Anda di halaman 1dari 44

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan teknik elektro merupakan salah satu program studi

yang menyediakan wifi secara gratis atau bebas kepada mahasiswa-

mahasiswinya. Hal ini merupakan sebuah kebutuhan yang paling penting

bagi mahasiswa-mahasiswi untuk mengakses informasi melalui internet.

Karena tugas utama mahasiswa-mahasiswi pendidikan teknik elektro

adalah mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dan mengirimkan

tugas-tugas secara online serta buku yang diperoleh secara online. Selain

itu, keuntungan memanfaatkan internet sebagai sarana belajar yaitu

perkuliahan secara online atau melakukan diskusi dalam kelas jarak jauh.

Secara umum informasi merupakan sekumpulan data atau fakta

yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai

arti bagi penerima. Penerima dapat memberikan data yang telah diolah.

Informasi atau penyampaian data tersebut dapat direkam atau dikirim.

Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Proses

pengirim (sending) dan penerimaan (reciving) informasi antara dua atau

individu yang lebih dengan cara efektif sehingga pesan tersebut dapat

dipahami disebut komunikasi .Untuk menggunakan internet sebagai media

komunikasi, maka diperlukan tempat atau area dimana mahasiswa atau

user bisa mengakses jaringan internet seperti menggunakan PC, Laptop

1
dan smartphone atau fitur yang menyediakan Wifi yang dikenal sebagai

Hotspot (Joko Ariyanto, 2008).

Hotspot merupakan area dimana seorang client dapat terhubung

dengan internet secara wireless (nirkabel atau tanpa kabel). Agar bisa

terhubung dengan hotspot, peerangkat yang digunakan harus memiliki

fitur wifi. Wifi (wireless fidelity) merupakan sebutan untuk standar

jaringan atau network nirkabel (tanpa kabel) dengan menggunakan

frekuensi radio yang sering dikenal dengan Radio Frequency (RF).

Protokol standarisasi resmi yang diterapkan pada wifi adalah IEEE 802.11,

dan frekuensi gelombang yang umum digunakan pada sistem hotspot yaitu

2,4 GHz.

Wireless berarti melakukan suatu hubungan telekomunikasi

menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti media kabel.

Keuntungan menggunaka wireless yaitu pembangunan jaringan yang

cepat, mudah dan murah untuk direlokasi, infrastruktur yang berdimensi

kecil. Hotspot di pendidikan teknik elektro dapat diakses secara langsung

oleh siapa saja melalui Notebook, PDA dan perangkat lain yang

mendukung diarea hotspot, dan juga untuk jangkauan hotspot di

pendidikan teknik elektro terbatas tidak seluruh lingkungan bisa mendapat

sinyal hotspot. hal inilah yang membuat penulis merasa bahwa sistem

hotspot seperti ini kurang optimal dalam penggunaannya.

Pendidikan teknik elektro telah menyediakan fitur wifi bagi

mahasiswa namun jaringan untuk mengakses informasi tersebut masih

2
terkendala. Inilah adalah permasalahan klasik dalam penyedian layanan

internet yaitu masalah bandwith. Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi

transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya di sebut

dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu.

Banyaknya client atau mahasiswa yang browsing internet maka

diperlukan sebuah mekanisme pengaturan bandwidth dengan tujuan

mencegah terjadinya monopoli penggunaan bandwidth sehingga semua

client bisa mendapatkan jatah bandwidth masing-masing. QOS(Quality of

services) atau lebih dikenal dengan Bandwidth Manajemen, merupakan

metode yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada

RouterOS Mikrotik penerapan QoS bisa dilakukan dengan fungsi Queue.

Seperti yang kita ketahui bahwa pengguna atau user mengingikan akses

internet yang cepat dan stabil, untu itu diperlukan bandwith yang besar.

Akan tetapi kenyataan sekarang ini menggunakan kapasitas bandwith yang

besar maka sangat membutuhkan biaya yang sagat mahal, sehingga perlu

pengelolaan bandwith yang seefektif mungkin. Bandwith yang disediakan

bagi pendidikan teknik elektro adalah 5 Mbps.

Untuk memudahkan di dalam pengaturan badwith dan user,

perangkat yang sering digunakan adalah mikrotik. Mikrotik merupakan

sebuah sistem operasi termasuk di dalamnya perangkat lunak yang

dipasang pada suatu komputer sehingga komputer tersebut dapat berperan

sebagai jantung network, pengendali atau pengatur lalu-lintas data antar

jaringan, komputer jenis ini dikenal dengan nama router. Router bisa

3
diperoleh dengan cara memakai langsung tanpa harus install system

dengan menggunakan router broadband atau bisa dengan menggunakan

komputer untuk membuat router dengan cara menginstall system operasi

atau software untuk membuat router dengan catatan hardware pun

mendukung untuk proses routing. (Wardhana, 2006)

Fungsi mikrotik adalah Pengaturan koneksi internet dapat

dilakukan secara terpusat dan memudahkan untuk pengelolaannya,

Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC

Mikrotik Router OS dengan hardware requirements yang sangat rendah,

Blocking situs-situs terlarang dengan menggunakan proxy di mikrotik,

Pembuatan PPPoE Server, Billing Hotspot dan Memisahkan bandwith

traffic internasional dan local, dan lainnya. Nila Feby Puspitasari,

2007,Implementasi Mikrotik Sebagai Solusi Router Murah dan Mudah.

