05.

4. Nilai-Nilai Keluarga

Semua anggota keluarga Ny. S beragama Islam dan menganut norma-norma

yang terkandung dalam agama tersebut. Dalam keluarga Ny. S tidak mempunyai

pantangan-pantangan atau keyakinan yang bertentangan dengan kesehatan. Ny. S

menanamkan kepada anaknya untuk selalu menghargai orang lain jika ingin

dihargai.

K. Fungsi Keluarga

1. Fungsi Afektif dan Fungsi Sosialisasi


Pada fungsi afektif, keluarga Ny. S saling menyayangi dan menghargai,

memberikan kesempatan kepada keluaranya tanpa membeda-bedakan satu dan yang

lain. Sementara pada pelaksanaan fungsi sosialisasi, anak-anak keluarga Ny. S

diizinkan bermain dengan teman-temannya, anggota keluarga lainnya biasa

berkumpul dengan tetangga untuk mengobrol.


2. Fungsi Perawatan kesehatan
a. Mengenal Masalah Kesehatan
Keluarga Ny. S mengatakan reumatik adalah penyakit pegal-pegal karena

kedinginan dan faktor usia tua.


b. Mengambil Keputusan Untuk Mengatasi Masalah Keshatan
Ny. S biasanya mengoleskan balsem saja pada area yang mengalami rematik

atau langsung pergi ke Puskesmas Pembantu (Pustu) bila bertambah parah.

Tapi bila ada anggota keluarga yang sakit pegal-pegal biasa, keluarga Ny. S
biasanya hanya minum obat warung saja namun bila tambah parah Keluarga

Ny. S pergi ke Puskesmas.


c. Merawat Anggota Keluarga Dengan Reumatik
Keluarga Ny. S berusaha merawat Ny. S dengan cara menyuruh Ny. S untuk

menjaga makanannya serta menganjurkan untuk banyak istirahat bila mulai

terasa sakit.

d. Memodifikasi Lingkungan Untuk Mencegah Reumatik


Keluarga mengatakan belum tahu tentang bagaimana cara sebaiknya mengobati

reumatik, keluarga Ny. S hanya menganjurkan Ny. S untuk mandi selalu

dengan air hangat.


e. Kemampuan Keluarga Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
Di dalam keluarga Ny. S apabila ada anggota keluarganya yang sakit langsung

diberi obat warung, tapi apabila keadaannya tidak semakin membaik, keluarga

membawanya ke Puskesmas, dokter atau klinik terdekat.


3. Fungsi reproduksi
Ny. S memiliki 5 orang anak semuanya terdiri dari 2 laki-laki dan 3 perempuan.

Dimana semua anak sudah berkeluarga.


4. Fungsi ekonomi
Ny. S merupakan istri pensiunan PNS dan memperoleh penghasilan dari gaji

pensiunan suami. Keluarga juga memiliki tabungan untuk berjaga-jaga jika ada

kebutuhan yang tidak terduga. Anak-anaknya juga yang sudah bekerja dan

berkeluarga juga sering memberikan membantu.

L. Stressor dan Koping Keluarga

Yang dianggap sebagai stressor jangka pendek dan jangka panjang adalah

masalah kesehatan Ny. S yaitu tentang penyakit Reumatiknya. Hal ini dikarenakan Ny.

S sudah lama menderita penyakit rematik ini. Respon kepala keluarga baik terhadap

stressor dengan Ny. S mengikuti kegiatan majelis ta’lim dan aktif ikut kegiatan senam

lansia.
Koping yang digunakan jika ada masalah adalah musyawarah dengan anggota

keluarga yang lain dan mancari penghasilan tambahan. Ny. S tidak diperkenankan oleh

anaknya untuk bekerja berat agar rematiknya tidak bertambah parah.

