Anda di halaman 1dari 29

RADIASI PENGION

Ditulis pada November 22, 2011 oleh yosainto


RINGKASAN
Radiasi pengion ialah radiasi yang dapat menimbulkan ionisasi dan eksitasi pada materi yang ditembusnya. Pada umumnya
radiasi pengion hanya disebut radiasi saja. Berbagai jenis radiasi pengion dikelompokkan berdasarkan struktur atau sumbernya.
Apabila radiasi pengion menembus suatu materi, maka materi tersebut akan mengalami ionisasi atau eksitasi dengan menyerap
energi radiasi.

Definisi Radiasi Pengion


Radiasi elektromagnetik atau partikel yang mampu mengionisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam
lintasannya menembus materi disebut radiasi pengion

Ionisasi ialah proses terjadinya ion (ion positif dan elektron bebas) dari suatu atom netral dalam materi yang dikenai
energi. Radiasi ionisasi langsung bisa berupa partikel bermuatan listrik (misalnya sinar a, b, dan proton), yang dapat
mengakibatkan ionisasi dengan memberikan energinya kepada elektron orbital dalam suatu atom atau molekul. Sedang
gelombang elektromagnetik misalnya sinar-X, sinar g, (yang juga bersifat partikel, yaitu foton), dan partikel tak bermuatan
listrik (misalnya neutron) menghasilkan partikel bermuatan listrik pada saat berinteraksi dengan atom dalam materi. Misalnya,
foton mengeluarkan elektron, neutron mengeluarkan proton. Neutrino (n) dikeluarkan pada saat partikel b dipancarkan dengan
muatan berlawanan dengan elektron. Partikel-partikel ini, karena massanya kecil dan tidak bermuatan listrik, sulit berinteraksi
dengan materi tetapi karena dapat mengionisasi disebut radiasi pengion tak langsung.

Jenis dan mekanisme radiasi pengion


Radiasi a, b (elektron atau positron), g, dan neutron ialah radiasi pengion yang dihasilkan dari inti atom yang mengalami
transformasi inti. Inti atom yang mengalami transformasi (peluruhan) ialah inti atom yang bersifat tidak stabil, dan radiasi
pengion yang dipancarkannya disebut radiasi pengion nuklir. Setelah mengalami peluruhan, inti atom yang tidak stabil akan
menjadi inti atom yang stabil. Inti atom yang mengalami transformasi inti disebut inti induk, dan hasil transformasi inti disebut
anak luruh atau inti hasil peluruhan. Jenis sumber radiasi alam yang banyak dikenal antara lain U-238 dan Th-232, masing-
masing sebagai inti induk, sedang deret peluruhannya dikenal sebagai deret uranium dan deret thorium.
Radiasi pengion yang dihasilkan oleh transisi elektron dalam kulit atom akibat tumbukan elektron berkecepatan tinggi dengan
atom logam berat, misalnya Pb atau Cu, disebut sinar-X. Sinar-X ialah radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang
mempunyai daya tembus tinggi.

Ion dari atom helium, hidrogen, deuterium, tritium, dan lain-lain, yang dipercepat juga bersifat pengion.

Radiasi pengion berenergi tinggi yang berasal dari benda angkasa dan menembus ke dalam atmosfer bumi disebut radiasi kosmik
primer, dan radiasi kosmik yang dihasilkan oleh interaksi radiasi kosmik primer dengan inti atom yang ada di udara disebut
radiasi kosmik sekunder. Radiasi kosmik primer terdiri dari sekitar 90% proton, sisanya adalah inti helium (partikel a) dan inti
atom yang lebih berat. Radiasi kosmik masuk kedalam atmosfer bumi berinteraksi dengan berbagai atom di udara dan
menghasilkan partikel misalnya elektron, positron, sinar g, partikel-antara fion (p intermediate), m (muon), neutron, proton, n
(neutrino), dan lain lain. Intensitas radiasi kosmik sekunder di permukaan tanah adalah 1 menit-1.cm-2.

Interaksi radiasi dengan materi


Pada saat menembus materi sebagian radiasi pengion diteruskan, sebagian dihamburkan, sebagian diserap, dan apabila energi
radiasi cukup kuat akan terjadi reaksi ionisasi yaitu terlepasnya elektron dari atom atau molekul. Apabila energi radiasi hanya
cukup untuk memindahkan elektron dari orbit dalam ke orbit yang lebih luar maka tidak akan terjadi ionisasi, tetapi hanya terjadi
eksitasi.
Setelah terjadi ionisasi atau eksitasi, atom atau molekul akan mengalami disintegrasi menjadi ion dan menghasilkan radikal
bebas. Molekul ion yang terbentuk akan mengalami perubahan struktur bila bereaksi dengan molekul lain yang tidak mengalami
ionisasi atau eksitasi. Reaksi kimia yang berlangsung pada proses reaksi kimia berikutnya disebut reaksi tidak langsung. Interaksi
antara radiasi dengan materi sangat bergantung pada jenis dan energi radiasi.

Pada saat kembali pada kondisi stabil atom yang mengalami eksitasi akan memancarkan foton (cahaya) karena terjadinya efek
fluoresensi. Radiasi mengakibatkan terjadinya proses penghitaman film, mengakibatkan perubahan struktur polimer, seperti
polietilen, mengakibatkan terjadinya proses polimerisasi pada molekul monomer dan lain-lain. Hal ini semua terjadi karena efek
ionisasi dan atau eksitasi. Demikian pula proses ionisasi dan eksitasi akan terjadi pada makhluk hidup bila terkena radiasi
(misalnya efek sterilisasi). Proses meradiasi materi dengan radiasi pengion disebut iradiasi. Berbagai macam penggunaan iradiasi
ditampilkan pada Tabel di bawah ini
RADIASI SERTA EFEK YANG DITIMBULKAN PADA
MANUSIA
6:39 PM AJUNK ARTAWIJAYA IGN 7 COMMENTS

I. PENDAHULUAN
Benarkah bahwa di sekitar kita ternyata banyak sekali terdapat radiasi ? Disadari ataupun tanpa disadari ternyata
disekitar kita baik dirumah, di kantor, dipasar, dilapangan, maupun ditempat-tempat umum lainnya ternyata banyak
sekali radiasi. Yang perlu diketahui selanjutnya adalah sejauh mana radiasi tersebut dapat berpengaruh buruk
terhadap kesehatan kita.
Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke
lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan panas, perambatan cahaya,
dan perambatan gelombang radio. Selain radiasi, energi dapat juga dipindahkan dengan cara konduksi, kohesi, dan
konveksi. Dalam istilah sehari-hari radiasi selalu diaso-siasikan sebagai radioaktif sebagai sumber radiasi pengion.
II. PENGERTIAN RADIASI
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel
atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber
radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan,
alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain. Selain benda-benda tersebut
ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau
berada di dalam lapisan bumi. Beberapa di antaranya adalah Uranium dan Thorium di dalam
lapisan bumi; Karbon dan Radon di udara serta Tritium dan Deuterium yang ada di dalam air.

