Anda di halaman 1dari 11

AKUNTANSI HOTEL

SAP 3
RUANG LINGKUP AKUNTANSI PERHOTELAN DAN MENERAPKAN
AKUNTANSI PADA PERHOTELAN
Dosen Pengampu: Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E., M.Si.

KELOMPOK 4
Anggota Kelompok:
Ni Nyoman Wahyu Suryani (1506305023 / Absen 07)
Made Irna Wikanadi (1506305094 / Absen 25)
Ida Bagus Ngurah Indra Pramana (1506305098 / Absen 26)
Mandala Githa Perwira (1506305146 / Absen 31)
P Sigit Wahyudhi (1506305151 / Absen 33)
Chrismendo H C Paath (1506305163 / Absen 36)

PROGRAM REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
3.1 Menerangkan Akuntansi
Definisi resmi yang mula-mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam
Accounting Terminologi Bulletin No.1 (1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite
penyusun prinsip akuntansi yang dibentuk oleh AICPA. Akuntansi adalah seni pencatatan,
penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara
yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang, dan menginterpretasikannya hasil proses
tersebut.
Karena semakin luasnya funsi akuntansi dan semakin berkembangnya praktik
akuntansi definisi di atas dirasa kurang memadai. Berdasarkan hal tersebut, komite kemudian
mengajukan revisi definisi akuntansi sebagai berikut: “Accounting is the body of knowledge
and function concerned with systematic originating, authenticating, recording, classifying,
processing, summarizing, analyzing, interpreting, and supplying of dependable and significant
information covering transactionand events which are, in part of least, of a financialcharacter,
required for the management and operationof an entity and for report that have to submitted
there on to meet fiduciary and other responsibilities”. Akuntansi adalah seperangkat
pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan,
pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian secara sistematis informasi yang dapat dipercaya
dan berdaya guna tentang transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam
pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan untuk dasar penyusunan
laporan keuangan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggungjawaban pengurusan
keuangan dan lainnya.
Definisi akuntansi menjadi lebih luas lagi sebagaimana yang dimuat dalam Statement
of Accounting Principle Board No.4 (1970) sebagai berikut: “Akuntansi adalah kegiatan jasa.
Kegiatannya adalah menyediakan informasi kuantitatif tentang unit-unit usaha ekonomik,
terutama yang bersifat keuangan yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan-
keputusan ekonomik”.
Gray (1996) mengatakan akuntansi sebagai satu kesatuan dengan aktivitas usaha,
dimana memerlukan partisipasi akuntan dalam proses manajemen di semua tingkatan.
Operasional dalam usaha hotel cukup kompleks, karena keberhasilannya tidak saja tergantung
pada kos atau mutu layanan, tapi juga ditentukan oleh persepsi konsumen atas layanan yang
diberikan. Peran akuntansi dalam usaha hotel ditunjukkan pada jenjang antara kos yang
berhubungan dengan layanan, dimana memerlukan keakuratan dan keandalan dalam
pencatatannya.
3.2 Membuat Bagan dan Menerangkan siklus akuntansi pada usaha perhotelan
Siklus akuntansi pada usaha perhotelan secara garis besar sama dengan siklus akuntansi
pada jenis usaha lainnya. Siklus akuntansi diawali dengan pencatatan transaksi dan berakhir
dengan post-closing trial balance. Adapun transaksi-transaksi penting yang terjadi dalam
operasi akuntansi hotel, antara lain:
1) Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam buku khusus
penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus penjualan.
2) Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan transaksi dari
penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil penagiahn, penjualan tunai dan
pengeluarankas harian dicatat dalam buku khusus yang disebut dengan buku kas dan
bank.
3) Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat buku khusus pebelian,
diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.
4) Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian personalia
membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan departemen dimana
karyawan tersebut bekerja.
Dasar akuntansi untuk akuntansi hotel menggunakan double-entry bookkeeping,
dimana setiap entri data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan
sama.
1) Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi saldo debet
dan kredit.
2) General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun individual.
3) Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.
4) Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang biasanya disiapkan
pada akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau tahunan.

3.3 Membuat Bagan dan Mererangkan Rerangka Konseptual Akuntansi


Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB sebagai:
“a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to lead to
consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of financial accounting
and reporting”.
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang
terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan
bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-batas dari
akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
FASB menerbitkan Memorandum Diskusi tiga bagian yang berjudul: “Conceptual
framework for financial accounting and reporting: Elements of financial statements and their
measurements”. Sejak dokumen tersebut dipublikasikan, FASB (Financial Accounting
Standard Board) telah menerbitkan enam SAFC (statement of financial accounting concept)
yang berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
1) SFAC no. 1, yang menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
2) SFAC no. 2, yang menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi
bermanfaat.
3) SFAC no. 3, yang memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan
keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
4) SFAC no. 5, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta
pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukkan dalam pelaporan
keuangan dan kapan waktunya.
5) SFAC no. 6, yang menggantikan SFAC no. 3 dan memperluas SFAC no. 3 dengan
memasukkan organisasi-organisasi nirlaba.
6) SFAC no. 7, yang memberikan rerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa depan
yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar pengukuran

