Anda di halaman 1dari 2

Notulen CME Dispepsia

Definisi

Kumpulan Keluhan atau gejala klinis (syndrome) rasa tidak nyaman atau nyeri yang dirasakan
pada bagian abdomen atas yang disertai keluhan lain ,yaitu perasaan panas di dada,perut
kembung,perut terasa penuh,mual muntah selama beberapa minggu atau bulan sifatnya hilang timbul
atau terus menerus.

Klasifikasi
1.Organik
• Dispepsia tukak: nyeri ulu hati,sering terbangun pada malam hari karena nyeri atau pedih di ulu
hati, bertambah atau berkurangnya nyeri berhubungan dengan makanan.

• Dispepsia bukan tukak: keluhan mirip dispepsia tukak biasanya pada gastritis atau duodenitis ,
namun pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan tanda-tanda tukak.

• Refluks Gastroesofageal : rasa panas di dada, regurgitasi masam terutama setelah makan

• Penyakit saluran empedu: rasa nyeri dimulai dari perut bagian atas atau ulu hati menjalar ke
punggung.

• Karsinoma: nyeri perut,penurunan berat badan,anoreksia.

• Pankreatititis: nyeri timbul mendadak menjalar ke punggung, perut tegang dan kembung.

• Dispepsia sindrom malabsorpsi: nyeri perut,mual,diare berlendir

• Dispepsia ec obat: NSAID,teofilin,digitalis,ampicilin,eritromisin.

2.Fungsional
• Infeksi H.pylori+sekresi HCL: rasa tidak nyaman di perut, mual.
• motilitas dan abnormalitas akomodasi gaster:rasa cepat kenyang.

Pemeriksaan
1. Radiologis: Pada refluks gastro esofageal tampak peristaltik di esofagus menurun pada bagian distal.
2.Laboratorium:
• darah:leukositosis-→ infeksi
• feses: cair dan berlendir atau banyak lemak → sindrom malabsorpsi
• penanda tumor: karsinoma
3. Endoskopi: yang diperhatikan warna mukosa, lesi,tumor jinak
4.USG: bila dugaan ke arah kelainan traktus bilier, pancreas dll
Penatalaksanaan
1. Non medika mentosa: makan sedikit tapi sering, hindari makanan yang berpotensi merangsang asam
lambung

2. Medikamentosa :
• Antasida : menetralisir asam lambung :Aluminium hidroksida, Mg hidroksida
• Penyekat H2 Reseptor: penurunan sekresi asam lambung :ranitidin, cimetidine
• Proton Pump Inhibitor: menghambat produksi asam lambung: lansoprazole, omeprazole,
pantoprazole.
• Sitoprotektor: melapisi dan melindungi mukosa lambung: sukralfat rebamipid
• Prokinetik (anti mual-muntah): domperidone,metoklopramid.

Pertanyaan

1.
Apakah diperbolehkan pada kasus dispepsia menggunakan analgetik sebagi terapi?

→ pertama harus dibuktikan dulu ini kasus dispepsia atau bukan, bila jelas kasus dispepsia tidak
diperbolehkan menggunakan analgetik. Bila ini kasus kolik maka diberikan anti spasmodik dan anti
spasmodik ini tidak boleh pada pasien dispepsia

2. kapan harus terapi sesuai golongan obat?

→ pada ulkus lambung diberikan sitoprotektor untuk melindungi mukosa,namun bila ulkus nya
multiple,maka 80% kemungkinannya adalah H.Pylori berikan antibiotik berupa amoxiclav sebagai lini
pertama dan levofloksasin sebagai lini kedua.
Bila asam lambung terlalu banyak berikan proton pump inhibitor untuk mengurangi sekresi asam
lambung. Bila Ulkus sudah sampai perdarahan maka perlu dilakukan tindakan ligasi.

3. Kapan perlu dilakukan endoskopi?


-->
Bila terapi awal tidak respons maka segera lakukan endoskopi untuk mengetahui penyebab pasti
gangguan tersebut. Atau bila ada perdarahan saluran cerna seperti muntah hitam atau BAB hitam maka
wajib dilakukan endoskopi