Radiasi dalam bentuk partikel adalah jenis radiasi yang mempunyai massa terukur.
Sebagai contoh adalah radiasi alpha dengan simbol:

4

angka 4 pada simbol radiasi menunjukkan jumlah massa dari radiasi tersebut adalah 4 satuan
massa atom (sma) dan angka 2 menunjukkan jumlah muatan radiasi tersebut adalah positif 2,
serta radiasi beta dengan simbol:
-1β
0

menunjukkan bahwa jumlah massa dari jenis radiasi tersebut adalah 0 dan jumlah muatannya
adalah 1 negatif, sedangkan radiasi neutron dengan simbol:

0

menunjukkan bahwa jumlah massa dari neutron adalah 1 sma dan jumlah muatannya adalah 0.
Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis
radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X,
dan juga termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave,
radar dan handphone.

III. SIFAT RADIASI


Ada dua macam sifat radiasi yang dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan sumber
radiasi pada suatu tempat atau bahan, yaitu sebagai berikut :
 Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan suatu
alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. Ada beberapa jenis detektor yang
secara spesifik mempunyai kemampuan untuk melacak keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu
detektor alpha, detektor gamma, detektor neutron, dll.

 Radiasi dapat berinteraksi dengan materi yang dilaluinya melalui proses ionisasi, eksitasi dan
lain-lain. Dengan menggunakan sifat-sifat tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk
membuat detektor radiasi.

Gb. 1 Macam-macam alat pengukur radiasi (dositometer)

IV. JENIS RADIASI

Secara garis besar radiasi digolongkan ke dalam radiasi pengion dan radiasi non-pengion.
o Radiasi Pengion
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion
positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan materi. Yang termasuk dalam jenis radiasi
pengion adalah partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar-X dan neutron. Setiap jenis
radiasi memiliki karakteristik khusus. Yang termasuk radiasi pengion adalah partikel alfa (α),
partikel beta (β), sinar gamma (γ), sinar-X, partikel neutron.
o Radiasi Non Pengion
Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek ionisasi apabila
berinteraksi dengan materi. Radiasi non-pengion tersebut berada di sekeliling kehidupan kita.
Yang termasuk dalam jenis radiasi non-pengion antara lain adalah gelombang radio (yang
membawa informasi dan hiburan melalui radio dan televisi); gelombang mikro (yang digunakan
dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone); sinar inframerah (yang memberikan
energi dalam bentuk panas); cahaya tampak (yang bisa kita lihat); sinar ultraviolet (yang
dipancarkan matahari).

V. SUMBER RADIASI
Ada macam-macam sumber radiasi yang dapat dibedakan pada garis besarnya menjaadi :
a. Sumber Radiasi Alam
Radiasi alam dapat berasal dari sinar kosmos, sinar gamma dari kulit bumi, hasil peluruhan radon
dan thorium di udara, serta berbagai radionuklida yang terdapat dalam bahan makanan. Di
beberapa negara seperti India, Brazil dan Perancis terdapat daerah yang memiliki radioaktivitas
alam yang lebih tinggi dibandingkan dengan di negara lain.
b. Sumber Radiasi Buatan
Radiasi buatan adalah radiasi yang timbul karena atau berhubungan dengan kegiatan manusia;
seperti penyinaran di bidang medic, jatuhan radioaktif, radiasi yang diperoleh pekerja radiasi di
fasilitas nuklir, radiasi yang berasal dari kegiatan di bidang industri : radiografi, logging, pabrik
lampu, dsb.

VI. INTERAKSI RADIASI DENGAN SUATU MATERI


Radiasi apabila menumbuk suatu materi maka akan terjadi interaksi yang akan menimbulkan
berbagai efek. Efek-efek radiasi ini bergantung pada jenis radiasi, energi dan juga bergantung
padajenis materi yang ditumbuk. Pada umumnya radiasi dapat menyebabkan proses
ionisasi dan atau proses eksitasi ketika melewati materi yang ditumbuknya.

IONISASI
Ionisasi bisa terjadi pada saat radiasi berinteraksi dengan atom materi yang dilewatinya. Radiasi
yang dapat menyebabkan terjadinya ionisasi disebut radiasi pengion. Termasuk dalam katagori
radiasi pengion ini adalah partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar-X dan neutron. Pada
saat menembus materi, radiasi pengion dapat menumbuk elektron orbit sehingga elektron
terlepas dari atom. Akibatnya timbul pasangan ion positif dan ion negatif.

Menurut sifat kejadiannya, ionisasi dikelompokkan ke dalam ionisasi-langsung dan ionisasi- tak-
langsung. Ionisasi-langsung terjadi jika radiasi menyebabkan ionisasi pada saat itu juga ketika
berinteraksi dengan atom materi, dan proses ini bisa disebabkan oleh partikel bermuatan listrik
seperti alpha dan beta. Berbeda dengan yang terjadi pada interaksi partikel bermuatan, interaksi
radiasi yang berupa gelombang elektromagnetik (sinar gamma atau sinar-X) ataupun partikel
yang tidak bermuatan listrik (neutron) tidak secara langsung menimbulkan ionisasi. Partikel yang
dihasilkan dalam interaksi yang pertama ini kemudian menyebabkan terjadinya ionisasi. Proses
seperti ini dikenal sebagai ionisasi-tak-langsung.
EKSITASI
Apabila radiasi yang berinteraksi dengan atom tidak cukup energinya untuk menghasilkan
ionisasi langsung, maka dapat mengakibatkan suatu elektron orbit tertentu berpindah ke tingkat
energi yang lebih tinggi, atau ke keadaan tereksitasi. Energi eksitasi tersebut akan dilepaskan
kembali dalam bentuk radiasi elektromagnetis, pada saat elektron tersebut kembali ke orbit
dengan tingkat energi yang lebih rendah.

Gb. 2 Ionisasi & Eksitasi

VI. 1. INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI BIOLOGIK


Tubuh terdiri dari berbagai macam organ seperti hati, ginjal, paru dan lainnya. Setiap
organ tubuh tersusun atas jaringan yang merupakan kumpulan sel yang mempunyai fungsi dan
struktur yang sama. Sel sebagai unit fungsional terkecil dari tubuh dapat menjalankan fungsi
hidup secara lengkap dan sempurna seperti pembelahan, pernafasan, pertumbuhan dan
lainnya. Sel terdiri dari dua komponen utama, yaitu sitoplasma dan inti sel (nucleus). Sitoplasma
mengandung sejumlah organel sel yang berfungsi mengatur berbagai fungsi metabolisme penting
sel. Inti sel mengandung struktur biologic yang sangat kompleks yang disebut kromosom yang
mempunyai peranan penting sebagai tempat penyimpanan semua informasi genetika yang
berhubungan dengan keturunan atau karakteristik dasar manusia. Kromosom manusia yang
berjumlah 23 pasang mengandung ribuan gen yang merupakan suatu rantai pendek dari DNA
(Deooxyribonucleic acid) yang membawa suatu kode informasi tertentu dan spesifik.

