Anda di halaman 1dari 101

ANDAL

Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)


PT. Landak Bhakti Palma

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING

3.1. Identifikasi Dampak Penting

Berdasarkan hasil pelingkupan sebagaimana tertuang dalam Kerangka Acuan (KA) PT. Landak Bhakti
Palma, prakiraan dampak penting yang timbul karena rencana kegiatan pembangunan perkebunan
dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber), dianalisis melalui hubungan antara setiap tahapan
kegiatan dengan komponen lingkungan hidup yang diprakirakan akan terkena dampak penting, yaitu
tahap pra konstruksi, konstruksi, operasi dan pasca operasi.
Berdasarkan hal tersebut di atas dan hasil analisis data di lapangan, maka dilakukan identifikasi
dampak dengan metode matrik identifikasi dampak, yang menggambarkan keterkaitan antara tahapan
kegiatan-kegiatan pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT. Landak
Bhakti Palma, dengan komponen lingkungan yang akan terkena dampak.
Untuk mengetahui dampak yang bersifat langsung dan tidak langsung (primer, sekunder dan tersier)
akibat adanya tahapan kegiatan digunakan diagram alir (flow chart) dampak dari kegiatan kegiatan
pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber). Adapun tahapan kegiatan
yang berpotensi menimbulkan dampak, dan komponen lingkungan yang mengalami perubahan
mendasar, dilingkup sebagai berikut :
 Tahapan kegiatan perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet yang berpotensi menimbulkan
dampak besar dan penting yang telah dilingkup dalam uraian prioritas dampak penting hipotetik
 Komponen lingkungan yang diprakirakan mengalami perubahan mendasar, akibat adanya
kegiatan perkebunan karet dan pabrik pengolahannya.
 Komponen lingkungan yang mengalami perubahan secara tidak langsung (sekunder) akibat
rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) yang dilaksanakan.
Adapun gambaran interaksi antara rencana setiap jenis kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan
karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma dengan setiap komponen lingkungan hidup yang
diprakirakan terkena dampak di sajikan pada Tabel 3.1.

BAB III EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP LINGKUNGAN II - 1


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Tabel 3. 1 Matrik Identifikasi Dampak Potensial Rencana kegiatan pembangunan


perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti
Palma

Komponen / Sub I II III IV


No Komponen Lingkungan 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 1 2 3

GeoFisik Kimia

1 Iklim mikro X

2 Kualitas Udara X X X X X X X X

3 Kebisingan X X X X X X X X

4 Kualitas Air Permukaan X X X X X X

5 Aliran Permukaan (run off) X X

6 Erosi dan Sedimentasi X

7 Banjir dan Genangan X

8 Kesuburan Tanah X

9 Kerusakan Jalan X

10 Potensi Kebakaran Lahan X

11 Terganggunya kawasan X
hutan

Biologi

1 Keanekaragaman Jenis Flora X

2 Keanekaragaman Jenis Fauna X

3 Keanekaragaman Biota Air X X

4 Hama dan Penyakit Tanaman X X X

Sosial, ekonomi dan budaya

1 Struktur & Komposisi X X


Penduduk

2 Kesempatan Kerja X X X X X X X X

3 Peluang Berusaha X X X

4 Aktivitas Perekonomian

5 Mata Pencaharian X X

6 Pendapatan Masyarakat X X X X X X X

7 Pola Kepemilikan Lahan & X X


Sumber Daya Lahan

8 Sikap & Persepsi Masyarakat X X X X X X X

9 Keresahan Masyarakat X X X X X X X X

10 Konflik Sosial X X X

Kesehatan lingkungan dan masyarakat

1 Sanitasi Lingkungan X X X X

2 Kesehatan Masyarakat X X X X X X

BAB III EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP LINGKUNGAN II - 2


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Keterangan : III. Tahap Operasi :


I. Tahap Pra Konstruksi : 1. Pemeliharaan Tanaman Karet
2. Pemanenan dan Pengangkutan
1. Perizinan
3. Operasional Pabrik Karet
2. Sosialisasi Proyek
4. Pengelolaan dan Pengolahan
3. Tata Batas &
Limbah
Penggunaan Lahan
IV. Tahap Pasca Operasi :
II. Tahap Konstruksi :
4. Pelepasan Tenaga Kerja
1. Rekrutmen Tenaga Kerja
5. Demobilisasi Peralatan
2. Mobilisasi Peralatan & Material
6. Penyerahan Lahan ke Pemda &
3. Pembukaan dan Penyiapan Lahan
Masyarakat
4. Pembangunan Sarana & Prasarana Kebun
5. Pembibitan Tanaman Karet
6. Penanaman Tanaman Karet Keterangan :
7. Pembangunan Pabrik Pengolahan Karet & Sarana
x = Dampak Potensial
pendukungnya

3.2. Prakiraan Dampak Penting

Masih tingginya keanekaragaman jenis hayati pada suatu areal akan menyebabkan upaya pelestarian
terhadap lingkungannya semakin tinggi. Upaya terpadu dan terintegrasi dalam pelestarian lingkungan
sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan ekosistem dari perubahan lingkungan yang terjadi.
Perubahan lingkungan yang cukup mendasar dari segenap aspek lingkungan yang ada menyebabkan
terjadinya perubahan keseimbangan alam yang ditunjukkan dengan mekanisme adaptasi untuk
mempertahankan kestabilannya. Perubahan lingkungan yang melampaui kemampuan lingkungan
untuk menanggulanginya, berujung pada lemahnya daya dukung lingkungan tersebut untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan
karet (crumb rubber), akan menyebabkan adanya perubahan yang kompleks dari segenap aspek
lingkungan penyusunnya. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat kompleks dengan besaran
yang beragam, maka perlu adanya upaya dini untuk memprakirakan dampak yang terjadi, yang
terlingkup pada tiap tahapan kegiatan yang berlangsung.

3.2.1. Prakiraan Besaran Dampak


Prakiraan dampak akan dilakukan terhadap setiap jenis rencana kegiatan perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma terhadap setiap komponen lingkungan
hidup. Prakiraan besarnya dampak merupakan selisih kualitas lingkungan antara saat kegiatan
pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma
beserta berlangsung terhadap rona lingkungan awal.

Besar prakiraan dampak = KLP - KLRLA


dimana :
KLP : Skala kualitas lingkungan saat kegiatan berlangsung (saat proyek berlangsung)
KLRLA : Skala kualitas lingkungan saat Rona Lingkungan Awal (mula-mula)

Kualitas lingkungan pada rona lingkungan awal (RLA) dan pada saat kegiatan berlangsung (setiap
tahap) akan ditampilkan dalam skala numerik (1 s.d. 5) yaitu :

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 3


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Skala Kualitas Lingkungan


1 Sangat buruk
2 buruk
3 Sedang
4 Baik
5 Sangat baik

Selisih nilai skala kondisi lingkungan di atas dipergunakan untuk menentukan besaran dampak baik
positif maupun negatif. Adapun skala besaran dampak ditetapkan sebagai berikut:
4 : sangat besar
3 : besar
2 : sedang
1 : kecil
0 : tidak ada dampak.
Kriteria penetapan besaran dampak adalah sebagai berikut :
1. Jika jumlah besaran dampak ≥ 2 maka prakiraan dampaknya
adalah besar;
2. Jika jumlah besaran dampak < 2 maka prakiraan dampaknya
adalah kecil;

3.2.2. Prakiraan Tingkat Kepentingan Dampak


penting atau tidaknya dampak akan dianalisis berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (penjelasan pasal 22
ayat 2) dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan
(penjelasan pasal 3 ayat 1) dengan menggunakan 6 kriteria penentu dampak penting, yaitu :
1. Jumlah manusia yang terkena dampak
2. Luas wilayah persebaran dampak
3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4. Banyaknya komponen lain yang akan terkena dampak
5. Sifat kumulatif dampak
6. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

Pedoman penetapan penting (P) dan tidak penting (TP) nya dampak berdasarkan pada kriteria
berikut :
1) Jumlah manusia terkena dampak
Manusia di wilayah studi yang terkena dampak lingkungan tetapi tidak turut menikmati manfaat
dari usaha dari segi atau kegiatan tersebut. Jumlah sama atau lebih besar dari jumlah manusia
yang menikmati manfaat dari usaha atau kegiatan di wilayah studi. Semakin banyak manusia

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 4


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

yang terkena dampak, akan semakin penting dengan demikian dapat digolongkan sebagai
berikut:
 TP : Bila manusia yang terkena dampak jumlahnya sedikit (tidak ada/ kecil
pengaruhnya).
 P : Bila manusia yang terkena dampak jumlahnya banyak (memberi pengaruh)

2) Luas wilayah persebaran dampak


Rencana usaha atau kegiatan mengakibatkan adanya wilayah yang mengalami perubahan dasar
dari segi intensitas dampak, atau tidak berbaliknya dampak atau segi kumulatif dampak.
Semakin luas wilayah yang terkena dampak, semakin tinggi derajat pentingnya dampak.
Dengan demikian dapat digolongkan sebagai berikut:
 TP : Persebaran dampaknya luasan lingkupnya sempit/lokal
 P : Persebaran dampaknya luasan lingkupnya lebih luas

3) Intensitas dan lamanya dampak berlangsung


Rencana usaha atau kegiatan mengakibatkan timbulnya perubahan mendasar dari segi
intensitas dampak, atau tidak berbaliknya dampak, atau dari segi kumulatif lama dampak yang
berlangsung hanya pada satu atau lebih tahapan kegiatan. Semakin lama dampaknya
berlangsung, maka semakin tinggi derajat pentingnya dampak. Intensitas dampak rencana
usaha atau kegiatan akan menyebabkan perubahan pada sifat-sifat fisik lingkungan, perubahan
mendasar pada komponen lingkungan, mengakibatkan spesies yang langka dan atau endemik
terancam punah, menimbulkan kerusakan atau gangguan terhadap kawasan lindung,
mengakibatkan konflik dengan masyarakat. Semakin besar intensitas dampak, semakin tinggi
derajat pentingya dampak. Dengan demikian dapat dIgolongkan sebagai berikut:
 TP : Intensitasnya ringan dan berlangsungnya sangat singkat
 P : Intensitasnya sedang dan berat serta berlangsungnya dampak 1- 2 tahap

4) Jumlah komponen lingkungan lain yang terkena dampak


Rencana usaha atau kegiatan menimbulkan dampak sekunder dan dampak lanjutan lainnya
yang jumlah komponennya lebih atau sama dengan komponen lingkungan yang terkena
dampak primer. Semakin banyak komponen lngkungan terkena dampak maka semakin tinggi
derajat pentingnya dampak. Dengan demikian dapat digoongkan sebagai berikut:
 TP : Sedikit pengaruh terhadap komponen lingkungan lainnya
 P : Sedang dan banyak pengaruh terhadap komponen lingkungan lainnya

5) Sifat kumulatif dampak


Dampak lingkungan berlangsung berulang kali dan terus menerus serta beragam dampak
lingkungan bertumpuk dalam suatu ruang tertentu, sehinggga pada kurun waktu tertentu tidak

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 5


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

dapat diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang terkena dampak primer. Semakin besar
suatu parameter mengakumulasi dampak, maka semakin tinggi derajat pentingnya dampak.

6) Berbalik atau tidak berbaliknya dampak


Perubahan yang dialami oleh suatu komponen lingkungan tidak dapat dipulihkan kembali
walaupun dengan intervensi manusia. Apabia sesuatu parameter dampak tidak berbalik, maka
derajat pentingnya dampak semakin tinggi. Dengan demikian dapat digolongkan sebagai
berikut:
 TP : Dampak dapat terabaikan dan terkendali dengan pengelolaan yang baik
 P : Dampak sukar dikendalikan dan efek majemuk.

Atas dasar pertimbangan keenam kriteria tersebut dapatlah ditetapkan penting/tidak


pentingnya dampak yang dijadikan dasar dalam rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan. Suatu dampak kegiatan ditetapkan sebagai dampak penting apabila total bobot
yang dihasilkan dari hasil evaluasi dampak adalah sebesar 3 atau lebih.
Kriteria penetapan tingkat kepentingan dampak adalah sebagai berikut :
 Jika jumlah kriteria P (penting) > 3 dari Σ P maka prakiraan dampaknya adalah penting.
 Jika jumlah kriteria P (penting) ≤ 3 dari Σ P maka prakiraan dampaknya adalah tidak
penting
Atas dasar pertimbangan keenam kriteria tersebut dapatlah ditetapkan penting atau tidak pentingnya
dampak yang dijadikan dasar dalam rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Suatu dampak
kegiatan ditetapkan sebagai dampak penting apabila total bobot yang dihasilkan dari hasil evaluasi
dampak adalah sebesar 3 atau lebih.
Apabila berdasarkan kriteria jumlah manusia terkena dampak suatu kegiatan dianggap berdampak
penting, maka secara umum kegiatan tadi tetap dianggap berdampak penting meskipun berdasarkan
kriteria luas wilayah persebaran dampak, intensitas dan lamanya dampak berlangsung, jumlah
komponen lingkungan terkena dampak, sifat kumulatif dampak dan berbalik/tidak berbaliknya dampak
kegiatan tadi dianggap berdampak Tidak Penting (TP). Jadi kriteria jumlah manusia terkena dampak
merupakan kriteria utama dalam penentuan tingkat pentingnya dampak. Suatu dampak kegiatan juga
dapat dikategorikan Penting (P) apabila paling tidak 3 atau lebih kriteria dari keenam kriteria
pentingnya dampak diatas dianggap penting.
Dengan menggabungkan tingkat besaran dampak dari setiap rencana kegiatan di setiap tahap
terhadap keenam kriteria penentu dampak penting di atas, akan diperoleh jumlah P (penting) dan
jumlah TP (tidak penting). Evaluasi dampak besar dan penting berdasarkan pada ketentuan sebagai
berikut :
Kriteria penetapan tingkat kepentingan dampak adalah sebagai berikut :
 Jika jumlah kriteria P (penting) > 3 dari Σ P maka prakiraan dampaknya adalah penting.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 6


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jika jumlah kriteria P (penting) ≤ 3 dari Σ P maka prakiraan dampaknya adalah tidak
penting

3.2.3. Prakiraan Besaran Dampak dan Sifat Penting Dampak Pertahapan Kegiatan
3.2.3.1. Tahap Pra Konstruksi
Pada tahap ini tidak terjadi interaksi antara rencana pembangunan kebun dengan komponen fisik-
kimia dan biologi, namun dampak yang timbul hanya terjadi pada komponen lingkungan sosial
ekonomi masyarakat, yaitu adanya persepsi negatif ataupun positif masyarakat dan keresahan
masyarakat terhadap rencana kegiatan perkebunan karet serta konflik sosial ditengah masyarakat
terhadap pelaksanaan pembebasan lahan.
1. Sosialisasi Proyek
- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Sikap dan Persepsi Masyarakat
Sosialisasi bertujuan untuk menyamakan penafsiran dan pemahaman terhadap kegiatan
perkebunan dan pabrik pengolahan PT. Landak Bhakti Palma. Sosialisasi dilakukan untuk
memberikan informasi kepada masyarakat sekitar proyek tentang rencana kegiatan perkebunan
Karet yang akan dilakukan oleh PT. Landak Bhakti Palma. Dengan demikian, diharapkan dapat
mengurangi persepsi negatif dari masyarakat, dan pada akhirnya masyarakat dapat menerima
dan mendukung berlangsungnya kegiatan tersebut. Perusahaan telah melakukan sosialisasi
awal baik secara formal maupun informal kepada masyarakat terkait dengan rencana kegiatan
perkebunan karet yang akan dilakukan.
Kegiatan sosialisasi diprakirakan akan menimbulkan sikap dan persepsi yang berbeda-beda
dikalangan masyarakat (individu/kelompok). Ada masyarakat yang menyambut positif rencana
kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma
dengan menunjukkan sikap menerima/ mendukung, dan ada juga masyarakat yang menyambut
negatif rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak
Bhakti Palma dengan menunjukkan sikap menolak. Masyarakat yang pro dan kontra memiliki
alasannya masing-masing mengapa mereka bersikap demikian, hal ini tergantung dari persepsi
mereka terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma. Kondisi ini cenderung dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman
maupun latar belakang masyarakat yang berbeda. Untuk selanjutnya sikap dan persepsi
masyarakat yang berbeda-beda (negatif/menolak-positif/menerima) tersebut berpotensi
menyebabkan terjadinya gesekan/konflik, baik gesekan/konflik antara warga masyarakat
(negatif/menolak-positif/menerima) maupun antar warga masyarakat yang menolak dengan
perusahaan. Dengan demikian, dampak ini dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan
pelaksanaan proyek selanjutnya.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 7


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

PT. Landak Bhakti Palma sedang dan/atau telah melakukan sosialisasi awal, baik secara formal
maupun informal kepada masyarakat terkait dengan rencana kegiatan kegiatan perkebunan
karet yang akan dilakukan, kondisi rona awal lingkungan menunjukkan bahwa sikap dan
persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan berada pada skala 3 (sedang). Kondisi ini
ditunjukkan oleh adanya masyarakat yang bersikap dan berpersepsi negatif (menolak) dan
positif (menerima) terhadap rencana kegiatan. Diprakirakan, dengan adanya kegiatan sosialisasi
berkelanjutan yang dilakukan, kondisi sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana
kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma
berada pada skala 4 (baik), masyarakat mulai menunjukkan sikap dan persepsi yang positif
terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma. Hal ini dikarenakan sosialisasi berkelanjutan yang dilakukan mencakup
masyarakat di tingkat dusun/desa yang termasuk dalam areal proyek, dan materi sosialisasi
yang disampaikan detail dan transparan. Sehingga mempunyai besaran dampak (+1) Positif
kecil.
adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut :
 Jumlah manusia yang terkena dampak: Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi
masyarakat dianggap penting (P), karena jumlah penduduk yang akan terkena dampak
sikap dan persepsi diprakirakan sebanyak ± 10.528 jiwa (total penduduk Desa Landau Apin,
Teluk Kebau, Lembah beringin dan Tembaga).
 Luas wilayah persebaran dampak: Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi
masyarakat dianggap penting (P), karena wilayah penyebaran dampak sikap dan persepsi
diprakirakan cukup luas, karena yang menerima kegiatan sosialisasi bukan hanya penduduk
pada wilayah dusun-dusun, namun juga mencakup Desa Landau Apin, Teluk Kebau, Lembah
beringin dan Tembaga yang berada di lokasi proyek.
 Intensitas dan Lamanya dampak berlangsung: Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan
persepsi masyarakat dianggap penting (P), karena dampak sikap dan persepsi masyarakat
yang berbeda (positif-negatif), dan dampak ini berlangsung tidak hanya pada saat dilakukan
sosialisasi (tahap pra konstruksi) tetapi juga akan terus berlangsung pada saat tahap
konstruksi dan operasi.
 Banyak komponen lain yang terkena dampak : Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan
persepsi masyarakat dianggap penting (P), karena dampak sikap dan persepsi masyarakat
yang berbeda (positif-negatif), diprakirakan dapat menimbulkan konflik sosial dimasyarakat,
yaitu konflik antara masyarakat (individu-kelompok) yang menolak dengan masyarakat
(individu-kelompok) yang menerima, maupun antara masyarakat (individu-kelompok) yang
menolak dengan pihak PT. Landak Bhakti Palma.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 8


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Sifat kumulatif dampak : Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi masyarakat
dianggap penting (P), karena dampak sikap dan persepsi mas-yarakat diprakirakan akan
berlangsung berulang kali.
 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak : Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi
masyarakat dianggap tidak penting (TP), karena sikap dan persepsi masyarakat dapat
kembali baik/positif terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet
(crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma, yang disebabkan perusahaan terus melakukan
sosialisasi secara intensif dan terbuka kepada masyarakat.
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak
sosialisasi proyek terhadap persepsi masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak penting
(P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. Positif, kecil dan
penting (+1/P).

 Keresahan Masyarakat
Sosialisasi bertujuan untuk menyamakan penafsiran dan pemahaman terhadap kegiatan
perkebunan dan pabrik pengolahan PT. Landak Bhakti Palma. Sosialisasi dilakukan untuk
memberikan informasi kepada masyarakat sekitar proyek tentang rencana kegiatan perkebunan
Karet yang akan dilakukan oleh PT. Landak Bhakti Palma. Dengan adanya sosialisasi awal dari
perusahaan baik secara formal maupun informal kepada masyarakat terkait dengan rencana
kegiatan perkebunan karet yang akan dilakukan, diharapkan dapat mengurangi persepsi negatif
dari masyarakat yang dapat menimbulkan keresahaan masyarakat..
Kegiatan sosialisasi diprakirakan akan menimbulkan keresahaan dikalangan masyarakat
(individu/kelompok). Keresahaan masyarakat lebih disebabkan dengan trauma dengan adanya
kegiatan perkebunan lain yang mengakibatkan kecenderungan pemikiran yang negatif..
Masyarakat yang pro dan kontra memiliki alasannya masing-masing mengapa mereka bersikap
demikian, hal ini tergantung dari persepsi mereka terhadap rencana kegiatan perkebunan dan
pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma. Kondisi ini cenderung
dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman maupun latar belakang masyarakat yang
berbeda. Untuk selanjutnya keresahaan masyarakat tersebut berpotensi menyebabkan
terjadinya gesekan/konflik, baik gesekan/konflik antara warga masyarakat (negatif/menolak-
positif/menerima) maupun antar warga masyarakat yang menolak dengan perusahaan. Dengan
demikian, dampak ini dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan pelaksanaan proyek
selanjutnya.
PT. Landak Bhakti Palma sedang dan/atau telah melakukan sosialisasi awal, baik secara formal
maupun informal kepada masyarakat terkait dengan rencana kegiatan-kegiatan perkebunan
karet yang akan dilakukan, kondisi rona awal lingkungan menunjukkan bahwa sikap dan
persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan berada pada skala 2 (buruk). Kondisi ini
ditunjukkan oleh adanya masyarakat yang bersikap dan berpersepsi negatif (menolak) dan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 9


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

positif (menerima) terhadap rencana kegiatan. Diprakirakan, dengan adanya kegiatan sosialisasi
berkelanjutan yang dilakukan, kondisi sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana
kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma
berada pada skala 3 (sedang), keresahan masyarakat mulai memudar dan menunjukkan
sikap dan persepsi yang positif seiring dengan berjalannya kegiatan perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma. Hal ini dikarenakan sosialisasi
berkelanjutan yang dilakukan mencakup masyarakat di tingkat dusun/desa yang termasuk
dalam areal proyek, dan materi sosialisasi yang disampaikan detail dan transparan. Sehingga
mempunyai besaran dampak (+1) Positif kecil.
adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut :
 Jumlah manusia yang terkena dampak: Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi
masyarakat dianggap penting (P), karena jumlah penduduk yang akan terkena dampak
sikap dan persepsi diprakirakan sebanyak ± 10.528 jiwa (total penduduk Desa Landau Apin,
Teluk Kebau, Lembah beringin dan Tembaga).
 Luas wilayah persebaran dampak: Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi
masyarakat dianggap penting (P), karena wilayah penyebaran dampak sikap dan persepsi
diprakirakan cukup luas, karena yang menerima kegiatan sosialisasi bukan hanya penduduk
pada wilayah dusun-dusun, namun juga mencakup Desa Landau Apin, Teluk Kebau, Lembah
beringin dan Tembaga yang berada di lokasi proyek.
 Intensitas dan Lamanya dampak berlangsung: Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan
persepsi masyarakat dianggap penting (P), karena dampak sikap dan persepsi masyarakat
yang berbeda (positif-negatif), dan dampak ini berlangsung tidak hanya pada saat dilakukan
sosialisasi (tahap pra konstruksi) tetapi juga akan terus berlangsung pada saat tahap
konstruksi dan operasi.
 Banyak komponen lain yang terkena dampak : Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan
persepsi masyarakat dianggap penting (P), karena dampak sikap dan persepsi masyarakat
yang berbeda (positif-negatif), diprakirakan dapat menimbulkan konflik sosial dimasyarakat,
yaitu konflik antara masyarakat (individu-kelompok) yang menolak dengan masyarakat
(individu-kelompok) yang menerima, maupun antara masyarakat (individu-kelompok) yang
menolak dengan pihak PT. Landak Bhakti Palma.
 Sifat kumulatif dampak : Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi masyarakat
dianggap penting (P), karena dampak sikap dan persepsi mas-yarakat diprakirakan akan
berlangsung berulang kali.
 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak : Ditinjau dari kriteria ini, dampak sikap dan persepsi
masyarakat dianggap tidak penting (TP), karena sikap dan persepsi masyarakat dapat
kembali baik/positif terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 10


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

(crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma, yang disebabkan perusahaan terus melakukan
sosialisasi secara intensif dan terbuka kepada masyarakat.
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak
sosialisasi proyek terhadap persepsi masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak penting
(P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. Positif, kecil dan
penting (+1/P).

