Anda di halaman 1dari 9

DEBIT AIR PADA IRIGASI BENDUNG BISSUA

Kusdini

G111 16 053

kusdini19@gmail.com

ABSTRAK
Debit air merupakan laju aliran air dalam bentuk volume air yang melewati suatu
penampang melintang sungai persatuan waktu yang dinyatakan dalam satuan
meter per kubik per detik (m3/dt). Pada debit diperlukan data debit aliran untuk
perencanaan bangunan pengendali banjir. Tujuan praktikum ini untuk mengetahui
debit air pada bendung bissua. Pengukuran debit air dapat dilakukan dengan
mengukur kecepatan aliran pada aliran air dengan menggunakan pelampung. Dari
praktikum ini diperoleh hasil yaitu debit air pada hulu yaitu 4,39 m3/s dan pada
hilir 0,92 m3/3. Dimana debit air pada hulu lebih besar dibanding hilir, perbedaan
ini terjadi akibat sedimen mengalami suspensi dan perbedaan topografi pada
saluran irigasi.
Kata kunci : Debit air, Bendung Bissua, Saluran irigasi

PENDAHULUAN seberapa cepat air tersebut mengalir


Latar Belakang dalam waktu satu detik.
Debit air merupakan ukuran Irigasi adalah penambahan
banyaknya volume air yang dapat kekurangan kadar air tanah secara
lewat dalam suatu tempat atau yang buatan dengan cara menyalurkan air
ditampung dalam suatu tempat tiap yang perlu untuk pertumbuhan
satuan waktu yang dinyatakan dalam tanaman ke tanah yang diolah.
satuan meter kubik per detik (m3/s). Sebaliknya pemberian air yang
Dimana suatu debit air penting dalam berlebih pada tanah yang diolah itu
pengelolaan suatu daya aliran sungai. akan merusakkan tanaman. Daerah-
Debit air sangat penting sangat daerah yang rendah yang kurang baik
penting dilakukan untuk mengetahui drainasenya, selalu akan tergenang
seberapa banyak air yang megalir air. Pada daerah-daerah demikian,
pada suatu aliran sungai dan pelapukan dan dekomposisi tanah
tidak berkembang, sehingga daerah
itu tidak akan menjadi lingkungan debit air pada irigasi agar dapat
yang baik untuk pertumbuhan mengetahui besar kebutuhan air pada
tanaman. bidang pertanian.
Debit dan irigasi memiliki Tujuan dan Kegunaan
hubungan yang saling berkaitan. Tujuan dilakukannya praktikum ini
Hubungan antara debit air dengan adalah mengetahui debit air dan
irigasi yaitu dengan mengetahui kecepatan debit air pada hulu dan
debit air maka dapat pula diketahui hilir bendung Bissua . Dan kegunaan
besar kecepatan suatu irigasi dalam dari praktikum ini yaitu agar dapat
mengalirkan air ke lahan-lahan mengetahui cara menghitung debit
pertanian, selain itu mengetahui air tanah permukaan pada
besaran debit air pada irigasi maka bendungan.
dapat dilakukan pengaturan TINJAUAN PUSTAKA
pembukaan dan penutupan saluran Debit Air
irigasi ketika debit air terlalu besar Debit air adalah laju aliran air dalam
yang biasanya ditandai dengan bentuk volume air yang melewati
adanya banjir. suatu penampang melintang sungai
Pengembangan lahan sangat per satuan waktu. Dalam sistem
tergantung dari ketersediaan air satuan SI besarnya debit dinyatakan
irigasi, sehingga dibutuhkan data dalam satuan meter per kubik per
tentang kondisi jaringan irigasi dan detik (m3/dt). Dalam laporan teknis,
informasi terkait yang diperlukan. debit aliran biasanya ditunjukkan
Ketersediaan data debit aliran air dalam bentuk hidrograf aliran.
sangat mendukung dalam program Hidrograf aliran adalah suatu
perencanaan dan pengolahan sumber perlakuan debit sebagai respon
daya air pada suatu wilayah untuk adanya perubahan karakteristik
mendukung persediaan air atau biogeofisik yang berlangsung dalam
kebutuhan air pada tanaman atau suatu daerah aliran sungai (Alfian,
bidang pertanian. 2015).
Berdasarkan uraian diatas maka Data debit atau aliran sungai
perlu dilakukan praktikum mengenai merupakan informasi yang paling
penting bagi pengelola sumberdaya dimana :
air. Debit puncak diperlukan untuk Q = debit air (m3/detik atau
merancang bangunan pengendali m3/jam)
banjir. Sementara data debit aliran A = luas penampang air (m2)
kecil diperlukan untuk perencanaan V = kecapatan air melalui
alokasi atau pemanfaatan air untuk penampang (m/detik)
berbagai keperluan terutama pada Menurut Finawan dan
musim kemarau panjang. Debit rata- Mardiyanto (2011), pengukuran
rata tahunan dapat memberikan debit air dapat dilakukan dengan
gambaran potensi sumberdaya air mengukur kecepatan aliran air pada
yang dapat dimanfaatkan dari suatu suatu wadah dengan luas penampang
daerah aliran sungai (Asdak, 2002). area tertentu. Terdapat beberapa
Debit aliran adalah satuan untuk metode yang dapat digunakan untuk
mendekati nilai-nilai higroskopis pengukuran kecepatan aliran air pada
proses yang terjadi di lapangan. sungai atau alur yaitu Area-velocity
Kemampuan pengukuran debit aliran method dan Tracer volumetric
sangat diperlukan untuk mengetahui method area. Kecepatan aliran di
potensi sumberdaya air di suatu dalam air dapat diukur dengan
wilayah. Debit aliran air dapat metode current-meter dan metode
dijadikan sebuah alat untuk apung. Kemudian distribusi
memonitor dan mebevaluasi neraca kecepatan aliran di dalam alur tidak
air suatu kawasan melalui sama pada arah horizontal maupun
pendekatan potensi sumberdaya air vertikal.
permukaan yang ada (Finawan dan Bendung Bissua
Mardiyanto, 2011). Bendung Bissua adalah salah satu

