Anda di halaman 1dari 11

ARTIKEL TEKNOLOGI BODI KENDARAAN

MATERIAL BODY KENDARAAN

Dosen Pedamping:
Muhkamad Wakid S.Pd., M.Eng.

Anggota Kelompok :

1. Windra Aji Saputra NIM : 16504241051


2. Fahmi Fergiyanto NIM : 16504241052
3. Zulfa Anwari NIM : 16504241053
4. Wikha Trisna Yudha NIM : 16504244017

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2018
1. Pendahuluan

Body merupakan bagian yang penting bagi kendaraan, selain sebagai penutup, body
juga berfungsi untuk mengatur aerodinamika serta mengontrol gaya yang ada saat terjadi
kecelakaan.

2. Karakteristik Body

Karena memiliki banyak kegunaan, pada struktur body harus memiliki


sifat/karakteristik tertentu, antara lain:

A. Rigidity (Kekakuan)
Kekakuan bengkok dan kekakuan torsi diperlukan untuk meminimalisir
deformasi pada bagian body. Semakin kaku bahannya maka semakin kuat menahan
deformasi, namun efek getaran yang disalurkan juga semakin besar.

B. Karakteristik Terhadap Getaran


Getaran-getaran yang dihasilkan dari mesin, roda, suspensi, maupun sistem
penggerak harus diperhitungkan. Hal ini berkaitan dengan ketebalan pelat,
elastisitas, serta sambungan body juga berpengaruh terhadap penyaluran getaran.
Jika terlalu banyak getaran yang tidak diredam, maka kondisi pengemudian akan
terasa kurang nyaman.

C. Tegangan Body Saat Terjadi Kecelakaan


Ketika terjadi kecelakaan, bagian body harus mampu mendukung keamanan
penumpang di dalam kabin. Selain dengan menahan gaya kinetik yang dihasilkan
kendaraan secara merata, struktur body juga harus mampu menyerap gaya kinetik
sebanyak mungkin tanpa melukai penumpang dalam kabin. Hal ini karena jika gaya
tersebut tidak diserap sebagian maka beban kejut yang diterima penumpang bisa
menjadi sangat besar

D. Kemudahan Dalam Perbaikan


Bagian kendaraan yang paling mungkin terkena dampak dari kecelakaan ( seperti
fender dan bumper ) harus dapat dengan mudah diganti dan diperbaiki.

3. Struktur Body
Pada suatu kendaraan, struktur body biasanya terdiri dari sheet-metal panels
(lembaran metal), berbagai macam dan ukuran besi pipa, serta panel lain yang disatukan
dengan multi-spot welding (las titik) atau di las dengan bantuan mesin/robot. Selain itu
strukturnya juga dapat memanfaatkan paku keling atau laser welding sebagai pengikat.
4. Material Body
1. Logam
1. Lembaran/Lempengan (Besi)
Lembaran metal dengan kualitas yang berbeda beda biasa digunakan dalam
pembuatan body kendaraan. Tebalnya juga bervariasi mulai dari 0,6 mm
hingga 3 mm. Proporsi paling banyak pada lembaran metal dengan ketebalan
0,75 – 1 mm. HSLA ( High Strenght Low Alloy ) juga biasa digunakan untuk
komponen yang memiliki tegangan tinggi. Pengaruhnya adalah produknya
menjadi lebih kuat dan memungkinkan ketebalannya dikurangi.

2. Steel (Baja)

Material ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam kekuatan,


pembentukan, biaya. Material ini sering digunakan karena memiliki
keunggulan :

1. Biaya Murah
2. Mudah dibentuk
3. Mudah didapat
4. Tidak mudah korosi dengan dilapisi seng
5. Mudah disambung
6. Mudah didaur ulang
7. Mampu menyerap energy tumbukan dengan baik

Kelemahan dalam pengaplikasian material baja di body yaitu:


1. Beban menjadi lebih berat
2. Mudah korosi jika tidak dilapisi

Macam – macam jenis baja :

