Anda di halaman 1dari 32

121 49 3

KINETIKA DAN KATALISIS


Dosen Pengampu:
I Gusti Suinarcana Budiaman
Siti Diyar Kholisoh
Endang Sulistyawati
SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2015-2016
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FTI UPN “VETERAN” YOGYAKARTA
Senin, 22 Februari 2016
Weekly Class Schedule
Kelas Dosen Weekly Schedule
I Gusti Suinarcana
A Jum’at, 12:50 – 15:20 WIB
Budiaman
I Gusti Suinarcana
B Jum’at, 09:20 – 11:50 WIB
Budiaman
C Siti Diyar Kholisoh Jum’at, 09:20 – 11:50 WIB
D Siti Diyar Kholisoh Senin, 10:10 – 12:40 WIB
E Siti Diyar Kholisoh Kamis, 10:10 – 12:40 WIB
F Endang Sulistyawati Kamis, 10:10 – 12:40 WIB
KALENDER AKADEMIK
SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2015-2016
Kalender Akademik
Semester Genap
2015-2016

DILIBURKAN:
SNTKK 2016
KONTRAK PERKULIAHAN
Setiap Mengikuti Kuliah:
• Duduk dimulai dari barisan paling depan
• Tenang, fokus, serius, komunikasi dua-arah
• Mempersiapkan diri dengan baik (membawa
dan mempelajari materi/ handout)
• Membawa catatan kuliah dan alat tulis
• Membawa kalkulator
• HP dimatikan, atau: di-silent
• Tidak ada ‘TA’
• Ketua Kelas membuka dan menutup kelas
Komponen Penilaian (Tes Tulis, Keaktifan, dll)

Lain-lain
Deskripsi Mata Kuliah
Kinetika dan Katalisis merupakan mata kuliah
wajib (mata kuliah keahlian) di dalam Kurikulum
Teknik Kimia yang mempelajari tentang kinetika
reaksi kimia dan katalisis, beserta aspek-
aspek yang terkait dengannya. Mata kuliah ini
termasuk dalam kelompok mata kuliah chemical
reaction engineering, yang merupakan kajian/
telaah jantungnya industri proses kimia. Mata kuliah
ini memberikan bekal yang signifikan dalam
penyusunan tugas akhir mahasiswa.
Teknik Kimia: …?
= chemical engineering (= process engineering)

Bahan PROSES2 PROSES PROSES2


Produk
Baku FISIKA KIMIA FISIKA
Daur ulang
(recycle)

Tahap Persiapan Tahap Reaksi Tahap Pemurnian


Bahan Baku Kimia Produk / Hasil Reaksi

REAKTOR  Onion model

Salah satu “chemical engineering tools”: RATE PROCESSES


(selain mass balance, energy balance, equilibrium, dsb)
Kompetensi Mata Kuliah
Setelah mengikuti mata kuliah ini (pada akhir
semester), mahasiswa mampu memahami dasar-
dasar kinetika reaksi kimia dan katalisis, serta
menyusun dan menentukan persamaan kecepatan/
laju atau kinetika reaksi-reaksi homogen dan
heterogen, katalitik dan non-katalitik, terutama dalam
sistem partaian (batch) , berdasarkan data hasil
percobaan, mekanisme reaksi, dan pendekatan
persamaan empirik (teori).
Mata Kuliah Prasyarat:
Kimia Fisika  Termodinamika  MKA ini
Pustaka atau Referensi
1. Levenspiel, O, 1999, “Chemical Reaction Engineering”, 3rd
ed, New York: John Wiley & Sons,Inc.
2. Missen, R. W., C. A. Mims, and B. A. Saville, 1999,
“Introduction to Chemical Reaction Engineering and
Kinetics”, New York: John Wiley & Sons, Inc.
3. Hill, Charles G., 1977, “An Introduction to Chemical
Engineering Kinetics and Reactor Design”, New York: John
Wiley & Sons, Inc.
4. Fogler, H. S., 1992, “Elements of Chemical Reaction
Engineering”, 2nd edition, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
5. Smith, J. M., 1981, “Chemical Engineering Kinetics”, 3rd ed.,
New York: McGraw-Hill, Inc.
6. Walas, S.M., 1959, “Reaction Kinetics for Chemical
Engineers”, Kogakusha: McGraw-Hill, Inc.
Materi Kuliah (1 Semester)
1. Pendahuluan
2. Dasar-dasar Kinetika Reaksi Kimia
3. Interpretasi Molekuler Kinetika Reaksi Kimia
4. Teori Kinetika Reaksi Kimia
5. Kinetika Reaksi Homogen: Sistem Batch
6. Analisis dan Interpretasi Data Percobaan
Kinetika Reaksi: Sistem Batch
7. Pengantar Sistem Reaksi Heterogen
8. Dasar-dasar Katalis dan Katalisis
9. Kinetika Reaksi Berkatalis Padat
The Onion Model of Process Design

