Anda di halaman 1dari 26

KAJI ULANG, PELATIHAN

DAN UJI COBA


SERI PELATIHAN “HOSPITAL DISASTER PLAN”
RS Panti Waluyo – Surakarta, 7 – 9 September 2017

YAKKUM Emergency Unit


Jl. Kaliurang KM 12, dsn Candi 3 no 34
Sardonoharjo, Ngaglik - Sleman
1
PELATIHAN
• Diperlukan pelatihan bencana yang terus
menerus untuk meningkatkan kesadaran staf
• Tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk
program pelatihan
• Mempunyai program pelatihan bersama dengan
organisasi lain mengenai topik-topik yang
berkaitan dengan respon bencana
• Rencana kesiapsiagaan diadaptasi dalam
aplikasi sehari-hari untuk memastikan personil
mengenal prosedur-prosedur kesiapsiagaan
bencana dengan baik.
• Materi pelatihan dan pendidikan kebencanaan
diberikan saat orientasi staf untuk
memudahkan pemahaman dan kesadaran staf
• Semua pemberi pelayanan kesehatan
profesional mempunyai tugas untuk
memahami aturan manajemen bencana, yang
meliputi komando, kontrol dan koordinasi,
peran mereka dan peran badan lain yang
terlibat, sehingga memastikan respon medis
yang efektif. Ini membutuhkan partisipasi
dalam program pendidikan yang tepat dan
latihan yang tepat
• Pembelajaran dari tiap-tiap bencana harus
dibagikan secara luas dan dimasukkan dalam
perencanaan masa mendatang untuk tujuan
mendidik.
• Penelitian yang tepat haruslah didukung dan
didanai. Hasil penelitian kemudian digunakan
untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan
dan informasi tersebut harus dibagikan
kepada yang lain
• Latihan respon bencana untuk rumah sakit
minimal setahun sekali.
• Latihan dapat dilaksanakan dalam institusi.
• Latihan dilakukan secara multi-agensi
sehingga dapat merasakan bentuk nyata dan
pengalaman praktis dalam menangani respon
darurat misalnya pemadam kebakaran, SAR.
• RS mencantumkan program latihan terkait
rencana kesiapsiagaan bencana dalam
rencana kesiapsiagaan RS.
• RS melakukan simulasi dan pelatihan untuk
menguji sistem tersebut untuk mencari celah
yang mungkin terlupakan
• Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan
bahwa latihan tersebut memberikan
pengetahuan yang tepat bagi semua personil
• Rencana kesiapsiagaan yang senantiasa
diperbaharui dan dilatih-ulang dengan baik,
diintegrasikan dengan perencanaan
masyarakat akan memberikan respon yang
efektif untuk menangani korban pada saat
bencana.
• RS memiliki personel yang terlatih dengan
baik, berkomitmen dan memiliki dedikasi,
yang siap memberikan pelayanan kesehatan
terutama dalam masa darurat dan sangat
dibutuhkan
TUJUAN LATIHAN KEBENCANAAN
• Mengenalkan pegawai RS kepada prosedur
kebencanaan dengan lebih baik
• Membuat staf-staf baru RS tahu prosedur saat
respon bencana
• Memungkinkan identifikasi masalah dalam
komponen respon yang berbeda (misalnya
komando kejadian, komunikasi, triase, arus
pasien, materi dan sumber daya dan keamanan)
• Menyediakan kesempatan untuk menerapkan
pembelajaran pada respon bencana
MEMPERSIAPKAN LATIHAN
• Menganalisa kebutuhan
• Mempertimbangkan siapa yang akan
menerima manfaat jika dilibatkan sebagai
partisipan.
• De-briefing harus dilakukan
• Laporan disiapkan dan diberikan
SIMULASI / UJI COBA
RENCANA KESIAPSIAGAAN RS
• Simulasi tidak hanya akan menekan ulang hal-
hal yang diajarkan pada pelatihan-pelatihan
yang terpisah, tapi juga akan menguji sistem
secara keseluruhan dan selalu dapat
menemukan celah yang mungkin terlupakan
• Temukan hambatan dan problem pada saat
simulasi tersebut
• Perhatikan masukan dari peserta yang didapat
pada saat simulasi
• Pengalaman sebelumnya dapat merupakan
masukan berharga bagi kesiapsiagaan fasilitas
kesehatan
• Memvalidasi kesiapsiagaan dan efektifitas
rencana kesiapsiagaan bencana diperlukan
