Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,atas Berkat dan Rahmat-Nya saya
diberi kesempatan untuk menyusun/menyelesaikan laporan pengamatan ini dengan baik. Sebagai
tanda bukti bahwa saya telah mengunjungi Museum Sribaduga Bandung Jawa Barat berkonsep
pendidikan. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada guru pembimbing dan teman – teman
yang telah memberi dukungan dalam menyelesaikan laporan pengamatan ini dengan baik.

Kliping ini disusun sebagai bentuk proses belajar mengembangkan kemampuan siswa.Saya
menyadari dalam pembuatan kliping ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu
saya mengharap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan saya dimasa yang akan datang.

Saya berharap semoga dengan selesainya laporan pengamatan ini, dapat bermanfaat bagi
pembaca dan teman – teman, khususnya dalam memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan.

Atas perhatian dan kerjasama teman – teman beserta para pembimbing saya ucapkan terima
kasih.

Cimahi, 6 Nopember 2017

Penulis

Devyana Laurencia. T

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 1

DAFTAR ISI .................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG ..................................................................................................3


1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................................................ 3
1.3 TUJUAN PENULISAN ............................................................................................. .3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN MUSEUM ......................................................................................... 4


2.2 SEJARAH MUSEUM ................................................................................................ 4
2.3 MANFAAT MUSEUM .............................................................................................. 5

BAB III PEMBAHASAN

3.1 MUSEUM SRIBADUGA ........................................................................................... 6

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPILAN ........................................................................................................... 7


4.2 SARAN ................................................................................................................... 7

LAMPIRAN LAMPIRAN :

GAMBAR MUSEUM SRIBADUGA


IDENTITAS PENULIS
TABEL NILAI DAN TANDA TANGAN ORANG TUA

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Outing adalah kegiatan wisata belajar diluar gedung sekolah yang dilakukan dengan tujuan untuk
menambah pengetahuan siswa serta menambah pengalaman. Setelah outing kami laksanakan siswa
diwajibkan membuat sebuah laporan dalam bentuk laporan pengamatan. Laporan pengamatan
adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.

Laporan tugas dalam bentuk laporan pengamatan ini merupakan tugas bagi setiap siswa. Dalam
penyusunan laporan pengamatan ini, siswa diharapkan dapat melaporkan segala pengetahuan dan
pengalamannya yang diperoleh selama menjalankan outing ini.

Adapun objek wisata yang telah dikunjungi penulis adalah MUSEUM SRIBADUGA yang
merupakan salah satu objek wisata yang cocok untuk dijadikan study pengamatan, karena museum
ini memiliki sejarah di Indonesia yang tepat bagi para pelajar untuk diamati. Penulis memilih
Museum ini karena merupakan objek yang bagus dan berdasarkan hasil observasi dan penelitian
pada pelaksanaan Outing. Museum ini banyak sekali peninggalan – peninggalan Jaman Purba Kala
yang sangat bermanfaat. Paris Van Java adalah sebutan bagi Kota Bandung karena diibaratkan
sebagai parisnya Indonesia. Keindahan pemandangan alam serta bangunan – bangunan bersejarah
di Kota Bandung sangat memikat para wisatawan untuk mengunjunginya dan banyak nilai manfaat
positif, oleh karena itu penulis mengambil judul laporan pengamatan ‘MUSEUM SRIBADUGA ‘
berkonsep pendidikan. Penulis mengharapkan dari adanya penulisan laporan pengamatan ini
diharapkan pembaca terdorong untuk bisa lebih mencintai bangsa Indonesia ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Agar untuk memudahkan pembahasan, penulisan membagi permasalahan dalam bentuk
pertanyaan sebagai berikut :
1. Apa sajakah yang terdapat di Museum Sribaduga Bandung ?
2. Apa sejarah dari Museum Sribaduga ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


Adapun tujuan penulis dalam membuat laopran bentuk laporan pengamatan adalah:
1. Sebagai salah satu lintas mata pelajaran untuk sebagai nilai tambahan.
2. Untuk dapat lebih memahami dan mendalami tentang analisis dari Museum Sribaduga.
3. Untuk menambah wawasan tentang kaidah yang terdapat di Museum Sribaduga.
4. Berlatih membuat laporan dalam bentuk laporan pengamatan.
5. Menambah pengalaman dan pengembangan bakat.
6. Membiasakan menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