M. Pemeriksaan Fisik

No Anggota badan Pemeriksaan Fisik


1. Rambut Rambut hitam tapi tampak beruban, klien menggunakan
kerudung.
Mata Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, palpebra
tidak edema
Hidung Tidak terdapat sekret, tidak ada cuping hidung.
Telinga Keadaan telinga bersih, tidak ada penumpukan serumen
Gigi dan mulut Mukosa bibir lembab, mulut bersih, gigi bersih.
2. Leher Tidak didapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak terdapat
kaku kuduk
3. Thorak Dada simetris, pola nafas teratur, saat di auskultasi
terdengar suara paru normal (vesikular) tidak ada suara
tambahan
4. Abdomen Bentuk datar, tidak ada nyeri tekan pada seluruh lapang
abdomen
5. Ekstremitas Tangan dapat bergerak dan berfungsi dengan baik, tidak
ada edema, kuku pendek dan akral hangat.
Kaki dapat bergerak dan berfungsi dengan baik, tidak ada
edema, kuku pendek dan bersih, akral
6. Berat badan 49 Kg
Tinggi badan 145 cm
Nadi 84 x/menit
Suhu 36,6 0C
Tekanan darah 110/70 mmHg
Respirasi 24 x/menit
N. Harapan Keluarga

Keluarga Ny. S menghaparkan agar petugas kesehatan lebih peduli pada orang

yang tidak mampu serta tidak membeda-bedakan golongan.

O. Status kesehatan individu

1. Catatan status kesehatan individu


a. Puskesmas : Nambo
b. Nama : Ny. S
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Agama : Islam
e. Suku/Bangsa : Bugis/Indonesia
f. Pekerjaan : IRT
g. Alamat : RT 05/RW 02 Kelurahan Bungkutoko Timur Ling. Padang
Pasir
2. Riwayat Kesehatan
a. Masalah kesehatan yang pernah dialami : -
b. Masalah kesehatan sekarang : Klien mengeluh nyeri pada persendian lututnya.

Klien sudah lama menderita Reumatik


c. Masalah kesehatan yang lalu : -
d. Masalah kesehatan keluarga (turunan) : -
3. Kebiasaan Sehari-hari
a. Biologis
1) Pola Makan
a. Frekuensi : 2-3 kali sehari
b. Jenis : Nasi, ikan, sayur, buah
c. Porsi : Sedang
2) Pola minum
 Frekuensi : 6-7 kali sehari
 Jenis : Air putih, kopi setiap pagi
3) Pola tidur
 Siang : Kadang-kadang
 Malam : Teratur, lamanya selama 7 sampai 8 jam
4) Pola eliminasi
 BAK : 4-5 kali hari
 BAB : 2 kali sehari
5) Aktivitas sehari-hari : Ny. S mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari
6) Rekreasi : Pola rekreasi tidak terjadwal, Ny. S biasa berekreasi

atas permintaan anggota keluarga lainnya. Terkadang

menonton bersama cucunya, kadang berkungjung ke

tempat kerabat
7) Kebiasaan buruk :-
8) Psikologis : Kondisi psikologis Ny. S baik,
9) Sosial
 Hubungan antar keluarga : Hubungan Ny. S dengan anak-anaknya

sangat baik.

 Hubungan dengan orang tua : Ny. S merupakan usia lansia, orang


tuanya sudah lama meninggal dunia
10) Spiritual
 Pelaksanaaan ibadah : Ny. S rajin beribadah
 Keyakinan tentang kesehatan : Ny. S merasa sakitnya karena faktor

usia, yang penting rajin diobati dan diberikan balsam saja, maka akan

terasa ringan penyakitnya.


4. Pemeriksaan Fisik
a. Tanda-Tanda Vital :
1) Keadaan umum : Baik
2) Kesadaran : Composmentis
3) Tekanan darah : 110/70 mmHg
4) Nadi : 84 x/menit
5) Respirasi : 24 x/menit
6) Suhu : 36,7oC
7) BB yang lalu : 50 Kg
8) BB yang sekarang : 49 Kg
b. Pemeriksaan persistem :
1) Sistem respirasi : Baik, tidak ada bunyi nafas tambahan,
2) Sistem kardiovaskuler : Baik, tidak ada bunyi jantung tambahan
3) Sistem pencernaan : Baik, tidak memiliki masalah dalam eliminasi
4) Sistem urinaria : Lancar, warna kuning muda
5) Sistem persyarafan : Baik, fungsi penciuman, perabaan bagus
6) Sistem integument : Kulit nampak keriput, turgor kulit baik
7) Sistem muskuloskeletal : Klien terasa sakit pada persendian lutut.