Jurnal Ilmiah :STMIK AMIKOM Jogjakarta. Menuliskan bahwa Mikrotik

Router OS adalah Operating system yang khusus digunakanuntuk

membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer.

Mikrotik Router OS dapat diperoleh dengan mudah, seperti mengunduh di

Internet. Mikrotik Router OS merupakan sistem operasi linux base yang

diperuntukan sebagai router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi

penggunanya. Administrasinya dilakukan melalui Windox application

(Winbox) dan intalasinya dapat dilakukan pada standar komputer PC.

4
Dari uraian diatas penulis mengambil judul “Perancangan

Jaringan Hotspot Server Berbasis Mikrotik Di Pendidikan Teknik

Elektro”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan

yaitu:

1. Bagaimana membangun sebuah Jaringan Hotspot server berbasis

sistem operasi Mikrotik menggunakan konfigurasi Winbox

2. Bagaimana Menyetting bandwith Management untuk setiap user.

C. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam perancangan jaringan hotspot server ini

yaitu :

1. Membahas perancangan Hotspot server berbasis sistem operasi

Mikrotik menggunakan konfigurasi Winbox

2. Membahas dan Menyetting bandwith Management bagi client

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penulisan ini adalah :

1. untuk merancang Hotspot server berbasis sistem operasi Mikrotik

menggunakan konfigurasi Winbox

2. untuk mengetahui management Bandwith bagi client

5
E. Manfaat Penelitian

Adapaun Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui perancangan jaringan hotspot dengan sistem operasi

mikrotik menggunakan konfigurasi Winbox

2. Mengetahui pengaturan Bandwith bagi Client.

6
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Deskripsi Teori

2.1 Perancangan

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin dalam bukunya yang berjudul Analisis

& Desain Sistem Informasi (2005:39), menyebutkan bahwa: ”Perancangan

adalah suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk mendesign sistem baru

yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan

yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.”

2.2 Jaringan Komputer

a. Pengertian sistem Jaringan Komputer

Salah satu teknologi penting dibidang komputer yang saat ini

berkembang dengan pesat adalah teknologi jaringan komputer atau

computer networking, prinsip dasar dalam sistem jaringan ini adalah

proses pengiriman data atau informasi dari pengirim ke penerima

melalui suatu media komunikasi tertentu. Untuk memahami sistem

jaringan komputer, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu sistem,

komputer dan jaringan. Menurut Jogiyanto (2000:813), sistem dapat

didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih

komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan.

Komputer berasal dari bahasa latin computere yang berarti

menghitung, Jogiyanto (2000:2), mengatakan bahwa definisi komputer

ialah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan yang

7
benar dan cepat, termasuk perhitungan aritmatika atau operasi logika,

tanpa campur tangan dari manusia yang mengoperasikan selama

pemrosesan Menurut Madcoms (2009:1) menyatakan jaringan adalah

kumpulan dari dua atau lebih komputer yang saling berhubungan dan

berinteraktif yang dihubungkan dengan media transmisi. Sehingga

dapat disimpulkan sistem jaringan komputer adalah kumpulan dari dua

atau lebih komputer yang saling berhubungan dan berinteraktif yang

dihubungkan dengan media transmisi alat komunikasi dan membentuk

satu kesatuan, sehingga tujuan atau sasaran dapat tercapai, dan saling

berbagi pakai sumber daya baik perangkat keras maupun perangkat

lunak yang terdapat dan terhubung pada jaringan komputer tersebut.

b. Manfaat Jaringan Komputer

Pemanfaatan teknologi jaringan ini tentu saja tidak tanpa alasan,

karena para ahli komputer telah berhasil meyakinkan para pengguna

jaringan bahwa berbagai bentuk keuntungan dan efisiensi akan

diperoleh dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer untuk

perangkat-perangkat komputer yang ada, yaitu :

1. Resource Sharing

Menurut Madcoms (2009:2) menyatakan bahwa denganjaringan,

sumber daya yang ada dapat digunakan secara bersama-sama.

Kemampuan berbagi pakai sumber daya baik berupa perangkat

keras maupun perangkat lunak yang terdapat dan terhubung dengan

jaringan komputer tersebut.

8
2. Integrasi Data

Memungkinkan terjadinya pengintegrasian data dari berbagai

terminal pemasukan data dan transaksi kedalam pusat pengolahan

data sehingga memudahkan untuk memperoleh informasi yang

akurat setiap saat.

3. Distributed Processing

Pembangunan jaringan komputer ini dapat mencegah

ketergantungan kepada komputer pusat, setiap proses data tidak

harus dilakukan pada satu komputer saja , melainkan dapat

didistribusikan ke komputer lainnya.

4. Keamanan Data

Sistem jaringan komputer memudahkan dalam melakukan

perlindungan terhadap data yang terpusat pada server, jaminan

keamanan data tersebut dapat diberikan melalui pengaturan hak

akses para pemakai dan password.

c. Jenis Jaringan Komputer

Berdasarkan area jangkauan atau lokasi, jaringan dapat dibedakan

menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Local Area Network (LAN)

Menurut Madcoms (2009:2) menyatakan bahwa LAN merupakan

suatu network yang terbatas area setempat, dimana peralatan-

peralatan hardware dan software digabungkan untuk dapat saling

berkomunikasi dalam daerah yang terbatas.

9
Jaringan ini biasanya dibangun untuk perkantoran atau lembaga

pendidikan, atau untuk lingkup departemen dalam perusahaan.

