Anda di halaman 1dari 7

Laporan hasil pengamatan gerhana

Super Blue Blood Moon

Nama : Rifqi Febrian


Mata pelajaran : Geografi
Berikut beberapa foto yang telah saya kumpulkan dari berbagai sumber:

1.Tahap awal gerhana parsial

Sumber:dari sodara lokasi di pamulang, tanggerang selatan. Pukul 18.55 WIB


2. tahap awal gerhana total

Sumber: google. Sekitar pukul 19.52 WIB

3. tahap puncak gerhana

Sumber: kiriman dari sodara lokasi kayumanis 1. Pukul 20.45 WIB


4. tahap akhir totalitas gerhana

Sumber: foto saya di halaman rumah di kayumanis 4 baru. Pukul 21.30 WIB

5. tahap akhir gerhana

Sumber: google. Sekitar pukul 22.11


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerhana bulan total pada malam
ini, Rabu (31/1/2018), adalah istimewa dan menarik perhatian publik
seluruh dunia.
Disebut istimewa karena sebutannya Supermoon. Karena jarak bulan
masih terdekat dengan bumi, sehingga purnama dan gerhana tampak lebih
besar dari biasanya.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas
Djamaluddin menjelaskan karena disebut Blue Moon karena ini purnama
kedua pada bulan Januari, setelah 1 Januari lalu.
Menurut profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN ini, selain itu
gerhana bulan total juga sering disebut Blood Moon karena saat gerhana
total bulan tampak merah darah.
"Jadi gerhana bulan pada 31 Januari 2018 boleh disebut Super-Blue-
Blood-Moon," ujar Kepala LAPAN seperti dikutip
Tribunnews.com, Rabu (31/1/2018) dalam tulisannya berjudul "Gerhana
Bulan Total Buktikan Bumi Bulat: Bantahan Telak Dongeng Bumi Datar"
yang diunggah di blog-nya, tdjamaluddin.wordpress.com.
Lebih lanjut ia menjelaskan gerhana bulan total 31 Januari 2018 akan
terlihat di seluruh Indonesia. Proses gerhana mulai pukul 18:48 WIB.
Gerhana bulan total pukul 19.52-21:08 WIB. Proses gerhana berakhir pukul
22:11 WIB.
Prosesnya, mulai pukul 18:48 WIB bagian bawah (sisi Timur) purnama
mulai tergelapi oleh bayangan bumi.
Kemudian pukul 19.52 sampai 21:08 bulan menjadi gelap kemerahan saat
seluruh purnama masuk ke bayangan inti bumi.
"Warna merah disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer
bumi," jelasnya.
Setelah itu secara perlahan cahaya purnama mulai tampak dari bagian
kanan bawah (Timur). Dan proses gerhana berakhir pada pukul 22:11 WIB.
Sebelumnya diberitakan fenomena gerhana bulan total ‘Super Blue Blood
Moon’ pada akhir Januari mendatang dikatakan akan dapat dilihat jelas
oleh masyarakat Indonesia.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita
Karnawati, mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan langka akan
terjadi pada 31 Januari.
Proses gerhana ini akan dapat diamati dari Indonesia secara jelas.
Menurut penjelasan Dwikorita terkait peta gerhana bulan total 31 Januari di
Indonesia, ada tujuh fase gerhana bulan yang akan terjadi.
“Fase-fasenya adalah gerhana mulai (P1), gerhana sebagian mulai (U1),
gerhana total mulai (U2), puncak gerhana, gerhana total berakhir (U3),
gerhana sebagian berakhir (U4), dan gerhana berakhir (P4),” kata
Dwikorita, di Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).
Di Indonesia, saat bulan terbit dan berada pada fase purnama sekitar pukul
20.30 WIB, 31 Januari 2018, gerhana bulan total akan berada pada fase
puncak.
Peristiwa tersebut akan berlangsung kurang lebih 77 menit, di mana
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia akan melihat bulan berubah
warna menjadi merah.
“Sebagaimana terlihat pada peta, keseluruhan proses gerhana dapat
diamati di Samudera Pasifik, serta bagian timur Asia, Indonesia, Australia,
dan barat laut Amerika,” kata Dwikorita.
Di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan seluruh
provinsi Sumatera, fase P1 dan U1 akan dapat terlihat jelas karena terjadi
tepat di atas wilayah-wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, peristiwa gerhana dari fase awal hingga akhir akan
berdurasi sekitar enam jam, mulai pukul 17.00 WIB sampai 23.00 WIB.
Selain di timur Asia, gerhana bulan langka kali ini juga dapat disaksikan di
bagian barat Asia, Samudera Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian Timur
Eropa.