Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tidur adalah suatu perilaku reversible dimana seseorang tidak akan merespon

terhadap lingkungannya dalam waktu tertentu.1 Ketika tidur, fungsi otak dan

tubuh tetap aktif dan tidur dibutuhkan untuk istirahat setelah beraktivitas seharian

penuh.2 Proses tidur sering mengalami gangguan salah satu diantara gangguan

tidur adalah insomnia, yaitu suatu keadaan susahnya seseorang untuk tidur

sehingga mengakibatkan kualitas tidurnya terganggu. Hal ini dapat mengakibatkan

penurunan efisiensi kerja dan juga dalam kegiatan belajar, terutama pada

mahasiswa.3 Mahasiswa sering mengalami insomnia yang akan meyebabkan

gangguan pada mood, kesehatan dan juga nilai akademis. Hal ini umumnya terjadi

diakibatkan oleh penggunaan media sosial yang sudah merambah luas di

masyarakat. Perkembangan media sosial dan internet ini, membawa dampak buruk

bagi seluruh masyarakat tidak terkecuali para mahasiswa.4

Media sosial merupakan perkembangan mutakhir dari teknologi-teknologi

web baru berbasis internet, yang memudahkan semua orang unttuk dapat

berkomunikasi, berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan

secara online, sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post diblog,

1
2

tweet, instagram, facebook, atau video youtube dan direproduksi dan dapat dilihat

secara langsung oleh jutaan orang secara gratis.5

Adapun studi yang dilakukan oleh Associated Chamber of Commerce and

Industry of India (ASSOCHAM) tahun 2012,dalam penelitian yang dilakukan

pada 2000 remaja di India dengan rentang usia 12-20 tahun terbukti bahwa

mayoritas responden menyatakan bahwa kecanduan penggunaan medial sosial

telah membuat mereka insomnia, depresi dan hubungan personal yang buruk

dengan rekan-rekan mereka di dunia nyata.6

Di Indonesia sendiri berdasarkan studi yang dilakukan oleh Kementrian

Komunikasi dan Informatika yang bekerjasama dengan United Nations

International Children’s Emergency Fundation (UNICEF) padatahun 2014 yang

berjudul “Digital Citizenship Safety among Children and Adolescents in Indonesia”

(Keamanan Penggunaan Media Sosial pada Anak dan Remaja di Indonesia), hasil

survey menemukan fakta, bahwa : Studi ini menemukan bahwa 98% dari remaja

yang disurvei internet dan bahwa 79,5% diantaranya adalah pengguna internet.

Pencarian informasi yang dilakukan sering didorong oleh tugas-tugas sekolah,

sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan didorong oleh kebutuhan

pribadi.7

Sampai saat ini, Indonesia masih jarang melakukan penelitian yang berkaitan

dengan insomnia dan penyebabnya terutama pada mahasiswa


3

kedokteran.Mengingat kurangnya dilakukan penelitian terhadap permasalahan

insomnia yang dialami terutama pada mahasiswa serta kaitannya dengan pengaruh

media sosial maka penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua

hal tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Bedasarkan latar belakang masalah diatas, adakah hubungan penggunaan

media sosial dengan insomnia pada mahasiswa program studi pendidikan dokter

fakultas kedokteran Universitas Abulyatama aceh besar tahun 2015 ?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan insomnia pada

mahasiswa studi pendidikan dokter Universitas Abulyatama.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi pengembangan

ilmu kedokteran selanjutnya tentang hubungan penggunaan media sosial dengan

insomnia.
4

1.4.2 Manfaat Praktis

Sebagai referensi terhadap mahasiswa tentang pencegahan dari penggunaan

media sosial dan insomnia. Selain itu juga, dapat meningkatkan pengetahuan

tentang bahaya insomnia dan pengaruh media sosial sehingga mahasiswa dapat

mawas diri terhadap gejala insomnia dan pengaruh buruknya.