Level Pertama
Tujuan Utama

Tujuan Pelaporan
Keuangan
Level Kedua
Konsep Fundamental
Karakteristik Kualitatif Informasi Elemen Laporan Keuangan
Akuntansi
Level Ketiga
Konsep Pengakuan dan Pengukuran
Asumsi Prinsip Bawaan

Tingkat Pertama: Tujuan Dasar


Tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah untuk
menyediakan informasi:
1) Yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas
bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi serta kredit;
2) Untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada dan potensial,
serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa
depan;
3) Tentang sumber daya ekonomi, klaimterhadap sumber daya tersebut, dan perubahan
di dalamnya.
Tingkat Kedua : Konsep-Konsep Fundamental
1. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi akuntansi
harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas primer dan kualitas sekunder. Tentu saja terdapat
beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.
a) Kualitas Primer
Relevansi (relevance), keandalan (reliability), keberdayaujian (verifiability),
kenetralan (neutrality), dan kejujuran penyajian (representational faithfulness).
b) Kualitas Sekunder
Kualitas sekunder yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah
keberdayabandingan (comparability) dan konsistensi (consistency).
2. Elemen-elemen Laporan Keuangan
SFAC No. 6 menetapkan sepuluh elemen utama laporan keuangan.Cakupannya bukan
hanya perusahaan yang berorientasi laba, tetapi juga organisasi nirlaba. Elemen-elemen
laporan keuangan bagi organisasi yang berorientasi laba meliputi 10 macam, yaitu : aktiva,
kewajiban, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi kepada pemilik, laba komprehensif,
pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Adapun bagi organisasi nirlaba ada 7 macam,
yaitu : aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.
Tingkat Ketiga : Pengakuan Dan Pengukuran
Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk
mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan apa,
kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan
dilaporkan oleh sistem akuntansi.
1) Asumsi-Asumsi Dasar
Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi, asumsi dasar
akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh para akuntan agar akuntansi dapat
dipraktikkan.
a. Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption). Akuntansi memandang
bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan terpisah dari pihak-pihak
yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor, karyawan, dan lainnya).
b. Kesinambungan (going concern). Sebagian besar metode akuntansi di dasarkan pada
asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang
panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa, meskipun banyak mengalami
kegagalan bisnis, perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang
c. Asumsi unit moneter (monetary unit assumption). Akuntansi menggunakan unit
moneter sebagai alat pengukur suatu obyek atau aktivitas perusahaan dan
menganggap nilai uang adalah stabil dari waktu ke waktu.
d. Asumsi periodisitas (periodicity assumption). Cara yang paling akurat untuk
mengukur hasil operasi perusahaan adalah dengan mengukurnya pada saat
perusahaan tersebut di likuidasi.
2) Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi
a. Biaya historis (historical cost). GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan
kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisisi. Kos (cost)
memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya yaitu dapat
diandalkan.
b. Pengakuan pendapatan. Pendapatan umumnya diakui jika (1) telah direalisasi atau
dapat direalisasikan dan (2) telah dihasilkan.
c. Prinsip Penandingan (matching principle). Beban untuk suatu periode ditentukan
dengan mengaitkannya dengan pendapatan tertentu atau dengan periode tertentu.
Beban diakui :
 Jika terdapat hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk
atau penyerahan jasa,
 Pada periode terjadinya, yakni pada saat kas dikeluarkan jika tidak terdapat hub.
Langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk atau jasa,
 Dengan alokasi yang sistematis dan rasional, jika butir 1 dan 2 tidak terpenuhi.
Contoh: depresiasi.
d. Prinsip Pengungkapan Penuh (full disclosure principle)
Mengakui sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan
mencerminkan trade off penilaian, seperti :
 Hal-hal yang harus diungkapkan karena mempengaruhi keputusan pemakai
 Kebutuhan untuk menyajikan secara penuh agar informasi dapat dipahami.
3) Bawaan Dasar Akuntansi
Catatan atas laporan keuangan umumnya ditujukan untuk memperkuat atau
memperjelas pos-pos yang disajikan dalam bagian utama laporan keuangan.