Menurut Alfian (2015), besarnya bendung di Sulawesi Selatan yang

debit ditentukan oleh luas yang mengaliri sekitar 10.785 Ha

penampang air dan kecepatan petak sawah dengan kapasitas

alirannya, yang dapat dinyatakan pengambilan 25 m3/det. Pada saluran

dengan persamaan : tersier Bi 5 kiri. Bissua memiliki luas

Q = A V …………………..(1) area yang dialiri yaitu 49.60 Ha


dengan kebutuhan air 44.96 Prosedur Kerja
liter/detik (Suleman, 2016). Praktikum ini merupakan praktikum

Bendung adalah bangunan air lapangan yang dilaksanakan di Bendung


Bissua. Debit air diperoleh berdasarkan
(beserta kelengkapannya) yang
pengukuran di lapangan menggunakan
dibangun melintang sungai atau pada
pelampung dari sandal bekas yang
sudetan untuk meninggikan taraf
dialirkan bersama air pada saluran
muka air sehingga dapat dialirkan
irigasi dengan jarak tertentu.
secara gravitasi ke tempat yang Pelaksanaan pengukuran debit air adalah
membutuhkannya (Sembiring, 2016). sebagai berikut:
Bendung Bissuan memiliki 12 1. Menyiapkan alat dan bahan yang
pintu dan terdapat 4 pintu intake dan digunakan,
juga memiliki pintu cadangan, pintu 2. Menentukan jarak yang digunakan
pembilas yang berguna dalam untuk mengalirkan pelampung dari