Beberapa LAN menggunakan satu komputer yang biasanya

dijadikan sebuah server yang berfungsi untuk menyimpan

perangkat lunak (software yang mengatur aktifitas jaringan).

Komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan disebut

workstation, kemampuan komputer workstation biasanya dibawah

komputer server.

Gambar 2.1 Jaringan Local Area Network (LAN)

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Suatu jaringan yang jarak antara satu sistem dengan sistem lainnya

relatif agak jauh jaraknya dalam satu kota. Pembangunan jaringan

komputer metropolitan ini merupakan pilihan perusahaan-

perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa perbankan,

supermarket, perguruan tinggi dan lain sebagainya yang memiliki

banyak kantor cabang dalam suatu kota, dengan fasilitas jaringan

komputer ini diharapkan pimpinan perusahaan dapat dengan cepat

mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan maupun kantor

10
cabangnya masing-masing dan memungkinkan pimpinan

perusahaan berkomunikasi bahkan berdiskusi dengan para manajer

kantor-kantor cabang.

Gambar 2.2 Jaringan Metropolitan Area Network (MAN)

3. Wide Area Network (WAN)

Menurut Madcoms (2009:2) menyatakan bahwa WAN adalah

jaringan komputer skala luas yang merupakan pengembangan dari

jaringan komputer metropolitan dimana komputer dihubungkan

dengan fasilitas komunikasi seperti sistem telepon ataupun

pemancar gelombang mikro, bentuk ini biasanya digunakan oleh

perusahaan besar ataupun departemen pemerintahan, fungsi

jaringan ini tentu saja difokuskan untuk pengintegrasian data dan

berlangsungnya proses manajemen, khususnya kontrol dan

koordinasi, infrastuktur utama untuk membangun jaringan

komputer skala luas ini adalah jaringan internet.

11
Gambar 2.3 Jaringan Wide Area Network (WAN)

d. Perangkat Keras jaringan

1. Server

Sebuah server merupakan sebuah komputer yang berisi program,

baik sistem operasi maupun aplikasi yang menyediakan pelayanan

kepada komputer atau program lain yang sama ataupun berbeda

(Jogiyanto, 2000:427), sebagai contoh dalam mengelola

pengiriman file, database atau menerima email pada saat yang

bersamaan dengan tugas yang lain, server juga harus menyimpan

informasi dan membaginya dengan cepat.

Gambar 2.4 Server

2. Workstation

Keseluruhan komputer yang terhubung ke file server dalam sebuah

jaringan. dimana komputer ini sebagai tempat kerja atau

12
pengolahan data yang diakses dari server (Jogiyanto, 2000:429).

Komputer ini hanya merupakan perpanjangan dari server, tetapi

sekarang ini workstation sebagian besar menggunakan Personal

Computer (PC).

3. Network Interface Card (NIC)

Menurut Madcoms (2009:10) menyatakan bahwa NIC adalah

sebuah kartu jaringan dan merupakan perangkat yang menyediakan

media untuk menghubungkan antar komputer kedalam sistem

jaringan. Jika dilihat dari interface umumnya terbagi dua yaitu PCI

dan ISA, terdapat juga beberapa card diperuntukkan khusus untuk

laptop atau notebook dengan socket PCMCIA.

Gambar 2.5 Network Interface Card

4. Switch/Hub

Menurut Madcoms (2009:11) menyatakan bahwa switch atau hub

adalah perangkat jaringan yang bekerja pada OSI layer 2 (Data

Link Layer). Perangkat ini lebih berfungsi sebagai media antar

koneksi, media pengumpul semua koneksi antar PC untuk

kemudian disambungkan satu sama lain. Keuntungan

menggunakan switch/hub adalah fleksibilitas yang dimiliki

13
sehingga tiap client dapat ditambahkan setiap waktu tanpa

mengganggu jaringan yang sedang beroperasi.

Gambar 2.5 Switch/Hub

5. Repeater

Menurut Madcoms (2009:12) menyatakan bahwa repeater

merupakan perangkat untuk menguatkan sinyal perangkat yang

jaraknya berjauahn. Fungsi utamanya adalah untuk memperkuat

sinyal, sinyal yang diterima dari satu segmen kabel LAN ke

segmen LAN berikutnya akan dipancarkan kembali dengan

kekuatan sinyal asli pada segmen LAN pertama, sehingga dengan

adanya repeater ini, jarak antara dua jaringan dapat diperluas.

6. Bridge

Menurut Madcoms (2009:12) menyatakan bahwa bridge

merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk

menjembatani dua jaringan. Bridge digunakan untuk

menghubungkan dua buah LAN dan memungkinkan paket data

dari satu LAN ke LAN yang lain, sebuah bridge menyediakan

sambungan antara dua tipe LAN yang sama, misalnya ethernet

LAN dan token passing, dengan bridge dapat memperluas jaringan

14
LAN, sehingga semua segmen yang saling berhubungan satu sama

lainnya menjadi menjadi bagian dari LAN yang lebih besar.

7. Router

Menurut Madcoms (2009:12) menyatakan bahwa router

merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI layer tiga

(Network Layer). Router memiliki kemampuan melewatkan paket

IP dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang mungkin memiliki

banyak jalur diantara keduanya. Router juga dapat digunakan

untuk menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang

dibangkitkan oleh suatu LAN terisolasikan dengan baik dengan

trafik yang dibangkitkan oleh LAN lain, router bisa berupa sebuah

device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router atau

bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router

e. Tipe Jaringan Komputer

1. Peer to peer

Menurut Madcoms (2009:3) menyatakan bahwa jaringan peer to

peer menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan.

