Anda di halaman 1dari 10

BAB II .

PEMBAHASAN

2.1 PENJELASAN SOFTSKILL

Soft skills adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi

dengan orang lain. Soft skills memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis,

membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu.

Tujuan dari pelatihan soft skills adalah memberikan kesempatan kepada individu untuk

mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain. Soft

skills memiliki banyak manfaat, misalnya pengembangan karir serta etika profesional. Dari

sisi organisasional, soft skills memberikan dampak terhadap kualitas manajemen secara total,

efektivitas institusional dan sinergi inovasi. Esensi soft skills adalah kesempatan. Lulusan

memerlukan soft skills untuk membuka dan memanfaatkan kesempatan.

Sukses di dalam sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung kepada rasio dan logika individu

tetapi juga kapasitas kemanusiannya. Kemampuan yang dimiliki manusia dapat diibaratkan

sebagai Gunung Es (Ice Berg). Yang nampak di luar permukaan air ialah kemampuan Hard

Skill/ Technical Skill, sedangkan kemampuan yang berada di bawah permukaan air dan

memiliki porsi yang paling besar ialah kemampuan Soft Skill.

Soft skill merupakan kemampuan yang tidak tampak dan seringkali berhubungan dengan

emosi manusia. Dilihat dari konstraknya, semakin bergerak ke kanan menunjukkan atribut

tersebut semakin empirik dan sebaliknya semakin bergerak ke kiri atribut tersebut semakin

abstrak. Dilihat dari proses peningkatannya, semakin ke kanan semakin berorientasi pada

kegiatan yang langsung dan semakin ke kiri semakin berorientasi pada kegiatan yang tidak

langsung. Intervensi yang dapat diberikan dalam meningkatkan soft skills adalah dengan
pelatihan atau dengan pembinaan yang intensif. Di sisi lain nilai-nilai dan moral dapat

ditingkatkan dengan kegiatan berfokus pada peningkatan kesadaran diri.

2.2 PENGARUH SOFTSKILL

Keterampilan sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Dengan keterampilan

yang ada seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun

lingkungan sekitarnya. Soft skill merupakan keterampilan diluar keterampilan teknis dan

akademis, dan lebih mengutamakan keterampilan intra dan inter personal. Keterampilan intra

personal mencakup kesadaran diri (kepercayaan diri, penilaian diri, sifat dan preferensi, serta

kesadaran emosi) dan keterampilan diri (peningkatan diri, pengendalian diri, manajemen

sumber daya, pro aktif). Sedangkan keterampilan inter personal mencakup kesadaran sosial

(kesadaran politik, memanfaatkan keragaman, berorientasi pelayanan) dan keterampilan

sosial (kepemimpinan, pengaruh, komunikasi, kooperatif, kerja sama tim, dan sinergi).

Sebagai contoh, di dunia kerja dalam proses perekrutan karyawan baru, Soft skill dievaluasi

berdasarkan psikotest dan wawancara mendalam. Hasil dari psikotest tersebut akan

digunakan perusahaan untuk menempatkan karyawan di posisi yang tepat. keberhasilan

seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skill yang lebih baik. Perlu untuk

diketahui bahwa soft skill bukanlah sesuatu yang stagnan. Keterampilan ini dapat diasah dan

ditingkatkan seiring dengan bertambahnya pengalaman seseorang. Ada banyak cara yang

dapat dilakukan untuk meningkatkan soft skill, yang paling terkenal adalah learning by doing.

Mengikuti berbagai pelatihan dan seminar juga dapat meningkatkan soft skill. Namun, diluar

itu semua, ada satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan soft skill yaitu dengan lebih

sering berinteraksi dan beraktifitas dengan orang lain. Mengingat pentingnya soft skill dalam

kehidupan kita, maka marilah kita tingkatkan soft skill demi kehidupan yang lebih baik.
2.3 PENTINGNYA SOFTSKILL

Pada jaman ini banyak persaingan di dunia kerja, bahkan persaingan tersebut tidak meliputi

kemampuan hardskill tetapi softskill sangat berperan penting disini. Biasanya perusahaan

membutuhkan karyawan yang cekatan dalam bekerja, selalu mempunyai inisiatif, bisa

bekerja secara tim dan bisa mengembangkan diri di sebuah organisasi. karena sofskill

mempunyai arti penting dimana manusia memiliki Kemampuan untuk beradaptasi,

berkomunikasi, dapat mengambil keputusan , dan memecahkan masalah.

Modal sukses di lapangan pekerjaan sofskill memegang 80% nya. Perlu di ketahui bahwa

selain hard skill kita juga membutuhkan soft skill dimana soft skill akan berpengharuh

terhadap kualitas mahasiswa. Dalam meraih kesuksesan sudah banyak orang yang bisa

meraih apa yang dicita-citakannya hanya dengan mengandalkan keterampilan soft skill.

Pumphrey dan Slatter (2002) menengarai bahwa soft skills memiliki karakteristik sebagai

berikut:

 Bersifat generik, dalam arti digunakan dalam berbagai penyelesaian tugas yang

berbeda.