Sumber: Smith, R., 2005, “Chemical Process Design”


Target pelaksanaan atau penerapan sebuah reaksi
kimia dalam skala komersial:
 Tercapainya konversi reaktan yang setinggi mungkin.
 Tercapainya selektivitas terhadap pembentukan produk
yang diinginkan (desired product) yang setinggi
mungkin.
 Berlangsungnya reaksi dengan laju atau kecepatan yang
setinggi mungkin.
Hal ini dapat dicapai, salah satunya, dengan
menambahkan katalis atau katalisator.
 Berlangsungnya reaksi dengan kondisi yang “selunak”
mungkin.
Kinetika dan Katalisis:
merupakan salah satu ilmu dasar yang diperlukan oleh
sarjana Teknik Kimia untuk melakukan perancangan
reaktor, di samping ilmu-ilmu dasar yang lain seperti:
 Termodinamika reaksi kimia
 Proses-proses perpindahan (massa, panas,
momentum)
 Reaktor
 Ekonomi teknik
Kinetika: merupakan ilmu yang mempelajari tentang
kecepatan atau laju.
Kinetika (reaksi) kimia: merupakan ilmu yang
mempelajari kecepatan reaksi kimia.
Katalisis: ……………… (katalis, katalitis(k))
Cakupan yang ada di dalamnya (kinetika reaksi kimia):
1. Studi kuantitatif kecepatan reaksi
(Termasuk di dalamnya tentang teknik-teknik atau
cara-cara untuk memperoleh persamaan kecepatan
sebuah reaksi kimia)
2. Faktor2 yang berpengaruh terhadap kecepatan reaksi.
3. Aspek molekuler yang terlibat dalam sebuah reaksi kimia
(Termasuk di dalamnya tentang mekanisme dan teori
kinetika reaksi)
Sebuah reaksi kimia dapat ditinjau dari 2 (dua)
aspek atau sudut pandang: 1. Termodinamika
2. Kinetika
Klasifikasi Laju Reaksi

Sumber: Wright, 2004, p. 17


HUBUNGAN ANTARA TERMODINAMIKA
DAN KINETIKA REAKSI KIMIA
Pada dasarnya, secara termodinamika, semua reaksi
kimia merupakan reaksi bolak-balik (reversible).
Reaksi reversible
Berdasarkan reversibilitas
Reaksi irreversible
Karenanya:
diperlukan telaah kesetimbangan reaksi kimia
Faktor yang mempengaruhi yield kesetimbangan reaksi:
1. Suhu
Silakan
2. Excess reactants
Anda
3. Tekanan total sistem
jabarkan Ingat kembali:
4. Penambahan gas inert
sendiri! Asas Lee Chatelier
5. Keberadaan katalis
BEBERAPA PERBANDINGAN ANTARA KINETIKA &
TERMODINAMIKA REAKSI KIMIA
Aspek Kinetika Termodinamika
Telaah kajian Kecepatan/ laju reaksi Kesetimbangan reaksi
Time-dependent (waktu
Pengaruh waktu merupakan variabel Time-independent
yang ditinjau)
Tidak memperhatikan
Alur atau meka- Memperhatikan alur reaksi (hanya me-
nisme reaksi alur reaksi ninjau keadaan awal
dan akhir reaksi)
k (konstanta kecepatan Go, K (konstanta
Beberapa besaran reaksi), X (konversi kesetimbangan
yang terkait reaksi setiap waktu), reaksi), Xe (konversi
energi aktivasi reaksi maksimum reaksi)
Gambaran Energi Aktivasi (Ea) dan Panas
Reaksi (H) untuk Kasus Reaksi Sederhana
Tingkat energi molekul pada keadaan Tingkat energi molekul pada keadaan
aktif/transisi aktif/transisi

Energi aktivasi
Tingkat Energi

Tingkat Energi
reaksi balik Energi aktivasi
Energi aktivasi
Energi produk Energi reaktan reaksi (Ea) reaksi balik
rata-rata rata-rata
Energi aktivasi
reaksi (Ea)
Energi reaktan Panas reaksi (H) Panas reaksi (H) Energi produk
rata-rata rata-rata

Koordinat Reaksi Koordinat Reaksi

(Kasus reaksi endotermik) (Kasus reaksi eksotermik)


Konversi vs Waktu Reaksi
(pada Sistem Batch)
REVIEW TERMODINAMIKA REAKSI KIMIA
Cakupan yang dipelajari:
1. Menaksir kelayakan termodinamika suatu reaksi kimia
2. Menentukan konversi maksimum reaksi (Xe) pada
kondisi tertentu
3. Menentukan panas yang menyertai reaksi kimia (panas
reaksi)
Berdasarkan nilai Go…!!!
Go (kJ/mol) Tingkat Kelayakan
Go < -40 Sangat layak
-40 < Go < 0 Layak
Bisa layak, tetapi sangat bergantung
0 < Go < 40
kepada kondisi operasi
Go > 40 Pada umumnya tidak layak
Perhitungan Go untuk Reaksi Kimia
Untuk skema reaksi: A A + B B  P P + Q Q