2. Tata Batas dan Pembebasan Lahan


- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Sikap Dan Persepsi Masyarakat
Kegiatan pembuatan tata batas dan pembebasan lahan terutama proses nilai ganti rugi lahan
masyarakat yang terkena areal rencana perkebunan, diperkirakan menimbulkan berbagai friksi
dalam masyarakat, terutama masyarakat yang berpencaharian bidang pertanian dan
perkebunan. Wilayah sekitar proyek juga terdapat beberapa lahan pribadi masyarakat, lahan
adat dan lahan kemitraan. Terkait dengan kegiatan pembuatan tata batas dan pembebasan
lahan merupakan hal yang sensitif sehingga harus secara jelas dan adanya kesepakatan antara
pihak pemegang lahan dan perusahaan.
Dampak yang muncul dari kegiatan pembebasan lahan ini bersifat langsung dan meluas
sehingga akan berujung terhadap kelangsungan perkebunan di masa mendatang. Oleh karena
itu, penanganan harus secara benar dan terbuka (transparansi) dengan nilai ganti rugi yang
sesuai dan saling menguntungan antara pihak masyarakat yang lahannya terkena kegiatan
proyek dengan pihak pemrakarsa.
Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tata batas dan pembebasan lahan diprakirakan bersifat
negatif (-), dimana pada saat sebelum ada kegiatan (rona lingkungan awal) kualitas lingkungan
berada pada skala 3 (sedang) dan dengan adanya kegiatan proyek persepsi masyarakat akan
berubah menjadi buruk, pada skala 2 (buruk) karena terjadinya keresahan masyarakat di
desa-desa yang terlingkup dalam wilayah studi akibat ketidaksesuaian jumlah nilai ganti rugi
lahan. Besaran dampak yang diprakirakan muncul pada kegiatan ini adalah negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampak berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut :
 Jumlah manusia yang terkena dampak: jumlah manusia yang terkena dampak dari kegiatan
Tata batas dan pembebasan lahan cukup banyak dan luas. karena seluruh areal disekitar
lokasi studi pada prinsipnya terdapat lahan-lahan milik masyarakat maupun lahan milik adat
masyarakat setempat yang bermukim di dekat lokasi studi. (P)
 Luas wilayah persebaran dampak: wilayah persebaran terbatas (TP)
 Intensitas dan Lamanya dampak berlangsung: Di prakirakan intensitas dampak kecil,
lamanya dampak yang terjadi akan cukup lama namun tidak mengakibatkan perubahan
yang mendasar. (TP)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 11


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Banyak komponen lain yang terkena dampak : tidak ada komponen lingkungan hidup lain
yang terkena dampak kegiatan pembebasan lahan (P)
 Sifat kumulatif dampak : dampak bersifat kumulatif (P)
 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak : dampak dapat berbaik kekondisi semula (TP).
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak
tata batas dan pembebasan lahan terhadap sikap dan persepsi masyarakat dapat dikategorikan
sebagai dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil.
Negatif, kecil dan penting (-1/P).
 Keresahan Masyarakat
Kegiatan pembuatan tata batas dan pembebasan lahan terutama proses nilai ganti rugi lahan
masyarakat yang terkena areal rencana perkebunan, diperkirakan menimbulkan berbagai friksi
dalam masyarakat, diantaranya keresahan masyarakat. Wilayah sekitar proyek yang terdapat
beberapa lahan pribadi masyarakat, lahan adat dan lahan kemitraan dapat menimbulkan
keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh kegiatan pembuatan tata batas dan pembebasan
lahan. Dampak yang muncul dari kegiatan pembebasan lahan ini bersifat langsung dan meluas
sehingga akan berujung terhadap kelangsungan perkebunan di masa mendatang. Keresahan ini
adalah hal yang sensitif sehingga harus secara jelas dan adanya kesepakatan antara pihak
pemegang lahan dan perusahaan. Kegiatan tata batas dan pembebasan lahan akan
menyebabkan mencuatnya isu negatif jika aspirasi masyarakat tidak terakomodir. Hal ini bisa
saja terjadi apabila proses ganti rugi lahan dan tanaman di atas tanah yang diserahkan
masyarakat ke pihak perusahaan tidak berdasarkan kesepakatan bersama atau tidak langsung
diterima oleh yang bersangkutan, sehingga menimbulkan kekhawatiran, kecurigaan dan
prasangka. Oleh karena itu, penanganan harus secara benar dan terbuka (transparansi) dengan
nilai ganti rugi yang sesuai dan saling menguntungan antara pihak masyarakat yang lahannya
terkena kegiatan proyek dengan pihak pemrakarsa.
Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tata batas dan pembebasan lahan diprakirakan bersifat
negatif (-), dimana pada saat sebelum ada kegiatan (rona lingkungan awal) kualitas lingkungan
berada pada skala 3 (sedang) dan dengan adanya kegiatan proyek keresahan masyarakat
dapat berubah menjadi buruk, pada skala 2 (buruk) karena terjadinya keresahan
masyarakat di desa-desa yang terlingkup dalam wilayah studi akibat ketidaksesuaian jumlah
nilai ganti rugi lahan. Besaran dampak yang diprakirakan muncul pada kegiatan ini adalah
negatif kecil (-1).

Adapun kepentingan dampak berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut :
 Jumlah manusia yang terkena dampak: jumlah manusia yang terkena dampak dari kegiatan
Tata batas dan pembebasan lahan cukup banyak dan luas. karena seluruh areal disekitar
lokasi studi pada prinsipnya terdapat lahan-lahan milik masyarakat maupun lahan milik adat
masyarakat setempat yang bermukim di dekat lokasi studi. (P)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 12


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Luas wilayah persebaran dampak: wilayah persebaran terbatas (TP), wilayah persebaran
hanya pada daerah yang akan dibebaskan dan terkena tata batas.
 Intensitas dan Lamanya dampak berlangsung: Di prakirakan intensitas dampak kecil,
lamanya dampak yang terjadi akan cukup lama namun tidak mengakibatkan perubahan
yang mendasar. (TP)
 Banyak komponen lain yang terkena dampak : tidak ada komponen lingkungan hidup lain
yang terkena dampak kegiatan pembebasan lahan (P)
 Sifat kumulatif dampak : dampak bersifat kumulatif (P)
 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak : dampak dapat berbaik kekondisi semula (TP).

Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak
tata batas dan pembebasan lahan terhadap keresahan masyarakat dapat dikategorikan sebagai
dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil.
Negatif, kecil dan penting (-1/P).

 Terjadinya Konflik Sosial


Meskipun PT. Landak Bhakti Palma telah mendapat izin lokasi dalam rangka pelaksanaan
kegiatan usaha perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber), namun secara
sosiologis di dalam areal proyek terdapat lahan/tanah milik masyarakat setempat (individu,
komunal) yang diakui/dimiliki secara adat dan diwariskan secara turun temurun. Di mana
lahan/tanah tersebut dipergunakan/dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sumber
mata pencaharian (berladang, berkebun, berburu, dll), tempat keramat/kawasan ritual
(Tembawang, kuburan, tempat upacara adat, dll), pemukiman, dan lain sebagainya. Pada saat
kegiatan penataan areal kerja diprakirakan akan menimbulkan konflik. Dalam konteks ini,
konflik didefinisikan sebagai suatu “perwujudan perbedaan cara pandang” antara berbagai
pihak terhadap obyek yang sama, yaitu lahan yang akan ditata batas untuk areal kerja.

Konflik yang dapat terjadi terkait dengan penataan areal kerja antara lain yaitu :
- Konflik antar anggota masyarakat (konflik horizontal). Konflik ini dipicu oleh adanya
pengakuan kepemilikan dan penguasaan ganda atau lebih terhadap suatu lahan/tanah oleh
warga masyarakat, maupun terkait dengan batas wilayah desa/dusun.
- Konflik antar masyarakat dengan PT. Landak Bhakti Palma (konflik vertikal). Konflik ini dipicu
oleh kegiatan pembuatan batas dan pembebasan lahan yang tidak berkoordinasi atau tidak
melibatkan pihak-pihak terkait, terutama masyarakat setempat, dimana perusahaan dengan
sewenang-wenang melakukan pembebasan terhadap lahan yang secara sosiologis
merupakan “milik” masyarakat setempat baik “kepemilikan” secara individu maupun
komunal. Selain itu konflik juga dapat terjadi apabila dalam pembuatan batas dan
pembebasan lahan tidak didapat suatu kesepakatan/konsensus antara PT. Landak Bhakti

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 13


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Palma dengan masyarakat setempat, terutama terkait dengan ganti rugi lahan dan tanam
tumbuh.
- Bentuk konflik yang terjadi dapat berupa sengketa/dispute, dimana adanya perebutan
terhadap “kepemilikan” lahan/tanah antara anggota masyarakat, maupun antar masyarakat
setempat dengan PT. Landak Bhakti Palma. Pada tingkat yang lebih tinggi, konflik dapat
menimbulkan tindakan kekerasan atau kontak fisik antara kedua belah pihak yang dapat
mengakibatkan kerusakan baik material maupun immaterial. Kondisi ini akan berpengaruh
pada keberlangsungan proyek selanjutnya.
Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pembuatan tata batas dan pembebasan lahan terhadap
konflik sosial diprakirakan bersifat negatif, dimana pada saat sebelum ada kegiatan pembuatan
tata batas dan pembebasan lahan, rona lingkungan awal berada pada skala 4 (baik). Hal ini
ditunjukkan oleh masyarakat di wilayah studi hidup dalam kekerabatan yang erat dan harmonis,
serta aman dan damai. Meskipun pernah terjadi konflik (konflik jarang terjadi), namun konflik
tersebut belum sampai kepada kekerasan yang merusak secara material maupun immaterial,
dan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga tidak berpengaruh terhadap keharmonisan
masyarakat. Diprakirakan dengan adanya kegiatan pembuatan tata batas dan pembebasan
lahan, rona lingkungan akan berubah menjadi buruk (skala 2) karena dengan adanya
kegiatan penataan areal kerja yang bermasalah (penataan batas terhadap areal yang dimiliki
masyarakat, tidak didapatnya kesepakatan bersama, penataan batas tidak sesuai dengan
peraturan yang berlaku baik formal maupun informal) dapat menjadi potensi terjadinya konflik
atau dengan kata lain kondisi masyarakat agak rawan terhadap konflik baik internal maupun
eksternal. Sehingga mempunyai besaran dampak (-2) negatif sedang.

 Jumlah manusia yang terkena dampak Berdasarkan kriteria ini, dampak konflik sosial
dianggap penting (P), karena jumlah penduduk yang akan terkena dampak konflik sosial
diprakirakan ± 10.528 jiwa (total penduduk Desa Landau Apin, Teluk Kebau, Lembah
beringin dan Tembaga).
 Luas wilayah persebaran dampak : Berdasarkan kriteria ini, dampak konflik sosial dianggap
penting (P), karena wilayah penyebaran dampak konflik sosial diprakirakan cukup luas,
karena bukan hanya penduduk pada wilayah dusun-dusun, namun juga mencakup Desa
Landau Apin, Teluk Kebau, Lembah beringin dan Tembaga yang berada di lokasi proyek,
bahkan sampai wilayah Kecamatan Nanga Mahap.
 Intensitas dan Lamanya dampak berlangsung : Dampak konflik sosial diprakirakan
mempunyai intensitas yang tinggi, dan dampak ini berlangsung tidak hanya pada saat
dilakukan kegiatan prerbuatan tata batas dan pembebasan lahan tetapi juga selama operasi,
hal ini dipengaruhi oleh dinamika sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 14


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma, sehingga
dianggap penting (P).
 Banyak komponen lain yang terkena dampak: Dampak konflik sosial sebaliknya akan
menyebabkan sikap yang negatif dari masyarakat, hal ini dikarenakan persepsi masyarakat
bahwa dengan adanya perusahaan akan menyebabkan terjadinya konflik sosial, sehingga
dianggap penting (P)
 Sifat kumulatif dampak : Ditinjau dari sifat kumulatif dampak, konflik sosial dapat bersifat
kumulatif di masyarakat, jika perusahaan tidak dapat mencegah dan mengatasi konflik yang
terjadi, serta konflik terjadi tergantung dari dinamika sikap dan persepsi masyarakat
terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma, sehingga dianggap penting (P).
 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak : Kondisi kehidupan masyarakat dapat kembali
seperti semula tanpa konflik (harmonis, aman dan damai) terkait keberadaan proyek,
dengan penanganan yang baik dan benar terhadap konflik yang terjadi, sehingga dianggap
tidak penting (TP).
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak
sosialisasi proyek terhadap terjadinya konflik sosial dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. Negatif,
sedang dan penting (-2/P).

3.2.3.2. Tahap Konstruksi


Pada tahap konstruksi ini diprakirakan terjadi pola interaksi antara kegiatan fisik perkebunan dan
pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma, dengan komponen lingkungan
fisika kimia, sosial, ekonomi dan budaya, serta kesehatan masyarakat .
1. Rekrutmen Tenaga Kerja
- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Kesempatan Kerja
Kegiatan rekruitmen tenaga kerja pada tahap konstruksi berdampak pada kesempatan kerja.
Beralihnya pola kehidupan masyarakat yang terkena dampak karena hilangnya lahan yang
digunakan, selanjutnya akan berubah menjadi tenaga kerja bidang fisik, membuka bidang
usaha dan pelayanan jasa.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, kegiatan konstruksi memberikan perubahan


terhadap pola kehidupan masyarakat di desa–desa sekitar wilayah studi. Jumlah tenaga kerja
yang diperlukan cukup besar.

Dampak kegiatan proyek yang akan dilaksanakan terhadap kesempatan kerja adalah
terbukanya kesempatan kerja baru di desa-desa diwilayah studi. Rona awal kegiatan terdapat
kelompok usia produktif (15-54 tahun) tercatat sebanyak 15.985 jiwa atau 60,02% dari total
penduduk Kecamatan Nanga Mahap. Ini berarti rona awal lingkungan berada pada skala 3

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 15


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

(sedang). Kehadiran proyek dan kegiatan-kegiatan produktifnya di sekitar base camp akan
tumbuh berbagai usaha sektor informal, seperti warung makanan dan kelontong untuk
kebutuhan sehari-hari, tempat pemondokan karyawan, tempat pencucian kendaraan (mobil)
sehingga mendorong peningkatan ekonomi local dan pemberdayan ekonomi masyarakat
setempat yang pada akhirnya menimbulkan multiplier effect yang besar. Begitu pula dengan
terciptanya peluang usaha baru, diperkirakan dengan adanya proyek perusahaan peluang
usaha akan meningkat sebesar 15% per tahun (dengan asumsi pertumbuhan usaha formal
mencapai 13,60%), sementara disektor non formal akan tumbuh dengan tingkat yang sama,
karena terciptanya warung/toko, bengkel, pencucian kenderaan, penginapan, rumah makan,
dan sebagainya. Pada tahap konstruksi kehadiran proyek diharapkan dapat menyerap tenaga
kerja sehinggan pengangguran dapat dikurangi. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang sangat
banyak di sekitar areal proyek, maka potensi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga
kerja bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan proyek. Berdasarkan asumsi pertumbuhan
daya serap tenaga kerja di sektor informal di wilayah studi (9,85%), maka perkiraan jumlah
tenaga kerja yang terserap lebih dari 10% atau sekitar 1.500 orang selama umur proyek (35
tahun). Ini berarti dengan adanya kegiatan penerimaan tenaga kerja, kesempatan kerja berada
pada skala 4 (baik). Dengan demikian dampak dari kegiatan ini adalah positif kecil (+1).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah :

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak mengingat peluang untuk
bekerja di lokasi studi sangat minim. Dengan demikian jumlah manusia yang terkena
dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).

 Luas persebaran dampak tersebut termasuk cukup luas yaitu desa yang masuk wilayah studi
maupun desa yang berada dekat wilayah studi, sehingga tergolong penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah tidak ada,
sehingga tergolong tidak penting (TP)
 Sifat kumulatif dampak : dampak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: berbalik, sehingga tergolong tidak penting (TP).
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
Rekrutmen Tenaga Kerja terhadap kesempatan kerja dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. positif, kecil
dan penting (+1/P).

 Sikap dan Persepsi Masyarakat


Rekrutmen tenaga kerja, diprakirakan akan memunculkan sikap dan persepsi masyarakat yang
positif jika perusahaan secara terbuka mengumumkan penerimaan hubungan kerja dan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 16


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

mengakomodir tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat sesuai dengan
kualifikasi/keahlian yang dibutuhkan. Sebaliknya akan memunculkan sikap dan persepsi
masyarakat yang negatif jika perusahaan tidak secara terbuka mengumumkan penerimaan
tenaga kerja dan tidak atau kurang mengakomodir tenaga kerja yang berasal dari masyarakat
setempat sesuai dengan kualifikasi/ keahlian yang dibutuhkan.

Hal ini terjadi karena kegiatan proyek ini mengakibatkan berbagai keresahan dalam
masyarakat. Sikap dan persepsi masyarakat yang semula buruk (skala 2) dan dengan adanya
kegiatan rekrutmen tenaga kerja tersebut menjadi skala 3 (sedang), Sehingga mempunyai
besaran dampak (+1) positif kecil.

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut :

 Jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk merata termasuk dampak
penting (P).

 Luas persebaran dampak tersebut termasuk cukup luas yaitu desa yang masuk wilayah studi
maupun desa yang berada dekat wilayah studi, sehingga tergolong penting (P).

 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung tidak
lama, sehingga tergolong tidak penting (TP).

 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak: tidak ada komponen
lingkungan hidup lain yang terkena dampak selain manusia (P).

 Sifat kumulatif dampak: Dampak bersifat kumulatif sehingga tergolong penting (P).

 Berbalik atau tidak berbalik dampak: bersifat berbalik, sehingga dampak tergolong tidak
penting (TP).

Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
rekrutmen tenaga kerja terhadap sikap dan persepsi masyarakat dapat dikategorikan sebagai
dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. positif,
kecil dan penting (+1/P).

 Keresahan Masyarakat

Rekrutmen tenaga kerja, diprakirakan akan memunculkan keresahan masyarakat yang


merupakan dampak turunan dari sikap dan persepsi masyarakat yang negatif jika perusahaan
tidak secara terbuka mengumumkan penerimaan tenaga kerja dan tidak atau kurang
mengakomodir tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat sesuai dengan kualifikasi/
keahlian yang dibutuhkan. Dalam kaitannya dengan kegiatan rekrutmen tenaga kerja baik
dalam tahap konstruksi maupun operasi juga akan menimbulkan keresahan jika masyarakat
setempat tidak diprioritaskan diberi kesempatan untuk bekerja sebagai karyawan di
perusahaan, sehingga mereka merasa diperlakukan tidak adil.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 17


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Hal ini terjadi karena kegiatan proyek ini mengakibatkan berbagai keresahan dalam masyarakat
yang semula berada pada skala 3 (sedang) dan dengan adanya kegiatan rekruitmen tenaga
kerja tersebut menjadi buruk (skala 2), Sehingga mempunyai besaran dampak (+1) negatif
kecil.

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut :

 Jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk merata termasuk dampak
penting (P).

 Luas persebaran dampak tersebut termasuk cukup luas yaitu desa yang masuk wilayah studi
maupun desa yang berada dekat wilayah studi, sehingga tergolong penting (P).

 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung tidak
lama, sehingga tergolong tidak penting (TP).

 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak: tidak ada komponen
lingkungan hidup lain yang terkena dampak selain manusia (P).

 Sifat kumulatif dampak: Dampak bersifat kumulatif sehingga tergolong penting (P).

 Berbalik atau tidak berbalik dampak: bersifat berbalik, sehingga dampak tergolong tidak
penting (TP).

Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
rekrutmen tenaga kerja terhadap keresahan masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. Negatif, kecil
dan penting (+1/P).

 Terjadinya Konflik Sosial

Rekruitmen tenaga kerja dapat menjadi sumber terjadinya konflik sosial di masyarakat,
sedangkan yang menjadi pemicu terjadinya konflik adalah ketika kegiatan rekruitmen tenaga
kerja yang dilakukan oleh PT. Landak Bhakti Palma tidak melalui mekanisme dan prosedur yang
benar (tidak terbuka/tidak transparan dalam mengumumkan rekruitmen tenaga kerja, baik
jumlah, posisi maupun kualifikasi yang dibutuhkan), serta tidak diutamakannya penduduk
setempat untuk diterima menjadi tenaga kerja di PT. Landak Bhakti Palma, dengan kata lain PT.
Landak Bhakti Palma lebih banyak/mengutamakan menerima tenaga kerja dari luar. Selain itu,
konflik juga dapat dipicu oleh interaksi sosial/hubungan antara masyarakat setempat dan
pendatang yang tidak harmonis/tidak cocok yang dikarenaka antara lain: sifat-sifat pribadi yang
berbeda, perbedaan kepentingan, komunikasi yang “buruk”, perbedaan nilai, dan sebagainya.
Bentuk konflik yang dapat terjadi yaitu persaingan antar anggota masyarakat setempat,
maupun antara masyarakat setempat dengan pendatang untuk diterima sebagai tenaga kerja di
PT. Landak Bhakti Palma.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 18


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Ditinjau dari aspek aktor/pelaku, konflik yang terjadi melibatkan masyarakat setempat yang
diterima bekerja dengan masyarakat setempat yang tidak diterima bekerja di PT. Landak Bhakti
Palma, masyarakat setempat dengan pendatang (konflik horizontal); dan melibatkan
masyarakat setempat dengan pihak PT. Landak Bhakti Palma (konflik vertikal). Kondisi ini akan
berpengaruh pada keberlangsungan proyek selanjutnya.

Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan rekruitment tenaga kerja terhadap konflik sosial
diprakirakan bersifat negatif, dimana pada saat sebelum ada kegiatan rekrutmen tenaga kerja,
rona lingkungan awal berada pada skala 4 (baik). Hal ini ditunjukkan oleh masyarakat di
wilayah studi hidup dalam kekerabatan yang erat dan harmonis, serta aman dan damai.
Meskipun pernah terjadi konflik (konflik jarang terjadi), namun konflik tersebut belum sampai
kepada kekerasan yang merusak secara material maupun immaterial, dan dapat diselesaikan
dengan baik, sehingga tidak berpengaruh terhadap keharmonisan masyarakat. Diprakirakan
dengan adanya kegiatan rekrutmen tenaga kerja, rona lingkungan akan berubah menjadi
buruk (skala 2) karena dengan adanya kegiatan rekrutment tenaga kerja dapat menjadi
potensi terjadinya konflik atau dengan kata lain kondisi masyarakat agak rawan terhadap
konflik baik internal maupun eksternal. Sehingga mempunyai besaran dampak (-2) negatif
sedang.

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang terkena dampak adalah Jika terjadi konflik sosial, maka akan
berdampak pada masyarakat di 4 desa yang berada di sekitar lokasi proyek (Desa Landau
apin, Teluk Kebau, Lembah Beringin dan Tembaga), terutama masyarakat di dusun-dusun
yang berada di dalam lokasi proyek., sehingga dianggap penting (P).
 Luas persebaran dampak : Wilayah penyebaran dampak konflik sosial diprakirakan cukup
luas, bukan hanya pada wilayah dusun-dusun, namun juga mencakup 4 desa yang berada di
sekitar lokasi proyek. Tidak menutup kemungkinan wilayah penyebaran dampak konflik
sosial lebih luas lagi yaitu mencapai wilayah Seluruh desa di kecamatan Nanga Mahap,
sehingga dianggap penting (P)
 Intensitas dampak berlangsung : Dampak diprakirakan mempunyai intensitas yang rendah,
karena dampak ini hanya berlangsung selama tahap konstruksi, setelah tahap konstruksi
berakhir maka penduduk pendatang akan kembali ke daerah asalnya, sehingga dianggap
tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak: Dampak konflik sosial
sebaliknya akan menyebabkan sikap yang negatif dari masyarakat, hal ini dikarenakan
persepsi masyarakat bahwa dengan adanya perusahaan akan menyebabkan terjadinya
konflik sosial, sehingga dianggap penting (P)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 19


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Sifat kumulatif dampak: Ditinjau dari sifat kumulatif dampak, konflik sosial dapat bersifat
kumulatif di masyarakat, jika perusahaan tidak dapat mencegah dan mengatasi konflik yang
terjadi, serta konflik terjadi tergantung dari dinamika sikap dan persepsi masyarakat
terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma, sehingga dianggap penting (P).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: Kondisi kehidupan masyarakat dapat kembali seperti
semula tanpa konflik (harmonis, aman dan damai) terkait keberadaan proyek, dengan
penanganan yang baik dan benar terhadap konflik yang terjadi, sehingga dianggap tidak
penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
perekrutan tenaga kerja terhadap terjadinya konflik sosial dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang. negatif,
sedang dan penting (-2/P).

2. Mobilisasi Peralatan dan Material


- Komponen Fisik Kimia
 Penurunan Kualitas Udara
Dengan beroperasinya kegiatan mobilisasi peralatan dan material dalam kegiatan konstruksi
yang meliputi kegiatan pengangkutan alat-alat berat dan material konstruksi, serta pengerahan
tenaga kerja secara besar-besaran untuk melakukan kegiatan fisik diperkirakan akan
menimbulkan dampak langsung terhadap penurunan kualitas udara.
Pada rona lingkungan awal kualitas udara masih berada di bawah baku mutu lingkungan yang
telah ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di lokasi studi masih tergolong
sangat baik. Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample
yang menjadi pusat kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran
menunjukan bahwa dari ke-3 (tiga) lokasi, Sulfur dioxide (SO 2) berkisar antara 18,10 – 28,30
µg/Nm3, Carbon monoxide (CO) berkisar antara 39,70 – 44,10 µg/Nm3, Nitrogen Dioxide (NO2)
berkisar antara 24,78 – 31,07 µg/Nm3, Ozone (O3) berkisar antara 1,10 – 1,80 µg/Nm3, Hydro
Carbon berkisar antara 0,40 – 0,87 µg/Nm3, serta Dust (TSP) tergolong sangat rendah berkisar
antara 45,70 – 51,40 µg/Nm3. Parameter-parameter kimia kualitas udara seperti gas-gas CO,
NO2 dan SO2 umumnya bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil/minyak bumi (bensin
dan solar) terutama untuk kegiatan transportasi dan industri. Namun gas-gas tersebut termasuk
gas yang mudah larut dalam air sehingga kandungannya di udara dipengaruhi oleh curah hujan
karena dapat melarutkan gas-gas tersebut. Aktifitas alat-alat berat yang besar untuk kegiatan
fisik perkebunan berpotensi dalam menurunkan kualitas udara. Kegiatan ini berlangsung
kontinyu dan lama selama masa konstruksi dan merata di sekitar wilayah studi.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 20


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Dilihat dari hasil pengukuran kualitas udara di lokasi studi, kualitas udara pada rona awal ini
masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 41 Tahun 1999
Tentang pengendalian pencemaran udara.
Dengan demikian dampak terhadap kualitas udara yang timbul dari kegiatan ini diperkirakan
mengalami penurunan (bersifat negatif) dimana Kondisi rona lingkungan awal kualitas udara
berada baik (skala 4) dan setelah adanya kegiatan mobilisasi peralatan dan material
diperkirakan kualitasnya menurun menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian maka prakiraan
besaran dampak yang terjadi adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak. Mencakup pada masyarakat di 5
desa yang berada di sekitar lokasi proyek (Desa Landau apin, Teluk Kebau, Lembah
Beringin, Mahap dan Tembaga), terutama masyarakat di dusun-dusun yang berada di dalam
lokasi proyek. Dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk
dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi seluruh areal, sehingga luas persebaran besar
dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung tidak (sementara) lama
selama kegiatan beroperasi, sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi tingkat
kebisingan, habitat satwa, sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga
tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak
mobilisasi terhadap kualitas udara dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P).
Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar sehingga perlu dilakukan
pengelolaan. Negatif, sedang dan penting (-2/P).

