Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEGIATAN

F1. UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PHBS DI SEKOLAH

Disusun oleh:

dr. Reschita Adityanti

INTERNSIP DOKTER INDONESIA

PUSKESMAS DEMAK III KABUPATEN DEMAK

PERIODE FEBRUARI – MEI 2015


HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Usaha Kesehatan Masysrakat

Laporan F1. UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN


MASYARAKAT

Topik :

PHBS DI SEKOLAH

Diajukan dan dipresentasikan dalam rangka praktik klinis dokter internship sekaligus
sebagai bagian dari persyaratan menyelesaikan program internship dokter Indonesia di
Puskesmas Demak III Kabupaten Demak

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal Mei 2015

Mengetahui,
DokterPendamping
Dokter Internship,

dr. Retno Widhiastuti


dr. Reschita Adityanti NIP. 19740606 200801 2 014
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Paradigma sehat tersebut dijabarkan dan dioperasionalkan dalam bentuk Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yaitu dalam budaya hidup perorangan, keluarga dan
masyarakat yang berorientasi sehat, serta bertujuan untuk meningkatkan, memelihara
dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental maupun sosial.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah adalah kebiasaan/ perilaku positif yang
dilakukan oleh setiap komponen lingkungan sekolah yaitu oleh setiap siswa, guru,
penjaga sekolah, petugas kantin sekolah, orang tua siswa, dan lain-lain yang dengan
kesadarannya untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya serta aktif dalam
menjaga lingkungan sehat di sekolah. Perilaku hidup bersih dan sehat perlu dilakukan
sekolah dengan tujuan agar siswa, guru, penjaga sekolah, petugas kantin sekolah,
orang tua siswa dan lain-lain terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman
penyakit, sekolah menjadi bersih dan sehat sehingga meningkatkan semangat proses
belajar-mengajar dan akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan kebutuhan mutlak
seiring dengan banyaknya penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6 – 10
tahun), yang ternyata umumnya berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Oleh karena itu penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah harus menjadi
program wajib puskemas dalam rangka meningkatkan promosi kesehatan dan
menumbuhkan kesadaran anak berperilaku sehat sejak dini.
B. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
 Rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman anak sekolah dasar tentang
perilaku hidup bersih dan sehat.
 Jumlah anak sekolah penderita penyakit infeksi yang terus meningkat akibat
kurangnya pengetahuan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sehari-
hari.

C. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI


Pemberian informasi dilakukan dengan metode penyuluhan. Penyuluhan kali ini
difokuskan terhadap pemberian informasi kepada para guru sekolah dasar binaan
wilayah Puskesmas Demak 3. Penyuluhan disampaikan dengan metode langsung
(direct communication/ face to face communication) dan penyampaiannya
menggunakan leaflet .
D. PELAKSANAAN
Penyuluhan dilakukan secara tatap muka, dihadiri oleh beberapa dokter intership
dan sejumlah guru sekolah dasar.
Hari/tanggal : Selasa, 17 Maret 2015
Waktu : 09.00-11.00
Tempat : SD 2 Cabean Demak
Peserta : 50 orang
Kegiatan : Penyuluhan mengenai PHBS Sekolah
Penyuluhan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyuluhan tentang
PHBS, meliputi definisi, manfaat, serta indicator untuk mencapai target PHBS Sekolah.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab.

E. MONITORING, EVALUASI DAN KESIMPULAN

Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengecekan pemahaman peserta


penyuluhan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah
disampaikan. Pertanyaan yang dijawab dengan benar oleh peserta penyuluhan
merupakan bukti keberhasilan bahwa penyuluhan yang telah dilakukan mampu di
terima dan dipahami oleh peserta.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi
Perilaku hidup bersih dan sehata (PHBS) adalah semua perilaku
kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau
keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat
berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat.

PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang


dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas
dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu
mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam
mewujudkan lingkungan sehat. Penerapan PHBS ini dapat dilakukan melalui
pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah adalah kebiasaan/ perilaku


positif yang dilakukan oleh setiap komponen lingkungan sekolah yaitu oleh
setiap siswa, guru, penjaga sekolah, petugas kantin sekolah, orang tua siswa,
dan lain-lain yang dengan kesadarannya untuk mencegah penyakit,
meningkatkan kesehatannya serta aktif dalam menjaga lingkungan sehat di
sekolah. PHBS perlu dilakukan sekolah dengan tujuan agar siswa, guru,
penjaga sekolah, petugas kantin sekolah, orang tua siswa dan lain-lain
terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit, sekolah menjadi
bersih dan sehat sehingga meningkatkan semangat proses belajar-mengajar
dan akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.

B. Manfaat
1. Bagi Siswa Sekolah
 Meningkatkan pengetahuan mereka tentang perilaku hidup bersih dan sehat
sehingga dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sejak
dini.
 Meningkatkan status kesehatan anak, karena dengan menerapkan perilaku
hidup bersih dan sehat mereka akan terhindar dari penyakit menular.