II. PENGKAJIAN TAHAP II

A. Pengkajian Keluarga Mandiri

Tingkat kemandirian keluarga terdiri dari tujuh kriteria kemampuan keluarga yang

telah dicapai.
1. Kriteria I : Keluarga menerima perawat
2. Kriteria II : Keluarga menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana
keperawatan keluarga
3. Kriteria III : Keluarga tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya
secara benar
4. Kriteria IV : Keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai anjuran
5. Kriteria V : Keluarga melakukan tindakan keperawatan sederhana yang sesuai
anjuran
6. Kriteria VI : Keluarga melakukan tindakan pencegahan secara aktif
7. Kriteria VII : Keluarga melakukan tindakan promotif secara aktif

Tingkat Kriteria Kriteria Kriteria Kriteria Kriteria Kriteria Kriteria


Kemandirian I II III IV V VI VII
Tingkat I √ √
Tinkat II √ √ √ √ √
Tingkat III √ √ √ √ √ √
Tingkat IV √ √ √ √ √ √ √

III. ANALISA DATA

Analisa Data Domain/Kelas Etiologi Masalah


Data Subjektif Domain 1 : Keluarga belm Nyeri Akut
o Ny. S mengatakan sering sakit di Promosi efektif
lutut bila banyak beraktivitas. Kesehatan menjaga
o Keluarga mengatakan kurang Kelas 2 : kesehatan dan
memahami cara mengobati rematik Manajemen mengenali
o Keluarga mengatakan bila rematik Kesehatan penyakit
Ny. S hanya mandi air hangat dan Kode : 00099 rematik yang
diberikan balsem pada kakinya diderita Ny. S
Data Objektif
o Ny. S tampak menunjukan daerah
yang terasa sakit
o Ny. S tampak memegangi lututnya.
Data Subjektif : Domain 13 : Kelurga dan Kurang
o Ny. S mengatakan kurang Manajemen Ny. S kurang Pengetahuan
mengetahui tentang penyakit perawatan mengetahui
jangka panjang tentang
Reumatik Kelas 3 : Health penyakit
o Ny. S mengatakan kurang Promotion rematik
memahami cara perawatan Kode :
Reumatik 10021994
Data Objektif :
o Ny. S tampak selalu bertanya
mengenai penyakit reumatik

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri berhubungan dengan ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga.


2. Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah reumatik
V. INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosis Keperawatan NOC NIC