 Peningkatan Intensitas Kebisingan


Dengan beroperasinya kegiatan mobilisasi peralatan dan material dalam kegiatan konstruksi
yang meliputi kegiatan pengangkutan alat-alat berat dan material konstruksi, serta pengerahan
tenaga kerja secara besar-besaran untuk melakukan kegiatan fisik diperkirakan akan
menimbulkan dampak langsung terhadap tingkat kebisingan.
Pada rona lingkungan awal tingkat kebisingan masih berada di bawah baku mutu lingkungan
yang telah ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di lokasi studi masih
tergolong sangat baik. Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan
sample yang menjadi pusat kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 21


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

pengukuran menunjukan bahwa Kualitas dari parameter tingkat kebisingan ( noise) dari 3 (tiga)
lokasi menunjukkan tingkat baku mutu yang masih sangat normal. Hasil dari lokasi 1 (Landau
Menserai) menunjukkan bahawa kebisingan masih normal sebesar 48,6 dB(A), untuk lokasi 2
(Desa Tembesuk) ini menunjukkan bahwa sebesar 48,0 dB(A), dan untuk lokasi 3 (Desa
Lembah Beringin) sebesar 43,0 dB. Kebisingan yang merupakan bunyi yang tidak diinginkan
dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia serta
kenyamanan lingkungan. Aktifitas alat-alat berat yang besar untuk kegiatan fisik perkebunan
berpotensi dalam meningkatkan kebisingan. Kegiatan ini berlangsung kontinyu dan lama selama
masa konstruksi dan merata di sekitar wilayah studi.
Dilihat dari hasil pengukuran kebisingan di lokasi studi, tingkat kebisingan pada rona awal ini
masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 48 Tahun 1996
Tentang baku mutu tingkat kebisingan.
Dengan demikian dampak terhadap tingkat kebisingan yang timbul dari kegiatan ini
diperkirakan mengalami penurunan (bersifat negatif) dimana Kondisi rona lingkungan awal
tingkat kebisingan berada baik (skala 4) dan setelah adanya kegiatan mobilisasi peralatan dan
material diperkirakan kualitasnya menurun menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian maka
prakiraan besaran dampak yang terjadi adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak. Mencakup pada masyarakat di 5
desa yang berada di sekitar lokasi proyek (Desa Landau apin, Teluk Kebau, Lembah
Beringin, Mahap dan Tembaga), terutama masyarakat di dusun-dusun yang berada di dalam
lokasi proyek.Dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk
dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi seluruh areal, sehingga luas persebaran besar
dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung tidak (sementara) lama
selama kegiatan beroperasi, sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi kualitas
udara, tingkat kebisingan,habitat satwa, struktur jalan, sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga
tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria sifat penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak
mobilisasi peralatan dan material terhadap tingkat kebisingan dapat dikategorikan sebagai
dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar
sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, sedang dan penting (-2/P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 22


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya


 Sikap dan Persepsi Masyarakat
Pada kegiatan mobilisasi peralatan dan material diprakirakan akan berdampak negatif pada
sikap dan persepsi masyarakat. Hal ini terjadi karena kegiatan proyek ini mengakibatkan
kebisingan meningkat, kualitas udara menurun, kerusakan jalan, dan menambah arus lalu lintas
sehingga rawan kecelakaan. Sikap dan persepsi masyarakat yang semula baik (skala 4) dan
dengan adanya kegiatan mobilisasi peralatan dan material tersebut, kualitas lingkungan
berubah menjadi buruk (skala 2). Besaran dampak yang diprakirakan muncul pada kegiatan
ini adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut:
 Jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk merata termasuk dampak
penting (P).
 Luas persebaran dampak tersebut termasuk cukup luas yaitu ke seluruh wilayah perkebunan
dan daerah, sehingga tergolong penting (P).
 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung tidak
lama, sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak: komponen lingkungan hidup
lain yang terkena dampak, sedikit, sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Sifat kumulatif dampak: Dampak bersifat kumulatif sehingga tergolong penting (P).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: bersifat berbalik, sehingga dampak tergolong tidak
penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak
mobilisasi peralatan dan material terhadap sikap dan persepsi masyarakat dapat dikategorikan
sebagai dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar
sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, sedang dan penting (-2/P).

- Komponen Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat


 Penurunan Tingkat Kesehatan Masyarakat
Kegiatan mobilisasi peralatan dan material diprakirakan akan mempengaruhi tingkat kesehatan
masyarakat. Hal ini sebagai akibat semakin turunnya kualitas udara dan munculnya berbagai
bahan pencemar, debu, dan peningkatan kebisingan, kecelakaan lalu lintas karena intensitas
kendaraan proyek. Kesemuanya tersebut akan memicu timbulnya atau bahkan memperparah
tingkat kesakitan penduduk lokal dengan berbagai jenis penyakit, seperti ISPA, penyakit kulit,
penyakit mata, diare/kholera dan kemungkinan terjadinya peningkatan angka kecelakaan di
jalan raya. Ditambah kondisi rona awal di lokasi studi yang minim fasilitas kesehatan. Maka
dampak yang muncul diprakirakan negatif kecil (-1), sehingga tingkat kesehatan masyarakat
yang semula memiliki skala 4 (baik) akan turun menjadi sedang (skala 3).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 23


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak adalah luas, sehingga luas persebaran besar dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak penting
(TP)
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak
mobilisasi alat dan material terhadap penurunan tingkat kesehatan masyarakat dapat
dikategorikan sebagai dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi
tergolong kecil. Negatif, kecil dan penting (-1/P).

3. Pembukaan dan Penyiapan Lahan


- Komponen Geofisik Kimia
 Penurunan Kualitas Air Permukaan
Kegiatan Pembukaan Lahan akan mengakibatkan hilangnya vegetasi, sehingga tanah akan
lebih rentan terhadap erosi oleh air limpasan permukaan (surface run off) dan kenaikan
biomassa di permukaan lahan. Partikel tanah dan sisa-sisa bahan organik dapat ikut hanyut
bersama aliran permukaan (surface runoff) terbawa masuk ke dalam sungai atau danau di
sekitar lokasi yang yang terbuka. Akibatnya dapat terjadi penurunan kualitas air permukaan
karena peningkatan kekeruhan dan peningkatan kadar bahan organik di dalam air.
Pada lahan yang terbuka, pukulan air hujan akan langsung menghempas di permukaan tanah
dan menyebabkan terpecahnya butiran tanah. Butiran tanah yang pecah dapat hanyut bersama
aliran air atau menutup pori-pori tanah. Tanah yang hanyut sebagian akan diendapkan di
lembah-lembah atau di badan-badan air seperti sungai dan kolam.
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan melalui unit laboratorium SUCOFINDO Pontianak
didapat hasil rona awal sebagai berikut:
Sifak Fisik : Residu terlarut (TDS) 18,00 – 134,00 mg/l, Residu tersuspensi(TSS) 16 – 32 mg/l.
Sifat kimia : Keasaman 7,07 – 8,70, Oksigen terlarut (DO) 7,86 – 26,10 mg/l, BOD 1,74 – 5,22
mg/l, COD 7,84 – 23,52 mg/l
Dampak yang ditimbulkan pembukaan dan penyiapan lahan terhadap kualitas air permukaan
diprakirakan bersifat negatif (-), dengan kondisi rona lingkungan awal kualitas lingkungan baik
(skala 4). Dengan adanya kegiatan proyek akan berubah menjadi buruk (skala 2). Besaran
dampak yang diprakirakan muncul pada kegiatan ini adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 24


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang terkena dampak, dampaknya dinyatakan sebagai dampak penting (P).
Dikarenakan sebagian penduduk di lokasi rencana kegiatan masih menggunakan air sungai
untuk berbagai keperluan sehingga penurunan kualitas air akan berdampak pada manusia
misalnya kesehatan dan kebersihan.
 Luas wilayah persebaran dampak yaitu seluruh areal. Oleh karena itu besaran dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung bersifat sementara yaitu hanya berlangsung
sementara selama tahap pembukaan lahan dan akan segera berkurang setelah dilakukan
penanaman land cover crop, penanaman pohon karet dan upaya konservasi tanah dan air.
Sehingga besaran dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak adalah banyak maka dampaknya
dinyatakan sebagai dampak penting (P) karena ada komponen lingkungan lain yang terkena
dampak seperti biologi dan kesehatan masyarakat.
 Sifat kumulatifnya dampak : dampak bersifat tidak kumulatif karena dapat dikurangi atau
dikendalikan setelah dilakukan dengan land cover crop, penanaman pohon karet dan upaya
konservasi tanah dan air. Sehingga dinyatakan sebagai dampak tidak penting (TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik dan dapat dinyatakan tidak penting (TP) karena
dampaknya akan dapat berbalik kembali atau dipulihkan setelah kegiatan selesai.
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak
pembukaan lahan terhadap kualitas air dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P).
Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar sehingga perlu dilakukan
pengelolaan. Negatif, sedang dan penting (-2/P).
 Terjadinya Erosi Dan Sedimentasi
Kondisi rona awal parameter erosi dan sedimentasi di lihat berdasarkan pengamatan bahwa
lokasi yang akan dijadikan areal perkebunan belum ada kegiatan dan sebagian kecil dari total
areal yang sudah terdapat aktifitas oleh masyarakat setempat.
Tabel 3.2. Perkiraan Erosi di Lokasi Rencana Kegiatan Pada Rona Awal

Jenis Kelas Factor Erosi Erosi Klasifi


Jenis Tanah
Penutupan Lereng (Ton/ha/th) kasi
R K LS CP
Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.05 1.47 SR
Pemukiman Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.05 59.41 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.05 97.56 SR


Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.01 0.29 SR
Sawah/ladang Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.01 11.88 SR
Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.01 19.51 R
Kebun Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.03 0.88 SR
Tengkawang Dystrudepts

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 25


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Jenis Kelas Factor Erosi Erosi Klasifi


Jenis Tanah
Penutupan Lereng (Ton/ha/th) kasi
R K LS CP
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.03 35.65 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.03 58.53 R


Kebun Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.03 0.88 SR
Campuran Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.03 35.65 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.03 58.53 R


Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.03 0.88 SR
Kebun Karet Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.03 35.65 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.03 58.53 R


Kebun Kelapa Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.03 0.88 SR
Sawit Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.03 35.65 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.03 58.53 R


Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.05 1.47 SR
Semak Belukar Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.05 59.41 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.05 97.56 S

Hutan Fluventic 0-8 978 0.12 0.25 0.1 2.93 SR


sekunder Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.1 118.83 S

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.1 195.11 B


Fluventic
0-8 978 0.12 0.25 0.05 1.47 SR
Rawa Dystrudepts
Typic Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.05 59.41 R

Lythic Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.05 97.56 S


Sumber: Hasil analisis data (2013)
Sumber : Hasil Analisis Data, 2013
Catatan :
SR : sangat Ringan; R : Ringan; S: Sedang; B : Berat; SB : Sangat Berat

Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa kondisi yang menyebabkan timbulnya erosi


berdasarkan hasil perhitungan pada rona awal kadar erosi di wilayah studi berada pada kisaran
antara 1,47 ton/ha/th sampai 195,11 ton/ha/th. Dengan kondisi ini parameter erosi dan
sedimentasi dapat dikategorikan dalam keadaan ringan dengan skala 3.
Indeks bahaya erosi di lokasi rencana kegiatan pada tahap pembukaan lahan tanpa tindakan
konservasi adalah:
Tabel 3. 3 Indeks dan Kelas Bahaya Erosi Pada Rona Lingkungan Awal

Erosi Yang
Diperbolehkan Indeks Kelas
Jenis Erosi
Tanah Kelas Lereng EDP Bahaya Bahaya
Penutupan (Ton/ha/th)
Erosi Erosi
(ton/ha/th)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 26


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Fluventic
0-8 1.467 22.4 0.07 R
Pemukiman Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 59.4135 22.4 2.65 T

Lythic Dystrudepts >25 97.5555 22.4 4.36 T


Fluventic
0-8 1.467 22.4 0.07 R
Sawah/ladang Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 59.4135 22.4 2.65 T

Lythic Dystrudepts >25 97.5555 22.4 4.36 T


Kebun Fluventic
0-8 0.8802 22.4 0.04 R
Tengkawang Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 35.6481 22.4 1.59 S

Lythic Dystrudepts >25 58.5333 22.4 2.61 T


Fluventic
0-8 0.8802 22.4 0.04 R
Kebun Campuran Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 35.6481 22.4 1.59 S

Lythic Dystrudepts >25 58.5333 22.4 2.61 T


Fluventic
0-8 0.8802 22.4 0.04 R
Kebun Karet Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 35.6481 22.4 1.59 S

Lythic Dystrudepts >25 58.5333 22.4 2.61 T


Kebun Kelapa Fluventic
0-8 0.8802 22.4 0.04 R
Sawit Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 35.6481 22.4 1.59 S

Lythic Dystrudepts >25 58.5333 22.4 2.61 T


Fluventic
0-8 1.467 22.4 0.07 R
Semak Belukar Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 59.4135 22.4 2.65 T

Lythic Dystrudepts >25 97.5555 22.4 4.36 T


Fluventic
0-8 2.934 22.4 0.13 R
Hutan sekunder Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 118.827 22.4 5.30 T

Lythic Dystrudepts >25 195.111 22.4 8.71 T


Fluventic
0-8 1.467 22.4 0.07 R
Rawa Dystrudepts

Typic Kandiudults 8-25 59.4135 22.4 2.65 T

Lythic Dystrudepts >25 97.5555 22.4 4.36 T


Sumber: Hasil analisis AMDAL PT. Landak Bhakti Palma, 2013
Keterangan : R : Ringan; S : Sedang; T : Tinggi;

Setelah adanya kegiatan pembukaan lahan, maka perkiraan erosi di lokasi rencana kegiatan
pada tahap pembukaan adalah sebagai berikut.

Tabel 3. 4 Perkiraan Erosi di Lokasi Rencana Kegiatan Pada Tahap Pembukaan Lahan

Erosi
Factor Erosi
Jenis Kelas (Ton/ Klasifi
Penutupan Jenis Tanah Lereng R K LS CP ha/th) kasi
tanah Fluventic
terbuka Dystrudepts 0-8 978 0.12 0.25 0.1 2.93 SR
tanah Typic 8-25 978 0.27 4.5 0.1 118.83 S

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 27


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

terbuka Kandiudults
tanah Lythic
terbuka Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.1 195.11 B
Sumber : hasil analisis AMDAL PT. Landak Bhakti Palma, 2013

Indeks bahaya erosi di lokasi rencana kegiatan pada tahap pembukaan lahan tanpa
tindakan konservasi adalah:

Tabel 3. 5 Indeks dan Kelas Bahaya Erosi Pada Tahap Pembukaan Lahan
Erosi Yang
Erosi Diperbolehk Indeks
Jenis Kelas
Tanah (Ton/ha an EDP Bahay Kelas Bahaya Erosi
Penutupan Lereng
/th) a Erosi
(ton/ha/th)
tanah Fluventic 22.4 0.13
terbuka Dystrudepts 0-8 2.93 R
Typic 22.4 5.30
Kandiudults 8-25 118.83 T
Lythic 22.4 8.71
Dystrudepts >25 195.11 T

Kenaikan erosi akan diikuti dengan kenaikan hasil sedimen yang terbawa dalam aliran
air ke arah hilir.

Perkiraan besar erosi akan kembali turun setelah dilakukan kegiatan penanaman
tanaman penutup tanah (land cover crop), pertumbuhan tanaman karet (lihat tabel
3.6).

Tabel 3. 6 Perkiraan Erosi di Lokasi Rencana Kegiatan Setelah Lahan Tertutup


Tanaman Karet
Erosi
Jenis Jenis Kelas Factor Erosi
(Ton/ha/
Penutupan Tanah Lereng
R K LS CP th) Kla
Fluventic
kebun karet Dystrudepts 0-8 978 0.12 0.25 0.3 8.80
Typic
kebun karet Kandiudults 8-25 978 0.27 4.5 0.3 356.48
Lythic
kebun karet Dystrudepts >25 978 0.21 9.5 0.3 585.33
Sumber : hasil analisis

Erosi Yang
Diperbolehkan
Jenis Indeks
EDP
Penutupa Kelas Erosi Bahaya
n Tanah Lereng (Ton/ha/th) (ton/ha/th) Erosi Kelas Ba
kebun Fluventic 22.4 0.39
karet Dystrudepts 0-8 8.80
22.4 15.91
Typic Kandiudults 8-25 356.48
22.4 26.13
Lythic Dystrudepts >25 585.33

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 28


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Sumber : hasil analisis

Kegiatan-kegiatan pada tahap konstruksi/pembangunan fisik yang diprakirakan akan


menimbulkan dampak besar dan penting adalah kegiatan pembukaan lahan (Land Clearing).
Kegiatan pembukaan lahan menyebabkan perubahan bentang alam di wilayah studi. Hilangnya
tanaman penutup tanah (land cover crop), hilangnya tajuk pada tanaman keras akan
menyebabkan air hujan langsung jatuh ke bawah atau ke tanah sehingga memungkinkan
terjadinya erosi disuatu tempat dan munculnya sedimentasi di tempat lain. Pembukaan lahan
direncanakan menggunakan sistem semi mekanik tanpa pembakaran. Dengan cara ini
diharapkan masih dapat memberikan perlindungan pada tanah terhadap erosi. Dampak
kegiatan pembukaan lahan masih dikategorikan langsung, bersifat negatif (-). Dampak negatif
tersebut pada dasarnya bersifat dapat balik, melalui penanaman karet dan tindakan konservasi
tanah dan air, dan pemeliharaan tanaman karet yang segera dilakukan. Dengan demikian
melalui kegiatan tersebut, maka dampak lingkungan, erosi dan sedimentasi dapat ditekan
sekecil mungkin. Prakiraan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pembukaan lahan terhadap
laju erosi, setelah adanya proyek akan mengalami penurunan menjadi skala sedang (3).
Dengan demikian Prakiraan besaran dampak adalah negatif kecil (-1).

Berdasarkan uraian diatas maka dampak kegiatan pembangunan perkebunan terhadap laju
erosi tanah dan sedimentasi tergolong kecil (-1)

Pembukaan lahan dikategorikan berdampak langsung negatif (-) terhadap tingkat laju erosi
dan sedimentasi.
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak. Dengan demikian jumlah
manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi seluruh areal dimana ada kegiatan tersebut,
sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi, sifat
fisik tanah, sifat kimia tanah, kualitas air, sedimentasi, dan biota perairan, sehingga
tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
Dampak kegiatan tersebut bersifat dapat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah, Σ P = 5, TP=1, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil,
penting (-1/P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 29


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

- Komponen Biologi
 Terganggunya Kawasan Hutan
Lokasi perkebunan karet PT. Landak Bhakti Palma terletak berdekatan dengan Hutan Lindung.
Dengan adanya pembukaan lahan diperkirakan akan menggangu fungsi dari kawasan hutan
tersebut. Dimana rona lingkungan awal kawasan hutan tergolong baik karena terjaga dengan
baik (skala 4). Dengan adanya kegiatan pembukaan lahan akan menurunkan kondisi
lingkungannya menjadi sedang (skala 3) atau memberikan dampak negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit. Dengan demikian jumlah
manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak terbatas pada daerah yang areal perkebunan dan akan
dibuat buffer zone, sehingga luas persebaran dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama selama kegiatan
pembukaan lahan, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak adalah terhadap flora dan
fauna sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat tidak berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat dapat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah, Σ P = 4, TP=2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil,
penting (-1/P).

 Penurunan Keanekaragaman Jenis Flora


Adanya kegiatan pembukaan lahan baik untuk penanaman maupun yang terhubung dengan
kegiatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang seperti bangunan perusahaan dan
perumahan (emplasemen) serta pembangunan jalan, jembatan, dan drainase yang akan
memanfaatkan lahan relatif luas, sehingga dilakukannya pembersihan lahan dari tegakan
vegetasi yang ada. Kegiatan pembukaan lahan akan menyebabkan hilangnya jenis-jenis
vegetasi tertentu yang bernilai ekonomis dan ekologi. Keadaan ini selanjutnya akan merubah
keseimbangan ekosistem yang ada. Berkurangnya jenis seperti; Mahang (Macaranga spp),
Leban (Vitex pubescens), Medang (Litsea spp), Nyatoh (Palaquium sp) serta jenis lainnya
selanjutnya akan menurunkan keanekaragaman jenis flora/vegetasi yang ada beserta fungsi
ekologinya.
Diprakirakan skala kualitas lingkungan untuk keanekaragaman jenis flora/vegetasi di wilayah
studi berada pada skala 4 (baik), kemudian setelah adanya kegiatan pembukaan lahan skala
kualitas lingkungannya menurun menjadi skala 2 (buruk).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 30


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit. Dengan demikian jumlah
manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak relative luas, sehingga luas persebaran dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak adalah relative banyak
sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak : dampak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat tidak berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan besar prakiraan dampaknya 4 –
3 = -1, maka prakiraan dampak potensialnya adalah: negatif, sedang dan penting (-2/P)
sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.
 Penurunan Keanekaragaman Jenis Fauna
Terjadinya penurunan keanekaragaman jenis dari fauna pada tahap konstruksi adalah adanya
kegiatan pembukaan lahan. Jadi prakiraan dampak penting terhadap penurunan
keanekaragaman jenis fauna yang terjadi adalah ada pada kegiatan pembukaan lahan, dimana
hilangnya vegetasi secara ekstrim akibat pembukaan lahan, akan menimbulkan dampak
terhadap penurunan keanekaragaman jenis fauna terutama jenis-jenis fauna yang dilindungi
yang memanfaatkan vegetasi tersebut sebagai habitatnya, baik sebagai tempat berlindung dan
bereproduksi (nesting and breeding area); tempat mencari makan (feeding zone).
Perubahan ekosistem yang ada akibat kegiatan tersebut maka diikuti oleh perubahan struktur
penyusunnya, mengingat ekosistem tersebut juga sebagai habitat bagi berbagai jenis fauna
baik fauna yang dilindungi maupun fauna yang tidak dilindungi, maka dengan perubahan yang
terjadi akan berakibat pula pada struktur dan komposisi fauna yang ada serta akan
menyebabkan perubahan perilaku fauna.
Berbagai jenis mamalia, burung, reptilia, dan amphibi akan mengalami gangguan, sehingga
menuntut adanya pola migrasi dan adaptasi, sehingga fauna tersebut akan mencari habitat
baru yang mampu mendukung kehidupannya.
Jenis fauna yang sensitif terhadap perubahan tersebut akan mengalami stress, dan akan
mengganggu perilaku yang lain seperti mencari makan, perkawinan dan pola kolonisasinya.
Apabila kondisi ini berkelanjutan akan menyebabkan penurunan keragaman jenis fauna yang
ada dan penurunan kualitas habitat dalam mendukung kelangsungan hidup satwa tersebut.
Namun demikian, masih adanya alternatif bagi jenis fauna tersebut untuk mencari habitat lain
yang sesuai masih cukup besar.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 31


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Berdasarkan kondisi rona lingkungan awal, diprakirakan keanekaragaman jenis fauna darat di
wilayah studi berada pada skala 5 (sangat baik), setelah adanya kegiatan pembukaan lahan
skala kualitas lingkungannya menurun menjadi skala 3 (sedang).
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit. Dengan demikian jumlah
manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak relative luas, sehingga luas persebaran dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak adalah relative banyak
sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak : dampak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat tidak berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan besar prakiraan dampaknya 5 –
3 = -2, maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, sedang dan penting (-2/P)
sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

4. Pembangunan Sarana & Prasarana


Kebun
- Komponen GeoFisik Kimia
 Penurunan Kualitas Udara
Dengan dimulainya kegiatan pada tahap konstruksi secara langsung memberikan dampak
terhadap perubahan kualitas udara dan tingkat kebisingan di areal lokasi. Salah satu
penyebabnya adalah adanya kegiatan pembangunan sarana dan pra sarana untuk menunjang
jalannya perkebunan karet PT. Landak Bhakti Palma. Dengan dimulainya pembangunan sarana
dan prasarana, secara otomatis membuat perubahan kualitas udara dan tingkat kebisingan
yang meliputi pengangkutan material, bunyi mesin-mesin kendaraan yang mengangkut bahan-
bahan material yang akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana.
Pada rona lingkungan awal kualitas udara masih berada di bawah baku mutu lingkungan
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di lokasi studi masih tergolong sangat baik. Hasil
pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample yang menjadi pusat
kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran menunjukan bahwa dari
ke-3 (tiga) lokasi, Sulfur dioxide (SO2) berkisar antara 18,10 – 28,30 µg/Nm3, Carbon monoxide
(CO) berkisar antara 39,70 – 44,10 µg/Nm3, Nitrogen Dioxide (NO2) berkisar antara 24,78 –
31,07 µg/Nm3, Ozone (O3) berkisar antara 1,10 – 1,80 µg/Nm3, Hydro Carbon berkisar antara
0,40 – 0,87 µg/Nm3, serta Dust (TSP) tergolong sangat rendah berkisar antara 45,70 – 51,40
µg/Nm3. Parameter-parameter kimia kualitas udara seperti gas-gas CO, NO2 dan SO 2 umumnya

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 32


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil/minyak bumi (bensin dan solar) terutama untuk
kegiatan transportasi dan industri. Namun gas-gas tersebut termasuk gas yang mudah larut
dalam air sehingga kandungannya di udara dipengaruhi oleh curah hujan karena dapat
melarutkan gas-gas tersebut. Aktifitas alat-alat berat yang besar untuk kegiatan fisik
perkebunan berpotensi dalam menurunkan kualitas udara. Kegiatan ini berlangsung kontinyu
dan lama selama masa konstruksi dan merata di sekitar wilayah studi.
Dilihat dari hasil pengukuran kualitas udara di lokasi studi, kualitas udara pada rona awal ini
masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 41 Tahun 1999
Tentang pengendalian pencemaran udara.
Dengan demikian dampak terhadap kualitas udara yang timbul dari kegiatan ini diperkirakan
mengalami penurunan (bersifat negatif) dimana Kondisi rona lingkungan awal kualitas udara
baik (skala 4) dan setelah adanya pembangunan sarana dan prasarana kebun diperkirakan
kualitasnya menurun menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian maka prakiraan besaran
dampak yang terjadi adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak. Dengan demikian jumlah
manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi seluruh areal, sehingga luas persebaran besar
dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi kualitas
udara, habitat satwa, struktur jalan, sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
pembangunan sarana dan prasarana kebun terhadap kualitas udara dapat dikategorikan
sebagai dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar
sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, sedang dan penting (-2/P).

 Peningkatan intensitas Kebisingan


Dengan dimulainya kegiatan pada tahap konstruksi secara langsung memberikan dampak
terhadap perubahan kualitas udara dan tingkat kebisingan di areal lokasi. Salah satu
penyebabnya adalah adanya kegiatan pembangunan sarana dan pra sarana untuk menunjang
jalannya perkebunan karet PT. Landak Bhakti Palma. Dengan dimulainya pembangunan sarana
dan pra sarana, secara otomatis membuat perubahan kualitas udara dan tingkat kebisingan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 33


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

yang meliputi pengangkutan material, bunyi mesin-mesin kendaraan yang mengangkut bahan-
bahan material yang akan digunakan untuk pembangunan sarana dan pra sarana.

Pada rona lingkungan awal kualitas udara dan kebisingan masih berada di bawah baku mutu
lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di lokasi studi masih tergolong
sangat baik. Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample
yang menjadi pusat kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran
menunjukan bahwa Kualitas dari parameter tingkat kebisingan ( noise) dari 3 (tiga) lokasi
menunjukkan tingkat baku mutu yang masih sangat normal. Hasil dari lokasi 1 (Dusun Landau
Menserai) menunjukkan bahawa kebisingan masih normal sebesar 48,6 dB(A), untuk lokasi 2
(Desa Tembesuk) ini menunjukkan bahwa sebesar 48,0 dB(A), dan untuk lokasi 3 (Desa
Lembah Beringin) sebesar 43,0 dB. Kebisingan yang merupakan bunyi yang tidak diinginkan
dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia serta
kenyamanan lingkungan. Aktifitas alat-alat berat yang besar untuk kegiatan fisik perkebunan
berpotensi dalam meningkatkan kebisingan. Kegiatan ini berlangsung kontinyu dan lama selama
masa konstruksi dan merata di sekitar wilayah studi.

Dilihat dari hasil pengukuran kualitas udara dan kebisingan di lokasi studi, tingkat kebisingan
pada rona awal ini masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No.
48 Tahun 1996 Tentang baku mutu tingkat kebisingan.

Dengan demikian dampak terhadap tingkat kebisingan yang timbul dari kegiatan ini
diperkirakan mengalami penurunan (bersifat negatif) dimana Kondisi rona lingkungan awal
tingkat kebisingan baik (skala 4) dan setelah adanya pembangunan sarana dan prasarana
kebun diperkirakan kualitasnya menurun menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian maka
prakiraan besaran dampak yang terjadi adalah negatif sedang (-2).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak. Dengan demikian jumlah
manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi seluruh areal, sehingga luas persebaran besar
dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi kualitas
udara, habitat satwa, struktur jalan, sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 34


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
pembangunan sarana dan prasarana kebun terhadap tingkat kebisingan dapat dikategorikan
sebagai dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar
sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, sedang dan penting (-2/P).