 Dapat ditransfer dan diterapkan dalam berbagai aktivitas pelaksanaan tugas, disebut

juga sebagai keterampilan hidup (life skills).

 Merupakan keterampilan atau atribut yang terdapat dalam aktivitas seperti pemecahan

masalah, komunikasi, pemanfaatan teknologi, dan bekerja dalam kelompok.

 Dapat dipromosikan sebagai keterampilan yang memberi dalam ‘pembelajaran

seumur hidup’ (‘life long learning’).

 Dapat dimiliki dan digunakan oleh pengusaha dan organisasi pemerintah.


 Dapat ditransfer dalam berbagai konteks yang berbeda oleh orang-orang yang

memiliki latar belakang disiplin ilmu, profesi dan jabatan yang berbeda-beda.

2.4 PERGESERAN KUALITAS SOFTSKILL

Saat ini kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja lebih menekankan pada kualitas

softskills yang baik dibandingkan dengan kemampuan ilmu pengetahuan spesifik yang tinggi,

sejalan dengan munculnya fenomena menarik seperti diungkap Teichler (1999) berikut ini:

1. Kemampuan mengatasi ketidakpastian (uncertainty) merupakan kunci untuk

bertahan di dunia kerja.

2. Pengetahuan yang spesifik memiliki kecenderungan cepat menjadi usang

(obsolete), di sisi lain keterampilan umum yang bisa digunakan untuk mengatasi

masalah dalam konteks professional dan ketidakpastian pasar kerja harus menjadi

dasar sistem belajar mengajar di pendidikan tinggi.

3. Persyaratan dunia kerja dewasa ini menunjukkan harmoni antara ekonomi

neoliberal yang global dan peningkatan tanggung jawab sosial serta solidaritas

secara bersamaan.

4. Bergesernya anggapan bahwa pendidikan tinggi mempersiapkan seseorang untuk

bekerja menjadi mempersiapkan seseorang untuk hidup lebih baik, karena

kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja saat ini begitu luas dan kompleks

sehingga mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan untuk kehidupan itu

sendiri.

5. Persyaratan kerja yang baru tampak semakin universal

Sejalan dengan itu, Paul dan Murdoch (1992) menjelaskan bahwa dalam menghadapi dunia

kerja, seorang lulusan perguruan tinggi harus dilengkapi dengan kualifikasi softskills berikut

ini agar dapat bertahan dan unggul dalam kompetisi:


1. Pengetahuan umum dan penguasaan bahasa Inggris

2. Keterampilan komunikasi meliputi penguasaan komputer dan internet, presentasi

audiovisual, dan alat-alat komunikasi lain

3. Keterampilan personal meliputi kemandirian, kemampuan komunikasi dan

kemampuan mendengar, keberanian, semangat dan kemampuan kerjasama dalam

tim, inisiatif, dan keterbukaan.

4. Fleksibilitas dan motivasi untuk maju yaitu kemampuan beradaptasi sesuai

perubahan waktu dan lingkungan serta keinginan untuk maju sebagai pimpinan

Yang menarik ternyata kompetensi terkait softskills merupakan kompetensi yang dipersepsi

sebagai sangat dibutuhkan oleh dunia kerja adalah bahasa Inggris, komputer, keterampilan

komunikasi oral, kepemimpinan, ketrampilan komunikasi tertulis, dan kerjasama lintas

sektor.

Kellerman dan Sagmeister (2000) menyebutkan bahwa ketidakpuasan terkait dengan

kesenjangan antara substansi yang diperoleh dari kuliah dengan kompetensi yang dibutuhkan

di dunia kerja dapat disebabkan oleh pertama, kenyataan bahwa sistem pendidikan tinggi

memiliki jarak dengan dunia kerja sehingga indikator-indikator keberhasilan studi tidak dapat

mengantisipasi kompetensi lulusan yang diperlukan untuk bekerja (under qualification), atau

kedua, dunia kerja mungkin tidak diorganisasikan dengan baik sehingga keterampilan lulusan

tidak dapat dimanfaatkan secara efisien (under utilization), atau kemungkinan ketiga adalah

lulusan memiliki kemampuan yang melebihi syarat kompetensi di dunia kerja (over

qualification).

2.5 MANFAAT SOFTSKILL


Softskill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional

Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa,

kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain.

Dengan Softskill kita dapat berkreasi dan terampil.