A. Higher strength steels

Penerapan produk baja dengan kekuatan lebih tinggi sudah dilakukan


kurang lebih selama 25 tahun. Sebagian baja memiliki standar Euronorm
Atau Standar Nasional yang dikeluarkan. Rentang kekuatan baja ini terdiri
dari beberapa tingkatan dan mempunyai cara/perlakuan tersendiri dari
pengerjaannya.
B. Stainless steels
Baja ditambahkan lapisan Chromium/krom yang gunanya untuk
meningkatkan ketahanan terhadap korosi yang dihasilkan karena
pembentukan lapisan pelindung Chromium Oksida.
Meskipun penggunaan Stainless Steel tidak secara luas pada kendaraan
saat ini, namun tetap ada beberapa kendaraan yang menggunakan baja ini
dalam pengaplikasian kendaraan komersil, contohnya pada bus.
Keuntungan menggunakan baja jenis ini :
1. Tahan Karat
2. Kemudahan dalam pembentukan
3. Penggunaan infrastruktur manufaktur yang sama seperti baja
ringan

Kelemahan penggunaan baja jenis ini, yaitu :


1. Biaya yang tinggi
2. Sumber suplai yang terbatas untuk pengaplikasian dalam otomotif
3. Aluminium
Aluminium termasuk kepadatan rendah (yang hanya sekitar tiga kali lipat
dari air), daktilitas (yang memungkinkan untuk ditarik ke dalam kawat), dan
kelenturan (yang berarti dapat dengan mudah dibentuk menjadi lembaran
tipis).
Keuntungan dari aluminium adalah :
1. Tahan karat
2. Mudah didaur ulang
3. Suplai mudah

Kelemahan :

1. Biaya yang tinggi dan berfluktuasi


2. Tingkat pembentukan yang lebih jelek dari baja biasa
3. Lebih sulit dilas daripada baja biasa

4. Magnesium

Magnesium merupakan logam berwarna putih keperakan. Magnesium adalah


bahan logam yang paling ringan diantara semua logam. Keuntungan
penggunaan magnesium yaitu:

1. Lebih ringann

2. Mampu untuk cetakan tipis

Kelemahan penggunaan magnesium yaitu :

1. Biayanya lebih tinggi

2. Non Logam
1. Polimer
Material lain yang dapat digunakan yaitu plastik. Plastik dapat digunakan
pada beberapa bagian terpisah karena memiliki sifat yang lebih lentur, ringan,
minim pemuaian, tidak berkarat dan tidak menghantarkan listrik. Contoh
penggunaan plastik dalam body kendaraan dapat dilihat berikut:

a) Thermoplastic
Terdapat dua jenis yaitu amorphous ( tak berbentuk ) dan crystalline.
Jenis amorphous thermoplastic terdiri dari polyphenylene oxide (PPO),
polycarbonate (PC) and acrylonitrile butadiene styrene (ABS).

Keuntungan dari tipe amorphous thermoplastic yaitu :

a. Dimensinya lebih stabil


b. Penyusutan cetakan lebaih kecil dibanding crystalline
c. Bisa diaplikasikan pada struktur busa
Kelemahan dari tipe amorphous thermoplastic :

a. Lebih mudah tergores


b. Waktu proses lebih lama dibanding jenis crystalline
c. Tidak kuat terhadap beban dinamis/fatigue

1) Crystalline Thermoplastic
Susunan molekul dari plastik kristal adalah teratur. Keteraturan
ini dapat dibuat dengan cara pendinginan yang relatif lama. Plastik
kristal cenderung tidak transparan.Terdiri dari nylon (PA),
polypropylene (PP) and polyethylene (PE)

Keuntungan jenis ini adalah :

a. Lebih tahan terhadap pemakaian, lebih tahan terhadap beban


dinamis/fatigue,
b. Lebih tahan terhadap regangan dibanding amorphous
c. Lebih tahan terhadap terhadap suhu jika diaplikasikan dengan
fiber