3
B A B II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN MUSEUM

Menurut Wikipedia bahwa Museum adalah melayani kebutuhan publik, dengan sifat
terbuka , dengan cara melakukan usaha pengkoleksian, mengkonservasi, meriset,
mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan
studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan
akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan
pemikiran imajinasi pada masa depan. Sejak tahun 1977, setiap tanggal 18 Mei diperingati
sebagai Hari Museum Internasional. Museum adalah lembaga, tempat penyimpanan,
perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda materiil hasil budaya manusia
serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian
kekayaan budaya bangsa. Defenisi tersebut menjelaskan bahwa Museum adalah sebuah
lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan
perkembangannya, terbuka untuk umum yang memperoleh, merawat, menghubungkan
dan memamerkan, untuk tujuan studi, pendidikan, pembuktian manusia dan
lingkungannya.Menurut ICOM bahwa pengertian Museum adalah :
- Lembaga-lembaga konservasi dan ruangan-ruangan pameran yang secara ketat
diselenggarakan oleh perpustakaan dan pusat-pusat kearsipan.
- Peninggalan dan tempat-tempat alamiah, arkeologi dan etnografis,peninggalan dan
tempat bersejarah yang mempunyai corak museum,karena kegiatan-kegiatannya dalam
hal pengadaan ,perawatan dan komunikasinya dengan masyarakat.
- Lembaga-lembaga yang memamerkan makhluk-makhluk hidup seperti, kebun tanaman
dan binatang,aquarium.
- Suaka alam.
- Pusat-pusat planetarium.

Berpijak pada defenisi diatas, maka tugas meseum adalah sebagai berikut :

- Mengumpulkan benda-benda koleksi,merawat dan mengawetkannya, memamerkan


benda-benda koleksi,serta menghubungkannya kepada pengunjung dengan berbagi
cara, baik berupa buku terbitan, ceramah, seminar, diskusi dan lomba yang
berhubungan dengan museum.
- Mengadakan bimbingan edukatif cultural kepada siswa dan masyarakat.

2.2 SEJARAH MUSEUM

Secara etimologi museum berasal dari kata Yunani, MOUSEION yang sebenarnya merujuk
kepada nama kuil untuk sembilan Dewi Muses,anak-anak Dewa Zeus yang melambangkan
ilmu dan kesenian. Bangunan lain yang diketahui berhubungan dengan sejarah museum
adalah bagian kompleks perpustakaan yang dibangun khusus untuk seni dan sains. Di
Indonesia Museum dibangun pertama kali oleh Museum Radya Pustaka.
4
2.3 MANFAAT / FUNGSI MUSEUM

Defenisi museum dewasa ini sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari
keuntungan, melayani masyarakat dan pengembangannya, terbuka untuk umum, yang
memperoleh,merawat,untuk tujuan studi,pendidikan dan kesenangan.
Museum mempunyai manfaat sebagi berikut :
a. Museum sebagai media pembelajaran sejarah.
b. Dalam museum tersebut terdapat koleksi dari zaman ke zaman.
c. Museum atau gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-
benda yang patut mendapatkan perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni,
dan ilmu.
d. Sebagai tempat menyimpan barang kuno dari seluruh pelosok negeri kita ini.
e. Sebagai tempat pelestarian
f. Perawatan yang meliputi kegiatan mencegah dan menanggulangi kerusakan koleksi.
g. Pengamanan yang meliputi kegiatan perlindungan untuk menjaga koleksi dari
gangguan atau faktor alam dan ulah manusia.
h. Sebagai sumber informasi, museum melaksanakan kegiatan pemanfaatan melalui
penelitian dan penyajian.
i. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan
dan teknologi.

5
B A B III

PEMBAHASAN

3.1 MUSEUM SRIBADUGA

Museum Sribaduga adalah salah satu museum pendidikan yang berada di Kota Bandung
Jawa Barat. Terletak di Jalan BKR No. 165, lokasinya persis berada didepan taman Tegallega
Bandung. Museum yang diresmikan pada tahun 1980 ini, awalnya bernama Museum Negeri Propinsi
Jawa Barat. Pada Tahun 1990, museum ini berubah nama menjadi Museum Negeri Propinsi Jawa
Barat Sribaduga. Nama Museum Srubaduga sendiri diambil dari nama raja Pajajaran yaitu Sri Baduga
Maha Raja Ratu Haji 1 Pakwan Pajajaran Sri Ratu. Sribaduga bertahta dari tahun 1482 hingga 1521
Masehi. Museum ini buka dari hari selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 wib hingga pukul 14.00
wib. Khusus untuk hari senin, museum ini tutup kecuali ada perjanjian sebelumnya.

Bangunan museum ini memiliki konsep bangunan tradisional Jawa Barat. Bangunannya
terdiri dari tiga lantai dimana terdapat tema tersendiri untuk koleksi-koleksi yang dipamerkan pada
setiap lantainya. Sebelum masuk kedalam museum kita harus membeli tiket terlebih dahulu seharga
Rp.2500 saja, harga tiket cukup terjangkau bahkan bisa dikatakan sangat murah. Kemudian
pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu didepan lobby museum, setelah mengisi buku tamu
barulah pengunjung diijinkan untuk melihat ruang ruang pameran yang ada didalam museum.
Ruangan lantai satu berbentuk setengah lingkaran, masuk ke dalamnya seolah –olah kita akan
berada di Jawa barat pada jaman purba. Disini dipamerkan sejarah perkembangan alam Jawa Barat
hingga kehidupan manusia pada jaman purba. Selain itu juga terdapat koleksi prasasti-prasasti dan
arca-arca baik asli maupun replika yang ditemukan di Jawa Barat.

Dilantai dua museum dipamerkan sejarah kehidupan religi masyarakat Jawa Barat pada
masa islam, Kong Hu Cu, Taoisme dan Kristen. Tak hanya kehidupan religi masyarakat saja yang
dipamerkan dilantai dua museum ini, namun ada juga koleksi-koleksi lainnya yang dipamerkan
seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan bahasa di Jawa Barat hingga koleksi peralatan
penunjang kehidupan yang ada di Jawa Barat. Lantai tiga museum ini lebih menonjolkan budaya-
budaya yang berkembang di Jawa Barat seperti kesenian wayang golek dan kesenian angklung.
Berkeliling disini seolah-olah membawa pengunjung kedalam Jawa Barat pada Zaman baheula alias
tempo dulu.

6
B A B IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 K E S I M P U L A N

Saya telah mengunjungi objek wisata Museum Sribaduga kesimpulan yang saya dapat bahwa
dimuseum ini terdapat sejarah yang sangat erat kaitannya dengan sejarah dari berbagai wilayah di
Indonesia dan saya dapat menambah wawasan dan dapat menerapkannya dalam pembelajaran
langsung ke objek dengan pendekatan kontekstual.

4.2 SARAN

Adapun saran-saran yang dapat saya sampaikan adalah bagi teman-teman saya pelajar khususnya
dan bagi masyarakat umumnya dengan adanya Museum Sribaduga agar dijaga kelestariannya serta
adanya perkembangan agar pada waktunya kelak nantinya generasi penerus bisa mengetahuinya.
Dan saya juga berpesan bahwa sains perlu dikembangkan dan alam juga perlu dipelihara dan dijaga
ekosistem bumi dan ilmu pengetahuan bisa saling berpadu dan saling mengisi sehingga dapat
menciptakan keselarasan dan keseimbangan kehidupan manusia.

7
IDENTITAS PENULIS

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

NAMA LENGKAP : DEVYANA LAURENCIA TAMBUNAN

TEMPAT/ TANGGAL LAHIR : CIMAHI / 15 JANUARI 2006

NAMA PANGGILAN : DEVY

KELAS : KELAS VI BM

SEKOLAH : SD SWASTA SANTA MARIA BAROS CIMAHI

ANAK KE : 1 DARI 3 BERSAUDARA

TINGGAL DENGAN : ORANGTUA

AGAMA : KRISTEN PROTESTAN

ALAMAT TINGGAL : JL. GAJAH XVI NO.10 KOMP.SUAKA INDAH 05/12 LEUWI GAJAH

CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI

HOBBY : BERMAIN GAME

MOTTO HIDUP “ ORA ET LABORA " BEKERJA SAMBIL BERDOA