Tipe Jaringan ini digunakan untuk menghubungkan satu titik node

ke titik node lainya, jaringan model peer to peer memungkinkan

seorang user membagi sumber daya yang ada dikomputernya, baik

itu file data, printer, dan peripheral lain, namun model ini tidak

mempunyai sebuah file server atau sumber daya yang terpusat.

a. Kelebihan Jaringan Peer to Peer

15
1. Tidak terlalu mahal, karena tidak membutuhkan satu PC

yang sepenuhnya berfungsi sebagai server dan tidak

digunakan sebagai media kerja atau sering disebut dengan

didacated server

2. Mudah dalam instalasi programnya, hanya tinggal

mengatur untuk operasi model peer to peer.

b. Kelemahan Jaringan peer to peer

1. Tidak terpusat, terutama untuk penyimpanan data dan

aplikasi.

2. Tidak aman, karena tidak menyediakan fasilitas

pengamanan server yang mencukupi.

Gambar 2.6 Jaringan Peer to peer

2. Client Server

Menurut Agus Mulyanto (2009 : 41) mendefinisikan client-server

sebagai arsitektur yang paling banyak digunakan saat ini. Client

dapat melakukan proses sendiri, ketika client meminta data, server

akan mengirimkan data sesuai yang diminta, kemudian proses akan

dilakukan pada client, arsitektur client-server memiliki kelebihan

sebagai berikut

a. Kelebihan Jaringan Client Server

16
1. Terpusat, sumber daya dan keamanan data dikontrol

melalui server

2. Keseluruhan komponen (client network/server) dapat

bekerja bersama.

b. Kelemahan Jaringan Client Server

1. Biaya pengadaan dan operasionalnya mahal.

2. Ketika server drop, keseluruhan operasi pada jaringan

akan terganggu.

Gambar 2.7 Jaringan Client Server

f. Topologi Jaringan

Menurut Dede Sopandi dalam bukunya mengenai jaringan komputer

(2008 : 27-32), topologi jaringan adalah susunan atau pemetaan

interkoneksi antara node, dari suatu jaringan, baik secara fisik (riil)

dan logis (virtual). Pola ini berhubungan erat dengan media akses dan

media pengirim yang digunakan. Ada beberapa macam topologi yang

dapat digunakan, tetapi bentuk topologi yang utama adalah bus, ring,

star dan tree.

17
1. Jaringan Bus

Menurut Madcoms (2009:4) menyatakan bahwa topologi bus

merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer ke

sebuah kabel dengan terminal. Pada topologi ini terdapat satu jalur

umum yang berbentuk garis lurus, ciri utama dari bentuk topologi

ini adalah bahwa setiap sambungan saling tergantung, artinya jika

satu sambungan terganggu maka seluruh sambungan akan terputus

dan tidak bisa terhubung lagi, meskipun terhubung tetapi topologi

ini tidak membentuk satu jalur tertutup dan topologi ini sangat

cocok untuk pembangunan jaringan skala kecil.

Gambar 2.8 Jaringan Bus

2. Jaringan Ring

Menurut Madcoms (2009:5) mengemukakan bahwa dalam topologi

ring semua PC yang terkoneksi akan saling dikaitkan sehingga

membentuk satu koneksi yang tidak terputus. Namun sistem ini

memiliki kelemahan, yaitu apabila ada kabel koneksi yang terputus

dua arah, maka seluruh koneksi ke server akan terputus atau

terganggu.

18
Gambar 2.9 Jaringan Ring

3. Jaringan Star

Topologi ini punya bentuk fisik seperti bintang, dimana setiap node

dihubungkan ke pusat, setiap client mempunyai kabel tersendiri

sehingga apabila salah satu client mengalami kegagalan, client

yang lain tetap bisa berkomunikasi (Madcoms,2009:6).

Gambar 2.10 Jaringan Star

4. Jaringan Tree

Pada topologi ini biasanya hanya ditemui pada jaringan berskala

besar, karena topologi ini memungkinkan penambahan PC

berapapun tanpa mengganggu kinerja seluruh sistem. Skemanya

memiliki kesamaan dengan skema pohon, yaitu node pusat

dihubungkan dengan beberapa node, masing –masing node

dihubungkan ke beberapa node lainnya. Adapun kelemahannya

adalah apabila simpul yang lebih tinggi tidak berfungsi, maka

19
kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga tidak

menjadi efektif.

Gambar 2.11 Jaringan Tree

g. Media Transmisi

1. Kabel

Menurut Madcoms (2009:3) menyatakan bahwa dalam jaringan

komputer, kabel merupakan media penghubung utama, karena

kabel merupakan media transfer antar perangkat. Dalam jaringan

lokal dikenal tiga jenis kabel, yaitu :

a. Kabel Coaxial

Kabel coaxial terdiri dari du kabel yang dilindungi dua tingkat

isolasi (Madcoms, 2009:13). Kabel coaxial banyak digunakan

dijaringan lokal karena biaya pembangunan jaringannya relatif

murah dan tidak memerlukan hub sebagai konsentrator

jaringan. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik

karena terdapat semacam pelindung logam d a n metal dalam

kabel tersebut. Kabel coaxial terdiri dari beberapa jenis.