 Penurunan Kualitas Air Permukaan


Adanya kegiatan pembangunan sarana dan pra sarana akan mengakibat terjadinya penurunan
kualitas air permukaan karena hilangnya tumbuhan yang bervegetasi sehingga tanah akan lebih
rentan terhadap erosi oleh air limpasan permukaan (surface run off). Proses erosi ini akan
mengangkut dan mengendapkan partikel-partikel tanah ke dalam alur-alur sungai atau danau di
sekitar lokasi yang dibuka. Akibatnya adalah kandungan partikel tanah dalam air permukaan
akan meningkat, sehingga air menjadi keruh. Kualitas air permukaan pada saat rona awal
berada pada skala 4 (baik) akan mengalami penurunan menjadi sedang (skala 3). Dengan
demikian besaran dampak akibat peningkatan kekeruhan air yang ditimbulkan adalah negatif
kecil (–1).

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan melalui unit laboratorium kesehatan Pontianak didapat
hasil rona awal sebagai berikut:

Sifak Fisik : Residu terlarut (TDS) 18,00 – 134,00 mg/l, Residu tersuspensi(TSS) 16 – 32 mg/l.
Sifat kimia : Keasaman 7,07 – 8,70, Oksigen terlarut (DO) 7,86 – 26,10 mg/l, BOD 1,74 – 5,22
mg/l, COD 7,84 – 23,52 mg/l

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang terkena dampak, dampaknya dinyatakan sebagai dampak penting (P).
Dikarenakan sebagian penduduk di lokasi rencana kegiatan masih menggunakan air sungai
untuk berbagai keperluan sehingga penurunan kualitas air akan berdampak pada manusia
misalnya kesehatan dan kebersihan.
 Luas wilayah persebaran dampak yaitu seluruh areal. Oleh karena itu besaran dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung bersifat lama yaitu berlangsung selama
pembangunan sarana dan pra sarana, sehingga besaran dampaknya menjadi penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak adalah banyak maka dampaknya
dinyatakan sebagai dampak penting (P) karena ada komponen lingkungan lain yang terkena
dampak seperti biologi dan kesehatan masyarakat. Sehingga besaran dampaknya menjadi
penting (P).
 Sifat kumulatifnya dampak : dampak bersifat kumulatif karena, sehingga dinyatakan sebagai
dampak penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 35


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik dan dapat dinyatakan tidak penting (TP) karena
dampaknya akan dapat berbalik kembali atau dipulihkan setelah kegiatan selesai.
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak
pembangunan sarana dan pra sarana terhadap kualitas air dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil sehingga perlu
dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil dan penting (-1/P).

- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya


 Kesempatan Kerja
Kegiatan pembangunan perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma pada tahap konstruksi diprakirakan akan menimbulkan dampak positif
terhadap peningkatan kesempatan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut salah satunya
pembangunan sarana dan prasarana kebun. Direncanakan kegiatan pembangunan perkebunan
dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma akan menyerap tenaga
kerja dengan jumlah yang cukup besar yang berasal dari masyarakat setempat.

Penerimaan tenaga kerja dengan memanfaatkan tenaga lokal akan memberikan dampak
langsung pada peningkatan kesempatan bekerja dan berusaha sehingga kondisi lingkungan
setelah adanya kegiatan akan menjadi baik (skala 4).

Kondisi rona awal dengan skala 3 (sedang), diprakirakan setelah adanya proyek konstruksi,
kesempatan kerja masyarakat akan mengalami peningkatan menjadi baik (Skala 4). Dengan
demikian dampak dari kegiatan konstruksi terhadap kesempatan kerja adalah positif kecil (+1).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak mengingat peluang untuk
bekerja dan berusaha di lokasi studi sangat minim. Dengan demikian jumlah manusia yang
terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak terbatas, di sekitar lokasi perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) sehingga tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada,
sehingga tergolong tidak penting (TP)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat dapat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 2 dan ΣTP = 4, dengan jumlah
manusia yang akan terkena dampak menjadi penting, maka dampak pembangunan sarana dan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 36


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

prasarana kebun terhadap kesempatan kerja dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P).
Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang. positif, kecil dan
penting (+1/P).

 Peluang Berusaha
Kehadiran proyek dan kegiatan-kegiatan produktifnya di sekitar base camp akan tumbuh
berbagai usaha sektor informal, seperti warung makanan dan kelontong untuk kebutuhan
sehari-hari, tempat pemondokan karyawan, tempat pencucian kendaraan (mobil) sehingga
mendorong peningkatan ekonomi local dan pemberdayan ekonomi masyarakat setempat yang
pada akhirnya menimbulkan multiplier effect yang besar. Begitu pula dengan terciptanya
peluang usaha baru, diperkirakan dengan adanya proyek perusahaan peluang usaha akan
meningkat sebesar 15% per tahun (dengan asumsi pertumbuhan usaha formal mencapai
13,60%), sementara disektor non formal akan tumbuh dengan tingkat yang sama, karena
terciptanya warung/toko, bengkel, pencucian kendaraan, penginapan, rumah makan, dan
sebagainya. Ini berarti rona awal lingkungan berada pada skala sedang (3), Pada tahap
konstruksi kehadiran proyek diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru
sebagai mata pencaharian baru penduduk disekitar areal proyek. Ini berarti dengan adanya
kegiatan pembangunan sarana dan prasarana , kesempatan berusaha berada pada skala baik
(4). Dengan demikian dampak dari kegiatan konstruksi terhadap bertambahnya mata
pencaharian masyarakat adalah positif kecil (+1).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak mengingat peluang untuk
berusaha di lokasi studi sangat minim. Dengan demikian jumlah manusia yang terkena
dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak terbatas, di sekitar lokasi perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) sehingga tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada,
sehingga tergolong tidak penting (TP)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: bersifat dapat berbalik, sehingga tergolong Tidak
Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 2 dan ΣTP = 4, dengan jumlah
manusia yang akan terkena dampak menjadi penting, maka dampak pembangunan sarana dan
prasarana kebun terhadap peluang berusahan dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 37


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang. positif, kecil dan
penting (+1/P).

 Perubahan Pendapatan Masyarakat


Dampak dari kegiatan ini terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak lanjutan atau
turunan adanya penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan dampak yang timbul pada saat
pembangunan sarana dan prasarana kebun terhadap peningkatan pendapatan masyarakat
berdampak positif dimana pada kondisi rona awal penghasilan rata-rata masyarakat yaitu Rp. >
600.000,- per bulan, dengan adanya kegiatan ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat yang memperoleh penghasilan sesuai dengan UMR yang berlaku (Surat Keputusan
Gubernur Kalimantan Barat Nomor 506/KESSOS/2011 tentang Upah Minimum Propinsi Tahun
2012). Masyarakat yang telah diterima sebagai tenaga kerja atau buruh akan menerima
gaji/upah dari perusahaan sesuai dengan jumlah hari kerjanya. Dengan adanya pekerjaan yang
bersifat alternatif, selanjutnya mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang cukup baik
dan menambah pendapatan dari pekerjaan utama sebagai petani ladang dan nelayan atau
pekerjaan sebelumnya.

Dimana semula pendapatan masyarakat sedang (skala 3) dapat meningkat pendapatannya


menjadi baik (skala 4). Besaran dampak adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah pola konsumsi
dari masyarakat dan persepsi masyarakat sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak kegiatan pembangunan sarana dan
prasarana kebun seperti bangunan perusahaan dan perumahan (emplasemen) serta
pembangunan jalan, jembatan, dan drainase terhadap peningkatan pendapatan dapat
dikategorikan sebagai dampak penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi
tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting. Positif, kecil, Penting
(+1/P).
- Komponen Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 38


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Perubahan Sanitasi Lingkungan


Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kebun diprakirakan akan mempengaruhi sanitasi
lingkungan di sekitar lokasi studi. Hal ini sebagai akibat penurunnya kualitas udara yang berasal
dari berbagai bahan pencemar, debu, meningkatnya volume kebisingan akibat bunyian
peralatan pertukangan serta menurunnya kualitas air. Sanitasi lingkungan yang buruk akan
mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.
Rona lingkungan awal untuk sanitasi lingkungan di lokasi studi adalah sedang (skala 3)
dikarenakan minimnya pencemaran udara dan pencemaran air akibat kegiatan pabrik dan juga
baiknya lingkungan lokasi studi yang dapat dibilang masih alami. Dengan adanya kegiatan
pembangunan sarana dan prasarana diprakirakan terjadi penurunan skala kualitas lingkungan
menjadi buruk (skala 2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak adalah luas, sehingga luas persebaran besar dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, kesehatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak penting (TP)
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP =4 dan ΣTP = 2, maka dampak
pembangunan sarana dan prasarana kebun terhadap sanitasi lingkungan dapat dikategorikan
sebagai dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong
sedang. Negatif, kecil dan penting (-1/P).

 Penurunan Tingkat Kesehatan Masyarakat


Kegiatan ini diprakirakan akan mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Hal ini sebagai
akibat semakin turunnya kualitas sanitasi lingkungan dan munculnya berbagai bahan pencemar,
debu, kebisingan perubahan iklim mikro (peningkatan suhu dan kelembaban udara) kecelakaan
lalulintas karena intensitas kendaraan proyek dan penurunan kualitas air permukaan.
Kesemuanya tersebut akan memicu timbulnya atau bahkan memperparah tingkat kesakitan
penduduk lokal dengan berbagai jenis penyakit, seperti ISPA, penyakit kulit, penyakit mata,
diare/kholera dan kemungkinan terjadinya peningkatan angka kecelakaan di jalan raya. Namun
mengingat di sekitar lokasi kegiatan relatif cukup tersedia adanya fasilitas kesehatan seperti

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 39


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

puskesmas dan puskesmas pembantu serta adanya tenaga medis dan para medis, maka
dampak yang muncul diprakirakan negatif kecil (-1), sehingga tingkat kesehatan masyarakat
yang semula memiliki skala 3 (sedang) akan turun menjadi buruk (skala 2).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat dan keresahan sosial sehingga tergolong penting (P).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak pembukaan lahan terhadap kesehatan
masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak negatif penting. Berdasarkan tingkat besaran
dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting
sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil, penting (-1/P).

5. Pembibitan Tanaman Karet


- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Kesempatan Kerja
Kegiatan pembangunan perkebunan karet dan pabrik pengolahan PT. Landak Bhakti Palma
pada tahap konstruksi diprakirakan akan menimbulkan dampak positif terhadap peningkatan
kesempatan kerja bagi masyarakat. Kegiatan tersebut salah satunya adalah kegiatan
pembibitan. Direncanakan kegiatan pembibitan tanaman karet akan menyerap jumlah pekerja
yang bisa dibilang cukup dengan jumlah yang cukup besar yang berasal dari masyarakat
setempat.

Penerimaan tenaga kerja dengan memanfaatkan tenaga lokal akan memberikan dampak
langsung pada peningkatan kesempatan bekerja sehingga kondisi lingkungan setelah adanya
kegiatan akan menjadi baik (skala 4). Kondisi rona awal dengan skala 3 (sedang),
diprakirakan setelah adanya proyek konstruksi, kesempatan kerja akan mengalami peningkatan
menjadi baik (4). Dengan demikian dampak dari kegiatan konstruksi terhadap bertambahnya
kesempatan kerja adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 40


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak mengingat peluang untuk
bekerja dan berusaha di lokasi studi sangat minim. Dengan demikian jumlah manusia yang
terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak terbatas, di sekitar lokasi perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) sehingga tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada,
sehingga tergolong tidak penting (TP)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat dapat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (P).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak
kegiatan pembibitan tanaman karet terhadap kesempatan kerja dapat dikategorikan sebagai
dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. positif,
kecil dan penting (+1/P).
 Perubahan Pendapatan Masyarakat
Dampak dari kegiatan ini terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak lanjutan atau
turunan adanya penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan dampak yang timbul pada saat
pembibitan tanaman karet terhadap peningkatan pendapatan masyarakat berdampak positif
dimana pada kondisi rona awal penghasilan rata-rata masyarakat yaitu Rp. > 600.000,- per
bulan, dengan adanya kegiatan ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
yang memperoleh penghasilan sesuai dengan UMR yang berlaku (Surat Keputusan Gubernur
Kalimantan Barat Nomor 506/KESSOS/2011 tentang Upah Minimum Propinsi Tahun 2012)..
Masyarakat yang telah diterima sebagai tenaga kerja atau buruh akan menerima gaji/upah dari
perusahaan sesuai dengan jumlah hari kerjanya. Dengan adanya pekerjaan yang bersifat
alternatif, selanjutnya mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang cukup baik dan
menambah pendapatan dari pekerjaan utama sebagai petani ladang dan buruh atau pekerjaan
sebelumnya.
Dimana semula pendapatan masyarakat sedang (skala 3) dapat meningkat pendapatannya
menjadi baik (skala 4). Besaran dampak adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 41


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama, dengan


demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah persepsi
masyarakat, pola konsumsi dari masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak kegiatan pembibitan tanaman karet
terhadap peningkatan pendapatan dapat dikategorikan sebagai dampak penting. Berdasarkan
tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang dan dari kriteria penting dampaknya
tergolong penting. Positif, kecil dan Penting (+1/P).

 Sikap dan Persepsi Masyarakat


Kegiatan ini akan berdampak pada sikap dan persepsi masyarakat terhadap proyek. adanya
sikap dan persepsi negatif ini akan terus berkembang dan menimbulkan keresahan di
masyarakat jika tidak di kelola dengan baik dan benar. Keresahan masyarakat ini muncul
sebagai dampak turunan dari dampak primer yang telah terjadi sebelumnya.

Sikap dan persepsi masyarakat yang semula berskala baik (4) dengan adanya kegiatan ini
akan menyebabkan sikap dan persepsi masyarakat menjadi menurun dan berada pada skala 2
(Buruk). Oleh karena itu besaran dampak terhadap sikap dan persepsi masyarakat
diprakirakan negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah kecil. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada (TP).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak pembibitan tanaman karet terhadap
sikap dan persepsi masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak negatif tidak penting.
Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar dan dari kriteria penting
dampaknya tergolong tidak penting namun tetap perlu dilakukan pengelolaan. Negatif,
Sedang, Tidak Penting (+2/TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 42


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

6. Penanaman Tanaman Karet


- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Kesempatan Kerja
Kegiatan pembangunan perkebunan karet dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma pada tahap konstruksi diprakirakan akan menimbulkan dampak positif
terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat. Kegiatan tersebut salah satunya
adalah kegiatan pembibitan. Direncanakan kegiatan penanaman tanaman karet akan menyerap
jumlah pekerja yang bisa dibilang cukup dengan jumlah yang cukup besar yang berasal dari
masyarakat setempat.

Penerimaan tenaga kerja dengan memanfaatkan tenaga lokal akan memberikan dampak
langsung pada peningkatan kesempatan bekerja sehingga kondisi lingkungan setelah adanya
kegiatan akan menjadi baik (skala 4). Kondisi rona awal dengan skala 3 (sedang),
diprakirakan setelah adanya proyek konstruksi, kesempatan kerja akan mengalami peningkatan
menjadi baik (4). Dengan demikian dampak dari kegiatan konstruksi terhadap bertambahnya
kesempatan kerja adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah banyak mengingat peluang untuk
bekerja dan berusaha di lokasi studi sangat minim. Dengan demikian jumlah manusia yang
terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak terbatas, di sekitar lokasi perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) sehingga tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama selama kegiatan
beroperasi, sehingga tergolong penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada,
sehingga tergolong tidak penting (TP)
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat dapat berbalik, sehingga tergolong Tidak Penting (P).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak
kegiatan penanaman tanaman karet terhadap kesempatan kerja dapat dikategorikan sebagai
dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. positif,
kecil dan penting (+1/P).

 Perubahan Pendapatan Masyarakat


Dampak dari kegiatan ini terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak lanjutan atau
turunan adanya penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan dampak yang timbul pada saat
penanaman tanaman karet terhadap peningkatan pendapatan masyarakat berdampak positif

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 43


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

dimana pada kondisi rona awal penghasilan rata-rata masyarakat yaitu Rp. > 600.000,- per
bulan, dengan adanya kegiatan ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
yang memperoleh penghasilan sesuai dengan UMR yang berlaku (Surat Keputusan Gubernur
Kalimantan Barat Nomor 506/KESSOS/2011 tentang Upah Minimum Propinsi Tahun 2012)..
Masyarakat yang telah diterima sebagai tenaga kerja atau buruh akan menerima gaji/upah dari
perusahaan sesuai dengan jumlah hari kerjanya. Dengan adanya pekerjaan yang bersifat
alternatif, selanjutnya mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang cukup baik dan
menambah pendapatan dari pekerjaan utama sebagai petani ladang dan buruh atau pekerjaan
sebelumnya.
Dimana semula pendapatan masyarakat sedang (skala 3) dapat meningkat pendapatannya
menjadi baik (skala 4). Besaran dampak adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah persepsi
masyarakat, pola konsumsi dari masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak kegiatan penanaman tanaman karet
terhadap peningkatan pendapatan dapat dikategorikan sebagai dampak penting. Berdasarkan
tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang dan dari kriteria penting dampaknya
tergolong penting. Positif, kecil dan Penting (+1/P).

 Sikap dan Persepsi Masyarakat


Kegiatan ini akan berdampak pada sikap dan persepsi masyarakat terhadap proyek. adanya
sikap dan persepsi negatif ini akan terus berkembang dan menimbulkan keresahan di
masyarakat jika tidak di kelola dengan baik dan benar. Keresahan masyarakat ini muncul
sebagai dampak turunan dari dampak primer yang telah terjadi sebelumnya.
Sikap dan persepsi masyarakat yang semula berskala baik (4) dengan adanya kegiatan ini
akan menyebabkan sikap dan persepsi masyarakat menjadi menurun dan berada pada skala 2
(Buruk). Oleh karena itu besaran dampak terhadap sikap dan persepsi masyarakat
diprakirakan negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 44


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah kecil. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada (TP).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak pembibitan tanaman karet terhadap
sikap dan persepsi masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak negatif tidak penting.
Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong besar dan dari kriteria penting
dampaknya tergolong tidak penting namun tetap perlu dilakukan pengelolaan. Negatif,
Sedang, Tidak Penting (+2/TP)

7. Pembangunan Pabrik Pengolahan


Karet dan Sarana Pendukungnya
- Komponen Geofisik Kimia
 Penurunan Kualitas Air Permukaan
Pembuatan pabrik dan sarana Pendukungnya berpotensi menyebabkan penurunan kualitas air
akibat peningkatan erosi tanah di sekitar tapak bangunan atau sampah sisa material bangunan.
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan didapat hasil rona awal sebagai berikut:
Sifak Fisik : Residu terlarut (TDS) 18,00 – 134,00 mg/l, Residu tersuspensi(TSS) 16 – 32 mg/l.
Sifat kimia : Keasaman 7,07 – 8,70, Oksigen terlarut (DO) 7,86 – 26,10 mg/l, BOD 1,74 – 5,22
mg/l, COD 7,84 – 23,52 mg/l

Dampak yang ditimbulkan kegiatan pembuatan pabrik pengolahan karet dan sarana
pendukungnya terhadap kualitas air diprakirakan bersifat negatif (-), dengan kondisi rona
lingkungan awal kualitas lingkungan baik (skala 4). Dengan adanya kegiatan proyek akan
berubah menjadi sedang (3). Besaran dampak yang diprakirakan muncul pada kegiatan ini
adalah negatif kecil (-1).
 Jumlah manusia yang terkena dampak adalah kecil, maka bobot dampaknya dinyatakan
sebagai dampak tidak penting (TP) karena pabrik dan sarana pendukungnya dibangun jauh
dari kawasan permukiman penduduk.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 45


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Luas wilayah persebaran dampak adalah tidak luas, maka bobotnya dinyatakan sebagai
dampak tidak penting (TP) karena persebaran terbatas hanya di lokasi rencana kegiatan
pembuatan pabrik dan sarana pendukungnya.
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung adalah tidak berlangsung lama, maka bobotnya
dinyatakan tidak penting (TP) karena dampaknya hanya berlangsung selama kegiatan
pembuatan pabrik dan sarana pendukungnya.
 Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak, tidak ada maka dampaknya
dinyatakan sebagai dampak tidak penting (TP) karena dapat dikatakan tidak ada komponen
lingkungan lain yang ikut terkena dampak.
 Sifat kumulatifnya dampak adalah tidak bersifat kumulatif maka bobotnya dinyatakan
sebagai dampak tidak penting (TP) karena segera hilang setelah kegiatan pembuatan pabrik
dan sarana pendukungnya berakhir.
 Berbalik dan tidak berbaliknya dampak maka bobotnya dampak dapat dinyatakan tidak
penting (TP) karena dampaknya akan dapat berbalik setelah kegiatan pembuatan pabrk dan
sarana pendukungnya berakhir.
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 0 dan ΣTP = 6, maka dampak
kegiatan pembuatan pabrik dan IPAL terhadap kualitas air dapat dikategorikan sebagai dampak
tidak penting (TP). Berdasarkan tingkat besaran dampak dan sifat dampak yang terjadi
tergolong kecil, dan dampak dianggap tidak penting namun tetap diperlukan pemantauan dan
pengelolaan. Negatif, kecil dan tidak penting (-1/TP).

- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya


 Kesempatan Kerja
Kegiatan pembangunan pabrik pengolahan karet dan sarana pendukungnya berdampak pula
pada kebutuhan tenaga kerja, peluang berusaha dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Kegiatan pembangunan pabrik dan sarana pendukungnya ini akan banyak menyerap tenaga
kerja kasar/buruh harian yang akan diambil dari masyarakat setempat. Pekerjaan tersebut
terutama pemancangan pondasi, pekerjaan kayu dan besi, dan kegiatan pertukangan yang lain.
Kegiatan pembangunan pabrik pengolahan karet dan sarana pendukungnya memberikan
perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat di desa–desa sekitar wilayah studi.
Kondisi kualitas lingkungan pada kondisi awal (rona awal) berada pada skala 2 (buruk) dan
diprakirakan setelah adanya kegiatan pembangunan pabrik dan sarana pendukungnya,
kesempatan kerja akan mengalami peningkatan menjadi sedang (berskala 3). Dengan
demikian prakiraan besaran dampaknya adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 46


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung tidak lama karena hanya
pada saat pembangunan pabrik dan sarana pendukungnya saja, dengan demikian bobot
dampaknya tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak tidak
penting dikarenakan hanya mempengauhi pendapatan masyarakat sehingga tergolong tidak
penting (TP).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak kegiatan pembangunan pabrik
pengolahan karet dan sarana pendukungnya dapat dikategorikan sebagai dampak positif
penting, dikarenakan jumlah manusia yang terkena dampak adalah besar yang menjadi
penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria
penting dampaknya tergolong penting. Positif, kecil, dan Penting (+1/P).
 Kesempatan Berusaha
Kehadiran proyek dan kegiatan-kegiatan produktifnya di sekitar base camp akan tumbuh
berbagai usaha sektor informal, seperti warung makanan dan kelontong untuk kebutuhan
sehari-hari, tempat pemondokan karyawan, tempat pencucian kendaraan (mobil) sehingga
mendorong peningkatan ekonomi local dan pemberdayan ekonomi masyarakat setempat yang
pada akhirnya menimbulkan multiplier effect yang besar. Begitu pula dengan terciptanya
peluang usaha baru, diperkirakan dengan adanya proyek perusahaan peluang usaha akan
meningkat sebesar 15% per tahun (dengan asumsi pertumbuhan usaha formal mencapai
13,60%), sementara disektor non formal akan tumbuh dengan tingkat yang sama, karena
terciptanya warung/toko, bengkel, pencucian kendaraan, penginapan, rumah makan, dan
sebagainya. Ini berarti rona awal lingkungan berada pada skala sedang (3), Pada tahap
konstruksi kehadiran proyek diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru
sebagai mata pencaharian baru penduduk disekitar areal proyek. Ini berarti dengan adanya
kegiatan pembangunan pabrik pengolahan karet dan sarana pendukungnya, kesempatan
berusaha berada pada skala baik (4). Dengan demikian dampak dari kegiatan konstruksi
terhadap bertambahnya peluang berusaha adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 47


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung tidak lama karena
hanya pada saat pembangunan pabrik dan IPAL saja, dengan demikian bobot dampaknya
tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak tidak
penting dikarenakan hanya mempengauhi pendapatan masyarakat sehingga tergolong tidak
penting (TP).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak kegiatan pembangunan pabrik
pengolahan karet dan sarana pendukungnya dapat dikategorikan sebagai dampak positif
penting, dikarenakan jumlah manusia yang terkena dampak adalah besar yang menjadi
penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria
penting dampaknya tergolong penting. Positif, kecil, dan Penting (+1/P).

 Perubahan Pendapatan Masyarakat


Dampak dari kegiatan ini terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak lanjutan atau
turunan adanya penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan dampak yang timbul pada saat
penanaman tanaman karet terhadap peningkatan pendapatan masyarakat berdampak positif
dimana pada kondisi rona awal penghasilan rata-rata masyarakat yaitu Rp. > 600.000,- per
bulan, dengan adanya kegiatan ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
yang memperoleh penghasilan sesuai dengan UMR yang berlaku (Surat Keputusan Gubernur
Kalimantan Barat Nomor 506/KESSOS/2011 tentang Upah Minimum Propinsi Tahun 2012)..
Masyarakat yang telah diterima sebagai tenaga kerja atau buruh akan menerima gaji/upah dari
perusahaan sesuai dengan jumlah hari kerjanya. Dengan adanya pekerjaan yang bersifat
alternatif, selanjutnya mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang cukup baik dan
menambah pendapatan dari pekerjaan utama sebagai petani ladang dan buruh atau pekerjaan
sebelumnya.
Dimana semula pendapatan masyarakat sedang (skala 3) dapat meningkat pendapatannya
menjadi baik (skala 4). Besaran dampak adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 48


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah persepsi
masyarakat, pola konsumsi dari masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak kegiatan pembangunan pabrik
pengolahan karet dan sarana pendukungnya terhadap peningkatan pendapatan dapat
dikategorikan sebagai dampak penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi
tergolong sedang dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting. Positif, kecil dan
Penting (+1/P).