3.4 Menerangkan dan membedakan sistem dan prosedur akuntansi


Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur dan
pendekatan komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari prosedur-
proseduryang dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Bisa dikatakan sistem akuntansi terdiri dari subsistem yang saling berkaitan. Cecil Gillespie
(1971) menyatakan bahwa sistem akuntansi terdiri dari:
1. Subsistem akuntansi Utama
2. Subsistem penjualan dan penerimaan uang
3. Subsistem penjualan dan pengeluaran uang
4. Subsistem pencatatan waktu dan penggajian
5. Subsistem produksi dan biaya produksi
Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu:
a. Komponen Input: Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem
informasi.
b. Komponen Model: Model-model yang digunakan dalam sistem informasi dapat berupa
model logika dan model matematika.
c. Komponen Output: Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data
yang ada di data base dan diproses menggunakan model tertentu.
d. Komponen data base: Data base adalah kumpulan dari data base yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan
digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
e. Komponen Teknologi: Tekonologi merupakan komponen yang penting dari sistem
informasi.
f. Komponen Kontrol: Komponen kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa informasi
yang dihasilkan dari sistem informasi adalah informasi yang akurat.

3.5 Menerangkan SPI di Perhotelan


Terdapat beberapa elemen yang merupakan cirri pokok dari sistem pengendalian intern
yang baik, yaitu:
1) Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tepat
dan tegas.
2) Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik untuk melakukan
pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik perusahaan, hutang, pendapatan
dan biaya.
3) Adanya praktik yang sehat didalam menjalankan tugas dan funsi disetiap bagian dalam
organisasi.
4) Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan tanggungjawabnya.
5) Adanya pengecekan independen.
Struktur pengendalian intern menurut COSO terdiri dari lima komponen yakni:
a. Lingkungan pengendalian (control environment),
b. Penilaian resiko (risk ussessement),
c. Aktivitas pengendalian (control activities),
d. Informasi dan komunikasi (information and communication),
e. Pemantauan (monitoring)
The Canadian Institute of Chartered Accountants Criteria of Control Committee
(CoCo) memfokuskan diri pada empat pertanyaan utama yakni:
1) Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?
2) Apakah perusahaan tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?
3) Apakah perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang
tepat?
4) Apakah perusahaan tersebut melakukan monitoring, pembelajaran dan mengadaptasi?
CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut yakni:
1. Purpose,
2. Commitment,
3. Capability, dan
4. Monitoring And Learning

3.6 Menerangkan Struktur Organisasi di departemen akuntansi


Departemen akuntansi pada usaha perhotelan biasanya terdiri dari beberapa bagian
yang saling terkait satu sama lainnya, seperti bagian kredit dengan accout receivable, cost
control dengan purchasing dan lain sebaginya. Adapun bagian-bagian yang ada dalam
departemen akuntansi, yaitu:
1) General Cashier, merupakan kasir yang mempunyai tanggung jawab penuh atas semua
penerimaan dan pengeluaran hotel.
2) Chasier Outlet, terdiri dari front office, restoran, bar. Kasir outlet bertanggung jawab
atas penerimaan pada masing-masing outlet.
3) Income Auditor, adalah orang yang mempunyai tugas untuk mecocokkan semua hasil
penjualan hotel dan mengoreksi kembali pekerjaan night auditor.
4) Night Audit, merupakan orang yang bertanggungjawab atas kebenaran dan ketelitian
pemasukan data penjualan dalam satu hari dari masing-masing outlet.
5) Credit, merupakan bagian yang mempunyai tanggung jawab atas besarnya kredit yang
telah digunakan oleh tamu, dan menyetujui batas kredit untuk setiap tamu, serta
melakukan analisa atas guest bill.
6) Account Receivable, merupakan bagian yang bertanggung jawab atas penyiapan
tagihan dan penagihan kepada tamu yang melakukan reservasi melalui agen. Account
receivable juga bertanggung jawab atas pencatatan piutang untuk tamu yang masih
menginap di hotel (guest ledger) dan tamu yang sudah keluar dari hotel (city ledger).
7) Account Payable, merupakan bagian yang bertanggung jawab atas hutang hotel pada
pihak luar khususnya supplier.
8) Cost Control, bertanggung jawab atas pengendalian biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
masing-masing departemen, mencek harga barang di pasar, menyetujui pembelian
barang untuk keperluan hotel.
9) Personalia, bertanggung jawab atas penghitungan, pengalokasian, dan pembayaran gaji
karyawan.
10) Electronic data processing (EDP), bertanggungjawab atas sistem informasi yang
digunakan di hotel, khususnya dalam pemrosesan data.
11) Purchasing, bertanggungjawab dalam pembelian barang keperluan hotel.
12) Storeroom, bertanggungjawab dalam menerima barang yang dibeli dan menyimpannya,
melakukan pencatatan atas persediaan di gudang.
13) Accounting atau bookkeeper, bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, Citra Violitasari. 2014. Analisis Sistem Dan Prosedur Akuntansi Jasa Penjualan
Kamar Dan Jasa Restoran Hotel Dalam Upaya Peningkatan Pengendalian Intern (Studi
pada UB Hotel Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 12 No. 1.
Widanaputra, AA.GP; Ariyanto; Dodik; Sari, MM. 2018. Akuntansi Perhotelan Pendekatan
Sistem Informasi Berbasis USALI. Yogyakarta: Graha Ilmu.