20
1. Thick Coaxial : Dikenal dengan kabel RG-8 atau tipe kabel

10base5, sering digunakan untuk kabel backbone pada

instalasi jaringan antar gedung, kabel ini sulit ditangani

secara fisik karena tidak fleksibel.

2. Thin Coaxial : Dikenal dengan kabel RG-58 atau kabel

1base2 biasa digunakan dalam jaringan antar workstation,

mudah ditangani secara fisik dan sering digunakan dalam

implementasi topologi bus, ring, dan star.

Gambar 2.12 Kabel Coxial

b. Kabel Unshielded Twister Pair (UTP)

Kabel UTP merupakan sepasang kabel yang di twist atau dililit

satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi

listri, terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel

(umumnya yang dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4

pasang kabel / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10

Mbps sampai 100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek

yaitu maximum 100 m.

21
Gambar 2.13 kabel UTP

c. Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic dapat mentransmisi cahaya dan harganya

lebih mahal dibandingkan dengan kabel jenis lainnya

(Madcoms, 2009:15). Teknologi fiber optic atau serat cahaya

memungkinkan menjangkau jarak yang besar dan menyediakan

perlindungan total terhadap gangguan elektrik, kecepatan

transfer data dapat mencapai 1000 Mbps serta jarak dalam satu

segmen dapat lebih dari 3,5 km. kerugian penggunaan kabel ini

harganya sangat mahal tetapi kabel ini merupakan alternatif

yang paling baik bagi masa depan jaringan komputer.

Gambar 2.14 kabel Fiber Optic

2. Wireless

Pada dasarnya prinsip kerja pada jaringan wireless sama dengan

jaringan yang menggunakan kabel, perbedaan utamanya adalah

22
pada media transmisinya (Madcoms, 2009:303). Bilamana sumber

data dan penerima data jaraknya cukup jauh atau medannya sulit

untuk penerapan instalasi kabel sebagai media transmisi jaringan,

maka dapat digunakan media transmisi berupa gelombang

elektromagnetik yang dipancarkan melalui media terbuka yang

dapat berupa gelombang mikro, sistem satelit atau sinar infra

merah, jaringan dengan media transmisi tanpa kabel ini disebut

dengan jaringan wireless.

a. Keuntungan Wireless

1. Mudah untuk melakukan perawatan karena tidak ada

instalasi kabel yang rumit

2. Teknologi wireless memungkinkan untuk akses internet

lebih murah dibanding dengan sistem dial up atau leased

line

3. Sangat bermanfaat untuk mengatasi problem lokasi.

b. Kelemahan Wireless

1. Biaya peralatan dan peripherial relatif mahal.

2. Kemampuan transfer data lebih kecil dari jaringan kabel.

3. Keamanan data masih belum terjamin karena masih

dimungkinkan dilakukan penyadapan.

23
2.3 Hotspot

Hotspot (Wi-Fi) adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi Wireless

LAN pada lokasi-lokasi publik seperti taman, perpustakaan, restoran

ataupunbandara. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett Steward.

Hotspot juga dikenal dengan istilah captive portal. Captive Portal akan

menagkap semua trafik dari klien dan akan memeriksa apakah klien

tersebut sudah terotentikasi atau belum untuk menggunakan sumber daya

jaringan. Jika belum maka client tersebutkan diperiksa untuk melakukan

otentikasi terlebih dahulu.(Imam Cartealy,2013).

Salah satu fitur terkenal di dalam mikrotik yang merupakan salah satu

metode untuk memberikan akses/layanan internet di area public dengan

melalui proses autentikasi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya,

media yang bisa menggunakan kabel ataupun wireless. Cara kerja dari

hotspot server ini dalam bentuk sederhana, hotspot akan melakukan block

semua akses user dan user akan diminta untuk melakukan login via web

browser. Apabila username dan password yang diisikan oleh user cocok

dengan database hotspot, maka layanan akses akan diberikan. Kami akan

memberikan contoh konfigurasi bagaimana cara mengintegrasikan 2

hotspot server yang sudah ada di 2 router yang berbeda (router A dan

router B) dengan sebuah database UserManager yang

akan terpasang di salah satu router (router A). (http://mikrotik.co.id)

Topologinya bisa seperti yang ditunjukan pada Gambar 2.4 :

24
Gambar 2.15 Topologi Hotspot

2.4 Wifi

Wi-Fi juga ditulis Wifi atau WiFi adalah sebuah teknologi terkenal yang

memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel

(menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer,

termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance

mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan wilayah lokal nirkabel

(WLAN) apapun yang didasarkan pada standar Institute of Electrical and

Electronics Engineers (IEEE) 802.11". Meski begitu, karena kebanyakan

WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah "Wi-Fi"

dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim "WLAN"

2.5 Router

Router adalah suatu perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi

protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router

maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain.

25
Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada

anggota jaringan maka kita dapat menggunakan

router. Router mempunyai beberapa fasilitas seperti DHCP (Dynamic Host

Configuration Procotol) yang berfungsi untuk membagi IP Address

komputer client. Selain itu fasilitas lain dari router adalah adanya NAT

(Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP

Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

Misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP

Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus

diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan Host

Identification 2-254, contoh 192.168.0.24, 192.168.0.32 dan seterusnya.

Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung

sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan

dipaksa berkeliling untuk men-setting IP address tiap host, Oleh karenanya

kita dapat menggunakan router. Jenis-jenis router :

1. Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada sistem

operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan

seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate,

WinProxy dan lain-lain.

2. Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki

kemampuan seperti router, sehingga dari hardware tersebut dapat

memancarkan atau membagi IP address dan men-sharing IP address,

pada prakteknya router hardware ini digunakan untuk membagi

26
koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini

adalah access point. Wilayah yang dapat mendapat IP Address dan

koneksi internet disebut HotSpot Area.

3. Router PC adalah sistem operasi yang memiliki fasilitas untuk

membagi dan men-sharing IP address, jadi jika suatu perangkat

jaringan (PC) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat

menikmati IP address atau koneksi internet yang disebarkan oleh

sistem operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan

adalah semua sistem operasi berbasis client server, seperti Windows

NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server,

MikroTik Router OS (Berbasis Linux), dan lain-lain.

2.6 Sistem Operasi

Istilah sistem operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk

dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi

software terinstal. Dalam ilmu komputer, Sistem operasi (Operating

System atau OS) adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk

melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi

dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-

program pengolah kata dan browser web. Secara umum, sistem operasi

adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori

komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software

lainnya dijalankan setelah sistem operasi berjalan, dan sistem operasi akan

27
melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti

umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task,

dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi

melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan

dilakukan oleh sistem operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas

inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu sistem operasi.

Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:

1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory

2. Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi

3. Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input

dari pengguna

4. Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar

dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain

5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus

untuk mengontrol mereka.

Adapun macam-macam sistem operasi utama yang digunakan komputer

sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3

kelompok besar:

1. Keluarga Microsoft Windows – yang antara lain terdiri dari Windows

Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x

(Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows

28
NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows

Server 2003, Windows Vista, Windows 7, dan Windows Orient yang

akan dirilis pada tahun 2014).

2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX,

seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution),

GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan

dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.

3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang

biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah

Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan

peluncuran versi 10.5 (Leopard).

2.7 Mikrotik Router

a. Sejarah Mikrotik

MikroTik pertama kali digagas pembuatannya pada tahun 1996 oleh

John dan Arnis, kedua orang ini berasal dari Negara Moldova tepatnya

kota Riga, sebuah negara pecahan Uni Soviet. Kedua orang tersebut

memulai sejarah MikroTik dengan membangun sebuah perangkat hasil

dari perpaduan antara 2 buah sistem operasi (Linux dan MS DOS) dan

teknologi wireless LAN atau WLAN Aeronet yang memiliki kecepatan

2Mbps.

Misi besar kedua orang tersebut mulai menemui titik terang setelah ada

5 konsumen di Latvia, misi besar mereka adalah membuat suatu sistem

29
operasi untuk router, bukan hanya membuat wireless ISP (WISP)

seperti yang telah mereka lakukan pada awal sejarah MikroTik di atas

lambat laut mimpi mereka terwujud dengan dibantu staf berjumlah 5-

15 orang, mereka mengembangkan OS MikroTik untuk router tersebut

menggunakan linux, linux dengan kernel 2.2 adalah yang mereka

pergunakan pertama kali untuk membangun MikroTik Router OS dan

hingga kini MikroTik terus berkembang dan kepopulerannya ini

dibuktikan dengan banyaknya pengguna sistem operasi router

MikroTik di beberapa negara berkembang di dunia, sebagai informasi

dan support mereka membuat portal resmi yang bisa diakses dengan

alamat www.mikrotik.com.

b. Jenis Mikrotik

MikroTik di bagi kedalam 2 jenis yaitu yang petama adalah (software)

MikroTik Router OS, dan yang kedua adalah (hardware) MikroTik

Router Board.

1. MikroTik Router OS

MikroTik Router OS adalah sitem operasi yang dapat digunakan

untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal,

mencakup bebagai fitur, ccocok digunakan oleh ISP dan provider

hotspot dan untuk instalasi MikroTik tidak dibutuhkan piranti

tambahan.

30
Gambar 2.16 Mikrotik Router OS

2. Mikrotik Router Board

MikroTik Router Board adalah sebuah router board seperti sebuah

personal computer (PC) mini yang terintegrasi karena dalam satu

board tertanam processor dan RAM.

Gambar 2.17 Mikrotik Router Board

c. Level OS

Baik menggunakan PC ataupun menggunakan router board, fitur

MikroTik Router OS selalu sama (tergantung pada level yang

digunakan), berikut level dari MikroTik Router :

31
Tabel 1. Lisensi Mikrotik

(Sumber Mikrotik.co.id)

d. NAT (Network Address Translation)

NAT digunakan untuk mengubah alamat IP yang ada didalam sebuah

paket data, baik itu source IP ataupun destination IP Jika paket data

pertama dari sebuah koneksi terkena NAT, maka semua paket data

dalam koneksi tersebut secara otomatis terkena NAT juga, sama

dengan firewall filter, urutan peletakan rule NAT akan berpengaruh

Gambar 2.18 NAT

32
e. DHCP Server

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) digunakan untuk

secara dinamik mendistribusikan konfigurasi jaringan, seperti:

1. IP address dan netmask

2. IP address default gateway

3. Konfigurasi DNS dan NTP Server

Serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP

client bisa support)

Gambar 2.19 DHCP Server

f. Hospot Gateway

Tidak ada habisnya kalau mengulas implementasi fitur-fitur MikroTik

salah satu dari sekian banyak fitur yang banyak digunakan adalah

hotspot, sudah banyak yg mengimplementasikan fitur hotspot

MikroTik di lapangan, kebanyakan orang menyebut jika terdapat akses

internet yg di sebarkan via wireless di public area, itu adalah layanan

hotspot, sedangkan sebenarnya hotspot di MikroTik adalah sebuah

system untuk memberikan fitur autentikasi pada user yang akan

menggunakan jaringan.