3.2.3.3. Tahap Operasi


1. Pemeliharaan Tanaman Karet
- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Kesempatan Kerja
Kegiatan pemeliharaan tanaman Karet menghasilkan memiliki dampak terhadap kesempatan
kerja pada masyarakat. Pada masa produksi semacam ini, penyerapan tenaga kerja dalam
jumlah yang besar diperlukan dalam kegiatan usaha perusahaan, salah satunya yaitu
pemeliharaan tanaman Karet. Masyarakat yang belum terserap oleh perusahaan-perusahan
perkebunan yang lebih dahulu beroperasi di sekitar lokasi rencana kegiatan, dapat terserap
dengan beroperasinya PT. Landak Bhakti Palma.
Kondisi kualitas lingkungan pada kondisi awal (rona awal) berada pada skala 2 (buruk) dan
diprakirakan setelah adanya kegiatan pemeliharaan tanaman karet, kesempatan kerja akan
mengalami peningkatan menjadi sedang (berskala 3). Dengan demikian prakiraan besaran
dampaknya adalah positif kecil (+1).
Tingkat penting tidaknya dampak kegiatan-kegiatan pada tahap operasi ini terhadap
peningkatan kesempatan kerja, adalah sebagai berikut:
 Jumlah manusia yang terkena dampak: adalah masyarakat yang bermukim di sekitar
pemeliharaan tanaman karet. Dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak
kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak: wilayah yang terkena dampak cukup luas karena
masyarakat yang mendapatkan perekrutan tenaga kerja ini terbuka bagi masyarakat, dan
mengutamakan warga masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan usaha. Dengan
demikian dampak dari kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: lama dari dampak berlangsung sehingga
berdampak penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 49


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Komponen lingkungan lain yang terkena dampak: biologi karena flora menjadi relatif
homogen. Untuk fisik dan kimia, kualitas air dan tanah akan mengalami perubahan (P).
 Dampak dari kegiatan bersifat kumulatif dapat muncul ketika harapan masyarakat tidak
dapat diwujudkan oleh perusahaan, atau muncul konflik-konflik antara masyarakat dan
perusahaan selama perusahaan beroperasi. Dampak ini tersebut tergolong penting (P).
 Dampak dari kegiatan tersebut dapat berbalik apabila terdapat permasalahan sehingga
perusahaan harus berhenti beroperasi sebelum waktunya (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak kegiatan produksi yaitu pemeliharaan
tanaman karet dapat dikategorikan sebagai dampak positif penting. Berdasarkan tingkat
besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong
penting (+1/P) sehingga perlu dilakukan pengelolaan untuk terus dipertahankan.

 Perubahan Pendapatan Masyarakat


Dampak dari kegiatan ini terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak lanjutan atau
turunan adanya penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan dampak yang timbul pada saat
pemeliharaan tanaman karet terhadap peningkatan pendapatan masyarakat berdampak positif
dimana pada kondisi rona awal penghasilan rata-rata masyarakat yaitu > Rp. 600.000,- per
bulan, dengan adanya kegiatan ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
yang memperoleh penghasilan sesuai dengan UMR yang berlaku (Surat Keputusan Gubernur
Kalimantan Barat Nomor 506/KESSOS/2011 tentang Upah Minimum Propinsi Tahun 2012).
Masyarakat yang telah diterima sebagai tenaga kerja atau buruh akan menerima gaji/upah dari
perusahaan sesuai dengan jumlah hari kerjanya. Dengan adanya pekerjaan yang bersifat
alternatif, selanjutnya mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang cukup baik dan
menambah pendapatan dari pekerjaan utama sebagai petani ladang dan buruh atau pekerjaan
sebelumnya.Dimana semula pendapatan masyarakat buruk (skala 2) dapat meningkat
pendapatannya menjadi sedang (skala 3). Besaran dampak adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung tidak lama, dengan
demikian bobot dampaknya tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah persepsi
masyarakat, sehingga tergolong penting (P)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 50


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak kegiatan pemeliharaan tanaman karet
terhadap pendapatan dapat dikategorikan sebagai dampak penting. Berdasarkan tingkat
besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong
penting.
2. Pemanenan dan Pengangkutan
- Komponen Geofisik Kimia
 Penurunan Kualitas Udara
Proses pengangkutan dengan frekwensi lalu lintas kendaraan truck yang berlangsung
sepanjang hari di saat musim panen, akan menurunkan kualitas udara akibat adanya emisi
yang dihasilkan dari kendaraan angkutan dan debu yang muncul di sepanjang jalan serta
meningkatnya kebisingan. Dengan demikian terjadi perubahan kualitas udara dan kebisingan
yang meningkat dari kondisi rona lingkungan awalnya.
Pada rona lingkungan awal kualitas udara masih berada di bawah baku mutu lingkungan
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di lokasi studi masih tergolong sangat baik. Hasil
pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample yang menjadi pusat
kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran menunjukan bahwa dari
ke-3 (tiga) lokasi, Sulfur dioxide (SO2) berkisar antara 18,10 – 28,30 µg/Nm3, Carbon monoxide
(CO) berkisar antara 39,70 – 44,10 µg/Nm3, Nitrogen Dioxide (NO2) berkisar antara 24,78 –
31,07 µg/Nm3, Ozone (O3) berkisar antara 1,10 – 1,80 µg/Nm3, Hydro Carbon berkisar antara
0,40 – 0,87 µg/Nm3, serta Dust (TSP) tergolong sangat rendah berkisar antara 45,70 – 51,40
µg/Nm3. Parameter-parameter kimia kualitas udara seperti gas-gas CO, NO2 dan SO 2 umumnya
bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil/minyak bumi (bensin dan solar) terutama untuk
kegiatan transportasi dan industri. Namun gas-gas tersebut termasuk gas yang mudah larut
dalam air sehingga kandungannya di udara dipengaruhi oleh curah hujan karena dapat
melarutkan gas-gas tersebut.
Dilihat dari hasil pengukuran kualitas udara dan kebisingan di lokasi studi, kualitas udara pada
rona awal ini masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 41
Tahun 1999 Tentang pengendalian pencemaran udara.
Diprakirakan kondisi rona lingkungan awal untuk kualitas udara di wilayah studi berada pada
skala 4 (baik), kemudian setelah adanya kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil panen
skala kualitas lingkungannya menurun menjadi skala 3 (sedang), Mengingat jumlah manusia
yang akan terkena dampak relatif banyak, persebaran dampak yang relatif luas dengan dampak
dapat berlangsung lama. Dengan demikian prakiraan besaran dampak yang ditimbulkan dari

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 51


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

kegiatan pengangkutan hasil panen terhadap kualitas udara adalah bersifat negatif dengan
bobot kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah kecil. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi daerah pemanenan dan menuju ke tempat
penampungan, sehingga termasuk dampak tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, pendapatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3 dengan besar prakiraan
dampaknya sedang (-2), maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, kecil dan
penting (-1/P) sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

 Peningkatan Kebisingan
Proses pengangkutan dengan frekwensi lalu lintas kendaraan truck yang berlangsung
sepanjang hari di saat musim panen, akan menurunkan kualitas udara akibat adanya emisi
yang dihasilkan dari kendaraan angkutan dan debu yang muncul di sepanjang jalan serta
meningkatnya kebisingan. Dengan demikian terjadi perubahan kualitas udara dan kebisingan
yang meningkat dari kondisi rona lingkungan awalnya.
Pada rona lingkungan awal tingkat kebisingan masih berada di bawah baku mutu lingkungan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di lokasi studi masih tergolong sangat baik.
Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample yang menjadi
pusat kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran menunjukan
bahwa Kualitas dari parameter tingkat kebisingan ( noise) dari 3 (tiga) lokasi menunjukkan
tingkat baku mutu yang masih sangat normal. Hasil dari lokasi 1 (dusun Landau Menserai)
menunjukkan bahawa kebisingan masih normal sebesar 48,6 dB(A), untuk lokasi 2 (Desa
Tembesuk) ini menunjukkan bahwa sebesar 48,0 dB(A), dan untuk lokasi 3 (Desa Lembah
Beringin) sebesar 43,0 dB. Kebisingan yang merupakan bunyi yang tidak diinginkan dalam
tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia serta
kenyamanan lingkungan. Aktifitas alat-alat berat yang besar untuk kegiatan operasional
perkebunan berpotensi dalam meningkatkan kebisingan. Kegiatan ini berlangsung kontinyu dan
lama selama masa operasi dan merata di sekitar wilayah studi.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 52


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Dilihat dari hasil pengukuran kebisingan di lokasi studi, tingkat kebisingan pada rona awal ini
masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 48 Tahun 1996
Tentang baku mutu tingkat kebisingan.

Diprakirakan kondisi rona lingkungan awal untuk tingkat kebisingan di wilayah studi berada
pada skala 4 (baik), kemudian setelah adanya kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil
panen skala kualitas lingkungannya menurun menjadi skala 2 (buruk), Mengingat jumlah
manusia yang akan terkena dampak relatif banyak, persebaran dampak yang relatif luas
dengan dampak dapat berlangsung lama. Dengan demikian prakiraan besaran dampak yang
ditimbulkan dari kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil panen terhadap tingkat
kebisingan adalah bersifat negatif dengan bobot sedang (-2).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah kecil. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak tidak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi hanya daerah menuju ke tempat penampungan,
sehingga termasuk dampak tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, pendapatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3 dan besar prakiraan
dampaknya sedang (-2), maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, sedang dan
penting (-2/P) sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

- Komponen Sosial, Ekonomi dan Budaya


 Kesempatan Kerja
Kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil panen menghasilkan memiliki dampak terhadap
kesempatan kerja pada masyarakat. Pada masa produksi semacam ini, penyerapan tenaga
kerja dalam jumlah yang besar diperlukan dalam kegiatan usaha perusahaan, yaitu pemanenan
tanaman dan pengangkutan tanaman karet. Masyarakat yang belum terserap oleh perusahaan-
perusahan perkebunan yang lebih dahulu beroperasi di sekitar lokasi rencana kegiatan, dapat
terserap dengan beroperasinya PT. Landak Bhakti Palma.

Kondisi kualitas lingkungan pada kondisi awal (rona awal) berada pada skala 3 (sedang) dan
diprakirakan setelah adanya kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil panen, kesempatan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 53


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

kerja akan mengalami peningkatan menjadi baik (berskala 4). Dengan demikian prakiraan
besaran dampaknya adalah positif kecil (+1).

Tingkat penting tidaknya dampak kegiatan-kegiatan pada tahap produksi ini terhadap
kesempatan kerja, adalah sebagai berikut:

 Jumlah manusia yang terkena dampak: adalah masyarakat yang bermukim di sekitar
pembangunan perkebunan tanaman karet dan pabrik pengolahannya. Dengan demikian
jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak: wilayah yang terkena dampak cukup luas karena
masyarakat yang mendapatkan perekrutan tenaga kerja ini terbuka bagi masyarakat, dan
mengutamakan warga masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan usaha. Dengan
demikian dampak dari kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: lama dari dampak berlangsung sehingga
berdampak penting (P).
 Komponen lingkungan lain yang terkena dampak: tidak ada mengalami perubahan (TP).
 Dampak dari kegiatan bersifat kumulatif dapat muncul ketika harapan masyarakat tidak
dapat diwujudkan oleh perusahaan, atau muncul konflik-konflik antara masyarakat dan
perusahaan selama perusahaan beroperasi. Dampak ini tersebut tergolong penting (P).
 Dampak dari kegiatan tersebut dapat berbalik apabila terdapat permasalahan sehingga
perusahaan harus berhenti beroperasi sebelum waktunya (P).
Berdasarkan jumlah ∑P = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak kegiatan operasi yaitu pemanenan dan
pengangkutan hasil panen dapat dikategorikan sebagai dampak positif penting. Berdasarkan
tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya
tergolong penting (+1/P) sehingga perlu dilakukan pengelolaan untuk terus dipertahankan.

 Perubahan Mata Pencaharian


Sebagian besar mata pencaharian penduduk di lokasi perkebunan adalah bidang pertanian,
perkebunan sebagian besar hasil pertanian jual ke pasar kecamatan. Dengan demikian kondisi
rona awal pada mata pencaharian masyarakat di wilayah studi dalam kondisi sedang skala 3.
Kegiatan pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak
Bhakti Palma pada tahap konstruksi diprakirakan akan menimbulkan dampak positif terhadap
adanya mata pencaharian baru diluar bidang pertanian. Kegiatan tersebut antara lain: kegiatan
pemanenan dan pengangkutan hasil panen. Dengan adanya kegiatan tersebut diprakirakan
akan manambah mata pencaharian untuk dapat bekerja di luar bidang pertanian, sehingga
setelah adanya kegiatan peningkatan mata pencaharian akan menjadi baik skala 4.
Dengan demikian Prakiraan besaran dampak adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 54


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa masyarakat di Desa dan dusun yang
ada areal studi maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi
penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung relatif lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi dan
sikap masyarakat, pendapatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah, Σ P = 4, TP=2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Positif, kecil,
penting (+1/P).

 Perubahan Pendapatan Masyarakat


Dampak dari kegiatan ini terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak lanjutan atau
turunan adanya penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan dampak yang timbul pada saat
pengangkutan tanaman karet terhadap peningkatan pendapatan masyarakat berdampak positif
dimana pada kondisi rona awal penghasilan rata-rata masyarakat yaitu berkisar antara Rp.
600.000,- - Rp. 1.200.000,- per bulan, dengan adanya kegiatan ini diperkirakan dapat
meningkatkan pendapatan masyarakat yang memperoleh penghasilan sesuai dengan UMR yang
berlaku (Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 506/KESSOS/2011 tentang Upah
Minimum Propinsi Tahun 2012). Masyarakat yang telah diterima sebagai tenaga kerja atau
buruh akan menerima gaji/upah dari perusahaan sesuai dengan jumlah hari kerjanya. Dengan
adanya pekerjaan yang bersifat alternatif, selanjutnya mempengaruhi tingkat pendapatan
masyarakat yang cukup baik dan menambah pendapatan dari pekerjaan utama sebagai petani
ladang dan buruh atau pekerjaan sebelumnya.
Dimana semula pendapatan masyarakat sedang (skala 3) dapat meningkat pendapatannya
menjadi baik (skala 4). Besaran dampak adalah positif kecil (+1).

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:


 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 55


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung : dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak : adalah sikap dan
persepsi masyarakat, mata pencaharian, kesempatan kerja dan berusaha, sehingga
tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak kegiatan pemanenan dan
pengangkutan hasil panen terhadap peningkatan pendapatan dapat dikategorikan sebagai
dampak penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari
kriteria penting dampaknya tergolong penting.

3. Operasional Pabrik Karet


- Komponen Geofisik Kimia
 Penurunan Kualitas Udara
Dengan beroperasinya pabrik pengolahan karet (crumb rubber) di wilayah studi akan
menurunkan kualitas udara serta meningkatnya suara bising yang ditimbulkan oleh aktifitas
mesin yang digunakan dalam proses produksi.
Pada rona lingkungan awal kualitas udara masih berada di bawah baku mutu lingkungan
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di lokasi studi masih tergolong sangat baik. Hasil
pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample yang menjadi pusat
kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran menunjukan bahwa dari
ke-3 (tiga) lokasi, Sulfur dioxide (SO2) berkisar antara 18,10 – 28,30 µg/Nm3, Carbon monoxide
(CO) berkisar antara 39,70 – 44,10 µg/Nm3, Nitrogen Dioxide (NO2) berkisar antara 24,78 –
31,07 µg/Nm3, Ozone (O3) berkisar antara 1,10 – 1,80 µg/Nm3, Hydro Carbon berkisar antara
0,40 – 0,87 µg/Nm3, serta Dust (TSP) tergolong sangat rendah berkisar antara 45,70 – 51,40
µg/Nm3.
Dilihat dari hasil pengukuran kualitas udara di lokasi studi, kualitas udara pada rona awal ini
masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 41 Tahun 1999
Tentang pengendalian pencemaran udara.
Penurunan kualitas udara ini pada umumnya berasal dari partikel debu dan gas emisi yang
dikeluarkan dari cerobong boiler, incinerator dan generator (turbine dan genset). Hal ini
diprakirakan akan menimbulkan penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan dimana

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 56


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

pada kondisi rona awal kualitas udara dan kebisingan berada pada skala 4 (baik), dan setelah
adanya kegiatan operasional pabrik karet menjadi crum rubber serta penanganan limbahnya
diprakirakan kualitasnya mengalami penurunan menjadi buruk (berskala 2). Dengan
demikian maka prakiraan besaran dampak yang terjadi adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit karena jauhnya letak pabrik dari
pemukiman penduduk dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini
termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi hanya di areal pabrik sehingga luas persebaran
besar dampaknya menjadi tidak penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak
penting(P) karena dapat menurunkan kesehatan masyarakat dan timbul persepsi negatif dari
masyarakat.
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak Penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3 dan besar prakiraan
dampaknya negatif sedang (-2), maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif,
sedang dan penting (-2/P). Sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

 Peningkatan Tingkat Kebisingan


Dengan beroperasinya pabrik pengolahan karet (crumb rubber) di wilayah studi akan
menurunkan kualitas udara serta meningkatnya suara bising yang ditimbulkan oleh aktifitas
mesin yang digunakan dalam proses produksi.
Pada rona lingkungan awal kualitas udara dan kebisingan masih berada di bawah baku mutu
lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di lokasi studi masih tergolong
sangat baik. Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample
yang menjadi pusat kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran
menunjukan bahwa Kualitas dari parameter tingkat kebisingan ( noise) dari 3 (tiga) lokasi
menunjukkan tingkat baku mutu yang masih sangat normal. Hasil dari lokasi 1 ( dusun Landau
Menserai) menunjukkan bahawa kebisingan masih normal sebesar 48,6 dB(A), untuk lokasi 2
(Desa Tembesuk) ini menunjukkan bahwa sebesar 48,0 dB(A), dan untuk lokasi 3 (Desa
Lembah Beringin) sebesar 43,0 dB. Kebisingan yang merupakan bunyi yang tidak diinginkan
dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia serta
kenyamanan lingkungan. Aktifitas dari pabrik berpotensi dalam meningkatkan kebisingan.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 57


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Kegiatan ini berlangsung kontinyu dan lama selama masa operasional dan merata di sekitar
wilayah studi.
Dilihat dari hasil pengukuran tingkat kebisingan di lokasi studi, tingkat kebisingan pada rona
awal ini masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 48 Tahun
1996 Tentang baku mutu tingkat kebisingan.
Peningkatan intensitas kebisingan ini pada umumnya berasal dari kegiatan operasional pabrik
dari mesin-mesin produksi maupun generator (turbine dan genset). Hal ini diprakirakan akan
menimbulkan peningkatan kebisingan dimana pada kondisi rona awal kualitas udara dan
kebisingan berada pada skala 4 (baik), dan setelah adanya kegiatan operasional pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) serta penanganan limbahnya diprakirakan intensitas
kebisingan mengalami peningkatan yang menimbulkan ketidaknyamanan dan kondisi
lingkungan menjadi buruk (berskala 3). Dengan demikian maka prakiraan besaran dampak
yang terjadi adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit karena jauhnya letak pabrik dari
pemukiman penduduk dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini
termasuk dampak tidak penting (TP).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi hanya di areal pabrik sehingga luas persebaran
besar dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak
penting(P) karena dapat menurunkan kesehatan masyarakat dan timbul persepsi negative
dari masyarakat.
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak Penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 2 dan ΣTP = 4 dan besar prakiraan
dampaknya negatif sedang (-2), maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif,
sedang dan tidak penting (-2/P). Namun perlu dilakukan pengelolaan dampak.
 Penurunan Kualitas Air Permukaan
Kegiatan operasional pabrik karet, pembuangan akhir limbah cair ( effluent) ke badan air
penerima diprakirakan berdampak langsung terhadap kualitas air permukaan baik parameter
fisik, kimia dan mikrobiologi. Kualitas air permukaan pada saat rona awal masih tergolong baik
(berskala 4) kemudian setelah adanya kegiatan operasional pabrik pengolahan karet ( crumb
rubber) serta penanganan limbahnya kualitas air permukaan diperkirakan akan menurun
menjadi buruk (berskala 2). Dengan demikian besaran dampak yang akan terjadi setelah

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 58


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

adanya kegiatan operasional pabrik karet ( crumb rubber) serta penanganan limbahnya cairnya
terhadap kualitas air permukaan adalah negatif sedang (-2).
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan didapat hasil rona awal sebagai berikut:
Sifak Fisik : Residu terlarut (TDS) 18,00 – 134,00 mg/l, Residu tersuspensi(TSS) 16 – 32 mg/l.
Sifat kimia : Keasaman 7,07 – 8,70, Oksigen terlarut (DO) 7,86 – 26,10 mg/l, BOD 1,74 – 5,22
mg/l, COD 7,84 – 23,52 mg/l.

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:


 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, kesehatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan besar prakiraan dampaknya 4 –
2 = -2, maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, sedang dan penting (-2/P)

sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak..


- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Kesempatan Berusaha
Kehadiran proyek dan kegiatan-kegiatan produktifnya seperti operasional pabrik karet akan
menimbulkan tumbuh dan berkembangnya berbagai usaha sektor informal, seperti warung
makanan dan kelontong untuk kebutuhan sehari-hari, tempat pemondokan karyawan, tempat
pencucian kendaraan (mobil) sehingga mendorong peningkatan ekonomi local dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat yang pada akhirnya menimbulkan multiplier
effect yang besar. Begitu pula dengan terciptanya peluang usaha baru, diperkirakan dengan
adanya proyek perusahaan, kesempatan usaha akan meningkat sebesar 15% per tahun
(dengan asumsi pertumbuhan usaha formal mencapai 13,60%), sementara disektor non formal
akan tumbuh dengan tingkat yang sama, karena terciptanya warung/toko, bengkel, pencucian
kendaraan, penginapan, rumah makan, dan sebagainya. Ini berarti rona awal lingkungan
berada pada skala sedang (3), Pada tahap operasional kehadiran proyek diharapkan dapat
mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru sebagai mata pencaharian baru penduduk disekitar
areal proyek. Ini berarti dengan adanya kegiatan operasional pabrik karet, kesempatan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 59


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

berusaha berada pada skala baik (4). Dengan demikian dampak dari kegiatan operasional
terhadap bertambahnya peluang berusaha adalah positif kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung tidak lama karena
hanya pada saat pembangunan pabrik dan IPAL saja, dengan demikian bobot dampaknya
tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak tidak
penting dikarenakan hanya mempengauhi pendapatan masyarakat sehingga tergolong tidak
penting (TP).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 2 dan ΣTP = 4, maka dampak kegiatan operasional pabrik karet
dapat dikategorikan sebagai dampak positif penting, dikarenakan jumlah manusia yang terkena
dampak adalah besar yang menjadi penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi
tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting. Positif, kecil, dan
Penting (+1/P).

 Sikap dan Persepsi Masyarakat


Kegiatan operasional pabrik karet (crumb rubber) akan berdampak negatif pada sikap dan
persepsi masyarakat terhadap proyek. Buruknya kualitas udara dan air permukaan akibat
kegiatan pengolahan limbah yang apabila tidak dikelola dengan baik dan benar akan
menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat setempat. Sikap dan persepsi masyarakat yang
semula berskala baik (4) akan mengalami penurunan menjadi buruk (2). Dengan demikian
prakiraan besaran dampak yang timbul akibat operasional pabrik karet ( crumb rubber) serta
terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 60


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah kesehatan
masyarakat, kesempatan kerja dan berusaha sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2 dan besar prakiraan
dampaknya 4 – 3 = -1, maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, sedang dan
penting (-2/P).

 Keresahan Masyarakat
Keresahan sosial yang terjadi dalam masyarakat sebagai akibat adanya kegiatan operasional
pabrik karet dikarenakan rasa kekhawatiran masyarakat setempat mengenai meningkatan
kebisingan serta penurunan kualitas udara akibat suara–suara dari mesin pengolahan, selain itu
kekhawatiran masyarakat mengenai limbah sisa pengolahan karet. Hal ini menimbulkan dampak
lebih cenderung bersifat negatif. Keresahan masyarakat yang timbul ini adalah bersifat
langsung dan negatif (-), dimana rona lingkungan awalnya pada skala 4 (baik), dan setelah
adanya proyek mengalami penurunan pada skala 3 (sedang). Dengan demikian perkiraan
besaran dampak adalah negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah sebagai berikut:
 Jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk merata termasuk dampak
penting (P).
 Luas persebaran dampak tersebut termasuk cukup luas yaitu ke seluruh wilayah perkebunan
dan daerah, sehingga tergolong penting (P).
 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung tidak
lama, sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak: komponen lingkungan hidup
lain yang terkena dampak, sedikit, sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Sifat kumulatif dampak: Dampak bersifat kumulatif sehingga tergolong penting (P).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: bersifat berbalik, sehingga dampak tergolong tidak
penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3. Besar prakiraan
dampaknya 5 – 3 = -2, maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, kecil dan
penting (-1/P) sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

- Komponen Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat


 Perubahan Kualitas Sanitasi Lingkungan
Kegiatan operasional pabrik karet diprakirakan akan mempengaruhi sanitasi lingkungan di
sekitar lokasi studi. Hal ini sebagai akibat penurunnya kualitas udara dan kualitas air yang

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 61


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

terjadi saat operasional pabrik karet. Sanitasi lingkungan yang buruk akan mempengaruhi
kesehatan masyarakat sekitar.
Rona lingkungan awal untuk sanitasi lingkungan di lokasi studi adalah sedang (skala 3)
dikarenakan minimnya pencemaran udara akibat kegiatan pabrik dan juga baiknya lingkungan
lokasi studi yang dapat dibilang masih sangat alami. Dengan adanya kegiatan operasional
pabrik karet diprakirakan terjadi penurunan skala kualitas lingkungan menjadi buruk (skala
2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak adalah luas, sehingga luas persebaran besar dampaknya
menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan
demikian bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, kesehatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP =4 dan ΣTP = 2, maka dampak kegiatan
operasional pabrik karet terhadap sanitasi lingkungan dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil. Negatif, kecil

dan penting (-1/P).

 Penurunan Tingkat Kesehatan Masyarakat


Kegiatan operasional pabrik karet diprakirakan akan mempengaruhi tingkat kesehatan
masyarakat. Hal ini sebagai akibat semakin turunnya kualitas sanitasi lingkungan dan
munculnya berbagai bahan pencemar di badan air sungai akan menyebabkan penurunan
kualitas air permukaan. Kesemuanya tersebut akan memicu timbulnya atau bahkan
memperparah tingkat kesakitan penduduk lokal dengan berbagai jenis penyakit, seperti ISPA,
penyakit kulit, penyakit mata, diare/kholera dan penyakit lainnya. Namun mengingat di sekitar
lokasi kegiatan relatif cukup tersedia adanya fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan
puskesmas pembantu serta adanya tenaga medis dan para medis, maka dampak yang muncul
diprakirakan negatif kecil (-1), sehingga tingkat kesehatan masyarakat yang semula memiliki
skala 3 (sedang) akan turun menjadi buruk (skala 2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 62


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak
penting (P) karena menyebabkan turunnya kesehatan masyarakat.
 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat tidak kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak pengolahan tandan buah segar
terhadap kesehatan masyarakat dapat dikategorikan sebagai dampak negatif penting.
Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting
dampaknya tergolong penting (-1/P) sehingga perlu dilakukan pengelolaan.