Data Tujuan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data Subjektif 00099 Ketidakefektifan TUM : Nyeri teratasi
o Ny. S mengatakan pemeliharaan TUK :
sering sakit di lutut bila kesehatan Setelah dilakukan 2x @
banyak beraktivitas. 20 menit pertemuan
o Keluarga mengatakan keluarga dapat :
kurang memahami cara 1. Keluarga mampu 1831 Pengetahuan; 5510 Pendidikan kesehatan;
mengobati rematik mengenal masalah manajemen Rematik pengajaran proses penyakit
o Keluarga mengatakan tentang pengetahuan 1802 Pengetahuan ; anjuran yang dialami
bila rematik Ny. S kesehatan dan perilaku diet 5602 Pengajaran; proses
hanya mandi air hangat sehat 1813 Pengetahuan ; Regimen penyakit
dan diberikan balsem pengobatan 5614 Pengajaran; diet yang
pada kakinya tepat/dianjurkan
o Keluarga tidak 5616 Pengajaran; pengobatan
mengetahui makanan yang ditentukan/diresepkan
penyebab rematik 2. Keluarga mampu 1606 Berpartisipasi dalam 5250 Dukungan membuat
o Keluarga mengatakan memutuskan untuk memutuskan perawatan keputusan
melarang Ny. S banyak merawat, kesehatan 5270 Dukungan emosional
beraktifitas bila muncul meningkatkan atau 2202 Kesiapan care giver 7040 Dukungan care giver
nyeri di lututnya memperbaiki dalam perawatan 5310 Membangun harapan
Data Objektif kesehatan dirumah
o Ny. S tampak 1700 Kepercayaan kesehatan
menunjukan daerah (Health Beliefs)
yang terasa sakit 2605 Partisipasi keluarga
o Ny. S tampak dalam perawatan
memegangi lututnya. profesional
3. Keluarga mampu 1622 Perilaku kepatuhan; 1100 Manajemen nutrisi yang
merawat anggota menyiapkan diet dengan tepat
keluarga untuk tepat 1400 Manajemen nyeri
meningkatkan atau 1632 Perilaku kepatuhan; 7140 Dukungan keluarga
memperbaiki melakukan aktifitas 7110 Peningkatan keterlibatan
kesehatan dengan tepat keluarga
1605 Kontrol nyeri
2205 Kemampuan keluarga
memberikan perawatan
langsung
4. Keluarga mampu 1908 Deteksi resiko 6490 Pencegahan jatuh
memodifikasi 1828 Pengetahuan tentang 6485 Manajemen lingkungan;
lingkungan; Kontrol pencegahan jatuh rumah yang aman
resiko dan keamanan 1909 Perilaku pencegahan
jatuh
1910 Menyiapkan lingkungan
rumah yang aman
5. Keluarga mampu 1806 Pengetahuan tentang 7400 Panduan pelayanan
memanfaatkan fasilitas sumber kesehatan kesehatan
kesehatan 1603 Perilaku mencarai 7560 Mengunjungi fasilitas
pelayanan kesehatan kesehatan
Diagnosis Keperawatan NOC NIC
Data Tujuan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data Subjektif : 10021994 Kurang TUM : Keluarga
o Ny. S mengatakan pengetahuan mengetahui penyakit
kurang mengetahui tentang rematik
penyakit TUK :
tentang penyakit
Setelah dilakukan 2x @
Reumatik 20 menit pertemuan 1602 Pengetahuan; Proses 5510 Pendidikan kesehatan;
o Ny. S mengatakan keluarga dapat : penyakit pengajaran proses penyakit
kurang memahami 1. Keluarga mampu 1831 Pengetahuan; yang dialami
cara perawatan memahami pengertian manajemen Rematik 5602 Pengajaran; proses
Reumatik rematik, penyebab 1802 Pengetahuan ; anjuran penyakit
Data Objektif : rematik, pencegahan diet 5614 Pengajaran; diet yang
serta pengobatannya 1808 Pengetahuan; tepat/dianjurkan
o Ny. S tampak selalu
Pengobatan 5616 Pengajaran; pengobatan
bertanya mengenai
1622 Perilaku kepatuhan; yang
penyakit reumatik
menyiapkan diet ditentukan/diresepkan
dengan tepat 1100 Manajemen nutrisi yang
1828 Pengetahuan tentang tepat
pencegahan jatuh 6490 Pencegahan jatuh
1806 Pengetahuan tentang 6485 Manajemen lingkungan;
sumber kesehatan rumah yang aman
7560 Mengunjungi fasilitas
kesehatan
VI. CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Tanggal/ Diagnosa
Tindakan Evaluasi TTD
Jam Keperawatan
5 Februari 2018 Kode : 00099 1. Memberikan pendidikan kesehatan; pengajaran S:
Pkl 15.00 WITA Diagnosa : Ketidakefektifan proses penyakit yang dialami kepada keluarga  Keluarga mengatakan memahami cara
pemilharaan kesehatan 2. Memberikan pengajaran; proses penyakit kepada manajemen rematik
keluarga  Ny. S mengatakan memahami diet
3. Memberikan pengajaran; diet yang tepat/dianjurkan rematik seperti apa saja
kepada keluarga  Ny. S mengatakan memahami regimen
4. Memberikan pengajaran; pengobatan yang pengobatan yang digunakan untuk
ditentukan/diresepkan rematik
5. Memberikan dukungan membuat keputusan kepada  Keluarga mengatakan akan membantu
keluarga Ny. S dalam perawatan kesehatannya
6. Memberikan dukungan emosional kepada keluarga  Keluarga mengatakan siap sebagai
7. Mendukung keluarga selaku care giver care giver dalam perawatan dirumah
8. Membantu membangun harapan klien dan keluarga untuk Ny. S
9. Membantu keluarga dalam memanajemen nutrisi  Keluarga percaya Ny. S akan sembuh
yang tepat  Keluarga mengatakan akan turut
10. Mengajarkan cara memanajemen nyeri berperan serta dalam pengobatan Ny. S
11. Meningkatkan dukungan keluarga termasuk mengantar ke Puskesmas
12. Meningkatkan keterlibatan keluarga O:
13. Mengajarkan cara mencegah jatuh  Ny. S nampak tenang dan bersemangat
14. Mengajarkan cara manajemen lingkungan; rumah  Keluarga nampak mulai paham dengan
yang aman penjelasan yang diberikan
15. Memberikan panduan pelayanan kesehatan A : Masalah teratasi
16. Menganjurkan klien mengunjungi fasilitas P : Lanjutkan intervensi 9-16
kesehatan/puskesmas
8 Februari 2018 Kode : 00099 9. Membantu keluarga dalam memanajemen nutrisi S:
Pkl 15.00 WITA Diagnosa : Ketidakefektifan yang tepat  Keluarga mengatakan akan
pemilharaan kesehatan 10. Mengajarkan cara memanajemen nyeri menghindari makanan pemicu rematik
11. Meningkatkan dukungan keluarga  Keluarga mengatakan akan melakukan
12. Meningkatkan keterlibatan keluarga tindakan yang tepat mengatasi rematik
13. Mengajarkan cara mencegah jatuh  Ny. S mengatakan mencoba kontrol
14. Mengajarkan cara manajemen lingkungan; rumah nyeri
yang aman  Keluarga mengatakan memberikan
15. Memberikan panduan pelayanan kesehatan perawatan secara mandiri
16. Menganjurkan klien mengunjungi fasilitas  Keluarga akan mendeteksi resiko jatuh
kesehatan/puskesmas  Keluarga dan Ny. S memahami tentag
tentang pencegahan jatuh
 Keluarga dan Ny. S mengaplikasikan
perilaku pencegahan jatuh
 Keluarga mengatakan menyiapkan
lingkungan rumah yang aman
 Keluarga memahami tentang sumber
kesehatan
 Keluarga mengatakan akan ke
Puskesmas
O:
 Keluarga nampak tenang
 Ny. S mulai latihan mengontrol
nyerinya
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan
Tanggal/ Diagnosa
Tindakan Evaluasi TTD
Jam Keperawatan
6 Februari 2018 Kode : 00099 S:
Pkl 15.00 WITA Diagnosa : Ketidakefektifan 1. Pendidikan kesehatan; pengajaran proses penyakit  Keluarga mengatakan memahami
pemilharaan kesehatan yang dialami proses terjadinya penyakit rematik
2. Pengajaran; proses penyakit  Keluarga mengatakan mengerti cara
3. Pengajaran; diet yang tepat/dianjurkan memanajamen penyakit rematik
4. Pengajaran; pengobatan yang ditentukan/diresepkan  Ny. S mengatakan memahami diet
5. Manajemen nutrisi yang tepat rematik seperti apa saja
6. Pencegahan jatuh  Ny. S mengatakan memahami jenis
7. Manajemen lingkungan; rumah yang aman pengobatan yang digunakan untuk
8. Mengunjungi fasilitas kesehatan rematik
 Keluarga mengatakan akan membantu
Ny. S dalam menyiapkan makanan agar
tidak terkena rematik
 Keluarga dan Ny. S memahami dan
sama-sama akan menghindari
penyebab jatuh di rumah
 Keluarga mengatakan akan turut
berperan serta dalam pengobatan Ny. S
termasuk mengantar ke Puskesmas
O:
 Keluarga nampak mulai paham dengan
penjelasan yang diberikan
 Ny. S nampak tenang dan bersemangat
A : Masalah teratasi
P : Lanjutkan intervensi dihentikan