pembilasan ketika banyak sampah sandal bekas,


3. Mengalirkan pelampung dari sandal
yang menumpuk dai daerah aliran
bekas sesuai jarak yang ditentukan
bendung tersebut.
dan mengukur waktunya
METODOLOGI
menggunakan stopwatch,
Tempat dan Waktu
4. Menghitung kecepatan aliran air
Praktikum ini dilaksanakan di Bendung
dengan menggunakan pelampung
Bissua, Kabupaten Gowa, Provinsi
dari sandal bekas,
Sulawesi Selatan pada hari Minggu, 26
5. Mengukur tinggi muka air bagian
November 2017 pukul 10.00 WITA
kanan, tengah dan kiri saluran irigasi,
sampai selesai.
6. Mencatat semua hasil pengukuran
Alat dan Bahan
yang telah dilakukan,
Alat yang digunakan dalam praktikum
7. Menghitung luas penampang dari
ini adalah bambu tiga meter, meteran
saluran irigasi,
gulung, stopwatch, parang, tabel
8. Menghitung debit air dari saluran
pengamatan dan alat tulis menulis.
irigasi.
Bahan yang digunakan dalam
Q= AxV
praktikum ini adalah pelampung dari
sandal bekas, saluran irigasi primer dan
sekunder dari Bendung Bissua.
HASIL DAN PEMBAHASAN m3/s. Dan pada lokasi hilir pada
Hasil pelampung untuk mencapai jarak 50
Hasil dari praktikum debit air pada meter maka memerlukan kecepatan
irigasi Bendung Bissua adalah sebagai
yaitu sebesar 0,17 m/s, dengan luas
berikut:
penampang yaitu 5,43 m2 dan jumlah
Tabel 1. Debit Air
debit yang diperoleh yaitu sebesar
Lokasi
Parameter 0,92 m3/s. Tingginya kecepatan air di
Hulu Hilir
hilir disebabkan perbedaan luas
Kecepatan
0,14 0,17 penampangnya. Hal ini sesuai
(m/s)
dengan pendapat Fried (2014),
Luas
bahwa laju arus berbanding terbalik
Penampang 31,41 5,43
dengan luas penampang air yang
(m2)
sedang megalir.
Debit Air
4,39 0,92 Dari data tersebut dapat pula
(m3/s)
diketahui bahwa debit air pada lokasi
Sumber: Data Primer Olahan, 2017
hulu lebih tinggi karena disebabkan
Pembahasan
oleh sedimen yang ada pada aliran
Pada praktikum yang telah dilakukan di
mengalami suspensi atau tersuspensi.
Bendung Bissua diperleh hasil bahwa
tingkat debit air dan kecepatan debit air Hal ini sesaui dengan pendapat
pada lokasi hulu ke hilir memiliki Maulana (2014), bahwa semakin
perbedaan. tinggi debit aliran sungai maka
Dari tabel hasil pengamatan sedimen melayang (tersuspensi) yang
debit air yang telah dilakukan terangkut semakin besar dan air
diperoleh bahwa pada pengukuran semakin keruh.
debit air dengan menggunakan Tingat kecepatan dan kecilnya
pelampung dapat diketahui bahwa debit air pada suatu irigasi dapat
pada lokasi hulu kecepatan debit air dipengaruhi pula oleh kondisi tempat
untuk mencapai jarak 50 meter yaitu dari irigasi tersebut baik itu topografi
sebesar 0,14 m/s, dengan luas maupun geologinya. Hal ini sesuai
penampang yaitu 31,41 m2 dan besar dengan penndapat Neno, et al
debit air yang didapatkan yaitu 4,39 (2016), bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi besarnya debit air DAFTAR PUSTAKA
salah satunya adalah topografi,
Alfian. 2015. Laporan Observasi
dimana daerah permukaan yang Praktikum Pengukuran
miring akan menyebabkan aliran Debit Air Saluran Irigasi.
Fakultas Pertanian.
permukaan yang deras. Universitas Muhammadiyah
PENUTUP Yogyakarta.