Berikut adalah beberapa manfaat softskill yang saya ketahui:

1. sebagai atribut kualitas jasa

2. dapat bersifat mandiri

3. softskill dapat membangun karakter

4. membangun kepribadian yang berkualitas

5. menumbuhkan rasa percaya diri

6. dapat bersosialisai dalam team

7. menumbuhkan kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian kita

8. juga dapat membentuk jiwa yang kritis di dalam diri kita

2.6 CARA MELATIH SOFTSKILL

Banyak di antara kita tahu bahwa sostskill seseorang di tentukan dengan tolak ukur seseorang

itu dalam mengembangkan sofskillnya. Namun disini saya juga ingin memberi tahu bahwa

softskill itu sendiri tidak akan berjalan sempurna apabila tidak di iringi dengan Hard Skill,

begitu pun sebaliknya. Softskill itu sendiri akan nampak apabila seseorang telah menemukan

jati dirinya. Namun ada juga yang tidak akan mendapatkan softskill dari dirinya sendiri

apabila dia tidak ada keinginan untuk berubah yang besar dalam hidupnya dari pola hidup

yang buruk ke pola hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Karena Soft skill itu sendiri akan

lahir apabila seseorang memiliki motivasi yang besar untuk berubah lebih baik dari

sebelumnya.
Softskill sendiri sangat berkaitan dengan suatu ketrampilan yang harus seimbang. Istilah

keterampilan softskill ialah istilah yang mengacu pada kepribadian seseorang yang di asah

dari dalam lalu di lengkapi pula dengan keterampilan Hard Skill. Sehingga softskill itu

mempunyai atribut, dengan demikian meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, karakter,

kebiasaan, dan sikap. Atribut atribut ini dimiliki oleh setiap orang yang tentunya tidak sama

satu dengan yang lainnya, yang biasanya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :

1. kebiasaan

2. berfikir

3. berkata

4. bersikap

5. bertindak

Namun pengaruh – pengaruh ini dapat berubah jika seseorang itu mau merubahnya dengan

cara membiasakan diri denagn hal-hal yang baru tentunya. softskil juga bisa dikatakan

sebagai suatu kemampuan yang memengaruhi kita untuk bagaimana berinteraksi dengan

orang lain, softskill juga memuat beberapa komponen ,yaitu komuniukasi yang efektif,

berfikir yang kreatif dan kritis. bagaimana masing-masing orang saja yang mempunyai

pikiran hal-hal yang memuat dari softskill itu sendiri.

Softskill juga melatih diri seseorang untuk dapat bagaimana berinteraksi dengan masyarakat

yang baik, karena komunikasi yang baik itu sangat diperlukan oleh seseorang. Karena

berinteraksi yang baik itu juga dapat mencerminkan diri seseorang. Biasanya kalau orang

dapat berinteraksi yang baik tentunya dapat cepat beradaptasi dengan orang lain. Dan juga

sebaliknya kalau orang itu kurang baik dalam berinteraksi tentunya sangat agak lambat dalam
berinteraksi.

Softskill juga bukan hanya sekedar dari suatu hal yang tidak mempunyai tujuan, tetapi

softskill juga mempunyai tujuan.

Tujuan softskill adalah dapat memberikan kesempatan kepada individu untuk bisa

mempelajari perilaku yang baru bagi dirinya dan juga meningkatkan hubungan antar pribadi

dan orang lain.

Softskill juga dapat memberikan intervensi yaitu dengan cara pelatihan atau pembinaan

secara intensif. untuk dapat meningkatkan nilai-nilai dan moral dapat dilakukan dengan cara

fokus terhadap diri sendiri.

BAB III . PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Banyak ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan kesuksesan individu dalam bekerja

dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian individu. Dari banyak teori kepribadian, teori

kepribadian lima faktor (five factors personality) banyak dipakai untuk meninjau kesuksesan

dalam bekerja. Lima faktor kepribadian tersebut merupakan gambaran mengenai karakteristik

khas individu yang unik dan relatif stabil. Lima faktor tersebut antara lain :

1. Ketahanan Pribadi (conscientiousness

2. Ekstraversi (extraversion).

3. Keramahan (agreableness).

4. Emosi Stabil (emotion stability).

5. Keterbukan terhadap pengalaman (openess).


Soft skills memiliki banyak variasi yang di dalamnya termuat elemen-elemen. Berikut ini

akan dijelaskan beberapa jenis soft skills yang terkait dengan kesuksesan dalam dunia kerja

berdasarkan dari hasil-hasil penelitian.

1. Kecerdasan Emosi

2. Gaya Hidup Sehat

3. Komunikasi Efektif

hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan pengguna lulusan yang menuntut bahwa

mahasiswa harus mempunyai :

1. interpersonal skills;

2. team spirit;

3. social grace;

4. business etiquette;

5. negotiation skills;

6. behaviour traits such as attitude, motivation and time to approach either a training

organisation or a training consultant.

3.2 SARAN

Kesuksesan mahasiswa pada umumnya, tidak hanya ditentukan oleh hard skills seperti

prestasi belajar, keterampilan teknik, dan potensi akademik umum tetapi juga dipengaruhi

oleh soft skills, social skills, dan emotional skills. Perpaduan antara hard skills dan soft skills

yang proporsional dalam lingkungan belajar mahasiswa akan membuat seseorang yang

berprestasi tinggi dan disukai banyak orang. sebagai mahasiswa tidak hanya berhadapan

dengan benda mati, melainkan berinteraksi dengan manusia yang dapat merasakan, menilai
dan memberi penghargaan. Keterampilan soft dapat mendukung kompetensi professional

dosen semakin meningkat. [1]