4. Pengelolaan dan Pengolahan Limbah


- Komponen Geofisik Kimia
 Penurunan Kualitas Udara
Dengan beroperasinya pabrik pengolahan karet (crumb rubber) di wilayah studi selanjutnya
adalah kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah dari aktivitas pabrik, dimana akan
menurunkan kualitas udara serta meningkatnya suara bising yang ditimbulkan oleh aktifitas
mesin yang digunakan dalam proses produksi.
Pada rona lingkungan awal kualitas udara masih berada di bawah baku mutu lingkungan
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di lokasi studi masih tergolong sangat baik. Hasil
pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample yang menjadi pusat
kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran menunjukan bahwa dari
ke-3 (tiga) lokasi, Sulfur dioxide (SO2) berkisar antara 18,10 – 28,30 µg/Nm3, Carbon monoxide
(CO) berkisar antara 39,70 – 44,10 µg/Nm3, Nitrogen Dioxide (NO2) berkisar antara 24,78 –
31,07 µg/Nm3, Ozone (O3) berkisar antara 1,10 – 1,80 µg/Nm3, Hydro Carbon berkisar antara
0,40 – 0,87 µg/Nm3, serta Dust (TSP) tergolong sangat rendah berkisar antara 45,70 – 51,40
µg/Nm3.
Dilihat dari hasil pengukuran kualitas udara di lokasi studi, kualitas udara pada rona awal ini
masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 41 Tahun 1999
Tentang pengendalian pencemaran udara.
Penurunan kualitas udara ini pada umumnya berasal dari partikel debu dan gas emisi yang
dikeluarkan dari cerobong boiler, generator (turbine dan genset), dan bau proses produksi. Hal
ini diprakirakan akan menimbulkan penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 63


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

dimana pada kondisi rona awal kualitas udara dan kebisingan berada pada skala 4 (baik), dan
setelah adanya kegiatan operasional pabrik karet menjadi crumb rubber serta penanganan
limbahnya diprakirakan kualitasnya mengalami penurunan menjadi sedang (berskala 3).
Dengan demikian maka prakiraan besaran dampak yang terjadi adalah negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit karena jauhnya letak pabrik dari
pemukiman penduduk dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini
termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi hanya di areal pabrik sehingga luas persebaran
besar dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak
penting(P) karena dapat menurunkan kesehatan masyarakat dan timbul persepsi negatif dari
masyarakat.
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak Penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3 dan besar prakiraan
dampaknya negatif sedang (-2), maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, kecil
dan penting (-2/P). sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

 Peningkatan Tingkat Kebisingan


Dengan beroperasinya pabrik pengolahan karet (crumb rubber) di wilayah studi selanjutnya
adalah kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah dari aktivitas pabrik, dimana akan
menurunkan kualitas udara serta meningkatnya suara bising yang ditimbulkan oleh aktifitas
mesin yang digunakan dalam proses produksi.
Pada rona lingkungan awal kualitas kebisingan masih berada di bawah baku mutu lingkungan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di lokasi studi masih tergolong sangat baik.
Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada titik–titik lokasi pengambilan sample yang menjadi
pusat kegiatan mempunyai kualitas udara yang relatif baik, hasil pengukuran menunjukan
bahwa Kualitas dari parameter tingkat kebisingan ( noise) dari 3 (tiga) lokasi menunjukkan
tingkat baku mutu yang masih sangat normal. Hasil dari lokasi 1 (dusun Landau Menserai)
menunjukkan bahawa kebisingan masih normal sebesar 48,6 dB(A), untuk lokasi 2 (Desa
Tembesuk) ini menunjukkan bahwa sebesar 48,0 dB(A), dan untuk lokasi 3 (Desa Lembah
Beringin) sebesar 43,0 dB. Kebisingan yang merupakan bunyi yang tidak diinginkan dalam
tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia serta
kenyamanan lingkungan. Aktifitas dari pabrik berpotensi dalam meningkatkan kebisingan.

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 64


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Kegiatan ini berlangsung kontinyu dan lama selama masa operasional dan merata di sekitar
wilayah studi.
Dilihat dari hasil pengukuran tingkat kebisingan di lokasi studi, tingkat kebisingan pada rona
awal ini masih berada di bawah baku mutu lingkungan berdasarkan Kep. Men LH No. 48 Tahun
1996 Tentang baku mutu tingkat kebisingan.
Peningkatan intensitas kebisingan ini pada umumnya berasal dari kegiatan operasional pabrik
dari mesin-mesin produksi maupun generator (turbine dan genset). Hal ini diprakirakan akan
menimbulkan peningkatan kebisingan dimana pada kondisi rona awal kualitas udara dan
kebisingan berada pada skala 4 (baik), dan setelah adanya kegiatan pengelolaan dan
pengolahan limbah diprakirakan intensitas kebisingan mengalami peningkatan yang
menimbulkan ketidaknyamanan dan kondisi lingkungan menjadi sedang (berskala ). Dengan
demikian maka prakiraan besaran dampak yang terjadi adalah negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah sedikit karena jauhnya letak pabrik dari
pemukiman penduduk dengan demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini
termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi hanya di areal pabrik sehingga luas persebaran
besar dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah berdampak
penting(P) karena dapat menurunkan kesehatan masyarakat dan timbul persepsi negative
dari masyarakat.
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak Penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 3 dan ΣTP = 3 dan besar prakiraan
dampaknya negatif sedang (-2), maka prakiraan dampak potensialnya adalah : negatif, kecil
dan tidak penting (-2/P). sehingga perlu dilakukan pengelolaan dampak.

 Penurunan Kualitas Air Permukaan


Penurunan Kualitas Air ini disebabkan dari pengolahan limbah yang tidak benar melalui kolam-
kolam pengolahan limbah dimana limbah cair yang dihasilkan sehingga limbahnya akan keluar
langsung mengalir ke perairan terbuka dengan pengolahan yang tidak benar. Dampak yang di
timbulkan pada kegiatan ini adalah bersifat langsung, setelah adanya kegiatan proyek akan
turun menjadi berkualitas skala buruk (2). Dengan demikian besaran dampak akibat
penurunan Kualitas Air adalah negatif sedang (-2).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 65


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Dimana kondisi rona awal parameter kualitas air ditentukan berdasarkan pengamatan dan
pengambilan sampel air sungai yang mengalir di lokasi studi berskala 4 (baik). Skala kualitas
lingkungan untuk parameter kualitas air ditentukan oleh Sifat fisik dan kimia air (lampiran tabel
skala kualitas sifat fisik air dan tabel skalakualitas kimia air). Berdasarkan hasil analisa yang
dilakukan melalui unit laboratorium yang dirujuk didapat hasil rona awal sebagai berikut:
Sifak Fisik : Residu terlarut (TDS) 18,00 – 134,00 mg/l, Residu tersuspensi(TSS) 16 – 32 mg/l.
Sifat kimia : Keasaman 7,07 – 8,70, Oksigen terlarut (DO) 7,86 – 26,10 mg/l, BOD 1,74 – 5,22
mg/l, COD 7,84 – 23,52 mg/l.

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:


 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, keanekaragaman bentos, kesehatan masyarakat. sehingga tergolong penting
(P).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah, Σ P =4 TP=2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif,
Sedang, dan Penting (-2/P).

- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya


 Sikap dan Persepsi Masyarakat
Kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah akan berdampak negatif pada sikap dan persepsi
masyarakat terhadap proyek. Pengeleloan dan pegolahan limbah yang tidak benar yang akan
menyebabkan penurunan kualitas air akan menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat
setempat. Sikap dan persepsi masyarakat yang semula berskala sedang (3) akan mengalami
penurunan menjadi buruk (2). Dengan demikian prakiraan besaran dampak yang timbul akibat
pengelolaan dan pengolahan limbah ini terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah negatif
kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 66


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah kesehatan
masyarakat, keresahan masyarakat dan penurunan kualitas air permukaan, sehingga
tergolong penting (P).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah, Σ P = 4, TP=2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil,
positif (-1/P).

 Keresahan Masyarakat
Keresahan masyarakat ini muncul sebagai turunan dari dampak primer yang telah terjadi akibat
kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah seperti penurunan kualitas air permukaan serta
perubahan persepsi dan tata nilai dalam masyarakat yang cenderung bersifat negatif.
Keresahan sosial yang terjadi dalam masyarakat akan menurunkan skala kualitas lingkungan
dari skala 4 (baik) menjadi skala 3 (sedang). Mengingat jumlah manusia yang akan terkena
dampak sangat banyak, persebaran dampak yang relatif luas dengan intensitas dampak yang
cukup tinggi dan dapat berlangsung lama. Dengan demikian prakiraan besaran dampak tidak
langsung yang timbul terhadap keresahan sosial dalam masyarakat adalah bersifat negatif
dengan bobot kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, kesehatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 67


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Berdasarkan jumlah, Σ P = 4, TP=2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)


berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil,
dan penting (-1/P).

 Terjadinya Konflik Sosial


 Konflik Sosial

Kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah dapat menjadi sumber terjadinya konflik sosial di
masyarakat, sedangkan yang menjadi pemicu terjadinya konflik adalah ketika kegiatan
pengelolaan dan pengolahan limbah yang dilakukan oleh PT. Landak Bhakti Palma
menyebabkab adanya perubahan baik dari limbah cair dan limbah padatnya serta bau yang
menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat, dengan kata lain PT. Landak Bhakti Palma
tidak mengelola dengan baik terhadap limbah hasil produksinya. Bentuk konflik yang dapat
terjadi yaitu antar anggota masyarakat setempat dan PT. Landak Bhakti Palma. Kondisi ini akan
berpengaruh pada keberlangsungan proyek selanjutnya.

Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah terhadap konflik
sosial diprakirakan bersifat negatif, dimana pada saat sebelum ada kegiatan pengelolaan dan
pengolahan limbah, rona lingkungan awal berada pada skala 4 (baik). Hal ini ditunjukkan oleh
masyarakat di wilayah studi hidup dalam kekerabatan yang erat dan harmonis, serta aman dan
damai. Meskipun pernah terjadi konflik (konflik jarang terjadi), namun konflik tersebut belum
sampai kepada kekerasan yang merusak secara material maupun immaterial, dan dapat
diselesaikan dengan baik, sehingga tidak berpengaruh terhadap keharmonisan masyarakat.
Diprakirakan dengan adanya kegiatan rekrutmen tenaga kerja, rona lingkungan akan berubah
menjadi buruk (skala 2) karena dengan adanya kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah
dapat menjadi potensi terjadinya konflik atau dengan kata lain kondisi masyarakat agak rawan
terhadap konflik baik internal maupun eksternal. Sehingga mempunyai besaran dampak (-2)
negatif sedang.

Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

 Jumlah manusia yang terkena dampak adalah Jika terjadi konflik sosial, maka akan
berdampak pada masyarakat di 5 desa yang berada di sekitar lokasi proyek (Desa Landau
apin, Teluk Kebau, Lembah Beringin, Mahap dan Tembaga), terutama masyarakat di dusun-
dusun yang berada di dalam lokasi proyek., sehingga dianggap penting (P).
 Luas persebaran dampak : Wilayah penyebaran dampak konflik sosial diprakirakan cukup
luas, bukan hanya pada wilayah dusun-dusun, namun juga mencakup 4 desa yang berada di
sekitar lokasi proyek. Tidak menutup kemungkinan wilayah penyebaran dampak konflik
sosial lebih luas lagi yaitu mencapai wilayah Seluruh desa di kecamatan Nanga Mahap,
sehingga dianggap penting (P)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 68


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Intensitas dampak berlangsung : Dampak diprakirakan mempunyai intensitas yang rendah,


karena dampak ini hanya berlangsung selama tahap konstruksi, setelah tahap konstruksi
berakhir maka penduduk pendatang akan kembali ke daerah asalnya, sehingga dianggap
tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak: Dampak konflik sosial
sebaliknya akan menyebabkan sikap yang negatif dari masyarakat, hal ini dikarenakan
persepsi masyarakat bahwa dengan adanya perusahaan akan menyebabkan terjadinya
konflik sosial, sehingga dianggap penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: Ditinjau dari sifat kumulatif dampak, konflik sosial dapat bersifat
kumulatif di masyarakat, jika perusahaan tidak dapat mencegah dan mengatasi konflik yang
terjadi, serta konflik terjadi tergantung dari dinamika sikap dan persepsi masyarakat
terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma, sehingga dianggap penting (P).
 Berbalik atau tidak berbalik dampak: Kondisi kehidupan masyarakat dapat kembali seperti
semula tanpa konflik (harmonis, aman dan damai) terkait keberadaan proyek, dengan
penanganan yang baik dan benar terhadap konflik yang terjadi, sehingga dianggap tidak
penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP = 4 dan ΣTP = 2, maka dampak
perekrutan tenaga kerja terhadap terjadinya konflik sosial dapat dikategorikan sebagai dampak
penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang. negatif,
sedang dan penting (-2/P).

- Komponen Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat


 Perubahan Kualitas Sanitasi Lingkungan
Kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah diprakirakan akan mempengaruhi sanitasi
lingkungan di sekitar lokasi studi. Pada tahap pasca konstruksi/operasi yaitu melalui kegiatan
pengolahan limbah juga akan mempengaruhi tingkat sanitasi lingkungan dimana akibat
pengolahan limbah yang tidak benar akan menyebabkan kualitas air menjadi menurun dan
pada akhirnya sanitasi lingkungan juga akan menurun. Sanitasi lingkungan yang buruk akan
mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.
Rona lingkungan awal untuk sanitasi lingkungan di lokasi studi adalah sedang (skala 3)
dikarenakan minimnya pencemaran air akibat kegiatan pengolahan limbah pabrik dan juga
baiknya lingkungan lokasi studi yang dapat dibilang masih alami. Dengan adanya kegiatan
pengelolaan dan pengolahan limbah diprakirakan terjadi penurunan skala kualitas lingkungan
menjadi buruk (skala 2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 69


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak adalah meliputi di lokasi sekitar pabrik pengolahan limbah,
sehingga persebaran termasuk kecil dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung: tidak
lama (selama masa pemanenan berlangsung), sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi,
keresahan masyarakat, kualitas air permukaan, sanitasi lingkungan, keresahan masyarakat,
sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut tidak bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan kriteria penting atau tidaknya dampak ΣP =2 dan ΣTP = 4, maka dampak kegiatan
pengelolaan dan pengolahan limbah terhadap sanitasi lingkungan dapat dikategorikan sebagai
dampak penting (P). Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong sedang.
Negatif, kecil dan penting (-1/P).

 Penurunan Tingkat Kesehatan Masyarakat


Kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah diprakirakan akan menimbulkan dampak
langsung terhadap Kesehatan Masyarakat. Pembuangan air limbah yang tidak melalui proses
pengolahan yang baik sesuai dengan standar baku mutu akan menyebabkan terjadinya
penurunan kualitas air sehingga akan berdampak pada kesehatan masyarakat. rona lingkungan
awal di wilayah studi adalah skala 3 (sedang). Kegiatan pengolahan limbah cair hasil dari
pengolahan karet, akan memberikan dampak terhadap penurunan kualitas air. Pola penyakit
merupakan dampak turunan dari kegiatan ini sehingga menyebabkan kondisi sanitasi
lingkungan menjadi turun. Sementara itu kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik akan
dapat meningkatkan jumlah penderita ISPA, infeksi usus/pencernaan, diare, dan penyakit
kulit.dan sebagainya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka dampak turunan yang ditimbulkan tersebut
langsung mengenai manusia yang berada pada skala 2 (buruk).. Berdasarkan uraian di atas
maka besaran dampaknya adalah negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak dalam kegiatan ini besar. Dengan demikian
jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi di lokasi sekitar pabrik pengolahan limbah,
sehingga persebaran termasuk kecil dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung: tidak
lama (selama masa pemanenan berlangsung), sehingga tergolong tidak penting (TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 70


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi,
keresahan masyarakat, kualitas air permukaan, sanitasi lingkungan, keresahan masyarakat,
sehingga tergolong penting (P)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Dampak kegiatan tersebut tidak bersifat berbalik, sehingga tergolong Penting (P).
Berdasarkan jumlah, ΣP =4, TP=2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan. Negatif, kecil,
dan penting (-1/P).

3.2.3.4. Tahap Pasca Operasi


1. Pelepasan Tenaga Kerja
- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Kesempatan Kerja
Pelepasan tenaga kerja atau dengan kata lainnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang
terjadi juga akan berdampak kepada kesempatan kerja. Dengan menurunnya kesempatan kerja
dan berusaha maka akan menyebabkan tingginya angka pengangguran. Dengan adanya
kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma
mampu menyerap tenaga kerja yang ukup besar. Dengan adanya pemutusan hubungan kerja
akan menimbulkan meningkatnya pengangguran di lokasi tersebut Dengan tingginya angka
pengangguran maka akan berpotensi menimbulkan kejahatan di masyarakat sehingga
keresahan juga akan terjadi di dalam masyarakat. Dampak yang terjadi pada pada kondisi rona
awal adalah berkualitas sedang (skala 3) dan dengan adanya kegiatan ini akan turun menjadi
sangat buruk (skala 1). Dengan demikian dampak yang muncul terhadap lingkungan adalah
negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi beberapa Desa dan dusun yang ada areal studi
maupun di luar studi, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung lama, dengan demikian
bobot dampaknya penting (P).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah persepsi
masyarakat, pendapatan masyarakat. sehingga tergolong penting (P)

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 71


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Sifat kumulatif dampak: dampak bersifat kumulatif, sehingga tergolong penting (P).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 5 dan ΣTP = 1, maka dampak kegiatan pelepasan tenaga kerja dapat
dikategorikan sebagai dampak negatif penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang
terjadi tergolong besar dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting (-2/P) sehingga
perlu perhatian dan dilakukan pengelolaan.

 Perubahan Pendapatan Masyarakat


Dengan adanya PHK secara besar-besaran maka akan menimbulkan pengangguran yang sangat
tinggi sekali. Bagi masyarakat yang mempunyai ketrampilan dan keahlian akan dapat berusaha
secara pribadi untuk mendapatkan penghasilan, akan tetapi bagi masyarakat yang tidak
mempunyai ketrampilan maka akan menimbulkan keresahan dimana tingkat pendapatan
masyakat akan semakin kecil sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan semakin kecil.
Dampak yang terjadi pada pada kondisi rona awal adalah berkualitas sedang (skala 3) dan
dengan adanya kegiatan ini akan turun menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian dampak
yang muncul terhadap lingkungan adalah negatif kecil (-1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang terkena dampak dari pelepasan tenaga kerja adalah luas. Dengan
demikian jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak: wilayah yang terkena dampak cukup luas. Dengan
demikian dampak dari kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: lama sehingga dampak dari kegiatan ini
termasuk dampak penting (P).
 Komponen lingkungan lain yang terkena dampak: pendapatan masyarakat, shock sosial.
Dengan demikian dampak dari kegiatan ini termasuk dampak penting (P)
 Dampak dari kegiatan ini bersifat kumulatif. Dampak ini tersebut tergolong penting (P).
 Dampak dari kegiatan tersebut dapat berbalik apabila perusahaan melakukan perpanjangan
ijin produksi baik dikelola oleh perusahaan yang sama atau di take over perusahaan lain
(TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 5 dan ΣTP =1, maka dampak kegiatan pada tahap pasca produksi
dapat dikategorikan sebagai dampak negative penting. Berdasarkan tingkat besaran dampak
yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting (-1/P)
sehingga perlu dilakukan perhatian dan pengelolaan.

 Sikap dan Persepsi Masyarakat


Tahap pasca operasi ini yang diprakirakan membawa dampak terhadap sikap dan persepsi
masyarakat adalah pelepasan tenaga kerja, yang kemungkinan mengakibatkan masyarakat
kehilangan mata pencaharian baik sebagai mata pencaharian utama, ataupun sampingan. Hal

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 72


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

ini berakibat menurunnya pendapatan masyarakat. Menurunnya pendapatan masyarakat juga


disebabkan oleh pengalihan fungsi lahan. Persepsi masyarakat akan tetap positif terhadap
perusahaan jika perusahaan dapat memberikan pesangon yang pantas,dan melakukan tahap ini
sesuai dengan kesepakatan pada awal masuknya perusahaan.
Dampak yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan pelepasan tenaga kerja diprakirakan
berdampak (-), dengan kondisi rona lingkungan awal sedang (skala 3) terhadap sikap dan
persepsi masyarakat tentang perusahaan menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian, besaran
dampak yang diprakirakan muncul akibat kegiatan ini adalah negatif kecil (-1).
Prakiraan penting tidaknya dampak kegiatan-kegiatan dalam tahap pasca operasi terhadap
perubahan pendapatan masyarakat, dapat dilihat sebagai berikut:

 Jumlah manusia yang terkena dampak: cukup luas. Dengan demikian jumlah manusia yang
terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak: warga masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan
usaha. Dengan demikian dampak dari kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: berlangsung kurang lebih 1 tahun (TP).
 Komponen lingkungan lain yang terkena dampak: tidak ada (TP).
 Dampak dari kegiatan bersifat kumulatif, persepsi masyarakat mengenai perusahaan dan
perkebunan telah terbentuk baik persepsi positif atau negatif. Masyarakat telah banyak
belajar dari pengalaman selama perusahaan beroperasi, sehingga pengalaman selama inilah
yang terakumulasi untuk menentukkan apakah di masa yang akan datang mereka mensikapi
investor yang akan masuk ke sekitar lokasi rencana kegiatan usaha tersebut. Persepsi ini
dapat dan berkembang secara dinamis atau cepat berubah, misalnya ketika harapan
masyarakat untuk dalam menerima pesangon, pengembalian aset tidak sesuai dengan yang
diberikan oleh perusahaan, atau muncul konflik-konflik antara masyarakat dan perusahaan
selama perusahaan beroperasi atau antara sesama anggota masyarakat. Dampak ini
tersebut tergolong penting dan harus diperhatikan serta dikelola (P).
 Dampak dari kegiatan tersebut dapat berbalik apabila perusahaan melakukan perpanjangan
ijin produksi baik dikelola oleh perusahaan yang sama atau di take over perusahaan lain
(TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak kegiatan pelepasan tenaga kerja dapat
dikategorikan sebagai dampak positif penting, hal ini disebabkan karena, persepsi ini dapat
mendorong tindakan-tindakan masyarakat terhadap perusahaan. Berdasarkan tingkat besaran
dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria penting dampaknya tergolong penting (-
1/P) sehingga perlu perhatian dan dilakukan pengelolaan.
 Keresahan Masyarakat
Kegiatan PHK pada karyawan yang selama ini bekerja pada perkebunan karet diprakirakan akan
menimbulkan dampak besar dan penting. Keresahan akan muncul sejalan dengan hilangnya

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 73


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

mata pencaharian, pendapatan serta kesempatan bekerja dan berusaha. Kualitas lingkungan
pada kondisi ini dalam keadaan buruk (skala 2). Berdasarkan uraian di atas maka besaran
dampaknya adalah negatif sedang (-2).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak dalam kegiatan ini banyak. Dengan demikian
jumlah manusia yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi masyarakat desa-desa dekat areal studi, sehingga
persebaran dampaknya menjadi penting (P).
 Intensitas dampak tergolong kecil, dan ditinjau dari lamanya dampak berlangsung: tidak
lama , sehingga tergolong tidak penting (TP).
 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah meliputi,
pendapatan masyarakat, persepsi dan sikap masyarakat, sehingga tergolong penting (P).
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah, ΣP =4 dan ΣTP= 2, dapat dikategorikan sebagai dampak penting (P)
berdasarkan tingkat besaran dampak, sehingga perlu dilakukan pengelolaan.

 Terjadinya Konflik Sosial


Tahap pasca operasi ini yang diprakirakan membawa dampak terhadap terjadinya konflik sosial
adalah pelepasan tenaga kerja, yang kemungkinan mengakibatkan masyarakat kehilangan mata
pencaharian baik sebagai mata pencaharian utama, ataupun sampingan. Hal ini berakibat
menurunnya pendapatan masyarakat. Menurunnya pendapatan masyarakat juga disebabkan
oleh pengalihan fungsi lahan. terjadinya konflik sosial akan apabila perusahaan tidak dapat
memberikan pesangon yang pantas,dan melakukan tahap ini sesuai dengan kesepakatan pada
awal masuknya perusahaan.
Dampak yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan pelepasan tenaga kerja diprakirakan
berdampak (-), dengan kondisi rona lingkungan awal sedang (skala 3) terhadap terjadinya
konflik sosial tentang perusahaan menjadi buruk (skala 2). Dengan demikian, besaran
dampak yang diprakirakan muncul akibat kegiatan ini adalah negatif kecil (-1).
Prakiraan penting tidaknya dampak kegiatan-kegiatan dalam tahap pasca operasi terhadap
terjadinya konflik sosial, dapat dilihat sebagai berikut:

 Jumlah manusia yang terkena dampak: cukup luas. Dengan demikian jumlah manusia yang
terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak: warga masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan
usaha. Dengan demikian dampak dari kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: berlangsung kurang lebih 1 tahun (TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 74


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Komponen lingkungan lain yang terkena dampak: tidak ada (TP).


 Dampak dari kegiatan bersifat kumulatif, persepsi masyarakat mengenai perusahaan dan
perkebunan telah terbentuk baik persepsi positif atau negatif. Masyarakat telah banyak
belajar dari pengalaman selama perusahaan beroperasi, sehingga pengalaman selama inilah
yang terakumulasi untuk menentukkan apakah di masa yang akan datang mereka mensikapi
investor yang akan masuk ke sekitar lokasi rencana kegiatan usaha tersebut. Persepsi ini
dapat dan berkembang secara dinamis atau cepat berubah, misalnya ketika harapan
masyarakat untuk dalam menerima pesangon, pengembalian aset tidak sesuai dengan yang
diberikan oleh perusahaan, atau muncul konflik-konflik antara masyarakat dan perusahaan
selama perusahaan beroperasi atau antara sesama anggota masyarakat. Dampak ini
tersebut tergolong penting dan harus diperhatikan serta dikelola (P).
 Dampak dari kegiatan tersebut dapat berbalik apabila perusahaan melakukan perpanjangan
ijin produksi baik dikelola oleh perusahaan yang sama atau di take over perusahaan lain
(TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 3 dan ΣTP = 3, maka dampak kegiatan pelepasan tenaga kerja dapat
dikategorikan sebagai dampak positif penting, hal ini disebabkan karena, persepsi ini dapat hal
mendorong tindakan-tindakan masyarakat terhadap perusahaan terhadap terjadinya konflik
sosial. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria
penting dampaknya tergolong penting (-1/P) sehingga perlu perhatian dan dilakukan
pengelolaan.
2. Penyerahan Lahan kepada Pemda dan Masyarakat
- Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
 Sikap dan Persepsi Masyarakat
Pada saat selesainya kegiatan perkebunan, lahan yang tidak dipakai lagi akan dikembalikan
oleh perusahaan kepada masyarakat. Hal itu akan membuat persepsi masyarakat menjadi baik
kepada perusahaan. Lahan yang dikembalikan dapat digunakan oleh masyarakat untuk
ditanami kembali dan untuk menambah penghasilan bagi masyarakat.
Persepsi masyarakat pada rona lingkungan awal adalah sedang (skala 3) dengan adanya
pengembalian lahan kepada masyarakat akan menjadi baik (skala 4) atau berdampak positif
kecil (+1).
Adapun kepentingan dampaknya berdasarkan kriteria penting dampak adalah:
 Jumlah manusia yang akan terkena dampak adalah besar. Dengan demikian jumlah manusia
yang terkena dampak kegiatan ini termasuk dampak penting (P).
 Luas wilayah persebaran dampak meliputi hanya lahan yang digunakan pada saat
perkebunan, sehingga luas persebaran besar dampaknya menjadi tidak penting (TP).
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung: dampak berlangsung sementara, dengan
demikian bobot dampaknya tidak penting (TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 75


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

 Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak: adalah tidak ada
sehingga tergolong tidak penting (TP)
 Sifat kumulatif dampak: dampak tidak bersifat kumulatif, sehingga tergolong tidak penting
(TP).
 Dampak kegiatan tersebut bersifat berbalik, sehingga tergolong tidak Penting (TP).
Berdasarkan jumlah ∑P = 1 dan ΣTP =5, maka dampak kegiatan pada tahap pasca operasi
dapat dikategorikan sebagai dampak positif penting karena adanya manusia yang terkena
dampak. Berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi tergolong kecil dan dari kriteria
penting dampaknya tergolong penting (+1/TP).