Kelemahan jenis ini adalah :

a. Resiko penyusutan lebih tinggi dan bervariasi


b. Sulit direkat menggunakan bahan adhesive

2) Amorphose
Susunan molekul dari plastik amorphous cenderung tidak beraturan.
Plastik amorphous biasanya bening atau transparan selama tidak ada
filler atau campuran lain. Contoh plastik jenis ini adalah aklirik
ditoko-toko.

b) Thermosets
Keuntungan dari jenis ini yaitu :
a. Lebih tahan terhadap perubahan suhu dibanding thermoplastic
b. Dimensi relative tidak berubah/stabil
c. Lebih keras dan tahan terhadap goresan dibanding thermoplastic

Kelemahan jenis ini :


a. Lebih getas dan cepat patah
b. Sulit didaur ulang
c. Lebih sulit mendapatkan kualitas A dalam finishingnya.
2. Komposit
Composite materials, adalah suatu material yang dibuat dari dua atau lebih
material penyusun yang saling memiliki perbedaan sifat fisik dan kimia, yang
jika dikombinasikan akan menghasilkan material berkarakteristik berbeda
dengan material-material penyusunnya. Material komposit tersusun atas dua
komponen utama yakni matriks dan material penguat (reinforcement)
a) Carbon Fiber
Carbon Fiber (serat karbon), sebagai alternatif grafit serat, karbon grafit atau
CF, merupakan bahan yang sangat tipis yang terdiri dari serat sekitar 0,005-
0,010 mm dan sebagian besar terdiri dari karbon atom. Atom karbon terikat
bersama dalam kristal mikroskopis yang lebih atau kurang sejalan sejajar
dengan sumbu panjang serat. The alignment kristal membuat serat yang
sangat kuat untuk ukurannya. Beberapa ribu serat karbon yang terbelit
bersama untuk membentuk sebuah benang , yang dapat digunakan dengan
sendirinya atau ditenun menjadi kain.
Keuntungan Carbon Fiber :
1) Lima kali lebih kuat dari pada baja
2) 2/3 lebih ringan dari pada baja
Kelemahan Carbon Fiber:

1) Dua kali lebih kaku(getas) dari pada baja

Proses pembuatan karbon fiber sebagian merupakan proses kimia dan


sebagian yang lain adalah proses mekanik. Berikut adalah tahapan proses
manufaktur karbon fiber yang menggunakan bahan baku polyacrylonitrile:

1) Spinning

Bubuk acrylonitrile dicampur dengan plastik lain seperti methyl


acrylate atau methyl methacrylate, serta direaksikan dengan katakisator
untuk menghasilkan plastik polyacrylolonitrile. Plastik ini lalu dibentuk
menjadi serat dengan jalan mencampurnya dengan bahan kimia tertentu
lalu dipompa melewati nozzle kecil ke dalam sebuah wadah berisi cairan
kimia sehingga ia terkoagulasi dan memadat membentuk serat-serat.
Pada proses ini terjadi pembentukan struktur atom di dalam serat.
Selanjutnya fiber dicuci dan ditarik (strecthing) untuk mendapatkan
ukuran diameter yang diinginkan.

2) Stabilizing

Sebelum proses selanjutnya, fiber dipanaskan di media udara pada


suhu 200-300°C untuk mengikat molekul oksigen dari udara sehingga
susunan ikatan kimia molekul serat menjadi lebih stabil. Karena proses
kimia yang terjadi akan menimbulkan panas internal, maka pengawasan
proses ini harus dilakukan dengan ketat untuk menghindari overheating.
Proses ini biasanya dilakukan dengan jalan melewatkan serat ke
beberapa ruang panas yang tersusun secara seri.