33
Jadi untuk bisa akses ke jaringan, client diharuskan memasukkan

username dan password pada login page disediakan, dari penjelasan

tersebut, berarti hotspot tidak hanya menunjuk ke jaringan wireless

saja, fitur hotspot ini bisa diterapkan di semua tipe interface jaringan

seperti ethernet base.

Gambar 2.20 Hospot Gateway

Untuk membangun sistem autentikasi pada hotspot, sebenarnya

hotspot merupakan gabungan dari fungsi proxy, firewall, DNS, DHCP

dan lain-lain, tetapi untuk membuat sebuah hotspot server tidak perlu

khawatir akan kekomplekan fungsi tersebut karena di MikroTik

diberikan kemudahan dalam bentuk setup wizard untuk membuatnya.

g. Quality of Service

MikroTik bisa dibilang sebuah perangkat networking yang multifungsi,

dengan didukung oleh sebuah sistem operasi router OS, selain sebagai

fungsi utama yaitu router, MikroTik mampu melakukan hampir semua

fungsi networking bahkan juga beberapa fungsi server, beberapa

fungsi networking yang dapat dilakukan oleh MikroTik antara lain

yaitu, bridge, firewall, QoS, proxy, hotspot, VPN dan lainnya.

34
Quality of Service (QoS) adalah sebuah cara yang digunakan untuk

mengatur penggunan bandwith secara rasional, QoS bisa digunakan

juga untuk mengatur prioritas berdasarkan parameter yang diberikan,

untuk menghindari terjadinya trafik yang memonopoli seluruh

bandwith yang tersedia, bisa dikatakan QoS merupakan sebuah fungsi

management bandwith dan fitur yang digunakan di MikroTik untuk

melakukan management bandwith dikenal sebagai Queues.

B. Penelitian Yang Relevan

Penelitian yang relevan dengan Perancangan Jaringan Hotspot Server

Berbasis Mikrotik Di Pendidikan Teknik Elektro, peneliti menyertakan

dua peneliti terdahulu: Perancangan Jaringan Hotspot Server Berbasis

Mikrotik Di Gedung Kuliah Universitas Abulyatama :Berdasarkan hasil

dari penelitian dan perancangan jaringan HotSpot di gedung kuliah

Universitas Abulyatama mempermudah mahasiswa/i untuk mengakses

internet dengan gratis dan mudah dalam cakupan sinyal pada gedung

kuliah. Sistem keamanan yang digunakan pada jaringan wireless (access

point) ini sudah diatur oleh server, sehingga saat ingin mengakses internet,

user harus memasukan username dan password, dan Jaringan ini

menggunakan DHCP server, sehingga server membagi IP Address

sebanyak mungkin yang mengakibatkan loading yang lama pada saat

banyak user yang aktif.

35
C. Kerangka Berpikir

Kemajuan teknologi informasi pada saat ini terus berkembang seiring

dengan kebutuhan manusia yang menginginkan kemudahan, kecepatan,

dan keakuratan dalam memperoleh informasi, oleh karena itu kemajuan

teknologi informasi harus terus di upayakan dan ditingkatkan kualitas dan

kuantitasnya.

Berdasarkan latar belakang masalah dan kajian teori yang telah

dipaparkan, maka akan diadakan penelitian Perancangan Jaringan Hotspot

Server Berbasis Mikrotik Di Pendidikan Teknik Elektro .

36
Jaringan komputer
Pendidikan Teknik Elektro

Perancangan jaringan Hotspot Belum adanya


Server Belum Menggunakan managemen Bandwith
Mikrotik

Perlu adanya perancangan jaringan Hospot server berbasis Mikrotik


dan Management Badwih bagi client

Tahapan Persiapan Penelitian meliputi:

1. Studi kepustakaan dari berbagai sumber


2. Kebutuhan alat perancanagan yaitu hardware dan software

Perencanaan penelitian

1. Instalasi Mikrotik
2. Menagatur bandwith bagi client

Analisis Data Perancangan

Kesimpulan

Bagan 1 Kerangka Berpikir

37
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pemilihan Lokasi Dan Subyek Penelitian

1. Pemilihan Lokasi

Penulisan ini dilaksanakan di Laboraturium Program Studi

Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Pendidikan Teknologi dan

Kejuruan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa

Cendana Kupang. Lokasi penulisan ini dipilih karena memiliki

peralatan yang lengkap dan memadai, kondisi laboratorium yang

kondusif sehingga dapat membantu menunjang keberhasilan dari

penulisan dan mengurangi tingkat kegagalan yang disebabkan oleh hal

yang tidak diinginkan.

2. Subyek Penelitian

Subyek penulisan adalah memberi batasan subjek penulisan sebagai

benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penulisan melekat,

dan yang dipermasalahkan (Arikonto, Suharsimi. 1989). Adapun

subyek penulisan dalam tulisan ini adalah Subyek dalam penelitian ini

adalah perancangan jaringan hotspot server berbasis mikrotik

menggunakan konfigrasi Winbox dan mengatur Bandwith bagi client.

