Anda di halaman 1dari 4

Indikator Mortalitas

Kematian (mortalitas) adalah peristiwa hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara


permanen yang bisa terjadi tiap saat setelah kelahiran hidup. (Budi Utomo, 1985).Kejadian
kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu dapat memberi gambaran perkembangan
derajat kesehatan masyarakat atau dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian
keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya.
Indikator mortalitas merupakan angka atau indeks, yang di pakai sebagai dasar untuk
menentukan tinggi rendahnya tingkat kematian suatu penduduk. Hampir semua ukuran
kematian merupakan suatu “rate” atau “ratio”. Rate merupakan suatu ukuran yang
menunjukkan terjadinya suatu kejadian (misalnya: kematian, kelahiran, sakit, dan
sebagainya) selama peroide waktu-waktu tertentu.

Adapun indikator mortalitas adalah sebagai berikut :


1. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) Adalah banyaknya kematian pada tahun
tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. Angka ini disebut kasar sebab
belum memperhitungkan umur penduduk. Penduduk tua mempunyai risiko kematian
yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang masih muda.
CDR = D/Pm x K
Dimana :
D = jumlah kematian pada tahun X
Pm = jumlah penduduk pada pertengahan tahun x
K = konstanta (1000)
Tingkat kematian ini dapat digolongkan dalam kriteria sebagai berikut:
Tingkat kematian Golongan
- > 18 Tinggi
- 14-18 Sedang
- 9-13 Rendah

2. Angka kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah penduduk
yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun.
IMR = Do/B x K

Dimana :
Do = Jumlah kematian bayi pada tahun tertentu
B = Jumlah lahir hidup pada tahun tertentu
K = bilangan konstan (1000)

Kriteria penggolongan tingkat kematian bayi:


Tingkat kematian bayi Golongan
- > 125 Sangat Tinggi
- 75-125 Tinggi
- 35-75 Sedang
- <35 Rendah

3. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka kematian Balita (AKABA) adalah jumlah
kematian anak yang terjadi pada balita sebelum berumur 5 tahun dilahirkan pada tahun
tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun.

4. Tingkat Kematian Anak (AKA) didefinisikan sebagai jumlah kematian anak berumur
1 sampai 4 tahun selama 1 tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada
pertengahan tahun. Yang dimaksud dengan anak (1-4 tahun) disini adalah penduduk
yang berusia satu sampai menjelang 5 tahun atau tepatnya 1 sampai dengan 4 tahun 11
bulan 29 hari. Dengan demikian, angka kematian anak tidak menyertakan angka
kematian bayi. Angka kematian anak lebih merefleksikan kondisi kesehatan
lingkungan yang langsung mempengaruhi tingkat kesehatan anak.
AKA = Ka/ Pa x K

Dimana :
AKA= Jumlah kematian anak 1-4 tahun ( yang belum tepat berusia 5 tahun) pada satu
tahun tertentu di daerah tertentu.
Ka = Banyaknya kematian anak berusia 1-4 th (yang belum tepat berusia 5 tahun)
pada satu tahun tertentu di daerah tertentu.
Pa = jumlah penduduk berusia 1-4 th pada pertengahan tahun tertentu didaerah
tertentu
K = bilangan konstan (1000)

5. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan


pembangunan pada sektor kesehatan AKI menggambarkan jumlah wanita yang
meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau
penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan,
melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan
lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup.
AKI = Pf/P x K

Dimana:
Pf= banyaknya kematian ibu yang disebabkan karena kehamilan, persalinan sampai
42 hari setelah melahirkan, pada tahun tertentu, di daerah tertentu.
P = banyaknya bayi yang lahir hidup pada tahun tertentu, di daerah tertentu.
K = bilangan konstan (100000 bayi lahir hidup)

6. Angka Harapan Hidup (AHH) secara definisi adalah perkiraan rata-rata lamanya hidup
yang akan dicapai oleh sekelompok penduduk dari sejak lahir. AHH dapat dijadikan
salah satu alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah pada keberhasilan
pembangunan kesehatan serta sosial ekonomi di suatu wilayah, termasuk di dalamnya
derajat kesehatan.
Idealnya Angka Harapan Hidup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut
Umur (Age Specific Death Rate/ASDR) yang datanya diperoleh dari catatan registrasi
kematian secara bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat Tabel Kematian.

Sumber :
 Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2014
 Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Tahun 2015
 Alfana, Muhammad , Widha Ayu serta Maulida Iffani.2015. Mortalitas di
Indonesia (Sejarah Masa Lalu dan Proyeksi ke Depan)
dari :
https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Ojp9sTx7Bo0J:https
://osf.io/gyd6q/download+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id ( 8 februari 2018)