Anda di halaman 1dari 2

TUGAS IKATAN KOVALEN

Indikator 12-23

Nama : I Made Karya Artana

NIM : 1313031013

Semester : VB

1. Apa saja persamaan dan perbedaan antara teori ikatan valensi dan teori orbital
molekul?
Jawaban:
Persamaan
a) Keduanya sama-sama melibatkan pembagian elektron-elektron yang ada
dalam sebuah atom ataupun molekul sehingga memiliki paling banyak dua
elektron pada setiap pasangnya.
b) Kedua teori ini menjadikan kombinasi dari elektron-elektron yang ada oleh
inti masing-masing atom atau molekul sebagai konsep pembentukkan ikatan.
c) Berdasarkan pada kedua teori ini, energi dari orbital-orbital yang saling
tumpang tindih merupakan bentuk perbandingan dan memiliki kesamaan pada
bentuk simetrinya.

Perbedaan

a) Pada teori ikatan valensi, ikatan hanya dibebankan pada kedua atom, tidak
pada molekul sedangkan pada teori orbital molekul ikatan dibebankan pada
atom dan molekul
b) Pada teori ikatan valensi, menggunakan konsep hibridisasi dan resonansi,
sedangkan pada teori orbital molekul menggunakan interaksi antar orbital dari
atom yang berikatan dalam molekul.
c) Pada teori ikatan valensi, tidak dapat menjelaskan sifat paramagnetik pada
oksigen, pada teori orbital molekul dapat menjelaskan sifat paramagnetic pada
oksigen

2. Mengapa dengan pendekatan orbital molekul untuk meramalkan bentuk molekul


masih kurang baik?
Jawaban:
Karena untuk molekul hanya ditentukan baik oleh teori hibridisasi karena dengan
hibridisasi dapat menjelaskan ikatan sigma antar elektron dan bentuk molekul hanya
ditentukan oleh elektron yang membnetuk ikatan sigma.

3. Apakah yang dimaksud dengan sifat paramagnetik pada senyawa kovalen?


Jawaban:
Paramagnetik memiliki dipol permanen momen magnetik karena spin elektron yang
tidak berpasangan bahkan selama tidak adanya medan magnet luar. Sifat
paramagnetic karena adanya elektron yang berkedudukan sama/ sejajar di dalam suatu
orbital.

4. Apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat energi orbital molekul? Mengapa?
Jawaban:
Orbital molekul memilikitingkat energi yang berbeda. Tingkat energi ini dipengaruhi
oleh tarikan inti atom,semakin besar nomor atom maka tingkat energi atom akan
semakin rendah atau kebolehjadian menemukan elektron lebih dekat dengan inti.

5. Bagaimanakah diagram tingkat energi orbital molekul diatomik heteronuklir?


Jawaban:
Tingkat energi orbital molekul diatomik heteronuklir atom yang elektronegativitasnya
besar, tingkat energi orbital atom yang sama lebih rendah dari pada tingkat energi
atom yang elektronegativitasnya lebih kecil. Orbital atom yang sama dari atom-atom
yang nomor atomnya lebih besar dalam satu periode (lebih elektronegatif) tingkat
energinya lebih rendah, karena orbitalnya lebih terperosok. Pada kasus molekul
heteroatom yang memiliki beda keelektrongatifan yang besar, orbital yang
membentuk molekul bisa dari berbagai jenis tergantung pada kemiripan tingkat
energinya.

6. Mengapa sudut ikatan pada amoniak (NH3) lebih besar dari sudut ikatan pada molekul
air(H2O)?
Jawaban:
Dengan metode ikatan terarah kita dapat menjelaskan perbedaan sudut ikatan yang
teramati. Sudut ikatan teramati karena adanya tolakan yang sejauh-jauhnya antar
atom-atom H.. Pada molekul air atom O memiliki 2 pasangan elektron ikatan(PEI)
dan 2 pasangan elekton bebas(PEB). Sedangkan pada amonia memiliki 3 pasangan
elektron ikatan (PEI) dan 1 pasangan elektron bebas(PEB) Tolakan dua atom H pada
molekul air (H2O) lebih kecil dari pada tolakan tiga atom H pada molekul amoniak
(NH3) sehingga sudut ikatan yang teramati pada amoniak lebih besar dari sudut ikatan
pada molekul air dimana sudut tolakan atom H pada molekul air sebesar 104o
sedangkan pada melekul amoniak sebesar 106o.