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING III - 76


BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP
DAMPAK LINGKUNGAN

Dalam upaya merumuskan penanganan dampak yang diprakirakan akan timbul dari segenap kegiatan
perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma, maka terhadap
berbagai jenis dampak yang telah diperkirakan besaran dampak dan sifat penting dampak untuk
setiap dampak penting hipotetik (DPH), dilakukan penelaahan dan evaluasi secara holistik keterkaitan
dan interaksi seluruh dampak penting hipotetik yang muncul dari kegiatan perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma .

Evaluasi secara holistik terhadap dampak penting hipotetik adalah telaahan secara totalitas terhadap
beragam dampak penting hipotetik lingkungan hidup yang telah dilakukan prakiraan dampak, dengan
sumber kegiatan penyebab dampak. Beragaman komponen lingkungan hidup yang terkena dampak
penting tersebut (baik positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling terkait dan
saling mempengaruhi, sehingga diketahui sejauhmana perimbangan dampak penting hipotetik yang
bersifat positif dengan yang bersifat negatif. Telaahan atau evaluasi juga dilakukan pada alternatif-
alternatif dalam rencana kegiatan pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb
rubber) PT. Landak Bhakti Palma untuk selanjutnya memberikan rekomendasi pemilihan alternatif
terbaik serta dasar pertimbangan pemilihan alternatif tersebut.

Evaluasi dampak yang bersifat holistik menggunakan metode matrik sederhana dilakukan terhadap
beragam dampak penting yang timbul akibat adanya rencana kegiatan Perkebunan dan pabrik
pengolahan karet PT. Landak Bhakti Palma. Penggunaan metode sederhana untuk menelaah secara
holistik kecenderungan dampak penting seluruh komponen (tahap dan jenis) kegiatan terhadap
seluruh komponen, sub komponen dan parameter lingkungan hidup ternyata menemui beberapa
kendala dalam interpretasi hasil perhitungan didekati secara semi kuantitatif untuk proses
pengambilan keputusan kelayakan lingkungan (yang akan diputuskan) oleh instansi yang bertanggung
jawab.

Kendala pertama; apabila digunakan kriteria tingkat kepentingan dampak berdasarkan Peraturan
Pemerintah RI Nomor 27 tahun 2012 maupun keputusan Kepala Bapedal nomor 056 tahun 1994,
maka kriteria tersebut tidak akan bisa dioperasikan di dalam evaluasi secara holistik terhadap
kecenderungan dampak besar dan penting secara menyeluruh. Masih diperlukan kriteria tambahan
untuk masing-masing kriteria tingkat kepentingan dampak, kriteria untuk menetapkan skala kualitas
lingkungan, serta kriteria untuk proses pengambilan keputusan tingkat kepentingan dampak. Kriteria
tambahan yang diperlukan ini belum ditetapkan secara regulatif sehingga tersedia banyak opsi secara
akademik untuk menggunakan beberapa alternatif kriteria, yang hasilnya tentu saja bisa berbeda
antara satu peneliti dengan peneliti lainnya.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 1


Kendala kedua; setelah keputusan penetapan tingkat kepentingan dampak masing-masing
komponen kegiatan atau komponen lingkungan hidup, masih diperlukan langkah lanjutan untuk
menetapkan tingkat kepentingan seluruh komponen kegiatan terhadap seluruh komponen lingkungan
hidup dan atau sebaliknya. Kriteria tingkat kepentingan dampak besar dan penting yang diperlukan
belum ditetapkan secara regulatif dan spesifik untuk jenis-jenis kegiatan tertentu sehingga tersedia
banyak opsi secara akademik untuk menggunakan beberapa alternatif kriteria, yang hasilnya tentu
saja bisa berbeda antara satu peneliti dengan peneliti lainnya.

Kendala ketiga; kriteria-kriteria yang digunakan untuk mengkonversi nilai-nilai parameter


lingkungan ke dalam skala kualitas lingkungan penggunaan kriteria tingkat kepentingan dampak
kriteria tingkat kepekaan terhadap pengelolaan lingkungan semuanya berbasis pada penggunaan
bilangan numerik non ordinal yang hanya bermakna secara numerikal dan atau untuk kepentingan
statistik tetapi sama sekali tidak bermakna secara signifikan untuk menggambarkan kondisi-kondisi
lingkungan yang secara ekologi sangat kompleks, yang gradasi kualitas lingkungnnya tidak cukup
hanya direpresentasikan oleh skala-skala numerik non ordinal.

Kendala keempat; hasil akhir pendekatan semi kuantitatif untuk mendekatkan skala perubahan
lingkungan secara holistik akibat rencana kegiatan yang akan diintroduksi pada suatu ekosistim masih
memerlukan interpretasi lanjutan. Biasa dapat sering terjadi pada penetapan kesepakatan nilai kriteria
atau pada proses nilai interpretasi skala akhir. Gradasi perubahan kualitas lingkungan atau gradien
perubahan ekologi suatu ekosistem terlalu sederhana kalau hanya dipresentasikan oleh perubahan
nilai pada skala numerik non-ordinal.

Kendala kelima; baku mutu lingkungan dan atau baku tingkat gangguan secara regulatif hanya
dapat ditetapkan untuk parameter-parameter lingkungan yang observable dan measurable, tersedia
instrumen ukur dan satuan untuk menyatakan hasil ukur secara kuantitatif. Bahkan untuk beberapa
parameter seperti kondisi biota, besaran-besaran kuantitatif sama sekali tidak bermakna apabila ada
perbedaan struktur komunitas dan atau karakteristik lingkungan lokal yang sangat spesifik sehingga
nilai parameter yang sama belum tentu mempresentasikan kondisi kualitas ekologi yang sama. Untuk
beberapa parameter yang sebenarnya tidak fully measurable, seperti kondisi sosial budaya,
penggunaan skala numerik non-ordinal hanya suatu pemaksaan agar data dapat diolah secara statistik
dan terlihat kuantitatif.

Dengan mengingat kendala-kendala tersebut serta keterbatasan metode yang diangkat dan diadaptasi
dalam kajian lingkungan ini, maka berdasarkan hasil evaluasi dampak besar dan penting secara
holistik yang sudah dilakukan dengan metode Matrik Sederhana.

Dari hasil telaahan ini, kemudian merumuskan arahan dalam penyusunan Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL). Arahan pengelolaan
dilakukan terhadap seluruh komponen kegiatan yang menimbulkan dampak, baik komponen kegiatan

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 2


yang paling banyak memberikan dampak turunan (dampak yang bersifat strategis) maupun
komponen kegiatan yang tidak banyak memberikan dampak turunan. Arahan pemantauan dilakukan
terhadap komponen lingkungan yang relevan untuk digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi
penaatan (compliance), kecenderungan (trendline) dan tingkat kritis (ctitical level) dari suatu
pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
(RPL) memuat bukan hanya dampak yang disimpulkan sebagai dampak penting dari hasil proses
evaluasi holistik namun yang bukan dampak penting tetap memerlukan rencana pengelolaan dan
pemantauannya dalam RKL-RPL.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 3


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Tabel 4. 1 Matrik Evaluasi Dampak Penting Hipotetik Kegiatan Pembangunan Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma
Sifat Penting
Komponen Kegiatan Penyebab Prakiraan Besaran Dampak Hasil Evaluasi Dampak
Tahapan Kegiatan Kesimpulan
Dampak Dampak (M) Tidak Penting
Penting
Penting
I. Pra Konstruksi
1. Sosialisasi Proyek Sikap & persepsi masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola
Keresahan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola
2. Tata Batas &
Sikap & persepsi masyarakat negatif kecil (-1) √ Negatif kecil & penting Dampak Dikelola
Pembebasan Lahan
Keresahan masyarakat negatif kecil (-1) √ Negatif kecil & penting Dampak Dikelola

Terjadinya konflik sosial negatif sedang (-2) √ Negatif sedang & penting Dampak Dikelola
II. Konstruksi
1. Rekrutmen tenaga kerja Kesempatan Kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola
Sikap & persepsi masyarakat positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola
Keresahan masyarakat negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola
Terjadinya konflik sosial negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola
2. Mobilisasi peralatan
Penurunan kualitas udara Negatif sedang (-2) √ Negatif sedang & penting Dampak Dikelola
dan material
Peningkatan Intensitas Kebisingan Negatif sedang (-2) √ Negatif sedang & penting Dampak Dikelola
Sikap & persepsi masyarakat Negatif sedang (-2) √ Negatif sedang & penting Dampak Dikelola
Penurunan tingkat kesehatan masyarakat negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola
3. Pembukaan dan
Penurunan kualitas air permukaan Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola
penyiapan lahan
Terjadinya erosi dan sedimentasi negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola

Terganggunya kawasan hutan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola

Penurunan keanekaragaman jenis flora Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 4


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Sifat Penting
Komponen Kegiatan Penyebab Prakiraan Besaran Dampak Hasil Evaluasi Dampak
Tahapan Kegiatan Kesimpulan
Dampak Dampak (M) Tidak Penting
Penting
Penting
Penurunan keanekaragaman jenis fauna Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola
4. Pembangunan sarana
Penurunan kualitas udara Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola
dan prasarana Kebun
Peningkatan tingkat kebisingan Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Penurunan kualitas air permukaan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola

Kesempatan kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola

Peluang berusaha Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola

Perubahan pendapatan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak Dikelola

Perubahan sanitasi lingkungan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola

Penurunan tingkat kesehatan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola
5. Pembibitan Tanaman
Kesempatan kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
Karet
Perubahan pendapatan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
negatif sedang & tidak
Sikap & persepsi masyarakat Negatif sedang (-2) √ Dampak dikelola
penting
6. Penanaman Tanaman
Kesempatan kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
Karet
Perubahan pendapatan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola

negatif sedang & tidak


Sikap & persepsi masyarakat Negatif sedang (-2) √ Dampak dikelola
penting
7. Pembangunan Pabrik
pengolahan karet dan Penurunan kualitas air permukaan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & tidak penting Dampak Dikelola
sarana pendukungnya
Kesempatan kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 5


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Sifat Penting
Komponen Kegiatan Penyebab Prakiraan Besaran Dampak Hasil Evaluasi Dampak
Tahapan Kegiatan Kesimpulan
Dampak Dampak (M) Tidak Penting
Penting
Penting
Peluang berusaha Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola

Perubahan pendapatan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola

III. Operasional
1. Pemeliharaan Tanaman
Kesempatan kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
Karet
Perubahan pendapatan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
2. Pemanenan dan
Penurunan kualitas udara Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola
Pengangkutan
Peningkatan tingkat kebisingan Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Kesempatan kerja Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola

Perubahan pendapatan masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
3. Operasional Pabrik
Penurunan kualitas udara Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak dikelola
karet
Peningkatan tingkat kebisingan Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Penurunan kualitas air permukaan Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Kesempatan berusaha Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola

Sikap & persepsi masyarakat Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Keresahan masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola

Perubahan kualitas sanitasi lingkungan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola

Penurunan tingkat kesehatan masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola
4. Pengelolaan dan
Penurunan kualitas udara Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola
pengolahan limbah

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 6


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Sifat Penting
Komponen Kegiatan Penyebab Prakiraan Besaran Dampak Hasil Evaluasi Dampak
Tahapan Kegiatan Kesimpulan
Dampak Dampak (M) Tidak Penting
Penting
Penting
Peningkatan tingkat kebisingan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak Dikelola

Penurunan kualitas air permukaan Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Sikap & persepsi masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola

Keresahan masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola

Terjadinya konflik sosial Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola
Perubahan kualitas sanitasi lingkungan Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola
Penurunan tingkat kesehatan masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola
IV. Tahap Pasca Operasi
1. Pelepasan tenaga kerja
kesempatan kerja Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak Dikelola

Perubahan pendapatan masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola

Sikap & persepsi masyarakat Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola

Keresahan masyarakat Negatif sedang (-2) √ negatif sedang & penting Dampak dikelola

Terjadinya konflik sosial Negatif kecil (-1) √ negatif kecil & penting Dampak dikelola
Penyerahan Lahan kepada
Sikdap & persepsi masyarakat Positif kecil (+1) √ Positif kecil & penting Dampak dikelola
Pemda dan masyarakat

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 7


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

IV.1. Dampak Penting Yang dikelola


Dampak penting yang harus dikelola adalah dampak penting yang diadopsi dari hasil telaahan
perkiran dampak penting yang telah dilakukan. Dampak penting yang harus dikelola yang ditimbulkan
oleh kegiatan pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb rubber) PT. Landak
Bhakti Palma pada tahap pra konstruksi, konstruksi , operasi, dan pasca operasi.
Tahap Pra konstruksi
Dampak penting yang harus dikelola pada tahap pra konstruksi adalah :
1) Komponen Lingkungan Sosial, Ekonomi Budaya
a. Sikap & persepsi masyarakat
Dampak sikap dan persepsi masyarakat diprakirakan terjadi pada kegiatan Sosialisasi Proyek,
Tata Batas dan Pembebasan Lahan. Pada kegiatan sosialisasi proyek terjadi perbedaan sikap
dan persepsi diantara warga masyarakat setempat, ada masyarakat yang mendukung
kegiatan perkebunan, dan ada masyarakat yang menolak kegiatan perkebunan. Sedangkan
pada kegiatan pembebasan lahan diprakiran terjadi sikap dan persepsi masyarakat yang
negatif, yang dikarenakan kegiatan pembebasan lahan yang bermasalah, seperti ganti rugi
lahan dan tanam tumbuh yang tidak adil, status lahan yang tidak jelas, dan lain sebagainya
yang pada akhirnya menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
b. Keresahan masyarakat
Dampak keresahan masyarakat yan terjadi dikarenakan dari sikap dan persepsi masyarakat
yang negatif (menolak) dan adanya tata batas lahan yang tidak sesuai dengan ganti rugi.
Bisa pula dari trauma masyarakat terhadap kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Hal ini
dapat mengakibatkan timbulnya keresahan masyarakat.
c. Terjadinya Konflik Sosial
Dampak potensi terjadinya konflik diprakirakan terjadi pada kegiatan Sosialisasi Proyek,
Pembuatan Batas dan Pembebasan Lahan. Pada kegiatan sosialisasi proyek terjadi potensi
konflik baik internal maupun eksternal. Sedangkan pada kegiatan pembuatan batas dan
pembebasan lahan terjadi potensi konflik sosial antar anggota masyarakat yang dipicu oleh
adanya pengakuan kepemilikan dan penguasaan ganda atau lebih terhadap suatu lahan/tanah
oleh warga masyarakat. Selain itu juga terkait dengan tata batas, baik antara pemilik lahan
maupun batas desa
Tahap Konstruksi
Dampak penting yang harus dikelola pada tahap konstruksi adalah :
1) Komponen Lingkungan Geofisik -Kimia
a. Penurunan kualitas udara
Kegiatan mobilisasi peralatan dan material, pembukaan dan penyiapan lahan, pembangunan
sarana dan prasarana kebun pada tahap konstruksi diprakirakan akan mempengaruhi

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 8


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

penurunan kualitas udara yang disebabkan terjadinya peningkatan gas ambient dan kadar
debu.
b. Peningkatan tingkat kebisingan
Kegiatan mobilisasi peralatan dan material, pembukaan dan penyiapan lahan, pembangunan
sarana dan prasarana kebun pada tahap konstruksi diprakirakan akan mempengaruhi
peningkatan kebisingan yang disebabkan terjadinya bising dari aktivitas pembangunan sarana
dan prasarana dan mobilisasi alat berat.
c. Penurunan kualitas air permukaan
Kegiatan Perkebunan dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) dapat menyebabkan
penurunan kualitas air. Peluang terbesar terjadinya penurunan kualitas air adalah pada tahap
pembukaan dan penyiapan lahan kemudian kegiatan pembangunan sarana dan prasarana
kebun serta pembangunan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) dan sarana
pendukungnya. Penurunan kualitas air terjadi karena erosi dari lahan masuk bersama aliran
permukaan (surface run-off) ke dalam badan-badan air. Akibatnya terjadi peningkatan
kekeruhan di dalam badan air. Erosi air kadangkala tidak hanya membawa butiran tanah,
tetapi juga ikut menghanyutkan berbagai macam sampah padat sisa material konstruksi.
Sampah-sampah tersebut akan ikut menyebabkan penurunan kualitas air.
d. Terjadinya erosi dan sedimentasi
Kegiatan Pembukaan dan penyiapan Lahan akan menyebabkan terjadinya erosi dan
sedimentasi. Bahwa erosi dan sedimentasi merupakan peristiwa yang signifikan merubah
kondisi fisik lingkungan di dalam perkebunan karet serta menimbulkan dampak turunan
berupa hilangnya kesuburan tanah, peningkatan kekeruhan di dalam sungai, menyebabkan
penyebaran tanah yang terkontaminasi bahan pencemar (pestisida) dan menyebabkan
peningkatan jumlah nutrien di dalam sungai. Erosi tanah di perkebunan karet tidak hanya
mengurangi kesuburan tanah tetapi juga dapat menyebabkan sedimentasi. Volume sedimen
yang berasal dari suatu DAS, yang biasa disebut dengan istilah hasil sedimen atau sediment
yield, berhubungan erat dengan besarnya erosi dari lahan.
e. Terganggunya kawasan hutan
Kegiatan pembukaan dan penyiapan lahan perkebunan karet PT. Landak Bhakti Palma terletak
berdekatan dengan Hutan Lindung. Dengan adanya pembukaan lahan diperkirakan akan
menggangu fungsi dari kawasan hutan tersebut.
2) Komponen Lingkungan Biologi
a. penurunan keanekaragaman jenis flora
Kegiatan pembukaan dan penyiapan lahan akan menimbulkan dampak negatif terhadap
berkurangnya keanekaragaman jenis flora di lokasi kegiatan, yaitu hilangnya beberapa
individu dan jenis flora darat, baik tanaman budidaya maupun tanaman liar di sekitar lingkup

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 9


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

wilayah studi. Di wilayah studi juga terdapat beberapa flora yang dilindungi sehingga
perlindungan terhadap flora tersebut harus tetap dilakukan.
b. penurunan keanekaragaman jenis fauna
Kegiatan pembukaan dan penyiapan Lahan akan menimbulkan dampak negatif terhadap
keanekaragaman jenis fauna darat di lokasi kegiatan, yaitu hilangnya beberapa individu dan
jenis fauna darat, yang sebelumnya memanfaatkan lokasi kegiatan sebagai tempat mencari
makan, tempat hunian maupun tempat beristirahat. Bagi jenis-jenis fauna darat yang memiliki
mobilitas yang relatif tinggi, seperti burung, mamalia dan reptil dampak yang ditimbulkan
relatif kecil, karena mereka akan mencari habitat baru yang mampu mendukung
kehidupannya.
3) Komponen Lingkungan Sosial, Ekonomi Budaya.
a. kesempatan kerja
Kegiatan Rekrutmen tenaga kerja, pembibitan tanaman karet, penanaman tanaman karet,
serta pembangunan pabrik pengolahan karet dan sarana pendukungnya akan membuka
kesempatan kerja baik sebagai tenaga tetap, harian dan borongan, dengan keahlian khusus
maupun tenaga kerja tidak. Perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan akan mengkuti
kebijakan untuk memprioritaskan penduduk yang berdomisili disekitar lokasi rencana
kegiatan. Perekrutan tenga kerja yang berasal dari penduduk sekitar haruslah disertai dengan
upaya memberikan pelatihan dan pendidikan tambahan sehingga penduduk tidak hanya
direkrut sebagai tenaga kerja tetapi sekaligus mendapat kesempatan untuk mengembangkan
potensi dirinya dan membangun kapasitasnya (capacity building). Sehingga ketika perusahaan
telah selesia ijin usahanya penduduk yang ada di sekitar lokasi kegiatan tidak serta merta
mengalami social shock akibat kehilangan pekerjaan dan pendapatan.
b. Peluang berusaha
Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kebun, pembanguna pengolahan karet dan
sarana pendukungnya akan membuka peluang berusaha bagi penduduk di sekitar lokasi
kegiatan. Peluang berusaha berasal dari sektor informal yang tumbuh akibat adanya
perusahan. Sektor informal menyediakan peluang berusaha kepada penduduk yang mungkin
tidak terserap sebagai tenaga kerja di perusahaan. Kehadiran perusahaan juga akan memicu
terciptanya peluang usaha baru mislnya warung makan, jasa angkutan, bengkel sepeda
motor, pedagang kelontong, petani sayur dan lainnya. Adanya fasilitas jalan yang dibangun
oleh perusahaan juga memberikan peningkatan akses masyarakat sehingga dapat lebih
terhubung dengan pusat-pusat perekonomian dan akhirnya membuka peuang berusaha
misalnya perdagangan hasil hutan non kayu, hasil bumi dan peternakan.
c. Perubahan pendapatan masyarakat
Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kebun, pembanguna pengolahan karet dan
sarana pendukungnya akan merubah pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 10


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

membawa dampak positif terhadap masyarakat, tetapi juga dapat berpotensi memicu
kecemburuan sosial, terjadinya konflik dan keresahan masyarakat. Untuk menanggulangi
dampak negatif dari pendapatan masyarakat selayaknya perusahaan melakukan upaya
pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan/usaha. Tujuannya agar
peningkatan pendapatan diikuti dengan peningkatan kemampuan mengelola pendapatan,
keuangan dan berinvestasi (misalnya menabung untuk pendidikan atau kesehatan)
d. Sikap & persepsi masyarakat
Kegiatan rekrutmen tenaga kerja, mobilisasi peralatan dan material, pembibitan serta
Penanaman karet akan menyebabkan munculnya persepsi masyarakat yang bersifat positif
maupun negatif. Dampak positif akan muncul manakala kekhawatiran masyarakat akibat
pembangunan perkebunan ini bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya dan sebaliknya
dampak negatif muncul manakala dampak kegiatan perkebunan tersebut tidak
memperhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat disekitarnya
e. Keresahan masyarakat
Kegiatan rekrutmen tenaga kerja akan menimbulkan keresahan dimana banyak masyarakat
luar dimana masyarakat sekitar tidak diprioritaskan. Dari masyarakat luar yang masuk ke
daerah merek yang perlahan merubah pola perilaku masrayakat disana.
f. Terjadinya konflik sosial
Kegiatan rekrutmen tenaga kerja akan memberikan dampak yang negatif berupa konflik sosial
di masyarakat, misalnya konflik yang terjadi melibatkan masyarakat setempat yang tidak
diterima bekerja dalam proyek dengan perusahaan, masyarakat setempat yang tidak diterima
bekerja dalam proyek dengan pendatang, maupun masyarakat setempat yang tidak diterima
bekerja dalam proyek dengan masyarakat setempat yang diterima bekerja dalam proyek.
4) Komponen Kesehatan Masyarakat
a. Perubahan kualitas sanitasi Lingkungan
Pembangunan sarana dan prasarana kebun diprakirakan akan menimbulkan debu dan
tumpukan sampah dari kegiatan pembangunan. Hal ini akan menyebabkan timbulnya
ketidaknyamanan lingkungan, dimana lingkungan akan menjadi kotor dengan material-
material yang sudah tidak terpakai dan dibiarkan. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan
sanitasi lingkungan pada kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kebun
b. Penurunan tingkat kesehatan masyarakat
Kegiatan Mobilisasi peralatan dan material, Pembangunan Sarana dan Prasarana kebun, akan
mengakibatkan Penurunan kualitas lingkungan baik menurunnya kualitas udara
(meningkatnya gas ambient, kadar debu dan kebisingan) maupun menurunnya kualitas air
sungai akibat adanya kegiatan perkebunan, selanjutnya akan mempengaruhi tingkat
kesehatan masyarakat setempat dan ini perlu pengelolaan lebih lanjut

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 11


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Tahap Operasi
Dampak penting yang harus dikelola pada tahap operasi adalah :
1) Komponen Lingkungan Geofisika kimia
a. penurunan kualitas udara
Kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil panen dimana kegiatan operasi yang meliputi
kegiatan mobilisasi kendaraan akan terjadi peningkatan kadar debu juga berpotensi terjadi
peningkatan emisi gas buangan dari mesin kendaraan pengangkut hasil panen. Kemudian
kegiatan operasional pabrik karet serta pengelolaan dan pengolahan limbah yang dilakukan di
dalam pabrik akan menyebabkan kenaikan konsentrasi SO 2, CO2 dan debu (Particulate Matter)
di udara yang berasal dari pembakaran tidak sempurna serta menimbulkan bau dari proses
produksinya. Diprakirakan akan menimbulkan dampak langsung terhadap Penurunan Kualitas
Udara dan mengganggu kenyamanan lingkungan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi
perkebunan
b. Peningkatan intensitas kebisingan
Kegiatan pemanenan dan pengangkutan hasil panen akan menimbulkan kebisingan yang
besar. Kemudian operasional pabrik karet dan pengelolaan dan pengolahan limbah akan
menyebabkan terjadinya peningkatan kebisingan dari mesin pengolahan karet yang yang
berkapasitas 30 Ton/hari sehingga akan mengganggu kenyamanan lingkungan masyarakat
yang bermukim di sekitar lokasi pabrik.
c. Penurunan kualitas air permukaan
Kegiatan pada tahap operasional ini dimana kegiatan operasional karet serta pengelolaan dan
pengolahan limbah akan dapat menurunkan kualitasair permukaan. Air hasil limbah yang
dibuang ke badan air permukaan tentunya memiliki beberapa jumlah parameter yang
meningkat dan ada yang menurun (DO) sehingga akan berdampak pada menurunkan biota
perairan.
2) Komponen Lingkungan Sosial, Ekonomi Budaya
a. kesempatan kerja
Kegiatan pemeliharam tanaman pada tahap operasi akan menyebabkan munculnya
kesempatan bekerja bagi masyarakat di sekitar wilayah studi. Perekrutan tenaga kerja oleh
perusahaan akan mengkuti kebijakan untuk memprioritaskan penduduk yang berdomisili
disekitar lokasi rencana kegiatan. Perekrutan tenaga kerja yang berasal dari penduduk sekitar
haruslah disertai dengan upaya memberikan pelatihan dan pendidikan tambahan sehingga
penduduk tidak hanya direkrut sebagai tenaga kerja tetapi sekaligus mendapat kesempatan
untuk mengembangkan potensi dirinya dan membangun kapasitasnya ( capacity building).
Sehingga ketika perusahaan telah selesia ijin usahanya penduduk yang ada di sekitar lokasi
kegiatan tidak serta merta mengalami social shock akibat kehilangan pekerjaan dan
pendapatan.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 12