Interaksi antara radiasi dengan sel hidup merupakan proses yang berlangsung secara bertahap.
Proses ini diawali dengan tahap fisik dan diakhiri dengan tahap biologik. Ada empat tahapan
interaksi, yaitu :
1. Tahap Fisik
Tahap Fisik berupa absorbsi energi radiasi pengion yang menyebabkan terjadinya eksitasi dan
ionisasi pada molekul atau atom penyusun bahan biologi. Proses ini berlangsung sangat singkat
dalam orde 10-16 detik. Karena sel sebagian besar (70%) tersusun atas air, maka ionisasi awal
yang terjadi di dalam sel adalah terurainya molekul air menjadi ion positif H2O+ dan e-sebagai
ion negatif. Proses ionisasi ini dapat ditulis dengan :

H2O + radiasi pengion ----> H2O+ + e-

2. Tahap Fisikokimia

Tahap fisikokimia
dimana atom atau molekul yang tereksitasi atau terionisasi mengalami reaksi-reaksi sehingga
terbentuk radikal bebas yang tidak stabil. Tahap ini berlangsung dalam orde 10-6 detik. Karena
sebagian besar tubuh manusia tersusun atas air, maka peranan air sangat besar dalam
menentukan hasil akhir dalam tahap fisikokimia ini. Efek langsung radiasi pada molekul atau
atom penyusun tubuh selain air hanya memberikan sumbangan yang kecil bagi akibat biologi
akhir dibandingkan dengan efek tak langsungnya melalui media air tersebut. Ion-ion yang
terbentuk pada tahap pertama interaksi akan beraksi dengan molekul air lainnya sehingga
menghasilkan beberapa macam produk , diantaranya radikal bebas yang sangat reaktif dan toksik
melalui radiolisis air, yaitu OH- dan H+. Reaksi kimia yang terjadi dalam tahap kedua interaksi
ini adalah:
H2O+ ----> H+ + OH-
H2O + e ------> H2O-
H2O- ------> OH- + H+
Radikal bebas OH- dapat membentuk peroksida (H2O2 ) yang bersifat
oksidator kuat melalui reaksi berikut :
OH- + OH- -----> H2O2

3. Tahap Kimia Dan Biologi


Tahap kimia dan biologi yang berlangsung dalam beberapa detik dan ditandai dengan terjadinya
reaksi antara radikal bebas dan peroksida dengan molekul organik sel serta inti sel yang terdiri
atas kromosom. Reaksi ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan terhadap
molekul-molekul dalam sel. Jenis kerusakannya bergantung pada jenis molekul yang bereaksi.
Jika reaksi itu terjadi dengan molekul protein, ikatan rantai panjang molekul akan putus sehingga
protein rusak. Molekul yang putus ini menjadi terbuka dan dapat melakukan reaksi lainnya.
Radikal bebas dan peroksida juga dapat merusak struktur biokimia molekul enzim sehingga
fungsi enzim terganggu. Kromosom dan molekul DNA di dalamnya juga dapat dipengaruhi oleh
radikal bebas dan peroksida sehingga terjadi mutasi genetik.
4. Tahap Biologis
Tahap biologis yang ditandai dengan terjadinya tanggapan biologis yang bervariasi bergantung
pada molekul penting mana yang bereaksi dengan radikal bebas dan peroksida yang terjadi pada
tahap ketiga. Proses ini berlangsung dalam orde beberapa puluh menit hingga beberapa puluh
tahun, bergantung pada tingkat kerusakan sel yang terjadi. Beberapa akibat dapat muncul karena
kerusakan sel, seperti kematian sel secara langsung, pembelahan sel terhambat atau tertunda serta
terjadinya perubahan permanen pada sel anak setelah sel induknya membelah. Kerusakan yang
terjadi dapat meluas dari skala seluler ke jaringan, organ dan dapat pula menyebabkan kematian.

VI. 1. 1. Efek Radiasi Terhadap Manusia


Dilihat dari interaksi biologi tadi di atas, maka secara biologis efek radiasi dapat dibedakan
atas :
1. Berdasarkan jenis sel yang terkena paparan radiasi
Sel dalam tubuh manusia terdiri dari sel genetic dan sel somatic. Sel genetic adalah sel telur pada
perempuan dan sel sperma pada laki-laki, sedangkan sel somatic adalah sel-sel lainnya yang ada dalam
tubuh.
Berdasarkan jenis sel, maka efek radiasi dapat dibedakan atas :

 Efek Genetik (non-somatik) atau efek pewarisanadalah efek yang


dirasakan oleh keturunan dari individu yang terkena paparan radiasi.
 Efek Somatik adalah efek radiasi yang dirasakan oleh individu yang terpapar
radiasi. Waktu yang dibutuhkan sampai terlihatnya gejala efek somatik sangat
bervariasi sehingga dapat dibedakan atas :

o Efek segera adalah kerusakan yang secara klinik sudah dapat teramati pada individu dalam waktu singkat
setelah individu tersebut terpapar radiasi, seperti epilasi (rontoknya rambut), eritema (memerahnya kulit),
luka bakar dan penurunan jumlah sel darah. Kerusakan tersebut terlihat dalam waktu hari sampai
mingguan pasca iradiasi.
o Efek tertunda merupakan efek radiasi yang baru timbul setelah waktu yang lama (bulanan/tahunan)
setelah terpapar radiasi, seperti katarak dan kanker.

2. Berdasarkan dosis radiasi


Bila ditinjau dari dosis radiasi (untuk kepentingan proteksi radiasi), efek radiasi dibedakan
atas efek stokastik dan efek deterministic (non-stokastik).
i. Efek Stokastik adalah efek yang penyebab timbulnya merupakan fungsi dosis radiasi dan
diperkirakan tidak mengenal dosis ambang. Efek ini terjadi sebagai akibat paparan radiasi
dengan dosis yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sel. Radiasi serendah apapun selalu
terdapat kemungkinan untuk menimbulkan perubahan pada sistem biologik, baik pada tingkat
molekul maupun sel. Dengan demikian radiasi dapat pula tidak membunuh sel tetapi mengubah
sel, sel yang mengalami modifikasi atau sel yang berubah ini mempunyai peluang untuk lolos
dari sistem pertahanan tubuh yang berusaha untuk menghilangkan sel seperti ini. Semua akibat
proses modifikasi atau transformasi sel ini disebut efek stokastik yang terjadi secara acak. Efek
stokastik terjadi tanpa ada dosis ambang dan baru akan muncul setelah masa laten yang lama.
Semakin besar dosis paparan, semakin besar peluang terjadinya efek stokastik, sedangkan tingkat
keparahannya tidak ditentukan oleh jumlah dosis yang diterima. Bila sel yang mengalami
perubahan adalah sel genetik, maka sifat-sifat sel yang baru tersebut akan diwariskan kepada
turunannya sehingga timbul efek genetik atau pewarisan. Apabila sel ini adalah sel somatik maka
sel-sel tersebut dalam jangka waktu yang relatif lama, ditambah dengan pengaruh dari bahan-
bahan yang bersifat toksik lainnya, akan tumbuh dan berkembang menjadi jaringan ganas atau
kanker.
Maka dari itu dapat disimpulkan ciri-ciri efek stokastik a.l :

 Tidak mengenal dosis ambang


 Timbul setelah melalui masa tenang yang lama
 Keparahannya tidak bergantung pada dosis radiasi
 Tidak ada penyembuhan spontan
 Efek ini meliputi : kanker, leukemia (efek somatik), dan penyakit
keturunan (efek genetik).

ii. Efek Deterministik (non-stokastik) adalah efek yang kualitas keparahannya bervariasi
menurut dosis dan hanya timbul bila dosis ambang dilampaui. Efek ini terjadi karena adanya
proses kematian sel akibat paparan radiasi yang mengubah fungsi jaringan yang terkena
radiasi. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat dari paparan radiasi pada seluruh tubuh maupun
lokal. Efek deterministik timbul bila dosis yang diterima di atas dosis ambang (threshold
dose) dan umumnya timbul beberapa saat setelah terpapar radiasi. Tingkat keparahan efek
deterministik akan meningkat bila dosis yang diterima lebih besar dari dosis ambang yang
bervariasi bergantung pada jenis efek. Pada dosis lebih rendah dan mendekati dosis ambang,
kemungkinan terjadinya efek deterministik dengan demikian adalah nol. Sedangkan di atas dosis
ambang, peluang terjadinya efek ini menjadi 100%.