Kesimpulan Asdak. 2002. Hidrologi dan


Pengelolaan Daerah Aliran
Adapun kesimpulan yang dapat
Sungai. Gajah Mada
ditarik dari hasil praktikum yang University Press.
Yogyakarta.
telah dilakukan yaitu bahwa debit air
pada lokasi hulu lebih besar Finawan dan Mardiyanto. 2011.
Pengukuran Debit Air
dibandingkan dengan lokasi di hilir Berbasis Mikroontroler
yaitu 4,39 pada lokasi hulu dan 0,92 AT89S51. Jurnal Litek. Vol
8. No 1 : 28-31
pada hilir, dimana perbedaan besaran
Fried. 2014. Tss Biologi Edisi 2.
debit air disebabkan oleh sedimen Erlangga. Jakarta
yang tersuspensi dan topografi pada
Maulana. 2014. Uji Korelasi AntARA
irigasi. Serta kecepatan aliran debit Debit Aliran Sungai dan
pada hilir lebih besar karena Konsentrasi Sedimen
Melayang Pada Muara Sub
memiliki lokasi yang berbatasan DAS Padang Di Kota
dengan air laut dan dan muranya Tebing Tinggi. Jurnal
Online Agroteknologi. Vol
lebih besar 2 No.4 : 1518-1528
Saran Neno, et al. 2016. Hubungan Debit
Sebaiknya pada saat melakukan Air Dan Tinggi Muka Air Di
Sungai Lambagu
praktikum pengamatan debit air Kecematan Tawaeli Kota
harus dilakukan dengan teliti dan Palu. Warta Rimba. Vol 4
No 2
melakukan pengamatan dengan
Sembiring. 2016. Analisi Debit Air
waktu yang cukup agar saat
Irigasi (Suplai Dan Kebutuhan
pengamatan dapat memperoleh hasil ) Di Sekampung Sistem. Tesis.
Program Pascasarjana Magister
yang akurat.
Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Lampung
Suleman, Abdul Rivai. 2016. Aliran Air
Identifikasi Kerusakan Aset
Sumber: Data Primer Olahan, 2017
Irigasi Tingkat Saluran
Tersier pada Daerah Irigasi
Bissua Berbasis Sistem Tabel 4. Debit Air
Informasi Geografis (SIG).
Prosiding Seminar Nasional Parameter Nilai (satuan)
Teknik Sipil XII. Hlm: 154-
Kecepatan 0,17 m/s
162 Vol 7(3).
Luas
LAMPIRAN
Penampang 5,43 m2
Perhitungan
Daerah Hilir Bendung Bissua
Basah

Tabel 1. Tinggi Muka Air Debit Air 0,92 m3/s


Sumber: Data Primer Olahan, 2017
Tinggi Muka
Titik
Air (cm) Daerah Hulu Bendung Bissua
1 89,4
2 91,5 Tabel 5. Tinggi Muka Air

3 57,0
Tinggi Muka
Titik
Jumlah 237,9 Air (cm)
1 173
Rata-Rata 79,3
2 -
Sumber: Data Primer Olahan, 2017
3 -
Tabel 2. Lebar Saluran Irigasi (cm) Jumlah 173

Titik Rata-Rata 173


Sumber: Data Primer Olahan, 2017
Dasar 580,8
Muka Air 787,82 Tabel 6. Lebar Saluran Irigasi (cm)
Jumlah 1368,62
Titik
Sumber: Data Primer Olahan, 2017
Dasar 6,97
Tabel 3. Kecepatan Aliran Air Muka Air 15,55

Parameter Nilai (satuan) Jumlah 22,52


Sumber: Data Primer Olahan, 2017
Jarak 25,49 m
Waktu 152 s Tabel 7. Kecepatan Aliran Air
Kecepatan 0,17 m/s
Parameter Nilai (satuan)
Jarak 50 m
Waktu 366,5 s
Kecepatan
0,14 m/s
Aliran Air
Sumber: Data Primer Olahan, 2017
Gambar 3. Pintu Cadangan untuk Pintu
Tabel 8. Debit Air Skuring

Parameter Nilai (satuan)


Kecepatan 0,14 m/s
Luas
Penampang 31,41 m2
Basah
Debit Air 4,39 m3/s
Gambar 4. Pintu Intake
Sumber: Data Primer Olahan, 2017

Dokumentasi

Gambar 5. Saluran Primer

Gambar 1. Pintu Skuring

Gambar 6. Daerah Irigasi Bissua


Gambar 2. Pintu Cadangan untuk Pintu
Intake
Gambar 7. Skema Penggunaan Air dari
Waduk Bili-Bili

Gambar 8. Area Irigasi Bissua

Gambar 9. Pembagian Kelompok Tani


Irigasi Bissua

Gambar 10. Ruang Pertemuan Ir