2. Bagi Sekolah
 Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga anak terhindar dari
berbagai gangguan dan ancaman penyakit.
 Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada
prestasi belajar peserta didik.
 Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain

3. Bagi Puskesmas
 Pelaksanaan kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi puskesmas, karena
merupakan salah satu kegiatan promosi kesehatan yang masih merupakan
bagian dari program puskesmas yaitu upaya pelayanan kesehatan masyarakat
primer.

C. Indikator PHBS

Beberapa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah:

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun itu penting
karena air bersih yang mengalir membersihkan kotoran dan kuman-kuman, sabun
dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun, kotoran dan
kuman masih tertinggal di tangan. Air kotor juga banyak mengandung kuman dan
bakteri penyebab penyakit antara lain, mencret/diare, cacingan, typhus, flu burung,
dan lain-lain.

2. Jajan di kantin sekolah yang sehat.


Jajanan sehat adalah jajanan yang bersih, aman, sehat dan mengandung zat gizi seperti
karbohidrat, protein dan vitamin. Contoh jajanan sehat: gado-gado, pisang goreng,
lemper, tahu isi, singkong, bakwan, buah-buahan, dan lain-lain. Ketika kita jajan
sembarangan, kita tidak dapat memastikan apakah jajanan tersebut bersih, bergizi,
sehat dan aman. Jajanan tidak bersih dapat tercemar kuman. Jajan sembarangan tidak
aman karena kita tidak tahu apakah bahan makanan tambahan yang digunakan seperti
zat pewarna, zat pengawet, bumbu penyedap apakah aman bagi kesehatan kita.

3. Membuang sampah pada tempatnya


Sampah adalah sarang kuman dan bakteri penyakit. Membuang sampah pada
tempatnya menghindari tubuh supaya tidak tertular penyakit, juga menjaga kebersihan
lingkungan sekolah.

4. Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah


Tujuan olahraga secara rutin adalah agar tubuh selalu bugar, untuk memelihara
kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit, untuk pertumbuhan
dan perkembangan fisik yang optimal. Sedangkan manfaat dari olahraga teratur adalah
berat badan terkendali, otot lebih lentur dan tulang lebih kuat, bentuk tubuh ideal dan
proporsional, daya tahan tubuh terhadap penyakit lebih baik.

5. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan


Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur paling tidak 6
bulan sekali, berarti siswa dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan badan
serta status gizi: kurang, baik atau lebih. Dengan mengamati pertumbuhan berat badan
dan tinggi badan dari waktu ke waktu, dapat diketahui perkembangan kesehatannya.

6. Bebaskan diri dari asap rokok


Rokok berbahaya karena pada 1 batang rokok mengandung 4000 bahan kimia dan 43
senyawa tersebut terbukti menyebabkan kanker. Bahan utama rokok terdiri dari
nikotin, tar dan karbonmonoksida. Bahaya merokok ialah dapat menderita kanker,
penyakit jantung dan pembuluh darah, batuk-batuk yang menahun (kronik), kelainan
kehamilan, kerusakan gigi, dan kehilangan pendengaran. Cara untuk terhindari dari
merokok ialah jang pernah mencoba untuk merokok, jangan mau terbujuk oleh rayuan
merokok, berani katakan tidak kalau ada yang menawari merokok, pilih dan bergaulah
dengan teman yang tidak merokok.

7. Memberantas jentik nyamuk di sekolah


Perlunya dilakukan pemberantasan jentik di sekolah adalah agar siswa terhindar dari
berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, malaria, dan
kaki gajah, dan juga membuat lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat. Cara
memberantas jentik nyamuk yaitu dengan melakukan cara 3M, yaitu menguras tempat
penampungan air seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air,
menguburkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng
bekas, plastik, dan lain-lain. Pemeriksaan jentik berkala dan 3M dilakukan secara
teratur setiap minggu di sekolah.

8. Buang air kecil dan air besar di jamban sekolah


Pentingnya untuk membuang air besar dan kecil di jamban adalah untuk menjaga
lingkungan agar selalu bersih, sehat dan tidak berbau, tidak mencemari sumber air
yang ada di sekitarnya, dan tidak menimbulkan datangnya lalat yang dapat menjadi
penular penyakit diare, kolera, disentri, tipus, cacingan, dan lain-lain. Cara
menggunakan jamban dengan benar adalah menggunakan jamban duduk jangan
berjongkok karena kaki/alas kaki akan mengotori jamban, kemudian menyiram bersih
setelah buang air kecil dan besar, tidak membuang sampah pada lubang jamban agar
tidak tersumbat dan mengingatkan warga sekolah untuk menjaga kebersihannya.
DAFTAR PUSTAKA

1. Pedoman Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 2010. Dinas
Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
2. Panduan Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pendidikan. 2009. Pusat
Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
3. Anonim. http://www.puskel.com/5-pesan-dasar-cara-hidup-sehat-di-lingkungan-
sekolah/. Diakses tanggal 22 April 2015.