Go = (A) (Gf,Ao) + (B) (Gf,Bo) + (P) (Gf,Po) + (Q) (Gf,Qo)

atau: G o
  i f ,i
 G o
i
Gf,io  perubahan energi bebas Gibbs standar
i  koefisien stoikiometri reaksi komponen i
Ingat…! i berharga negatif (-) untuk reaktan atau
pereaksi, dan i berharga positif (+) untuk produk
atau hasil reaksi
Kesetimbangan Reaksi Kimia
Pada kesetimbangan reaksi kimia berlaku:
 Q
aP P .aQ
G  G o  R T ln A B
 RT ln Ka  RT ln K
a A .aB
dan G = 0, sehingga: G o   R T ln K
G o

Atau: K e RT

Keterangan:
ai  aktivitas komponen i
R  konstanta atau tetapan gas ideal
T  suhu mutlak (absolut) reaksi
Untuk reaksi homogen fase gas, konstanta
kesetimbangan dinyatakan sebagai berikut:
P Q
fP . fQ  P  .Q 
P Q
yP
P
. yQ
Q
 P  Q  A  B
K  A B
 Pt
fA . fB  A  . B 
A B
yA
A
.yB
B

 P  Q  A  B
K  K  K y Pt
K  K  K y Pt 
i
i
dengan: K p  K y Pt i  i

sehingga: K  K  K p

Untuk gas nyata, berlaku: K  K  K p


Untuk gas ideal, berlaku: K  K p
Keterangan:
• Pt  tekanan total sistem reaksi (dalam atm)
• K = Ka  konstanta kesetimbangan reaksi berbasis
aktivitas
• Ky  konstanta kesetimbangan reaksi berbasis fraksi
mol gas
• Kp  konstanta kesetimbangan reaksi berbasis
tekanan parsial
• K  konstanta kesetimbangan reaksi berbasis
koefisien fugasitas
• Pada kesetimbangan diperoleh konversi maksimum
(Xe)
Panas Reaksi Kimia
Pada umumnya, reaksi kimia berlangsung pada kondisi
tekanan tetap.
Pada tekanan tetap, panas yang meyertai
keberlangsungan sebuah reaksi adalah sebesar perubahan
entalpi reaksinya, atau: Q = H
H o   i H f ,i o
i
H sebagai fungsi suhu dapat dinyatakan sebagai:
  i Cp i  dT
T
H  H 298  o
298
i
Cpi  kapasitas panas komponen i, biasanya merupakan
fungsi suhu: Cp = Cp (T)
Berdasarkan panas yang menyertainya, suatu
reaksi dapat digolongkan menjadi:
• Reaksi eksotermik: jika reaksi melepaskan panas
(H berharga negatif), dan
• Reaksi endotermik: jika reaksi membutuhkan panas
(H berharga positif)
Hubungan antara perubahan entalpi reaksi (panas reaksi)
dengan perubahan energi bebas Gibbs reaksi:
H = G + T. S atau:
G = H - T. S
dengan S adalah perubahan entropi sistem reaksi
Hubungan antara Konstanta Kesetimbangan
Reaksi, Panas Reaksi, dan Suhu
Hubungan antara K, H, dan T dinyatakan dengan
persamaan Van’t Hoff: d ln K  H

dT R T2
Dua kondisi yang dapat ditinjau untuk mengamati
pengaruh T terhadap K:
Jika H konstan pada rentang T1 dan T2, maka:
K2 H  1 1 
ln    
K1 R  T2 T1 
 Jika H merupakan fungsi suhu, maka
penyelesaian langsung dengan pers. Van’t Hoff
CONTOH SOAL
Reaksi fase gas: C2H6 (g)  C2H4 (g) + H2 (g)
berlangsung pada tekanan 1 atm dan suhu 1000 K.
Mula-mula hanya terdapat C2H6 (murni). Reaktan
dan produk reaksi dianggap berkelakuan sebagai
gas ideal.
Hitunglah:
a) konstanta kesetimbangan reaksi (K), dan
b) konversi maksimum reaksi (Xe) yang
dapat dicapai pada kondisi tersebut.
Data Gf,298o, Hf,298o, dan persamaan Cp sebagai
fungsi T disajikan dalam tabel berikut:
Gf,298o Hf,298o
Komponen Cp (kJ/mol.K)
(kJ/mol) (kJ/mol)
C2H6 (g) -32,886 -84,667 0,0096 + 8,37.10-5 T
C2H4 (g) 68,124 52,3 0,0117 + 12,55.10-5 T
H2 (g) 0 0 0,0289 + 1,67.10-5 T
Review Matematika
Kalkulus Penyelesaian

Diferensial Integral Analitik Numerik