38
3. Penjajakan Awal

Dengan melakukan studi literatur lewat media online dan offline

untuk mencari refrensi dalam memecahkan masalah ini. Maka

didapatlah sebuah solusi yaitu merancang Jaringan Hotspot Server

Berbasis Mikrotik yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah

tersebut. Untuk merancang Jaringan Hotspot server berbasis mikrotik

tersebut dibutuhkan sebuah PC/Laptop, Router Board Mikrotik

RB450G/Mikrotik RouterOS level 4, Access Point, Kabel UTP Cat6

AMP, Winbox dan Mozilla Firefox.

Hal pertama yang dibutuhkan dalam merancang Jaringan Hotspot

server ialah mendesain Topologi jaringan dana penulis juga mulai

melakukan perancangan hardware dari Jaringan Hotpsot Server.

Setelah perancangan hardware selesai, penulis harus melanjutkannya

dengan instalasi software atau pemrograman yang di-upload ke dalam

Personal Computer. Agar dapat melakukan pemrograman, penulis

harus terlebih dahulu mempelajari software tersebut.

B. Strategi Dan Teknik Penelitian

Teknik Waterfall adalah yang paling mudah dan sering digunakan

dalam perancangan jaringan. Gambar 3.1 dibawah ini adalah tahapan ang

ada dalam teknik waterfall.

Langkah-langkah yang dilakukan pada teknik waterfall adalah:

a. Requirements definition (Definisi Kebutuhan)

39
Mengumpulkan keperluan sistem yang dibutuhkan secara lengkap dan

dianalisa serta didefinisikan kebutuhan tersebut untuk dipenuhi dalam

perancangan jaringan hotspot server berbasis sistem operasi Mikrotik

menggunakan konfigrsi Winbox. Kebutuhan Hotspot server adalah

sebagai berikut:

1. Satu unit PC/Laptop berfungsi untuk proses konfigurasi jaringan

2. Router Board Mikrotik RB450G/Mikrotik RouterOS level 4

Router board ini berfungsi sebagai server hotspot dan untuk

manajemen jaringan dengan level standar yaitu OS level 4. Dalam

prancangan ini tdiak dibutuhkan figur yang banyak, oleh karena itu

tidak dibutuhkan level tinggi untuk rancangan ini dan juga harga

yyang terjangkau.

3. Access Point

Access point berfungsi sebagai media jaringan Hotspot.

4. Kabel UTP Cat6 AMP

Kabel UTP Cat6 digunakan untuk penghubung jaringan dan juga

power untuk koneksi AP ke POE dan Router.

5. Winbox

Winbox merupakan aplikasi remote yang dikeluarkan mikrotik

sendiri yang berfungsi untuk mempermudah konfigurasi router

dengan tamilan Windows.

6. Mozilla Firefox

40
Mozilla Firefox berfungsi untuk browsing pada saat request access

internet hingga muncul tampilan login.

b. Design (Rancangan)

Tahapan ini akan dikerjakan setelah kebutuhan pada tahap awal

selesai.

c. Development

Setelah tahap design selesai maka akan dibangun peranacangan

Hotspot server berbasis sistem operssi mikrotik menggunakan

konfigurasi Winbox

d. Integration Dan Test

Setelah dibangun perancangan Hotspot server berbasis sistem operasi

Mikrotik menggunakan konfigurasi Winbox selesai dibuat maka akan

diujikan sebelum diimplementasikan melalui tahapan Testing (uji

sistem) sehingga client dapat mengetahui kehandalan dari sistem yang

dibuat.

e. Installation Dan Acceptance

Langkah terrakhir yang dilakukan agar sistem dapat digunakan oleh

oleh client

41
Project Planning

Requirements definition

Design

development

Integation And Test

Installation and acceptance

Gambar 3.1 teknik waterfall

C. Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data dan informasi yang baik dan cepat, maka penulis

menggunakan teknik sebagai berikut:

1. Studi literatur

Studi literatur adalah penelitin yang dilakukan untuk mendapatkan

bahan rujukan berupa referensi yang bersifat teoritis dari buku-buku

dan sumber bacaan yang lain yang dapat mendukung topik.

2. Persiapan software

Tahapan ini dilakukan persiapan software yang mendukung dalam

perancangan sistem jaringan.

3. Pengambilan data lapangan

Pengambilan data lapangan dibutuhkan sebagai data untuk

perancangan jaringan Hotspot server

4. Perancangan jaringan

42
Perancangan jaringan selruh informasi dan survei lapangan akan

dirancang membangun jaringan hotspot server

5. Analisa hasil simulasi

Tahapan ini merupakan tahapan analisa dari hasil coba serta perbaikan

terhadap rancangan apabila ditemukan kekurangan dan keslahan.

D. Teknik Analisa Data

Analisa data yang digunakan adalah:

1. Analisa Kuantitatif

Menjelaskan tentang kebutuhan perangkat hardware dan software yang

digunakan untuk penerapan dalam perancangan jaringan Hotspot

server berbasis sistem operasi mikrotik menggunakan konfigurasi

Winbox

2. Analisa Kualitatif

Menjelaskan tentang pemasangan kebutuhan perangkat hadware, cara

instalasi sistem operasi mikrotik menngunakan konfigurasi Winbox.

Tujuan analisis kualitatif dari perancanagan Hotspot server berbasis

sistem operasi mikrotik menggunakan konfigurasi winbox adalah

untuk menjawab masalah yang dirumuskan dalam penelitian.

43
44