 Mempunyai dosis ambang
 Umumnya timbul beberapa saat setelah radiasi
 Adanya penyembuhan spontan (tergantung keparahan)
 Tingkat keparahan tergantung terhadap dosis radiasi
 Efek ini meliputi : luka bakar, sterilitas / kemandulan, katarak (efek
somatik)

Darai penjelasan di atas dapat disimpulkan :

 Efek Genetik merupakan efek stokastik, sedangkan


 Efek Somatik dapat berupa stokastik maupun deterministik (non-
stokastik)

Efek radiasi secara biologis terhadap manusia dapat dilihat dari bagan berikut :

Gb. 3 Bagan Efek Radiasi terhadap manusia

VI. 2. INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI FISIK


Berkurangnya energi dari sinar- X pada saat melewati suatu materi fsik terjadi karena tiga proses
utama, yaitu :
1. Efek Fotolistrik
2. Efek Compton
3. Efek produksi pasangan
Efek fotolistrik dan efek Compton timbul karena interaksi antara sinar gamma atau sinar-X
dengan elektron-elektron dalam atom materi, sedangkan efek produksi pasangan timbul karena
interaksi dengan medan listrik inti atom.
a. Efek Fotolistrik
Pada efek fotolistrik, energi foton diserap oleh elektron orbit, sehingga electron tersebut terlepas
dari atom. Elektron yang dilepaskan akibat efek fotolistrik disebut fotoelektron. Efek fotolistrik
terutama terjadi pada foton berenergi rendah yaitu antara energi + 0,01 MeV hingga + 0,5 MeV.
Disamping itu efek fotolistrik banyak terjadi pada material dengan Z yang besar. Sebagai contoh
efek fotolistrik lebih banyak terjadi pada timah hitam (Z=82) daripada tembaga (Z=29).
b. Hamburan Compton
Pada efek Compton, foton dengan energi hv berinteraksi dengan elektron terluar dari atom,
selanjutnya foton dengan energi hv dihamburkan dan elektron tersebut dilepaskan dari ikatannya
dengan atom dan bergerak dengan energi kinetik tertentu.
c. Efek Produksi Pasangan
Proses produksi pasangan hanya terjadi bila foton datang / 1,02 MeV. Apabila foton semacam ini
mengenai inti atom berat, foton tersebut akan lenyap dan sebagai gantinya timbul sepasang
elektron-positron. Positron adalah partikel yang massanya sama dengan elektron dan bermuatan
listrik positif yang besarnya juga sama dengan muatan elektron. Proses ini memenuhi hokum
kekekalan energy. Oleh karena itu proses ini hanya bisa berlangsung bilamana energi foton yang
datang minimal adalah massa diam elektron dan c adalah kecepatan cahaya. Berkaitan dengan
uraian ini maka nilai atau besaran absorpsi linier akan bergantung pada energy foton yang datang
disamping bergantung pada jenis media/materi/zat yang dilaluinya atau bergantung pada nomor
atom (Z) media/materi yang dilaluinya.
d. Emisi Sekunder
Emisi sekunder dapat juga terjadi pada efek fotolistrik karena disebabkan oleh dua hal sebagai
berikut :
Pertama :
Karena energinya besar elektron yang dilepaskan adalah elektron dari orbit yang lebih
dalam pada unsur bernomor atom besar, maka lowongan elektron ini akan diisi oleh elektron dari
orbit yang lebih luar. Apabila pelepasan elektron terjadi pada orbit K, maka transisi ini akan
disertai dengan emisi foton dengan berbagai karakteristik berupa radiasi sinar-X karakteristik
yang dikenal dengan ”radiasi fluoresensi”.
Kedua:
Kadang-kadang foton ini menumbuk elektron dari orbit yang lebih luar dari atom dan
melepaskan elektron ini. Elektron tersebut memiliki energi kinetik yang sama dengan energi
sinar-X karakteristik dikurangi dengan energi ikat elektron tersebut dalam orbitnya dalam
orbitnya dan disebut electron Auger. Rangkuman interaksi foton dengan materi (yang utama, dari
antara serangkaian interaksi yang rumit)
Gb. 4 Tabel interaksi radiasi dengan molekul fisik

VI. 3. INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI KIMIA


Sejumlah bahan kimia alam dan buatan manusia yang berpotensi menginisiasi dan promosi
kanker ada di lingkungan hidup manusia dan mungkin berinteraksi dengan radiasi. Kelompok
senyawa kimia dibedakan atas :
1. Senyawa yang terutama beraksi sebagai perusak DNA (genotoksik)
Senyawa genotoksik termasuk spesies yang aktif secara kimiawi, atau senyawa yang dapat
diaktivasi, berikatan atau memodifikasi DNA. Bahan kimia kelompok ini dapat dibedakan atas
senyawa yang bereaksi secara langsung dengan ikatan kovalen pada DNA dan secara tidak
langsung menghasilkan radikal bebas.
2. Senyawa yang beraksi dengan cara lain (non genotoksik).
Senyawa non genotoksik berkisar dari iritan tidak spesifik dan sitotoksin sampai hormon
alamiah, faktor pertumbuhan, dan analognya. Senyawa ini berinteraksi dengan sistem pengatur
sel dan organ dan tidak dapat selalu dianggap toksik

Bahan kimia Interaksi


Senyawa Nitroso (MNU, DEN, 4NQO) Supraaditif
Promotor tumor (TPA) Supraaditif
Rokok/tembakau Supraaditif
Vitamin Subaditif
Makanan/lemak Subaditif dan Supraaditif

Arsenik Supraaditif
Tabel 1. Sejumlah agen penting yang berinteraksi dengan
radiasi pengion dalam radiasi

VII. PENUTUP
Sesuai penjelasan-penjelasan sebelumnya di atas telah diketahui bahwa radiasi, khususnya
radiasi pengion dapat berinteraksi baik dengan materi biologik, fisik, maupun kimia. Serta
memiliki efek biologik terhadap manusia melalui tahapan fisik, tahap fisikokimia, tahap kimia &
biologi serta yang terakhir tahap biologi. Dan memiliki akibat seperti timbulnya berbagai
penyakit, mutasi gen dan yang terfatalmenibulkan kematian.