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

b. Kesempatan berusaha
Kegiatan operasional pabrik karet akan menyebabkan munculnya kesempatan berusaha.
kesempatan berusaha berasal dari sektor informal yang tumbuh akibat adanya perusahan.
Sektor informal menyediakan kesempatan berusaha kepada penduduk yang mungkin tidak
terserap sebagai tenaga kerja di perusahaan. Kehadiran perusahaan juga akan memicu
terciptanya kesempatan usaha baru mislnya warung makan, jasa angkutan, bengkel sepeda
motor, pedagang kelontong, petani sayur dan lainnya. Adanya fasilitas jalan yang dibangun
oleh perusahaan juga memberikan peningkatan akses masyarakat sehingga dapat lebih
terhubung dengan pusat-pusat perekonomian dan akhirnya membuka peuang berusaha
misalnya perdagangan hasil hutan non kayu, hasil bumi dan peternakan.
c. Perubahan pendapatan masyarakat
Kegiatan pemeliharaan karet, pemanenan dan pengangkutan hasil panen akan meningkatkan
pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat membawa dampak positif terhadap
masyarakat, tetapi juga dapat berpotensi memicu kecemburuan sosial, terjadinya konflik dan
keresahan masyarakat. Untuk menanggulangi dampak negatif dari pendapatan masyarakat
selayaknya perusahaan melakukan upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi rencana
kegiatan/usaha. Tujuannya agar peningkatan pendapatan diikuti dengan peningkatan
kemampuan mengelola pendapatan, keuangan dan berinvestasi (misalnya menabung untuk
pendidikan atau kesehatan).
d. Sikap & persepsi masyarakat
Kegiatan rekrutmen tenaga kerja, operasional kebun serta operasional pabrik dan pengelolaan
limbah akan menyebabkan munculnya sikap dan persepsi masyarakat yang bersifat positif
maupun negatif.Dampak positif akan muncul manakala kekhawatiran masyarakat akibat
pembangunan perkebunan dan pabrik kelapa sawit ini bermanfaat bagi masyarakat di
sekitarnya dan sebaliknya dampak negatif muncul manakala dampak kegiatan akibat
pembangunan perkebunan dan pabrik kelapa sawit tidak memperhatikan kepentingan dan
aspirasi masyarakat disekitarnya hal ini tergantung dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan
e. Keresahan masyarakat
Dalam kaitannya dengan kegiatan operasional pabrik karet terkait dengan rekrutmen tenaga
kerja maupun dampak terhadap lingkungan juga akan menimbulkan keresahan jika
masyarakat setempat tidak diprioritaskan diberi kesempatan untuk bekerja sebagai karyawan
di perusahaan, sehingga mereka merasa diperlakukan tidak adil dan keadaan lingkungan juga
dirasakan semakin menurun. Sedangkan Dalam kaitannya dengan kegiatan pengelolaan dan
pengolahan limbah terkait dengan dampak terhadap lingkungan terutama air sungai sekitar
pabrik yang menjadi sumber air bersih masyarakat setempat untuk MCK dapat menimbulkan
keresahan masyarakat.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 13


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

f. Terjadinya konflik sosial


Kegiatan pengelolaan dan pengolahan limbah diprakirakan dapat menimbulkan terjadinya
konflik sosial. Bentuk konflik yang dapat terjadi yaitu keresahan yang memuncak dan tidak
terakomodir lagi akibat dampak buruk terhadap lingkungan apabila pengelolaan dan
pengolahan limbah karet tidak berjalan sebagaimana mestinya.
3) Komponen Kesehatan Masyarakat
a. Perubahan kualitas sanitasi Lingkungan
Kegiatan operasional pabrik karet akan menimbulkan debu, tumpukan sampah dan bau dari
Kegiatan operasional pabrik karet. Hal ini akan menyebabkan timbulnya ketidaknyamanan
lingkungan, dimana lingkungan akan menjadi kotor, bau yang tidak sedap. Kondisi ini dapat
menimbulkan penurunan sanitasi lingkungan pada Kegiatan operasional pabrik karet.
b. Penurunan tingkat kesehatan masyarakat
Kegiatan operasional pabrik karet, dan pengelolaan dan pengolahan limbah akan
menyebabkan penurunan kualitas lingkungan baik menurunnya kualitas udara (meningkatnya
gas ambient, kadar debu dan kebisingan) maupun menurunnya kualitas air sungai akibat
adanya kegiatan operasional pabrik karet, dan pengelolaan dan pengolahan limbah yang tidak
baik, selanjutnya akan mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat setempat dan ini perlu
pengelolaan lebih lanjut.
Tahap Pasca Operasi
Dampak penting yang harus dikelola pada tahap pasca operasi adalah :
1) Komponen Lingkungan Sosial, Ekonomi Budaya.
a. kesempatan kerja
Kegiatan pelepasan tenaga kerja diprakirakan akan menyebabkan hilangnya kesempatan kerja
pada tahap operasi, terutama bagi masyarakat setempat. Kondisi ini terjadi karena
perusahaan tidak lagi membutuhkan tenaga kerja untuk kegiatan proyek sebagai tenaga
harian ataupun borongan. Kesempatan kerja demikian merupakan suatu hal yang
menggembirakan bagi masyarakat ditengah krisis ekonomi dan susahnya untuk mencari kerja.
Keadaan ini merupakan dampak yang positif bagi masyarakat terkait dengan keberadaan
proyek.
b. Perubahan pendapatan masyarakat
Dengan adanya PHK secara besar-besaran maka akan menimbulkan pengangguran yang
sangat tinggi sekali. Bagi masyarakat yang mempunyai ketrampilan dan keahlian akan dapat
berusaha secara pribadi untuk mendapatkan penghasilan, akan tetapi bagi masyarakat yang
tidak mempunyai ketrampilan maka akan menimbulkan keresahan dimana tingkat pendapatan
masyakat akan semakin kecil sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan semakin kecil.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 14


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

c. Sikap & persepsi masyarakat


Kegiatan Penyerahan Lahan akan menyebabkan terjadinya keresahan di dalam masyarakat.
Dimana dari kegiatan ini seluruh aset milik pemerintah dan masyarakat yang dipakai selama
masa operasional harus dikembalikan baik berupa tanah maupun bangunan sesuai dengan
kesepakatan dan perjanjian yang telah dibuat kedua belah pihak. Peruntukan kawasan setelah
HGB PT. Landak Bhakti Palma berakhir merupakan wewenang Pemerintah Daerah Kabupaten
Ketapang. Hal ini akan menimbulkan sikap dan persepsi masyarakat yang berbeda-beda
d. Keresahan masyarakat
Dalam kaitannya dengan kegiatan pelepasan tenaga kerja pada tahap pasca operasi akan
menimbulkan keresahan. Hal ini dikarenakan hilangnya kesempatan kerja dan akan
menurunnya pendapat masyarakat khususnya masyarakat setempat, sehingga kekhawatiran
pun muncul.

IV.2. Pemilihan Alternatif Lokasi Pabrik


Dalam studi ANDAL Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Karet PT. Landak Bhakti Palma, kajian
yang dijadikan alternatif adalah alternatif lokasi pabrik. Adapun lokasi yang dipilih adalah lokasi
pabrik alternatif 1 yaitu lokasi di sekitar Desa Lembah Beringin dimana akan memanfaatkan
aliran sungai Sekadau sebagai sumber air untuk produksi. Selain itu dikarenakan letaknya yang
berada langsung ditepi sungai sehingga tidak terlalu mengganggu masyarakat yang tinggal di
lokasi tersebut. Dan sepanjang tahun sungai Sekadau tidak pernah kering sehingga tidak akan
kekurangan ketersediaan air untuk proses produksi maupun kebutuhan air rumah tangga
karyawan. Letaknya yang relatif di tengah-tengah lokasi kebun sehingga lebih efesien karena
jarak tempuhnya lebih dekat serta digenangi oleh banjir.

IV.3. Arahan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup


Sebagai acuan dalam penyusunan rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan
lingkungan, maka arahan penanganan dampak penting untuk setiap tahapan kegiatan adalah
sebagai berikut :

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 15


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Tabel 4. 2 Matrik Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kegiatan Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet ( crumb rubber) PT.
Landak Bhakti Palma

No Komponen Lingkungan Terkena Dampak Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup


1.  Penurunan kualitas udara Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Melakukan pengaturan lalu lintas dan pemasangan rambu lalu lintas, penyediaan petugas
pengatur lalu lintas, dan pengaturan kecepatan lalu lintas.
- Pengaturan waktu pelaksanaan kegiatan di lokasi kegiatan.
- Melakukan penyemprotan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengerjaan fisik
- Memfasilitasi warga masyarakat yang ingin bekerja dan berusaha di sekitar wilayah teknis
- Mengadakan penyuluhan kepada para pekerja untuk menggunakan alat keselamatan kerja
- Memberikan bantuan biaya jaga dan bantuan biaya pengobatan / kesehatan
- Mengalokasikan pembiayaan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi seperti tersebut di
atas
2.  Peningkatan kebisingan Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Pengaturan waktu pelaksanaan kegiatan di lokasi kegiatan.
- Menggunakan alat pelindung diri misalnya masker bagi para pekerja dan pelindung telinga
untuk mengurangi kebisingan.
- Memfasilitasi warga masyarakat yang ingin bekerja dan berusaha di sekitar wilayah teknis
- Mengadakan penyuluhan kepada para pekerja untuk menggunakan alat keselamatan kerja
- Memberikan bantuan biaya jaga dan bantuan biaya pengobatan / kesehatan
- Mengalokasikan pembiayaan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi seperti tersebut di
atas
- Membuat noise barrier atau perinang suara berupa dinding padat atau pagar tanaman.
3.  Penurunan kualitas air permukaan Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Mempertahankan kawasan sabuk hijau (greenbelt) di sepanjang sempadan sungai yang
ada dan melakukan penanaman tanaman yang berfungsi ekologi
- Memelihara saluran air/drainase dan sarana jalan melalui pengerasan dan perataan
permukaan jalan yang telah mengalami kerusakan/erosi
- Melakukan pemadatan badan jalan dan bahu alan dengan baik sehingga dapat
mengurangi bahaya erosi atau longsor akibat struktur timbunan yang labil.
- Konstruksi jalan dilengkapi dengan saluran samping dan bahu jalan ditanami land cover
crop.
- Membuat saluran drainase untuk membuang kelebihan air, mengendalikan kecepatan
aliran air dan mengarahkan aliran air, saluran drainase dihubungkan dengan kolam penangkap sedimen.
4.  Peningkatan Laju Erosi dan Sedimentasi Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 16


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma
No Komponen Lingkungan Terkena Dampak Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Melaksanakan Pembukaan dan Penyiapan Lahan dengan cara semi mekanis tanpa
pembakaran, sehingga mempertahankan lapisan topsoil dan bahan organic sisa penebangan sebagian tanaman
penutup tanah.
- Menumpuk batang pohon (yang tidak dimanfaatkan), memotong lereng sehingga mampu
menahan aliran permukaan dan laju erosi dan sedimentasi.
- Pembuatan saluran drainase primer dan kolam penampung sedimen yang dilengkapi dengan
filter. Pada bagian talud saluran, ditanami dengan rumput atau tanaman penutup (LCC), yang berfungsi menekan
penggerusan/pengikisan sisi talud.
- Melakukan penanaman pohon pioner sesegera mungkin pada tebing-tebing/dinding tanah
yang terpotong pada lokasi yang dibuka, yang mempunyai kemiringan terjal dengan tanaman pioner jenis
rerumputan merambat yang dapat cepat tumbuh, misalnya leguminosae.
- Pembuatan jalan dilakukan dengan spesifikasi cembung, dan pemadatan jalan dengan
batuan dan kerikil yang disediakan di sekitar wilayah perkebunan. .
5.  Penurunan keanekaragaman jenis flora Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Melakukan perlindungan terhadap jenis-jenis flora yang bernilai ekonomi dan ekologi di
sekitar wilayah studi.
- Membuat papan informasi yang berisi larangan menebang jenis flora yang dilindungi dan
jenis-jenis lain di lokasi kegiatan di sepanjang sempadan sungai (100 m untuk sungai besar dan 50 m untuk sungai
kecil), di buffer zone, dan kawasan lindung.
- Melakukan pembibitan dan penanaman jenis-jenis flora yang dilindungi atau bernilai
ekologi di kawasan sempadan sungai, buffer zone, kawasan lindung, pada saat revegetasi dan sebagai bagian dari
upaya konservasi tanah an air.
- Mempertahankan keberadaan dan melakukan penanaman jenis-jenis flora yang berfungsi
ekologi bagi satwa yang ada di sekitar lokasi kegiatan.
- Melakukan penanaman LCC setelah dilakukan pembukaan dan pembersihan lahan
dengan leguminoceae berkayu seperti Flemingia sp dan Gliricidia sp, atau jenis rumput seperti Vetifera sp.
6.  Penurunan keanekaragaman jenis fauna Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Pembersihan dan persiapan lahan lahan dilakukan secara bertahap untuk memberikan
kesempatan kepada fauna untuk bermigrasi/pindah mencari habitat baru.
- Mempertahankan vegetasi tepian sungai (riparian) sebagai fauna terrestrial endemik
- Menyediakan habitat baru bagi fauna dengan penanaman tanaman peneduh, sehingga akan
menambah datangnya fauna lain seperti jenis burung.
- Melakukan penanaman dan mempertahankan jenis-jenis flora/vegetasi yang berfungsi
ekologi bagi fauna yang ada, sehingga mempunyai ruang untuk mencari makan ( feeding), berlindung (covering) dan
berkembang biak (breeding).
- Membuat/ menyediakan areal kawasan hutan yang merupakan koridor dari pergerakan
fauna/ satwa.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 17


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma
No Komponen Lingkungan Terkena Dampak Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup
7.  Kesempatan Kerja Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang terkena dampak langsung kegiatan
Perkebunan dan Pengolahan Karet (crumb rubber), untuk dapat bekerja sebagai karyawan sesuai dengan kualifikasi
dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan.
8  Kesempatan Berusaha Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Memberikan pelatihan, bimbingan usaha dan permodalan pada masyarakat terkena
dampak, mengenai peluang usaha yang baru, di luar sektor pertanian;
- Berpartisipasi dalam menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana perekonomian,
sehubungan dengan peningkatan aktifitas pekerjaan yang berlangsung;
- Adanya keikutsertaan masyarakat yang mempunyai kebun dan pola yang ditetapkan oleh
pemerintah..
9  Perubahan pendapatan masyarakat Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang terkena dampak langsung kegiatan perkebunan,
untuk dapat bekerja sebagai karyawan, pekerja, yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja yang
diperlukan.
- Memberikan pelatihan, bimbingan usaha dan permodalan pada masyarakat terkena dampak,
mengenai peluang usaha yang baru, di luar sektor pertanian dan perkebunan.
- Berpartisipasi dalam menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana perekonomian,
sehubungan dengan peningkatan aktifitas pekerjaan yang berlangsung.
- Memberikan bantuan sosial kemasyarakatan, dalam bentuk beasiswa pendidikan, fasilitas umum,
peribadatan, dan perbaikan sarana dan prasarana pedesaan.
10.  Sikap dan Persepsi Masyarakat Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Melakukan sosialisasi secara intensif dan transparan kepada masyarakat di tingkat
desa/dusun dan pihak terkait lainnya tentang rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb
rubber) PT. Landak Bhakti Palma, termasuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berikut dampak
(negatif/kerugian dan positif/keuntungan) yang akan ditimbulkan dari kegiatan-kegiatan tersebut bagi masyarakat
setempat, lingkungan maupun pihak lainnya. Sosialiasasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain yaitu
pemasangan pengumuman/informasi ditempat-tempat yang mudah diakses oleh masyarakat (balai desa, kantor
camat, warung/toko/pasar, dll), melakukan pertemuan umum/terbuka, dan melakukan sosialisasi dengan
pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal), bentuknya yaitu diskusi dengan kelompok-kelompok kecil
yang ada di masyarakat, baik secara formal maupun informal. Pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui
persepsi, kebutuhan serta harapan dari kelompok-kelompok masyarakat terhadap rencana kegiatan perkebunan
dan pabrik pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma.
- Menerima saran, tuntutan, keinginan, aspirasi, dan harapan masyarakat serta
mengakomodir semua yang relevan dengan melakukan musyawarah dan mufakat untuk mengimplemtasikan
dalam kegiatan.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 18


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma
No Komponen Lingkungan Terkena Dampak Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Memperkuat hubungan dan komunikasi serta berkerjasma dengan masyarakat yang
bersikap dan berpersepsi menerima/positif untuk melakukan sosialisasi kepada warga lainnya.
11  Keresahan Masyarakat Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Melakukan sosialisasi secara intensif dan transparan kepada masyarakat di tingkat
desa/dusun dan pihak terkait lainnya tentang rencana kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan karet ( crumb
rubber) PT. Landak Bhakti Palma, termasuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berikut dampak
(negatif/kerugian dan positif/keuntungan) yang akan ditimbulkan dari kegiatan-kegiatan tersebut bagi masyarakat
setempat, lingkungan maupun pihak lainnya. Sosialiasasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain yaitu
pemasangan pengumuman/informasi ditempat-tempat yang mudah diakses oleh masyarakat (balai desa, kantor
camat, warung/toko/pasar, dll), melakukan pertemuan umum/terbuka, dan melakukan sosialisasi dengan
pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal), bentuknya yaitu diskusi dengan kelompok-kelompok kecil
yang ada di masyarakat, baik secara formal maupun informal. Pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui
persepsi, kebutuhan serta harapan dari kelompok-kelompok masyarakat terhadap rencana kegiatan perkebunan
dan pabrik pengolahan karet PT. Landak Bhakti Palma.
- Menerima saran, tuntutan, keinginan, aspirasi, dan harapan masyarakat serta
mengakomodir semua yang relevan dengan melakukan musyawarah dan mufakat untuk mengimplemtasikan
dalam kegiatan.
- Memperkuat hubungan dan komunikasi serta berkerjasma dengan masyarakat yang
bersikap dan berpersepsi menerima/positif untuk melakukan sosialisasi kepada warga lainnya.
12.  Terjadinya Konflik sosial Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Melakukan komunikasi secara intensif kepada masyarakat setempat, tokoh masyarakat, pemerintah
desa, BPD, dan lain sebagainya dalam kegiatan sosialisasi dan rencana penataan batas areal kerja.
- Melakukan sosialisasi secara intensif dan transparan tentang kegiatan perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) PT. Landak Bhakti Palma serta dampaknya (positif-negatif) kepada masyarakat.
- Melakukan penataan batas areal kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik peraturan formal
maupun nonformal (adat istiadat).
- Menerima saran dan aspirasi masyarakat serta mengakomodir kepentingan masyarakat yang
relevan.
13 Penurunan Sanitasi Lingkungan Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Merawat sistem drainase yang sudah adasehingga tetap optimal dalam mengendalikan
genangan air di lahan.
- Membersihkan sampah sisa pembangunan sarana dan prasarana kebun
- Pengelolaan secara intensif, terhadap sumber-sumber pencemar yang potensial
mencemari lingkungan hingga terdistribusi ke wilayah penduduk;
- Melakukan Pengelolaan terhadap kualitas udara dan air sungai yang ada untuk
diketahui kualitasnya;

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 19


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma
No Komponen Lingkungan Terkena Dampak Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup
14  Tingkat kesehatan masyarakat Untuk meminimalisasi dampak yang timbul dan memaksimalsasi dampak positif maka perlu :
- Memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak akibat “water
borne diseases” dan “air borne diseases”;
- Pengelolaan secara intensif, terhadap sumber-sumber pencemar yang potensial mencemari
lingkungan hingga terdistribusi ke wilayah penduduk;
- Melakukan Pengelolaan terhadap kualitas udara dan air sungai yang ada untuk diketahui
kualitasnya;

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 20


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

IV.4. Rekomendasi Kelayakan Lingkungan


Kelayakan lingkungan berprinsip pada kemampuan ekosistem untuk pulih dari tekanan yang datang
dari luar. Pemulihan ekosistem /lingkunga bisa terjadi karena kemampuan daya lenting lingkungan,
dengan menggunakan potensi sumberdaya yang dimiliki atau adanya rekayasa teknologi manusia
untuk mengatasinya.
Berkaitan dengan kelayakan lingkungan atas rencana usaha dan atau kegiatan, maka berdasarkan
Peraturan Pemerintah RI no. 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, maka ditetapkan sebagai
berikut:
1. Rencana tata ruang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. Kebijakan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta sumber daya alam
(PPLH & PSDA) yang diatur dalam peraturan perundang-undangan;
3. Kepentingan pertahanan keamanan;
4. Prakiraan secara cermat mengenai besaran dan sifat penting dampak dari aspek biogeofisik
kimia, sosial, ekonomi, budaya, tata ruang, dan kesehatan masyarakat pada tahap
prakonstruksi, konstruksi, operasi, dan pasca operasi Usaha dan/atau Kegiatan;
5. Hasil evaluasi secara holistik terhadap seluruh dampak penting sebagai sebuah kesatuan yang
saling terkait dan saling mempengaruhi sehingga diketahui perimbangan dampak penting yang
bersifat positif dengan yang bersifat negatif;
6. Kemampuan pemrakarsa dan/atau pihak terkait yang bertanggung jawab dalam
menanggulanggi dampak penting negatif yang akan ditimbulkan dari Usaha dan/atau Kegiatan
yang direncanakan dengan pendekatan teknologi, sosial, dan kelembagaan;
7. Rencana usaha dan/atau kegiatan tidak menganggu nilai-nilai sosial atau pandangan
masyarakat (emic view);
8. Rencana usaha dan/atau kegiatan tidak akan mempengaruhi dan/atau mengganggu entitas
ekologis yang merupakan:
 Entitas dan/atau spesies kunci (key species);
 Memiliki nilai penting secara ekologis (ecological importance);
 Memiliki nilai penting secara ekonomi (economic importance); dan/atau
 Memiliki nilai penting secara ilmiah (scientific importance).
9. Rencana usaha dan/atau kegiatan tidak menimbulkan gangguan terhadap usaha dan/atau
kegiatan yang telah ada di sekitar rencana lokasi usaha dan/atau kegiatan;
10. Tidak dilampauinya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dari lokasi rencana usaha
dan/atau kegiatan, dalam hal terdapat perhitungan daya dukung dan daya tampung lingkungan
dimaksud.
Evaluasi terhadap kelayakan lingkungan perlu menelaah karakter dampak dari segi kemampauan
pemulihan dampak (reversible dampak), lamanya dampak berlangsung serta intensitas dampak.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 21


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Berdasarkan ketentuan–ketentuan tersebut maka dapat dipastikan bahwa tidak ada dampak dari
rencana perkebunan dan pabrik pengolahan karet PT.Landak Bhakti Palma mulai Tahap Pra konstruksi
yang hingga Tahap Operasi yang berkarakater tidak dapat berbalik/dipulihkan. Seluruh jenis dampak
tersebut dapat ditangai karena terdapat teknologi dan pendekatan sosial ekonomi/sosial budaya yang
telah teruji untuk diterapkan.
Meninjau uraian evaluasi dampak penting tersebut, maka pembangunan perkebunan dan pabrik
pengolahan karet (crumb rubber) PT.Landak Bhakti Palma bernilai layak secara lingkungan.

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN IV - 22


ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

DAFTAR PUSTAKA

------------------------, 2012. Kecamatan Nanga Mahap Dalam Angka, Kantor Badan Pusat Statistik
Propinsi Kalimantan Barat.

Abdullah, Tata S. 1993. Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Balai Penelitian Tanah. 2005. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk.
Balitbang Pertanian, Departemen Pertanian.

Boul, S.W., P.A. Sanchez, R.S. Cate and M.A. Granger. 1975. Soil Fertility, Capability Classification : A
technical soil classification for fertility management. Pp 126-141. In : E. Bernemiara and A.
Alvaraddo (eds). Soil Management in Tropical America. N.C. State University, Reliegh.

Center for Soil Reasearch/Food and Agriculture Organization. 1983. Reconnaissance Land Resource
Survey 1 : 250.000 Scale Atlas Format Procedure, Bogor.

Lembaga Penelitian Tanah. 1969. Pengamatan Tanah di Lapangan. Dok. L.P. Tanah. Bogor.

LREP (Land Resource Evaluation Program). 1994. CSR (Center for Soil Research). Bogor.

Pusat Penelitian Tanah. 1983. Term of Reference (TOR) Survei Kapabilitas Tanah No. 59. Proyek
Penelitian Pertanian Menunjang Transmigrasi. Bogor.

--------------------------------. 1983. Jenis dan Macam Tanah Indonesia untuk Keperluan Survei dan
Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi Lampiran TOR No. 59a. Proyek Penelitian Pertanian
Menunjang Transmigrasi. Bogor.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. 1993. Peta Geologi Lembar Pontianak/Nangataman,
Kalimantan Barat, Skala 1 : 250.000.

Regional Physical Planning Programme for Transmigration (RePPProT). 1987. Peta Land System and
Land Suitability, Scale 1 : 250.000. direktorat Bina Program, Direktorat Jendral Penyiapan
Pemukiman, Departemen Transmigrasi.

Scmith, F.A. and J.H.A Ferguson. 1951. Ranfall Type Based on Wet and Dry Period for Indonesia With
Western Guinea. Publ. No. 42. Badan Meteorologi dan Geofisika. Jakarta.

Sitorus, S.R.P. 1986. Survei Tanah dan Penggunaan Lahan. Laboratorium Survei Tanah dan Evaluasi
Lahan Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian Bogor IPB. Bogor.

Soepardi, G. 1979. Masalah Kesuburan Tanah di Indonesia. Departemen Ilmu-Ilmu Tanah. Fakultas
Pertanian Bogor IPB. Bogor.

Soepraptohardjo. 1961. Klasifikasi Tanah Kategori Tinggi, LPT. Bogor.

Soepratohardjo M., Subagjo, H. Suhardjo, Ismangun, Marsoedi DS, A. Hidayat, Y. Dai, A. Adi, M.
Supartini, Mursidi, dan J. Sri Adiningsih S. 1983. Terms of Reference Survai Kapabilitas
Tanah. Pusat Penelitian Tanah. Bogor.

Daftar Pustaka 9
ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

Soil Survey Staff. 1951. Soil Surrvey Manual, USDA Handbook No. 18. Washington DC. USA.

Thornhwaite, C.W. and J.R. Mather. 1957. Instruction and Tables for Computing Potential
Evapotranspiration and the Water Balance. Diexell Institute of Tachnology. Laboratory of
Climatology. Centreton. New Jersey. USA.

Trojer, H. 1976. Water Classification and Plant Weather Relationship. FAO Soil Research Institute.
Bogor.

USDA. 2010. Keys to Soil Taxonomy 11th Ed,. 2010. Soil Survey Staff USDA NRCS.

Daftar Pustaka 10
ANDAL
Perkebunan Dan Pabrik Pengolahan Karet (crumb rubber)
PT. Landak Bhakti Palma

BAB III PRAKIRAAN DAMPAK PENTING.................................................................................1

3.1. Identifikasi Dampak Penting...............................................................................................1

3.2. Prakiraan Dampak Penting..................................................................................................3

3.2.1. Prakiraan Besaran Dampak.........................................................................................3

3.2.2. Prakiraan Tingkat Kepentingan Dampak...................................................................4

3.2.3. Prakiraan Besaran Dampak dan Sifat Penting Dampak Pertahapan Kegiatan.....7

3.2.3.1. Tahap Pra Konstruksi...............................................................................................7

3.2.3.2. Tahap Konstruksi...................................................................................................15

3.2.3.3. Tahap Operasi.......................................................................................................49

3.2.3.4. Tahap Pasca Operasi..............................................................................................71

BAB IV EVALUASI SECARA HOLISTIK TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN.................1

4.1. Dampak Penting Yang dikelola...........................................................................................8

4.2. Pemilihan Alternatif Lokasi Pabrik....................................................................................15

4.3. Arahan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup............................................15

4.4. Rekomendasi Kelayakan Lingkungan...............................................................................20

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................ix

Daftar Pustaka 11