Anda di halaman 1dari 3

Meropenem

Indikasi : Meropenem digunakan untuk mengatasi infeksi intraabdominal, meningitis,


infeksi kulit, febril neutropenia, liver abscess, otitis eksterna, pneumonia,
septicemia, infeksi saluran kemih, dan infeksi akibat Burkholderia
pseudomallei (Lacy et al., 2009). Selain itu dapat digunakan untuk infeksi
bakteri seperti Acinetobacter, Campylobacter, dan Clostridium (McEvoy,
2011).
Mekanisme aksi: Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan
penicillin-binding protein (Lacy et al., 2009). Meropenem memiliki
spektrum antibakteri antara lain terhadap bakteri aerob gram positif dan gram
negatif serta beberapa bakteri anaerob (McEvoy, 2011).
Kontraindikasi: hipersensitif terhadap meropenem, komponen dalam formulasi, golongan
carbapenem lainnya seperti imipenem; memiliki riwayat reaksi anafilaksis
terhadap golongan β laktam (Lacy et al., 2009).
Dosis : (Lacy et al., 2009)
 Infeksi intraabdominal, febril neutropenia:
- anak ≥ 3 bulan (≤50kg): 20mg/kgBB tiap 8jam (maks 1g tiap 8jam)
- anak ≥ 3 bulan (≥50kg), dewasa: 1g tiap 8jam
 Infeksi kulit:
- anak ≥ 3 bulan (≤50kg): 10mg/kgBB tiap 8jam (maks 500mg tiap
8jam)
- anak ≥ 3 bulan (≥50kg), dewasa: 500mg tiap 8jam
 Meningitis
anak ≥ 3 bulan (≤50kg): 40mg/kgBB tiap 8jam (maks 2g tiap 8jam)
- anak ≥ 3 bulan (≥50kg), dewasa: 2g tiap 8jam
 Otitis eksterna, pneumonia
- dewasa: 1g tiap 8jam
 Liver abscess
- dewasa: 1g tiap 8jam selama 2-3minggu
 Infeksi saluran kemih
- dewasa: 500-1000mg tiap 8jam
 Infeksi Burkholderia pseudomallei
- dewasa: 1g tiap 8jam
 Infeksi bakteri
- dewasa: 1,5-3g dalam sehari dalam dosis terbagi tiap 8jam
Dosis pada pasien gangguan ginjal (ClCr ≤50ml/menit)
ClCr (ml/menit) Dosis sehari
26-50 Dosis rekomendasi, diberikan setiap 12jam
10-25 50% dari dosis rekomendasi, diberikan setiap 12jam
<10 50% dari dosis rekomendasi, diberikan setiap 24jam
Meropenem dan metabolitnya terdialisa, sehingga perlu pemberian dosis
meropenem setelah pasien menjalani dialisis.
Bentuk Sediaan : Serbuk injeksi 500mg dan 1000mg
Rekonstitusi : Serbuk meropenem dapat direkonstitusi dengan sterile water for injection
(SWFI), NS atau D5. Meropenem 500mg direkonstitusi dengan 10ml pelarut
sedangkan Meropenem 1g direkonstitusi dengan 20ml pelarut (Lacy et al.,
2009).
Administrasi : IV infus selama 15-30 menit, IV bolus selama 3-5menit (Lacy et al., 2009).
Penyimpanan : Serbuk injeksi disimpan di suhu ruang 20-25oC.
Injeksi yang direkonstitusi dengan SWFI stabil selama 2jam bila disimpan di
suhu 15-25 oC atau sampai 12jam bila disimpan di lemari es.
Injeksi yang direkonstitusi dengan NS stabil selama 2jam bila disimpan di
suhu 15-25 oC atau sampai 18jam bila disimpan di lemari es.
Injeksi yang direkonstitusi dengan D5 stabil selama 1jam bila disimpan di
suhu 15-25 oC atau sampai 8jam bila disimpan di lemari es.
Larutan infus dalam NS stabil selama 4jam bila disimpan di suhu 15-25 oC
atau 24jam bila disimpan di lemari es.
Larutan infus dalam D5 stabil selama 1jam bila disimpan di suhu 15-25 oC
atau 4jam bila disimpan di lemari es (Lacy et al., 2009).
Populasi khusus: Untuk ibu hamil termasuk kategori B. Tidak diketahui meropenem
terdistribusi ke air susu atau tidak (Lacy et al., 2009; McEvoy, 2011).
Keamanan dan efektifitas tidak established untuk anak usia kurang dari 3
bulan (McEvoy, 2011).
Interaksi : (McEvoy, 2011)
Obat Efek Keterangan
Probenecid Menyebabkan penurunan sekresi Penggunaan
renal tubular dari meropenem; meropenem dan
menyebabkan peningkatan probenecid bersamaan
konsentrasi dan AUC meropenem, tidak
serta memperpanjang waktu paruh direkomendasikan
meropenem
Asam Pemberian bersamaan dengan Gunakan meropenem
valproat asam valproat menyebabkan dan asam valproat
penurunan konsentrasi asam bersamaan dengan hati-
valproat; memungkinkan terjadinya hati
peningkatan resiko kejang

Efek samping : umumnya menyebabkan efek pada saluran pencernaan (diare, mual, muntah,
konstipasi), reaksi lokal (nyeri dan bengkak pada lokasi penyuntikan,
pheblitis/tromboplebitis), sakit kepala, anemia, rash, pruritus, sepsis, apnea,
shock, glositis, candidiasis mulut (Lacy et al., 2009; McEvoy, 2011).
Farmakokinetika: (Lacy et al., 2009)
Distribusi: Vd dewasa ~0,3L/kg, Vd anak 0,4-0,5L/kg, Meropenem
berpenetrasi baik ke cairan tubuh dan jaringan, serta
terdistribusi ke CSF. Ikatan protein meropenem ~2%.
Eliminasi: Meropenem dimetabolisme melalui hepar dan dieliminasi melalui
urin. Waktu paruh meropenem: 1-1,5 jam (ginjal normal), 1,9-
3,3jam (ClCr 30-80ml/menit), 3,82-5,7jam (ClCr 2-30ml/menit)

Daftar pustaka:
Lacy, C.F., Armstrong, L.L., Goldman, M.P. and Lance, L.L., 2009. Drug Information
Handbook. 17th Edition. Canada: Lexi-Comp Inc.
McEvoy, G. K. Eds. 2011. AHFS Drug Information Essential. Bethesda: American Society
of Health-System Pharmacists.