DAFTAR PUSTAKA

www.batan.go.id
www.infonuklir.com
www.nova-rahman.blogspot.com

BATAN, 2000; “Materi Diklat Petugas Proteksi Radiasi Bidang Radiodiagnostik”, Jakarta
MACAM-MACAM RADIASI
RADIASI

Radiasi dibagi menjadi 2 :


1.Radiasi non ionisasi (Non ionizing radiation)
2.Radiasi Ionisasi (Ionizing radiation)

A. RADIASI NON IONISASI

Pengertian :
Radiasi non ionisasi adalah radiasi dengan energi yang cukup untuk mengeluarkan elektron atau
molekul tetapi energi tersebut tidak cukup untuk membentuk /membuat formasi ion baru
(Handley,1997)

Jenis Radiasi non ionisasi :


Radiasi ini berupa gelombang elektromagnetik seperti gelombang mikro (microwave), sinar ultra
violet, sinar infra merah & sinar laser

1. RADIASI GELOMBANG MIKRO (MICROWAVE)

Dihasilkan dari perlambatan elektron pada medan listrik, kegunaannya untuk gelombang radio,
televisi, radar dan alat-alat industri.

radiasi microwave :
sepanjang beberapa mm semua diserap kulit
sepanjang beberapa cm sebagian diserap kulit sebagian menembus ke dalam tubuh
Efek pada tubuh :
stadium permukaan : astenia bersifat reversibel bila radiasi terhenti
stadium menengah & lanjut : neurovaskuler, gangguan kadar albumin, histamin dalam serum darah,
karsinoma

Bell telephone laboratories menetapkan bahwa untuk frekuensi 300 - 30.000 MHz tidak boleh
dilampaui 10 mw/cm2, dengan tingkat kekuatan
> 10 mw/cm2 : berbahaya
1-10 mw/cm 2 : hati-hati bisa terjadi radiasi
< 1 mw/cm 2 : aman

Alat ukur radiasi :


1.IAMP-1 : mengukur intensitas radiasi berupa kekuatan komponen listrik & magnetik dari lapangan
dengan frekuensi tinggi.
2.PO -1 : mengukur kuat arus pada lapangan elektromagnetik dengan frekuensi lebih tinggi .

2. RADIASI SINAR ULTRA VIOLET

Sinar UV mempunyai panjang gelombang antara 240 nm - 320 nm. Sumber : sinar matahari,
kegiatan pengelasan, lampu pijar, pekerjaan laser.

Paparan UV bisa berakibat:


iritasi mata (conjungtivitis fotoelektrika), mata berair/lakrimasi dan penderita menghindari paparan
cahaya. Tetapi gejala ini akan kembali normal dalam beberapa hari.
Kulit merah terbakar (erythema). Pigmen kulit dapat melindungi dari sinar UV. Pada paparan kronis
UV dapat merusak struktur kulit dan menyebabkan kulit mengalami penuaan dini dan kanker kulit.
Pekerja yg berisiko :
pekerja yang selalu terpapar sinar matahari, menggunakan pakaian lengan pendek & celana pendek
terutama bila bekerja di musim panas.
Pekerja dalam ruang dimana lampu UV digunakan untuk membunuh bakteri : perawat, tukang
daging, penjamah makanan, tukang daging, pekerja pabrik obat & tembakau dan tukang las.

Pencegahan :
Memakai kaca mata anti UV
lotion sunblock

3. RADIASI SINAR INFRA MERAH

Dihasilkan oleh benda pijar seperti dapur atau tanur atau bahan pijar lain.

Efek pada pekerja:


menyebabkan katarak pada lensa mata
Pencegahan :
memakai kaca mata kobalt biru pada waktu menuangkan cairan logam
pemeriksaan kesehatan secara periodik pada pekerja di tempat pengerjaan benda pijar

4. RADIASI SINAR LASER

Sinar laser adalah emisi energi tinggi yang dihasilkan dari kegiatan pengelasan, pemotongan,
pelapisan, pembuatan mesin mikro dan operasi kedokteran

Bahan yg digunakan agar menghasilkan sinar laser:


Bahan laser gas ( helium, Neon, argon, CO2, N2 +), laser kristal padat dan laser semi konduktor

Efek pada pekerja :


kerusakan retina & menyebabkan kebutaan
kelainan kulit

Batas aman radiasi :


kulit : 1,0 W/cm 2
mata : 0,001 W/cm 2 pada diameter pupil 3 mm dan 0,002 W/cm 2 pada diameter pupil 7 mm.

B. RADIASI ION

Pengertian :
radiasi elektromagnetik atau partikulat dengan energi yang cukup untuk menghasilkan ion saat
berinteraksi dengan atom-atom dan molekul.

Jenis ion :
1.proton
2.neutron
3.elektron
4.sinar α (alpha)
5.sinar β (betha)
6.sinar γ (gamma)

7.sinar x

Karakteristik radiasi ion :


1. sinar α
bermuatan positif 2, terdiri atas 2 proton & 2 neutron dan berinti helium
kecepatannya ½ kecepatan cahaya
efektif memproduksi pasangan ion (di udara memproduksi 30.000-100.000 pasangan ion)
radiasi dari luar tubuh tidak bisa menembus kulit, tapi bila emisinya masuk dalam tubuh &
memproduksi banyak pasangan ion dapat menyebabkan kerusakan lokal di kulit
2. sinar β
bermuatan negatif 1
kecepatannya mencapai kecepatan cahaya
di udara memproduksi 200 ion
radiasi yang diakibatkan dapat menembus beberapa cm dari jaringan otot

3. sinar X dan sinar γ


merupakan energi murni, tdk mempunyai massa maupun muatan
energi emisinya diukur dengan frekuensi atau panjang gelombang, energi terbesar terkumpul
dengan frekuensi tertinggi(panjang gelombang terpendek)
mempunyai daya penetrasi
sinar γ energinya lebih tinggi daripada sinar X
sinar x terbentuk dari energi listrik yang sangat tinggi yang dipancarkan diantara katoda dan anoda
dalam sebuah tabung hampa, berkas elektron yang dipancarkan dari katoda ke anoda disebut sinar
x

4. Neutron
diemisi dari beberapa energi
mempunyai daya penetrasi
tidak dapat memproduksi pasangan ion di udara atau di jaringan karena tidak bermuatan
efek ionisasinya disebut secondary emmisions
Paparan radiasi ion
1.Paparan natural : manusia secara terus menerus terpapar emisi radioaktif karena atom yang ada
di sekeliling kita.
2. Di tempat kerja :
Radioaktif digunakaan sebagai alat pendeteksi/penelusuran atau penelitian di laboratorium & deteksi
diagnostik di rumah sakit
Radiasi sinar γ digunakan untuk membunuh sel : bakteri & fungi di industri pengemasan makanan
dan membunuh sel tumor

Pengukuran radiasi ion


Pengukuran radiasi didasarkan atas 2 prinsip :
1.mengukur tingkat produksi ionisasi dalam bentuk gas
2.mengukur jumlah sinar yang dihasilkan ketika cairan atau kristal diradiasi

Alat ukur radiasi :


1. Geiger Muller counters
sering digunakan sebagai alat untuk mengukur radiasi berdasar pada ionisasi gas
berbentuk portable dengan tenaga baterai
digunakan untuk mengukur lingkungan kerja
dapat mengukur β, γ dan sinar x
2. Scintillation counters
digunakan untuk melihat sinar yang keluar dari cairan atau kristal saat bertabrakan dengan emisi
radioaktif
jumlah sinar diukur menggunakan photomultiplier yang menunjukkan emisi radioaktif
biasa digunakan di laboratorium
3. Dosimeters
digunakan untuk mengukur paparan radiasi pada pekerja
ada tiga macam :
a.film badge
b.TLD (thermoluminescense Dosimeter) : berisi cip dari lithium fluorida
c.Pocket dosimeter : berbentuk seperti pena dengan kamar ionisasi saku yang sederhana

Satuan Radioaktivitas
1.satuan emisi : becquerel (Bq) dan Curie (Ci)
1 Bq = 1 dps (disintegration per second)
1 Ci = 3.7 x 10 10 dps
pada GM counter satuan yang digunakan cpm (count per minute) atau cps (count per second)
2.satuan energi :
roentgen ( 83 erg/g di udara)
rad (100 erg/g di jaringan)
rem (rad x faktor kualitas radiasi x faktor distribusi di jaringan)

Baku mutu / standar pemaparan

Tabel 1.
Daftar limit dosis radiasi yang boleh diterima
pekerja dan masyarakat
Organ/jaringan
Maksimum Permisible Dose (MPD) untuk pekerja radiasi
MPD untuk
masyarakat
Gonad, lensa mata, sumsum tulang
5 rem/thn atau 3 rem/3bln
0,5 rem/thn
Kulit, tulang, thyroid
30 rem/thn atau 8 rem/ 3 bulan
3 rem/thn
Tangan lengan kaki
75 rem/tahun atu 15 rem/3 bulan
7,5 rem/thn
Organ lain
15 rem/tahun atau 4 rem/3 bulan
1,5 rem/thn
(rekomendasi International Comission Radiation Protection-ICRP)
Bahaya Radiasi

Masuknya zat radioaktif ke dalam tubuh dapat melalui :


1.pernafasan atau menghirup udara yang terkontaminasi
2.mulut atau pencernaan
3.kulit luka
4.penyinaran langsung lewat kulit

Tabel. 2
Efek dosis radiasi pada tubuh
Tingkat Dosis(rads)
Efek kesehatan
1

10

102

103

104

106
Tidak ada efek bagi kesehatan dalam waktu pendek

Efek pada perkembangan embrio

Penurunan jumlah sel darah putih

Kerusakan gastro intestinal, muntah, diare, penekanan produksi sel darah, mati dalam 1-2 minggu

Kerusakan sistem syaraf, coma dan mati dalam 1-2 hari

Sel padat mati, mati dengan cepat


(sumber scott, 1995)

Cara pemberian sinar X


1.Penyinaran akut
Yaitu penyinaran dosis tinggi dalam waktu singkat, sering terjadi pada kecelakaan atau bom atom :
efek biologis bisa seketika maupun tertunda

2.penyinaran kronis
yaitu penyinaran dosis rendah tetapi sering, menimbulkan efek tertunda

Cara Pencegahan
1.Menghilangkan bahaya: memindahkan pekerja & tidak lagi bekerja dengan radiasi
2.mengawasi bahaya: penetapan desain & peralatan yang tepat untuk mengurangi bahaya
3.mengawasi pekerja. Faktor yang dapat digunakan untuk mengurangi paparan pada pekerja
adalah:
a.faktor waktu : gunakan waktu sesingkat mungkin di medan radiasi sesuai kebutuhan saat bekerja
b.faktor jarak : dosis radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber radiasi
c.faktor pelindung : keefektifan pelindung ditentukan interaksi radiasi dengan atom bahan pelindung
4.gunakan shielding : dari bahan timah untuk proteksi radiasi

Pustaka:
1.Scot, Ronald M, 1995, Introduction to industrial Hygiene, Lewis publisher, London
2.Handley, W. 1997, Industrial safety handbook, Mc. Graw Hill company, London
3.Suma’mur PK, 2000, Higene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, CV. Mas Agung, Jakarta
4.Budiono , Sugeng dkk, 2003, Bunga Rampai Hiperkes dan KK, edisi kedua, Badan Penerbit
Universitas Diponegoro, Semarang
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Setiap aktivitas yang kita lakukan atau suatu alat yang kita gunakan membutuhkan energy.
Energy yang ditimbulkan dari sebuah alat mengandung unsure-unsur radiasi. Radiasi adalah
setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap
oleh benda lain. Radiasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Dalam dunia kedokteran,
radiasi dimanfaatkan sebagai bahan untuk mendiagnosa. Seperti sinar X untuk keperluan
radiologi, cahaya tampak untuk tindakan endoskopi, sinar ultraviolet untuk sterilisasi dan masih
banyak yang lainnya.
Selain mempunyai manfaat seperti yang telah dipaparkan diatas, radiasi juga memiliki beberapa
efek atau dampak yang ditimbulkan bagi manusia. Tetapi manusia jarang sekali memperhatikan
dan mempedulikan dampak yang ditimbulkan oleh adanya radiasi tersebut. Dalam makalah kali
ini, akan membahas radiasi dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan agar mahasiswa dan
masyarakat lebih tau tentang radiasi.
2. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan radiasi?
2. Apa saja jenis radiasi yang ada di dalam kehidupan?
3. Bagaimana aplikasi radiasi dalam kehidupan?
4. Bagaimana efek yang ditimbulkan dari radiasi?
5. Bagaimana cara mengurangi paparan radiasi?
3. Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswa menguasai konsep radiasi.
2. Tujuan khusus
a. Mahasiswa mengetahui apa itu radiasi.
b. Mahasiswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis radiasi.
c. Mahasiswa mengetahui cara mengaplikasikan radiasi.
d. Mahasiswa mampu mengidentifikasi efek-efek dari radiasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian
Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang.
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau
gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Radiasi adalah gelombang atau
partikel berenergi tinggi yang berasal dari sumber alami atau sumber yang sengaja dibuat oleh
manusia (buatan).Radiasi adalah setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau
melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain.
B. Sejarah Radiasi
Akhir tahun 1895, Roentgen (Wilhelm Conrad Roentgen, Jerman, 1845-1923), seorang profesor
fisika dan rektor Universitas Wuerzburg di Jerman dengan sungguh-sungguh melakukan
penelitian tabung sinar katoda. Ia membungkus tabung dengan suatu kertas hitam agar tidak
terjadi kebocoran fotoluminesensi dari dalam tabung ke luar. Lalu ia membuat ruang penelitian
menjadi gelap. Pada saat membangkitkan sinar katoda, ia mengamati sesuatu yang di luar
dugaan. Pelat fotoluminesensi yang ada di atas meja mulai berpendar di dalam kegelapan.
Walaupun dijauhkan dari tabung, pelat tersebut tetap berpendar. Dijauhkan sampai lebih 1 m dari
tabung, pelat masih tetap berpendar. Roentgen berpikir pasti ada jenis radiasi baru yang belum
diketahui terjadi di dalam tabung sinar katoda dan membuat pelat fotoluminesensi berpendar.
Radiasi ini disebut sinar-X yang maksudnya adalah radiasi yang belum diketahui. Tahun 1895 itu
Roentgen sendirian melakukan penelitian sinar-X dan meneliti sifat-sifatnya. Pada tahun itu juga
Roentgen mempublikasikan laporan penelitiannya. Berikut ini adalah sifat-sifat sinar-X:
1. Sinar-X dipancarkan dari tempat yang paling kuat tersinari oleh sinar katoda.
2. Intensitas cahaya yang dihasilkan pelat fotoluminesensi, berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak antara titik terjadinya sinar-X dengan pelat fotoluminesensi. Meskipun pelat dijauhkan
sekitar 2 m, cahaya masih dapat terdeteksi.
3. Sinar-X dapat menembus buku 1000 halaman tetapi hampir seluruhnya terserap oleh timbal
setebal 1,5 mm.
4. Pelat fotografi sensitif terhadap sinar-X.
5. Ketika tangan terpapari sinar-X di atas pelat fotografi, maka akan tergambar foto tulang
tersebut pada pelat fotografi.
6. Lintasan sinar-X tidak dibelokkan oleh medan magnet (daya tembus dan lintasan yang tidak
terbelokkan oleh medan magnet merupakan sifat yang membuat sinar-X berbeda dengan sinar
katoda).
C. Sumber Radiasi
Sumber radiasi terbagi menjadi dua yaitu sumber radiasi alam, dimana sumber radiasi alam
sudah ada sejak alam semesta terbentuk, dan radiasi yang dipancarkan oleh sumber alam ini
disebut radiasi latar belakang, contoh sumber radiasi alam adalah sumber radiasi kosmik, sumber
radiasi terestrial (primordial), dan sumber radiasi dari dalam tubuh manusia. Sumber radiasi
buatan, yang baru diproduksi di abad 20, tetapi telah memberikan paparan secara signifikan
kepada manusia. Contohnya adalah radionuklida buatan, pesawat sinar-X, reaktor nuklir,
akselerator. Ada dua sumber radiasi buatan manusia yaitu sumber radiasi pengion dan non
pengion.

D. Jenis-Jenis Radiasi
1. Radiasi pengion
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion
positif dan ion negative) apabila berinteraksi dengan sebuah materi. Contoh radiasi yang
termasuk radiasi pengion yaitu: partikel alpha, partikel beta,, sinar gamma, sinar –X dan neutron.
a. Partikel Alpha
Mempunyai ukuran (volume) dan muatan listrik positif yang besar dan tersusun dari dua proton
dan dua neutron, sehingga identik dengan inti atom helium. Daya ionisasi partikel alpha sangat
besar, kurang lebih 100 kali daya ionisasi partikel beta dan 10.000 kali daya ionisasi sinar
gamma. Karena mempunyai muatan listrik yang besar maka partikel alpha tidak mampu
menembus pori-pori kulit kita pada lapisan yang paling luar sekalipun karena mempunyai ukuran
yang besar.
b. Partikel Beta
Mempunyai ukuran dan muatan listrik lebih kecil dari partikel alpha. Daya ionisasi di udara
1/100 kali daya ionisasi partikel alpha. Partikel beta mempunyai daya tembus lebih besar dari
partikel alpha karena ukurannya lebih kecil.
c. Sinar Gamma
Sinar gamma tidak mempunyai besaran volume dan muatan listrik sehingga dikelompokkan
kedalam gelombang elektromagnetik. Daya ionisasinya dalam medium sangat kecil. Tidak
terbelokkan oleh medan listrik yang ada disekitarnya, sehingga daya tembusnya sangat besar
dibandingkan dengan daya tembus partikel alpha atau beta.
d. Sinar-X
Mempunyai kemiripan dengan sinar gamma, yaitu dalam hal daya jangkau pada suatu media dan
pengaruhnya oleh medan listrik. Yang membedakan antara keduanya adalah proses terjadinya.
Sinar gamma dihasilkan dari proses peluruhan zat radioaktif yang terjadi pada inti atom,
sedangkan sinar-X dihasilkan pada waktu electron berenergi tinggi yang menumbuk suatu target
logam
e. Partikel neutron
Partikel neutron mempunyai ukuran kecil dan tidak mempunyai muatan listrik, serta memiliki
daya tembus yang tinggi. Partikel neutron dapat dihasilkan dari reaksi nuklir antara satu unsure
tertentu dengan unsure lainnya.

2. Radiasi non-pengion
Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek ionisasi apabila
bereaksi dengan materi. Yang termasuk dalam jenis radiasi non-pengion antara lain adalah
gelombang radio, gelombang mikro (yang digunakan dalam microwave oven dan transmisi
seluler handphone), sinar inframerah (yang memberikan energy dalam bentuk panas), cahaya
tampak, sinar ultra violet (yang dipancarkan matahari).
a. Sinar inframerah
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang
daricahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Sinar inframerah memiliki
karakteristik, yaitu: tidak dapat dilihat oleh manusiatidak dapat menembusmateri yang tidak
tembus pandang, dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas, Panjang
gelombang pada inframerah memiliki hubungan yang berlawanan atau berbanding terbalik
dengan suhu. Ketika suhu mengalami kenaikan, maka panjang gelombang mengalami
penurunan.

b. Sinar ultraviolet
adalah radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah
dengan sinar tampak, namun lebih panjang dari sinar-X yang kecil.

E. Alat deteksi Radiasi


Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan suatu
alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. Ada beberapa jenis detektor yang
secara spesifik mempunyai kemampuan untuk melacak keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu
detektor alpha, detektor gamma, detektor neutron, dll. Radiasi dapat berinteraksi dengan materi
yang dilaluinya melalui proses ionisasi, eksitasi dan lain-lain. Dengan menggunakan sifat-sifat
tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat detektor radiasi.
6. Manfaat Radiasi
Radiasi terutama digunakan dalam pengobatan penyakit keganasan, dimana radioterapi dapat
digunakan sebagai pengobatan definitif, yakni merupakan terapi utama. Akan tetapi pada
kebanyakan penyakit radiasi dikombinasikan dengan modalitas pengobatan lain
(multimodalitas), yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pengobatan, yaitu dengan:
1. Pembedahan
a. Radiasi prabedah, bertujuan baik menurunkan kemungkinan metastasis iatrogenik (preoperasi
dosis rendah) maupun meningkatkan resektabilitas (preoperasi dosis tinggi).
b. Radiasi pascabedah, bertujuan menurunkan angka kekambuhan lokal. Diberikan pada keadaan
dimana radikalitas operasi tidak dapat dicapai/diragukan, atau pada tumor tertentu yang diketahui
mempunyai angka kekambuhan lokal tinggi.
2. Sitostatika
Tujuan pemberian ini adalah :
a. Mematikan sel pada micrometastasis, misalnya keadaan lanjut lokal.
b. Meningkatkan efek radiasi. Beberapa sitostatika/bahan mempunyai sifat
sebagairadiosensitizer, misalnya Taxol, 5 Fluoro-uracil dan Mytomicyn C.
Radiasi dapat digunakan dengan 2 tujuan, yakni :
1. Kuratif, yaitu dilakukan dengan tujuan meningkatkan kontrol lokal dan angka kelangsungan
hidup, terutama pada perluasan tumor minimal (dini), tanpa metastasis.
2. Paliatif, diberikan pada keadaan stadium lanjut, baik lokal maupun dengan metastasis, untuk
menghilangkan gejala yang ada, sehingga kwalitas hidup penderita akan lebih baik.

Radiasi dapat mempengaruhi semua sel, tetapi efek radiasi paling bermakna pada sel yang cepat
membelah. Kerena sel kanker membelah cepat, maka radiasi sangat berpengaruh terhadap sel
kanker dan hal ini merupakan metode penghancuran tumor yang efektif dan selektif. Efek
samping seperti rambut rontok dan anemia dapat dihubungkan dengan fakta bahwa folikel
rambut dan sum-sum tulang juga merupakan jenis sel yang cepat membelah.

Gelombang dengan panjang panjang gelombang pendek (frekuensi tinggi) berarti memiliki
radiasi energy tinggi.
Jenis radiasi Aplikasi cara kerja

Gelombang mikro Diatermi gelombang mikro diserap oleh


air,peningktn
(105-108 Hz) gelombang energy akan meningkatkan temperature air pd
mikro kulit. Efeknya cepat. Hati-hati!
Infra merah Tremografi jaringan yang sakit akan memancarkan sinar
(1012-1014 Hz) infra merah yang lebih besar dari jar sehat.
Detector infra red dapt digunakan untuk me
nentukan gambaran area jaringan yang sakit
Cahaya tampak endoskopi Selang serat optic fleksibel, cahaya dibuat
(1014 Hz) memancar paralel dengan kamera kecil
untk melakukan pencitraan organ dalam

G. Interaki radiasi dengan materi biologi


Tubuh terdiri dari berbagai macam organ seperti hati, ginjal, paru dan lainnya. Setiap organ
tubuh tersusun atas jaringan yang merupakan kumpulan sel yang mempunyai fungsi dan struktur
yang sama. Sel sebagai unit fungsional terkecil dari tubuh dapat menjalankan fungsi hidup secara
lengkap dan sempurna seperti pembelahan, pernafasan, pertumbuhan dan lainnya. Sel terdiri dari
dua komponen utama, yaitu sitoplasma dan inti sel (nucleus). Sitoplasma mengandung sejumlah
organel sel yang berfungsi mengatur berbagai fungsi metabolisme penting sel. Inti sel
mengandung struktur biologic yang sangat kompleks yang disebut kromosom yang mempunyai
peranan penting sebagai tempat penyimpanan semua informasi genetika yang berhubungan
dengan keturunan atau karakteristik dasar manusia. Kromosom manusia yang berjumlah 23
pasang mengandung ribuan gen yang merupakan suatu rantai pendek dari DNA
(Deooxyribonucleic acid) yang membawa suatu kode informasi tertentu dan spesifik. Interaksi
radiasi pengion dengan meteri biologic diawali dengan interaksdi fisika yaitu, proses ionisasi.
Elektron yang dihasilkan dari proses ionisasi akan berinteraksi secara langsung maupun tidak
langsung. Secara langsung bila penyerapan energi langsung terjadi pada molekul organik dalam
sel yang mempunyai arti penting, seperti DNA. Sedangkan interaksi secara tidak langsung bila
terlebih dahulu terjadi interaksi radiasi dengan molekul air dalam sel yang efeknya kemudian
akan mengenai molekul organik penting. Mengingat sekitar 80% dari tubuh manusia terdiri dari
air, maka sebagian besar interaksi radiasi dalam tubuh terjadi secara tidak langsung.

H. Aplikasi Radiasi Pengion


1. Gelombang Mikro
Gelombang mikro mempunyai panjang gelombang 105-108 Hz. Gelombang ini diaplikasikan
sebagai diatermi gelombang mikro.

Cara kerja:gelombang mikro diserap oleh air, peningkatan energy akan meningkatkan
temperature air pada kulit/ sekitar permukaan kulit.

2. Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet digunakan dalam bidang kesehatan untuk sterilisasi alat dan Fototerapi. Sinar ini
memiliki panjang gelombang 1015-1016 Hz.

Cara kerja sterilisasi alat: lampu Germisida (pembunuh kuman) memancarkan sinar ultraviolet
gelombang pendek (disebut juga UVC) mampu membunuh mikroorganisme dan berguna sebagai
metode yang berguna untuk sterilisasi alat.
Cara kerja fototerapi: bayi-bayi kuning (ikterik) disinari dengan cahaya fluorensi kuat yang
memancarkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang akan memecah bilirubin (dari sel
darah merah yang mati)yang berlebihan.

3. Sinar-X
Sinar-X ini banyak digunakan dalam bidang kesehatan, yaitu digunakan untuk rontgen, CT scan.
Cara kerja rontgen: Sinar-X didapatkan dengan melewatkan sinar-X yang terkontrol jumlahnya
melalui bagian tubuh yang dinilai dan intensitas sinar yang ditreruskan akan ditangkap oleh film
fotografi yang terpapar dengan sinar-X tersebut. Banyaknya sinar-X yang ditransmisikan
(diteruskan) tergantung dari zat yang harus ditembus (tulang akan leih sedikit meneruskan
dibandingkan jaringan), kemudian didapatkan gambar bayangan foto sinar-X.

Cara kerja CT-scan: metode ini merupakan bentuk scan sinar-X yang lebih canggih dengan
menggunakan kekuatan komputasi modern untuk menginterpretasikan sinat-X multiple yang
membentuk gambaran potong lintang dua dimensi dari jaringan tubuh dan organ.

I. Aplikasi Radiasi Non-Pengion


1. MRI
MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pada MRI tidak menggunakan radiasi pengion. Tetapi
menggunakan radiasi gelombang frekuensi radio dalam suatu medan magnetic yang sangat kuat.
2. USG
USG (Ultrasonografi). Pencitraan USG mendapatkan gambaran bagian dalam tubuh manusia
dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang sama dengan gelombang sonar
yang dikeluarkan kelelawar dan kapal laut. Gelombang suara yang dipancarkan akan dipantulkan
oleh organ dalam dan gelombang pantulan yang kembali ini dapat digunakan untuk identifikasi
jarak, ukuran, dan keseragaman suatu benda. Gelombang yang direkan ini akan diproses dan
diperlihatkan oleh computer membentuk suatu gambaran bergerak real-time pada monitor yang
dapat direkam dalam video. Tekhnik ini tidak menggunakan sinar X.
3. Sinar Inframerah
Sinar inframerah adalah sinar yamg mempunyai panjang gelombang 1012-1014 Hz. Sinar
inframerah diaplikasikan pada penggunaan termografi.

Cara kerja: jaringan yang sakit akan memancarkan sinar inframerah yang lebih besar daripada
jaringan sehat. Detector infra merah dapat digunakan untuk menentukan gambaran area jaringan
yang sakit.
4. Cahaya tampak
Cahay tampak dibidang kesehatan digunakan untuk Endoskopi dan bedah laser. Cahaya tampak
ini memiliki panjang gelombang 1014 Hz.