3) Carbonizing

Setelah molekul serat stabil, serat dipanaskan pada temperatur 1.000-


3.000°C di dalam ruangan berisi campuran gas yang tidak mengandung
oksigen sama sekali. Tidak adanya kandungan oksigen di dalam ruang
pemanas berfungsi untuk mencegah terbakarnya serat karbon. Tekanan
gas di dalam pemanas dijaga lebih tinggi daripada tekanan udara
atmosfer untuk mencegah udara luar masuk ke dalam pemanas. Selain
itu sisi keluar dan masuk serat karbon di-sealing untuk mencegah
kebocoran gas. Tahapan proses ini berfungsi untuk menghilangkan
atom-atom non-karbon yang terkandung di dalam serat seperti uap air,
gas amonia, karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, dan
lain sebagainya. Keluarnya molekul-molekul non-karbon tersebut akan
membuat molekul-molekul karbon saling membentuk ikatan kristal yang
lebih kuat. Proses karbonisasi ini biasanya melibatkan dua atau lebih
ruang pemanas yang masing-masing berbeda temperatur untuk lebih
memudahkan dalam mengontrol kenaikan temperatur.

4) Oxidation

Setelah proses karbonisasi, permukaan fiber tidak memiliki ikatan


yang kuat dengan resin maupun juga komponen komposite lainnya.
Untuk menghasilkan ikatan yang kuat dipermukaan fiber, maka
diperlukan proses oksidasi lanjutan. Penambahan atom oksigen akan
menghasilkan ikatan kimia yang lebih kuat pada permukaannya, serta
menghasilkan semacam lapisan kuat dipermukaan serat. Proses oksidasi
ini dapat dilakukan dengan merendam serat karbon di dalam udara,
karbon dioksida, ozon, atau cairan kimia seperti sodium hipoklorit dan
asam nitrit. Proses ini harus dikontrol denganamat cermat agar tidak
menimbulkan cacat permukaan.

5) Sizing

Setelah proses perlakuan permukaan, serat karbon dilapisi dengan


bahan yang sesuai dengan tipe resin yang digunakan, seperti epoxy,
polyester, nylon, urethane, dan bahan lainnya. Pelapisan ini berfungsi
untuk melindungi fiber dari kerusakan pada proses selanjutnya. Serat
karbon yang telah dilapisi ini berbentuk lembaran dan digulung untuk
proses penyimpanan. Gulungan serat karbon ini disebut bobbin. Serat
karbon dalam bentuk lembaran ini siap dipotong dan dibentuk untuk
berbagai kebutuhan.

3. Kaca
Ada 4 jenis bahan baku utama yang dapat digunakan untuk menghasilkan kaca,
antara lain :

 Pasir silika

Pasir silika merupakan sumber dari SiO2. Pasir silika yang digunakan
sebagai bahan baku kaca adalah pasir silika yang tidak banyak
mengandung pengotor, baik dari bahan organik maupun bahan anorganik.
Pasir silika berguna untuk membentuk cairan gelas yang sangat kental yang
memiliki ketahanan terhadap perubahan temperatur yang mendadak.

 Dolomite (CaO.MgO.H2O )

Dolomite digunakan sebagai sumber CaO dan MgO. Dolomite ini biasanya
berupa mineral tambang berwarna putih. Penggunaan dolomite sangat
penting karena dapat mempermudah peleburan (menurunkan temperatur
peleburan) serta mempercepat proses pendinginan kaca.

 Soda Ash (Na2CO3)

Soda Ash ini digunakan sebagai sumber Na2O dan K2O. Fungsi dari Na2O
adalah menurunkan titik lebur. Secara umum, penggunaan Soda Ash adalah
mempercepat pembakaran, menurunkan titik lebur, mempermudah
pembersihan gelembung dan mengoksidasi besi.
 Cullet

Cullet merupakan sisa – sisa dari pecahan kaca yang dapat digunakan
sebagai salah satu bahan baku utama dari produksi kaca. Tujuan dari
penggunaan cullet ini adalah mengurangi 3 bahan baku utama di atas
sehingga biaya produksi dapat semakin kecil. Komposisi kimia dari cullet
sama dengan komposisi kimia kaca yang diproduksi. Selain itu,
penggunaan cullet ini dapat memperkecil melting point atau titik lebur dari
pembuatan kaca, sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar.