Anda di halaman 1dari 16

Contoh Motivation Letter untuk Persyaratan Beasiswa

Bank Indonesia
22 April 2017Firdaus_Jundullah

MOTIVATION LETTER

Nama saya Abdul Malik Firdaus. Saya terlahir dan dibesarkan dari
keluarga yang sederhana. Pendapatan ayah tak menentu, yang bekerja
sebagai seorang petani. Sementara ibu hanya ibu rumah tangga biasa.
Akan tetapi, ibu tetap berusaha membantu ayah dengan menjual sembako
di kios rumah kami, walaupun hasilnya tak seberapa, setidaknya cukup
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya mempunyai dua adik yang
masih berada di bangku sekolah. Tentunya membutuhkan biaya yang
cukup banyak untuk itu. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat saya
untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Di Palu, saya tidak ingin terlalu membebani orang tua dengan harus
membayar uang kos tiap bulannya, jadi saya tinggal di masjid Abu
Ubaidah, yang Alhamdulillah tidak ada beban pembayaran tiap bulan atau
gratis.

Saya menempuh pendidikan strata satu (S1) di IAIN Palu, tepatnya


pada jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi
Islam semester empat. Setelah lulus nanti saya bercita-cita menjadi
seorang entrepreneur atau seorang wirausaha, yang mana saya
berkeinginan memiliki sebuah usaha sendiri dan memperkerjakan orang-
orang yang berpotensi serta memiliki suatu keahlian namun tidak dapat
mengaplikasikan kelebihan tersebut karena minimnya lapangan kerja di era
modern sekarang, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran yang
ada saat ini.

Oleh karena itu, saya tidak hanya fokus pada bidang akademik
saja, melainkan aktif ikut serta dalam beberapa organisasi. Baik itu
organisasi internal maupun eksternal kampus. Di internal kampus, saya
cukup aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jundullah IAIN Palu dan
menjabat sebagai sekretaris umum. Disini saya banyak belajar mengenai
kesekretariatan dalam sebuah organisasi. Sementara itu, di eksternal
kampus, saya cukup aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
(KAMMI) Komsat IAIN dan menjabat sebagai anggota staf kebijakan publik.
Saya banyak belajar mengenai manajemen dalam sebuah organisasi.
Tidak hanya itu, saya juga sering turun aksi dalam penggalangan dana
bagi korban bencana alam seperti di Garut, penggalangan dana untuk
muslim di Suriah, bakti sosial di dusun Wintu, kelurahan Layana Indah.
Selain itu, saya juga aktif di RISMA (Remaja Islam Masjid) Abu Ubaidah
kelurahan Kabonena dan selalu ikut serta dalam kegiatan yang
dilaksanakan. Seperti mengajar mengaji, khutbah, mengadakan PHBI
(Perayaan Hari Besar Islam) dan masih banyak lagi.

Besar harapan saya agar kiranya dapat menerima beasiswa dari


Bank Indonesia serta dapat bergabung menjadi GenBI. Dan saya merasa
layak dipertimbangkan untuk mendapat beasiswa ini. Alasannya, karena
selain aktif dalam organisasi, saya juga memiliki beberapa prestasi, seperti
menjadi juara pada sebuah gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di
tingkat kabupaten pada cabang Fahmil Qur’an. Juga memiliki beberapa
keahlian dalam bidang olahraga dan seni. Diantaranya, sepak bola, sepak
takraw, futsal dan kaligrafi.

Apabila nantinya saya terpilih menjadi salah satu penerima


beasiswa Bank Indonesia dan menjadi anggota GenBI, saya akan
mendedikasikan diri serta memberikan yang terbaik untuk GenBI dan Bank
Indonesia dengan aktif ikut serta dalam segala kegiatan yang dilaksanakan
oleh GenBI.

Perencanaan saya kedepannya, apabila telah menerima beasiswa


dari Bank Indonesia, saya akan menggunakan beasiswa tersebut dengan
sebaik mungkin. Dan yang paling utamanya saya ingin meringankan beban
kedua orang tua, dengan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan
hidup sehari-hari, pembayaran SPP semester, membeli buku-buku dan
media penunjang perkuliahan yang tentunya demi kelancaran bidang
pendidikan yang sedang di tempuh untuk mewujudkan impian saya.

Demikian surat motivasi ini dibuat, demi memenuhi persyaratan dari


beasiswa Bank Indonesia dan semoga saya dapat bergabung menjadi
salah satu diantara penerimanya. Amin.

Hormat saya,

Abdul Malik Firdaus


Contoh “Motivation Letter” (Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris) dan Tips-
tips Membuat “Motivation Letter”
Surat motivasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Motivation
Letter” merupakan sebuah tulisan yang dibuat saat mengajukan
lamaran beasiswa. Tulisan ini memuat tentang latar belakang
kehidupan, pendidikan, alasan memilih program beasiswa tersebut,
prospek kerja kedepannya serta kontribusi apa yang akan kita
berikan. Semuanya di rangkum menjadi sebuah tulisan yang
singkat, jelas dan padat. Namun, bisa juga jika anda ingin
menjelaskan secara merinci asalkan tidak berbelit-belit.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk


membuat sebuah Motivation Letter atau Surat Motivasi :

1. Tentukan judul yang menarik. Judul yang menarik merupakan


sebuah daya tarik yang kuat. Ketika anda mengawali tulisan anda
dengan judul yang menarik, tentu akan membuat panitia/dewan
juri menjadi penasaran. Misalnya seperti, “Senjata Kecil
Pembunuh Generasi Emas Bangsa”. Sebuah kiasan. Terkesan
ambigu, namun menarik bukan? Tentu anda akan bertanya-
bertanya, “apa itu senjata kecil?”, “seperti apa bentuknya?”, atau
“memangnya ada?”. Ini bukanlah hal yang mudah. Jadi
persiapkanlah dengan matang.
2. Aturlah alur cerita yang baik. Hal ini merupakan poin penting.
Agar cerita anda tidak karuan. Tentukanlah apa saja yang ingin
anda ceritakan.
3. Ceritakan secara singkat tentang latar belakang kehidupan dan
pendidikan anda. Kemudian, fokuskan pada alasan anda
memilih program beasiswa tersebut, jurusan yang anda pilih,
prospek kerja ke depannya serta kontribusi yang akan anda
berikan.
4. Alangkah baiknya jika anda fokus pada satu hal. Agar,
panitia/dewan juri tahu bahwa anda memang telah
mempersiapkan dengan matang masa depan anda serta memiliki
target yang jelas. Misalnya, saya memilih fakultas Kedokteran,
jurusan Pediatric : Spesialis Anak, Nizhny Novgorod State
Medical University.
5. Menampilkan bakat dan prestasi yang anda miliki. Bukannya
menjadi orang yang sombong, tetapi diperlukan “mulut manis”
agar “jualan” menjadi laku, bukan? Ceritakanlah sesederhana
mungkin agar tidak terkesan anda adalah orang yang sombong.
6. Jujur dan terbuka. Berceritalah seperti anda sedang berhapan
dengan panitia/dewan juri. Namun aturlah ritme yang baik agar
berjalan secara alami atau tidak dibuat-buat. Karena mungkin
saja panitia/dewan juri adalah seorang penerima beasiswa juga.

Nah, dibawah ini ada contoh Motivation Letter atau Surat Motivasi
yang aku buat saat mengikuti program beasiswa Rusia.

A. Motivation Letter (Bahasa Indonesia)


Kepada Yth,
Panitia Seleksi Beasiswa Rusia 2017/2018
Di tempat.
Ass. Wr. Wbr, om swastiastu, namo budaya
dan salam sejahtera bagi kita semua, syalom!
Seseorang pernah berkata kepada saya bahwa
ketika kita lahir, kedua tangan kita dalam keadaan
menggenggam. Seperti menggenggam sesuatu.
Katanya, sesuatu yang ada di dalam genggaman
itu adalah takdir kehidupan kita. Seperti cita-cita
dan cinta. Ketika kita melepaskan genggaman,
takdir kehidupan kita pergi. Maka pada saat itulah
dunia akan mendengar tangisan kita untuk
pertama kalinya. Namun suatu saat, kita akan
menemukannya dan kembali pada genggaman
tangan kita.
Sebelum saya berbicara lebih lanjut dalam
surat motivasi ini, izinkanlah saya mengucapkan
terima kasih kepada panitia penerima beasiswa
Rusia karena telah memberikan kesempatan bagi
saya untuk mencoba menemukan takdir saya di
negeri Beruang Merah.
Perkenalkan, gadis keturunan Toraja-Ambon
ini memiliki nama lengkap Sixtintia Aprilla Irene
Dea. Kerap disapa Lia. Hadir untuk pertama
kalinya di dunia pada tanggal 16 April 2000
melalui pasangan suami-istri Fredy Djamal dan
Levina Paunno. Menjadi kakak untuk dua orang
adik laki-laki yang bernama Jack Immanuel Dea
dan Tristan Joshua Dea.
Selama enam tahun mengenyam pendidikan
dasar di SD Negeri 1 Passo, tiga tahun pendidikan
menengah pertama di SMP Negeri 9 Ambon dan
pernah menjabat sebagai ketua OSIS, dan pada
akhirnya menjadi seorang alumni dari sebuah
sekolah unggulan SMA Negeri Siwalima Ambon.
Anak perempuan tunggal ini juga pernah menjadi
seorang ketua OSIS ketika berada di bangku putih
abu-abu. Serta mengukir beberapa prestasi seperti
Juara I Lomba Film Pendek tingkat Provinsi,
Juara I Lomba Debat tingkat Kota dan Provinsi
serta Juara 2 Pembicara Terbaik Lomba Debat
tingkat Provinsi, Kategori 10 Penulis Terbaik
Lomba Penulisan Andai Beta Jadi Walikota, dan
Peserta Parlemen Remaja Nasional 2015.
Sejak kecil, saya gemar membaca dan menulis
karya sastra seperti novel, cerita pendek dan puisi.
Saya juga suka menjelajah. Karena bagi saya itu
adalah hal yang menyenangkan. Terasa menjadi
lebih akrab dengan dunia.
Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan
beberapa alasan yang menjadikan saya layak
untuk menerima beasiswa ini.
1. Menjadi seorang dokter bukanlah hal yang
mudah. Banyak sekali orang yang bersaing untuk
mendapatkan gelar tersebut. Begitu pula dengan
saya. Mengapa? Saat saya masih kecil, saya
melihat banyak sekali orang yang mendatangi
rumah sakit, puskesmas atau poliklinik untuk
sekedar periksa, berobat atau rawat inap. Saya
mulai berpikir, ternyata banyak orang yang
bergantung pada seorang dokter. Saya merasa,
“wah, sangat luar biasa, dokter ternyata adalah
orang yang sangat penting”. Maka mulai saat itu,
saya menetapkan tekad untuk menjadi salah satu
orang yang sangat penting itu.
Mengapa untuk menjadi orang penting saya harus
menjadi seorang dokter? Karena, menurut saya,
seorang dokter sangat dibutuhkan oleh
masyarakat. Melihat status quo yang terjadi di
Indonesia pada umumnya, masih banyak orang
yang belum terjamah oleh hidup sehat. Mereka
berada dalam kondisi tubuh baik fisik maupun
mental yang cukup memprihatinkan. Bagiamana
seseorang dapat menjalani hidupnya apabila ia
sakit? Maka, dalam hal inilah dokter hadir untuk
menyembuhkan.
2. Anak adalah pewaris keturunan dari suatu
keluarga. Bangsa Indonesia memiliki jutaan anak
dari Sabang sampai Merauke. Anak-anak inilah
yang menjadi generasi emas bangsa. Mereka yang
akan membuat Indonesia semakin kokoh dan
menjadi negara maju. Namun sayangnya, ibarat
sebuah tiang rumah. Banyak anak-anak Indonesia
yang masih rapuh sehingga belum mampu untuk
menjadi tiang yang kokoh bagi rumah sendiri
yakni Indonesia. Sehingga harus didatangkan
tiang-tiang dari luar negeri untuk membangun
rumah kita-Indonesia. Lalu dimanakah, tiang-
tiang Indonesia berdiri? Haruskah anak-anak
Indonesia menjadi tiang yang tak terpakai dan
terbuang? Saya ingin sekali mengobati dan
membantu mengkokohkan “tiang-tiang” anak-
anak Negeri agar mereka dapat tumbuh dan
berkembang menjadi anak-anak cerdas.
Terutama, bagi tiang-tiang muda yang baru lahir.
3. Rusia termasuk dalam daftar negara yang
diminati oleh pelajar internasional dan sebagai
negara dengan kualitas pengetahuan dan
teknologi tinggi. Tidak sedikit ilmuan ternama
dunia yang dilahirkan melalui pendidikan di Rusia
misalnya Alexander Oparin : Penemu Teori
Evolusi Biologi (kehidupan berasal dari laut), Ilya
Ilyich Mechnikov : Perintis Sistem Kekebalan
Tubuh, dan masih banyak ilmuan lainnya. Hal
inilah yang menjadikan saya tidak ragu untuk
memilih negara Rusia. Selain itu, saya telah
mendengar dan melihat sendiri kesuksesan
alumni-alumni SMA Negeri SMA Siwalima yang
menimba ilmu di negeri Beruang Merah. Saya pun
ingin mencoba hal baru seperti belajar di luar
negeri, bergaul dengan teman-teman dari seluruh
penjuru dunia, mengenal kebudayaan Rusia serta
melangkahkan kaki lebih jauh lagi untuk meraih
mimpi.
4. Selanjutnya, mengapa saya memilih Nizhny
Novgorod Medical State Academy? Berdasarkan
informasi yang saya peroleh dari laman
website masmanroe.blogspot.co.id, dikatakan oleh
si penulis blog bahwa Nizhny Novgorod Medical
State Academy adalah salah satu pusat terkemuka
untuk melatih prakitisi medis di Rusia. Akademi ini
mendapat peringkat ke-7 dari kurang lebih 46
perguruan tinggi medis di Rusia dan sangat di
akui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hampir seluruh pemerintah di dunia mengirimkan
putra-putri mereka untuk menimba ilmu disana
agar menjadi seorang ahli medis. Berdasarkan
pernyataan inilah yang membuat saya berminat
untuk melanjutkan pendidikan di universitas yang
terletak di Nizhny Novgorod ini. Saya ingin belajar
di universitas terbaik kemudian lulus dan menjadi
seorang dokter yang hebat untuk menjadikan
anak-anak Indonesia lebih hebat lagi
5. Rasa takut dan khawatir tentu saya rasakan
jika nanti berkuliah di Rusia. Namun percayalah,
rasa takut dan khawatir yang saya miliki tidak
mampu mengalahkan impian dan tekad saya
untuk belajar di negara yang terletak di Eropa
Timur tersebut. Selama hampir tiga tahun saya
tinggal di asrama, terpisah dari keluarga dan
belajar hidup mandiri. Menetap di dalam satu
asrama bersama teman-teman dengan beragam
latar belakang kehidupan, agama, suku, budaya,
bahasa dan karakter membuat saya mampu
menyesuaikan diri dengan baik. Pengalaman
sebagai ketua OSIS pun telah melatih jiwa sosial
serta mental yang saya miliki. Sehingga saya
percaya bahwa saya adalah pribadi yang
berkompeten. Selain itu, sebagai anak dari kedua
orang tua yang memiliki pekerjaan sebagai
anggota POLRI pun menjadikan saya sebagai
pribadi yang disiplin, bertanggung jawab dan
berani.
6. Seperti yang telah saya sampaikan pada poin
ketiga, saya ingin membangun Indonesia dengan
cara mengabdi sebagai seorang dokter. Namun,
mimpi saya tidak hanya sebatas pada Indonesia
saja. Saya ingin menjadi seorang dokter yang
menjelejahi dunia hingga ke daerah terpencil
untuk membantu orang-orang yang kesakitan
seperti kekurangan gizi, malaria, HIV/AIDS,
terkhususnya bagi anak-anak kecil. Saya menjadi
terinspirasi untuk melakukan hal tersebut setelah
membaca sebuah buku yang mengkisahkan
tentang seorang dokter yang berkeliling dunia
untuk menyembuhkan anak-anak yang
kekurangan gizi di Afrika Selatan.
Demikianlah surat motivasi ini saya buat untuk
dijadikan sebagai pertimbangan. Atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
B. Motivation Letter (Bahasa Inggris)
Dear. Scholarship Committee of Russia 2017/2018
In place.
Ass. Wr. Wbr, om Swastiastu, cultural namo
and best wishes for all of us, shalom!
Someone once told me that when we are born, we
are in a state of both hands grasping. Like
grasping something. She said, something that is in
the grip of it is the destiny of our lives. As ideals
and love. When we let go of the grip, the destiny of
our lives away. So at that time the world will hear
our cries for the first time. But someday, we will
find it and get back on our hands.
Before I speak further in this motivational
letter, allow me to thank the committee for
scholarships Russia 2017/2018 has give
opportunity for me to try to find my destiny in the
land of the Red Bear.
Let me introduce myself. The girl’s descent
Toraja-Ambon has full name Sixtintia Aprilla Irene
Dea. Often called Lia.Present for the first time in
the world on 16 April 2000 through the couples
Fredy Djamal and Levina Paunno. Being sister to
two younger brothers named Jack Immanuel Dea
and Tristan Joshua Dea.
During the six years of basic education in 1
Elementry School, the three years of secondary
education in 9 Junior High School and served as a
chairman of the student council, and eventually
became an alumna of an excellent school Siwalima
Senior High School. This single daughter also had
been a chairman of the student council when it is in
white and gray bench. As well carve out some
achievements such as the Winner in the Short Film
Competition in Provincial level 2015, as the
Participant in the Short Film Competition in
National level 2015, the Winner in the National
School Debating Championship (Indonesian
Language) in City and Provincial levels 2016, as
the Best II Speaker in the National School Debating
Championship (Indonesian Language) in
Provincial Level 2016, as the Participant in the
National School Debating Championship
(Indonesian Language) in the National level 2016,
Category Top 10 Writers in the Writing Contest “If
Beta Be a Ambon’s Mayor”, and the participants of
the National Youth Parliament 2015, etc.
Since a child, I love reading and writing
literary, such as novels, short stories and poetry. I
also like to explore. Because for me it is fun. Feels
become more familiar with the world.
On this occasion, I will explain some of the
reasons that make me worthy to receive this
scholarship.
1. Being a doctor is not easy. A lot of people are
competing for the title. So it is with me. Why?
When I was little, I saw a lot of people who come to
the hospital, health center or clinic for a check,
treatment or hospitalization. I began to think, there
are many people who rely on a doctor. I feel, “well,
amazing, the doctor turns out to be a very
important person”. So from that moment, I set a
determination to be one of those very important
person.
Why to become an important person I should be a
doctor? Because, I think, a doctor is needed by
society. See the status quo that occurred in
Indonesia in general, many people still unspoiled
by healthy living. They are in bad condition
physically and mentally . The circumstances of a
person can live his life when he was sick? So, in this
case a doctor was present to heal.
2. Children are a descendant of a family heir.
Indonesian nation has millions of children from
Sabang to Merauke. Children that is the golden
generation of the nation. They will make Indonesia
more sturdy and a developed country. But
unfortunately, like a pole house. Many Indonesian
children are still fragile, so have not been able to
become a solid pole for the house itself, namely
Indonesia. So that the poles had to be brought from
abroad to build our own home-Indonesia? Then in
where Indonesian poles must stand? Should
Indonesian children became a pole of unused and
wasted? I wanted to treat and help the “poles”
foreign children so they can grow and develop into
intelligent children. Especially, the poles of
newborn young.
3. Russia was included in the list of countries of
interest by international students and as a country
with high-quality knowledge and technology. Not a
bit of world-renowned scientists who are born
through education in Russia for example Alexander
Oparin: The inventor of the Theory of Evolution
Biology (life comes from the sea), Ilya Ilyich
Mechnikov: Pioneers Immune System, and many
other scientists. This is what makes me do not
hesitate to choose the Russian state. In addition, I
have heard and seen success of alumni of
Siwalima Senior High School which studying at
Red Bear country. I also want to try new things
such as study abroad, hanging out with friends
from around the world, know the culture of Russia
and stepped farther to achieve a dream.
4. Furthermore, why I chose Nizhny Novgorod
State Medical Academy? Based on the information
I got from the website
pages masmanroe.blogspot.co.id, said by the
author of the blog that the Nizhny Novgorod State
Medical Academy is one of the leading centers for
training medical in Russia. This Academy was
ranked 7th of approximately 46 medical colleges in
Russia and highly recognized by the World Health
Organization (WHO). Almost all governments in
the world sent their children to study there in order
to be a medical expert. Based on this statement that
made me wish to continue their education at
university located in Nizhny Novgorod. I want to
study in the best universities and then graduated
and became a great doctor to make children more
violent Indonesia
5. Fear and worry would I feel if later studying in
Russia. But believe me, the fear and worry that I
have not able to defeat the dreams and
determination to learn in the country located in the
Eastern Europe. For nearly three years I lived in a
dorm, separated from family and learn to live
independently. Settled in a dorm with friends of
various backgrounds of life, religion, ethnicity,
culture, language and character made me able to
adjust well. Experience as chairman of the council
had been trained social and mental life that I have.
So I believe that I was personally competent.
Moreover, as the daughter of parents who had a
job as police members also make me disciplined,
responsible and brave.
6. As I mentioned in the third point, I want to
build Indonesia by serving as a doctor. However,
my dream is not just limited to Indonesia alone. I
want to be a doctor who explore theworld to the
remote area to help people who are in pain such as
malnutrition, malaria, HIV / AIDS, especially for
children. I became inspired to do this after reading
a book that delves into about a doctor who travels
the world to treat children suffering from
malnutrition in South Africa.
So I created this motivation letter to be used as
consideration. Thank you for your attention.
Jika nantinya, Anda menemukan beasiswa yang meminta pelamarnya mengajukan motivation letter
dan Anda tertarik melamar. Maka siapkanlah dokumen aplikasi tersebut dengan sebaik-baiknya.
Penjelasan berikut mudah-mudahan bisa membantu. Cara menulis motivation letter beasiswa. Bisa
juga diterapkan jika Anda ingin menulis personal statement.

Ceritakan siapa Anda


Pada saat memulai menulis motivation letter, di paragraf awal, Anda bisa menceritakan secara
singkat siapa diri Anda. Gambarkan kondisi sebenarnya dalam bentuk deskripsi, sehingga audience
yang tidak lain dewan juri bisa memahami siapa pemohon yang sedang mereka seleksi. Tidak perlu
panjang namun jelas.

Mengapa Anda pantas memperoleh beasiswa


Poin kedua ini cukup penting bagi penilaian dewan juri. Mengapa Anda pantas
memperoleh beasiswa dan mengapa harus Anda. Uraikan di motivation letter beberapa alasan
mengapa Anda layak mendapatkan beasiswa tersebut. Apa kelebihan Anda, sehingga selayaknya
dewan juri memilih Anda sebagai salah satu penerima beasiswa.

Tentu tidak sekedar memantaskan diri begitu saja. Ketahui terlebih dahulu beasiswa yang dilamar,
pelamar seperti apa yang mereka cari. Umpamanya beasiswa tersebut adalah beasiswa riset yang
mensyaratkan calonnya memiliki pengalaman riset dengan beberapa karya yang telah dihasilkan.
Anda yang memenuhi kriteria tersebut, bisa memuatnya di motivation letter bahwa Anda adalah
orang yang berbepengalaman melakukan riset dan telah menghasilkan beberapa karya riset
membanggakan yang dimaksud. Mungkin Anda juga perlu menggambarkan dampaknya terhadap
masyarakat atau lingkungan sekitar.

Alasan lain bisa Anda tambah sendiri untuk meyakinkan Dewan Juri. Namun, jangan sampai lari dari
kriteria calon yang mereka inginkan.

Mengapa memerlukan beasiswa


Ada beberapa program beasiswa yang meminta pemohon menulis motivation letter yang salah satu
poinnya adalah alasan pelamar membutuhkan beasiswa. Biasanya ini ditemukan pada beasiswa
yang sifatnya bantuan, terutama mereka yang terkendala finansial atau berasal dari keluarga kurang
mampu. Jika memang beasiswa tersebut meminta Anda memuat penjelasan mengapa memerlukan
beasiswa, sebutkan saja kondisi sebenarnya. Misalnya, Anda adalah korban bencana alam, broken
home, peperangan, kebijakan politik, dll yang menyebabkan Anda tidak mampu membiayai semua
kebutuhan studi.

Minat dan tujuan Anda


Hal lain yang bisa Anda muat di motivation letter adalah minat dan tujuan Anda. Jelaskan mengapa
Anda begitu tertarik dengan beasiswa yang ditawarkan. Apa yang ingin Anda capai. Misalnya ada
sebuah beasiswa MBA yang ditawarkan salah satu lembaga, karena beasiswa tersebut sangat
sejalan dengan pekerjaan Anda, maka Anda berkeinginan melamarnya. Di motivation letter, Anda
bisa menjelaskan dampaknya bagi karir Anda dan lingkungan tempat kerja jika berhasil mendapatkan
beasiswa tersebut.

Rencana masa depan


Poin terakhir ini juga penting Anda muat untuk menghasilkan sebuah motivation letter yang
komprehensif. Uraikan rencana masa depan Anda jika nantinya berhasil menerima beasiswa tersebut
dan apa yang akan Anda lakukan jika telah menyelesaikan studi. Buatlah rencana masa depan Anda
sejalan dengan visi yang ingin diraih oleh pemberi beasiswa. Maka, itu akan lebih meyakinkan dewan
juri bahwa mereka tidak salah memilih Anda.
Contoh motivation letter beasiswa
Di atas sudah dijelaskan cara menulis motivation letter beasiswa. Berikut ini adalah beberapa contoh
motivation letter beasiswa yang disadur dari berbagai sumber (Unduh). Hanya contoh dan sebagai
bahan pertimbangan pembuatan motivation letter saja. Anda bisa menulis motivation letter Anda
sendiri sesuai dengan kebutuhan beasiswa yang dilamar.
Semoga bermanfaat.