juga untuk mengukur kualitas pelayanan
rumah sakit;
• Perlunya indikator atau alat ukur untuk
mengevaluasi rencana kesiapsiagaan bencana
tersebut.
• Evaluasi sistematik pada simulasi bencana
setiap rumah sakit akan menentukan
efektifitas pelatihan secara keseluruhan dan
juga mengindetifikasi komponen respon
tertentu yang membutuhkan perhatian lebih
jauh.
• Ada spesifik aspek dari rencana kesiapsiagaan
yang diuji cobakan misalnya keamanan, media
dll
• Fasilitas kesehatan perlu melakukan simulasi
rencana kesiap siagaan minimal 2 kali setahun
di mana 1 diantaranya melibatkan masyarakat
dan pihak lain untuk menilai struktur
koordinasi, komunikasi dan sistem komando.
KESALAHAN YANG SERING TERJADI
?????
• Selama simulasi, para staf melakukan peran
mereka sebagaimana yang sering dilakukan
saat kekacauan, keributan atau gangguan,
termasuk kesalahan yang sering terjadi
seharusnya yang dilakukan adalah hal yang
benar, sehingga ke depan, saat bencana, yang
dilakukan sudah benar
• Dari struktur menjadi kulturt
KAJI ULANG
• Memperbaiki rencana kesiapsiagaan rumah
sakit berdasarkan temuan yang dikumpulkan
selama respon bencana sebelumnya dan saat
simulasi dengan melibatkan banyak staf.
• Merekomendasikan rumah sakit untuk
mengembangkan alat dan metode untuk
monitoring dan evaluasi rencana
kesiapsiagaan bencana.
• Rumah sakit dapat memeriksa apakah ada
penyimpangan dari rancangan awal dan
apakah rencana tersebut akan memastikan
keamanan dan pelayanan rumah sakit yang
dapat diakses sepanjang waktu oleh korban
bencana.
TANTANGAN
• Tantangan utama yang akan muncul di rumah
sakit adalah bagaimana perencanaan dan
respon kedaruratan dipertimbangkan bukan
sebagai satu kejadian terpisah, tapi sebagai
perencanaan harian yang terintegrasi dengan
operasional rumah sakit.
• Tantangan bagi manajemen senior rumah
sakit adalah bagaimana menyeimbangkan
perencanaan yang komprehensif dengan
kenyataan yang ada.
LIVING IN HARMONY WITH DISASTER
SUMBER
• AHRQ, 2004.Training of Hospital staf To Respond to a Mass
Casualty Incident. Evidence Report/Technology Assessment,
Number 95 http://www.ahrq.gov/clinic/epcsums/
hospmcisum.htm
• APIC Bioterrorism Working Group, 2002. Mass Casualty
Disaster Plan Checklist: A Template for Healthcare Facilities.
Saint Louis University, School of Public Health. Retrieved
November 14, 2008, from http//www.apic.org/ bioterror/
checklist.doc
• Emergency Management Australia, 1999. Australian
Emergency Manuals Series Part III. Emergency Management
Practice Volume 1—Service Provision, Manual 2, Disaster
Medicine, Health and Medical Aspects of Disasters, Second
Edition
• Mehta, S., 2006. Disaster and mass casualty management in a
hospital: How well are we prepared?. J Postgrad Med, 52,
issue: 2, pp. 89-90.
http://www.jpgmonline.com/article.asp?issn=00223859;year=
2006;volume=52;issue=2;spage= 89;epage=90;aulast=Mehta
• Thomas, T.L., Hsu, E.B., Kim, H.K., Colli, S., Arana, G. & Green,
G.B., 2004. The Incident Command System in Disasters:
Evaluation Methods for a Hospital-based Exercise. Prehospital
and Disaster Medicine, 20 (1). Retrieved December 1, 2008,
from http://pdm.medicine.wisc.edu/20-1%20PDFs/ Green.
pdf
• WHO, 2008. Hospitals Safe from Disasters Reduce Risk,
Protect Health Facilities, Save Lives. 2008-2009 World Disaster
Reduction Campaign http://www.unisdr.org/eng/ public_
aware/world_camp/2008-2009/pdf/ wdrc- 2008-2009-
information-kit.pdf
Terimakasih

Yakkum Emergency Unit

Jl. Kaliurang Km 12 Dsn Candi 3 no.34 Rt 03/Rw 06,


Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.
Tlp : +62 274 882477
E-Mail : yeu@yeu.or.id
FB : Yakkum Emergency Unit
Website : www.yeu.or.id & www.disasteroasis.org